Anda di halaman 1dari 165

LAKIP

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH


KABUPATEN LOMBOK BARAT
TAHUN 2017

SEKRETARIAT DAERAH
BAGIAN ORGANISASI DAN TATALAKSANA
2018
Scanned by CamScanner
Kata Pengantar Laporan Kinerja 2017

KATA PENGANTAR

Puja dan Puji kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa
atas Taufik dan Hidayah-Nya, sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP) Kabupaten Lombok Barat tahun 2017 dapat
diselesaikan dengan baik. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP) Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017
sesuai dengan amanat dari Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999
tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi,
Kolusi dan Nepotisme, serta Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999
tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang
petunjuk teknis, pelaporan dan tata cara reviunya diatur dalam
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian
Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja
Instansi Pemerintah.
Secara substantif Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah
Kabupaten Lombok Barat merupakan wadah bagi pelaporan kinerja
dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan pencapaian kinerja. Isi
dari LAKIP pada intinya merupakan uraian pertanggungjawaban
pelaksanaan tugas dan fungsi serta kewenangan pengelolaan
sumberdaya dan kebijaksanaan operasional di daerah dalam rangka
pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat serta
penjelasan tentang Capaian Kinerja dan Analisis Capaian Kinerja.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok
Barat Tahun 2017 merupakan media pertanggungjawaban yang
dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Lombok Barat tahun 2014-2019. Hal ini merupakan
wujud dari keinginan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk dapat
menyajikan pertanggungjawaban yang transparan dan akuntabel, dalam
memenuhi harapan masyarakat yaitu terwujudnya Good Governance dan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT i


Kata Pengantar Laporan Kinerja 2017

Clean Government. Namun demikian kami menyadari masih terdapat


kelemahan-kelemahan yang perlu terus ditingkatkan dalam upaya
mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas
tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017 ini, khususnya seluruh Dinas,
Badan, dan Kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
serta Tim Perumus yang telah bekerja secara maksimal dalam
pelaksanaan kegiatan selama penyusunan LAKIP ini.
LAKIP ini tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan, namun
demikian telah dilakukan upaya untuk memperbaiki, menyempurnakan
dan mengembangkan semaksimal mungkin melalui koordinasi antar
SKPD terkait dan diskusi bersama terhadap permasalahan yang
memerlukan asistensi nara sumber. Mudah-mudahan LAKIP Pemerintah
Kabupaten Lombok Barat ini dapat dijadikan parameter terhadap
pencapaian kinerja instansi pemerintah tahun 2017 dan sebagai bahan
masukan untuk penyempurnaan program kegiatan pada tahun
berikutnya.

Maret 2018

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT ii


RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Kinerja 2017

RINGKASAN
EKSEKUTIF
Penyelenggaraan good governance merupakan prasyarat bagi setiap
pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan tuntutan
masyarakat dalam rangka mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa dan
bernegara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem
pertanggungjawaban yang tepat, jelas, dan terukur, sehingga
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara
berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari
korupsi, kolusi dan nepotisme.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)


Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017 merupakan tahun
kedua dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD 2014-2019
dan salah satu media pertanggungjawaban Bupati selaku Kepala Daerah.
LAKIP tidak sekedar hanya alat akuntabilitas, tetapi juga sebagai sarana
yang strategis untuk mengevaluasi diri dalam rangka peningkatan
kinerja kedepan dalam mewujudkan praktik-praktik penyelenggaraan
pemerintahan yang baik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Berdasarkan dokumen perjanjian kinerja Pemerintah Kabupaten


Lombok Barat Tahun 2017, ditetapkan 18 sasaran strategis dengan 35
indikator kinerja dengan pencapaian berdasarkan hasil pengukuran
kinerja pada Bab III dapat disimpulkan bahwa secara umum Pemerintah
Kabupaten Lombok Barat telah memperlihatkan pencapaian kinerja yang
signifikan atas sasaran-sasaran strategisnya. Hasil analisis pencapaian
terhadap 18 sasaran Indikator Kinerja Utama (IKU) Daerah dapat
diketahui keseluruhanya masuk dalam kategori Sangat Baik.

Berikut ringkasan secara umum capaian kinerja Kabupaten Lombok


Barat tahun 2017 antara lain :

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT iii


RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Kinerja 2017

1. IPM meningkat dari 64,62 menjadi 65,55 atau naik 0,93


point dengan pertumbuhan 1,43% , menempati ranking 4.
Tahun 2021 IPM Lombok Barat insya Allah tergolong tinggi.
2. Sebanyak 32 indikator (91,43%) dari 35 Indiaktor Kinerja
Utama/IKU RPJMD telah tercapai, tersisa 3 indikator belum
tercapai yaitu rata-rata lama sekolah 5,93 tahun dari target 6,31
tahun, kemiskinan 16,73% dari target 16,50% dan Indeks
Kepuasan Masyarakat 68,53% dari target 73,00%.
3. Perekonomian tumbuh 5,73%, berada diantara pertumbuhan
Nasional 5,02% dan NTB 5,82%. Rata-rata pertumbuhan 5,94%.
PDRB ADHB sebesar Rp.12,67 T dan PDRB ADHK Rp.9,80 T
dan PDRB Per Kapita Rp19,04 juta/kapita/tahun. Sektor
Konstruksi (1,13%), Perdagangan (0,99%), Akomodasi Hotel
(0,64%), Pertanian (0,54%) serta Pertambangan dan Penggalian
(0,47%) menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Lobar.
4. Angka pengangguran terbuka mencapai titik terendah yaitu
3,28% (10.749 org) Tahun 2017. Pengangguran terbuka Lombok
Barat (3,28%) berada di bawah NTB (3,32%) dan Nasional
(5,50%).
5. Inflasi 3 tahun terakhir terkendali pada kisaran 2-3% dan
tahun 2017 tercatat 2,85%. Dengan Pertumbuhan ekonomi
sebesar 5,73% dan Laju pertumbuhan IHI sebesar 4,59% maka
masyarakat Kabupaten Lombok Barat mampu meningkatkan
kesejahteraannya dengan peningkatan pendapatan sebesar selisih
pertumbuhan ekonomi dengan IHI yaitu 1,14% .
6. Angka Kemiskinan turun 0,65% dari 17,38% menjadi 16,73%.
Indeks Kedalaman Kemiskinan 3,11 dan Indeks Keparahan
Kemiskinan 0,89 serta Gini Ratio terendah di NTB yaitu 0,273.
Tidak kurang Rp.177 M APBD dialokasikan untuk
penanggulangan kemiskinan setiap tahun serta kegiatan
pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari DD dan ADD
(Rp.128,5 M).
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT iii
RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Kinerja 2017

7. Penataan rumah tidak layak huni sebanyak 1.225 unit dengan


biaya Rp.28,1 M bersumber DAK Reguler Rp.8,3 M, DAK Afirmasi
Rp.5,3 M, BPSPS Rp.10,5 M dan APBD NTB Rp4 M.
8. Kemantapan jalan kabupaten tahun 2017 mencapai 357,50
km atau 62,55%, lebih tinggi dari target RPJMD yang hanya
55,00%. Kurun waktu 2015-2017 kita telah berhasil melakukan
pemeliharaan dan peningkatan jalan sepanjang 219,16 Km
dengan biaya Rp 251,64 Milyar.
9. Lombok Barat berhasil mempertahankan posisi sebagai pusat
cadangan pangan tingkat regional . Produksi padi naik 6,3 ribu
ton (3,36%) menjadi 196,9 ribu ton tahun 2017. Surplus beras
naik 2,3 ribu ton dari 34,9 ribu ton beras menjadi 37,5 ribu ton
beras. Tiga tahun terakhir rata-rata surplus 37,7 ribu ton.
10. Kunjungan wisatawan yang menginap meningkat 17,41%
(108.546 org) dari 623.454 org tahun 2016 menjadi 732.000 org
tahun 2017. Kita telah melakukan penataan 17 destinasi wisata
baru dan telah dinilai sukses menyelenggarakan event MEKAKI
MARATHON dan LOMBOK TRIAL ADVENTURE.
11. Derajat kesehatan masyarakat sudah baik dan terus
meningkat. Jumlah kematian bayi, kematian ibu dan kematian
balita turun drastis. Cakupan JKN mencapai 67,72% penduduk.
12. APBD Rp.1,7 Tilyun dengan PAD Rp.326,1 M (18,6% dari total
pendapatan Daerah). APBD semakin sehat ditandai dengan
komposisi belanja langsung dan tidak langsung hampir mencapai
50%:50% serta belanja modal mencapai Rp.407 M atau 46,9%
dari belanja langsung.
13. Penghargaan/juara tahun 2017 sebanyak 123 buah terdiri dari
Internasional 3 buah, Nasional 40 buah dan NTB 80 buah

Dalam tahun anggaran 2017, untuk pencapaian 18 sasaran


strategis dan 35 indikator kinerja utama pada RPJMD Kabupaten
Lombok Barat 2014-2019, telah dianggarkan melalui APBD Tahun 2017
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT iii
RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Kinerja 2017

sebesar Rp. 1,757,211,201,824.83 dengan realisasi sebesar


1,699,563,721,341.95 atau 96,72%.

Di samping itu, beberapa prinsip dalam akuntabilitas kinerja adalah


kewajiban untuk menjawab keberhasilan atau kegagalan dalam
melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang
menerima pelaporan atau pemberi amanah. Sehingga, beberapa upaya
dalam rangka meningkatkan sistem akuntabilitas kinerja pada tahun-
tahun berikutnya perlu dilakukan beberapa perbaikan yaitu perumusan
indikator kinerja daerah maupun indikator kinerja utama pada masing-
masing perangkat daerah agar lebih spesifik, dapat diukur, dapat
dicapai, relevan, dan memiliki jangka waktu dalam pencapaiannya
(SMART), termasuk juga di dalamnya terkait penentuan besaran target
kinerja agar adanya hasil analisis yang lebih mendalam sehingga
pengukuran kinerja pada akhir tahun anggaran dapat memberikan
gambaran keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program dan
kegiatan yang dilaksanakan sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan
pada tahun berikutnya.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT iii


Daftar Isi Laporan Kinerja 2017

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR .................... i


RINGKASAN EKSEKUTIF .................... iii
DAFTAR ISI .................... vii
DAFTAR TABEL .................... viii
DAFTAR GRAFIK .................... xii
DAFTAR GAMBAR .................... xiii

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG .................... 1
1.2 KONDISI UMUM .................... 2
1.3 ORGANISASI PERANGKAT DAERAH .................... 22
1.4 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN, ISU, .................... 24
DAN SASARAN STRATEGIS

BAB II : PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA


2.1 RENCANA SRATEGIS PEMERINTAH .................... 34
KABUPATEN LOMBOK BARAT
2.2 INDIKATOR KINERJA UTAMA .................... 37
2.3 PERJANJIAN KINERJA .................... 43

BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA


3.1 PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA .................... 46
3.2 ANALISIS CAPAIAN KINERJA .................... 51
3.3 AKUNTABILITAS KEUANGAN .................... 83

BAB IV : PENUTUP .................... 85

LAMPIRAN

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT vii


Daftar Tabel Laporan Kinerja 2017

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1.1 Luas Tanah di Kabupaten Lombok Barat Dirinci ................................... 5
Menurut Penggunaan Lahan Tahun 2016

1.2 Jumlah Penduduk Kabupaten Lombok Barat Tahun ................................... 6


2015 – 2017

1.3 Kepadatan dan Penyebaran Penduduk Menurut ................................... 7


Kecamatan Kabupaten Lombok Barat Tahun 2016

1.4 Angkatan Kerja dan Pengangguran Terbuka ................................... 8


Tahun 2014- 2016

1.5 Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Lombok Barat ................................... 10


Tahun 2013 –2017

1.6 Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara dan Mancanegara ................................... 11


Tahun 2010-2017

1.7 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan dan ................................... 12


Hortikultura di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2016-
2017

1.8 Produksi dan Hasil Peternakan di Kabupaten ................................... 14


Lombok Barat Tahun 2014-2017

1.9 Perkembangan Produksi Perkebunan di Kabupaten ................................... 15


Lombok Barat Tahun 2016 – 2017

1.10 Jumlah Nelayan dan Jumlah Produksi Perikanan …………………………. 18


Tahun 2017

1.11 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga …………………………. 19
Konstan Kabupaten Lombok Barat Tahun 2012-2016

1.12 Distribusi PDRB ADHK Kabupaten Lombok Barat ................................... 20


Tahun 2014-2016

1.13 Perkembangan Laju Indeks Harga Implisit ................................... 21


Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011 –
2016

1.14 Organisasi Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok ................................... 22


Barat Tahun 2017

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT ix


Daftar Tabel Laporan Kinerja 2017

1.15 Organisasi Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok ................................... 33


Barat Tahun 2017

2.1 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran ................................... 36


Kabupaten Lombok Barat

2.2 Indikator Kinerja dan Formula Penghitungannya ................................... 38

2.3 Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok ................................... 43


Barat Tahun 2017

3.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja ................................... 47

3.2 Perbandingan Antara Target Kinerja Tahun 2017 ................................... 48


Yang Telah Ditetapkan Dengan Capaian Kinerja
(Realisasi) Tahun 2017

3.3 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 1 ................................... 51


Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah

3.4 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 2 ................................... 53


Terwujudnya konektifitas wilayah

3.5 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 3 ................................... 54


Meningkatnya kualitas infrastruktur pelayanan
dasar

3.6 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 4 ................................... 57


Peningkatan Sektor Produksi Utama (Pertanian,
Perikanan)

3.7 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 5 ................................... 59


Peningkatan Sektor Pariwisata

3.8 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 6 Peningkatan ................................... 60


Sektor Investasi

3.9 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 7 ................................... 62


Peningkatan Sektor Industri, Perdagangan, UMKM

3.10 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 8 ................................... 64


Peningkatan Kesempatan Kerja

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT x


Daftar Tabel Laporan Kinerja 2017

Tabel Halaman
3.11 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 9 ................................... 66
Terwujudnya Pelayanan Sistem Pemerintahan Yang
Bermutu

3.12 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 10 ................................... 67


Terwujudnya Pemerintahan yang bersih, akuntabel,
transparan dan bebas Korupsi
3.13 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 11 ................................... 68
Terwujudnya Masyarakat Sadar Lingkungan
3.14 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 12 ................................... 70
Meningkatnya nilai-nilai seni budaya dan kearifan
lokal

3.15 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 13 ................................... 71


Terwujudnya Kualitas Lingkungan Hidup

3.16 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 14 ................................... 74


Meningkatnya kualitas pendidikan

3.17 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 15 ................................... 78


Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

3.18 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 16 ................................... 79


Meningkatnya partisipasi perempuan dalam
pembangunan

3.19 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 17 ................................... 80


Terpenuhinya kebutuhan hidup minimum
masyarakat

3.20 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 15 ................................... 81


Pemerataan distribusi pendapatan

3.21 Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten ................................... 83


Lombok Barat Tahun 2017

4.1 Pencapaian Kinerja Sasaran Pemerintah Kabupaten ................................... 85


Lombok Barat
Tahun 2017

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT xi


Daftar Grafik Laporan Kinerja 2017

DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman

3.1 Pengangguran Terbuka Lombok Barat 2009-2017 ................................... 65

3.2 Angka kemiskinan Kab. Lombok Barat 2011- ................................... 80


2016

3.3 Gini Ratio Kabupaten Lombok Barat 2011- 2015 ................................... 82


dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara
Barat

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT xii


Daftar Gambar Laporan Kinerja 2017

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1.1 Peta Kabupaten Lombok Barat ................................... 2

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT xii


BAB I Laporan Kinerja 2017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Dalam pasal 3 Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang


Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme. dinyatakan bahwa asas-asas umum penyelenggaraan negara
meliputi kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan negara, asas
kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas dan
profesionalitas serta akuntabilitas.

Asas Akuntabilitas adalah setiap kegiatan dan hasil akhir dari


kegiatan setiap penyelenggaraan Negara harus dipertanggungjawabkan
kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi
sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Sehingga penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi
salah satu kunci untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang
demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif.

Proses penyusunan Laporan Kinerja dilakukan pada setiap akhir


tahun anggaran bagi setiap instansi untuk mengukur pencapaian target
kinerja yang sudah ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja.
Pengukuran pencapaian target kinerja ini dilakukan dengan
membandingkan antara target dan realisasi kinerja setiap instansi
pemerintah, yang dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Lombok
Barat. Laporan Kinerja menjadi dokumen laporan kinerja tahunan yang
berisi pertanggung-jawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai
tujuan/sasaran strategis instansi. Di sinilah esensi dari prinsip
akuntabilitas sebagai pijakan bagi instansi pemerintah ditegakkan dan
diwujudkan.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 1


BAB I Laporan Kinerja 2017

Mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan


Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014,
Laporan Kinerja Tingkat pemerintah Kabupaten disampaikan kepada
Presiden melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi selambat lambatnya tiga bulan setelah tahun
anggaran berakhir.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017 ini disusun
sehubungan dengan komponen yang keempat dari Sistem AKIP, yaitu
pelaporan kinerja.
Sebagai sebuah laporan kinerja, LAKIP ini amat penting artinya
sebagai salah satu indikator penilaian laporan pertanggungjawaban
Bupati di depan sidang DPRD, di samping juga sebagai media
pertanggungjawaban kepada masyarakat pada umumnya.

1.2. KONDISI UMUM


1.2.1 Wilayah dan Penduduk Gambar 1.1
Peta Kabupaten Lombok Barat

Secara geografis Kabupaten


Lombok Barat berada di 1150 49,12’
04” sampai dengan 1160 20’ 15,62”
Bujur Timur dan 80 24’ 33,82” sampai
dengan 80 55’ 19” Lintang Selatan.
Kabupaten Lombok Barat
termasuk wilayah yang beriklim tropis
dengan temperatur rata-rata 27,6 0C

dan suhu maksimum berkisar 32,6 0C


serta suhu minimum 22,6 0C, dengan
tingkat curah hujan rata-rata 77,38
mm setiap bulannya.
Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Lombok Barat meliputi:
- Sebelah Utara : Kabupaten Lombok Utara
- Sebelah Selatan : Samudera Indonesia

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 2


BAB I Laporan Kinerja 2017

- Sebelah Timur : Kabupaten Lombok Tengah Dan Lombok Timur


- Sebelah Barat : Selat Lombok dan Kota Mataram

Secara administrasi Kabupaten Lombok Barat terdiri dari 10


kecamatan dengan 3 kelurahan, 119 desa dan 842 Dusun serta 19
Lingkungan. Dimana Kecamatan Sekotong Tengah memiliki luas wilayah
terbesar dengan luas wilayah sekitar 529,38 Km2 atau sekitar 50,23%
terkecil Kecamatan Kuripan dengan luas wilayah 21.56 Km2 atau 2,05%
dari total luas daratan di Kabupaten Lombok Barat Kecamatan Gerung
merupakan Ibu Kota Kabupaten sekaligus sebagai pusat pemerintahan.
1.2.2 Topografi

Berdasarkan kondisi topografinya, wilayah Kabupaten Lombok


Barat dikategorikan sebagai berikut :
a. ketinggian 0 - 100 meter di atas permukaan laut, memiliki luas
sebesar 34.800 Ha atau 40,80% dari luas wilayah Kabupaten Lombok
Barat
b. ketinggian 100-500 meter, memiliki luas wilayah sebesar 40.966 Ha
atau 48% dari luas wilayah Kabupaten Lombok Barat
c. ketinggian 500-1000 meter memiliki luas wilayah 8.650 Ha atau
10,1% dari luas wilayah Kabupaten Lombok Barat, dan
d. ketinggian 1000 meter keatas seluas 885 Ha atau 1,0% dari luas
wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Sedangkan tingkat kemiringan lahan di Kabupaten Lombok Barat


sangat bervariasi dan di klasifikasikan ke dalam 4 (empat) kelas
kemiringan sebagai berikut:
a. Tingkat kemiringan 0-2 % merupakan tingkat kemiringan yang
paling luas mencapai sekitar 31.841 Ha atau 37,3 % dari luas
Kabupaten Lombok Barat;
b. Tingkat kemiringan 2-15 % mencapai seluas 10.657 Ha atau 12,5%
dari luas wilayah Kabupaten Lombok Barat;
c. Tingkat kemiringan 15-40 % seluas 25.920 Ha atau 30,3 % dari luas
Kabupaten Lombok Barat dan
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 3
BAB I Laporan Kinerja 2017

d. Tingkat kemiringan lahan 40 % keatas seluas 16.883 Ha atau 19,8%


dari luas Kabupaten Lombok Barat dari luas wilayah Kabupaten
Lombok Barat.
1.2.3 Klimatologi

Kabupaten Lombok Barat termasuk wilayah yang beriklim tropis,


dengan dua musim, yakni musim kemarau (April – September) dan
musim hujan (Oktober – Maret) dengan temperatur / suhu udara rata -
rata berkisar antara 23,38oC – 32,31oC dimana suhu maksimum terjadi
pada bulan Maret dengan suhu 33,1oC serta suhu terendah yang
mencapai 21,3oC yang terjadi pada bulan Agustus. Keadaan curah hujan
di Kabupaten Lombok Barat rata - rata sebesar 236,17 mm/bulan, curah
hujan tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 504 mm dan curah
hujan terendah terjadi pada bulan Agustus yakni sebesar 38 mm. Rata –
rata lama penyinaran matahari sebesar 68,50% dengan lama penyinaran
matahari maksimum sebesar 82% yang terjadi pada bulan Agustus,
sedangkan lama penyinaran matahari minimum terjadi pada bulan
Desember sebesar 45%. Kecepatan angin rata-rata yang terjadi setiap
tahun sebesar 3,50 knot dengan kecepatan angin maksimum yakni
sebesar 12 knot.

Tekanan udara rata-rata sebesar 1005,53 mb dengan tekanan


udara maksimum yakni sebesar 1.006,4 mb yang terjadi pada bulan
Agustus, sedangkan tekanan udara minimum yakni sebesar 1.003,0 mb
yang terjadi pada bulan Desember setiap tahun.

1.2.4 Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2016


menurut data dari BPS (2017) dikategorikan kedalam penggunaan lahan
berdasarkan sawah, bukan sawah dan lahan bukan pertanian dengan
jumlah lahan seluas 86.182,00 Ha, meliputi: sawah 17.326,22 Ha, bukan
sawah 25.138,11 Ha dan lahan bukan pertanian seluas 43.717,67 Ha.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 4


BAB I Laporan Kinerja 2017

Penggunaan lahan sawah terluas berada di Kecamatan Sekotong


seluas 3.040,22 Ha dan terkecil di Kecamatan Batulayar seluas 211,00
Ha. Sedangkan penggunaan lahan bukan sawah terluas juga di
Kecamatan Sekotong seluas 11.595,77 Ha dan terkecil di Kecamatan
Labuapi seluas 35,00 Ha. Begitu juga untuk penggunaan lahan bukan
pertanian Kecamatan Sekotong merupakan Kecamatan yang terluas
untuk penggunaan lahan bukan pertanian yaitu seluas 18.409,01 Ha
dan penggunaan lahan bukan pertanian terkecil di Kecamatan Kediri
seluas 495,40 Ha.

Tabel 1.1
Luas Tanah di Kabupaten Lombok Barat Dirinci Menurut
Penggunaan Lahan Tahun 2016

Penggunaan Lahan (Ha)


No Kecamatan Lahan Bukan Jumlah
Sawah Bukan Sawah Total
Pertanian
1 2 3 4 5 6
1 Sekotong 3.040,22 11.595,77 18.409,01 33.045,00
2 Lembar 2.574,84 2.910,48 1.543,68 7.029,00
3 Gerung 3.038,61 417,90 2.773,49 6.230,00
4 Labuapi 1.551,62 35,00 1.166,38 2.753,00
5 Kediri 1.398,58 270,02 495,40 2.164,00
6 Kuripan 1.252,82 213,53 689,65 2.156,00
7 Narmada 2.031,60 2.285,62 6.444,78 10.762,00
8 Lingsar 1.472,14 3.371,65 4.814,21 9.658,00
9 Gunungsari 754,79 2.239,43 5.979,78 8.974,00
10 Batu Layar 211,00 1.798,71 1.401,29 3,411,00
Jumlah / Total 17.326,22 25.138,11 43.717,67 86.182,00
Sumber : BPS Kabupaten Lombok Barat, 2017

1.2.5 Gambaran Umum Demografis


1.2.5.1 Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat


kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik
perpindahan ke luar maupun dari luar. Pertumbuhan penduduk adalah
peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu
ke waktu.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 5


BAB I Laporan Kinerja 2017

Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk


yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa
disebabkan oleh berbagai kondisi. Pertumbuhan penduduk meningkat
jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam
lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam
ke luar. Jumlah penduduk di Kabupaten Lombok Barat dari tahun ke
tahun terus meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik
Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai dengan tahun 2017 laju
pertumbuhan penduduk sebesar 1,56% dengan jumlah penduduk di
Kabupaten Lombok Barat telah mencapai 675.222 jiwa yang terdiri dari
penduduk yang berdomisili di pedesaan sebanyak 326471 jiwa (48,35%)
dan yang berdomisili di perkotaan sebanyak 348751 jiwa (51,64%).

Tabel 1.2
Jumlah Penduduk Kabupaten Lombok Barat Tahun 2015 – 2017

Tahun
Penduduk
2015 2016 2017
1 2 3 4
Perdesaan 316644 321592 326471
Perkotaan 338248 343540 348751
Jumlah 654892 665132 675222
Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat 2018

Laju pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor penting


yaitu; angka kelahiran. angka kematian. dan migrasi. Dalam terminologi
demografi dikenal istilah "transisi demografi” yang menunjukkan bahwa
terjadinya pergeseran dari suatu keadaan dimana angka kelahiran dan
kematian yang tinggi bergeser menuju keadaan dimana angka kematian
dan angka kelahiran yang rendah.

1.2.5.2 Kepadatan Penyebaran Penduduk

Salah satu karakteristik penduduk yang menonjol dan menjadi


permasalahan kependudukan di Kabupaten Lombok Barat adalah
penyebarannya yang tidak merata. hal ini akan berdampak terhadap

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 6


BAB I Laporan Kinerja 2017

perencanaan pola pembangunan yang akan dilaksanakan. Ketidak


merataan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
keadaan geografis. letak pusat pemerintahan dan perekonomian. pusat
pendidikan. penyediaan lapangan pekerjaan. serta fasilitas umum
lainnya yang merupakan daya tarik tersendiri bagi penduduk sehingga
menyebabkan penduduk terkonsentrasi pada suatu wilayah.

Penyebaran penduduk yang paling tinggi berada di Kecamatan


Narmada yaitu sekitar 13,91% dan hanya sekitar 5.60% penyebaran
penduduk berada di Kecamatan Kuripan. Bila dilihat dari tingkat
kepadatan penduduk Kecamatan Kediri mempunyai tingkat kepadatan
penduduk tertinggi yaitu sebanyak 2.649 jiwa/km2 dan Kecamatan
Sekotong mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang paling rendah
yaitu sebanyak 129 jiwa/km2.

Tabel 1.3
Kepadatan dan Penyebaran Penduduk Menurut Kecamatan
Kabupaten Lombok Barat Tahun 2016

Jumlah Kepadatan Penyebaran


No Kecamatan Penduduk (%)
Penduduk Penduduk / km2
(jiwa)
1 Sekotong 68,451 129 10.29
2 Lembar 49,240 786 7.40
3 Gerung 81,522 1309 12.26
4 Labuapi 65,331 2306 9.82
5 Kediri 57,315 2649 8.62
6 Kuripan 37,252 1728 5.60
7 Narmada 92,512 860 13.91
8 Lingsar 68,459 709 10.29
9 Gunungsari 91,037 1014 13.69
10 Batu Layar 54,013 1583 8.12
Total 665,13 1307.3 100
2
Sumber Data : BPS Kabupaten Lombok Barat. 2017

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 7


BAB I Laporan Kinerja 2017

1.2.5.3 Ketenagakerjaan dan Lapangan Kerja

Hasil Survey Angkatan Kerja Daerah (Sakerda) Kabupaten Lombok


Barat tahun 2015 terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja
dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2014 angkatan kerja di
Kabupaten Lombok Barat mencapai 454.826 jiwa naik menjadi 463.615
jiwa pada tahun 2015. Sementara itu jumlah penduduk bukan angkatan
kerja pada tahun 2014 sebanyak 163.501 jiwa. Hal ini berarti Tingkat
Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Lombok Barat pada
tahun 2015 sebesar 66,83%. Angka ini menunjukkan peningkatan
dibandingkan tahun 2014. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka
(TPT) di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2015 turun menjadi 3.35%
yang berarti bahwa dari 100 orang angkatan kerja terdapat 3 orang
pengangguran, kondisi ini semakin membaik dengan menurunnya
tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2016 menjadi 3,28%. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 1.4
Angkatan Kerja dan Pengangguran Terbuka Tahun 2014- 2016

Jumlah
No Uraian
2014 2015 2016
1 2 4 5 6
1 Angkatan Kerja
1.1 Bekerja 279.325 309.811 309.811
1.2 Pengangguran 12.202 10.381 10.381
1.3 Jumlah Penduduk Angkatan 454.826 463.615 463.615
Kerja
2 Bukan Angkatan Kerja
Jumlah Penduduk Bukan
2.1 163.501 153.804 153.804
Angkatan
Kerja
Tingkat Partisipasi Angkatan
3 64,05 66,83 66,83
Kerja
(TPAK)
Tingkat Pengangguran
4 4,19 3,35 3,28
Terbuka
(TPT)
5 Tingkat Kesempatan Kerja 95,81 96,65 96,65
(TKK=%)
Sumber : SAKERDA 2016 Kabupaten Lombok Barat

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 8


BAB I Laporan Kinerja 2017

1.2.5.4 Kemiskinan

Kemiskinan merupakan permasalahan mendasar yang sedang


dihadapi oleh Bangsa Indonesia termasuk Pemerintah Kabupaten
Lombok Barat. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lombok Barat
selama 5 (lima) tahun terakhir (periode 2013 – 2017) mengalami
fluktuasi. Untuk data tahun terakhir yakni pada tahun 2017 jumlah
penduduk miskin di Kabupaten Lombok Barat mencapai 16,46% atau
sebanyak 111.142 jiwa. Tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan
semakin berkurang. Indeks keparahan kemiskinan dapat ditekan
menjadi 0.89 poin, demikian juga dengan indeks kedalaman kemiskinan
turun menjadi 3,11 poin. Hal ini juga dibuktikan dengan angka gini ratio
Kabupaten Lombok Barat menurun sebesar 0.047 artinya tingkat
ketimpangan pendapatan antara penduduk kaya dengan miskin dapat
ditekan. Untuk diketahui pada tahun 2014 gini ratio Kabupaten Lombok
Barat sebesar 0.320 menurun sebesar 0.273 pada tahun 2016,
sementara Gini Ratio antara desa dan kota hampir tidak berbeda yakni
sebesar 0.002 dimana Gini Ratio Index Kota 0.270 dan desa 0.272 serta
desa dan kota mencapai 0.273 menjadikan Kabupaten Lombok Barat
dengan ketimpangan pendapatan antara desa dan kota terendah di NTB.

Penurunan Gini Ratio atau tingkat ketimpangan pendapatan yang


terendah di Propinsi NTB merupakan prestasi tersendiri bagi Kabupaten
Lombok Barat dimana rata-rata angka kemiskinan disemua kabupaten
meningkat namun tingkat pendapatan antara penduduk kaya dan miskin
dapat ditekan sehingga tidak terjadi kesenjangan pendapatan yang
terlalu tinggi di Kabupaten Lombok Barat. Angka kemiskinan di
Kabupaten Lombok Barat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 9


BAB I Laporan Kinerja 2017

Tabel 1.5
Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2013 –
2017

Jumlah Jumlah Penduduk


No Tahun Penduduk %
Miskin (jiwa)
(jiwa)
1 2 3 4 5
1 2013 620.412 111.000 17.43
2 2014 644.586 110.700 17.11
3 2015 654.892 113.300 17.38
4 2016 665.132 110.850 16,73
5 2017 675.222 111.142 16,46
Sumber : BPS Kabupaten Lombok Barat. 2017

1.2.6 Kondisi Ekonomi

1.2.6.1 Potensi Unggulan Daerah

Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi unggulan dengan


prospeknya yang cukup baik. Potensi unggulan tersebut adalah :

a) Pariwisata

Jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Lombok Barat


selama kurun waktu 8 tahun terakhir terus mengalami peningkatan,
untuk dua tahun terakhir kunjungan wistawan meningkat dimana pada
tahun 2016 sebanyak 575.090 orang wisatawan, dan pada tahun 2017
sebanyak 730.475 orang wisatawan yang terdiri dari wisatawan
nusantara sebanyak 412.000 orang dan wisatawan mancanegara
sebanyak 312.845 orang.

Di sektor kebudayaan, wisata budaya yang ada di Kabupaten


Lombok Barat tidak kalah menariknya. Selain peninggalan sejarah, sosok
budaya daerah Kabupaten Lombok Barat sebagian besar tercermin pada
berbagai ekspresi kesenian terutama seni tari. Jenis kesenian yang
menarik wisatawan diantaranya : Rudat Mandalika, Nunas Hujan,
Cepung, Presean, Gandrung dan lainnya. Selain budaya kesenian
tersebut masih terdapat beberapa obyek yang sangat menarik

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 10


BAB I Laporan Kinerja 2017

diantaranya berupa alam (pantai/pegunungan); budaya (buatan/sejarah);


rumah adat maupun berupa padang golf.

Tabel 1.6
Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara dan Mancanegara Tahun 2010-2017

Asal Wisatawan
No. Tahun
Wisman Wisnus Jumlah
1. 2010 70.294 159.774 230.063
2. 2011 85.008 184.972 269.980
3. 2012 110.457 196.763 307.220
4. 2013 132.693 240.352 373.045
5. 2014 201.428 264.122 465.370
6. 2015 219.830 248.319 468.149
7. 2016 220.183 403.721 575.090
8. 2017 340.475 412.000 732.475
Sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat 2017

b) Pertanian

Dalam peningkatan perekonomian di Kabupaten Lombok Barat,


sektor pertanian masih merupakan andalan. Produksi tanaman pangan
pada tahun 2017 sebesar 266.342 ton meningkat 3,15% dari tahun 2016
dengan produksi 258.211 ton. Tren peningkatan produksi tahun 2017
juga terlihat pada tanaman hortikultura dengan produksi sebesar 64.801
ton, meningkat 27,56% dari tahun 2016 dengan produksi 50.800 ton.

Perkembangan produksi tanaman pangan di Kabupaten Lombok


Barat tahun 2017 mengalami peningkatan pada komoditi jagung dan
kacang tanah. Peningkatan produksi khususnya pada komoditi jagung
disebabkan karena adanya pergeseran angka tanam dari komoditi padi,
kedelai, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar yang hampir semuanya
mengalami penurunan angka tanam. Hal ini dipicu oleh adanya program
nasional yang memfokuskan penambahan areal tanam pada jagung.
Kondisi ini tentunya disambut baik oleh petani karena adanya bantuan
atau subsidi benih dan pupuk dari pemerintah.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 11


BAB I Laporan Kinerja 2017

Kejadian ini juga dipicu oleh semakin baiknya harga beli jagung
ditingkat petani sehingga petani berlomba-lomba untuk menanam
jagung. Jika kondisi ini terus berlangsung dari tahun-ketahun maka
akan terjadi fenomena dimana harga kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar
justru akan mencapai pada tingkat yang tidak wajar. Flkuktuatifnya
areal tanam pada padi dan jagung berdampak pada menurunnya areal
tanam pada komoditi tanaman pangan selain padi dan jagung, ini dapat
dimengerti bahwa fluktuasi/ pertumbuhan areal tanam pada komoditi
tanaman pangan bersifat subtitutif/ komplementif antara satu komoditi
dengan komoditi yang lainnya. Artinya jika salah satu komoditi
mengalami penurunan areal tanam tentunya akan berdampak pada
peningkatan areal tanam pada komoditi yang lain. Terlebih lagi pada
fokus pengembangan komoditi hortikultura sayur yang tentunya akan
berdampak pada penurunan areal tanam tanaman pangan, tren
peningkatan produksi tanaman pangan secara umum dapat dilihat pada
tabel di bawah.

Tabel 1.7
Perkembangan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kabupaten
Lombok Barat Tahun 2016-2017

Tahun
No Komoditi Satuan +/- (%)
2016 2017
A Produksi pangan : 258,211 266,342 3.15
1 Padi Ton 196,147 193,653 (1.27)
2 Jagung Ton 58,687 70,184 19.59
3 Kedelai Ton 2,049 524 (74.43)
4 Kacang Tanah Ton 1,328 1,981 49.17

B Produksi Hortikultura : 50,800 64,801 27.56


1 Durian Ton 6,328 4,911 (22.40)
2 Nangka Ton 12,017 17,185 43.01
3 Manggis Ton 1,535 1,099 (28.38)
4 Rambutan Ton 5,847 5,089 (12.96)
5 Pisang Ton 17,917 27,462 53.28
6 Cabe Ton 3,428 1,191 (65.27)
7 Tomat Ton 551 1,205 118.96

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 12


BAB I Laporan Kinerja 2017

Tahun
No Komoditi Satuan +/- (%)
2016 2017
8 Kacang Panjang Ton 758 791 4.41
9 Kangkung Ton 1,259 4,407 250.05
10 Semangka Ton 1,162 1,461 25.68
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat 2017

Capaian peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura


rata –rata sebesar 7,16% dengan rincian persentase peningkatan produksi
tanaman pangan 3,08% dan persentase peningkatan produksi tanaman
hortikultura 27,56% disebabkan beberapa faktor antara lain :
a. Tingkat kehilangan hasil atau persentase kehilangan losis
berkurang atau cendrung menurun karena semakin banyaknya
petani yang melakukan kegiatan panen dengan menggunakan alat-
alat panen pertanian moderen (Combine Hervester)
b. Tingkat Serangan hama dan penyakit tanaman (OPT) pada tanaman
pangan dan bencana alam berkurang
c. Penggunaan benih bermutu dan berlabel, penggunaan pupuk
berimbang, dan penerapan system tanam jajar legowo oleh petani
semakin meningkat
d. Pemahanan dan kesadaran petani untuk menerapkan GAP (Good
Agricalture Practice) atau cara budidaya yang baik dan benar
semakin meningkat dengan adanya sekolah lapang yang diadakan
ditingkat kelompok tani yang dipandu oleh penyuluh lapangan
e. Tingkat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada
Tanaman Hortikultura mengalami penurunan karena petani sudah
mulai menerapkan pengendalian hama penyakit secara terpadu dan
semakin intensifnya pengamatan dini oleh petusa POPT.
f. Meningkatnya sarana prasarana pertanian seperti embung, dam
parit, irigasi tanah dangkal, saluran tersier dan lain-lain.

c) Peternakan

Populasi ternak di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017 mengalami


peningkatan dibandingkan dengan populasi tahun 2016, yaitu secara
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 13
BAB I Laporan Kinerja 2017

keseluruhan jumlah populasi ternak meningkat sebesar 9,97. Khusus


untuk sapi yang mewakili ternak besar meningkat hingga mencapai
106.640 ekor atau meningkat 8,39%. Ternak kecil yang diwakili oleh
kambing meningkat hingga pada populasi 41.971 ekor atau 10,12% dan
unggas (ayam dan itik) dengan populasi 2.507.717 ekor atau meningkat
10,04% dari populasi tahun 2016. Rincian Populasi ternak dan
pertumbuhannya secara umum dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.8
Produksi dan Hasil Peternakan di Kabupaten Lombok Barat Tahun
2014-2017
Tahun
No Komoditi Satuan +/- (%)
2016 2017

1 Ternak besar (Sapi) Ekor 98,381 106,640 8.39

2 Ternak kecil (Kambing) Ekor 38,113 41,971 10.12

3 Unggas (ayam,itik) Ekor 2,278,968 2,507,717 10.04

Jumlah 2,415,462 2,656,328 9.97


Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat. 2017

Peningkatan populasi ternak sebesar 9,97% disebabkan oleh


beberapa hal sebagai berikut :
a. Meningkatnya pelayanan kesehatan hewan
b. Perbaikan mutu genetik bibit ternak
c. Penangkaran bibit ternak
d. Peningkatan pelayanan inseminasi buatan
e. Pengembangan HMT
f. Meningkatnya pengawasan mutu pakan ternak,
g. Upaya pengembangan agribisnis ternak,
h. Peningkatan pengawasan dan penyebaran ternak serta pembinaan
secara kontinyu baik yang bersifat teknis, administrasi maupun
kelembagaan kelompok tani ternak.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 14


BAB I Laporan Kinerja 2017

d) Perkebunan

Komoditas tanaman perkebunan yang menjadi prioritas di


Kabupaten Lombok Barat sebanyak lima (5) komoditi yaitu kelapa, kopi,
kakau, jambu mente dan tembakau. Perkembangan produksi kelima
komoditas perkebunan pada tahun 2017 menunjukkan pertumbuhan
yang lebih baik jika dibandingkan dengan produksi tahun 2016. Produksi
5 komoditas utama tanaman perkebunan pada tahun 2017 sebesar
17.997,61 ton, meningkat 5,28% dari tahun 2016 dengan produksi
sebesar 17.094,85 ton. Pertumbuhan produksi perkebunan tertinggi pada
komoditas tembakau yaitu sebesar 80,21% dengan produksi pada tahun
2017 sebesar 818,6 ton, sedangkan pada tahun 2016 tingkat produksi
sebesar 454,25 ton. Perkembangan produksi 5 komoditas utama
perkebunan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.9
Perkembangan Produksi Perkebunan di Kabupaten Lombok Barat
Tahun 2016 – 2017

No Komoditi Satuan +/- (%)

1 Kelapa Ton 14,773.00 15,264.18 3.32


2 Kopi Ton 355.14 359.07 1.11
3 Kakao Ton 145.55 152.85 5.02
4 Jambu Mente Ton 1,366.91 1,402.91 2.63
5 Tembakau Ton 454.25 818.6 80.21
Jumlah 17,094.85 17,997.61 5,28
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat. 2017.

Peningkatan produksi tanaman perkebunan tahun 2017 sebesar


sebesar 5,28% dari tahun 2016 disebabkan oleh beberapa hal sebagai
berikut :
a. Penggunaan benih bermutu dan berlabel, penggunaan pupuk
berimbang oleh petani semakin meningkat
b. Pemahanan dan kesadaran petani untuk menerapkan GAP (Good
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 15
BAB I Laporan Kinerja 2017

Agricalture Practice) atau cara budidaya yang baik dan benar


semakin meningkat dengan adanya sekolah lapang yang diadakan
ditingkat kelompok tani yang dipandu oleh penyuluh lapangan
c. Tingkat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada
Tanaman Perkebunan mengalami penurunan karena petani sudah
mulai menerapkan pengendalian hama penyakit secara terpadu
dan semakin intensifnya pengamatan dini oleh petusa POPT.
d. Meningkatnya sarana prasarana perkebunanseperti jaringan
irigasi tanah dangkal, saluran tersier dan lain-lain.

e) Perikanan

Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Lombok Barat


merupakan hasil penangkapan ikan di laut dan perairan umum.
Statistiknya diharapkan terus meningkat seiring dengan berbagai
program dan kegiatan yang dilaksanakan di bidang ini. Secara umum
Produksi penangkapan ikan di Kabupaten Lombok Barat pada tahun
2017 sebanyak 11.297,58 Ton dengan nilai Produksi sebesar Rp.
169.463.700.000, Produksi Ini mengalami peningkatan sebesar 332.38
Ton Kalau di bandingkan dengan produksi perikanan Tangkap pada
Tahun 2016 sebanyak 10.975,2 Ton dengan nilai produksi sebesar
Rp.164.628.500.000, atau dengan kata lain terjadi peningkatan produksi
penangkapan ikan di perairan Lombok Barat sebesar 3 % pada Tahun
2017.

Produksi penangkapan ikan yang tersebut diatas merupakan ikan –


ikan yang di dapatkan dari Aktifitas Penangkapan ikan oleh masyarakat
nelayan di laut sebanyak 11.227,8 Ton, dengan areal fishing Ground atau
Wilayah Penangkapan Perikanan (WPP) berada di Wilayah 573 dan 713,
Adapun kosentrasi penyebaran nelayan di kabupaten meliputi Kecamatan
batu Layar, Kecamatan Labuapi, Kecamatan Gerung, Kecamatan Lembar
dan Kecamatan Sekotong. Secara Kuantitatif aktifitas Penangkapan Ikan
dilaut pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 306,8 Ton atau 3

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 16


BAB I Laporan Kinerja 2017

% kalau di bandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 10.921 Ton .


Peningkatan Produksi penangkapan ikan di laut Tahun 2017 dipengaruhi
oleh beberapa faktor :
1. Adanya suntikan program Peningkatan sarana dan prasarana
penangkapan ikan skala kecil yang berikan Dinas kelautan dan
Perikanan seperti Jaring , Perahu < 3 GT dan Konversi Bahan Bakar
Gas besar kalau di bandingkan dengan tahun sebelumnnya.
2. Efektifitas Penggunaan alat tangkap, karena di dukung oleh
Adanya kegiatan pengadaan Appartemen Fish sehingga nelayan
tidak membutuhkan waktu, biaya dalam mencari fishing ground.
3. Masyarakat nelayan lebih dominan mencari ikan yang bernilai
ekonomis penting, sehingga kosentrasi pencarian daerah
penangkapan lebih spesifik dan urgen .

Disamping Produksi Penangkapan ikan di laut terdapat pula


produksi penangkapan ikan di perairan umum pada tahun 2017 aktifitas
penangkapan ikan di perairan Umum sebesar 69.78 Ton naik sebesar
15.58 Ton atau 22,3 % kalau di bandingkan dengan produksi pada tahun
2016 sebesar 54.2 Ton. Peningkatan jumlah produksi Perairan Umum
Daerah disebabkan oleh beberapa factor antara lain adanya kegiatan
Pengkayaan Sumber Daya Ikan diperairan Umum sehingga potensi
tersebut bisa optimal di manfaatkan secara maksimal. Gambaran
produksi penangkapan ikan di Perairan Laut dan Penangkapan Ikan di
perairan Umum Daerah Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2017
tersaji pada Tabel 4.21

Pada tahun 2017 jumlah nelayan di Kabupaten Lombok Barat


sebanyak 5.875 orang dengan jumlah RTP 2.632 RTP (Rumah Tangga
Perikanan) dengan penyebaran alat tangkap secara merata sebanyak
5.635 Unit yang tersebar di 5 Kecamatan Pesisir yaitu Batu layar,
Labuapi, Gerung, Lembar dan Sekotong. Penyebaran nelayan, sarana
tangkap, target dan jumlah produksi di Kabupaten Lombok Barat dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 17
BAB I Laporan Kinerja 2017

Tabel 1.10
Jumlah Nelayan dan Jumlah Produksi Perikanan Tahun 2017

Produksi perikanan 2017 Nelayan Perahu

Perah Alat
No Kecamatan Total Mesin Tangk
Produksi ikan Buruh Total u Perahu
produk RTP Utama
(ton) nelaya PUD tanpa bermot Total ap
si ikan
n motor or
(Ton)

Laut PUD
1 Gerung 1487.3 1.1 1488.4 109 34 99 484 13 88 101 88 297
2 Narmada 14.6 14.6 70 70 0
3 Gunungsar 0.83 0.83 42 42 0
i
4 Kediri 0.73 0.73 33 33 0
5 Kuripan 0.52 0.52 50 50 0
6 Labuapi 1.278.2 2.6 1.280,8 176 56 99 20 682 12 158 170 158 426
7 Batulayar 3.258.3 3258.3 746 425 401 5 3149 16 684 700 682 1754
8 Lingsar 43.5 43.5 56 56 0
9 Lembar 2.547,3 1.1 2.548,4 458 168 353 24 1982 61 363 424 362 530

Sekoto
10 2.656.7 4.8 2.661,5 1143 519 762 30 4878 58 1019 1077 1016 2628
ng
Tengah
Jumlah 1.1227,8 69.78 11297,58 2632 1202 1714 330 5.875 160 2312 2472 2.306 5635
Sumber: Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Lombok Barat. Tahun 2017

Sementara itu jumlah alat tangkap yang dimiliki oleh nelayan


Lombok Barat pada tahun 2017 berjumlah 5.635 unit terdiri dari pukat
tarik, pukat kantong, pukat cincin, jaring insang, jaring angkat, pancing,
perangkap, pengumpul ikan dan yang lainnya.

1.2.6.2 Pertumbuhan Ekonomi

a) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Laju


Pertumbuhannya

Selama periode 2014 – 2016 laju perekonomian Kabupaten Lombok


Barat cukup stabil. Peningkatan dan penurunan yang terjadi tidak terlalu
tajam. Rata–rata pertumbuhan ekonomi per tahun masih di atas 5
persen. Pada tahun 2016 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok
Barat mengalami sedikit penurunan dikarenakan menurunnya laju
pertumbuhan beberapa sektor pembentuk PDRB. Laju pertumbuhan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 18


BAB I Laporan Kinerja 2017

ekonomi pada tahun 2014 sebesar 5,79 persen, meningkat menjadi 6,51
persen di tahun 2015 dan 5,88 persen di tahun 2016.

Gambar 1.2
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014-2016

(%); 2015; 6,51 (%); 2016; 5,88


(%); 2014; 5,79

2015; 14,147 2016; 14,728


2014; 13,510

Sumber data : BPS Kab. Lombok Barat 2017

1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Kondisi perekonomian Lombok Barat menunjukkan tanda


pemulihan sejak tahun 2012. Hal ini terlihat dari PDRB yang terus
meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukan arah
positif. Peningkatan ekonomi tersebut digambarkan melalui Nilai PDRB
ADHB dan ADHK. dimana untuk tahun 2016 pertumbuhan PDRB
berdasarkan ADH Berlaku sebesar 12.83%, pada tahun sebelumnya
sebesar 12,83%. Sementara untuk ADH Konstan pada tahun 2016
tumbuh sebesar 5,88% dan sebelumnya sebesar 6,39%. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1.11
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten
Lombok Barat Tahun 2012-2016
PDRB (Juta Rupiah)
Tahun
ADH Berlaku Pertumbuhan ADH Konstan Pertumbuhan

1 2 3 4 5
2012 8.325.952.30 8.62 7.810.549.00 5.27
2013 8.985.793.70 7.94 8.218.811.00 5.26

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 19


BAB I Laporan Kinerja 2017

PDRB (Juta Rupiah)


Tahun
ADH Berlaku Pertumbuhan ADH Konstan Pertumbuhan
2014 10.136.232.80 11.89 8.667.066.00 5.48
2015*) 10.696.050.00 12.83 9.065.502.00 6.39
2016**) 12.668.271,45 10.67 9.795.845,08 5.88
Sumber data : BPS Kabupaten Lombok Barat 2017

Pada tahun 2012 PDRB Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp 8.325


trilyun atas harga berlaku dan Rp 7.81 trilyun atas harga konstan terus
bertambah hingga pada tahun 2016 mencapai Rp 12.668 trilyun atas
dasar harga berlaku dan Rp 9.795 trilyun atas dasar harga konstan.
Kemajuan perekonomian Kabupaten Lombok Barat terlihat pula dari laju
pertumbuhan ekonominya yang sejak tahun 2012 selalu bernilai positif.
Berangkat dari 5.27 % pada tahun 2012. laju pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Lombok Barat meningkat mencapai 5,88% pada tahun 2016.

Tabel 1.12
Distribusi PDRB ADHK Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014-2016

Lapangan Usaha 2014 2015* 2016**


1 2 3 4
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 21.38 21.38 20.73
B Pertambangan dan Penggalian 6.76 6.82 6.89
C Industri Pengolahan 5.11 5.03 5.02
D Pengadaan Listrik dan Gas 0.10 0.10 0.11
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0.11 0.11 0.11
F Konstruksi 13.44 13.58 13.91
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda 12.72 12.62 12.87
Motor
H Transportasi dan Pergudangan 9.83 9.93 9.59
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 6.61 6.47 6.72
J Informasi dan Komunikasi 2.42 2.46 2.56
K Jasa Keuangan dan Asuransi 2.69 2.75 2.87
- Jasa Perantara Keuangan 1.86 1.92 2.05
- Asuransi dan Dana Pensiun 0.17 0.17 0.17
- Jasa Keuangan Lainnya 0.67 0.66 0.64
- Jasa Penunjang Keuangan 0.00 0.00 0.00
L Real Estat 3.20 3.22 3.28
M,N Jasa Perusahaan 0.11 0.11 0.11
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial 6.15 5.97 5.78
Wajib
P Jasa Pendidikan 4.82 4.88 4.89
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2.00 2.01 2.00

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 20


BAB I Laporan Kinerja 2017

Lapangan Usaha 2014 2015* 2016**


1 2 3 4
R,S,T, Jasa lainnya 2.54 2.54 2.56
U
Produk Domestik Regional Bruto 100.00 100.00 100.00
Sumber data : BPS Kabupaten Lombok Barat 2017
*) angka sementara

Berdasarkan data tersebu, 3 sektor yang dominan kontribusinya


terhadap PDRB adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan;
Kontruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor. Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tetap menjadi sektor
utama dalam memberikan kontribusi terhadap PDRB dari tahun ke
tahun.

2. Inflasi

Laju inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi makro daerah


yang menggambarkan tingkat harga rata - rata barang/jasa kebutuhan
masyarakat. Inflasi yang tinggi menunjukkan harga rata-rata
barang/jasa kebutuhan yang tinggi. yang berdampak terhadap
penurunan kemampuan daya beli masyarakat begitu pula sebaliknya.
Indikator yang digunakan untuk melihat seberapa jauh perubahan harga
adalah Indeks Harga Implisit (IHI). Indeks harga implisit menggambarkan
tingkat perubahan harga umum (inflasi) seluruh komoditi baik barang
maupun jasa dari seluruh kegiatan ekonomi mulai dari sektor pertanian
sampai dengan sektor jasa-jasa yang terjadi di suatu wilayah dalam
kurun waktu satu tahun.

Tabel 1.13
Perkembangan Laju Indeks Harga Implisit Kabupaten
Lombok Barat Tahun 2011 – 2016
3.

Laju PDRB Per Kapita


Indeks Harga Laju Perubahan
Tahun ADH ADH
Implisit (IHI) IHI/ Inflasi
Berlaku Konstan
1 2 3 4 5
2011 103.09 3.09 8.23 6.05
2012 106.37 3.19 7.36 5.27
2013 109.09 2.55 6.68 5.26

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 21


BAB I Laporan Kinerja 2017

Laju PDRB Per Kapita


Indeks Harga Laju Perubahan
Tahun ADH ADH
Implisit (IHI) IHI/ Inflasi
Berlaku Konstan
2014* 115.71 6.07 7.69 5.48
2015** 122.72 6.06 11.06 6.39
2016** 129.32 4.67 8.97 4.10
Sumber data : Buku PDRB Kabupaten Lombok Barat 2017
*) angka sementara
**) angka sangat sementara

Selama periode tahun 2011 – 2016, laju perubahan IHI atau inflasi
selalu berada pada level yang lebih rendah dibandingkan laju perubahan
PDRB per kapita atas dasar harga berlaku. Hal ini mengindikasikan
selama periode tersebut kemampuan daya beli masyarakat adalah cukup
baik dan cenderung meningkat. sehingga dapat dikatakan bahwa secara
nyata nilai tambah per penduduk Kabupaten Lombok Barat mengalami
peningkatan. Demikian halnya dengan data laju perubahan PDRB per
kapita atas dasar harga konstan yang senantiasa bernilai positif. semakin
menguatkan keadaan ekonomi masyarakat Kabupaten Lombok Barat
yang semakin baik.

1.3. ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Untuk mendukung pencapaian sasaran strategis sebagaimana


dimaksud di atas, pemerintah Kabupaten Lombok Barat didukung oleh
Organisasi Perangkat Daerah yang dibentuk berdasarkan PP no. 18
tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah, dengan rincian
sebagaimana tercantum dalam tabel berikut :
Tabel 1.14
Organisasi Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
Tahun 2017

ESELONERING PP NO. 18 TAHUN 2016


N JUMLA
TIPE

NAMA DINAS/BADAN/KANTOR II III IV V


O H
a b a b a b a b

1 Sekretariat Daerah (termasuk Staf Ahli) A 1 6 9 0 27 0 - - 43


2 Sekretariat DPRD A - 1 4 0 12 0 - - 17
3 Inspektorat Kabupaten A - 1 5 0 3 0 - - 9

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 22


BAB I Laporan Kinerja 2017

ESELONERING PP NO. 18 TAHUN 2016


N JUMLA

TIPE
NAMA DINAS/BADAN/KANTOR II III IV V
O H
a b a b a b a b
DINAS DAERAH
URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR
4 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan A - 1 1 4 15 0 - - 21
5 Dinas Kesehatan A - 1 1 4 15 0 - - 21
6 Dinas Sosial A - 1 1 4 15 0 - - 21
7 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang A - 1 1 4 15 0 - - 21
8 Dinas Perumahan dan Pemukiman A 1 1 3 12 0 - - 17
9 Satuan Polisi Pamong Praja A - 1 1 3 12 0 - - 17
10 Dinas Pemadam Kebakaran C - 1 1 2 6 0 - - 10

URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB TIDAK BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR


11 Dinas Perhubungan A - 1 1 4 15 0 - - 21
Dinas Komunikasi Informatika
12 A - 1 1 4 15 0 - - 21
(termasuk urusan Persandian dan Statistik)
13 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil A - 1 1 4 15 0 - - 21
Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan
14 A - 1 1 4 15 0 - - 21
Menengah
Dinas Keaarsipan dan Perpustakaan
15 A - 1 1 3 9 0 - - 14
(penggabungan 2 urusan)
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
16 A - 1 1 4 15 0 - - 21
Terpadu Satu Pintu
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga
17 Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan A - 1 1 4 15 0 - - 21
Perlindungan Anak
1
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa B - 1 1 3 11 0 - - 16
8
1 Dinas Lingkungan Hidup
A - 1 1 4 15 0 - - 21
9 (termasuk urusan Kehutanan)
20 Dinas Pemuda dan Olahraga C - 1 1 2 8 0 - - 12

URUSAN PEMERINTAHAN PILIHAN


21 Dinas Pariwisata A - 1 1 4 15 0 - - 21
22 Dinas Kelautan dan Perikanan A - 1 1 3 12 0 - - 17
23 Dinas Pertanian A - 1 1 6 21 0 - - 29
24 Dinas Perindustrian dan Perdagangan A - 1 1 4 15 0 - - 21
25 Dinas Ketahanan Pangan B - 1 1 3 8 0 - - 13
Dinas Tenaga Kerja
26 B - 1 1 3 11 0 - - 16
(termasuk urusan Transmigrasi)
UNSUR PENUNJANG (BADAN DAERAH)
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
27 (termasuk urusan Penelitian dan A - 1 1 4 15 0 - - 21
Pengembangan)
Badan Kepegawaian Daerah dan
28 B - 1 1 3 11 0 - - 16
Pengembangan Sumberdaya Manusia

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 23


BAB I Laporan Kinerja 2017

ESELONERING PP NO. 18 TAHUN 2016


N JUMLA

TIPE
NAMA DINAS/BADAN/KANTOR II III IV V
O H
a b a b a b a b
29 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah A - 1 1 4 15 0 - - 21
30 Badan Pendapatan Daerah A - 1 1 4 11 0 - - 17
MENUNGGU PP TENTANG URUSAN PEMERINTAHAN UMUM
31 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik - - 1 1 4 11 0 - - 17
32 Badan Penanggulangan Bencana Daerah - - 1 - 4 9 0 - - 14
KECAMATAN / KELURAHAN / UPT
33 Kecamatan (10 Kecamatan) A - - 10 10 50 20 - - 90
34 Kelurahan (3 Kelurahan) - - - - 0 3 15 - - 18
35 UPTD
3 5 11 47
JUMLAH 1 35 0 0 717
7 6 6 2

II III IV V
JLH
Eselonering Menurut PP 41 Th A B A B A B A B
2007 3 5 11 44
1 45 0 0 696
4 6 2 8

II III IV V
JLH
Eselonering Menurut PP 18 Th A B A B A B A B
2016 3 5 11 47
1 35 0 0 717
7 6 6 2

II III IV V
+/-
SELISIH A B A B A B A B
-
0 3 0 4 24 0 0 21
10

(Bagian Ortal Sekretariat Daerah Kab. Lombok Barat, 2017)

1.4. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN, ISU DAN SASARAN


STRATEGIS

Permasalahan pembangunan yang akan dihadapi oleh masyarakat


Lombok Barat secara umum adalah bagaimana membangun masyarakat
yang unggul dan mandiri melalui pendidikan dan kesehatan, bagaimana
mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan pembangunan
infrastruktur wilayah secara merata, mengurangi tingkat kemiskinan,

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 24


BAB I Laporan Kinerja 2017

melakukan reformasi birokrasi dan penegakan hukum, meningkatkan


pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan daerah, menjaga
kelestarian lingkungan hidup serta mengendalikan laju pertumbuhan
penduduk.

a. Masyarakat yang Unggul dan Mandiri

1. Sektor pendidikan sebagai salah satu komponen pendukung


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memegang peran
sentral bersama-sama dengan sektor kesehatan dan
ekonomi. Kondisi saat ini masih relatif rendahnya rata- rata
lama sekolah yang hanya 5,69 tahun dan diperparah dengan
angka partisipasi kasar dan murni yang belum mencapai
100% dan dibawah rata-rata provinsi menjadikan sektor
pendidikan sebagai prioritas dalam pembangunan.

2. Peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta kasus HIV


AIDS meningkat, hal ini terjadi karena meningkatnya
intensitas migrasi sosial antar daerah, antar negara.
Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu tujuan
wisata dan tingginya turnover TKI/TKW.

3. Pelestarian dan aktualisasi nilai-nilai budaya serta kearifan


lokal dalam pembangunan belum optimal. Budaya dan
kearifan lokal yang ada masih sebatas event, festival, temu
budaya atau pameran tapi belum secara sistematis
diaktualisasi dalam program pembangunan.

b. Masyarakat yang Sejahtera

1. Pelayanan transportasi dalam rangka mewujudkan


keamanan dan kenyamanan moda angkutan hanya mampu
melayani 58% wilayah Lombok Barat serta belum
memperhitungkan keterkaitan dan keterpaduan antar moda
dan antar wilayah sehingga tertata dengan baik.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 25


BAB I Laporan Kinerja 2017

2. Rasio jaringan irigasi yang ada saat ini hanya 0,17% belum
menjangkau seluruh areal pertanian yang ada, begitu juga
halnya dengan sumber daya kemasyarakatan untuk
penyediaan sumber air baku dan konservasi sumber mata air
yang baru mencapai 10,89% sehingga perlu perhatian serius
untuk meningkatkan program ini.

3. Terkait dengan tata ruang, pemanfaatan dokumen rencana


tata ruang sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan
belum optimal dilaksanakan serta tekanan alih fungsi lahan
dari lahan pertanian menjadi non pertanian yang
menimbulkan dampak terhadap kelestarian lingkungan.

c. Kemiskinan

1. Ketimpangan struktur ekonomi daerah dari sektor pertanian


ke sektor jasa belum berkembang. Sejalan dengan
berkembangnya sektor jasa, sector produksi mendapat
tantangan yang kuat terutama dari para pesaing dari luar
daerah. Sektor industri perlu ditopang dengan
pengembangan keterampilan, bantuan modal dan pemasaran
sehingga dapat bersaing dan mempunyai nilai tambah
terhadap perekonomian daerah.

2. Pengembangan produk olahan lokal masih kurang, hal ini


memerlukan dukungan pengembangan teknologi proses, dan
pengolahan serta strategi pemasaran yang baik.

3. Ketimpangan pertumbuhan antar kawasan, antar


kecamatan. Beberapa indikator yang menunjukkan
ketimpangan tersebut antara lain disparitas angka
kemiskinan, ketimpangan pelayanan sosial dasar yang
tersedia seperti pendidikan, kesehatan, akses informasi dan
infrastruktur.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 26


BAB I Laporan Kinerja 2017

d. Reformasi Birokrasi dan Penegakan Hukum

1. Kerjasama, kemitraan dan jejaring kerja antara Masyarakat


Sipil, DPRD, Partai Politik dan Pemerintah Daerah dalam
mengatasi permasalahan daerah serta dalam kapasitas
penguatan kelembagaan belum optimal.

2. Kualitas pelayananan publik belum optimal sehingga perlu


pengembangan dan peningkatan kapasitas pelayanan
pemerintah berbasis teknologi informasi, elektronik dan
internet (electronic Government, e-Gov) serta perlu
peningkatan implementasi Good Governance.

3. Penerapan Standar Pelayanan Minimal sebanyak 15 (lima


belas) bidang urusan masih belum optimal di
implementasikan terkait kendala standar yang ditetapkan
dari pusat terlalu tinggi dan daerah masih belum mampu
merealisasikan target SPM tersebut. Hal ini terkendala
alokasi dana yang ada.

4. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum sepenuhnya


dapat menerapkan produk hukum dalam bentuk perda
dengan baik. Sampai saat ini telah tercatat ditangani
sebanyak 82,35 %.

e. Pembangunan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Daerah

1. Sampai saat ini investasi dan Penanaman Modal Asing baru


mencapai USD 833.175 dan Penanaman Modal Dalam Negeri
sebesar 780 milyar lebih. Angka ini jika dibandingkan
dengan potensi investasi Lombok Barat baik dalam hal
pariwisata, pertanian, jasa maupun industri lainnya
masihbelum optimal.

2. Pertumbuhan sektor industri dan perdagangan hingga saat


ini baru mencapai 3,31% dengan jumlah pelaku industri
9.357. Kondisi ini masih dibawah potensi sektor industri dan
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 27
BAB I Laporan Kinerja 2017

perdagangan yang ada di Kabupaten Lombok Barat sehingga


perlu perhatian yang lebih optimal mengembangkan sektor
tersebut.

3. Untuk ketersediaan pangan dengan sasaran tercapainya


diversifikasi pangan berkualitas dan berkelanjutan sampai
saat ini masih menempati skor Pola Pangan Harapan (PPH)
sebesar 72,30%. Seharusnya Kabupaten Lombok Barat
dengan potensi yang ada dapat mencapai skor 74%.

4. Sektor pertanian merupakan sektor basis pertumbuhan


ekonomi Kabupaten Lombok Barat yang menyumbang
22,64% distribusi pendapatan. Angka tersebut masih dapat
ditingkatkan lebih tinggi lagi jika sektor ini dapat dikelola
dengan baik untuk mendapatkan produktifitas yang tinggi.

5. Produksi sektor perikanan dan kelautan sampai saat ini


mencapai 100.503 ton lebih. Angka yang masih relatif kecil
jika dibandingkan dengan luas lahan dan potensi yang ada,
hal ini disebabkan masih kurang optimalnya pemanfaatan
potensi perikanan budidaya.

6. Memperhatikan kondisi saat ini rasio elektrifikasi rumah


tangga baru mencapai 41,30% dan rumah tangga yang
menggunakan air bersih 53,51%, masih dibawah kondisi
yang diharapkan, hal ini disebabkan masih kurangnya daya
dukung dan ketersediaan energi listrik yang ada. Kondisi
lainnya, masih banyak terdapat daerah-daerah yang
mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih

f. Lingkungan Hidup

1. Kondisi Kabupaten Lombok Barat memiliki kerawanan


bencana alam geologi yang cukup tinggi, pemicu terjadinya
bencana geologi diantaranya gempa bumi, tsunami, letusan
gunung api, banjir bandang, tanah longsor dan lainnya; Dari

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 28


BAB I Laporan Kinerja 2017

10 kecamatan yang ada, 9 kecamatan dinyatakan rawan


longsor, dan rawan banjir di beberapa kecamatan serta
Bencana Tsunami di Kecamatan Sekotong dan Lembar.

2. Masih luasnya lahan kritis yang belum tertangani yaitu


mencapai 19.709,51Ha. Kondisi tersebut diperparah dengan
tingkat konversi lahan hutan yang masih tinggi serta adanya
illegal logging, perambahan hutan, kebakaran hutan serta
bencana alam mengakibatkan penurunan kualitas
(degradasi) sumberdaya hutan dan lahan, serta menurunnya
debit air dan berkurangnya sumber mata air.

3. Penambangan emas illegal di dalam kawasan hutan Sekotong


dipastikan akan mempercepat kerusakan ekosistem kawasan
tersebut serta limbah merkuri yang ditimbulkan akan
mencemari ekosistem laut sekitarnya.

4. Meningkatnya kebutuhan galian non logam (pasir, batu,


tanah urug) akibat pesatnya kebutuhan pembangunan akan
berpotensi kerusakan dan kelestarian alam.

5. Belum optimalnya pengelolaan sampah di tingkat rumah


tangga dan masih kurang pedulinya masyarakat terhadap
pengelolaan sampah secara mandiri mengakibatkan
terancamnya pencemaran lingkungan. Sampai saat ini
pemerintah daerah belum mampu mengimbangi
keterangkutan dan pengolahan sampah dengan pengelolan
sampah hanya 8,20 persen.

6. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap upaya-upaya


konservasi sumberdaya alam serta belum optimalnya
pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan, di
tambah dengan adanya praktik illegal loging yang semakin
memperparah kondisi lingkungan yang harusnya dijaga.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 29


BAB I Laporan Kinerja 2017

g. Kependudukan

1. Semakin meningkatnya usia harapan hidup yang berarti


semakin banyaknya penduduk lanjut usia memerlukan
perhatian dan pelayanan pembangunan sesuai dengan
permasalahan dan kebutuhan hidup penduduk lanjut usia.
Tercatat jumlah penduduk lansia usia 65 tahun ke atas
terus meningkat dengan persentase sebesar 64,5 persen.

2. Ketimpangan persebaran penduduk akan semakin


memperlebar kesenjangan dalam pemenuhan kebutuhan
pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, budaya, ekonomi,
infrastruktur dan birokrasi yang cenderung berkembang dan
dinamis. Kecamatan Sekotong yang memiliki luas wilayah
529,38 km2 (50,23% luas Kabupaten Lombok Barat)
kepadatannya hanya 99 jiwa/km2. Sementara Kecamatan
Kediri dengan luas wilayah hanya 21,64 km2 ditempati oleh
2.754 jiwa/km2.

3. Pertambahan penduduk di Kabupaten Lombok Barat


grafiknya cenderung meningkat sehingga akan berdampak
pada tingginya pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar.
Laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,49 persen/ tahun,
ini belum diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang
optimal.

4. Kepemilikan Administasi Kependudukan masih rendah, baik


dalam hal Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP)
dan akta – akta kependudukan lainnya.

Berdasarkan uraian permasalahan pembangunan di atas, dapat


dirumuskan Isu-isu Strategis dalam pelaksanaan pembangunan
Kabupaten Lombok Barat kurun waktu lima tahun kedepan yang
diklasifikasikan dalam 3 aspek pembangunan, yaitu:

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 30


BAB I Laporan Kinerja 2017

1. Aspek Kesejahteraan Rakyat


Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok
Barat, sejumlah isu yang ditetapkan masuk aspek kesejahteraan
rakyat sebagai berikut:
a. Gangguan kamtibmas bernuansa SARA masih berpotensi
terjadi.
b. Pertumbuhan ekonomi daerah yang belum optimal.
c. Angka kemiskinan masih tinggi, diatas rata-rata nasional.
d. Relatif tingginya angka pengangguran.
e. Angka buta huruf masih tinggi.
f. Masih rendahnya rata-rata lama sekolah.

2. Aspek Pelayanan Umum


Dalam rangka berupaya memperbaiki pelayanan umum sebagai
tugas utama penyelenggaraan pemerintahan, dapat diuraikan
beberapa isu dibawah ini:
a. Penegakkan perda belum optimal.
b. Pelaksanaan tugas pemerintahan yang bersih dan baik belum
optimal.
c. Rendahnya unit penyelenggara pelayanan publik yang ber ISO.
d. Masih tingginya kasus kematian bayi.
e. Masih tingginya kasus kematian ibu.
f. Masih terdapatnya prevalensi kurang gizi.
g. Meningkatnya insidensi HIV dan AIDS.
h. Penangangan PMKS belum optimal.
i. Masih rendahnya minat baca dan kunjungan ke perpustakaan
daerah.
j. Pelayanan moda transportasi belum lancar.
k. Rumah tangga yang menggunakan air bersih masih rendah.
l. Rumah tangga yang menggunakan listrik masih rendah.
m. Penyediaan jaringan irigasi belum optimal.
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 31
BAB I Laporan Kinerja 2017

n. Rumah tangga dengan sanitasi layak masih rendah.


o. Pencemaran kualitas air sungai masih tinggi.
p. Konservasi sumber mata air belum optimal.
q. Pengelolaan sampah belum optimal.
r. Masih terdapatnya penambangan tanpa ijin.
s. Rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum optimal.

3. Aspek Daya Saing


Sebagai ikhtiar pemerintah daerah dalam meningkatkan daya
saing, beberapa isu yang perlu mendapat perhatian sebagai
berikut:
a. Pertumbuhan PDRB per kapita (ADH konstan) melambat.
b. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah belum optimal.
c. Nilai investasi daerah masih rendah.
d. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) masih belum optimal.
e. Rendahnya pertumbuhan industri kecil.
f. Pemanfaatan ruang yang sesuai RTRW belum terlaksana.
g. Kemantapan jalan belum optimal.
h. Pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara dan
nusantara belum optimal.

Secara umum, isu strategis yang dihadapi oleh Kabupaten


Lombok Barat ke depan dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Kualitas Pendidikan, Kesehatan dan aktualisasi budaya.

b. Pemerataan infrastruktur wilayah.


c. Angka kemiskinan dan masalah sosial.
d. Reformasi birokrasi dan penegakan hukum.
e. Peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan daerah.
f. Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan pelestarian Lingkungan
hidup

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 32


BAB I Laporan Kinerja 2017

Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Nomor 14 Tahun 2017


tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat
Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014 – 2019
telah mengamanatkan 18 sasaran strategis yang harus dicapai pada
tahun 2015, yaitu sebagai berikut :

Tabel 1.15
Sasaran Streategis Kabupaten Lombok Barat

No Sasaran
1 Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah

2 Terwujudnya Konektifitas Wilayah

3 Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Pelayanan Dasar

4 Peningkatan Sektor Produksi Utama (Pertanian, Perikanan)

5 Peningkatan Sektor Pariwisata

6 Peningkatan Sektor Investasi

7 Peningkatan Sektor Industri, Perdagangan, UMKM

8 Peningkatan Kesempatan Kerja

9 Terwujudnya Pelayanan Sistem Pemerintahan Yang Bermutu

10 Terwujudnya Pemerintahan Yang Bersih, Akuntabel, Transparan


dan Bebas Korupsi

11 Meningkatnya ketertiban dan kenyamanan masyarakat

12 Meningkatnya nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal

13 Terwujudnya Kualitas Lingkungan Hidup

14 Meningkatnya kualitas pendidikan

15 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

16 Meningkatnya Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan

17 Terpenuhinya Kebutuhan Hidup Minimum Masyarakat

18 Pemerataan Distribusi Pendapatan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 33


BAB II Laporan Kinerja 2017

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1. RENCANA STRATEGIS PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK


BARAT

Rencana Strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Barat

tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) merupakan kerangka pembangunan yang bersifat strategis

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk periode 5 tahun.

Sebagai dokumen perencanaan yang memuat penjabaran

visi, misi dan program Bupati, RPJMD berpedoman kepada Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta

memperhatikan baik RPJP maupun RPJM Nasional. Untuk periode

Tahun 2017-2019, RPJMD Kabupaten Lombok Barat disahkan

melalui Perda No. 14 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan

Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 3 Tahun 2014 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten

Lombok Barat Tahun 2014 – 2019, dan sebagai penerjemahan

kebijakan politik Bupati sebagai Kepala Daerah, RPJMD menjadi

pijakan bagi perencanaan strategis Organisasi Perangkat daerah di

Kabupaten Lombok Barat hingga ke level perencanaan tahunan.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 34


BAB II Laporan Kinerja 2017

Pembangunan Daerah Tahun 2017 merupakan tahun ketiga

dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014-2019, dengan Visi

Pembangunan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014–

2019 adalah “ TERWUJUDNYA MASYARAKAT LOMBOK BARAT

YANG UNGGUL, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT

DILANDASI NILAI-NILAI PATUT PATUH PATJU”.

Dalam rangka pencapaian visi diatas dengan memperhatikan

kondisi dan permasalahan yang ada serta tantangan kedepan, dan

memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 6(enam)

misi sebagai berikut :

VISI DAN MISI 2014-2019

VISI :
TERWUJUDNYA
MASYARAKAT
LOMBOK
BARAT YANG
UNGGUL,
MANDIRI,
SEJAHTERA,
DAN
BERMARTABAT
DILANDASI
NILAI-NILAI
PATUT PATUH
PATJU

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 35


BAB II Laporan Kinerja 2017

Tabel 2.1
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kabupaten Lombok Barat

TUJUAN SASARAN STRATEGI

1 2 3
VISI :
TERWUJUDNYA MASYARAKAT LOMBOK BARAT YANG UNGGUL, MANDIRI, SEJAHTERA DAN
BERMARTABAT DILANDASI NILAI PATUT, PATUH, PATJU
Misi I : Meningkatkan Daya Saing Daerah Untuk Mendapatkan Nilai Tambah (LOBAR KREATIF, INOVATIF
dan PRODUKTIF)
1.1 Meningkatnya Perekonomian 1.1.1 Meningkatnya 1.1.1.1 Pembangunan ekonomi
Daerah Pertumbuhan Ekonomi kerakyatan yang inovatif
Daerah berbasis potensi dan sumber
daya lokal
1.1.2 Terwujudnya Konektifitas Wilayah
1.1.3 Meningkatnya Kualitas
Infrastruktur Pelayanan
Dasar
1.1.4 Peningkatan Sektor
Produksi Utama
(Pertanian, Perikanan)
1.1.5 Peningkatan Sektor Pariwisata
1.1.6 Peningkatan Sektor Investasi
1.1.7 Peningkatan Sektor Industri,
Perdagangan, UMKM
1.1.7 Peningkatan Sektor Industri,
Perdagangan, UMKM
1.1.8 Peningkatan Kesempatan Kerja

Misi II : Mewujudkan Kehidupan dan Sikap Yang Memiliki Spirit Serta Etos Kerja Untuk
Meraih Yang Terbaik (LOBAR BERPRESTASI)
2.1 Terwujudnya 2.1.1 Terwujudnya 2.1.1.1 Meningkatkan sistem
Tata Kelola Pelayanan Sistem pelayanan dan tata kelola
Pemerintahan Pemerintahan Yang pemerintahan yang baik dan
yang Baik Bermutu bersih
2.1.2 Terwujudnya Pemerintahan
Yang Bersih, Akuntabel,
Transparan dan Bebas Korupsi
Misi III : Mengembangkan Potensi Sumberdaya Sosial dan Budaya Yang Dimiliki Untuk
Keberlanjutan Pembangunan (LOBAR TANGGUH DAN BERBUDAYA)
3.1 Meningkatnya Tata 3.1.1 Meningkatnya ketertiban dan 3.1.1.1 Meningkatkan kualitas hidup
Kehidupan Sosial kenyamanan masyarakat masyarakat yang
Masyarakat Yang Harmonis berlandaskan kesetaraan
sosial dan kearifan lokal
3.2 Meningkatnya 3.2.1 Meningkatnya nilai-nilai seni 3.2.1.1 Melestarikan Seni dan Budaya
pelestarian seni budaya dan kearifan lokal Lokal
budaya dan cagar
budaya
Misi IV : Mengembangan Potensi Sumberdaya Alam Dengan Memperhatikan Kelestarian
Lingkungan dan Keseimbangan Lingkungan (LOBAR LESTARI)
4.1 Meningkatnya 4.1.1 Terwujudnya Kualitas Lingkungan 4.1.1.1 Meningkatkan Kelestarian
Kelestarian Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup dan
Hidup dan Menjaga Keberlanjutan
Keberlanjutan Sumber Daya Alam
Sumberdaya Alam 4.1.1.2 Mewujudkan keterpaduan
pembangunan antar sektor,
program dan wilayah

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 36


BAB II Laporan Kinerja 2017

TUJUAN SASARAN STRATEGI

1 2 3
Misi V : Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Yang Mampu Beradaptasi Terhadap
Perkembangan Regional, Nasional dan Global (LOBAR SEHAT DAN CERDAS)
5.1 Meningkatkan Kualitas 5.1.1 Meningkatnya kualitas pendidikan 5.1.1.1 Meningkatkan Kualitas
Hidup dan Kemandirian Pendidikan
Masyarakat

5.1.2 Meningkatnya derajat 5.1.2.1 Meningkatkan Derajat


kesehatan masyarakat Kesehatan Masyarakat

5.1.3 Meningkatnya Partisipasi 5.1.3.1Meningkatkan partisipasi


Perempuan Dalam Pembangunan perempuan dalam
pembangunan
Misi VI : Meningkatkan Martabat dan Kebanggaan Daerah (LOBAR BERMARTABAT)
6.1 Meningkatnya 6.1.1 Terpenuhinya Kebutuhan Hidup 6.1.1.1 Meningkatkan
Kesejahteraan Minimum Masyarakat Kesejahteraan
Masyarakat Masyaraka
6.1.2 Pemerataan Distribusi Pendapatan 6.1.2.1 Pemerataan distribusi
Pendapatan
Sumber: Dokumen Perubahan RPJMD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014-2019

2.2. INDIKATOR KINERJA UTAMA

Mengacu pada visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan,


maka sasaran berikut Indikator Kinerja Utama yang hendak dicapai
atau dihasilkan dalam kurun waktu 5 tahun adalah sebagai berikut:

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 37


BAB II Laporan Kinerja 2017

Tabel 2.2
Indikator Kinerja dan Formula Penghitungannya

TARGE
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN FORMULASI
T 2017
MISI I : Meningkatkan kemampuan daya saing dan kemandirian daerah untuk mendapatkan nilai tambah (Lobar Kreatif, Inovatif
dan Produktif)
Meningkatnya 1 Pertumbuhan Ekonomi 5.41 %
(PDRB (t1) – PDRB (t0)
1 Pertumbuhan X 100%
PDRB (t0)
Ekonomi Daerah
2 Pendapatan Asli Daerah 215.88 Rp. Milyar Nilai PAD
Terwujudnya 1 Persentase Wilayah yang 72.41 %
2 konektifitas wilayah terhubung dengan Moda Jumlah Trayek Aktif
X 100%
Transportasi Jumlah Trayek.

3 Meningkatnya 1 Persentase kemantapan jalan 55 %


Panjnag Jalan Kondisi Baik
kualitas infrastruktur X 100%
Panjang Jalan Kab.
pelayanan dasar
2 Persentase Rumah Tangga 82 % Jumlah Rumah Tangga dengan akses Air
Dengan Akses Air Minum Layak minum layak
X 100%
Jumlah Rumah Tangga

3 Proporsi RT dengan sanitasi 67.5 % Jumlah RT dengan Sanitasi Layak


layak Jumlah RT X 100%
4 Rasio Rumah Layak Huni 76 % Jumlah Rumah Layak Huni
Jumlah Seluruh Rumah X 100%
Peningkatan Sektor 1 Persentase Kontribusi Sektor 20.83 % Kontribusi sektor Pertanian dan kelautan
4 Produksi Utama Pertanian & Perikanan terhadap perikanan
X 100%
(Pertanian, PDRB Total PDRB
Perikanan)
2 Skor PPH 72.20 % % AKG x Bobot masing2 klp. Pangan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 38


BAB II Laporan Kinerja 2017

TARGE
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN FORMULASI
T 2017
Peningkatan Sektor 1 Persentase Kontribusi Sektor 16.36 % Kontribusi sektor Transportasi +
5 Pariwisata Pariwisata Terhadap PDRB Akomodasi dan makan minum X 100%
Total PDRB
6 Peningkatan Sektor 1 Nilai Invenstasi
Investasi
PMDN 1.010 Rp. M Nilai realisasi PMDN
PMA 3.542 US (Juta)
Nilai Realisasi PMA
7 Peningkatan Sektor 1 Persentase Kontribusi Sektor 17.90 % Persentase Kontribusi sektor Perindustrian
Industri, Industri dan Perdagangan dan Perdagangan terhadap PDRB X 100%
Perdagangan, Terhadap PDRB
UMKM Total PDRB
2 Persentase koperasi sehat 37.50 % Jumlah Koperasi sehat
X 100%
Jumlah Koperasi
8 Peningkatan 1 Tingkat pengangguran terbuka 3.70 % Jumlah orang yang tidak bekerja
X 100%
Kesempatan Kerja Jumlah angkatan kerja
MISI II : Mewujudkan kehidupan dan sikap yang memiliki spirit serta etos kerja
untuk meraih yang terbaik (Lobar Berprestasi)
1 Terwujudnya 1 Nilai AKIP Kabupaten CC Kategori
Pelayanan Sistem nilai
Kategori Nilai AKIP
Pemerintahan Yang
Bermutu
2 Indeks Kepuasan Masyarakat 73 % Nilai rata-rata pelayanan publik
berdasarkan survey kepuasan masyarakat
oleh lembaga survey independen
Terwujudnya 1 Opini BPK Atas LKPD WTP OPINI
2 Pemerintahan yang
bersih, akuntabel,
OPINI
transparan dan
bebas Korupsi

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 39


BAB II Laporan Kinerja 2017

TARGE
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN FORMULASI
T 2017
MISI III : Mengembangkan potensi sumber daya sosial dan budaya yang dimiliki
untuk keberlanjutan pembangunan (Lobar Tangguh dan Berbudaya)
Meningkatnya 1 Persentase konflik sara yang 100 % Jumlah konflik SARA yang ditangani
1 ketertiban dan tertangani Jumlah Kasus Konflik SARA X 100%
kenyamanan
masyarakat Penanganan PMKS 9.83 % Jumlah PMKS yang ditangani
X 100%
2 Jumlah PMKS
Persentase Penegakan Perda 95.5 % Jumlah Kasus pelanggaran PERDA yang
3 ditangani
X 100%
Jumlah Perda

2 Meningkatnya nilai- 1 Persentase cagar budaya 62.71 %


Jumlah Cagar Budaya dalam kondisi baik
nilai seni budaya dalam kondisi baik X 100%
Jumlah Cagar Budaya
dan kearifan lokal
MISI IV : Mengembangkan potensi sumber daya alam dengan memperhatikan
kelestarian dan keseimbangan lingkungan (Lobar Lestari)
Terwujudnya 1 Persentase Konservasi Sumber 19.80 % Jumlah Mata air yang ditangani
X 100%
Kualitas Lingkungan Mata Air Jumlah Mata air
Hidup 2 Persentase Kualitas Air Sungai 70 % Jumlah sungai dengan kualitas air sungai
baik X 100%
Jumlah sungai
3 Persentase Pengelolaan 60 % Jumlah sampah yg dikelola di TPS 1 tahun
X 100%
Sampah Jumlah produksi sampah 1 tahun
4 Persentase Kesesuaian RTRW 91 % Jumlah Rekomendasi Pemanfaatan Ruang X 100%
Jumlah Permohonan pemanfaatan ruang

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 40


BAB II Laporan Kinerja 2017

TARGE
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN FORMULASI
T 2017
MISI V : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi
terhadap perkembangan regional, nasional dan global (Lobar Sehat dan Cerdas)
Meningkatnya 1 Harapan Lama Sekolah 12.7 tahun
kualitas pendidikan

2 Angka Rata-rata Lama Sekolah 6.31 Tahun

3 Angka Kelulusan
- SD 100 % Jumlah lulusan pada jenjang SD/MI
Jumlah siswa tingkat tertinggi pd jenjang X 100%
SD/MI thn ajaran sebelumnya
- SMP 100 % Jumlah lulusan pada jenjang SD/MI
Jumlah siswa tingkat tertinggi pd jenjang X 100%
SD/MI thn ajaran sebelumnya
Meningkatnya 1 Angka Harapan Hidup 65.20 tahun Jumlah umur semua penduduk yang
derajat kesehatan meninggal X 100%
masyarakat Jumlah penduduk yang meninggal
2 Angka Kematian Ibu 75,80 Per Jumlah kematian ibu dlm tahap kehamilan
100.000 atau kelahiran X 100%
KH Jumlah kelahiran hidup

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 41


BAB II Laporan Kinerja 2017

TARGE
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN FORMULASI
T 2017
3 Angka Kematian Bayi 6,73 Per 1000 Jumlah kematian Bayi
KH Jumlah Kelahiran Hidup
X 100%

4 Prevalensi Balita Gizi Buruk 3.21 % Jumlah Balita Gizi Buruk


Jumlah Balita X 100%

Meningkatnya 1 Indeks Pembangunan Gender 90 Indeks Nilai IPM Laki-laki


partisipasi (IPG) Nilai IPM Perempuan
perempuan dalam
pembangunan
MISI VI : Meningkatkan Martabat dan Kebanggaan Daerah (Lobar Bermartabat)
Terpenuhinya 1 Angka Kemiskinan 16.5 % Jumlah Penduduk dibawah garis
kebutuhan hidup kemiskinan
X 100%
minimum Jumlah Penduduk
masyarakat
Pemerataan 1 Indeks Gini 0.273 indeks
G = 1 - ∑ fi (Yi + Yi+1)
distribusi
pendapatan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 42


BAB II Lapaoran Kinerja 2017

2.3. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen


pimpinan yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai
kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu
dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Tujuan
khusus penetapan kinerja antara lain untuk meningkatkan
akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata
komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah.

Perjanjian kinerja digunakan sebagai dasar penilaian


keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi,
menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur,
dan sebagai dasar pemberian penghargaan (reward) dan sanksi
(punishment). Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok barat
Tahun 2016, adalah sebagai berikut .

Tabel 2.3
Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
Tahun 2017
TARGET
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN
2017
MISI I : Meningkatkan kemampuan daya saing dan kemandirian daerah untuk mendapatkan
nilai tambah (Lobar Kreatif, Inovatif dan Produktif)
1 Meningkatnya 1 Pertumbuhan Ekonomi 5.89 %
Pertumbuhan
Ekonomi Daerah
2 Pendapatan Asli Daerah 215.88 Rp. Milyar

2 Terwujudnya 1 Persentase Wilayah yang 72.41 %


konektifitas wilayah terhubung dengan Moda
Transportasi

3 Meningkatnya 1 Persentase kemantapan jalan 55 %


kualitas infrastruktur
pelayanan dasar
2 Persentase Rumah Tangga 82 %
Dengan Akses Air Minum Layak
3 Proporsi RT dengan sanitasi 67.5 %
layak
4 Rasio Rumah Layak Huni 76 %

4 Peningkatan Sektor 1 Persentase Kontribusi Sektor 20.83 %


Produksi Utama Pertanian & Perikanan terhadap

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 43


BAB II Lapaoran Kinerja 2017

TARGET
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN
2017
(Pertanian, PDRB
Perikanan)
2 Skor PPH 72.20 %

5 Peningkatan Sektor 1 Persentase Kontribusi Sektor 16.36 %


Pariwisata Pariwisata Terhadap PDRB
6 Peningkatan Sektor 1 Nilai Invenstasi
Investasi
PMDN 1.010 Rp. M
PMA 82.931 US (Juta)

7 Peningkatan Sektor 1 Persentase Kontribusi Sektor 17.90 %


Industri, Industri dan Perdagangan
Perdagangan, Terhadap PDRB
UMKM
2 Persentase koperasi sehat 37.50 %

8 Peningkatan 1 Tingkat pengangguran terbuka 3.70 %


Kesempatan Kerja
MISI II : Mewujudkan kehidupan dan sikap yang memiliki spirit serta etos kerja untuk
meraih yang terbaik (Lobar Berprestasi)
1 Terwujudnya 1 Nilai AKIP Kabupaten B Kategori nilai
Pelayanan Sistem
Pemerintahan Yang
Bermutu
2 Indeks Kepuasan Masyarakat 73 %
2 Terwujudnya 1 Opini BPK Atas LKPD WTP OPINI
Pemerintahan yang
bersih, akuntabel,
transparan dan
bebas Korupsi
MISI III : Mengembangkan potensi sumber daya sosial dan budaya yang dimiliki untuk
keberlanjutan pembangunan (Lobar Tangguh dan Berbudaya)
1 Meningkatnya 1 Persentase konflik sara yang 100 %
ketertiban dan tertangani
kenyamanan 2 Penanganan PMKS 9.83 %
masyarakat 3 Persentase Penegakan Perda 95.5 %
2 Meningkatnya nilai- 1 Persentase cagar budaya dalam 62.71 %
nilai seni budaya kondisi baik
dan kearifan lokal
MISI IV : Mengembangkan potensi sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian
dan keseimbangan lingkungan (Lobar Lestari)
Terwujudnya 1 Persentase Konservasi Sumber 19.80 %
Kualitas Lingkungan Mata Air
Hidup 2 Persentase Kualitas Air Sungai 70 %
3 Persentase Pengelolaan 60 %
Sampah
4 Persentase Kesesuaian RTRW 91 %

MISI V : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi terhadap
perkembangan regional, nasional dan global (Lobar Sehat dan Cerdas)
Meningkatnya 1 Harapan Lama Sekolah 12.7 tahun

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 44


BAB II Lapaoran Kinerja 2017

TARGET
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN
2017
kualitas pendidikan 2 Angka Rata-rata Lama Sekolah 6.31 Tahun
3 Angka Kelulusan
- SD 100 %
- SMP 100 %
Meningkatnya 1 Angka Harapan Hidup 65.20 tahun
derajat kesehatan
masyarakat 2 Angka Kematian Ibu 36 Per 100.000 KH
3 Angka Kematian Bayi 2.75 Per 1000 KH
4 Prevalensi Balita Gizi Buruk 3.21 %
Meningkatnya 1 Indeks Pembangunan Gender 91 %
partisipasi (IPG)
perempuan dalam
pembangunan
MISI VI : Meningkatkan Martabat dan Kebanggaan Daerah (Lobar Bermartabat)
Terpenuhinya 1 Angka Kemiskinan 16.5 %
kebutuhan hidup
minimum
masyarakat

Pemerataan 1 Indeks Gini 0.273 indeks


distribusi
pendapatan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 45


BAB III Laporan Kinerja 2017

BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
TAHUN 2017

3.1 CAPAIAN KINERJA KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2017

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab


keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi
kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan
akuntabilitas/pemberi amanah. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
selaku pengemban amanah masyarakat Kabupaten Lombok Barat
melaksanakan kewajiban menyampaikan akuntabilitas melalui penyajian
Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang
dibuat sesuai ketentuan yang terkandung dalam Inpres Nomor 7 Tahun
1999 mengenai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
53 Tahun 2014.

Laporan akuntabilitas kinerja pemerintah merupakan


bentukakuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang
dipercayakan kepada setiapinstansi pemerintah atas penggunaan
anggaran. Hal terpenting yang diperlukandalam penyusunan laporan
kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi sertapengungkapan
(disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukurankinerja
(Permenpan No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian
Kinerja,Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja
Instansi Pemerintah).

Mengacu pada ketentuan yang berlaku, Kinerja Pemerintah


Kabupaten Lombok Barat berdasarkan tingkat pencapaian sasaran,

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 46


BAB III Laporan Kinerja 2017

indikator sasaran dan menggambrkan tingkat pencapaian pada


program/kegiatan. Untuk mengetahui gambaran tingkat pencapaian
sasaran dan program/kegaitan dilakukan dengan pengukuran kinerja.

Pengukuran Kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target


setiapindicator dengan realisasinya. Setelah dilakukan penghitungan
akan diketahui selisih atau celah kinerja (performancegap). Selanjutnya
berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna
mendapatkan strategiyang tepat untuk peningkatan kinerjadi masa yang
akan datang (performanceimprovement).

Untuk memudahkan interpretasi terhadap kinerja yang telah


diperjanjikan, maka kami menggunakan skala penilaian terhadap kinerja
pemerintah menggunakan skala yang diatur dalam Permendagri No. 54
tahun 2010 sebagai berikut:

Tabel 3.1
Skala Nilai Peringkat Kinerja
No. Interval Nilai Kriteria Penilaian Kode
Realisasi Kinerja Realisasi Kinerja
1. >91 Sangat Baik (SB)
2. 75 –89,99 Baik (B)
3. 65 – 74,99 Cukup (C)
4. 50 – 64,99 Kurang (K)
5. ≤ 50 Sangat Kurang
(SK)
Sumber: Permendagri 54 Tahun 2010

Secara umum Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah dapat


melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang
telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Barat 2014-2019. Berikut adalah
pencapaian indicator sasaran Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 47


BAB III Laporan Kinerja 2017

Tabel 3.2
Perbandingan Antara Target Kinerja Tahun 2017 Yang Telah Ditetapkan
Dengan Capaian Kinerja (Realisasi) Tahun 2017

SASARAN INDIKATOR Tahun 2017 Kategori


SATUAN
STRATEGIS KINERJA Target Realisasi %
1 Meningkatnya 1 Pertumbuhan % 5,41 5,73 105 SB
Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi
Daerah
2 Pendapatan Asli Rp. 215,88 272,46 126 SB
Daerah Milyar
2 Terwujudnya 1 Persentase % 72,41 72,41 100 SB
konektifitas Wilayah yang
wilayah terhubung
dengan Moda
Transportasi

3 Meningkatnya 1 Persentase % 55 59,17 107 SB


kualitas kemantapan
infrastruktur jalan
pelayanan
dasar
2 Persentase % 82 82,49 100 SB
Rumah Tangga
Dengan Akses
Air Minum Layak
3 Proporsi RT % 67,5 71,80 106 SB
dengan sanitasi
layak
4 Rasio Rumah % 76 76,34 100 SB
Layak Huni
4 Peningkatan 1 Persentase % 20,83 20,92 100 SB
Sektor Kontribusi Sektor
Produksi Pertanian &
Utama Perikanan
(Pertanian, terhadap PDRB
Perikanan) 2 Skor PPH % 72,20 74,50 103 SB

5 Peningkatan 1 Persentase % 16,36 18,10 110 SB


Sektor Kontribusi Sektor
Pariwisata Pariwisata
Terhadap PDRB
6 Peningkatan 1 Nilai Invenstasi
Sektor
Investasi PMDN Rp. M 1.010 1.244 123 SB
PMA US (Juta) 3.542 81.833 2310 SB

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 48


BAB III Laporan Kinerja 2017

SASARAN INDIKATOR Tahun 2017 Kategori


SATUAN
STRATEGIS KINERJA Target Realisasi %
7 Peningkatan 1 Persentase % 17,90 17,90 100 SB
Sektor Kontribusi Sektor
Industri, Industri dan
Perdagangan, Perdagangan
UMKM Terhadap PDRB
2 Persentase % 37,50 43,00 114 SB
koperasi sehat
8 Peningkatan 1 Tingkat % 3,70 3,28 111 SB
Kesempatan pengangguran
Kerja terbuka
1 Terwujudnya 1 Nilai AKIP Kategori CC CC 100 SB
Pelayanan Kabupaten nilai
Sistem
Pemerintahan
Yang Bermutu
2 Indeks % 73 87,71 120 SB
Kepuasan
Masyarakat
2 Terwujudnya 1 Opini BPK Atas OPINI WTP WTP 100 SB
Pemerintahan LKPD
yang bersih,
akuntabel,
transparan
dan bebas
Korupsi
1 Meningkatnya 1 Persentase % 100 100 100 SB
ketertiban dan konflik sara yang
kenyamanan tertangani
masyarakat 2 Penanganan % 9,83 20,19 205 SB
PMKS
3 Persentase % 95,5 100 104 SB
Penegakan
Perda
2 Meningkatnya 1 Persentase % 62,71 63,93 101 SB
nilai-nilai seni cagar budaya
budaya dan dalam kondisi
kearifan lokal baik
Terwujudnya 1 Persentase % 19,80 25,76 130 SB
Kualitas Konservasi
Lingkungan Sumber Mata Air
Hidup 2 Persentase % 70 72,73 103 SB
Kualitas Air
Sungai
3 Persentase % 60 60,79 101 SB
Pengelolaan
Sampah
4 Persentase % 91 91,29 100 SB
Kesesuaian
RTRW

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 49


BAB III Laporan Kinerja 2017

SASARAN INDIKATOR Tahun 2017 Kategori


SATUAN
STRATEGIS KINERJA Target Realisasi %
Meningkatnya 1 Harapan Lama tahun 12,7 12,8 100 SB
kualitas Sekolah
pendidikan 2 Angka Rata-rata Tahun 6,31 5.93 93 SB
Lama Sekolah
3 Angka Kelulusan
- SD % 100 100 100 SB
- SMP % 100 100 100 SB
Meningkatnya 1 Angka Harapan tahun 65,20 65,44 100 SB
derajat Hidup
kesehatan 2 Angka Kematian Per 75,80 32,00 157 SB
masyarakat Ibu 100.000
KH
3 Angka Kematian Per 1000 6,73 2,00 170 SB
Bayi KH
4 Prevalensi Balita % 3,21 0,05 198 SB
Gizi Buruk
Meningkatnya 1 Indeks indeks 90 90,23 100 SB
partisipasi Pembangunan
perempuan Gender (IPG)
dalam
pembangunan
Terpenuhinya 1 Angka % 16,5 16,46 100 SB
kebutuhan Kemiskinan
hidup
minimum
masyarakat

Pemerataan 1 Indeks Gini indeks 0,273 0,27 101 SB


distribusi
pendapatan

Hasil analisis pencapaian 35 indikator kinerja utama daerah


Kabupaten Lombok Barat setelah perubhan RPJMD diketahui bahwa
semua indikator kinerja mendapatkan kategori sangat baik dengan
rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 173,25%. Jadi capaian
kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pada Tahun 2017
masuk dalam kategori Sangat Baik.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 50


BAB III Laporan Kinerja 2017

3.2 ANALISIS CAPAIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN


LOMBOK BARAT
Pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai di
atas adalah dengan memabndingkan antara target dan realiasi pada
indicator kinerja. Adapaun rincian dan analisis capaian kinerja masing-
masing sasaran dan indikator adalah sebagai berikut.

Sasaran 1. Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tabel 3.3
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 1
Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Pertumbuhan
1 % 5,51 5,73 103 5,41 5,73 105 6,01 95
Ekonomi
Pendapatan Asli
2 % 110.77 200.57 181 215.88 272.46 126 249.48 109
Daerah
Rata-rata Capaian Kinerja 142 116 102

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah mencapai target. Rata-
rata capaian kinerja tahun 2017 sebesar 116% menurun dari rata-
rata capaian tahun lalu sebesar 142%.
a. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lombok Barat di atas 5% sudah
menunjukkan stabilitas ekonomi yang mantap dan semakin menguat,
Pertumbuhan ekonomi Lombok Barat dibandingkan dengan tahun
sebelumnya meningkat dengan signifikan akibat sokongan dari
meningkatnya pertumbuhan ekonomi kategori pertanian, kategori
pertambangan, kategori industri pengolahan, kategori konstruksi,
kategori transportasi dan perdagangan, kategori informasi dan
komunikasi, kategori jasa keuangan dan asuransi, kategori real estate,

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 51


BAB III Laporan Kinerja 2017

kategori jasa perusahaan, kategori administrasi pemerintahan, kategori


jasa pendidikan, kategori jasa kesehatan dan kategori jasa lainnya,
adapun kategori sisanya mengalami perlambatan, namun
perlambatannya yang terjadi masih belum patut diwaspadai.

b. Pendapatan Asli Daerah

Beberapa faktor yang yang secara langsung maupun tidak langsung


mempengaruhi ketercapaian kinerja yaitu telah diterapkannya pelayanan
pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak hotel dan restauran (PHR)
secara online.

Permasalahan dalam dalam kaitannya dengan PAD Pemerintah


Kabupaten Lombok Barat masi sama dengan tahun lalu yaitu
Pelimpahan pengelolaan PBB ke daerah dan layanan secara elektronik
yang dikembangkan menuntut peningkatan kapasitas dan pemenuhan
SDM aparatur unit layanan PBB yang berkompeten.

Solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut


di atas, antara lain Pemanfaatan TI melalui layanan PBB secara
elektronik perlu dikembangkan dalam rangka meningkatkan efektifitas,
efisiensi dan kemudahan layanan, dan Pemenuhan jabatan fungsional
bidang perpajakan di Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan dan
Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Lombok Barat bagi PNS yang
telah memiliki sertifikat dan telah memenuhi kualifikasi yang
dipersyaratkan untuk menduduki Jabatan Fungsional Pemeriksa Pajak
serta Jabatan Fungsional Juru Sita.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 52


BAB III Laporan Kinerja 2017

Sasaran 2. Terwujudnya konektifitas wilayah

Tabel 3.4
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 2
Terwujudnya konektifitas wilayah

Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase Wilayah
yang terhubung
1 % 58,62 51,72 88 72,41 72,41 100 79,31 91,29
dengan Moda
Transportasi
Rata-rata Capaian Kinerja 88 100 91,29

Dari table di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja


Terwujudnya konektifitas wilayah mencapai target. Rata-rata capaian
kinerja tahun 2017 sebesar 100% meningkat dari rata-rata capaian
tahun lalu sebesar 100%.
Transportasi merupakan unsur yang menentukan laju pertumbuhan
ekonomi dan sosial suatu wilayah Kabupaten Lombok barat serta mampu
mempengaruhi mobilitas informasi dan penduduk antar wilayah. Adapun
rincian capaian indikator kinerja pelayanan moda transportasi adalah
sebagai berikut:
1. Jumlah jalur trayek Angkutan Perdesaan di Kab. Lombok Barat
sejumlah 29 jalur.
2. Capaian jumlah jalur trayek aktif hingga tahun ke-4 RPJMD
sejumlah 21 jalur (72,41)
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Dinas
perhubungan Kabupaten Lombok Barat dalam hal ini penanggung jawab
capaian indikator Pelayanan Moda Transportasi telah melampaui target
indikator pada RPJMD 2014-2019. Adapun untuk tahun ke-3 hingga
tahun ke-5 RPJMD Kabupaten Lombok Barat tetap mengupayakan
penambahan jumlah trayek aktif sehingga pelayanan moda transportasi
bagi masyarakat semakin meluas. Beberapa upaya yang dilaksanakan,
antara lain :

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 53


BAB III Laporan Kinerja 2017

1. Berkoordinasi dengan pengusaha-pengusaha angkutan perdesaan


dalam upaya pengisian potensi angkutan pada jalur-jalur trayek
non-aktif
2. Menyusun produk hukum/legalitas yang mengatur penyebaran
potensi angkutan perdesaan dalam setiap jalur trayek, sehingga
tidak didominasi pada jalur trayek tertentu.
Mengupayakan tambahan ketersediaan mobil perintis melalui Dana
Alokasi Khusus (DAK) yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat
di daerah terpencil yang tidak terlayani moda angkutan perdesaan.

Sasaran 3. Meningkatnya kualitas infrastruktur pelayanan dasar


Tabel 3.5
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 3
Meningkatnya kualitas infrastruktur pelayanan dasar
Target
Satua Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja % % %
n Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase
1 % 50 59,05 118 55 59,17 107 65 91,03
kemantapan jalan
Persentase Rumah
Tangga Dengan %
2 - 80 100 82 82,49 100 85 97
Akses Air Minum
Layak
Proporsi RT
3 dengan sanitasi % 1,49 71,8 4818 67,5 71,8 106 70,5 101
layak
Rasio Rumah %
4 76,4 75,03 98 76 76,34 100 78 97
Layak Huni
Rata-rata Capaian Kinerja 1283 103 96

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Meningkatnya kualitas infrastruktur pelayanan dasar keseluruhan
mencapai target. Rata-rata capaian pada tahun 2017 sebesar 103%,
capaiannya menurun jika dibandingkan dengan kinerja tahun lalu
sebesar 1283%.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 54


BAB III Laporan Kinerja 2017

a. Persentase kemantapan jalan

Kemantapan jalan Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2017


capaiannya sebesar 59.17%, hal ini dikarenakan adanya penambahan
panjang jalan kabupaten dari 446.48 Km menjadi 571,58 Km dengan
kondisi jalan mantap pada akhir tahun 2017 sebesar 357.50 Km.

Upaya yang dilakukan dalam rangka mendukung pencapaian


indikator tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan
pembangunan dan rehabilitasi jalan secara berkala, serta
mengusahakan perbaikan jalan rutin kabupaten guna menjaga
kondisi kemantapan jalan. Upaya secara berkala ini diharapkan
dapat mempermudah akses masyarakat dalam melaksanakan
kegiatan perekenomian yang dapat menunjang kehidupannya sehari-
hari.

b. Persentase Rumah Tangga Dengan Akses Air Minum Layak

Pencapaian persentase rumah tangga dengan air minum layak di


Kabupaten Lombok Barat sebesar 82,49% disebabkan optimalisasi
cakupan layanan dengan penetapan prioritas lokasi pembangunan
prasarana, dan pelibatan masyarakat dalam pelaksanaanya, serta
peningkatan kondisi prasarana pemukiman dan cakupan layanan air
bersih perdesaan melalui tersedianya sistem air limbah yang
memadai. Jumlah penduduk yang terlayani sampai dengan tahun
2017 sebanyak 343.800 jiwa dengan total proyeksi penduduk pada
tahun 2017 sebanyak 670.627 jiwa.

Adapun upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan


pencapaian indikator kinerja tersebut adalah pelibatan masyarakat
dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik dalam pembangunan
sarana dan prasarana air bersih, melaksanakan pembentukan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 55


BAB III Laporan Kinerja 2017

kelompok pengguna air bersih.

c. Proporsi RT dengan sanitasi layak

Rumah tangga bersanitasi layak sampai dengan Tahun 2016 di


Kabupaten Lombok Barat mencapai 136.286 Rumah Tangga,
sedangkan pada tahun 2017 meningkat menjadi 136.286 Rumah
Tangga, sehingga Proporsi rumah tangga bersanitasi layak di
Kabupaten Lombok Barat pada Tahun 2017 mencapai 71,8 %.
Dengan dibangunnya sanitasi layak memberikan akses air bersih
yang memadai bagi masyarakat. Peningkatan akses terhadap air
bersih, sanitasi dan perilaku hidup bersih akan menurunkan angka
kejadian diare dimasyarakat. Dampak lebih lanjut dari berkurangnya
angka kesakitan akibat diare adalah meningkatnya produktivitas
masyarakat.

d. Rasio Rumah Layak Huni

Pencapaian rasio rumah layak huni di Kabupaten Lombok Barat


disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

1. Pemerintah fokus pada penurunan angka kemiskinan, dimana


rumah merupakan indikator yang berpengaruh cukup besar,
sehingga alokasi anggaran untuk program rehabilitasi rumah tidak
layak huni juga meningkat.

2. Meningkatnya kondisi perekonomian secara keseluruhan


menyebabkan masyarakat mampu memperbaiki kondisi
perumahan secara swadaya menjadi rumah layak huni.

Permasalahan dalam pencapaian kinerja ini yaitu :

1. Jumlah bantuan/stimulan yang menyangkut pemenuhan


kebutuhan dasar masyarakat masih sangat kurang dibandingkan
dengan kondisi masyarakat yang pada umumnya dalam kategori
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 56
BAB III Laporan Kinerja 2017

kurang/tidak mampu untuk hidup layak.

2. Koordinasi pelaksanaan kegiatan antar lintas sektor masih perlu


ditingkatkan.

3. Belum optimalnya fungsi kelembagaan yang terbentuk dalam


masyarakat.

4. Adanya pemahaman bahwa setiap jenis bantuan dari pemerintah


adalah bantuan Cuma-Cuma dan tidak ada sanksi hukum yang
mengikat.

Beberapa upaya yang perlu dilakukan dalam upaya peningkatan


capaian kinerja ini, yaitu meningkatkan koordinasi secara intensif
terhadap pelaksanaan kegiatan,meningkatkan kontinuitas
komunikasi dan pembinaan terutama terhadap program kegiatan
yang pembiayaannya bersumber dari bantuan luar negeri, sehingga
dapat terealisasikannya bantuan langsung kepada masyarakat,
mengoptimalkan pencapaian sasaran secara prioritas dan
penyusunan rencana pembiayaan secara bertahap pada tahun
anggaran berikutnya.

Sasaran 4. Peningkatan Sektor Produksi Utama (Pertanian, Perikanan)


Tabel 3.6
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 4
Peningkatan Sektor Produksi Utama (Pertanian, Perikanan)
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase
Kontribusi Sektor
1 Pertanian & % - 20,73 100 20,83 20,92 100 21,03 99
Perikanan terhadap
PDRB
2 Skor PPH % 71,2 72,3 101 72,2 74,5 103 74,2 100
Rata-rata Capaian Kinerja 100 100 99

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 57


BAB III Laporan Kinerja 2017

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Peningkatan Sektor Produksi Utama (Pertanian, Perikanan)
keseluruhan mencapai target. Rata-rata capaian pada tahun 2017
sebesar 100%, capaiannya stabil jika dibandingkan dengan kinerja tahun
lalu.

a. Persentase Kontribusi Sektor Pertanian & Perikanan terhadap PDRB

Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 100%,


mencapai target dikarenakan :

- Adanya pembinaan kelompok masyarakat nelayan, pembudidaya,


pengolah dan pemasar.

- Terlaksananya penyuluhan perikanan dan program peningkatan


kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim kepada
masyarakat.

- Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan.

b. Skor PPH

Pola Pangan Harapan (PPH) menjadi salah satu indikator dalam


pencapaian ketahanan pangan.Dalam konteks tujuan penyediaan
pangan yang cukup dan bermutu bagi pemenuhan kebutuhan gizi
penduduk, Dengan PPH sebagai acuan diharapkan tercapai dua
tujuan utama yaitu untuk meningkatkan mutu gizi konsumsi pangan
dan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi pangan pada salah
satu jenis atau kelompok pangan.Melalui kedua tujuan utama
tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, diharapkan
pola konsumsi masyarakat dapat memberikan kontribusi pada
terwujudnya ketahanan pangan.

Secara umum di Kabupaten Lombok Barat defisit konsumsi pangan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 58


BAB III Laporan Kinerja 2017

umbi-umbian, pangan hewani serta sayur dan buah. Jika dalam


jangka panjang pola konsumsi seperti ini terjadi akan menyebabkan
kurangnya zat gizi mikro /yang disebut hidden hunger. Upaya yang
dilakukan dalam mengatasi permasalahan ini adalah peningkatan
produksi komoditas sayuran dan buah yang diarahkan pada pola
jenis buah dan sayuran yang berbasis sumberdaya lokal seperti
pisang, jeruk, pepaya serta sayuran hijau dan kacang-kacangan.
Selain itu, peningkatan pengetahuan gizi masyarakat perlu untuk
terus dilakukan.

Sasaran 5. Peningkatan Sektor Pariwisata


Tabel 3.7
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 5
Peningkatan Sektor Pariwisata
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase
Kontribusi Sektor
1 % - 16,31 100 16,36 18,1 110 16,46 109
Pariwisata
Terhadap PDRB
Rata-rata Capaian Kinerja 100 110 109

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Peningkatan Sektor Pariwisata mencapai target sebesar 110%,
capaiannya meningkat dibandingkan dengan kinerja tahun lalu sebesar
100% dan sudah melebihi target akhit tahun RPJMD.

Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 100%, mencapai
target dikarenakan :

- Intensifikasi Promosi Pariwisata Kabupaten Lombok


Barat baik Direct Promotion maupun melalui media-
media Promosi lainnya.
- Menata dan merevitalisasi Sarana dan Prasarana di

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 59


BAB III Laporan Kinerja 2017

Obyek-obyek wisata yang tersebar di Kabupaten Lombok


Barat untuk mendukung Daya Tarik Wisata dalam
rangka mewujudkan peningkatan jumlah kunjungan
Wisatawan.
- Pelaksanaan Promosi Pariwisata dengan mengadakan
Event-Event maupun Festival seperti Pesona Senggigi,
Lombok Barat Adventure, Festival Musik Kontemporer,
Festival Tari Daerah, even Mekaki marathon, festival
pesona Lombok Barat, Lebaran Topat dan Perang Topat,
dll.
- Promosi Parwisata melalui pameran di luar daerah yaitu
mengikuti Apkasi dan GWBN
- Membentuk desa-desa wisata

Sasaran 6. Peningkatan Sektor Investasi

Tabel 3.8
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 6
Peningkatan Sektor Investasi
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
1 Nilai Invenstasi
PMDN Rp. M 722 722 100 1010 1244 123 1278 97,3
PMA US (jt) 82.913 360.000 434 3.542 81.833 2310 110.357 74
Rata-rata Capaian Kinerja 267 1216 85,7

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Peningkatan Sektor Investasi mencapai target yaitu 1216%. Rata-rata
capaian kinerja sasaran pada tahun 2017 meningkat jika dibandingkan
dengan capaian kinerja tahun 2016 sebesar 267%.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 60


BAB III Laporan Kinerja 2017

Realisasi investasi pada tahun 2017 mencapai Rp. 1244 Milyar


untuk PMDN dan 81.833 mengalami peningkatan 100% dibandingkan
dengan tahun lalu. Adapun perinciannya dapat dilihat pada tabel di atas.

Permasalahan yang dihadapi dalam mencapai kinerja investasi baik


dalam negeri maupun asing yaitu Pemanfaatan TI dalam
penyelenggaraan layanan perizinan dan penanaman modal masih belum
optimal dimana layanan investasi dan perizinan masih dilakukan secara
manual dan website yang ada belum memuat informasi produk unggulan
daerah yang dapat diinvestasikan.Selain itu, penyelenggaraan pelayanan
penanaman modal dan pelayanan perizinan masih belum didukung
Standar Pelayanan yang jelas, terukur, transparan dan akuntabel serta
belum terbangunnya sistem dan prosedur penangan keluhan konsumen.
Berkenaan dengan itu, survei kepuasan masyarakat pun belum
dilakukan secara berkala oleh unit pelayanan.

Solusi Solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan


tersebut di atas sebagai berikut :

- Proses bisnis pada unit layanan perizinan dan penanaman modal


perlu ditata dan disempurnakan melalui simplifikasi proses kerja
yang masih rumit, eliminasi proses kerja yang tidak perlu,
menciptakan proses kerja yang belum ada, dan mengintegrasikan
proses kerja yang ada dengan TI;

Perlu dilakukan berbagai upaya yang lebih intens untuk


meningkatkan kegiatan inventasi seperti mengoptimalkan PATEN di
Kecamatan termasuk memberikan kemudahan penyederhaan perizinan
dan memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para investor dalam
merealisasikan inventasinya.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 61


BAB III Laporan Kinerja 2017

Sasaran 7. Peningkatan Sektor Industri, Perdagangan, UMKM


Tabel 3.9
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 7
Peningkatan Sektor Industri, Perdagangan, UMKM

Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase
Kontribusi Sektor
1 Industri dan % - 17,89 100 17,90 17,90 100 17,92 99
Perdagangan
Terhadap PDRB
Persentase
2 % - 37,25 100 37,5 43 114 38 113
koperasi sehat
Rata-rata Capaian Kinerja 100 107 106

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Peningkatan Sektor Industri, Perdagangan, UMKM mencapai target.
Rata-rata capaian kinerja sasaran pada tahun 2017 sebesar 107%
melebihi realisasi tahun lalu.

a. Persentase Kontribusi Sektor Industri dan Perdagangan Terhadap


PDRB
Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2107 sebesar 100%,
mencapai target dikarenakan :
- Memberikan fasilitas pengembangan industri, UMKM dan koperasi;
- Memperkuat modal UMKM dan peningkatan daya saing produk;
- Melaksanakan pemberdayaan klaster dan kawasan IKM;
- Memberikan sarana dan prasarana perdagangan;
- Gerakan Cintalah Produk Lokal.

b. Persentase koperasi sehat


Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 114%,
meskipun target kinerja dikatakan berhasil, namun tetap terdapat
permasalahan yang dihadapi sebagai berikut :

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 62


BAB III Laporan Kinerja 2017

1. Rendahnya manajerial SDM dan keterampilan teknis


2. Rendahnya pengetahuan dibidang produksi, manajemen usaha dan
kewirausahaan.
3. Rendahnya kualitas kelembagaan koperasi
4. Produk kurang berdaya saing
5. Nilai tambah produk rendah
6. Usaha cenderung tidak berkesinambungan
7. Kemampuan keuangan yang masih terbatas
8. Rendahnya akses informasi dan penguasaan teknologi
9. Legalitas formal yang belum memadai
10. Keterbatasan akses terhadap sumber pembiayaan dan kredit
perbankan.
11. Mengadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2017
merupakan tantangan bagi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
dalam persaingan produk.
12. Era global yang semakin menuntut profesionalisme SDM dan
penanganan manajemen yang efektif, efisien dan berkualitas standar
internasional bagi industri kecil dan menengah dan tuntutan
globalisasi semakin membuka pasar dalam negeri terhadap tingkat
persaingan yang semakin tajam untuk produk sejenis.
13. Terbukanya peluang usaha dagang berskala besar dan modern
yang berdekatan dengan pasar tradisional.
14. Rendahnya kemampuan pengelola koperasi dan usaha kecil
menengah dalam menghasilkan produk berorientasi ekspor.

Beberapa solusi yang diperlukan sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas SDM dan kewirausahaan UKM dan


Koperasi.

2. Peningkatan kemampuan / keterampilan bagi UKM dan Koperasi

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 63


BAB III Laporan Kinerja 2017

melalui diklat dan magang.

3. Meningkatkan akses dan transfer teknologi bagi UKM dan


pengembangan UKM yang inovatif dan meningkatkan kualitas dan
standar produk UKM.

4. Perlu adanya kemitraan usaha antara koperasi dan pengrajin


dengan pengusaha.

5. Pengembangan usaha yang berbasis pada potensi dan sumberdaya


yang dimiliki.

6. Pembinaan kegiatan ekonomi yang berorientasi ekspor dan


memperkuat jaringan pemasaran melalui upaya promosi dan
penyebaran informasi yang berkesinambungan.

7. Peningkatan koordinasi secara terpadu baik mengenai permodalan


maupun pengamanan dan pengadaan bahan baku bagi sentra
produk kerajinan.

8. Pemberian bantuan sarana dan prasarana terhadap usaha-usaha


yang strategis dan memberdayakan usaha ekonomi rakyat dengan
mengembangkan Koperasi dan UKM.

Sasaran 8. Peningkatan Kesempatan Kerja


Tabel 3.10
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 8
Peningkatan Kesempatan Kerja
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Tingkat
1 pengangguran % 3,75 3,35 110 3,7 3,28 111 3,20 97,5
terbuka
Rata-rata Capaian Kinerja 110 111 97,5

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 64
BAB III Laporan Kinerja 2017

Peningkatan Kesempatan Kerja mencapai target. Rata-rata capaian


kinerja sasaran pada tahun 2017 meningkat 1% jika dibandingkan
dengan capaian kinerja tahun 2016 sebesar 110%.

Angka pengangguran terbuka mencapai titik terendah yaitu


3,28% (10.749 org) Tahun 2017 , turun 0,91% (1.453 org)
dari 4,19% (12.202 org) Tahun 2014. Pengangguran Terbuka Lombok
Barat menempati urutan ke-5 setelah Bima, KLU, Dompu dan
Lombok Tengah. Pengangguran terbuka Lombok Barat (3,28%) berada
di bawah NTB (3,32%) dan Nasional (5,50%). Sektor informal
menyumbang 58,97% serapan tenaga kerja.
Grafik 3.1
Pengangguran Terbuka Lombok Barat 2009-2017

Turun 1.453 org,


atau 0,91%

Realisasi indikator ini tercapai dikarenakan :

- Pemberian pelatihan keterampilan kepada penduduk usia kerja

- Mengadakan Job Fair setiap tahun.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 65


BAB III Laporan Kinerja 2017

Sasaran 9. Terwujudnya Pelayanan Sistem Pemerintahan Yang Bermutu


Tabel 3.11
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 9
Terwujudnya Pelayanan Sistem Pemerintahan Yang Bermutu
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Nilai AKIP Katego
1 C CC 100 CC CC 100 BB 85
Kabupaten ri nilai
Indeks Kepuasan
2 % - 70,83 100 73 87,71 120 78 112
Masyarakat
Rata-rata Capaian Kinerja 100 110 98

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja


sasaran Terwujudnya Pelayanan Sistem Pemerintahan Yang
Bermutu capaiannya melebihi target. Rata-rata capaian kinerja
sasaran pada tahun 2017 meningkat 10% jika dibandingkan dengan
capaian kinerja tahun 2016 sebesar 100%.

a. Nilai AKIP Kabupaten

Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 100%,


mencapai target dikarenakan :
1. Melakukan review terhadap dokumen perencanaan, baik dari sisi
substansi sasaran dan indikator kinerjanya;

2. Konversi program (program yang tidak sesuai/tidak tepat


sasaran dihapus);

3. Mereview Indikator Kinerja Utama (IKU) dan memperbaiki


kualitas penyusunan LAKIP;

4. Memperbaiki kualitas hasil evaluasi internal AKIP;

5. Membangun Aplikasi SAKIP;

6. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang


akuntabilitas dan manajemen kinerja.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 66


BAB III Laporan Kinerja 2017

b. Indeks Kepuasan Masyarakat

Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2107 sebesar 120%, untuk
meningkatkan keberhasilan capaian indikator sasaran diperlukan
adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat antara lain :
- Peningkatan kualitas perilaku dan keprofesionalan aparatur
pemerintah;
- Peningkatan fasilitas yang menunjang kualitas pelayanan publik
- Menyederhanakan pelayanan yang berbelit-belit.

Sasaran 10. Terwujudnya Pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan


dan bebas Korupsi

Tabel 3.12
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 10
Terwujudnya Pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan dan
bebas Korupsi
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Opini BPK Atas
1 OPINI - WTP 100 WTP WTP 100 TP 100
LKPD
Rata-rata Capaian Kinerja 100 100 100

Dari table di atas dapat diketahui bahwa 4 indikator kinerja


Terwujudnya Pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan dan
bebas Korupsi mencapai target. Capaian kinerja sasaran pada tahun
2017 masih sama jika dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja
pada tahun 2016 sebesar 100 %.

Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 100%,


mencapai target dikarenakan :

1. Peningkatan sumber daya manusia di bidang keuangan,


pengembangan aplikasi pendukung laporan keuangan dan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 67


BAB III Laporan Kinerja 2017

mempercepat penyelesaian atas pemeriksaan BPK tahun


sebelumnya;
2. Meningkatkan koordinasi internal di Lingkungan Pemda Lombok
Barat maupun eksternal kepada BPKP Perwakilan NTB untuk proses
pendampingan selama pemeriksaan;
3. Peningkatan peran APIP untuk meningkatkan kinerja SPIP;
4. Pencegahan temuan berulang;
5. Deteksi dini yang berpotensi menjadi temuan.

Sasaran 11. Meningkatnya ketertiban dan kenyamanan masyarakat

Tabel 3.13
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 11
Terwujudnya Masyarakat Sadar Lingkungan
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase konflik
1 sara yang % 100 100 100 100 100 100 100 100
tertangani
2 Penanganan PMKS % 9,74 43,79 449 9,83 20,19 205 10,01 201
Persentase
3
Penegakan Perda
% 94,1 82,35 95,5 95,5 100 104 100 100
Rata-rata Capaian Kinerja 212 136 410

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Meningkatnya ketertiban dan kenyamanan masyarakat mencapai
melebihi target. Rata-rata capaian kinerja tahun 2017 sebesar 136%
mengalami penuruna jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar
212% namun mencapai target dan dikategorikan sangat baik.

a. Persentase konflik sara yang tertangani

Pencapaian kinerja ini tidak terlepas dari beberapa factor yang


mempengaruhinya, diantaranya yaitu :
1. Terbentuknya forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) baik
ditingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 68
BAB III Laporan Kinerja 2017

2. Meningkatnya peran forum kerukunan umat beragama (FKUB).


3. Meningkatnya peran petugas khusus kecamatan (PETSUS) dan tim
terpadu keamanan konflik social.
4. Meningkatnya koordinasi Toga, Toma, Ormas dan Pondok
pesantren di Kabupaten Lombok Barat
5. Meningkatnya koordinasi pimpinan daerah melalui forum
komunikasi pimpinan daerah (FORKOMPINDA) secara berkala.

b. Penanganan PMKS

Dinas Sosial sebagai OPD penanggung jawab indikator ini telah


melakukan pembinaan melalui pendampingan yang aktif sehingga
PMKS mempunyai motivasi tinggi untuk mengembangkan bantuan
yang telah diberikan sehingga bisa memecahkan problem
kesejahteraan sosial, disamping itu, bidang yang terkait dalam
bantuan yang diserahkan kepada masyarakat bisa diajak
berkonsultasi oleh penerima bantuan yang telah diserahkan dengan
memberikan masukan positif berupa pengetahuan dan pengalaman
sehingga bantuan tersebut dapat berkembang.
Adapun program kegiatan yang dilakukan untuk mencapai target
yaitu :

1. Pembinaan keluarga fakir miskin


2. Pembinaan anak nakal
3. Pembinaan eks korban bencana
4. Pembinaan eks pekerja migran
5. Pembinaan eks korban tindak kekerasan
6. Pembinaan penyandang cacat
7. Pembinaan eks narapidana

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 69


BAB III Laporan Kinerja 2017

c. Persentase Penegakan Perda

Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 100%,


mencapai target dikarenakan :

- Pemahaman masyarakat terhadap peraturan mulai meningkat


karena intensitas penyuluhan kepada masyarakat tentang
peraturan yang berlaku sudah terlaksana.
- Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang melibatkan
instansi/dinas terkait sebagai upaya peningkatan SDM bagi
anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Barat.

Sasaran 12. Meningkatnya nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal

Tabel 3.14
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 12
Meningkatnya nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase cagar
1 budaya dalam - 52,54 100 62,71 63,93 101 66,10 96,7
kondisi baik
Rata-rata Capaian Kinerja 100 101 96,7

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Meningkatnya nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal mencapai
target. Rata-rata capaian kinerja tahun 2017 sebesar 101%
meningkat dari rata-rata capaian tahun lalu sebesar 100% dan tetap
dalam kategori sangat baik.

Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 mencapai target


dikarenakan :

- Melaksanakan perlindungan terhadap situs dan cagar budaya


ada di Kabupaten Lombok Barat
- Mendorong upaya pelestarian terhadapap situs dan cagar

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 70


BAB III Laporan Kinerja 2017

budaya yang sudah terdaftar


- Menetapkan status kawasan cagar budaya yang belum jelas

Sasaran 13. Terwujudnya Kualitas Lingkungan Hidup

Tabel 3.2.13
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 13
Terwujudnya Kualitas Lingkungan Hidup
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Persentase
1 Konservasi Sumber % 14,85 14,85 100 19,80 25,76 130 39,6 65
Mata Air
Persentase
2
Kualitas Air Sungai
% 90,91 70 77 70 72,73 103 70 104

Persentase
3 Pengelolaan % 10 49,42 60 60 60,79 101 60 101
Sampah
Persentase
4
Kesesuaian RTRW
% 89 89 100 91 91,29 100 95 96
Rata-rata Capaian Kinerja 60 109 92

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 4 indikator kinerja


sasaran Terwujudnya Kualitas Lingkungan Hidup keseluruhan
mencapai target. Rata-rata capaian kinerja tahun 2017 sebesar
109% meningkat drastis dari rata-rata capaian tahun lalu sebesar
60%.

a. Persentase Konservasi Sumber Mata Air


Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 130%,
mencapai target dikarenakan :

- Jumlah anggaran penanganan PERMATA dari dana DAU cukup


dibandingkan dengan tahun lalu.
- Adanya survey data mata air dan kebutuhan jenis penanganan
PERMATA yang diperlukan dilokasi tersebut.
- Memberikan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 71


BAB III Laporan Kinerja 2017

perlindungan mata air.

b. Persentase Kualitas Air Sungai


Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 103%,
mencapai target dikarenakan :

1. Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan


penegakan Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. Melakukan evaluasi terhadap tugas fungsi SKPD yang manangani
Lingkungan Hidup agar tidak terjadi tumpang tindih tupoksi yang
berdampak pada tidak optimalnya penyelenggaraan perlindungan
lingkungan hidup di Kabupaten Lombok Barat.
3. mengefektifkan penanganan pencemaran sungai melalui prosedur
kerja yang lebih jelas, terukur transparan dan akuntabel.
4. Meningkatkan kuantitas dan kapasitas tenaga analis pada
laboratorium Lingkungan Hidup, dan peralatan Laboratorium
lingkungan yang memadai.
5. Melakukan pengawasan terhadap Usaha/Kegiatan yang berpotensi
pencemaran air.
6. Melakukan rencana tindak lanjut Hasil pengawasan dan
pemantauan terhadap pencemaran sungai.

c. Persentase Pengelolaan Sampah


Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 101%,
meskipun capaian kinerja ini mencapai target tetapi terdapat
beberapa kendala dalam pelaksanaannya antara lain:

a. Tingkat kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah


dengan konsep 3R masih rendah hal ini bisa dilihat dari belum
adanya pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat
rumahtangga.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 72


BAB III Laporan Kinerja 2017

b. Masih minimnya jumlah Rumah sampah atau Bank Sampah di


Kabupaten Lombok Barat dimana idealnya terdapat 2 Bank
Sampah ditiap-tiap kecamatan.
c. Produksi sampah yang cukup tinggi baik yang bersumber dari
pasar maupun rumah tangga.
d. Belum adanya kerjasama dengan pihak swasta dalam
pengelolaan sampah melalu Bank sampah yang bisa menyerap
tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Solusi :

a. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan sampah


ke Masyarakat.
b. Mendorong masyarakat untuk pembentukan Kelompok
masyarakat yang bisa mengelola Bank sampah.
c. Pembangunan Rumah Pengolah sampah di tiap Kecamatan dan
pengadaan tong sampah 3R untuk sekolah-sekolah Adiwiyata.
d. Pembangunan Bak sampah di lokasi pasar dan pengadaan
kontainer sampah untuk mendukung program pengelolaan
persampahan.

d. Persentase Kesesuaian RTRW


Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 sebesar 100%,
Keberhasilan pencapaian indikator ini didukung dengan sudah
terbentuknya BKPRD Kabupaten, dan sudah bekerja secara optimal.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 73


BAB III Laporan Kinerja 2017

Sasaran 14. Meningkatnya kualitas pendidikan

Tabel 3.16
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 14
Meningkatnya kualitas pendidikan
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Harapan Lama
1 tahun - 12,8 100 12,7 12,8 100 12,8 100
Sekolah
Angka Rata-rata
2 tahun 6,24 5,93 95 6,31 5.93 93 6,45 91,9
Lama Sekolah
3 Angka Kelulusan
- SD % - 100 100 100 100 100 100 100
- SMP % - 100 100 100 100 100 100 100
Rata-rata Capaian Kinerja 98,7 98,6 97,9

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 3 indikator kinerja


sasaran Meningkatnya kualitas pendidikan keseluruhan mencapai
target. Rata-rata capaian kinerja tahun 2017 sebesar 98,7%
meningkat dari rata-rata capaian tahun lalu sebesar 97,9%, namun
masih dalam termasuk dalam kategori sangat baik.

a. Harapan Lama Sekolah

Perhitungan IPM yang mengalami perubahan Pada Tahun 2015


merubah Indikator Kinerja Utama Yaitu Angka Melek Huruf yang
dianggap perhitungan UNDP melek Huruf Sudah tidak relevan
menjadi salah Satu Indikator Perhitungan IPM sehingga perubahan
tersebut disesuaikan dengan Indikator Kinerja Pada Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat pada tahun
2017 yaitu diganti menjadi Indikator Harapan Lama Sekolah,
Indikator tersebut mencerminkan Harapan dan kemampuan
Masyarakat dalam mencapai tingkat pendidikan, Pada Tahun 2017
Harapan Lama Sekolah Kabupaten Lombok Barat mencapai Angka
12,80 artinya Masyarakat atau penduduk Lombok Barat dapat
mencapai jenjang pendidikan Tamat Sekolah Menengah Atas atau

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 74


BAB III Laporan Kinerja 2017

sudah duduk pada Perguruan Tinggi Semester I ketercapain


indikator tersebut dilihat dari faktor jumlah sarana prasarana
pendidikan yang telah dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Lombok
Barat serta Pendidikan yang dikelola oleh Swasta.

b. Angka Rata-rata Lama Sekolah

Rata-rata lama sekolah (mean years school) merupakan indicator


untuk melihat kualitas penduduk dalam hal mengenyam pendidikan
formal. Rata-rata lama sekolah adalah jumlah tahun belajar
penduduk usia 25 tahun ke atas yang telah diselesaikan dalam
pendidikan formal (tidak termasuk tahun yang mengulang).
Perhitungan Rata- rata Lama Sekolah dibutuhkan informasi: a.
Partsipasi sekolah b. Jenjang dan jenis pendidikan yang
pernah/sedang diduduki c. Ijasah tertinggi yang dimiliki d.
Tingkat/kelas tertinggi yang pernah/sedang diduduki.

Tingginya angka Rata-rata Lama Sekolah (MYS) menunjukkan


jenjang pendidikan yang pernah/sedang diduduki oleh seseorang.
Semakin tinggi angka MYS maka semakin lama/tinggi jenjang
pendidikan yang ditamatkannya. Target rata-rata lama sekolah yang
ditetapkan di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2017 yaitu 6,31
tahun, dengan capaian sebesar 5,93 tahun (93,98%). Masih terdapat
selisih 0,38 tahun dari target yang ditetapkan. Angka tersebut juga
masih jauh dari angka rata- rata lama sekolah di Provinsi Nusa
Tenggara Barat yaitu 6,79 tahun (2017) atau setara dengan kelas VII
SLTP, dan masih jauh dari target yang ditetapkan United Nation
Development Program (UNDP) yaitu 15 tahun.

Masih rendahnya angka rata-rata lama sekolah di Lombok Barat dan


NTB disebabkan banyaknya penduduk di atas umur 25 tahun yang

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 75


BAB III Laporan Kinerja 2017

hanya mengenyam pendidikan di sekolah dasar. Berdasarkan survei


yang dilakukan BPS, penduduk di atas usia 25 tahun juga banyak
yang tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolahan. “Ini
disebabkan banyaknya masyarakat di masa lampau yang tidak
melanjutkan sekolah, bahkan banyak ditemukan yang tidak pernah
sekolah. Kalau putus sekolah masih mending, ini ndak pernah
sekolah dan itu banyak,”.

Angka rata-rata lama sekolah sebesar 5,93 yang dicapai Lombok


Barat menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Lombok Barat yang
telah menempuh pendidikan selama 5,93 tahun atau hampir
menamatkan kelas VI Sekolah Dasar pada tahun 2017. Hal ini
menjadi salah satu persoalan dan tantangan yang mempengaruhi
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lombok Barat. Terlebih, rata -
rata lama sekolah menjadi salah satu dimensi dasar dari 4
komponen dalam perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
yaitu: Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Angka Rerata
Lama Sekolah serta Pengeluaran per Kapita. Selanjutnya IPM
digunakan untuk mengklasifikasikan apakah Kabupaten Lombok
Barat adalah kabupaten yang maju, berkembang atau terbelakang
dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi
terhadap kualitas hidup di Kabupaten Lombok Barat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat sebagai


penanggungjawab harus dapat memastikan perannya yang tepat
sebagai fokus pembiayaannya . Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah memberi kesempatan bagi penduduk di atas 25 tahun
tersebut, untuk mengambil paket A, B dan C. Selain terus
mengupayakan berbagai cara baik dengan mengajarkan pendidikan
dasar seperti membaca dan menulis. “Kabupaten Lombok Barat

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 76


BAB III Laporan Kinerja 2017

tidak boleh menyerah, harus diupayakan baik dengan mengambil


paket A,B,C maupun diajarkan cara membaca dan menulis”.

c. Angka Kelulusan

*Angka Kelulusan Jenjang SD

Berdasarkan Penetapan target Indikator Kinerja Tahun 2017 untuk


capaian kinerja Angka Lulusan Jenjang SD di targetkan sebesar 100
% dari hasil capaian indikator kinerja angka lulusan SD mencapai
100 % telah mencapai Target yang ditetapkan. Untuk meningkatkan
mutu lulusan SD Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
melaksanakan Program Peningkatan Mutu Pendidika dan Tenaga
Kependidikan (pelatihan –pelatihan peningkatan kompetensi Guru
SD) .

*Angka Kelulusan Jenjang SD

Berdasarkan Penetapan target Indikator Kinerja Tahun 2017 untuk


capaian kinerja Angka Lulusan Jenjang SMP di targetkan sebesar 100
% dari hasil capaian indikator kinerja angka lulusan SD mencapai
100 % telah mencapai Target yang ditetapkan. Untuk meningkatkan
mutu lulusan SMP Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
melaksanakan Program Peningkatan Mutu Pendidika dan Tenaga
Kependidikan (pelatihan –pelatihan peningkatan kompetensi Guru
SMP), Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di
beberapa SMP.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 77


BAB III Laporan Kinerja 2017

Sasaran 15. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

Tabel 3.17
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 15
Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Angka Harapan Tahu
1
Hidup n
65,1 65,44 139 65,20 65,44 100 65,44 100
Per10
Angka Kematian
2
Ibu
0K 60,02 36,25 156 75,80 32,00 157 35 108
KH
Angka Kematian Per1K
3
Bayi KH
6,3 2,75 100 6,73 2,00 170 2,5 120
Prevalensi Balita 0,05 198
4
Gizi Buruk
% - 3,31 100 3,21 3 198
Rata-rata Capaian Kinerja 124 626 131

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 4 indikator kinerja


sasaran Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat keseluruhan
mencapai target. Rata-rata capaian kinerja tahun 2017 sebesar
124,84% mengalami peningkatan dari rata-rata capaian tahun lalu
sebesar 626%.
Realisasi indikator sasaran ini pada tahun 2017 mencapai target
dikarenakan :
- Adanya peningkatan kualitas pemeratan sumber daya
kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan seperti
pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana prasarana
kesehatan.
- Setiap sarana pelayanan kesehatan tersedia cukup obat dan
peralatan kesehatan
- Semua ketersediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
memenuhi syarat
- Rumah sakit, puskesmas, dan jaringannya memenhui standar
mutu.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 78


BAB III Laporan Kinerja 2017

- Setiap sarana pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas,


dan jaringannya memenuhi standar mutu.
- Setiap bayi, anak, ibu hamil dan kelompok masyarakat risiko
tinggi terlindungi dari penyakit.
- Upaya sosialiasasi kepada masyarakat agar selalu berperilaku
hidup bersih dan sehat serta keluarga sadar gizi
- Setiap kejadian termasuk KLB (Kejadian Luar Biasa) dilaporkan
secara cepat dan tepat.

Sasaran 16. Meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan

Tabel 3.18
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 16
Meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan
Target
Tahun 2015 Tahun 2016 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
Indeks
Indek 90,23 100
1 Pembangunan
s
- 90 100 90 90,23 100
Gender (IPG)
Rata-rata Capaian Kinerja 100 100 100

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja


sasaran Meningkatnya partisipasi perempuan dalam
pembangunan mencapai target. Capaian kinerja tahun 2017
sebesar 100% bahkan sudah mencapai target akhit tahun
RPJMD. Indikator ini mencapai target dikarenakan :
meningkatnya partisipasi perempuan dalam legilatif dan
keterlibatan perempuan dalam proses perencanaan
pembangunan daerah.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 79


BAB III Laporan Kinerja 2017

Sasaran 17. Terpenuhinya kebutuhan hidup minimum masyarakat

Tabel 3.19
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 17
Terpenuhinya kebutuhan hidup minimum masyarakat
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
1 Angka Kemiskinan % 15,38 16,73 91 16,5 16,46 100 15,9 96
Rata-rata Capaian Kinerja 91 100 96

Dari tabel di atas dapat diketahui indikator kinerja sasaran


Terpenuhinya kebutuhan hidup minimum masyarakat mencapai
target. Capaian kinerja tahun 2017 sebesar 100% mengalami
peningkatan dari capaian tahun lalu sebesar 91%.

Grafik 3.2
Angka kemiskinan Kab. Lombok Barat 2011-2016

Turun
2.450 org
atau 0,65%

Sumber BPS Lombok Barat 2017

Dari Grafik di atas dapat dilihat bahwa Angka Kemiskinan turun


0,65% dari 17,38% tahun 2015 menjadi 16,73% tahun 2016. Indeks
Kedalaman Kemiskinan turun menjadi 3,11 dan Indeks Keparahan
Kemiskinan turun menjadi 0,89.

Tidak kurang Rp.177 M dialokasikan untuk penanggulangan

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 80


BAB III Laporan Kinerja 2017

kemiskinan setiap tahun meliputi kegiatan: Dikdas 9 th, pelayanan


kesehatn dan gizi, pembangunan jalan dan jembatan, perbaikan
infrastruktur perdesaan, rehab rumah tidak layak huni, sanitasi
perumahan, bantuan modal usaha, pemberdayaan masyarakat
pesisir, pengembangan destinasi wisata/desa wisata, pembinaan PKL
dan IKM serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang
bersumber dari DD dan ADD (Rp.128,5 M). Disamping itu ju ga telah
diinisiasi 3 Perbup tentang Produk Lokal, P3 Garam Beryodium dan
Pembangunan Kawasan Perdesaan. Lebih dari 50% Rumah Tangga
Miskin tidak tamat SD dan sebesar 51,7% bekerja pada sektor
pertanian dengan upah yang rendah.

Sasaran 18. Pemerataan distribusi pendapatan

Tabel 3.20
Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 15
Pemerataan distribusi pendapatan
Target
Tahun 2016 Tahun 2017 Akhir
Indikator Kinerja Satuan % % %
Tahun
Target Realiasi Target Realisasi RPJMD
1 Indeks Gini - 0,273 100 0,273 0,27 101 0,273 100
Rata-rata Capaian Kinerja 100 101 100

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa indikator kinerja sasaran


Pemerataan distribusi pendapatan mencapai target. Capaian kinerja
tahun 2017 sebesar 101% termasuk dalam kategori sangat baik.
Capaian indikator ini berhasil dikarenakan keseriusan Pemda dalam
upaya mensejahterakan masyarakatnya. Ketimpangan pendapatan
antara di kaya dan si miskin, kota dan desa hampir tidak terjadi,
Gini Ratio Index Lombok Barat sebesar 0,273 terendah di NTB (lihat
grafik 3.1).

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 81


BAB III Laporan Kinerja 2017

Grafik 3.1
Gini Ratio Kabupaten Lombok Barat 2011- 2015 dan
Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sumber BPS Lombok Barat 2017

Perkembangan Indeks Gini Kabupaten Lombok Barat dari


Tahun 2011-2015 menunjukkan perkembangan yang cukup
baik dan selalu berada dibawah indeks Gini Provinsi NTB. Hal
ini berarti pemerataan distribusi pendapatan masyarakat Kab.
Lombok Barat lebih merata dibanding Provinsi NTB, dan
dengan kriteria kesenjangan rendah. Ketimpangan yang
rendah disebabkan kemampuan daerah dalam menjaga
stabilitas harga, distribusi barang dan peningkatan
kemampuan daya beli masyarakat.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 82


BAB III Laporan Kinerja 2017

3.3. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Target pendapatan daerah Kabupaten Lombok Barat pada


anggaran perubahan tahun 2017 adalah sebesar Rp.
1,757,211,201,824.83 dan dapat terealisasi sebesar Rp.
1,699,563,721,341.95 atau 96,72%. Rincian target dan realisasi
pendapatan daerah tahun 2017 dapat di lihat pada tabel 3.21 sebagai
berikut :

Tabel 3.21
Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat
Tahun 2017

Target Setelah Realisasi


No URAIAN
Perubahan (Rp) Rp %
1 2 3 4 5
1,757,211,201,824.8 1,699,563,721,341.9
1 PENDAPATAN DAERAH 96.72
3 5
PENDAPATAN ASLI
1.1. 326,120,523,135.83 290,992,965,938.95 89.23
DAERAH
1.1.1. Hasil Pajak Daerah 122,224,020,355.00 102,397,376,616.84 83.78
1.1.2. Hasil Retribusi Daerah 17,775,908,782.00 15,588,952,943.47 87.70
Hasil Pengelolaan
101.7
1.1.3. Kekayaan Daerah yang 11,975,411,152.60 12,179,008,437.72
0
Dipisahkan
Lain-lain
1.1.4. 174,145,182,846.23 160,827,627,940.92 92.35
Pendapatan Asli
Daerah yang Sah
1,149,274,093,649.0 1,139,364,531,692.0
1.2. DANA PERIMBANGAN 99.14
0 0
Bagi Hasil Pajak/Bagi 128.6
1.2.1. 52,979,434,649.00 68,144,069,990.00
Hasil Bukan Pajak 2
100.0
1.2.2. Dana Alokasi Umum 770,958,922,000.00 770,958,922,000.00
0
1.2.3. Dana Alokasi Khusus 325,335,737,000.00 300,261,539,702.00 92.29
LAIN-LAIN PENDAPATAN
1.3. DAERAH 281,816,585,040.00 269,206,223,711.00 95.53
YANG SAH
103.5
1.3.1 Pendapatan Hibah 39,759,760,800.00 41,170,721,232.00
5
Dana Bagi Hasil Pajak
1.3.3. 79,485,375,240.00 65,464,053,479.00 82.36
dari Provinsi dan
Sumber : BPKAD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2018 .(un-Audit).

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 83


BAB III Laporan Kinerja 2017

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa rata-rata realisasi


komponen pendapatan daerah mencapai 96,72%. Realisasi Pendapatan
Asli Daerah (PAD) tahun 2017 hanya mencapai Rp. 290,992,965,938.95
atau 89,23% dari target yang ditetapkan, sementara komponen Dana
Perimbangan pada tahun 2017 realisasinya sebesar Rp.
1,139,364,531,692.00 atau mencapai 99,14% dari target yang
direncanakan, dan komponen Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah
terealisasi sebesar Rp. 269,206,223,711.00 atau mencapai 95,53%.
Rendahnya realisasi komponen PAD disebabkan adanya realisasi yang
rendah pada sub komponen pembentuk PAD yakni Hasil Pajak Daerah
yang capaiannya hanya sebesar 83,78%.
Sementara itu kontribusi komponen-komponen Pendapatan
Daerah terhadap pendapatan daerah sendiri didominasi oleh komponen
Dana Perimbangan yakni sebesar 99,14%, hal ini disebabkan tingginya
realisasi sub komponen pembentuk Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil
Bukan Pajak yang mencapai 128,62% dan Dana Alokasi Umum yang
mencapai 100%, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan atau
kemandirian daerah masih tergantung dari dana Pusat atau Propinsi.

Adapun rincian realisasi anggaran pendapatan belanja daerah


Kabupaten Lombok Barat 2017 dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 84


BAB IV Laporan Kinerja 2017

BAB IV
PENUTUP

Sebagai penutup dari Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten


Lombok Barat Tahun 2017, berdasarkan hasil pengukuran kinerja pada
Bab III dapat disimpulkan bahwa secara umum Pemerintah Kabupaten
Lombok Barat telah memperlihatkan pencapaian kinerja yang signifikan
atas sasaran-sasaran strategisnya. Hasil analisis pencapaian terhadap 18
sasaran Indikator Kinerja Utama (IKU) Daerah dapat diketahui
keseluruhanya masuk dalam kategori Sangat Baik. Pencapaian indikator
sasaran strategis pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017
sebagaimana tabel berikut :

Tabel 4.1
Pencapaian Kinerja Sasaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
Tahun 2017
RATA-RATA
NO SASARAN STRATEGIS CAPAIAN KINERJA KATEGORI KET
(%)
Sangat Baik
1 Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Daerah 116
(SB)
100 Sangat Baik
2 Terwujudnya konektifitas wilayah
(SB)
Meningkatnya kualitas infrastruktur 103 Sangat Baik
3
pelayanan dasar (SB)
Peningkatan Sektor Produksi Utama Sangat Baik
4 101
(Pertanian, Perikanan) (SB)
Sangat Baik
5 Peningkatan Sektor Pariwisata 110
(SB)
6 Peningkatan Sektor Investasi 1216 Baik (B)
Peningkatan Sektor Industri, Perdagangan, Sangat Baik
7 107
UMKM (SB)
8 Peningkatan Kesempatan Kerja 111 Baik (B)
Terwujudnya Pelayanan Sistem Sangat Baik
9 110
Pemerintahan Yang Bermutu (SB)
Terwujudnya Pemerintahan yang bersih, Sangat Baik
10 100
akuntabel, transparan dan bebas Korupsi (SB)
Meningkatnya ketertiban dan kenyamanan Sangat Baik
11 136
masyarakat (SB)
Meningkatnya nilai-nilai seni budaya dan Sangat Baik
12 101
kearifan lokal (SB)
13 Terwujudnya Kualitas Lingkungan Hidup 109 Sangat Baik

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 85


BAB IV Laporan Kinerja 2017

RATA-RATA
NO SASARAN STRATEGIS CAPAIAN KINERJA KATEGORI KET
(%)
(SB)
Sangat Baik
14 Meningkatnya kualitas pendidika 98
(SB)
Sangat Baik
15 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat 156
(SB)
Meningkatnya partisipasi perempuan dalam Sangat Baik
16 100
pembangunan (SB)
Terpenuhinya kebutuhan hidup minimum Sangat Baik
17 100
masyarakat (SB)
Sangat Baik
18 Pemerataan distribusi pendapatan 100
(SB)

Dari 18 sasaran dengan 35 indikator kinerja yang ada, dapat


disimpulkan bahwa rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 100%
atau bermakna Sangat Baik. Meskipun demikian, masih ada beberapa
tantangan Kabupaten Lombok Barat dalam rangka meningkatkan kinerja
daerah antara lain :

1. KAPASITAS SDM MASIH TERBATAS, angka RLS masih rendah


sangat dipengaruhi oleh SDM, baik yang berasal dari orang tua
selaku masyarakat, maupun dari unsur pemerintah selaku
pengambil kebijakan , dan tenaga pendidik dan kependidikan .

2. KAPASITAS FISKAL DAERAH TERBATAS, terbatasnya kapasitas


Fiskal daerah dilihat dari persentase PAD yang hanya 14% dari
Total Pendapatan, sangat membatasi ruang gerak Pemerintah
Daerah dalam mengintervensi program sehingga berpengaruh
pada kualitas pelayanan publik yang dilakukan pemerintah.

3. TINGGINYA ANGKA KEMISKINAN, semakin lama penurunan


angka kemiskinan semakin melambat, hal ini dipengaruhi oleh
ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, kepatuhan masyarakat
terhadap aturan masih rendah, dan kesadaran untuk menghormati
hak-hak orang miskin sangat terbatas.

Adapun solusi yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah


terhadap permasalahan tersebut di atas adalah :

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 86


BAB IV Laporan Kinerja 2017

1. PENINGKATAN KAPASITAS SDM, untuk masyarakat dapat


dilakukan dengan mengintervensi program Kejar Paket A dengan
syarat Usia 25+ tahun, sedangkan untuk aparatur dengan
mengikuti Diklat baik Formal maupun informal, Bimbingan teknis
maupun Pelatihan di kalangan sendiri.

2. PENINGKATAN KAPASITAS FISKAL DAERAH, bukan saja


dilakukan melalui peningkatan PAD, tetapi yg lebih penting
bagaimana upaya kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan
publik, sehingga investasi meningkat, lapangan pekerjaan
meningkat, yang berpengaruh pada peningkatan pendapatan.

3. PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN, dilakukan


dengan upaya memperbaiki kualitas data (VeriVal Data),
penyusunan regulasi agar program pemerintah hanya dapat
diakses oleh masyarakat yang masuk dalam data BDT.

Dalam tahun anggaran 2017, untuk pencapaian 18 sasaran


strategis dan 35 indikator kinerja utama pada RPJMD Kabupaten
Lombok Barat 2014-2019, telah dianggarkan melalui APBD Tahun 2017
sebesar Rp. 1,757,211,201,824.83 dengan realisasi sebesar
1,699,563,721,341.95 atau 96,72%.

Dalam upaya meningkatkan sistem akuntabilitas kinerja pada


tahun-tahun berikutnya, maka perlu dilakukan beberapa perbaikan
yaitu terkait dengan perumusan indikator kinerja daerah, maupun
indikator kinerja utama pada tiap-tiap OPD agar dapat lebih spesifik,
terukur, dapat dicapai, berdasarkan kondisi senyatanya yang dihadapi,
dan memiliki jangka waktu dalam pencapaiannya. Berkaitan dengan
penggunaan sumberdaya (anggaran) dalam mencapai target yang
ditetapkan, perlu dilakukan analisis standar kebutuhan anggaran
terhadap target yang ingin dicapai agar target yang ditetapkan tidak
terlalu tinggi atau rendah.

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 87


BAB IV Laporan Kinerja 2017

Semoga Laporan akuntabilitas kinerja Pemerintah kabupaten


Lombok Barat ini dapat dijadikan bahan evaluasi dalam perencanaan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Lombok
Barat, untuk mewujudkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat
yang lebih baik. Jika terdapat indicator sasaran yang belum memenuhi
target yang ditetapkan, kami akui semata-mata merupakan kelemahan
ketidaksempurnaan sebagai manusia, karena disadari kesempurnaan
hanya milik Allah SWT, namun demikian segala kekurangan tentunya
harus menjadi motivasi untuk lebih baik lagi di kemudian hari.

Maret 2018

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT 88


LAMPIRAN - LAMPIRAN
MATRIK PERUBAHAN RPJMD KABUPATEN LOMBOK BARAT 2014-2019
VISI : TERWUJUDNYA MASYARAKAT LOMBOK BARAT YANG UNGGUL, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT DILANDASI NILAI PATUT, PATUH, PATJU

2015 2016 2017 2018 2019


INDIKATOR KINERJA Kondisi AWAL TARGET AKHIR
TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN satuan STRATEGI ARAH KEBIJAKAN PROGRAM PRIORITAS PENANGGUNG JAWAB
TUJUAN RPJMD RPJMD
TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET
MISI I : MENINGKATKAN DAYA SAING DAERAH UNTUK MENDAPATKAN NILAI TAMBAH (LOBAR KREATIF, INOVATIF DAN PRODUKTIF)
1. Meningkatnya 1. Pertumbuhan 1. Meningkatnya 1. Pertumbuhan Ekonomi % 5,48 5,31 6,39* 5,51 5,73** 5,89 6,00 6,01 6,01 1. Pembangunan ekonomi 1. Memperkuat stabilitas 1. Program Peningkatan Semua Perangkat
Perekonomian Ekonomi Pertumbuhan kerakyatan yang ekonomi daerah Pembangunan Ekonomi Daerah
Daerah Ekonomi Daerah inovatif berbasis
2. Pendapatan Asli Daerah Rp Milyar 169,109 101,54 171,41 110,77 200,57 215,88 232,07 249,48 249,48 potensi dan sumber 1 Meningkatkan 1. Program Peningkatan Bapenda
daya lokal Pendapatan Asli Daerah Kapasitas Daerah

2. Terwujudnya 1. Persentase Wilayah yang % 44,83 55,17 48,28 58,62 51,72 72,41 75,86 79,31 79,31 1. Meningkatkan 1. Program Peningkatan Akses Dinas Perhubungan
konektifitas wilayah terhubung dengan Moda konektivitas wilayah Wilayah
3. Meningkatnya 1. Persentase kemantapan % 52,17 78,64 51,82 50,00 59,17 55,00 60,00 65,00 65,00 1. Meningkatnya 1. Program Peningkatan Dinas PU dan Penataan
kualitas infrastruktur jalan aksesibilitas masyarakat Kemantapan Jalan Ruang
pelayanan dasar 2. Persentase Rumah Tangga % 75,5 79,21 80,00 82,00 84,00 85,00 85,00 1. Program Peningkatan Rumah Dinas PU TR dan
Dengan Akses Air Minum Tangga Dengan Akses Air Disperkim
Layak Minum Layak
3. Proporsi RT dengan % 65,40 1,23 65,30 1,49 71,80 67,50 69,00 70,50 70,50 1. Program Peningkatan Rumah Dinas PU dan Penataan
sanitasi layak Tangga Dengan Akses Sanitasi Ruang
Layak
4. Rasio Rumah Layak Huni % 73,53 75,84 74,36 76,40 75,03 76,00 77,00 78,00 78,00 1 Program Peningkatan Rumah Dinas Perumahan dan
Layak Huni Permukiman
4. Peningkatan Sektor 1. Persentase Kontribusi % 21,38 21,38* 20,73** 20,83 20,93 21,03 21,03 1. Meningkatkan 1. Program Peningkatan PDRB Dinas Pertanian
Produksi Utama Sektor Pertanian & kontribusi sektor Sektor Pertanian dan
(Pertanian, Perikanan terhadap PDRB pertanian terhadap Perikanan
Perikanan) PDRB
2 Skor PPH % 69,20 70,20 70,91 71,20 72,30 72,20 73,20 74,20 74,20 1. Meningkatkan 1 Program Perbaikan Pola Dikpangan
Ketahanan Pangan Konsumsi
Daerah
5. Peningkatan Sektor 1. Persentase Kontribusi % 16,44 16,40 16,31 16,36 16,41 16,46 16,46 1. Meningkatkan 1. Program Peningkatan PDRB Dinas Pariwisata
Pariwisata Sektor Pariwisata kontribusi sektor Sektor Pariwisata
6. Peningkatan Sektor 1. Nilai Investasi :
PMDN Rp.Milyar 428,00 535,00 535,00 722,00 722,00 1.010,00 1.162,00 1.278,00 1.278,00 1. Meningkatkan Nilai 1. Program Peningkatan Nilai DPMPTSP
Investasi Daerah Investasi
PMA US $ (juta) 2.545,000 75,375 342,000 82,913 360,000 82,913 100,325 110,357 110,357 DPMPTSP

7. Peningkatan Sektor 1. Persentase Kontribusi % 17,82 17,65 17,89 17,90 17,91 17,92 17,92 1. Meningkatkan 1. Program Peningkatan PDRB Disperindag
Industri, Sektor Industri dan kontribusi sektor Sektor Industri dan
Perdagangan, Perdagangan Terhadap Industri dan Perdagangan
UMKM PDRB Perdagangan terhadap
2. Persentase koperasi sehat % 39,62 37,85 37,25 37,50 37,75 38,00 38,00 1. Meningkatkan kualitas 1. Program Peningkatan Diskop UKM
Koperasi Kapasitas Koperasi
8. Peningkatan 3. Tingkat pengangguran % 4,19 4,10 3,35 3,75 3,35 3,70 3,50 3,20 3,20 1. Menurunkan Tingkat 1. Program Penurunan Angka Dinas Tenaga Kerja
Kesempatan Kerja terbuka Pengangguran Terbuka Pengangguran
MISI II: MEWUJUDKAN KEHIDUPAN DAN SIKAP YANG MEMILIKI SPIRIT SERTA ETOS KERJA UNTUK MERAIH YANG TERBAIK (LOBAR BERPRESTASI)
1. Terwujudnya tata 1. Indeks RB 1. Terwujudnya 1. Nilai AKIP Kabupaten kategori nilai C CC CC B B BB BB 1. Meningkatkan sistem 1. Meningkatkan kualitas 1. Program Peningkatan Semua Perangkat
kelola pemerintahan Pelayanan Sistem pelayanan dan tata pelayanan Akuntabilitas Pemerintah Daerah
yang baik Pemerintahan Yang 2. Indeks Kepuasan % 55,00 59,56 70,83 73,00 75,00 78,00 78,00 kelola pemerintahan 1. Meningkatkan Indeks 1. Program Peningkatan Kualitas Disdukcapil, Disnaker,
Bermutu Masyarakat yang baik dan bersih Kepuasan Masyarakat Pelayanan Publik Dinsos, DPMPTSP,
Dikbud, RSUD, Dikes,
Dishub, DPU,
2. Terwujudnya 3. Opini BPK Atas LKPD OPINI WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP 1. Memantapkan Opini 1. Progam Peningkatan Kualitas BPKAD dan Bapenda
Pemerintahan yang BPK atas LKPD Pengelolaan Keuangan Daerah
bersih, akuntabel,
transparan dan
bebas Korupsi
MISI III :MENGEMBANGKAN POTENSI SUMBERDAYA SOSIAL DAN BUDAYA YANG DIMILIKI UNTUK KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN (LOBAR TANGGUH DAN BERBUDAYA)
1. Meningkatnya Tata 1. Persentase konflik 1. Meningkatnya 1. Persentase konflik sara % 95,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100 1. Meningkatkan kualitas 1. Meningkatkan 1. Program Peningkatan Bakesbangpol
Kehidupan Sosial sara yang ketertiban dan yang tertangani hidup masyarakat yang penyelesaian konflik Keamanan Daerah
Masyarakat Yang terselesaikan kenyamanan 2 Penanganan PMKS % 9,57 9,66 14,09 9,74 43,79 9,83 9,92 10,01 10,01 berlandaskan Program Penurunan Jumlah Dinas Sosial
Harmonis masyarakat kesetaraan sosial dan PMKS
3 Persentase Penegakan % 92,30 93,10 92,73 94,10 82,35 95,50 97,30 100,00 100,00 kearifan lokal 1. Menurunkan angka 1. Program Peningkatan Satpol PP
Perda kriminalitas Kesadaran Hukum
2 Meningkatnya 1 Jumlah seni 1. Meningkatnya nilai- 1. Persentase cagar budaya % 49,15 50,85 52,54 62,71 64,41 66,10 66,10 1. Melestarikan Seni dan 1. Meningkatkan Jumlah 1. Program Pelestarian Cagar Dinas Pendidikan dan
pelestarian seni budaya yang nilai seni budaya dalam kondisi baik Budaya Lokal Kelompok Kesenian Budaya Kebudayaan
budaya dilestarikan dan kearifan lokal aktif
MISI IV: MENGEMBANGKAN POTENSI SUMBERDAYA ALAM DENGAN MEMPERHATIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN DAN KESEIMBANGAN LINGKUNGAN (LOBAR LESTARI)
1. Meningkatnya 1. Indeks Kualitas 1. Terwujudnya 1. Persentase Konservasi % 18,99 11,88 11,88 14,85 14,85 19,80 29,70 39,60 39,60 1 Meningkatkan 1. Meningkatkan 1. Program PERMATA Dinas Lingkungan
Kelestarian Lingkungan Hidup Kualitas Lingkungan Sumber Mata Air Kelestarian Lingkungan pelestarian sumber (Perlindungan Mata Air) Hidup
Lingkungan Hidup (IKLH) Hidup Hidup dan Menjaga mata air
dan Keberlanjutan 2. Persentase Kualitas Air % 81,81 90,91 70,00 90,91 70 70,00 70,00 70,00 70,00 Keberlanjutan Sumber 1. Mengendalikan kualitas 1. Program Peningkatan Kualitas Dinas Lingkungan
Sumberdaya Alam Sungai Daya Alam dan fungsi lingkungan Air Sungai Hidup

3. Persentase Pengelolaan % 58,09 7,00 49,42 10,00 49,42 60,00 60,00 60,00 60,00 1. Program Peningkatan Kualitas Dinas Lingkungan
Sampah Lingkungan Hidup
Meningkatnya Indeks Kualitas
Kelestarian Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup (IKLH)
dan Keberlanjutan
Sumberdaya Alam 2015 2016
INDIKATOR KINERJA Kondisi AWAL 2017 2018 2019 TARGET AKHIR
TUJUAN SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN satuan STRATEGI ARAH KEBIJAKAN PROGRAM PRIORITAS PENANGGUNG JAWAB
TUJUAN RPJMD RPJMD
TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET
4 Persentase Kesesuaian % 83,11 86,00 86,00 89,00 89,00 91,00 93,00 95,00 95,00 1. Mewujudkan 1. Meningkatkan 1. Program Peningkatan Bappeda, Dinas PU PR
RTRW keterpaduan persentase kesesuaian Kesesuaian Pemanfaatan Tata
pembangunan antar RTRW Ruang
sektor, program dan
wilayah

MISI V : MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA YANG MAMPU BERADAPTASI TERHADAP PEREKEMBANGAN REGIONAL, NASIONAL, DAN GLOBAL ( LOBAR SEHAT DAN CERDAS)
1 Meningkatnya 1 Indeks 1. Meningkatnya 1. Harapan Lama Sekolah tahun 12,09 12,66 12,8 12,7 12,75 12,8 12,8 1. Meningkatkan Kualitas 1. Meningkatkan Harapan 1. Program Peningkatan Harapan Dinas Pendidikan dan
Kualitas Hidup dan Pembangunan kualitas pendidikan Pendidikan Lama Sekolah Lama Sekolah Kebudayaan
Kemandirian Manusia 2 Rata-rata Lama Sekolah tahun 5,63 6,17 5,69 6,24 5,93 6,31 6,38 6,45 6,45 1. Meningkatkan Rata-rata 1. Program Peningkatan Rata- Dinas Pendidikan dan
Masyarakat lama sekolah Rata Lama Sekolah Kebudayaan
3. Angka Kelulusan
- SD % 99,66 100 100 100 100 100 100 1. Meningkatkan Angka 1 Program Peningkatan Angka Dinas Pendidikan dan
Kelulusan Kelulusan Kebudayaan
- SMP % 90,32 100 100 100 100 100 100
2. Meningkatnya 1 Angka Harapan Hidup tahun 64,50 62,04 65,10 65,10 65,44 65,20 65,30 65,40 65,40 2. Meningkatkan Derajat 1. Meningkatkan Usia 1. Program Peningkatan Angka Dinas Kesehatan
derajat kesehatan Kesehatan Masyarakat Harapan Hidup Harapan Hidup
masyarakat
2 Angka Kematian Ibu per 100.000 KH 49,13 67,52 36,11 60,02 36,25 36,00 35,50 35,00 35,00 2. menurunkan angka 1. Program Penurunan Angka Dinas Kesehatan
Kematian IBU Kematian Ibu
3 Angka Kematian Bayi per 1000 KH 4,21 6,53 3,03 6,30 2,75 2,75 2,65 2,50 2,50 3 Menurunkan angka 1. Program Penurunan Angka
Kematian Bayi Kematian Bayi
4. Prevalensi Balita Gizi % 3,54 3,43 3,31 3,21 3,10 3,00 3,00 4 Menurunkan Prevalensi 1. Program Penurunan Gizi Buruk Dinas Kesehatan
Buruk Gizi Buruk
3. Meningkatnya 1. Indeks Pembangunan % 88,18 88,18 90,00 91,00 91,50 91,75 91,75 Meningkatkan kualitas Meningkatkan Indeks 1. Program Pemberdayaan DP2KBP3A
partisipasi Gender (IPG) perempuan Pembangunan Gender Perempuan
perempuan dalam
pembangunan
MISI VI : MENINGKTKAN MARTABAT DAN KEBANGGAN DAERAH (LOBAR BERMARTABAT)
1. Meningkatnya 1. Angka kemiskinan 1. Terpenuhinya 1. Angka Kemiskinan % 17,11 15,88 17,38 15,38 16,73 16,50 16,25 15,90 15,90 1. Meningkatkan 1. Menurunkan angka 1. Program Penanggulangan Semua Perangkat
Kesejahteraan kebutuhan hidup Kesejahteraan kemiskinan Kemiskinan Daerah
Masyarakat minimum Masyarakat
masyarakat
2 Indeks gini 1. Pemerataan 1. Indeks Gini indeks 0,320 0,273 0,273 0,273 0,273 0,273 0,273 1. Pemerataan distribusi 1. Menurunkan Indeks 1. Program Pemerataan Semua Perangkat
distribusi Pendapatan Gini rasio Pembangunan Daerah
pendapatan
PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2014 - 2019

KONDISI 2015 2016 2017 2018 2019


ASPEK/ FOKUS/ BIDANG TARGET AKHIR
NO SATUAN AWAL PROGRAM PRIORITAS PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
URUSAN/ INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET RPJMD
RPJMD
VISI
TERWUJUDNYA MASYARAKAT LOMBOK BARAT YANG UNGGUL, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT DILANDASI NILAI PATUT, PATUH, PATJU
A. ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Wajib Pelayanan Dasar
Pendidikan
1 Rata-rata Lama Sekolah tahun 5,63 6,17 5,69 6,24 5,93 6,31 6,38 6,45 6,45 - Program Peningkatan Rata-Rata Lama Dinas Pendidikan Seluruh Perangkat Daerah
Sekolah
Kesehatan
2 Angka Harapan Hidup tahun 64,50 62,04 65,10 65,10 65,44 65,20 65,30 65,40 65,40 - Program Peningkatan Angka Harapan Dinas Kesehatan RSUD, Setda
Hidup

3 Angka Kematian Ibu per 100.000 49,13 67,52 36,11 60,02 36,25 36,00 35,50 35,00 35,00 - Program Penurunan Angka Kematian Dinas Kesehatan Dinsos, DP2KBP3A, Setda
KH Ibu
4 Angka Kematian Bayi per 1000 KH 4,21 6,53 3,03 6,30 2,75 2,75 2,65 2,50 2,50 - Program Penurunan Angka Kematian
Bayi
5 Prevalensi Balita Gizi Buruk % 3,54 3,43 3,31 3,21 3,10 3,00 3,00 - Program Penurunan Gizi Buruk Dinas Kesehatan Dinsos, DP2KBP3A, Setda
Pemerintahan Fungsi Penunjang
Administrasi Pemerintahan
6 Indeks Gini indeks 0,320 0,273 0,273 0,273 0,273 0,273 0,273 - Program Pemerataan Pembangunan Seluruh Perangkat Daerah Seluruh Perangkat Daerah

B ASPEK PELAYANAN UMUM


Urusan Wajib Pelayanan Dasar
Pendidikan
7 Harapan Lama Sekolah tahun 12,09 12,66 12,8 12,70 12,75 12,80 12,80 - Program Peningkatan Harapan Lama Dinas Pendidikan dan Dispora
Sekolah Kebudayaan
8 Angka Kelulusan
- SD % 99,66 100 100 100 100 100 100 - Program Peningkatan Angka Dinas Pendidikan dan Dispora
- SMP % 90,32 100 100 100 100 100 100 Kelulusan Kebudayaan
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
9 Persentase kemantapan jalan % 52,17 78,64 51,82 50,00 59,17 55,00 60,00 65,00 65,00 - Program Peningkatan Kemantapan Dinas PU dan Penataan Dishub
Jalan Ruang
10 Persentase Rumah Tangga % 75,50 79,21 80,00 82,00 84,00 85,00 85,00 - Program Peningkatan Rumah Tangga DPU PR Disperkim, Dikes, DPMD, DLH
Dengan Akses Air Minum Layak Dengan Akses Air Minum Layak

11 Proporsi RT dengan sanitasi % 65,40 1,23 65,30 1,49 71,80 67,50 69,00 70,50 70,50 - Program Peningkatan Rumah Tangga DPU PR Disperkim, Dikes, DPMD, DLH
layak Dengan Akses Sanitasi Layak

Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman


12 Rasio Rumah Layak Huni % 73,53 75,84 74,36 76,40 75,03 76,00 77,00 78,00 78,00 - Program Peningkatan Rumah Layak Dinas Perumahan dan DPU PR, Dikes
Huni Permukiman
Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat
13 Persentase konflik sara yang % 95,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 - Program Peningkatan Keamanan Bakesbangpol Satpol PP, Setda, Dispora,
tertangani Daerah DPMD
14 Persentase Penegakan Perda % 92,3 93,10 92,73 94,10 82,35 95,50 97,30 100,00 100,00 - Program Peningkatan Kesadaran Satpol PP, Bakesbangpol, Setda, Bakesbangpol, Dispora
Hukum Disdamkar, BPBD
Sosial
15 Penanganan PMKS % 9,57 9,66 14,09 9,74 43,79 9,83 9,92 10,01 10,01 - Program Penurunan Jumlah PMKS Dinas Sosial Seluruh Perangkat Daerah
16 Angka Kemiskinan % 17,11 15,88 17,38 15,38 16,73 16,50 16,25 15,90 15,90 - Program Penanggulangan Kemiskinan Seluruh Perangkat Daerah Seluruh Perangkat Daerah

Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar


Tenaga Kerja
17 Tingkat pengangguran terbuka % 4,19 4,10 3,35 3,75 3,35 3,70 3,50 3,20 3,20 - Program Penurunan Angka Dinas Tenaga Kerja Seluruh Perangkat Daerah
Pengangguran
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
18 Indeks Pembangunan Gender % 88,18 88,18 90,00 91,00 91,50 91,75 91,75 Program Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Seluruh Perangkat Daerah
(IPG)
Pangan
19 Skor PPH % 69,20 70,20 70,91 71,20 72,30 72,20 73,20 74,20 74,20 Program Perbaikan Pola Konsumsi Dikpangan Disperta, DKP, Disperindag

Lingkungan Hidup
20 Persentase Konservasi Sumber % 18,99 11,88 11,88 14,85 14,85 19,80 29,70 39,60 39,60 - Program PERMATA (Perlindungan Dinas Lingkungan Hidup DLH
Mata Air Mata Air)
KONDISI 2015 2016 2017 2018 2019
ASPEK/ FOKUS/ BIDANG TARGET AKHIR
NO SATUAN AWAL PROGRAM PRIORITAS PENANGGUNG JAWAB PENDUKUNG
URUSAN/ INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET RPJMD
RPJMD
VISI
TERWUJUDNYA MASYARAKAT LOMBOK BARAT YANG UNGGUL, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT DILANDASI NILAI PATUT, PATUH, PATJU
21 Persentase Kualitas Air Sungai % 81,81 90,91 70,00 90,91 70,00 70,00 70,00 70,00 70,00 - Program Peningkatan Kualitas Air Dinas Lingkungan Hidup DLH
Sungai
22 Persentase Pengelolaan Sampah % 58,09 7,00 49,42 10,00 49,42 60,00 60,00 60,00 60,00 - Program Peningkatan Kualitas Dinas Lingkungan Hidup DLH
Lingkungan
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
23 Persentase koperasi sehat % 39,62 - 37,85 - 37,25 37,50 37,75 38,00 38,00 - Program Peningkatan Kapasitas Diskop UKM Diskop UKM
Koperasi
Kebudayaan
24 Persentase cagar budaya dalam % 49,15 - 50,85 - 52,54 62,71 64,41 66,10 66,10 - Program Pelestarian Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Dispora, Dispar
kondisi baik Kebudayaan
Urusan Pilihan
Pariwisata
25 Persentase Kontribusi Sektor % 16,44 - 16,40 - 16,31 16,36 16,41 16,46 16,46 - Program Peningkatan PDRB Sektor Dinas Pariwisata Seluruh Perangkat Daerah
Pariwisata Terhadap PDRB Pariwisata
Pertanian dan Kelautan & Perikanan
26 Persentase Kontribusi Sektor % 21,38 - 21,38* - 20,73** 20,83 20,93 21,03 21,03 - Program Peningkatan PDRB Sektor Dinas Pertanian, DKP DPU PR, Dikpangan
Pertanian & Perikanan terhadap Pertanian dan Perikanan
PDRB
Perindustrian dan Perdagangan
27 Persentase Kontribusi Sektor % 17,82 - 17,65 - 17,89 17,90 17,91 17,92 17,92 - Program Peningkatan PDRB Sektor Disperindag Seluruh Perangkat Daerah
Industri dan Perdagangan Industri dan Perdagangan
Terhadap PDRB
Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang
Administrasi Pemerintahan
28 Pertumbuhan Ekonomi % 5,48 5,31 6,39* 5,51 5,73** 5,89 6,00 6,01 6,01 - Program Peningkatan Pembangunan Seluruh Perangkat Daerah Seluruh Perangkat Daerah
Ekonomi
29 Indeks Kepuasan Masyarakat % 55,00 - 59,56 - 70,83 73,00 75,00 78,00 78,00 - Program Peningkatan Kualitas Disdukcapil, Disnaker, Seluruh Perangkat Daerah
Pelayanan Publik Dinsos, DPMPTSP, Dikbud,
RSUD, Dikes, Dishub, DPU,
C ASPEK DAYA SAING
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
30 Persentase Kesesuaian RTRW % 83,11 86,00 86,00 89,00 89,00 91,00 93,00 95,00 95,00 - Program Peningkatan Kesesuaian DPU PR
Pemanfaatan Tata Ruang
Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar
Perhubungan
31 Persentase Wilayah yang % 44,83 55,17 48,28 58,62 51,72 72,41 75,86 79,31 79,31 - Program Peningkatan Akses Wilayah Dinas Perhubungan
terhubung dengan Moda
Transportasi
Penanaman Modal
32 Nilai Investasi :
PMDN Rp.Milyar 428,00 535,00 535,00 722,00 722,00 1010,00 1162,00 1278,00 1278,00 - Program Peningkatan Nilai Investasi DPMPTSP DPMPTSP

PMA US $ (juta) 2545,000 75,375 342,000 82,913 360,000 82,913 100,325 110,357 110,357 DPMPTSP DPMPTSP

Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang


Administrasi Pemerintahan
33 Nilai AKIP Kabupaten kategori nilai C CC CC B B BB BB - Program Peningkatan Akuntabilitas Setda, Bappeda Seluruh Perangkat Daerah
Pemerintah
Keuangan
34 Pendapatan Asli Daerah Rp Milyar 169,11 101,54 171,41 110,77 200,57 215,88 232,07 249,48 249,48 - Program Peningkatan Kapasitas Bapenda Dikbud, Dikes, Disperta, DKP,
Daerah Diskominfo, RSUD, Dishub,
Disnaker, DPU, DLH, Dikpora,
DPMPTSP

35 Opini BPK Atas LKPD OPINI WTP WTP WTP WTP WTP WTP WTP - Progam Peningkatan Kualitas BPKAD, Inspektorat Seluruh Perangkat Daerah
Pengelolaan Keuangan Daerah
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

PROGRAM SKPD YANG MENGACU KEPADA PROGRAM PEMDA

MISI KERANGKA PENDANAAN


KODE PROGRAM PEMDA

PROGRAM SKPD 2015 2016 2017 2018 2019

1 Meningkatkan Daya Saing Daerah Untuk Mendapatkan


Nilai Tambah (LOBAR KREATIF, INOVATIF dan
PRODUKTIF)
1.1.1.1 Peningkatan Pembangunan Ekonomi 186.030.000 257.030.000 2.285.875.500 2.512.459.270 2.661.464.933

2.11.1 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah


2.1.1.16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha 186.030.000 257.030.000 747.958.100 847.646.000 915.911.000
Kecil Menengah
3.6.1 Dinas Perindustrian dan Perdagangan
1.1.1.19 Program pengembangan sentra-sentra industri potensial 0 0 1.537.917.400 1.664.813.270 1.745.553.933

Sub Total Pagu Program SKPD 186.030.000 257.030.000 2.285.875.500 2.512.459.270 2.661.464.933
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.1.2 Peningkatan Kapasitas Daerah 3.201.043.000 52.614.706.056 111.116.991.100 105.352.062.495 117.119.055.804

1.2.1 Dinas Kesehatan


1.1.1.33 Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD 0 48.973.099.156 52.770.546.298 46.750.000.000 46.525.345.113

1.2.2 Rumah Sakit Umum Daerah


1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 0 200.000.000 200.000.000

1.1.1.23 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 244.000.000 489.000.000 539.000.000 589.000.000 639.000.000

1.1.1.27 Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah sakit jiwa/ 150.000.000 150.000.000 150.000.000 150.000.000 150.000.000
rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata
2.1.1 Dinas Tenaga Kerja
2.1.1.16 Program Peningkatan Kesempatan Kerja 0 0 850.042.300 1.000.000.000 1.000.000.000

2.1.1.22 Program Transmigrasi Regional 0 0 74.322.000 74.322.000 74.322.000

2.10.1 Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik


2.1.1.23 Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 0 0 220.425.513 0 0

2.12.1 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu


1.1.1.15 Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 273.835.000 275.835.000 284.835.000 348.100.000 388.200.000

1.1.1.16 Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi 70.000.000 70.000.000 223.000.000 360.100.000 244.040.000

2.9.1 Dinas Perhubungan


3.1.3.20 Program peningkatan kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor 20.864.000 51.566.000 23.167.500 265.000.000 76.706.121

3.3.1 Dinas Pertanian


3.1.1.27 Program Peningkatan PAD 423.519.000 465.870.900 539.419.960 593.361.956 652.698.152

4.4.1 Badan Pendapatan Daerah


1.1.1.17 Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 2.018.825.000 2.139.335.000 2.683.269.100 3.314.265.140 3.645.691.654
1.1.1.28 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana PAD 0 0 467.211.000 543.000.000 597.300.000

1.1.1.64 Program Penetapan Kebijakan Pajak/Retribusi Daerah 0 0 327.425.900 510.733.500 561.806.850

2.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 0 345.246.000 379.770.600

3.1.1.60 Program Pendataan Subjek dan Objek Pajak/Retribusi Daerah 0 0 1.185.476.500 1.175.652.500 1.293.217.750

4.1.1.65 Program Pelayanan Pengaduan dan Informasi Pajak/Retribusi Daerah 0 0 253.663.900 699.807.000 769.787.700

4.2.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 2.117.984.230 3.737.590.200 4.111.349.220

4.2.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 0 107.875.000 118.662.500

4.2.2.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 0 0 179.205.300 292.355.700 321.591.270
keuangan
4.4.2 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
1.1.1.17 Program penyelesaian konflik-konflik pertanahan 0 0 309.141.200 421.765.700 527.207.125

2.1.1.16 Program penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan 0 0 47.763.140.800 43.658.703.150 54.573.378.938
tanah
2.1.1.18 Program pengembangan sistem informasi pertanahan 0 0 155.714.599 114.184.649 142.730.811

2.1.1.66 Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan 0 0 0 101.000.000 126.250.000

Sub Total Pagu Program SKPD 3.201.043.000 52.614.706.056 111.116.991.100 105.352.062.495 117.119.055.804
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.2.1 Peningkatan Akses Wilayah 385.494.000 1.789.305.000 613.590.000 18.037.376.000 17.390.036.000

2.9.1 Dinas Perhubungan


2.1.1.15 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan 167.795.000 206.750.000 371.440.000 467.376.000 400.036.000

2.1.2.18 Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan 217.699.000 1.582.555.000 242.150.000 17.570.000.000 16.990.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 385.494.000 1.789.305.000 613.590.000 18.037.376.000 17.390.036.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.3.1 Peningkatan Kemantapan Jalan 22.734.250.000 25.007.675.000 97.748.943.000 111.488.669.050 128.211.969.408

1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


2.1.1.18 Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan 22.541.750.000 24.795.925.000 97.124.083.000 111.091.763.800 127.755.528.370

2.1.1.20 Program Inspeksi kondisi jalan dan jembatan 192.500.000 211.750.000 345.135.000 396.905.250 456.441.038

2.1.1.22 Program pembangunan sistem informasi/data base jalan dan jembatan 0 0 279.725.000 0 0

Sub Total Pagu Program SKPD 22.734.250.000 25.007.675.000 97.748.943.000 111.488.669.050 128.211.969.408
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.3.2 Peningkatan Rumah Tangga Dengan Akses Air Minum 9.772.122.840 10.473.384.264 23.372.427.000 33.132.701.750 38.102.607.013
Layak
1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
1.1.1.25 Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 5.749.718.040 6.324.689.844 15.724.804.000 18.083.524.600 20.796.053.290

1.1.1.28 Program Pengendalian Banjir 598.138.200 657.952.020 745.275.000 857.066.250 985.626.188

3.1.1.30 Program pembangunan infrastruktur perdesaan 3.424.266.600 3.490.742.400 6.902.348.000 14.192.110.900 16.320.927.535

Sub Total Pagu Program SKPD 9.772.122.840 10.473.384.264 23.372.427.000 33.132.701.750 38.102.607.013
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.3.3 Peningkatan Rumah Tangga Dengan Akses Sanitasi Layak 27.934.208.600 37.625.678.020 47.171.884.225 24.014.000.000 30.706.250.000

1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


3.1.1.15 Program Pengembangan Perumahan 222.874.500 245.161.950 207.063.000 0 0

3.1.1.16 Program Lingkungan Sehat Perumahan 4.154.889.400 4.204.889.400 5.387.915.000 0 0

1.4.1 Dinas Perumahan Dan Permukiman


1.1.2.16 Program Lingkungan Sehat Perumahan 0 0 0 23.939.000.000 30.620.000.000
1.1.2.17 Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan 0 0 8.285.000.000 75.000.000 86.250.000

2.1.1.32 Program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) 22.833.531.700 31.869.072.670 25.404.872.225 0 0

2.1.2.29 Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 722.913.000 1.306.554.000 1.367.179.000 0 0

2.1.3.30 Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 0 0 6.519.855.000 0 0

Sub Total Pagu Program SKPD 27.934.208.600 37.625.678.020 47.171.884.225 24.014.000.000 30.706.250.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.3.4 Peningkatan Rumah Layak Huni 3.180.760.000 3.498.836.000 0 43.580.945.240 52.695.796.666

1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


3.1.1.17 Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan 3.180.760.000 3.498.836.000 0 0 0

1.4.1 Dinas Perumahan Dan Permukiman


3.1.1.15 Program Pengembangan Perumahan 0 0 0 11.587.500.000 14.627.000.000

3.1.2.31 Program Penataan Kawasan Perkotaan 0 0 0 31.993.445.240 38.068.796.666

Sub Total Pagu Program SKPD 3.180.760.000 3.498.836.000 0 43.580.945.240 52.695.796.666


Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.4.1 Peningkatan PDRB Sektor Pertanian dan Perikanan 16.440.160.697 17.153.539.309 31.255.421.112 37.223.898.244 40.910.962.339

3.1.1 Dinas Kelautan dan Perikanan


1.1.1.17 Program peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam 364.495.000 6.485.000 2.823.000 3.034.725 3.262.329
pendayagunaan sumberdaya laut
1.1.1.22 Program pengembangan sistem penyuluhan perikanan 196.755.000 148.515.000 176.716.000 289.969.700 329.217.428

1.1.1.25 Program Pengembangan Statistik Kelautan dan Perikanan 18.261.800 12.829.600 139.195.387 174.635.041 190.857.669

2.1.1.19 Program peningkatan kegiatan budaya kelautan dan wawasan maritim 259.928.991 15.601.000 2.455.000 2.639.125 2.837.059
kepada masyarakat
2.2.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 404.354.000 501.903.000 741.971.900 779.070.495 818.024.019

2.2.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 201.260.000 235.444.180 612.001.700 403.516.785 423.692.624

2.2.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 74.269.800 96.534.300 231.895.000 302.832.750 320.664.237
keuangan
3.1.1.15 Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir 386.035.000 374.173.250 390.541.619 419.832.240 451.319.658

3.1.2.21 Program pengembangan perikanan tangkap 1.057.575.000 1.592.975.000 1.606.511.800 1.827.000.185 2.006.525.198

3.1.3.20 Program pengembangan budidaya perikanan 777.288.300 316.422.000 311.629.200 335.001.390 360.126.494

3.1.3.24 Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar 933.580.000 151.380.000 1.972.652.713 2.220.601.666 2.429.646.791

3.2.1.23 Program Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan 1.094.738.500 987.450.600 581.293.900 624.890.943 671.757.763

3.3.1 Dinas Pertanian


1.1.1.15 Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 599.515.050 879.297.930 1.709.851.372 1.019.487.966 1.096.654.101

1.1.1.18 Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan 0 100.000.000 174.565.000 175.000.000 175.000.000

1.1.1.19 Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan 508.796.000 609.675.600 881.479.000 961.573.240 1.047.730.564

1.1.1.20 Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan 953.124.055 898.650.227 418.723.922 1.347.750.511 1.659.078.776

1.1.1.21 Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak 1.122.787.641 1.260.066.406 984.401.779 1.067.264.190 1.171.490.609

1.1.1.22 Program peningkatan produksi hasil peternakan 948.001.200 1.042.801.320 4.642.582.740 5.106.841.014 5.617.525.115

1.1.1.25 Program Rehabilitasi, Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman 1.212.746.500 1.536.521.150 5.702.495.317 5.526.958.109 6.043.453.920

1.1.1.28 Program Standarisasi Kualitas Bahan Baku 259.780.000 520.758.000 1.083.567.200 4.818.618.450 5.330.480.295

1.1.1.32 Program Pembudidayaan Bahan Baku Berkadar Nikotin Rendah 0 0 66.200.000 72.820.000 80.102.000

2.1.1.16 Program Peningkatan Ketahan Pangan (pertanian/perkebunan) 4.410.049.060 4.851.053.966 7.735.720.237 8.509.237.261 9.360.160.987

2.1.1.17 Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan 284.652.000 305.617.200 210.795.000 236.434.900 252.578.390

2.1.1.23 Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan 123.982.800 136.381.080 491.404.325 540.544.758 594.599.233

2.1.1.30 Program Penanganan Panen dan Pasca Panen Bahan Baku 248.185.000 573.003.500 383.948.000 458.342.800 474.177.080
Sub Total Pagu Program SKPD 16.440.160.697 17.153.539.309 31.255.421.112 37.223.898.244 40.910.962.339
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.4.2 Perbaikan Pola Konsumsi Pangan 2.045.966.300 1.419.944.500 2.283.860.000 1.659.640.000 1.761.420.000

2.3.1 Dinas Ketahanan Pangan


2.1.1.18 Program Peningkatan Ketahan Pangan 2.045.966.300 1.419.944.500 2.283.860.000 1.659.640.000 1.761.420.000

Sub Total Pagu Program SKPD 2.045.966.300 1.419.944.500 2.283.860.000 1.659.640.000 1.761.420.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.5.1 Peningkatan PDRB Sektor Pariwisata 2.168.258.600 12.077.603.500 9.494.837.900 14.805.000.000 18.577.000.000

3.2.1 Dinas Pariwisata


1.1.1.15 Program pengembangan pemasaran pariwisata 1.479.123.100 2.952.982.300 2.909.187.800 4.505.000.000 5.217.000.000

1.1.2.16 Program pengembangan destinasi pariwisata 431.072.850 8.624.214.100 5.570.227.400 9.220.000.000 12.235.000.000

1.1.2.17 Program pengembangan Kemitraan 258.062.650 500.407.100 1.015.422.700 1.080.000.000 1.125.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 2.168.258.600 12.077.603.500 9.494.837.900 14.805.000.000 18.577.000.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.6.1 Peningkatan Nilai Investasi 41.754.000 44.254.000 39.100.000 330.300.000 365.200.000

2.12.1 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu


2.1.1.20 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Perijinan Non Usaha 29.254.000 29.254.000 19.100.000 186.500.000 205.500.000

3.1.1.21 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Perijinan Usaha 12.500.000 15.000.000 20.000.000 143.800.000 159.700.000

Sub Total Pagu Program SKPD 41.754.000 44.254.000 39.100.000 330.300.000 365.200.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.7.1 Peningkatan PDRB Sektor Industri dan Perdagangan 920.070.000 1.119.390.390 2.309.676.750 2.425.160.587 2.546.418.615

3.6.1 Dinas Perindustrian dan Perdagangan


1.1.1.15 Program peningkatan kapasitas iptek sistem produksi 431.920.000 267.970.000 1.058.690.000 1.111.620.000 1.167.200.000

1.1.1.17 Program peningkatan kemampuan teknologi industri 425.450.000 571.750.000 513.340.000 539.010.000 565.960.000

1.1.1.20 Program Peningkatan Kerjasama Ekonomi Antar Daerah 0 0 320.960.000 337.010.000 353.860.000

2.1.1.17 Program peningkatan dan pengembangan ekspor 62.700.000 279.670.390 416.686.750 437.520.587 459.398.615

Sub Total Pagu Program SKPD 920.070.000 1.119.390.390 2.309.676.750 2.425.160.587 2.546.418.615
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.7.2 Peningkatan Kapasitas Koperasi 541.882.000 943.082.000 3.395.379.500 3.844.841.000 4.260.300.000

2.11.1 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah


2.1.2.18 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 135.650.600 236.250.000 864.181.500 1.026.000.000 1.149.800.000

2.1.2.20 Program Peningkatan Kualitas SDM 79.239.400 45.500.000 334.560.000 370.000.000 405.000.000

2.1.3.15 Program penciptaan iklim usaha Usaha Kecil Menengah yang konduksif 66.300.000 296.010.000 990.080.000 1.053.341.000 1.170.000.000

2.1.3.17 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil 260.692.000 365.322.000 1.206.558.000 1.395.500.000 1.535.500.000
Menengah
Sub Total Pagu Program SKPD 541.882.000 943.082.000 3.395.379.500 3.844.841.000 4.260.300.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.7.3 Penurunan Angka Pengangguran 0 0 248.012.000 248.012.000 248.012.000

2.1.1 Dinas Tenaga Kerja


3.1.1.17 Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 0 0 248.012.000 248.012.000 248.012.000

Sub Total Pagu Program SKPD 0 0 248.012.000 248.012.000 248.012.000


Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

1.1.8.1 Program Penurunan Angka Pengangguran 0 0 514.101.200 419.949.700 494.949.700


2.1.1 Dinas Tenaga Kerja
2.1.1.15 Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja 0 0 514.101.200 419.949.700 494.949.700

Sub Total Pagu Program SKPD 0 0 514.101.200 419.949.700 494.949.700


Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

2 Mewujudkan Kehidupan dan Sikap Yang Memiliki Spirit


Serta Etos Kerja Untuk Meraih Yang Terbaik (LOBAR
BERPRESTASI)
2.1.1.1 Peningkatan Akuntabilitas Pemerintah 108.522.281.116 116.024.434.425 129.343.529.782 174.591.124.044 184.153.481.887

1.1.1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan


3.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3.063.279.449 3.250.754.591 3.250.750.000 2.715.800.000 2.923.000.000

3.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 103.121.100 131.002.300 75.000.000 35.000.000 35.000.000
keuangan
1.2.1 Dinas Kesehatan
3.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.648.605.000 1.730.822.250 3.663.569.600 3.843.317.750 4.089.802.000

3.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 2.116.700.910 4.067.843.818 2.197.532.500 3.256.436.000 3.044.052.000

3.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 29.160.000 30.618.000 13.357.500 39.740.000 43.120.000

3.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 17.875.000 18.742.250 47.133.250 20.556.250 21.450.000

3.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 110.457.000 115.285.850 199.018.200 265.958.700 290.565.600
keuangan
1.2.2 Rumah Sakit Umum Daerah
1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.378.874.000 2.406.344.000 2.778.844.000 2.799.344.000 2.799.344.000

1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 16.921.500 16.921.500 16.921.500 16.921.500 16.921.500
keuangan
1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
5.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 919.636.500 1.098.269.150 1.462.352.000 1.681.704.800 1.933.741.770

5.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 17.492.403.270 19.045.733.597 18.615.441.091 20.020.011.754 22.066.352.930

5.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 134.810.500 148.291.550 57.960.000 66.654.000 76.652.100

1.4.1 Dinas Perumahan Dan Permukiman


4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 0 0 343.109.500 499.432.050 553.542.165

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 241.274.000 1.835.725.000 693.583.750

4.1.2.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 0 0 93.309.750 169.794.063 184.283.766
keuangan
1.5.1 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 403.292.700 372.918.350 575.536.900 672.495.350 700.559.900

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 124.889.000 116.126.150 433.601.550 238.222.000 340.000.000

4.1.2.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 35.562.600 109.565.900 45.749.900 74.687.000 97.200.000
keuangan
1.5.2 Satuan Polisi Pamong Praja
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 972.580.000 1.005.940.000 1.382.530.000 1.603.710.000 1.586.790.000

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3.434.260.000 205.670.000 278.880.000 1.312.540.000 2.244.440.000

2.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 143.260.000 0 170.200.000 192.000.000 204.500.000

2.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 52.000.000 0 27.830.000 44.640.000 45.750.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 18.550.000 26.630.000 44.830.000 50.800.000 55.480.000
keuangan
1.5.3 Badan Penanggulangan Bencana Daerah
1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 432.900.000 449.100.000 432.900.000 449.100.000 452.100.000

1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 637.400.000 937.400.000 637.400.000 937.400.000 937.400.000
1.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 50.000.000 0 50.000.000 0 60.000.000

1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 25.110.000 25.110.000 25.110.000 25.110.000 25.110.000
keuangan
1.5.4 Dinas Pemadam Kebakaran
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 0 0 259.761.050 804.463.500 787.776.500

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 0 0 25.707.700 92.141.000 105.962.250
keuangan
1.6.1 Dinas Sosial
5.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 549.799.700 553.884.500 549.702.000 730.400.000 737.400.000

5.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 161.653.500 528.439.600 169.861.500 724.500.000 801.500.000

5.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 0 20.000.000 27.500.000

5.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 0 25.000.000 25.000.000

5.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 51.329.300 80.780.000 95.560.000 129.000.000 108.000.000
keuangan
2.10.1 Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik
4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 0 0 425.881.850 639.714.560 726.589.779

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 72.240.465 1.268.240.963 992.054.275

4.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 25.000.000 58.750.000 67.562.500

4.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 15.000.000 17.250.000 19.837.500

4.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 0 0 27.201.000 89.870.700 106.976.318
keuangan
2.11.1 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 303.548.300 426.605.000 442.965.750 613.500.000 665.000.000

1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 490.345.000 454.468.000 235.865.000 1.220.000.000 1.305.000.000

1.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 0 65.000.000 35.000.000

1.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 0 135.000.000 140.000.000

1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 44.498.700 57.521.500 97.808.250 161.603.000 194.600.000
keuangan
2.12.1 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 247.007.000 288.512.000 720.100.000 686.916.000 620.090.000

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 97.400.000 181.600.000 179.840.000 926.903.000 931.296.000

4.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 29.993.000 31.500.000 47.005.000 123.309.000 146.463.000
keuangan
2.13.1 Dinas Pemuda dan Olah Raga
4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 0 0 291.203.000 390.323.300 429.355.630

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 100.150.000 698.865.000 440.751.500

4.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 0 0 12.850.000 41.635.000 45.798.500
keuangan
2.18.1 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 466.771.700 495.271.700 593.153.831 541.663.831 508.303.700

1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 311.329.000 397.040.000 304.600.000 559.400.000 2.573.242.450

1.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 173.196.700 175.113.000 172.061.000 174.711.000 173.196.700

1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 31.106.250 28.379.000 28.386.500 47.748.000 43.706.250
keuangan
2.1.1.15 Program perbaikan sistem administrasi kearsipan 60.420.000 25.420.000 8.950.000 25.420.000 60.420.000

2.1.1.16 Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah 71.530.500 59.420.500 104.721.500 59.695.500 93.047.000

3.1.1.21 Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 418.211.800 758.091.850 412.896.000 388.792.000 553.136.300

4.1.1.17 Program pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana kearsipan 44.393.900 53.361.900 54.631.000 75.643.900 65.000.000
4.1.1.18 Program peningkatan kualitas pelayanan informasi 52.347.600 46.858.500 70.341.900 76.667.500 52.347.600

2.3.1 Dinas Ketahanan Pangan


1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 234.976.135 264.169.930 542.351.635 603.041.199 623.340.328

1.1.2.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 316.988.600 248.720.000 373.375.000 669.256.100 684.681.710

1.1.3.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 48.140.500 62.104.550 59.593.000 65.552.300 72.107.530
keuangan
2.5.1 Dinas Lingkungan Hidup
4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 237.735.800 261.509.380 443.583.345 487.941.680 536.735.847

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 316.524.000 348.176.400 409.128.975 450.041.873 845.046.060

4.1.2.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 54.959.000 70.853.230 135.203.635 148.723.999 163.596.399
keuangan
4.1.3.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 80.750.000 88.825.000 97.707.500 107.478.250 118.226.075

2.7.1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa


1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 309.642.500 344.869.450 327.338.441 354.622.000 354.622.000

1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 208.083.500 167.265.000 164.790.100 253.500.000 468.500.000

1.1.2.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 46.625.000 43.128.500 56.773.500 128.000.000 128.000.000
keuangan
2.8.1 Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
1.2.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 355.923.720 413.785.457 451.897.100 509.459.100 584.977.965

1.2.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 807.223.300 269.455.500 793.684.540 803.222.540 923.705.921

1.2.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 34.800.000 48.571.930 85.248.500 99.200.000 114.080.000
keuangan
1.2.2.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 21.822.000 30.734.100 37.407.000 37.407.000 43.018.050

2.9.1 Dinas Perhubungan


1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 525.130.550 666.083.050 579.927.550 834.857.550 676.677.139

1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1.279.556.135 277.832.000 326.449.740 783.231.550 1.233.231.550

1.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 45.750.000 6.450.000 84.000.000 72.000.000

1.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 18.500.000 50.000.000 50.000.000

1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 46.411.700 70.862.700 114.149.200 102.949.200 102.949.200
keuangan
3.1.1 Dinas Kelautan dan Perikanan
3.1.3.16 Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian 581.767.000 0 113.103.000 146.585.725 160.704.654
sumberdaya kelautan
3.2.1 Dinas Pariwisata
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 319.137.400 397.238.300 829.571.675 730.000.000 733.000.000

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 138.555.800 105.182.000 316.353.100 771.000.000 793.000.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 106.372.200 97.082.000 157.577.100 191.000.000 205.000.000
keuangan
3.3.1 Dinas Pertanian
4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 666.001.000 731.401.100 1.232.472.175 1.084.300.543 1.191.530.597

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1.688.944.565 796.338.222 914.809.945 1.021.090.939 1.128.199.933

4.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 13.326.000 14.658.600 22.589.400 28.811.600 30.192.760

4.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 82.336.500 90.570.150 157.082.500 172.790.750 190.069.825
keuangan
4.1.1.26 Program Pengembangan Perencanaan dan Statistik 118.546.000 130.400.600 206.968.496 227.665.346 250.431.880

3.6.1 Dinas Perindustrian dan Perdagangan


2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 329.060.000 358.890.000 461.150.000 484.210.000 508.420.000
2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 321.410.000 391.120.000 565.870.000 580.410.000 595.680.000

2.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 129.960.000 31.460.000 33.030.000

2.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 33.460.000 45.340.000 46.920.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 124.590.000 264.660.000 346.770.000 159.930.000 382.310.000
keuangan
4.1.10 Kantor Camat Kuripan
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 285.579.000 343.879.650 360.616.900 327.036.900 344.856.900

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 62.500.800 30.935.500 13.900.000 92.268.000 57.556.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 5.020.500 19.763.500 19.559.000 16.809.000 21.059.000
keuangan
2.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 6.000.000 4.500.000 5.500.000 5.500.000 5.500.000

2.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 0 17.500.000 17.500.000

2.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 42.500.000 20.500.000 20.500.000

4.1.11 Kantor Camat Narmada


2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 436.617.150 363.887.201 372.872.400 342.899.640 377.189.604

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 108.100.900 142.417.799 172.852.450 267.067.835 238.774.619

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 14.532.000 168.476.000 125.096.000 216.000.000 237.600.000
keuangan
2.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 15.749.950 15.750.000 15.750.000 25.000.000 30.000.000

2.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 54.300.000 55.000.000 60.500.000

2.1.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 0 15.000.000 167.500.000 184.250.000

2.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 46.140.650 130.000.000 143.000.000

2.1.1.83 Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 0 0 0 35.000.000 38.500.000

2.1.1.84 Program Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 0 0 0 52.500.000 57.750.000

4.1.12 Kantor Camat Lingsar


1.2.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 338.937.400 362.568.950 381.518.000 381.518.000 381.518.000

1.2.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 109.218.500 147.410.000 169.755.700 214.920.000 214.920.000

1.2.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 14.496.000 14.496.000 14.332.000 14.322.000 14.322.000
keuangan
1.2.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 11.250.000 17.500.000 17.500.000 17.500.000 20.000.000

1.2.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 0 0 65.000.000

1.2.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 0 20.156.100 110.750.000 150.000.000

1.2.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 37.656.000 59.384.500 85.000.000

4.1.13 Kantor Camat Gunungsari


2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 333.580.350 265.425.500 235.645.300 250.906.300 329.154.430

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 100.684.700 141.508.000 98.162.600 89.887.600 109.803.860

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 14.740.000 148.560.000 158.355.000 153.905.000 169.295.500
keuangan
2.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 9.099.950 12.000.000 13.100.000 13.100.000 14.410.000

2.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 27.575.000 27.575.000 30.332.500

2.1.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 0 0 2.000.000 12.500.000

2.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 0 28.512.500 31.363.750

2.1.1.83 Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 0 0 0 2.000.000 15.000.000

2.1.1.84 Program Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 0 0 0 9.000.000 15.000.000

4.1.14 Kantor Camat Batu Layar


1.1.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 0 36.100.000 10.475.000 42.900.000
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 408.629.000 349.730.500 370.507.200 354.117.200 454.856.750

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 136.685.000 118.760.500 142.754.000 140.419.000 224.441.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 21.946.000 128.466.000 133.114.000 109.195.000 160.268.500
keuangan
4.1.3 Sekretariat Daerah
1.1.1.25 Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah 405.787.398 206.264.100 652.564.900 257.132.500 360.000.000

1.1.1.26 Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan 790.755.820 1.659.069.727 1.409.473.000 2.045.400.000 2.045.400.000

1.1.1.27 Program Penataan Daerah Otonomi Baru 246.033.650 473.134.900 521.211.000 931.557.500 1.081.557.500

1.1.1.35 Program Penataan Penguasaan, Pemilkan, Penggunaan dan Pemanfaatan 10.290.000 5.625.000 0 0 0
Tanah
1.1.1.40 Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 42.686.350 0 0 0 0

1.1.1.52 Program Peningkatan Kinerja Aparat Kelurahan 9.999.700 21.242.350 200.983.500 504.008.500 504.008.500

1.1.1.70 Program Penataan dan Penguatan Organisasi 4.295.100 148.745.453 279.026.750 675.000.000 775.000.000

1.1.1.73 Program Penguatan Akuntabilitas Kinerja 0 220.116.282 33.182.200 75.000.000 75.000.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 199.778.950 407.160.655 483.534.020 286.000.000 300.000.000
keuangan
2.1.1.17 Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 1.564.050.435 1.431.313.781 1.148.492.010 1.104.552.100 1.191.661.000

2.1.1.20 Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian 482.525.050 497.602.995 615.481.123 763.336.000 851.937.000
pelaksanaan kebijakan KDH
2.1.1.42 Program Pendayagunaan Aparatur Negara Menuju Pemerintahan Yang Bersih 121.726.150 0 0 27.524.200 0

2.1.1.69 Program Manajemen Perubahan 0 126.458.750 0 200.000.000 100.000.000

2.1.1.75 Program Penyusunan Kebijakan, Koordinasi, Pemantauan dan Evaluasi 0 131.640.548 185.869.100 153.000.000 153.000.000
Penyelenggaraan Sumber Daya Alam
2.1.1.76 Program Penyusunan Kebijakan, Koordinasi, Pemantauan dan Evaluasi 0 169.795.100 197.447.500 143.315.000 143.315.000
Penyelenggaraan Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan
2.1.1.77 Program Penyusunan Kebijakan, Koordinasi, Pemantauan dan Evaluasi 0 245.110.100 343.553.200 320.000.000 320.000.000
Penyelenggaraan Penanaman Modal Badan Usaha Milik Daerah dan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
3.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 7.321.821.070 7.216.882.930 9.090.007.073 8.594.436.000 9.200.000.000

3.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 4.849.941.729 5.469.872.075 4.206.322.249 5.853.349.000 7.462.722.000

3.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 164.430.000 122.070.000 195.645.000 160.000.000 160.000.000

3.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 114.880.400 0 98.912.200 150.000.000 150.000.000

3.1.1.16 Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala 1.530.998.390 1.506.956.048 1.661.851.633 1.576.342.000 1.675.737.000
daerah
3.1.1.17 Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 122.770.500 105.793.200 134.255.900 175.000.000 200.000.000

3.1.1.18 Program peningkatan peran serta dan kesetaraan Gender dalam 180.322.100 324.699.274 348.574.500 400.000.000 400.000.000
pembangunan
3.1.1.18 Program upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba 64.834.000 29.194.500 57.094.600 50.000.000 50.000.000

3.1.1.21 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 0 45.825.000 99.544.200 95.000.000 105.000.000

3.1.1.24 Program mengintensifkan penanganan pengaduan masyarakat 34.175.000 35.400.000 0 44.062.200 150.000.000

3.1.1.31 Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK 419.282.950 302.870.800 0 0 0

3.1.1.34 Program Peningkatan Komunikasi dan Informasi Serta Penggunaan Media 2.081.418.200 1.666.559.700 1.919.488.750 2.111.437.625 2.322.581.388
Massa
3.1.1.58 Program Verifikasi Penyaluran Bantuan Sosial 44.999.160 0 0 0 0

3.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 123.302.500 115.970.500 193.388.500 720.000.000 720.000.000

3.1.1.71 Program Penataan Ketatalaksanaan 0 150.012.350 92.909.250 50.000.000 200.000.000

3.1.1.74 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 0 234.074.352 545.808.750 795.000.000 825.000.000

3.1.1.80 Program Transmigrasi Lokal 53.051.280 29.544.650 67.499.500 85.000.000 90.000.000

3.1.1.85 Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender 0 0 0 400.000.000 400.000.000
3.1.1.86 Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja 0 0 0 75.000.000 80.000.000

3.1.1.87 Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 0 0 0 0 0

3.1.1.88 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 0 0 0 95.000.000 105.000.000

3.1.1.89 Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS termasuk HIV/AIDS 0 0 0 50.000.000 50.000.000

4.1.4 Sekretariat DPRD


1.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 159.434.000 126.300.000 93.825.000 227.256.425 262.169.889

1.1.1.15 Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah 15.314.090.150 22.629.602.400 18.783.299.500 34.589.973.535 28.491.346.155

1.2.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.447.165.050 2.588.322.150 2.925.362.200 3.143.962.590 3.578.098.802

1.2.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 4.319.188.450 1.249.567.900 2.337.396.650 4.001.905.615 9.546.812.457

1.2.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 131.596.750 119.596.750 131.596.750 117.224.000 166.469.889

1.2.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 95.301.400 121.071.200 135.111.150 370.342.000 429.938.300
keuangan
4.1.5 Kantor Camat Sekotong
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 334.928.650 386.255.400 366.612.600 380.284.860 413.146.776

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 119.456.000 210.433.250 185.138.000 265.394.900 278.039.280

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 9.384.000 15.950.000 21.310.000 61.710.000 63.841.000
keuangan
2.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 9.470.000 13.810.000 16.662.000 16.662.000 18.328.200

2.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 0 4.300.000 6.000.000

2.1.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 0 22.781.000 32.781.000 36.059.100

2.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 43.945.000 53.945.000 53.945.000

2.1.1.83 Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 0 0 0 15.000.000 17.000.000

2.1.1.84 Program Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 0 0 0 20.000.000 22.000.000

4.1.6 Kantor Camat Lembar


2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 279.868.400 285.219.400 313.332.700 350.665.970 385.732.567

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 129.465.600 160.437.000 138.384.000 274.172.400 301.589.640

2.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 18.150.000 27.200.000 26.000.000 28.600.000 31.460.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 14.380.000 12.006.000 16.057.200 63.162.920 69.479.212
keuangan
4.1.7 Kantor Camat Gerung
1.3.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 100.684.700 141.508.000 98.162.600 89.887.600 134.476.360

1.8.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 24.902.800 132.377.800 151.773.200 48.460.000 48.580.200
keuangan
4.1.8 Kantor Camat Labuapi
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 358.654.500 228.508.000 292.391.000 321.080.000 321.303.600

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 138.911.500 283.934.000 176.496.000 184.586.000 203.610.000

2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 10.104.000 154.632.000 166.352.600 132.221.600 132.221.600
keuangan
2.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 13.200.000 13.200.000 12.155.000 12.155.000 18.800.000

2.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 41.350.000 35.875.000 41.350.000

2.1.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 33.920.000 10.650.000 10.700.000 10.650.000

2.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 44.290.000 63.200.000 45.899.000 46.450.000

2.1.1.84 Program Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 0 0 0 39.706.000 48.270.000

4.1.9 Kantor Camat Kediri


2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 337.518.250 409.107.150 415.680.000 424.264.000 445.580.000

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 185.670.750 133.611.150 139.542.165 134.219.500 202.812.500
2.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 14.162.500 11.425.000 15.025.000 5.425.000 15.625.000
keuangan
2.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 8.500.000 8.350.000 9.000.000 11.650.000 11.650.000

2.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 0 44.820.000 44.820.000

2.1.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 48.850.000 57.320.000 18.708.665 18.708.665

2.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 32.190.000 72.875.000 55.955.000 72.875.000

2.1.1.84 Program Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 0 0 0 14.400.000 20.000.000

4.2.1 Inspektorat Kabupaten


1.1.1.7 Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian 1.670.860.000 1.937.017.000 2.521.142.000 6.756.147.500 3.732.947.500
Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah
2.1.1.8 Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur 48.713.000 89.515.000 145.000.000 220.000.000 275.000.000
Pengawasan
2.1.2.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 374.489.900 366.649.500 447.473.000 748.403.500 748.403.500

2.1.2.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 497.620.000 175.388.000 226.783.500 739.630.000 925.425.000

2.1.2.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 30.330.000 45.051.000 88.693.000 136.000.000 116.000.000
keuangan
3.1.1.9 Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat 13.000.000 33.559.500 35.000.000 1.800.000.000 1.850.000.000

4.3.1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah


1.1.1.16 Program Kerjasama Pembangunan 7.485.000 48.245.000 20.750.000 50.000.000 65.000.000

1.1.1.18 Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 1.651.929.500 507.683.950 935.049.000 950.000.000 965.000.000

1.1.1.21 Program perencanaan pembangunan daerah 1.047.346.200 1.126.772.000 1.581.482.218 1.316.000.000 1.765.000.000

1.1.1.22 Program perencanaan pembangunan ekonomi 399.258.000 381.725.000 412.999.750 570.000.000 650.000.000

1.1.1.23 Program perencanaan sosial dan budaya 346.669.300 670.715.950 614.796.000 656.000.000 725.000.000

1.1.1.24 Program perancanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam 282.800.000 305.488.000 642.438.000 360.000.000 320.000.000

1.1.2.15 Program pengembangan data/informasi 920.222.400 878.373.000 695.857.000 485.000.000 498.000.000

1.2.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 499.324.500 585.575.200 642.127.000 719.500.000 724.500.000

1.2.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 324.151.000 541.030.000 880.534.500 595.000.000 645.000.000

1.2.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 0 25.000.000 25.000.000

1.2.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 98.010.300 146.142.600 147.608.500 223.500.000 303.500.000
keuangan
1.2.1.20 Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan 55.515.000 105.600.000 138.333.690 990.000.000 998.000.000
daerah
2.1.1.15 Program Penelitian dan Pengembangan Daerah 528.196.000 605.285.500 712.495.442 746.000.000 755.000.000

4.4.1 Badan Pendapatan Daerah


4.2.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.541.500.000 1.217.870.000 2.810.664.070 2.934.962.000 3.228.458.200

4.4.2 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah


1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 0 0 282.869.900 245.872.500 307.340.625
keuangan
2.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 0 0 1.323.193.100 860.252.300 1.075.315.375

3.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 2.546.073.250 2.409.578.750 3.011.973.438

3.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 0 61.608.000 77.010.000

4.5.1 Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumberdaya Manusia

1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 499.444.000 362.900.000 664.786.100 384.600.000 397.300.000

1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 141.720.000 188.040.000 461.719.000 511.140.000 243.140.000

1.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 70.896.000 130.000.000 31.174.000 200.000.000 250.000.000

1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 69.491.000 72.500.000 113.404.500 72.500.000 72.500.000
keuangan
1.2.1.4 Program fasilitasi pindah/purna tugas PNS 1.050.070.400 1.310.000.000 75.229.600 1.385.979.600 1.385.979.600

1.2.1.40 Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 979.659.700 1.625.000.000 1.769.746.950 2.339.267.000 2.240.267.000

Sub Total Pagu Program SKPD 108.522.281.116 116.024.434.425 129.343.529.782 174.591.124.044 184.153.481.887
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

2.1.1.2 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 94.412.376.853 57.861.076.554 121.862.171.874 133.210.187.066 168.604.204.195

1.1.1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan


3.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1.147.392.900 1.173.664.300 985.000.000 985.000.000 985.000.000

3.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 39.290.000 130.336.300 110.000.000 120.000.000 132.000.000

1.2.1 Dinas Kesehatan


1.1.1.23 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 660.492.500 693.574.875 2.306.209.000 1.330.209.750 1.466.064.000

1.1.1.25 Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana 8.927.486.700 5.233.775.678 20.353.712.974 15.814.874.916 17.023.355.008
puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya
1.1.1.26 Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah 1.993.678.000 2.193.045.800 2.410.160.000 12.715.000.000 13.395.000.000
sakit jiwa/ rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata
1.1.1.27 Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah sakit jiwa/ 0 0 3.699.840.000 3.100.000.000 3.665.000.000
rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata
3.1.1.28 Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan 14.111.593.331 3.517.778.500 3.916.333.863 3.857.588.575 4.150.744.600

1.2.2 Rumah Sakit Umum Daerah


1.1.1.33 Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD 35.048.148.694 17.415.880.242 35.048.148.694 35.048.148.694 35.048.148.694

1.2.1.26 Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah 15.959.798.666 4.300.000.000 28.429.699.170 18.654.438.691 47.015.699.170
sakit jiwa/ rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata
2.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 400.000.000 475.000.000 550.000.000 625.000.000 0

2.2.1.19 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 720.500.000 720.500.000 720.500.000 720.500.000 720.500.000

2.2.1.28 Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan 630.000.000 630.000.000 630.000.000 1.329.500.000 1.864.598.566

1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


1.1.1.24 Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan 9.672.754.486 11.241.911.076 9.900.256.000 11.885.294.400 13.593.088.560
Jaringan Pengairan lainnya
5.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 124.795.600 133.067.160 117.810.000 135.481.500 155.803.725
keuangan
5.1.1.23 Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan 950.000.000 2.401.596.273 1.547.955.000 1.780.148.250 2.047.170.488

5.1.1.31 Program Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi 50.000.000 242.705.000 357.613.500 686.255.525 797.943.854

2.1.1 Dinas Tenaga Kerja


1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 0 0 304.007.500 426.100.000 436.100.000

1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 299.515.000 173.046.000 173.046.000

1.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 0 0 0

1.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 0 0 0

1.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 0 0 81.881.000 99.825.000 99.825.000
keuangan
2.10.1 Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik
1.1.1.20 Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK 0 0 383.970.000 0 0

1.1.1.21 Program Penataan Ketatalaksanaan 0 0 594.870.000 0 0

1.1.1.25 Program Peningkatan Komunikasi dan Informasi Serta Penggunaan Media 0 0 74.000.000 37.875.500 43.556.825
Massa
2.1.1.17 Program fasilitasi Peningkatan SDM bidang komunikasi dan informasi 0 0 240.920.900 265.012.990 304.764.939

2.1.1.18 Program kerjasama informasi dengan mas media 0 0 439.454.000 953.875.000 1.099.206.250

2.1.1.19 Program Peningkatan Pelayanan dalam Bidang Komunikasi dan Informasi 0 0 228.490.100 386.000.000 443.900.000

2.1.1.22 Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah 0 0 0 1.928.917.500 2.232.536.775


2.1.1.24 Program mengintensifkan penanganan pengaduan masyarakat 0 0 27.697.700 0 0

3.1.1.15 Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa 0 0 1.458.983.400 2.367.964.740 2.658.181.389

3.1.1.16 Program pengkajian dan penelitian bidang informasi dan komunikasi 271.265.500 0 0 0 0

2.12.1 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu


4.1.1.22 Program Pendataan, Advokasi, Informasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 50.145.000 170.721.000 504.255.000 360.000.000 385.495.000
DPM-PTSP
2.17.1
1.1.1.21 Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan 418.211.800 758.091.850 412.896.000 388.792.000 553.136.300

4.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 466.771.700 555.151.700 593.153.831 541.663.831 508.303.700

4.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 311.329.000 443.846.000 304.600.000 559.400.000 2.573.242.450

4.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 173.196.700 103.236.000 172.061.000 174.711.000 173.196.700

4.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 31.106.250 28.379.000 28.386.500 47.748.000 43.706.250
keuangan
4.1.1.15 Program perbaikan sistem administrasi kearsipan 60.420.000 15.420.000 8.950.000 25.420.000 60.420.000

4.1.1.16 Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah 31.253.500 20.547.500 28.509.500 28.523.500 63.047.000

4.1.1.17 Program pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana kearsipan 44.393.900 53.361.900 54.631.000 75.643.000 65.000.000

2.6.1 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil


1.1.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 327.633.100 382.283.100 581.113.750 580.933.650 580.933.650

2.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 193.299.900 1.076.816.100 603.850.600 603.850.600 603.850.600

3.1.1.6 Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan 25.000.000 35.000.000 47.553.750 47.553.750 47.553.750
keuangan
4.1.1.16 Program Pelayanan Administrasi Kependudukan 0 0 0 2.332.949.000 2.332.949.000

2.9.1 Dinas Perhubungan


2.1.1.16 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ 75.427.000 398.743.600 367.497.000 756.860.000 756.860.000

3.1.1.17 Pogram peningkatan pelayanan angkutan 483.805.000 529.246.700 720.077.500 1.064.357.125 1.529.357.125

3.1.2.19 Program pengendalian dan pengamanan lalu lintas 679.746.726 245.265.000 853.214.123 1.654.929.650 1.708.884.132

4.1.10 Kantor Camat Kuripan


1.1.1.27 Program Penataan Daerah Otonomi Baru 0 37.939.050 39.348.100 38.498.100 39.548.100

4.1.11 Kantor Camat Narmada


1.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 0 0 75.839.500 75.000.000 82.500.000

4.1.12 Kantor Camat Lingsar


2.1.1.27 Program Penataan Daerah Otonomi Baru 0 48.731.000 51.963.100 0 0

2.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 0 0 0 34.682.000 55.500.000

4.1.13 Kantor Camat Gunungsari


1.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 0 0 0 49.607.100 54.567.810

4.1.14 Kantor Camat Batu Layar


1.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 9.805.000 6.846.000 10.496.000 15.150.000 16.500.000

1.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 4.525.000 30.610.000 11.000.000

1.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 0 35.635.000 15.552.000 25.392.000 16.500.000

1.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 11.550.000 25.100.000 55.115.000

1.1.1.83 Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 0 0 0 35.000.000 38.500.000

1.1.1.84 Program Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 0 0 0 14.140.000 18.000.000

4.1.5 Kantor Camat Sekotong


1.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 0 0 59.040.000 75.000.000 85.500.000

4.1.6 Kantor Camat Lembar


1.1.1.27 Program Penataan Daerah Otonomi Baru 0 34.789.600 84.675.850 93.143.435 102.457.779

1.1.1.57 Program Perencanaan Kecamatan 11.336.000 16.015.000 16.015.000 17.500.000 19.250.000

1.1.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 9.150.000 64.365.000 70.801.500

1.1.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 0 0 92.281.300 101.509.430

1.1.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 0 46.140.650 50.754.715

1.1.1.83 Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 0 0 0 0 38.500.000

1.1.1.85 Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender 0 0 0 17.500.000 19.250.000

1.1.1.86 Program Pengembangan Data/Informasi 4.988.000 4.771.000 4.048.250 4.453.075 4.898.383

4.1.7 Kantor Camat Gerung


1.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 60.500.000 66.550.000 73.205.000 90.790.500 90.850.000

1.2.1.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 333.580.350 265.425.500 235.645.300 250.906.300 294.581.930

1.4.1.83 Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 0 0 0 0 30.000.000

1.5.1.82 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 0 0 27.512.500 28.512.500 31.363.750

1.6.1.81 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 0 0 0 0 7.500.000

1.7.1.67 Program Peningkatan Pelayanan Keagamaan 0 0 11.150.000 12.000.000 13.000.000

4.1.8 Kantor Camat Labuapi


1.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 0 93.845.500 55.396.100 58.506.100 50.720.500

4.1.9 Kantor Camat Kediri


1.1.1.68 Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) 0 24.618.200 23.418.200 23.418.200 23.418.200

4.5.1 Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumberdaya Manusia


1.2.1.41 Pembinaan Jabatan Fungsional 0 70.000.000 0 70.000.000 70.000.000

2.3.1.38 Program Pendidikan Kedinasan 106.340.000 190.000.000 296.620.000 0 0

2.3.1.39 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Daerah 1.343.574.400 3.625.000.000 1.862.432.450 9.095.000.000 9.615.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 95.949.059.703 59.839.110.504 123.465.359.705 135.052.088.397 172.644.256.595
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 1.536.682.850 1.978.033.950 1.603.187.831 1.841.901.331 4.040.052.400

2.1.2.1 Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah 4.074.175.000 4.612.533.000 6.096.856.600 5.545.524.400 6.931.905.500

4.4.2 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah


2.1.1.17 Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 4.074.175.000 4.612.533.000 6.096.856.600 5.545.524.400 6.931.905.500

Sub Total Pagu Program SKPD 4.074.175.000 4.612.533.000 6.096.856.600 5.545.524.400 6.931.905.500
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

3 Mengembangkan Potensi Sumberdaya Sosial dan Budaya


Yang Dimiliki Untuk Keberlanjutan Pembangunan (LOBAR
TANGGUH DAN BERBUDAYA)
3.1.1.1 Peningkatan Keamanan Daerah 4.592.515.700 5.001.390.600 15.314.374.007 27.797.536.020 30.347.470.322

1.5.1 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik


1.1.1.15 Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan 401.115.100 1.062.531.900 1.886.487.500 2.011.850.000 2.514.705.600

1.1.2.16 Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal 36.499.900 33.532.700 42.645.100 33.092.100 58.993.000

1.1.3.17 Program pengembangan wawasan kebangsaan 25.968.000 42.136.300 546.829.600 470.225.400 1.179.380.000

1.1.4.20 Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) 46.147.000 50.035.400 0 106.772.200 247.786.700

2.1.1.21 Program pendidikan politik masyarakat 90.956.700 101.015.300 193.335.300 232.081.000 343.028.600

3.1.1.27 Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS, termasuk HIV/AIDS 79.059.000 47.469.000 131.488.100 0 0

3.1.2.23 Program Ketahanan Organisasi Kemasyarakatan 0 0 77.142.400 92.424.200 200.000.000


3.1.3.24 Program Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya 0 0 0 30.967.100 250.000.000

1.5.2 Satuan Polisi Pamong Praja


1.1.1.16 Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal 1.466.160.000 1.353.540.000 1.528.570.000 1.976.600.000 2.165.060.000

1.1.1.20 Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) 54.900.000 19.040.000 11.640.000 28.500.000 28.500.000

1.1.2.15 Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan 112.610.000 12.400.000 7.760.000 113.800.000 101.800.000

1.1.2.19 Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan 242.100.000 242.690.000 238.150.000 647.400.000 987.600.000
keamanan
1.5.3 Badan Penanggulangan Bencana Daerah
2.1.1.22 Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam 2.037.000.000 2.037.000.000 2.037.000.000 2.037.000.000 2.037.000.000

1.5.4 Dinas Pemadam Kebakaran


1.1.1.2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 0 0 65.432.000 2.549.120.000 1.097.470.000

1.1.1.3 Program peningkatan disiplin aparatur 0 0 25.000.000 491.500.000 491.500.000

1.1.1.5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 0 0 33.456.000 150.000.000 150.000.000

1.1.1.26 Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran 0 0 671.779.807 5.691.780.000 5.691.780.000

2.13.1 Dinas Pemuda dan Olah Raga


1.1.1.15 Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda 0 0 251.550.000 351.705.000 386.875.500

1.1.1.17 Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan 0 0 0 225.000.000 247.500.000
hidup pemuda
1.1.1.18 Program upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba 0 0 47.475.000 52.222.500 57.444.750

1.2.1.19 Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olah Raga 0 0 426.200.000 1.018.820.000 1.370.702.000

1.2.1.20 Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga 0 0 324.573.200 1.617.030.520 1.978.733.572

2.1.1.16 Program peningkatan peran serta kepemudaan 0 0 710.200.000 956.220.000 1.126.842.000

3.1.1.21 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga 0 0 6.057.660.000 6.913.426.000 7.634.768.600

Sub Total Pagu Program SKPD 4.592.515.700 5.001.390.600 15.314.374.007 27.797.536.020 30.347.470.322
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

3.1.1.2 Penurunan Jumlah PMKS 2.749.152.800 6.117.749.200 10.439.132.700 11.851.330.000 12.501.030.000

1.6.1 Dinas Sosial


1.1.1.15 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan 1.617.098.300 2.328.395.000 3.363.911.000 4.720.000.000 5.060.000.000
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
1.1.1.16 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 534.071.000 587.810.000 567.670.000 1.013.420.000 1.078.339.000

2.1.1.21 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 597.983.500 2.449.364.700 5.846.210.000 4.732.610.000 4.849.361.000

3.1.1.23 Program Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat 0 320.019.500 392.592.500 670.300.000 738.330.000

3.2.1.25 Program Perlindungan Jaminan Sosial 0 0 0 150.000.000 150.000.000

4.1.1.22 Program Pengembangan Sistem Informasi Sosial Dasar Terpadu 0 432.160.000 268.749.200 465.000.000 475.000.000

2.8.1 Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan


Perempuan dan Perlindungan Anak
3.2.1.20 Program Peningkatan Perlindungan Khusus Anak 0 0 0 100.000.000 150.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 2.749.152.800 6.117.749.200 10.439.132.700 11.851.330.000 12.501.030.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

3.1.1.3 Peningkatan Kesadaran Hukum 0 0 0 359.300.000 524.900.000

1.5.2 Satuan Polisi Pamong Praja


1.1.1.25 Program Penegakan Peraturan Daerah/Peraturan Bupati 0 0 0 359.300.000 524.900.000

Sub Total Pagu Program SKPD 0 0 0 359.300.000 524.900.000


Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

3.2.1.1 Program Pelestarian Cagar Budaya 913.045.638 1.652.015.778 1.183.281.000 1.895.810.700 1.358.600.000
1.1.1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
2.1.1.15 Program Pengembangan Nilai Budaya 314.396.938 212.604.300 335.500.000 366.000.000 402.600.000

2.1.1.16 Program Pengelolaan Kekayaan Budaya 179.573.700 270.281.000 220.000.000 240.000.000 264.000.000

2.1.1.17 Program Pengelolaan Keragaman Budaya 419.075.000 1.169.130.478 627.781.000 1.289.810.700 692.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 913.045.638 1.652.015.778 1.183.281.000 1.895.810.700 1.358.600.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

4 Mengembangan Potensi Sumberdaya Alam Dengan


Memperhatikan Kelestarian Lingkungan dan
Keseimbangan Lingkungan (LOBAR LESTARI)
4.1.1.1 Perlindungan Mata Air 1.321.557.550 1.453.713.305 1.037.670.534 2.110.985.237 2.322.083.761

2.5.1 Dinas Lingkungan Hidup


3.1.1.17 Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 1.321.557.550 1.453.713.305 1.037.670.534 2.110.985.237 2.322.083.761

Sub Total Pagu Program SKPD 1.321.557.550 1.453.713.305 1.037.670.534 2.110.985.237 2.322.083.761
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

4.1.1.2 Peningkatan Kualitas Air Sungai 644.390.000 712.662.500 299.025.875 328.928.463 361.821.309

2.5.1 Dinas Lingkungan Hidup


2.1.1.16 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 644.390.000 712.662.500 299.025.875 328.928.463 361.821.309

Sub Total Pagu Program SKPD 644.390.000 712.662.500 299.025.875 328.928.463 361.821.309
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

4.1.1.3 Peningkatan Kualitas Lingkungan 1.558.003.450 1.733.996.195 5.577.206.475 6.722.441.990 7.394.686.190

2.5.1 Dinas Lingkungan Hidup


1.1.1.15 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan 1.076.000.000 1.183.600.000 5.357.112.325 6.470.971.085 7.118.068.194

2.1.1.20 Program peningkatan pengendalian polusi 0 0 4.429.000 4.871.900 5.359.090

3.1.1.18 Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam 164.517.100 201.161.210 68.338.100 84.539.250 92.993.175

3.1.1.19 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan 82.822.050 91.104.255 131.083.450 144.191.795 158.610.975
Lingkungan Hidup
3.1.1.24 Program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) 234.664.300 258.130.730 16.243.600 17.867.960 19.654.757

Sub Total Pagu Program SKPD 1.558.003.450 1.733.996.195 5.577.206.475 6.722.441.990 7.394.686.190
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

4.1.1.4 Peningkatan Kesesuaian Pemanfaatan Tata Ruang 372.502.755 409.753.030 1.634.788.800 1.880.007.120 2.617.503.638

1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


4.1.1.32 Program Perencanaan Tata Ruang 0 0 646.046.800 742.953.820 854.396.893

4.1.1.33 Program Pemanfaatan Ruang 0 0 304.447.000 350.114.050 402.631.158

4.1.1.34 Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 0 0 339.875.000 390.856.250 449.484.688

5.1.1.29 Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 372.502.755 409.753.030 344.420.000 396.083.000 910.990.900

Sub Total Pagu Program SKPD 372.502.755 409.753.030 1.634.788.800 1.880.007.120 2.617.503.638
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5 Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Yang


Mampu Beradaptasi Terhadap Perkembangan Regional,
Nasional dan Global (LOBAR SEHAT DAN CERDAS)

5.1.1.1 Peningkatan Harapan Lama Sekolah 6.516.242.100 9.612.559.493 8.960.000.000 14.450.000.000 15.460.000.000

1.1.1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan


1.1.1.15 Program Pendidikan Anak Usia Dini 4.813.359.500 7.456.455.993 8.165.000.000 13.845.000.000 14.855.000.000

1.1.1.18 Program Pendidikan Non Formal 1.702.882.600 2.156.103.500 795.000.000 605.000.000 605.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 6.516.242.100 9.612.559.493 8.960.000.000 14.450.000.000 15.460.000.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5.1.1.2 Peningkatan Rata- Rata Lama Sekolah 34.466.335.375 20.002.360.909 32.748.081.635 37.002.184.063 44.102.507.227

1.1.1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan


1.1.1.16 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 34.466.335.375 20.002.360.909 32.748.081.635 37.002.184.063 44.102.507.227

Sub Total Pagu Program SKPD 34.466.335.375 20.002.360.909 32.748.081.635 37.002.184.063 44.102.507.227
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5.1.1.3 Peningkatan Angka Kelulusan 2.775.661.100 3.481.365.623 2.421.146.330 2.170.000.000 2.750.000.000

1.1.1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan


1.1.2.20 Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2.552.648.400 3.086.495.722 1.715.000.000 1.690.000.000 1.690.000.000

1.1.2.22 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 223.012.700 394.869.901 706.146.330 480.000.000 1.060.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 2.775.661.100 3.481.365.623 2.421.146.330 2.170.000.000 2.750.000.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5.1.2.1 Peningkatan Angka Harapan Hidup 6.117.574.916 14.427.667.651 21.829.472.662 26.668.894.580 28.845.980.279

1.2.1 Dinas Kesehatan


1.1.1.15 Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 2.715.438.395 2.851.210.315 4.080.118.362 4.122.754.155 4.995.572.879

1.1.1.16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat 2.697.983.471 10.832.882.645 16.905.668.050 21.535.055.150 22.717.753.200

1.1.1.17 Program Pengawasan Obat dan Makanan 43.752.300 45.939.916 50.850.000 0 0

1.1.1.30 Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia 0 0 40.450.000 50.000.000 60.000.000

2.1.1.19 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 284.722.500 298.958.625 209.335.000 327.430.875 341.667.000

2.1.1.21 Program Pengembangan Lingkungan Sehat 64.865.250 68.072.500 151.011.250 156.465.000 208.920.000

2.1.1.22 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 310.813.000 330.603.650 392.040.000 477.189.400 522.067.200

2.2.1
3.2.1.16 Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak 0 0 0 0 0

Sub Total Pagu Program SKPD 6.117.574.916 14.427.667.651 21.829.472.662 26.668.894.580 28.845.980.279
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5.1.2.2 Penurunan Angka Kematian Ibu 316.128.000 2.544.825.000 2.047.469.000 2.911.815.000 2.999.680.000

1.2.1 Dinas Kesehatan


1.1.1.32 Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 316.128.000 2.544.825.000 2.047.469.000 2.911.815.000 2.999.680.000

Sub Total Pagu Program SKPD 316.128.000 2.544.825.000 2.047.469.000 2.911.815.000 2.999.680.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5.1.2.3 Penurunan Angka Kematian Bayi 20.950.000 21.997.500 105.675.000 249.092.500 295.140.000

1.2.1 Dinas Kesehatan


1.1.1.29 Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita 20.950.000 21.997.500 105.675.000 249.092.500 295.140.000

Sub Total Pagu Program SKPD 20.950.000 21.997.500 105.675.000 249.092.500 295.140.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5.1.2.4 Penurunan Gizi Buruk 564.007.500 455.234.250 575.222.000 833.402.750 963.206.000

1.2.1 Dinas Kesehatan


2.1.1.20 Program Perbaikan Gizi Masyarakat 536.727.500 426.590.250 551.652.000 682.030.750 778.206.000

2.1.1.31 Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan 27.280.000 28.644.000 23.570.000 151.372.000 185.000.000

Sub Total Pagu Program SKPD 564.007.500 455.234.250 575.222.000 833.402.750 963.206.000
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

5.1.3.1 Pemberdayaan Perempuan 216.324.400 126.448.500 241.036.000 229.737.500 264.198.125

2.2.1
3.1.1.16 Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak 0 0 0 0 0

3.1.1.18 Program peningkatan peran serta dan kesetaraan Gender dalam 0 0 0 0 0


pembangunan
2.8.1 Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
3.1.1.16 Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak 182.328.900 78.328.500 96.500.500 96.500.500 110.975.575

3.1.1.18 Program peningkatan peran serta dan kesetaraan Gender dalam 12.495.500 13.994.500 66.084.500 110.134.500 126.654.675
pembangunan
3.3.1.17 Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 21.500.000 34.125.500 78.451.000 23.102.500 26.567.875

Sub Total Pagu Program SKPD 216.324.400 126.448.500 241.036.000 229.737.500 264.198.125
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

6 Meningkatkan Martabat dan Kebanggaan Daerah (LOBAR


BERMARTABAT)
6.1.1.1 Penanggulangan Kemiskinan 5.888.589.380 4.971.297.810 6.426.328.250 6.926.365.900 7.235.540.650

2.2.1
1.1.1.16 Program Kesehatan Reproduksi Remaja 0 0 0 0 0

1.1.2.15 Program Keluarga Berencana 0 0 0 0 0

2.1.1.18 Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang 0 0 0 0 0
mandiri
2.1.1.23 Program penyiapan tenaga pedamping kelompok bina keluarga 0 0 0 0 0

2.6.1 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil


4.1.1.15 Program Penataan Administrasi Kependudukan 1.656.706.100 1.357.002.900 1.423.407.900 1.361.770.000 1.361.770.000

2.7.1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa


1.2.1.15 Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 670.801.550 924.901.650 1.141.816.150 1.060.280.000 1.070.280.000

1.2.1.16 Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan 66.352.000 75.926.000 112.764.500 117.000.000 124.000.000

1.2.1.17 Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa 2.380.585.450 381.084.750 331.079.400 534.500.000 564.500.000

1.2.1.18 Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa 328.819.500 673.822.700 344.541.400 896.052.500 1.045.231.500

2.8.1 Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan


Perempuan dan Perlindungan Anak
1.1.1.16 Program Kesehatan Reproduksi Remaja 0 120.650.000 131.270.000 131.270.000 131.270.000

1.1.2.15 Program Keluarga Berencana 604.876.000 1.230.115.850 2.618.384.400 2.499.064.400 2.563.095.800

2.1.1.18 Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang 9.000.000 29.862.500 13.885.000 41.415.000 47.627.250
mandiri
2.1.1.23 Program penyiapan tenaga pedamping kelompok bina keluarga 171.448.780 177.931.460 309.179.500 285.014.000 327.766.100

Sub Total Pagu Program SKPD 5.888.589.380 4.971.297.810 6.426.328.250 6.926.365.900 7.235.540.650
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

6.1.2.1 Pemerataan Pembangunan 23.669.428.000 20.202.196.800 42.359.276.000 57.016.796.750 63.085.439.163

1.3.1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


2.1.1.15 Program pembangunan jalan dan jembatan 18.910.000.000 14.631.000.000 34.500.025.000 39.675.028.750 45.626.283.063

5.1.1.7 Program Pengembangan Sistem Informasi Bidang ke PU an 100.188.000 110.206.800 2.009.590.000 131.901.000 145.091.100

3.6.1 Dinas Perindustrian dan Perdagangan


1.1.1.16 Program pengembangan industri kecil dan menengah 300.000.000 844.150.000 1.559.890.000 1.647.260.000 1.729.620.000

2.1.1.15 Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan 437.430.000 269.140.000 1.509.320.000 577.837.000 600.145.000
2.1.1.18 Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri 3.567.910.000 3.318.490.000 1.509.320.000 13.346.880.000 13.264.520.000

2.1.1.19 Program pembinaan pedagang kakilima dan asongan 353.900.000 1.029.210.000 1.271.131.000 1.637.890.000 1.719.780.000

Sub Total Pagu Program SKPD 23.669.428.000 20.202.196.800 42.359.276.000 57.016.796.750 63.085.439.163
Selisih SubTotal dgn Pagu Prog Pemda 0 0 0 0 0

PROGRAM SKPD YANG MENGACU KEPADA PROGRAM PEMDA


Halaman : 20
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
LAPORAN REALISASI ANGGARAN

NO. URUT URAIAN ANGGARAN REALISASI LEBIH / (KURANG)

1 PENDAPATAN 1.757.211.201.824,83 1.483.037.617.474,69 84,40% -274.173.584.350,14

1.1 PENDAPATAN ASLI 326.120.523.135,83 165.521.879.917,69 #DIV/0!


50,75% -160.598.643.218,14
DAERAH
1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah 122.224.020.355,00 94.834.748.654,09 77,59% -27.389.271.700,91
1.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 17.775.908.782,00 14.498.725.599,73 81,56% -3.277.183.182,27
1.1.3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan 11.975.411.152,60 12.179.008.437,72 101,70% 203.597.285,12
1.1.4 Daerah
Lain-lainYang Dipisahkan
Pendapatan Asli Daerah yang Sah 174.145.182.846,23 44.009.397.226,15 25,27% -130.135.785.620,08

1.2 PENDAPATAN TRANSFER 1.391.330.917.889,00 1.307.942.377.773,00 #DIV/0!


94,01% -83.388.540.116,00

1.2.1 Transfer Pemerintah Pusat - Dana Perimbangan 1.149.274.093.649,00 1.080.112.073.372,00 #DIV/0!


93,98% -69.162.020.277,00

1.2.1.1 Dana Bagi Hasil Pajak 30.838.741.234,00 23.789.638.634,00 77,14% -7.049.102.600,00


1.2.1.2 Dana Bagi Hasil Bukan 22.140.693.415,00 22.464.988.565,00 101,46% 324.295.150,00
1.2.1.3 Pajak Alokasi
Dana (Sumber Daya Alam)
Umum 770.958.922.000,00 770.958.922.000,00 100,00% 0,00
1.2.1.4 Dana Alokasi Khusus 325.335.737.000,00 262.898.524.173,00 80,81% -62.437.212.827,00

1.2.2 Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya 162.571.449.000,00 162.571.449.000,00 #DIV/0!


100,00% 0,00

1.2.2.2 Dana Penyesuaian 162.571.449.000,00 162.571.449.000,00 100,00% 0,00

1.2.3 Transfer Pemerintah Provinsi 79.485.375.240,00 65.258.855.401,00 #DIV/0!


82,10% -14.226.519.839,00

1.2.3.1 Pendapatan Bagi Hasil 79.485.375.240,00 65.258.855.401,00 82,10% -14.226.519.839,00


Pajak #DIV/0!
1.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN 39.759.760.800,00 9.573.359.784,00 24,08% -30.186.401.016,00
YANG SAH
1.3.1 Pendapatan Hibah 39.759.760.800,00 9.573.359.784,00 24,08% -30.186.401.016,00

2 BELANJA 1.749.413.962.654,20 1.457.049.301.094,94 #DIV/0!


83,29% -292.364.661.559,26

2.1 BELANJA OPERASI & 1.734.313.969.740,50 1.450.555.895.631,94 #DIV/0!


83,64% -283.758.074.108,56
MODAL

2 . 1 . 1.01.01 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 503.088.957.054,02 404.011.804.650,00 80,31% -99.077.152.404,02


2 . 1 . 1.02.01 Dinas Kesehatan 166.957.957.379,62 91.012.553.269,12 54,51% -75.945.404.110,50
2 . 1 . 1.02.02 Rumah Sakit Umum Daerah 66.604.117.444,09 58.612.072.984,40 88,00% -7.992.044.459,69
2 . 1 . 1.03.01 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 259.349.118.448,49 228.592.741.089,03 88,14% -30.756.377.359,46
2 . 1 . 1.04.01 Dinas Perumahan Dan Permukiman 35.969.018.688,59 32.805.752.619,00 91,21% -3.163.266.069,59
2 . 1 . 1.05.01 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik 6.424.328.082,22 5.831.275.920,00 90,77% -593.052.162,22
2 . 1 . 1.05.02 Satuan Polisi Pamong Praja 10.965.417.099,49 10.768.609.347,00 98,21% -196.807.752,49
2 . 1 . 1.05.03 Badan Penanggulangan Bencana Daerah 4.995.082.506,34 4.784.963.617,00 95,79% -210.118.889,34
2 . 1 . 1.05.04 Dinas Pemadam Kebakaran 4.066.994.506,74 3.759.021.912,00 92,43% -307.972.594,74
2 . 1 . 1.06.01 Dinas Sosial 16.879.461.249,42 14.621.247.057,00 86,62% -2.258.214.192,42
2 . 1 . 2.01.01 Dinas Tenaga Kerja 5.094.395.578,90 3.983.979.018,00 78,20% -1.110.416.560,90
2 . 1 . 2.03.01 Dinas Ketahanan Pangan 3.829.061.088,91 3.308.819.376,00 86,41% -520.241.712,91
2 . 1 . 2.05.01 Dinas Lingkungan Hidup 12.978.067.366,51 12.107.533.759,00 93,29% -870.533.607,51
2 . 1 . 2.06.01 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 7.427.187.496,85 6.656.788.827,00 89,63% -770.398.669,85
2 . 1 . 2.07.01 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 4.970.114.772,03 4.548.272.286,00 91,51% -421.842.486,03
2 . 1 . 2.08.01 Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga 13.154.787.616,25 12.281.886.087,00 93,36% -872.901.529,25
2 . 1 . 2.09.01 Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan
Dinas Perhubungan 9.460.083.639,94 9.098.313.672,00 96,18% -361.769.967,94
2 . 1 . 2.10.01 Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik 6.891.770.382,13 5.646.123.144,00 81,93% -1.245.647.238,13
2 . 1 . 2.11.01 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah 7.833.972.484,08 6.257.182.200,00 79,87% -1.576.790.284,08
2 . 1 . 2.12.01 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan 5.678.600.371,18 5.185.682.365,00 91,32% -492.918.006,18
2 . 1 . 2.13.01 Terpadu
Dinas Satu Pintu
Pemuda dan Olahraga 10.305.529.303,15 7.902.839.616,00 76,69% -2.402.689.687,15
2 . 1 . 2.18.01 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 4.487.492.198,34 4.185.833.262,00 93,28% -301.658.936,34
2 . 1 . 3.01.01 Dinas Kelautan dan Perikanan 10.792.196.919,16 9.488.049.542,00 87,92% -1.304.147.377,16
2 . 1 . 3.02.01 Dinas Pariwisata 14.602.304.891,39 12.773.215.708,00 87,47% -1.829.089.183,39
2 . 1 . 3.03.01 Dinas Pertanian 48.605.520.744,72 42.966.998.308,00 88,40% -5.638.522.436,72
2 . 1 . 3.06.01 Dinas Perindustrian dan Perdagangan 24.829.781.249,84 21.417.171.544,00 86,26% -3.412.609.705,84
2 . 1 . 4.01.00 PPKD 232.558.280.089,39 228.871.480.089,39 98,41% -3.686.800.000,00
2 . 1 . 4.01.01 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 456.533.510,00 446.341.280,00 97,77% -10.192.230,00
2 . 1 . 4.01.02 DPRD 14.744.375.986,00 14.332.648.898,00 97,21% -411.727.088,00
2 . 1 . 4.01.03 Sekretariat Daerah 34.893.725.803,80 29.798.446.672,00 85,40% -5.095.279.131,80
2 . 1 . 4.01.04 Sekretariat DPRD 36.149.285.011,08 35.016.480.703,00 96,87% -1.132.804.308,08
2 . 1 . 4.01.09 Kantor Camat Sekotong 2.584.179.674,98 2.500.262.166,00 96,75% -83.917.508,98
2 . 1 . 4.01.10 Kantor Camat Lembar 2.941.201.918,29 2.824.858.281,00 96,04% -116.343.637,29
2 . 1 . 4.01.11 Kantor Camat Gerung 6.516.017.774,59 6.187.259.032,00 94,95% -328.758.742,59
2 . 1 . 4.01.12 Kantor Camat Labuapi 3.713.439.346,99 3.609.181.662,00 97,19% -104.257.684,99
2 . 1 . 4.01.13 Kantor Camat Kediri 2.894.591.328,00 2.794.078.363,00 96,53% -100.512.965,00
2 . 1 . 4.01.14 Kantor Camat Kuripan 2.535.206.018,54 2.426.167.865,00 95,70% -109.038.153,54
2 . 1 . 4.01.15 Kantor Camat Narmada 3.855.799.950,45 3.669.279.222,00 95,16% -186.520.728,45
2 . 1 . 4.01.16 Kantor Camat Lingsar 3.302.223.945,60 3.238.959.887,00 98,08% -63.264.058,60
2 . 1 . 4.01.17 Kantor Camat Gunungsari 3.661.102.625,72 3.554.080.336,00 97,08% -107.022.289,72
2 . 1 . 4.01.18 Kantor Camat Batu Layar 2.660.953.785,60 2.574.287.562,00 96,74% -86.666.223,60
2 . 1 . 4.02.01 Inspektorat Kabupaten 8.245.263.677,05 7.910.675.081,00 95,94% -334.588.596,05
2 . 1 . 4.03.01 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 11.213.728.117,55 9.988.239.122,00 89,07% -1.225.488.995,55
2 . 1 . 4.04.05 Badan Pendapatan Daerah 20.350.810.453,27 18.642.278.761,00 91,60% -1.708.531.692,27
2 . 1 . 4.04.06 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah 65.116.756.544,94 40.785.411.807,00 62,63% -24.331.344.737,94
2 . 1 . 4.05.06 Badan Kepegawaian Daerah dan 9.679.175.616,26 8.776.747.664,00 90,68% -902.427.952,26
Pengembangan Sumberdaya Manusia #DIV/0!
2.3 BELANJA TAK TERDUGA 1.100.000.000,00 992.683.000,00 90,24% -107.317.000,00

2.3.1 Belanja Tak Terduga 1.100.000.000,00 992.683.000,00 90,24% -107.317.000,00

2.4 TRANSFER 13.999.992.913,70 5.500.722.463,00 #DIV/0!


39,29% -8.499.270.450,70

2.4.1 Transfer Bagi Hasil Ke KAB/KOTA/DESA 13.999.992.913,70 5.500.722.463,00 #DIV/0!


39,29% -8.499.270.450,70

2.4.1.1 Bagi Hasil Pajak 13.999.992.913,70 5.500.722.463,00 39,29% -8.499.270.450,70

SURPLUS / (DEFISIT) 7.797.239.170,63 25.988.316.379,75 #DIV/0!


333,30% 18.191.077.209,12
3 PEMBIAYAAN #DIV/0!

3.1 PENERIMAAN DAERAH 26.422.694.459,37 22.250.270.849,37 #DIV/0!


84,21% -4.172.423.610,00

3.1.1 Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 26.122.694.459,37 22.123.620.849,37 84,69% -3.999.073.610,00
3.1.5 Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah 300.000.000,00 126.650.000,00 42,22% -173.350.000,00

3.2 PENGELUARAN DAERAH 34.219.933.630,00 33.250.705.933,71 #DIV/0!


97,17% -969.227.696,29

3.2.2 Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah 18.650.000.000,00 17.743.393.000,00 95,14% -906.607.000,00
3.2.3 Pembayaran Pokok Utang 15.569.933.630,00 15.507.312.933,71 99,60% -62.620.696,29

PEMBIAYAAN NETTO -7.797.239.170,63 -11.000.435.084,34 #DIV/0!


141,08% -3.203.195.913,71

SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SILPA) 0,00 14.987.881.295,41 #DIV/0!


#DIV/0! 14.987.881.295,41

Gerung, 26 Desember 2017


BUPATI LOMBOK BARAT

H. FAUZAN KHALID
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
PRESTASI
108
KERJA IKHLAS H.FAUZAN
TRADISI JUARA DAN TAHUN PRESTASI
Pemda dan Masyarakat Lombok Barat selalu memegang Tradisi Juara. Penghargaan/juara tahun 2017
sebanyak 123 buah terdiri dari Internasional 3 buah, Nasional 40 buah dan NTB 80 buah. Rata-rata 72
buah juara/penghargaan Tingkat Provinsi , Nasional, dan Internasional per tahunnya.
200
1801 173 Penurunan Jumlah Juara
TINGKAT JUARA JUARA 2 JUARA 3 TOTAL karena perpindahan
160 152 kewenangan pengelolaan
INT 1 1 1 3 SMA dan SMK yang selama

NAS
140
33 2 5 40 123
ini selalu menyumbang
piala/medali/sertifikat.
120
NTB 44 18 18 80
100
TOTAL 78 21 24 123 PROVINSI
80 69
61 NASIONAL
60
39 38 INTERNASIONAL
40 26
21 TOTAL
20
0
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
PROVINSI 14 17 9 18 41 49 119 124 80
NASIONAL 7 9 30 20 26 12 29 47 40
INTERNASIONAL 0 0 0 1 2 0 4 2 3
TOTAL 21 26 39 38 69 61 152 173 123

109
Rekap Juara/Penghargaan Per Bidang Tahun 2017
Perencanaan 1

Perekonomian 2

Pengawasan 2

Hukum 2

Teknologi Informasi 6

Keuangan 6

Pemerintahan 7

Olahraga 14

Pendidikan 17

Keagamaan 21

Pemberdayaan Masyarakat 22

Kesehatan 23

0 5 10 15 20 25
110
PRESTASI PEMKAB LOMBOK BARAT
1. Batas Lobar dengan Loteng Clear dengan keluarnya Permendagri Nomor 93
Tahun 2017. Begitu juga Batas Lobar dengan Kota Mataram (Permendagri
55/2013) dan KLU (Permendagri 34/2016), banyak menguntungkan
kepentingan strategis Lombok Barat.
2. Opini BPK atas LKPD Lobar yaitu WTP berturut-turut selama 3 tahun.
3. Kapabilitas APIP Level 3, satu-satunya di Indonesia.
4. Maturitas SPIP Level 3, satu-satunya di Indonesia.
5. Desa Lingsar Juara 1 Nasional Lomba Desa
6. PRIM Percontohan Nasional untuk proyek pemeliharaan dan peningkatan
jalan hibah dari Australia.
7. Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan dengan Capaian
Standar Tertinggi
8. Juara Umum MTQ XXVII NTB setelah 6 tahun penantian
9. Juara 1 Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik (PPID) di NTB
setelah lepas 3 tahun yang lalu.
10. Akreditasi 100% Puskesmas dan penerapan e-puskesmas
11. dll 111
Rekap Juara/Penghargaan Per SKPD Tahun 2017
DISARPUS 1
DINSOS 1
BAPENDA 1
BAKESBANGPOL 1
PKK 2
PERINDAG 2
LABUAPI 2
KEDIRI 2
INSPEKTORAT 2
DPPKBP3A 2
DPMD 2
DKP 2
BPBD 2
BAPPEDA 2
LINGSAR 3
DIPERTA 4
BPKAD 6
DISKOMINFO 9
DISPORA 11
DIKBUD 16
DIKES 20
SETDA 23
0 5 10 15 20 25
112
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT MENERIMA PIAGAM PENGHARGAAN
SEBAGAI KABUPATEN/KOTA YANG KONSISTEN, INOVATIF DAN SELARAS DALAM
PENCAPAIAN INDIKATOR RPJMD MELALUI PROGRAM PENDEWASAAN USIA
PERKAWINAN (PUP)
PERMENDAGRI 93/2017
BATAS DAERAH LOTENG DENGAN LOBAR

114
JUARA UMUM MTQ XXVII TINGKAT PROVINSI NTB
KABUPATEN PEDULI HAK AZAZI MANUSIA DARI
KEMENTERIAN HUKUM & HAM RI
117
LINGSAR JUARA I (PERTAMA) LOMBA DESA TINGKAT NASIONAL
REGIONAL IV
PERINGKAT 2 NASIONAL DALAM INDEKS TRANSPARANSI ANGGARAN DAN
RANKING 5 NASIONAL PADA INDIKATOR AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI OLEH
LEMBAGA NASIONAL TERNAMA FITRA
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Lobar untuk Tahun Anggaran 2016
oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)
Upakarti Utama I dalam Lomba Pelaksanaan Tertib Administrasi
PKK Tingkat Nasional Oleh PKK Desa Montong Are
PIAGAM PENGHARGAAN SEBAGAI KEPALA DAERAH INSPIRATIF DARI
KATEGORI 21 DAERAH INSPIRATIF (KEMENTERIAN DALAM NEGERI)
PENGHARGAAN ATAS KEBERHASILA PEMKAB LOBAR DALAM
MENYUSUN DAN MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2016
DENGAN CAPAIAN STANDAR TINGGI (KEMENTERIAN KEUANGAN)
SEA GAMES MALAYSIA TAHUN 2017
JUARA II (DUA)
AHMAD ZIGI ZARESTA YUDHA – LINGSAR – LOMBOK BARAT
JUARA III (TIGA) TINGKAT NASIONAL DI MEDAN - SUMATRA UTARA
CABANG OLAHRAGA RENANG
AGATHA BUNGA YUVA HARSONO – LINGSAR – LOMBOK BARAT
RANKING 1 DIKLAT PIM II
An. Ir. Hj. LALE PRAYATNI (KEPALA BAPENDA KAB. LOBAR)
PENYETOR TERBAIK II ATAS PREMI IWP DAN JKK/JKM 2017 –
PT TASPEN
PERINGKAT TERBAIK I DALAM KETEPATANPEMBAYARAN IURAN WAJIB DAN
IURAN PBI APBD PROGRAM JKN-KIS (BPJS MATARAM)
PENGHARGAAN UPAKARYA WANUA NUGRAHA ATAS PRESTASI DALAM
MELAKUKAN PEMBINAAN KEPADA DESA JUARA TINGKAT REGIONAL TAHUN 2017
(KEMENTERIAN DALAM NEGERI)
BUPATI LOMBOK BARAT H. FAUZAN KHALID HARI INI (15/6) MENERIMA
ANUGERAH SEBAGAI KEPALA DAERAH INSPIRATOR PEMBANGUNAN DAERAH 2017
YANG DIBERIKAN OLEH PUSAT KAJIAN KEUANGAN NEGARA (PUSAKA NEGARA).
PRESTASI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN TAHUN 2017
SEBAGAI PERPUSTAKAAN TERBAIK

131
SEKOTONG TENGAH RAIH JUARA LOMBA TANAMAN OBAT KELUARGA
(TOGA) TINGKAT NASIONAL
PIAGAM PENGHARGAAN PASTIKA PARAMA YANG TELAH MENETAPKAN DAN
MENGIMPLEMENTASIKAN PERDA TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK
(KEMENTERIAN KESEHATAN RI)
JUARA I KUBE BERIUK MAJU (KUBE BERPRESTASI)
HJ. BAIQ ERNA ANDAYANI, S.PD.I (PENDAMPING BERPRESTASI)
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT (PEMKAB LOBAR) MELALUI BUPATI H. FAUZAN KHALID
DIBERIKAN PENGHARGAAN ATAS KOMITMEN MEMERANGI NARKOBA OLEH BADAN NARKOTIKA
NASIONAL PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (BNN PROV. NTB).
PENGHARGAAN SEBAGAI KAMPIUM UTAMA PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DIBIDANG PENGELOLAAN EKOSISTEM WILAYAH PESISIR
PIAGAM PENGHARGAAN SEBAGAI PEMBINA DAN PENGGERAK PROGRAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANGGUH BENCANA DAN PENGELOLAAN
RESIKO TERPADU BERBASIS MASYARAKAT (PENGURUS PMI PUSAT)
PENGHARGAAN INDONESIANS ATTRACTIVE AWARD 2017 SEBAGAI KABUPATEN
POTENSIAL UNTUK KATEGORI INFRASTRUKTUR
PEMKAB LOMBOK BARAT (LOBAR) MENDAPATKAN PERINGKAT TERBAIK DI
NTB DALAM HAL MATURITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH
(SPIP)
PIAGAM TANDA KEHORMATA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (SATYA
LENCANA KEBAKTIAN SOSIAL) KEPADA RULY MAHENDRA PNS PADA
DISKOMINFOTIK KAB LOBAR
PENGHARGAAN KEPADA RULY MAHENDRA PNS PADA DISKOMINFOTIK KAB LOBAR ATAS
JASANYA MENYUMBANGKAN DARAHNYA 100 KALI UNTUK KEPENTINGAN KEMANUSIAAN
KEJUARAAN BOLA VOLI PASIR ANTAR PELAJAR SE PROVINSI NUSA TENGGARA
BARAT TAHUN 2017 DI GOR TURIDA – MATARAM
JUARA III PUTRI