Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK 4

Akuntansi Internasional
Ch 04 Financial Accounting Theory

Presented By :

1. ZAINAL ABIDIN (12030117420103)

2. KANINA ANANDITA (12030117420098)

LOGO
Universitas Diponegoro Semarang
Hal yang dibahas dalam Akuntansi Internasional:

Bukti perbedaan internasional dalam akuntansi


Alasan perbedaan akuntansi internasional
Pengaruh budaya pada sistem akuntansi
Pengaruh agama pada sistem akuntansi
Sistem hukum, kepemilikan bisnis & pembiayaan
Sistem perpajakan
Alasan untuk harmonisasi dan standarisasi
Hambatan untuk harmonisasi dan standarisasi
Bukti Perbedaan Internasional dalam Akuntansi

Bukti perbedaan:

Ketika menerapkan aturan akuntansi dari berbagai negara untuk


transaksi yang sama, kita dapat menemukan perbedaan yang signifikan
dalam laba dan aktiva bersih.

Perbedaan laba akuntansi terkadang signifikan oleh banyak pihak


untuk membenarkan upaya dari IASB menstandarisasi akuntansi
internasional.

LO 2 Akuntansi Internasional
Model Akuntansi Keuangan Internasional

Secara historis ada 2 model akuntansi keuangan internasional

Model Anglo-Amerika = sangat dipengaruhi oleh peran badan


akuntansi profesional daripada pemerintah, menekankan pentingnya
pasar modal, menekankan ‘jujur’ dan ‘wajar’, didasarkan pada
pertimbangan substansi ekonomi yang melebihi bentuk hukum.

Model Eropa Kontinental = ditandai dengan masukan yang relatif


kecil dari profesi akuntansi, sedikit ketergantungan pada kebutuhan
kualitatif seperti jujur dan wajar, ketergantungan yang kuat pada
pemerintah.

Mueller, 1967; Nobes, 1984


Alasan Perbedaan Akuntansi Internasional

Perpajakan Pendidikan

Hukum Ekonomi

Pembiayaan
Agama

Warisan Kolonial
Bahasa
Sejarah Budaya
Pengaruh Budaya Pada Sistem Akuntansi

Budaya adalah suatu konsep umum yang diharapkan


Cara bisnis dibentuk
Berdampak pada sistem hukum Sistem Pajak
dan dibiayai

Budaya adalah sebuah ekspresi norma, nilai


dan adat istiadat yang mencerminkan
karakteristik perilaku yang khas (Takatera &
Yamamoto, 1987)
Pengaruh Budaya Pada Sistem Akuntansi

Budaya

Masyarakat Negara

Sub Kultur

Organisasi Keluarga

Metodologi Menggabungkan budaya

Menjelaskan Perbedaan Internasional

Gray, 1988
Dimensi Budaya Hofstede

Individuaslisme vs Kolektivisme

Individualisme dimana individu me rawat diri sendiri


Kolektivisme dimana kelompok saling memperhatikan

Jarak Kekuasaan Besar vs Kecil

Kekuasaan besar, masyarakat menerima tatanan hierarkies


Kekuasaan kecil, masyarakat menuntut keadilan

Penghindaran Ketidakpastian Kuat vs Lemah

Penghindaran ketidakpastian kuat, tidak toleran terhadap orang


Penghindaran ketidakpastian lemah, menjaga suasana santai

Maskulinitas vs Feminitas

Maskulinitas = prestasi, kepahlawanan, ketegasan, kesuksesan


Feminitas = hubungan, kesopanan, merawat yang kemah

LO 2 Akuntansi Internasional
Pengaruh Agama Pada Sistem Akuntansi

Agama melampaui batas-batas nasional

Dampak pada harmonisasi global standar akuntansi

Hamid, Craig dan Clarke (1993) meneliti bagaimana budaya-budaya


islam gagal merangkul praktik-praktik akuntansi ‘Barat’

Agama dapat mempengaruhi cara orang melakukan bisnis dan


bagaimana mereka membuat keputusan
Sistem Hukum

Sistem hukum secara luas dibagi menjadi dua kategori besar :

Sistem Hukum Umum = perkembangan praktik akuntansi lebih


banyak diserahkan pada penilaian profesional akuntan (dan auditor)

Sistem Hukum Romawi = hukumnya cenderung sangat rinci dan


mencakup sebagian besar aspek kehidupan sehari-hari.
Kepemilikan Bisnis dan Sistem Pembiayaan

Kepemilikan Bisnis terbagi menjadi 2 jenis :

Insider

Outsider

Tiga jenis pembiayaan :

Sistem Berbasis Sistem Berbasis


Sistem Berbasis
Kredit : Kredit : Lembaga
Pasar Modal
Pemerintah Keuangan

LO 2 Akuntansi Internasional
Sistem Perpajakan

Perbedaan dalam metode akuntansi internasional juga telah dikaitkan


dengan perbedaan dalam sistem perpajakan.

LIFO

FIFO Average

Laba yang
dihasilkan
rendah
Memilih LIFO Melarang LIFO maka
pajaknya
juga rendah

Profesi Akuntansi IFRS


Alasan Untuk Harmonisasi dan Standarisasi

Terdapat perbedaan antara harmonisasi dan standarisasi:


Harmonisasi = Proses meningkatkan kesesuaian praktik akuntansi dengan
menentukan batasan tingkat perbedaannya

Standarisasi = penerapan dari seperangkat aturan yang lebih kaku dan sempit
(daripada harmonisasi)

No Alasan untuk menerapkan harmonisasi dan standarisasi

Investor internasional hanya memahami kinerja dan posisi keuangan


1
perusahaan lokal
2 Standarisasi akan memfasilitasi arus modal masuk yang lebih besar
Standarisasi akan memudahkan perusahaan lokal untuk mendaftar di bursa
3
saham luar negeri
Perusahaan yang terdaftar di beberapa bursa efek hanya perlu menghasilkan
4
satu set laporan keuangan dan akan menghemat biaya
Staf akuntansi dan audit yang dipekerjakan oleh organisasi internasional akan
5
lebih mampu pindah ke perusahaan anggota lain
Hambatan Harmonisasi dan Standarisasi

LO 2 Akuntansi Internasional
International Accounting Standards Board

IASB menggantikan IASC pada tahun 2001 (IASC dibentuk pada 1973)

Tujuan dari International Accounting Standards Board:

Merumuskan dan mempublikasikan standar akuntansi dan


mempromosikan penerimaan dan ketaatan mereka di seluruh dunia.
Bekerja secara umum untuk perbaikan dan harmonisasi regulasi,
standar dan prosedur akuntansi yang berkaitan dengan penyajian
laporan keuangan.
KESIMPULAN
Terdapat perbedaan praktik akuntansi
dari masing-masing negara. Oleh karena itu
IASB melakukan standarisasi terhadap praktik
akuntansi di dunia.
Hal ini bertujuan agar memudahkan
pembaca laporan keuangan dalam membuat
keputusan investasi dan agar laporan keuangan
dapat dibandingkan. Meskipun terdapat manfaat
dengan adanya standarisasi, terdapat pula
hambatan dalam melakukan penyeragamannya.
Diantaranya : perbedaan budaya, kurang
dikembangkannya profesi akuntansi dan
berdampak pada ekonomi.

Angkatan 38 B
Diskusi

1. Argumen Hamid dan Craig tentang agama halaman 108 (Nita),


menambahkan Hartika
2. Faktor pembeda di budaya dikaitkan dengan sistem akuntansi
(Hartika)
3. Awal terbentuknya IFRS sebelum dikenal (Andriani)

4. Mengapa Inggris dan USA menjadi kiblat standar? (Sitti Hadijah)


5. Di Indonesia menganut sistem hukum umum atau eropa
kontinental (defel)