Anda di halaman 1dari 5

Fraud Examination

Chapter 5

MENDETEKSI KECURANGAN(Fraud)

Mengenal Gejala Kecurangan (Fraud)


Kecurangan adalah sebuah kejahatan yang jarang sekali terlihat. Penemuan mayat dari
korban pembunuhan, tidak dapat dipertanyakan lagi bahwa kejahatan telah dilakukan. Mayat
bisa di sentuh dan dilihat. Demikian juga jika suatu bank telah di rampok, kejahatan telah
dilakukan. Semua orang di bank, termasuk nasabah dan karyawan, menyaksikan perampokan.
Dibeberapa kasus, seluruh kejadian terekam dalam video dan dapat di putar berulang kali
oleh saksi mata. Akan tetapi, suatu kecurangan akan sulit sekali dapat dikatakan bahwa telah
dilakukan kejahatan karena kecurangan tidak dapat disentuh dan dilihat dengan kasat mata.
Hanya gejala kecurangan, bendera merah (red flags), atau indikator yang dapat terlihat.

GEJALA KECURANGAN
Gaya hidup seseorang mungkin saja berubah, suatu dokumen mungkin saja hilang, buku
besar mungkin saja tidak seimbang, perubahan dari hubungan analitis mungkin saja tidak
masuk akal, atau seseorang mungkin saja menyediakan uang (tip) untuk dapat melakukan
penggelapan. Akan tetapi, Tidak seperti video di kasus perampokan atau mayat di kasus
pembunuhan, faktor ini hanya gejala daripada meyakinkan pembuktian dari kecurangan.
Untuk mendeteksi kecurangan (fraud), manager, auditor, karyawan, dan pemeriksa harus
belajar untuk mengenal indikator atau gejala ini (bisa juga disebut bendera merah/red flags)
dan mengejarnya sampai terkumpul bukti/fakta yang cukup mengenai kecurangan.
Investigator harus menemukan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan gejala dari akibat
kecurangan yang sesungguhnya atau hal yang disebabkan oleh faktor lainnya. Sayangnya, di
banyak kasus, banyak sekali gejala kecurangan tidak ketahuan dan walaupun gejala tersebut
diketahui tetapi masih sulit untuk dibuktikan. Gejala dari kecurangan (fraud) dapat dibagi
menjadi enam kelompok:
1. Keganjilan dari laporan akuntansi.
2. Pengendalian internal yang lemah.
3. Keganjilan pada analisis.
4. Gaya hidup yang boros.
5. Perilaku yang tidak biasa.
6. Tips dan keluhan.

1. Keganjilan Dari Laporan Akuntansi


Umumnya gejala kecurangan dari keganjilan laporan keuangan melibatkan:
• Masalah dari dokumen sumber
(Dokumen yang hilang, barang yang sudah lama di dalam rekonsiliasi bank, terlalu
banyak kredit, nama atau alamat yang umum dari pembayar/nasabah, menduplikat
pembayaran, dokumen yang difotocopy)
• Journal entries yang salah
(Journal entries tidak menggunakan dokumen pendukung, tidak dapat menjelaskan
penyesuaian dari penerimaan, pembayaran, pendapatan atau biaya, jurnal tidak
seimbang/balance, jurnal dibuat oleh individu yang tidak biasanya membuat jurnal,
jurnal dibuat dekat dengan akhir dari periode akuntansi)
• Ketidaksamaan dalam buku besar
(buku besar tidak seimbang/balance, laporan master/kontrol tidak sama dengan
total dari individual customer atau vendor balances)

Firman Syah NIM 2009130292 Page 1


Fraud Examination

2. Pengendalian Internal Yang Lemah


Pengendalian internal terdiri atas pengendalian lingkungan, sistem akuntansi dan
pengendalian prosedur. Umumnya gejala kecurangan pada pengendalian internal
mencakup:
• Ketiadaan dari pemisahan tugas
• Ketiadaan dari perlindungan fisik
• Ketiadaan dari pemeriksaan sendiri
• Ketiadaan dari otorisasi yang tepat
• Ketiadaan dari dokumen dan arsip yang tepat
• Menolak pengendalian yang ada
• Kurangnya pengetahuan tentang sistem akuntansi
Banyak penelitian menemukan bahwa elemen umum di dalam kecurangan adalah
menolak pengendalian internal yang ada.

3. Keganjilan Pada Analisis


Gejala kecurangan analisis merupakan prosedur atau hubungan dimana kecurangan
tersebut terlalu luar biasa atau terlalu tidak realistis untuk dapat dipercayai. Kecurangan
ini berhubungan dengan transaksi atau event yang sering terjadi; yang dilakukan sendiri
atau melibatkan orang banyak yang tidak seharusnya berpartisipasi. Kecurangan ini juga
melibatkan transaksi dan jumlah dimana angka yang diberikan terlalu besar atau terlalu
kecil(sering atau jarang sekali terjadi). Pada dasarnya gejala analisis mewakili semua hal
yang tidak biasanya terjadi (tidak terduga).

4. Gaya Hidup Yang Boros


Kebanyakan orang yang melakukan kecurangan (fraud) adalah orang yang mempunyai
tekanan keuangan. Kadangkala tekanan tersebut menjadi nyata (menjadi sifat
rakus/tamak). Saat pelaku telah memenuhi masalah keuangan mereka, biasanya mereka
akan melakukan pencurian lagi, dan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan
gaya hidup mereka. Jarang sekali pelaku menyimpan dana penggelapan tersebut di bank,
mereka kebanyakan menghabiskan semua uang tersebut. Oleh karena pelaku nyaman
dengan rencana kecurangan yang mereka lakukan, maka semakin tinggi pula pencurian
dan sikap untuk menghabiskan uang tersebut. Segera setelahnya, mereka mempunyai gaya
hidup yang jauh di atas rasionalitas kemampuannya.

5. Perilaku Yang Tidak Biasa


Hasil penelitian psikologi menemukan bahwa saat seseorang (terutama kesalahan fraud
yang pertama kali dilakukan) melakukan kejahatan, orang tersebut akan mengalami
perasaan takut dan bersalah. Perasaaan ini menimbulkan sensasi yang tidak
menyenangkan atau bisa disebut dengan stress. Individual tersebut kemudian
menampakkan tingkah laku yang berbeda untuk menanggulangi stressnya, hal ini dapat
digambarkan dengan:

Firman Syah NIM 2009130292 Page 2


Fraud Examination

Merasa Bersalah Insomnia


Peningkatan minum minuman keras
Ketakutan Memakai Narkoba
Ketidak mampuan untuk santai
Takut ketahuan
Stress Defensif
Berkeringat
Tingkah laku berubah Peningkatan dalam merokok

Tidak ada signal tingkah laku kecurangan yang khusus, akan tetapi perubahan sikap dan
tingkah laku merupakan suatu indikator seseorang melakukan kecurangan. Seseorang yang
baik bisa saja menjadi jahat dan suka mengintimidasi. Seseorang yang jahat dan suka
mengintimidasi bisa saja menjadi seseorang yang baik.

6. Tips Dan Keluhan


Tips dan keluhan termasuk kategori gejala kecurangan daripada fakta kecurangan yang
sebenarnya, hal ini disebabkan karena kebanyakan tips dan keluhan seringkali berubah
menjadi sesuatu yang tidak tepat. Sesuatu yang sulit dalam menilai motivasi seseorang
yang melakukan komplain dan memberikan tips. Contohnya nasabah, mereka komplain
karena mereka merasa diambil keuntungannya. Karyawan memberikan tips karena
termotivasi atas kebencian, masalah pribadi, atau cemburu. Bagaimanapun Tips atau
keluhan yang muncul harus diperlakukan dengan hati-hati dan dipertimbangkan sebagai
gejala kecurangan.

Firman Syah NIM 2009130292 Page 3


Fraud Examination

Chapter 6

PENDEKATAN PROAKTIF UNTUK MENDETEKSI


KECURANGAN(Fraud)

Pendeteksian Proaktif Kecurangan


Adalah untuk menentukan jalan yang proaktif dalam membantu kita mendeteksi
kecurangan dengan sedini mungkin. Kemudian kita memeriksa dengan 2 metode, yaitu dua
metode inductive fraud detection berdasarkan teknologi dan satu metode deductive fraud
detection. Di bagian kedua kita akan mendemonstrasikan bagaimana pernyataan keuangan
dapat di analisis untuk mendeteksi kecurangan. Akhirnya, kita akan membahas bagaimana
menggunakan teknologi untuk mendeteksi atau mengindentifikasi pelaku kecurangan. Inovasi
teknologi ini digunakan pada perusahaan yang baru dalam mengelola perkembangan
pendeteksian kecurangan.

METODE INDUCTIVE:
NO. 1: COMMERCIAL DATA-MINING SOFTWARE
Satu dari sekian banyak pendekatan pendeteksian yang sering digunakan adalah
commercial data-mining software, yang terdiri atas command languange (ACL) atau
CaseWare IDEA, untuk melihat keganjilan didalam database.
Keuntungan utama dalam menggunakan commercial data-mining software adalah
penggunaannya yang mudah. Pada database yang sederhana, mempunyai kemampuan yang
unggul dalam mengindentifikasi trends, keganjilan, dan aktivitas lain yang luar biasa.
Keuntungan lainnya adalah kemampuan untuk menulis di setiap paket data-mining.
Walaupun commercial data-mining software bisa menjadi sangat berguna dalam
pendeteksian kecurangan, commercial data-mining software tetap mempunyai kelemahan.
Salah satunya adalah bahwa perusahaan besar yang menggunakannya, baik dari segi
definisinya atau besarnya. Kebanyakan auditor dan pemeriksa kecurangan menjalankan
analisis mereka dengan menggunakan laptop mereka sendiri. Dibandingkan dengan server
perusahaan yang memiliki terabyte data, personal komputer atau laptop tidak mempunyai
kekuatan atau kapasitas untuk menganalisis kumpulan data. Hasilnya, kebanyakan pemeriksa
bekerja dengan versi yang telah diringkas dari seluruh kumpulan data membuat keterbatasan
dalam investigasi mereka.

NO. 2: DIGITAL ANALYSIS DATABASE PERUSAHAAN


Perangkat data-mining software adalah salah satu tipe dari analisis inductive. Tipe
pencarian database perusahaan lainnya mirip dengan cara pemeriksaan prosedur analisis yang
telah dikenal oleh kebanyakan akuntan. Ide dibalik analisis ini adalah untuk menggunakan
database perusahaan itu sendiri dalam pencarian akuntansi yang ganjil atau tidak biasa atau
hubungan angka yang tidak terduga.

METODE DEDUCTIVE FRAUD DETECTION:


Metode ini menentukan tipe kecurangan seperti apa yang akan muncul dalam situasi yang
khusus dan kemudian menggunakan teknologi dan metode lainnya untuk menentukan kenapa
kecurangan tersebut ada. Metode ini menggunakan 5 langkah dalam prosesnya:
1. Mempelajari dan memahami bisnis dan operasional
2. Memahami tipe kecurangan seperti apa yang akan terjadi (pembongkaran kecurangan)
didalam operasional

Firman Syah NIM 2009130292 Page 4


Fraud Examination

3. Menentukan gejala yang bisa menyebabkan kemungkinan kecurangan tersebut


muncul
4. Menggunakan databse dan sistem informasi untuk mencari gejala tersebut
5. Menelusuri gejala tersebut untuk menentukan kecurangan yang sebenarnya atau
faktor lain yang bisa menyebabkannya.

PENDEKATAN TRANSAKSI DASAR MANA YANG TERBAIK?


Dari setiap pendekatan transaksi dasar terdapat keuntungan dan kelemahan. Menggunakan
commercial data-mining software biasanya adalah pendekatan yang paling murah. Tetapi
kegunaannya akan sangat terbatas bila database yang akan diperiksa sangat besar. Dalam
penjumlahan, pencarian(search) umum atas kinerja software tersebut tergolong mudah untuk
menemukan gejala kecurangan dalam daftar yang besar/banyak.
Kelemahan utama dalam pendekatan deduktif adalah biaya yang sangat mahal. Tetapi, data
dan output bisa terus-menerus dimodifikasi dan disaring sampai penjelasan alternatif
tereliminasi.
Dalam menentukan pendekatan mana yang akan digunakan, dipertimbangkan dahulu
ukuran dari databasenya dan apakah metode pencariannya(search) menggunakan one-time
atau aplikasi multiple. Jika penyaringan dari analisis pendekatan deduktif dapat digunakan
berulang kali atau aktifitas pendeteksian kecurangan secara otomatis sebagai waktu
sesungguhnya (real-time), kedua analisis ini adalah yang terbaik dan dapat menekan biaya
(cost effective). Dalam keadaan lainnya, jika suatu database adalah kecil dan
pencarian(search) termasuk aplikasi one-time only, commercial data-mining software adalah
yang terbaik untuk digunakan.
Semua metode tersebut adalah pendekatan proaktif yang dapat mendeteksi
kecurangan(fraud) secara dini dan dapat meningkatkan pembayaran deviden. Pendeteksian
kecurangan secara dini tidak hanya menghasilkan penekanan biaya yang signifikan, tetapi ide
dari aktivitas pendekteksian kecurangan yang digunakan sesuai tempatnya dan rutin, akan
bisa menjadi pencegah kecurangan yang kuat.

Firman Syah NIM 2009130292 Page 5