Anda di halaman 1dari 15

PEMERINTAH KOTA SABANG

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS PRIA LAOT
Jl. Iboih-Sabang, Pria Laot-Gampong Batee Shok-Sabang

KEPALA PUSKESMAS PRIA LAOT


Nomor : 188.4/114/404.102.07/2015

TENTANG

STANDART PELAYANAN PUBLIK


PUSKESMAS PRIA LAOT DINAS KESEHATAN
KOTA SABANG NGAWI

KEPALA PUSKESMAS PRIA LAOT,

MENIMBANG : a. bahwa untuk mewujudkan kepastian tentang hak, tanggung


jawab, kewajiban dan kewenangan seluruh pihak terkait
dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada Puskemas Pria
Laot dan dalam rangka mewujudkan sistem penyelenggaraan
pemerintahan sesuai azaz-azaz umum penyelenggaran
kepemerintahan yang baik, terpenuhinya hak-hak masyarakat
dalam memperoleh pelayanan publik secara maksimal serta
mewujudkan partisipasi dan ketaatan masyarakat dalam
meningkatkan kualitas pelayanan publik, maka perlu
ditetapkan standar pelayanan publik.
b. bahwa upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik
sebagaimana dimaksud huruf a maka perlu ditetapkan Standar
Pelayanan Publik Puskesmas Pria Laot Dinas Kesehatan Kota
Sabangdalam Keputusan Kepala Puskesmas Pria Laot.

MENINGAT 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok


Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun
1999, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan


Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4125);

3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang


Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi,
Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor
75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun


1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil
(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 50, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3175);

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun


1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat
Dalam Penyelenggaraan Negara (Lembaran Negara Tahun
1999 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3866);

7. Peraturan ...
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
Per/20/M.PAN/04/2006 tentang Pedoman Penyusunan
Standar Pelayanan Publik;

8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor


63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman umum
penyelenggaraan Pelayanan Publik;

9. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor


KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan
Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi
Pemerintah;

10. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor


KEP/26/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Petunjuk Teknis
Transparansi dan Akuntabilitas Dalam Penyelenggaraan
Pelayanan Publik.

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS PRIA LAOT KOTA
SABANGTENTANG STANDAR PELAYANAN PUBLIK
PUSKESMAS PRIA LAOT DINAS KESEHATAN KOTA
SABANG

PERTAMA : Standar Pelayanan Publik Puskesmas Pria Laot, sebagaimana


tersebut dalam Lampiran Keputusan ini.

KEDUA : Standart Pelayanan Publik, sebagaimana dalam diktum


PERTAMA meliputi :
1. Rawat jalan Umum
1.1 Pelayanan Pengobatan
1.2 Pelayanan Tindakan
1.3 Pelayanan Laboratorium
1.4 Pelayanan Pemeriksaan dan Tindakan Gigi
1.5 Apotik
2. UGD dan Rawat Inap
2.1 UGD
2.2 Rawat Inap
3. UKM
3.1 Pembinaan Posyandu
3.2 Pusling
3.3 Kesling

KETIGA : Standart Pelayanan Publik, sebagaimana dimaksud diktum


KEDUA dipergunakan sebagai acuan yang harus dilaksanakan
oleh Petugas / Aparat Puskesmas Pria Laot.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila


dikemudian hari terdapat kesalahan dalam keputusan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di : Pria Laot


Pada tanggal : 24 Desember 2015

KEPALA PUSKESMAS PRIA LAOT

dr. RIRIN PANCA WINANTI


NIP. 19740616 200212 2 004
Lampiran : Surat Keputusan Kepala Puskesmas Pria Laot
Nomor : 188.4/114/404.102.07/2015
Tanggal : 24 Desenber 2015

STANDAR PELAYANAN PUBLIK


PUSKESMAS PRIA LAOT

A. PENDAHULUAN
Puskesmas Pria Laot Kota Sabang adalah penanggung jawab seluruh upaya

pembangunan kesehatan di wilayah Gampong Batee Shok. Dalam pelaksanaan teknisnya

Puskesmas Pria Laot mempunyai jajaran yang terdiri dari 1 Desa Dengan jumlah Puskesmas

Induk 1, jumlah UGD 1 buah, sedangkan jumlah Puskesmas Pembantu 1 buah. Jumlah dan

jenis Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas Pria Laot sebesar 39 orang, yang

tersebar di Puskesmas Induk 25 orang, polindes 6 orang, Pukesmas Pembantu 8 orang.

Adapun jumlah SDM Kesehatan dibedakan menurut 8 kelompok yaitu medis, perawat-bidan,

farmasi, gizi, teknis medis, sanitasi, kesehatan masyarakat dan tenaga lainnya. SDM

Kesehatan didominasi oleh perawat-bidan yang jumlahnya mencapai 28 orang selain kategori

lainnya (latar belakang pendidikan non kesehatan baik, SMP, SMA, D1, D3, maupun S1)

yang mencapai 9 orang.

Puskesmas merupakan Unit pelaksana pembangunan dibidang kesehatan yang

mempunyai fungsi (sesuai dengan Kepmenkes nomor 128 tahun 2004)

1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan


2. Pusat pemberdayaan masyarakat
3. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
a. Pelayanan kesehatan perorangan
b. Pelayanan kesehatan masyarakat

Oleh karena mempunyai fungsi yang selalu berhubungan dengan masyarakat dalam

bidang kesehatan, maka perlu diterbitkan suatu standar pelayanan.

1. VISI :
Terwujudnya Gampong Batee Shok sehat mandiri tahun 2020 didukung dengan tenaga
kesehatan yang profesional
2. MISI :
a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan pelayanan yang
profesional
b. Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan puskesmas
c. Mengupayakan pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya yang terjangkau
d. Menjadikan Puskesmas Pria Laot sebagai tempat rujukan kesehatan bagi
masyarakat
3. RUANG LINGKUP TUGAS :
Kedudukan, Tugas, Fungsi Dan Kewenangan Puskesmas merupakan unsur pelaksana
otonomi daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas yang berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Dinas Kesehatan.
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan
asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang kesehatan dan tugas lain yang diberikan oleh
Walikota melalui Kepala Dinas Kesehatan.
Puskesmas mempunyai tugas utama menyelenggarakan urusan rumah tangga daerah
dibidang kesehatan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang
dilaksanakan baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat (sesuai dengan Perbup no 39
tahun 2010).
Dalam menyelenggarakan tugasnya, puskesmas mempunyai fungsi :
a. Puskesmas sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan
b. Puskesmas sebagai pusat pemberdayaan masyarakat
c. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar
Untuk menyelengarakan fungsinya Puskesmas mempunyai kewenangan :
a. Penyelenggaraan survailans epidemologi, penyelidikan kejadian luar biasa skala
Kecamatan;
b. Penyelenggaraan Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular skala Kecamatan;
c. Penyelenggaraan Pencegahan dan Penanggulangan penyakit tidak menular skala
Kecamatan;
d. Penyelenggaraan operasional penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan
wabah skala Kecamatan;
e. Penyelenggaraan pencegahan dan pencemaran lingkungan skala Kecamatan;
f. Penyehatan lingkungan;
g. Penyelenggaraan survailans gizi buruk skala kecamatan;
h. Penyelenggaraan penanggulangan gizi buruk skala Kecamatan;
i. Perbaikan gizi keluarga dan masyarakat;
j. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan haji skala Kecamatan;
k. Pengelolaan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan sekunder skala kecamatan;
l. Penyelenggaraan upaya kesehatan pada daerah perbatasan terpencil, rawan kepulauan
skala kecamatan;
m. Pengelolaan/ Penyelenggaraan, jaminan pemeliharaan kesehatan sesuai kondisi lokal;
n. Penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan nasional (tugas pembantuan);
o. Pemanfaatan kesehatan strategis;
p. Pendayagunaan tenaga kesehatan skala kecamatan;
q. Pelatihan teknis skala kecamatan;
r. Penyediaan dan pengelolaan obat pelayanan kesehatan dasar, alat kesehatan dasar, alat
kesehatan, reagensia dan vaksin;
s. Pengawasan dan registrasi makanan minuman produksi rumah tangga;
t. Penyelenggaraan promosi kesehatan;
u. Pelaksana SIK;
v. Merencanakan kegiatan sesuai masalah kesehatan di wilayah kecamatan;
w. Menentukan kegiatan di wilayah kecamatan;
x. Menentukan target kegiatan sesuai kondisi geografi Puskesmas;

B. STANDAR PELAYANAN
Dalam penyusunan Standar pelayanan Publik harus memenuhi indicator sbb :
1. Dasar hukum, sebagai landasan dasar untuk memberikan pelayanan kepada publik
2. Persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan Pelayanan yang dimaksud
3. Prosedur pengajuan pelayanan yang harus diikuti oleh setiap pelanggan
4. Waktu yang cepat dan tepat untuk memberikan Pelayanan
5. Spesifikasi produk / hasil pelayanan yang akan diterima oleh pelanggan
6. Sarana dan prasarana yang di sediakan baik untuk pelanggan maupun untuk petugas
pelayanan dalam proses penyelesaian pelayanan termasuk fasilitas pelayanan bagi
penyandang cacat
7. Kompetensi masing-masing petugas yang terlibat dalam proses pemberian /
penyelesaian pelayanan
8. Pengawasan internal
9. Penaganan pengaduan,saran dan masukan.

I. Rawat Jalan Umum


Rawat Jalan umum terdiri dari beberapa pokok meliputi : Pelayanan pengobatan di Unit
Pelayanan ( Poli ), pelayanan tindakan, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan gigi dan atau
tindakan gigi serta UGD.
I.1 Pelayanan Pengobatan
a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat.
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas.
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang.
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
5) Keputusan Walikota Sabang Nomor 03 Tahun 2004 tentang Paket
Pelayanan Esensial di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan
b. Persyaratan :
Daftar di loket.
c. Prosedur Pelayanan :
1) Pasien datang, mendaftar di loket serta melengkapi administrasi sesuai
dengan jenis kunjungan
2) Antri di ruang tunggu unit pelayanan
3) Mendapat pelayanan pemeriksaan / konsultasi kesehatan
4) Mendapat tindakan bila perlu (termasuk periksa laboratorium)
5) Ambil obat di apotik, langsung pulang
d. Waktu Pelayanan :
1) Loket : 3-5 menit
2) Unit pelayanan : 5-10 menit
3) Apotek : 3-5menit (kecuali pembuatan puyer)
e. Produk Layanan :
1) Perawatan / pengobatan pasien umum unit pelayanan
2) Pemeriksaan kesehatan bagi calon Pengantin, Pencari Kerja
3) Pemeriksaan kesehatan Haji Tingkat Pertama
4) Pemeriksaan kesehatan anak sekolah
5) Pelayanan konsultasi (Klinik sanitasi, Gizi, Kesehatan Reproduksi Remaja,
Kesehatan Jiwa, dll)
f. Sarana dan Prasarana :
1) Mobil Ambulance
2) Alat kesehatan untuk diagnostik
3) Obat-obatan dan perbekalan Farmasi
4) Alat penunjang
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Tenaga medis dan Paramedis dibantu oleh tenaga administratif
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan Pengaduan, saran dan masukan :
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.
I.2 Pelayanan Tindakan
a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128 / Menkes /
SK / II /2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Dinas Badan dan Kantor
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
5) Keputusan Walikota Sabang Nomor 03 Tahun 2004 tentang Paket
Pelayanan Esensial di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan
b. Persyaratan :
Sesuai diagnosa dokter pemeriksa
c. Prosedur Pelayanan
1) Pasien datang, mendaftar di loket serta melengkapi administrasi sesuai
dengan jenis kunjungan
2) Antri di ruang tunggu unit pelayanan
3) Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan
4) Dilakukan tindakan, sesuai diagnosa dokter
5) Ambil obat di apotik, langsung pulang
d. Waktu Pelayanan :
1) Loket : 3-5 menit
2) Unit pelayanan : 5-10 menit
3) Tindakan ringan : 15 menit
Tindakan sedang : 30 menit
Tindakan Berat : dirujuk ke rumah sakit
4) Apotik : 3-5menit(kecuali pembuatan puyer)
e. Produk Pelayanan :
Pelayanan tindakan sesuai diagnosa dokter
f. Sarana dan Prasarana :
1) Alat kesehatan untuk diagnostik
2) Obat-obatan dan perbekalan Farmasi
3) Alat penunjang
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Tenaga Medis dan Paramedis.
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan pengaduan, saran dan masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.
I.3 Pelayanan Laboratorium
a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
5) Keputusan Walikota Sabang Nomor Tahun 2004 tentang Paket Pelayanan
Esensial di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan
b. Persyaratan :
Rujukan dokter / kemauan pasien sendiri
c. Prosedur Pelayanan :
1) Pasien datang, mendaftar di loket serta melengkapi administrasi sesuai
dengan jenis kunjungan.
2) Antri di ruang tunggu unit pelayanan
3) Mendapat pelayanan pemeriksaan / konsultasi kesehatan.
4) Rujukan ke laboratorium
5) Ambil hasil, kembali ke unit pelayanan
6) Ambil obat, langsung pulang
d. Waktu Pelayanan :
1) Loket : 3-5 menit
2) Unit pelayanan : 5-10 menit
3) Laboratorium : 5-30 menit (tergantung kasus yang diperiksa)
e. Produk Pelayanan :
Hasil uji Laboratorium Sederhana
f. Sarana dan Prasarana :
1) Alat kesehatan untuk diagnostik
2) Obat-obatan dan perbekalan Farmasi
3) Alat penunjang

g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan


Tenaga Analisis Laboratorium
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan pengaduan, saran dan masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.

I.4 Pelayanan Pemeriksaan dan Tindakan Gigi


a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
b. Persyaratan :
Daftar di Loket
c. Prosedur Pelayanan :
1) Pasien datang, mendaftar di loket serta melengkapi administrasi sesuai
dengan jenis kunjungan.
2) Antri di ruang tunggu unit pelayanan
3) Mendapat pelayanan pemeriksaan / konsultasi kesehatan gigi.
4) Mendapat tindakan bila perlu ( termasuk periksa laboratorium )
5) Ambil obat di apotik, langsung pulang
d. Waktu Pelayanan :
1) Loket : 3-5 menit
2) Unit pelayanan : 5 menit
3) Tindakan gigi : ≥ 10 menit (tergantung kasus yang ditangani)
e. Produk Pelayanan :
Perawatan / pengobatan gigi dan tindakan gigi ( tumpatan gigi, cabut gigi, insisi,
dll )
f. Sarana dan Prasarana :
1) Alat kesehatan gigi
2) Obat-obatan dan perbekalan Farmasi
3) Alat penunjang dan BHP
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Tenaga medis dan Paramedis gigi
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan pengaduan, saran dan masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.

II. UGD dan Rawat Inap Puskesmas


Rawat inap Puskesmas terdiri dari dua kegiatan pokok meliputi : Unit Gawat Darurat,
Pelayanan Rawat Inap untuk pasien umum.
II.1 Unit Gawat Darurat ( UGD )
a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
5) Keputusan Walikota Sabang Nomor. 03 Tahun 2004 tentang Paket
Pelayanan Esensial di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan
b. Persyaratan :
Daftar di Loket
c. Prosedur Pelayanan :
1) Pasien datang, mendaftar di loket serta melengkapi administrasi sesuai
dengan jenis kunjungan.
2) Antri di ruang tunggu unit pelayanan
3) Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan di unit pelayanan.
4) Mendapat tindakan bila perlu ( termasuk periksa laboratorium )
5) Ambil obat di apotik, langsung pulang
6) Dilakukan rawat inap, sesuai dengan diagnosa dokter.
d. Waktu Pelayanan :
1) Loket : 3-5 menit
2) Unit pelayanan : 5 – 15 menit
e. Produk Pelayanan :
1) Perawatan / pengobatan pasien umum unit pelayanan
2) Observasi Kegawatdaruratan
f. Sarana dan Prasarana :
1) Mobil Ambulance
2) Alat kesehatan untuk diagnostik
3) Alat tindakan
4) Obat-obatan dan perbekalan farmasi
5) Alat penunjang
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Tenaga medis dan Paramedis dibantu oleh tenaga administratif
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan pengaduan, saran dan masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.

II.2 Rawat Inap Puskesmas


a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota SabangNomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
5) Keputusan Walikota Sabang 03 Tahun 2004 tentang Paket Pelayanan
Esensial di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan
b. Persyaratan :
Adanya rujukan
c. Prosedur Pelayanan :
1) Pasien datang, mendaftar di loket serta melengkapi administrasi sesuai
dengan jenis kunjungan.
2) Antri di ruang tunggu unit pelayanan
3) Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan di unit pelayanan.
4) Mendapat tindakan bila perlu ( termasuk periksa laboratorium )
5) Bayar retribusi dan biaya pelayanan yang lain di kasir
6) Ambil obat di apotik
7) Rawat inap.
d. Waktu Pelayanan :
1) Loket : 3-5 menit
2) Unit pelayanan : 5 – 15 menit
3) Visitasi dokter 1 hari sekali atau sewaktu-waktu bila ada pasien yang perlu
untuk dikonsultasikan ke dokter
4) Perawatan sesuai dengan kebutuhan pasien
e. Produk Pelayanan :
1) Perawatan / pengobatan pasien di rawat Inap Puskesmas
2) Gizi disesuaikan dengan Diet pasien
f. Sarana dan Prasarana :
1) Mobil Ambulance
2) Alat kesehatan untuk diagnostik
3) Alat tindakan
4) Obat-obatan dan perbekalan farmasi
5) Alat penunjang
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Tenaga medis dan Paramedis dibantu oleh tenaga administratif
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan pengaduan, saran dan masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.

III. UKM

III.1 Pembinaan Posyandu


a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
b. Persyaratan
Pembina posyandu datang ke tempat posyandu
c. Prosedur pelayanan
1) Kader berkumpul di tempat posyandu
2) Pembina memberikan penyuluhan
3) Melakukan tanya jawab antara pembina dan kader
4) Menanyakan permasalahan yang ada di posyandu dan cara penyelesaiannya
d. Waktu
Waktu menyesuaikan jadwal posyandu
e. Produk pelayanan
1) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM)
2) Sosialisasi Program Kesehatan
3) Survey Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
4) Penilaian Strata Posyandu
f. Sarana dan Prasarana :
1) Mobil Ambulance
2) Alat penunjang
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Petugas Promkes, Tenaga medis dan Paramedis, Bidan
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan pengaduan, saran dan masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan
III.2 Pusling
a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang
4) Keputusan Walikota Sabang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Tugas, Fungsi,
dan Kewenangan Dinas Kesehatan.
5) Keputusan Walikota Sabang 03 Tahun 2004 tentang Paket Pelayanan
Esensial di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan
b. Persyaratan :
Daftar pada petugas
c. Prosedur Pelayanan :
1) Pasien datang, mendaftar di petugas serta melengkapi administrasi sesuai
dengan jenis kunjungan
2) Antri di ruang tunggu unit pelayanan
3) Mendapat pelayanan pemeriksaan / konsultasi kesehatan
4) Ambil obat di petugas, langsung pulang
d. Waktu Pelayanan :
Unit pelayanan : 5-10 menit
e. Produk Layanan :
1) Perawatan / pengobatan pasien umum unit pelayanan
2) Pelayanan konsultasi
f. Sarana dan Prasarana :
1) Mobil Ambulance
2) Alat kesehatan untuk diagnostik
3) Obat-obatan dan perbekalan Farmasi
4) Alat penunjang
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Tenaga medis dan Paramedis dibantu oleh tenaga administratif
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan Pengaduan, saran dan masukan :
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.
III.3 Kesling
a. Dasar Hukum :
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan
masyarakat
2) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas
3) Peraturan Daerah Kota Sabang Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Sabang
4) Keputusan Walikota Sabang 03 Tahun 2004 tentang Paket Pelayanan
Esensial di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan
b. Persyaratan
Petugas mendatangi tempat pemeriksaan
c. Prosedur pelayanan
1) Petugas mendatangi tempat untuk pemeriksaan TTU
2) Petugas mendatangi tempat untuk pemeriksaan TPM
3) Petugas mendatangi tempat untuk pemeriksaan TP3 pestisida
4) Petugas mendatangi tempat untuk pemeriksaan Sarana air bersih
5) Petugas mendatangi tempat untuk pemeriksaan rumah dan lingkungan
d. Waktu pelayanan
Waktu menyesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan
e. Produk Layanan :
1) Pemeriksaan TTU
2) Pemeriksaan TPM
3) Pemeriksaan TP3 pestisida
4) Pemeriksaan rumah dan lingkungan
5) Inspeksi sanitasi sarana air bersih
6) Tindak lanjut klinik sanitasi dari BP, UGD/RI
f. Sarana dan Prasarana :
1) Sepeda Motor
2) Alat penunjang
g. Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Petugas kesehatan lingkungan
h. Pengawasan Internal
Dilakukan secara rutin oleh Kepala Puskesmas dan berkala oleh Kepala Dinas
Kesehatan
i. Penanganan Pengaduan, saran dan masukan :
Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau
dimasukkan di kotak saran, kemudian diproses untuk mendapat tanggapan.

KEPALA PUSKESMAS PRIA LAOT

dr. RIRIN PANCA WINANTI


NIP. 19740616 200212 2 004

Anda mungkin juga menyukai