Anda di halaman 1dari 29

Perbedaan Termosetting dan Termoplastik

Dosen pengampu : Bayu Rahmat Setiadi, M.Pd.

Disusun oleh :

Dwi Nur Harmawan (2015006079)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

YOGYAKARTA

2018
BAB I

Latar Belakang

I. Polimer Thermoplastic

a. Pendahuluan

Polimer disebut juga dengan makromolekul merupakan molekul besar yang


dibangun dengan pengulangan oleh molekul sederhana yang disebut monomer.
Polimer (polymer) berasal dari dua kata, yaitu poly (banyak) dan meros (bagian –
bagian). Klasifikasi polimer salah satunya berdasarkan ketahanan terhadap panas
(termal). Klasifikasi polimer ini dibedakan menjadi dua, yaitu polimer termoplastik
dan polimer termoseting. Sebuah termoplastik, juga dikenal sebagai plastik
thermosoftening, adalah polimer yang berubah menjadi cairan ketika dipanaskan dan
membeku ketika didinginkan . Polimer Termoplastik berbeda dari polimer
thermosething .Banyak bahan termoplastik Selain polimer , misalnya, vinil
pertumbuhan rantai polimer seperti polyethylene dan polypropylene .

b. Pengertian

Polimer termoplastik adalah polimer yang mempunyai sifat tidak tahan terhadap
panas. Jika polimer jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi lunak dan didinginkan
akan mengeras. Proses tersebut dapat terjadi berulang kali, sehingga dapat dibentuk
ulang dalam berbagai bentuk melalui cetakan yang berbeda untuk mendapatkan
produk polimer yang baru. Polimer yang termasuk polimer termoplastik adalah jenis
polimer plastik. Jenis plastik ini tidak memiliki ikatan silang antar rantai polimernya,
melainkan dengan struktur molekul linear atau bercabang. Bentuk struktur
termoplastik sebagai berikut.
Bentuk struktur bercabang termoplastik.

Polimer termoplastik memiliki sifat – sifat khusus sebagai berikut.

- Berat molekul kecil


- Tidak tahan terhadap panas.

- Jika dipanaskan akan melunak.

- Jika didinginkan akan mengeras.

- Mudah untuk diregangkan.

- Fleksibel.

- Titik leleh rendah.

- Dapat dibentuk ulang (daur ulang).

- Mudah larut dalam pelarut yang sesuai.

- Memiliki struktur molekul linear/bercabang.

Contoh plastik termoplastik sebagai berikut.

- Polietilena (PE) = Botol plastik, mainan, bahan cetakan, ember, drum, pipa
saluran, isolasi kawat dan kabel, kantong plastik dan jas hujan.

- Polivinilklorida (PVC) = pipa air, pipa plastik, pipa kabel listrik, kulit sintetis,
ubin plastik, piringan hitam, bungkus makanan, sol sepatu, sarung tangan dan
botol detergen.

- Polipropena (PP) = karung, tali, botol minuman, serat, bak air, insulator, kursi
plastik, alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci, pembungkus tekstil, dan
permadani.
- Polistirena = Insulator, sol sepatu, penggaris, gantungan baju.

c. Proses Pengerjaan

Proses pengerjaan bahan plastik banyak ragamnya, tetapi pengerjaan tersebut


belum tentu bisa masuk pada jenis plastik yaitu thermosetting atau thermoplastik. Jadi
pada prinsipnya ada pengerjaan hanya untuk thermosetting, pengerjaan hanya untuk
jenis thermoplastik dan adapula yang bisa digunakan oleh keduanya.
Metode-metode yang digunakan untuk mengkonversi bahan plastik dalam bentuk
pellet, butiran, serbuk, lembaran, cairan, atau dibentuk preforms ke bentuk atau
bagian. Bahan plastik mungkin mengandung berbagai zat aditif yang mempengaruhi
sifat serta processability dari plastik. Setelah membentuk, bagian tadi dapat
dilanjutkan untuk berbagai operasi tambahan seperti pengelasan, perekat ikatan,
permesinan, dan permukaan dekorasi (lukisan, Metallizing).

Beberapa proses pengerjaan termoplastik adalah sebagai berikut :

• Pengerjaan Permesinan ; Pengelasan ;Pengeleman ;Pengerolan/Calendering;


Ekstrusi ;Injeksi ;Cetak tiup/Blowing ;Thermoforming/vacum forming ;
Pengerjaan bahan plastik dengan penguat serat.;Rotate casting ; Expanding
foming ;Spinning;Blow film

d. Langkah – langkah pengerjaan termoplastik

1. Pengerjaan permesinan

Pada prinsipnya pengerjaan plastik dengan permesinan dapat dikerjakan


dengan pengerjaan logam/kayu yang biasa, hanya harus mengadakan perubahan pada
alat potong. Hal yang harus diperhatikan adalah sifat plastik yang sensitif terhadap
panas dibanding logam. Dapat melakukan proses pemotongan sedikit-sedikit dengan
kecepatan potong yang tinggi dan pemakanan rendah.

Beberapa pengerjaan yang termasuk pengerjaan permesinan,


*Menggores dan memotong ;Kikir; Bor ;Gergaji ;Pembuatan ulir ;Gerinda dan
poles ;Bubut ;Frais
2. Pengelasan

Pada prinsipnya hanya thermoplastik yang dapat di las, itupun harus bahan
yang sama, ini karena setiap jenis plastik mempunyai berat molekul yang berbeda.

Adapun bahan thermoplastik yang dapat dikerjakan dengan las adalah :

• PVC –keras

• PVC – lunak

• HDPE

• LDPE

• SAN

• ABS

• POM

• PC

• PP

• PMMA

Jenis-jenis Pengelasan

a. Pengelasan dengan elemen panas


b. Pengelasan dengan gas panas

b. Las gesek

c. Las frekuensi tinggi

d. Las ultrasonic

3. Pengeleman
Pengeleman adalah suatu sistem penyambungan modern. Dengan pengeleman
bahan yang akan disambung tidak perlu dilelehkan seperti pada pengelasan, oleh
karena itu pengeleman lebih baik beberapa segi dari pengelasan.

• Pengeleman bisa dipakai untuk menyambung plastik yang tidak bisa atau
tidak baik untuk di las. Misal : acrylglass

• Pengeleman bisa dipakai untuk penyambungan bahan yang berbeda-beda,


yang mana hanya dengan pengeleman saja bisa dibuatnya. Misal
pengerjaan teknik anti korosi

• Pengeleman juga sangat ekonomis untuk pekerjaan assembling. Misal


penyambungan pipa.

4. Calendering / Pembuatan roll

Calendaring adalah sebuah proses dimana lembaran – lembaran dari material


thermoplastik dibuat dengan cara melewatkan polimer halus yang dipanaskan diantara
dua buah rol atau lebih. Biasanya roll untuk pengerjaan lembaran ini terdiri dari 4 – 5
roll utama. Susunan roll tersebut ada bermacam-macam yaitu susunan I,L,F, dan Z.

Dalam proses calendering, plastik dibuat menjadi gulungan antara dua rol
yang membuatnya ke sebuah yang kemudian lewat sekitar satu atau lebih tambahan
gulungan sebelum melepas sebagai film berkelanjutan. Kain atau kertas dapat diberi
umpan melalui gulungan yang terakhir, sehingga mereka menjadi diresapi dengan
plastik.

Prinsip kerja mesin Roll

Thermoplastik dilelehkan pada ekstruder kemudian di ekstruksi keluar. Plastik


dalam keadaan leleh ditempatkan diantara bantalan rol dan dirol untuk membentuk
menjadi lembaran. Plastik yang diektrusi ini dipindahkan pada ban berjalan dan di roll
awal. Bantalan rol tersebut dalam keadaan panas, dan menjaga keadaan plastik dalam
keadaan bentuk yang semi-leleh sehingga memungkinkan untuk di rol dalam bentuk
yang lebih tipis sebagaimana dihasilkan dari roller tersebut yang posisinya semakin
dekat dan semakin dekat satu sama lainnya. Dari roll ini dipindahkan pada ban
berjalan lagi, dibawa pada alat pengaduk, keluar dari alat ini, dipindahkan lagi dengan
ban berjalan ke mesin rollnya.

Di mesin ini thermoplastik di roll sesuai dengan ukuran yang diinginkan dan
dilakukan pada roll penarik. . Apabila ketebalan lembaran sudah sesuai dengan
kriteria, kemudian didinginkan pada roll pendingin dan kemudian digulung.

Contoh Produk dengan proses Calendering :

Pembuatan lembaran untuk jas hujan; lembaran palstik untuk alas tidur bayi ;
lembaran plastic yang digunakan di rumah-rumah; cover seat plastik.

5. Ekstrusi

Ekstrusion moulding adalah suatu proses pembuatan plastik (termoplastik)


yang berbentuk profil atau bentukan yang sama dengan ukuran panjangnya yang
cukup besar. Proses ini digunakan untuk membuat pipa, selang, sedotan, dsb. Teknik
ini merupakan metode tertua dalam pencetakan plastik, dan saat ini masih digunakan
untuk mencetak plastik termoset.

Dalam proses ini, plastik atau butiran yang homogen, dan dengan terus-
menerus terbentuk. Produk yang dibuat dengan cara ini termasuk tabung, pipa,
lembaran, kawat dan substrat pelapisan, dan bentuk profil. Proses ini digunakan
untuk membentuk bentuk yang sangat panjang dengan jumlah besar, lalu dapat
dipotong-potong dengan bentuk menjadi kecil-kecil. Ekstrusi dapat menghasilkan
tingkat output tertinggi dari setiap proses plastik misalnya, pipa telah dibentuk di
tekanan 2000 lb / h (900 kg / jam).
Prinsip kerja mesin Ekstrusi

1) Thermoplastik baik berupa tepung atau granula dilelehkan pada


ekstruder.
2) Kemudian diinjeksikan melalui cetakan
3) Setelah keluar dari cetakan yang sesuai dengan profil yang diinginkan
dimasukkan dalam alat kalibrasi.
4) Keluar dari alat kalibrasi masuk ke tangki air untuk didinginkan.
5) Setelah dingin dimasukkan ke ban penarik
6) Kemudian dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diminta pada alat
potong dan kemudian disusun pada alat penyusun.

Bahan baku yang sering digunakan untuk proses Cetak Ekstrusi adalah :
• Polyvinylchlorid (PVC)
• Polyethylene (PE)
• Polypropylene (PP)
• Polystyrene (PS)
Contoh Produk dengan proses Ektrusi :

Pipa ; Batang ; Cetakan Bantalan ekstrusi; Kanvas; Ram; Roda gigi ; tangki
air ; Profil U,L ; Rangka Pintu.

6. Injeksi
Proses pembentukan produk berbahan plastik dengan cara menginjeksikan atau
menyuntikan plastik cair kedalam sebuah rongga cetak yang kemudian didinginkan
dan dikeluarkan dari rongga cetak. Material dari proses ini adalah plastik dengan
bentuk granula ( butiran kecil ), powder ataupun larutan. Pengerjaan ini menggunakan
cetakan tertutup.

Injection unit terdiri dari beberapa bagian, yaitu :


o motor dan transmission gear unit
bagian ini berfungsi untuk menghasilkan daya yang digunakan untuk
memutar screw pada barel, sedangkan transmisi unit berfungsi untuk
memindahkan daya dari putaran motor ke dalam secrew, selain itu transmission
unit juga berfungsi untuk mengatur tenaga yang di salurkan sehingga tidak
pembebanan yang terlalu besar.
o Cylinder screw ram
bagian ini berfungsi untuk mempermudah gerakan screw dengan
menggunakan momen enersia sekaligus menjaga perputaran screw tetap konstan,
sehingga di dapat di hasilkan kecepatan dan tekanan yang konstan saat proses
injeksi plastik dilakukan.

o Hopper

adalah tempat untuk menempatkan material plastik, sebelum masuk ke


barel, biasanya untuk menjaga kelembapan material plastik, digunakan tempat
penyimpanan khusus yang dapat mengatur kelembapan, sebab apabila kandungan
air terlalu besar pada udara, dapat menyebabkan hasil injeksi yang tidak bagus.

o Barrel

adalah tempat screw, dan selubung yang menjaga aliran plastik ketika di
panasi oleh heater, pada bagian ini juga terdapat heater untuk memanaskan
plastik sebelum masuk ke nozzle.
o Screw

reciprocating screw berfungsi untuk mengalirkan plastik dari hopper ke


nozzle, ketika screw berputar material dari hopper akan tertarik mengisi screw
yang selanjutnya di panasi lalu di dorong ke arah nozzle.
o Nonreturn valve
valve ini berfungsi untuk menjaga aliran plastik yang telah meleleh agar
tidak kembali saat screw berhenti berputar. o Injection Process Mechanism

Perhatikan gambar 3 diatas, bahan baku untuk plastik injeksi berupa plastik
raw material yang berupa butiran – butiran kecil plastik tersebut di masukkan
dalam hopper, setelah pressure, kecepatan dan parameter lainya di setting, plastik
raw material (material kasar) akan di panaskan dalam barrel, selanjutnya screw
berputar dan mengalirkan plastik yang mulai meleleh, saat plastic akan di
injeksikan oleh nozzle, molding unit di tutup oleh clamping unit, setelah di tutup
dan di tekan oleh clamping unit plastik di masukkan ke dalam mold unit melalui
nozzle.
Setelah plastik di masukkan ke dalam molding unit, screw berhenti
berputar, lalu clamping unit menarik core mold, sehingga mold terbuka, di
lanjutkan dengan melepas produk plastik yang telah di cetak dengan menekan
ejektor pada molding unit.

o Mold Unit

mold unit adalah bagian terpenting untuk mencetak plastik, bentuk benda plastik
sangat tergantung dari bentuk mold, karena setelah plastik masuk ke dalam mold,
di dinginkan maka terbentuklah bentuk plastik sesuai dengan bentuk mold, ada
berbagai tipe mold, di sesuaikan dengan bentuk benda yang akan dibuat, untuk
mengenal lebih jauh tentang mold perlu pembahasan tersendiri. Mold yang paling
simple atau biasa di sebut dengan stadrad mold, secara umum terdiri dari : o
Sprue dan runner system

bagian ini yang menerima plastik dari nozzle lalu oleh runner akan di masukkan
ke dalam cavity mold.
o Cavity side

bagian ini merupakan salah satu sisi yang membentuk bentuk plastik, cavity
side terletak pada stationary plate, yaitu plate yang tidak bergerak saat prosses
ejecting produk plastik.
o Core side

bagian ini juga merupakan bagian yang ikut andil memberikan bentuk pada
produk plastik yang di cetak, bedanya core side berada pada moving plate, dan
bagian ini selalu di hubungkan dengan ejektor. Secara umum dua bagian inilah
yang membentuk produk plastik.
o Ejector system
setiap jenis mold selalu mempunyai sistem untuk melepas produk yang
selesai di cetak dari cavity mold, bagian inilah yang disebut dengan ejektor,
walau jenis ejektor bermacam-macam.
7. Blowing

Blow molding atau blow forming adalah suatu proses pembuatan plastik
(termoplastik) yang bentuknya memiliki rongga – rongga pada bagian tengah dari
produk. Plastik cair pada proses ini berbentuk pipa kemudian dimasukan kedalam
cetakan lalu ditiup hingga menempel pada dinding cetakan. Pada hasil cetakanya,
proses ini cenderung memiliki ketebalan dinding yang tidak merata dan umumnya
produk berupa silinder.
Proses ini terdiri dari pembentukan sebuah tabung (disebut parison) dan
memasukkan udara atau gas lain yang menyebabkan tabung tersebut mengembang
menjadi berongga, tertiup bebas sesuai cetakan untuk membentuk menjadi produk
dengan ukuran dan bentuk tertentu. Parison secara tradisional dibuat oleh proses
ekstrusi.

Prinsip kerja mesin Blowing

Untuk pengerjaan blowing dibutuhkan mesin ekstruksi dan cetakan. Melalui


mesin ekstruksi ini thermoplastic diekstruksi menjadi sebuah pipa seperti selang
( dalam kondisi panas ), selang dijepit dengan cetakan dan dipotong. Cetakan ini bisa
bergerak dari mulut ekstruksi ke mulut peniup. Setelah selang panas ada dalam
cetakan, cetakan ini bergerak ke tempat mulut peniup untuk ditiup dengan udara
bertekanan. Tekanan ini akan menekan plastic hingga membentuk sesuai dengan
bentuk cetakan. Pengerjaan blowing biasanya digunakan untuk membuat botol-botol
kemasan dan eirigen atau tangki air dari kapasitas kecil sampai besar.

Contoh Produk dengan proses Blowing :

Botol-botol minuman; segala produk yang berbentuk botol/silinder.


8. Thermoforming / Vacum Forming

Thermoforming adalah salah satu metode dan banyak dipakai dalam


memproses material plastik. Produk dari proses Vacuum Forming sangat banyak dan
memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Thermoforming adalah pembentukan lembaran plastik menjadi bagian-
bagian melalui aplikasi panas dan tekanan. Tooling untuk proses ini adalah yang
paling murah dibandingkan dengan proses plastik lainnya. Juga dapat menampung
bagian lembaran yang sangat besar serta bagian-bagian kecil.
Prinsip kerja mesin Thermoforming
Dengan memanaskan plastik berbentuk lembaran (sheet) hingga melunak / soft
lalu meletakannya diatas mold. Lalu Vacuum mulai menyedot material tersebut ke
dalam mold / cetakan. Lalu material tadi dikeluarkan dari mold. Pada pembentukkan
singkat ini, proses Vacuum Forming memanfaatkan pneumatic, hydraulic dan
pengontrol panas yang memungkinkan lebih singkatnya waktu produksi.

Contoh Produk dengan proses Thermoforming :

• Baths & Shower Trays

• Tempat minuman (Gelas plastik)

• Tempat cetakan agar-agar

• Plastik untuk mengepak mainan anak-anak Wadah tempat makanan.


9. Pengerjaan bahan plastik dengan penguat serat.

Plastic dengan penguat serat ini adalah resin dengan rambahan penguat dari
serat, contohnya resin polyster dan Resin Epoxid, sedang penguatnya misalnya dari
seart gelas.

Dimana untuk memprosesnya ada beberapa cara antara lain :

o Laminasi dengan
tangan o
Pengerjaan serat
semprot o Press
dingin o Press
panas o Laminasi
kotinyu o
Sentrifugal
o Pengerjaan
Elektrostatik

10. Rotate casting

Rotational Molding Process adalah salah satu proses pembentukan plastic.


Biasa juga disebut rotomoulding biasanya menggunakan temperature yang tinggi,
tekanan rendah (low pressure) dalam metode manufakturingnya yang
mengkombinasikan panas dan perputaran bi-axial (bi-axial rotation).
Dalam proses ini, bubuk digilas halus dan dipanaskan dalam cetakan yang
berputar sampai meleleh. Jika bahan cair yang digunakan, proses ini sering disebut
lumpur salju molding. Resin yang melebur akan seragam dalam melapisi permukaan
dalam cetakan.
Tujuan dari Rotational Molding Process adalah untuk mengurangi ongkos
produksi dan membuat design possibilities yang lebih luas / tak terbatas. Hal ini
memberikan kesempatan bagi seorang designer untuk membuat parts dengan
ketebalan dinding yang sama dan bentuk yang rumit. Proses ini dapat menjadi
alternative bagi proses blow molding, thermoforming dan plastic injection molding.

Keuntungan dari proses pembuatan plastic memakai Rotational Molding


Process adalah :

- Lebih hemat ongkos produksi.

- Memberikan flexibility yang lebih baik dalam mendesain produk.

- Ketebalan dinding produk yang dihasilkan akan seragam.

- Produk tidak ada parting line .

Contoh produk dengan Rotating Molding :

• Bola plastic dengan permukaan yang tidak keras / lunak.

• Pompa pada alat deteksi tekanan darah / tensimeter.


11. Expanding foming

Dalam proses expanding/foaming matrial plastik dapat dikembangkan/


diperpanjang/ dipeluas. Campuran resin yang mengandung katalis dan bahan kimia
yang dapat membantu proses perpanjangan (expanding) ditempatkan pada sebuah
cetakn dimana ia akan memanjang kestruktur yang berbentuk sel. Polyurethanes,
polyethers, ureaformaldehida, polyvinys, dan phenoliks adalah bahan-bahan yang
sering dikerjakan dengan cara ini. Perlengkapan flotasi, spoges, kasur-kasur, dan
bantalan pengamanan adalah contoh dari yang sering dibuat dengan cara ini.

12. Spinning

Spining dari plastic bisa dipanaskan dimulurkan, ditark, menjadi serabut,


kemudian dipintal menjadi benang bisa lebih kuat.

Contoh: kain tas, jaring, gelasan,jala ikan


13. Blow film

Proses blown film adalah proses pembentukan plastik berongga dengan cara
meniupkan udara bertekanan ke material plastik hasil ekstrusi melalui cincin udara
(air ring). Material plastik yang digunakan biasanya adalah PE (LDPE & HDPE).
e. Pengujian

Pengujian termoplastik dapat mengambil berbagai bentuk.

tes tarik-ISO 527 -1/-2 dan ASTM D 638 menetapkan metode uji standar. Standar-
standar ini secara teknis setara. Namun mereka tidak sepenuhnya sebanding karena
perbedaan dalam kecepatan pengujian. Penentuan modulus membutuhkan ketelitian
tinggi ± 1 mikrometer untuk Dilatometer .

Lentur tes-3-poin tes lentur antara umum dan metode yang paling klasik untuk plastik
semi kaku dan kaku.

Pendulum dampak-dampak tes tes digunakan untuk mengukur perilaku materi pada
kecepatan deformasi yang lebih tinggi. penguji dampak Pendulum digunakan untuk
menentukan energi yang dibutuhkan untuk istirahat spesimen standar dengan
mengukur tinggi yang pendulum palu naik setelah berdampak pada potongan uji.

II. Polimer Thermosetting

1. POLIMER

Polimer disebut juga dengan makromolekul merupakan molekul besar yang


dibangun dengan pengulangan oleh molekul sederhana yang disebut monomer.
Polimer merupakan molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan
ulang ratusan bahkan ribuan molekul sederhana yang disebut monomer. Oleh karena
itu polimer mempunyai massa molekul relatif yang sangat basar.Polimer (polymer)
berasal dari dua kata, yaitu poly (banyak) dan meros (bagian – bagian).

karakteristik polimer secara umum yaitu sebagai berikut :


• Densitas yang rendah, dibandingkan dengan logam dan keramik.
• Rasio kekuatan terhadap berat (strength to weight) yang baik untuk beberapa
jenis polimer.
• Ketahanan korosi yang tinggi.
• Konduktivitas listrik dan panas yang rendah

Klasifikasi polimer dapat dibedakan berdasarkan ketahanan terhadap panas


(termal) dan berdasarkan asalnya.
1. Polimer berdasarkan asalnya
Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer
buatan. Polimer alam telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, seperti amilum,
selulosa, kapas, karet, wol, dan sutra. Polimer buatan dapat berupa polimer
regenerasi dan polimer sintetis. Polimer regenerasi adalah polimer alam yang
dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu
(selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul sederhana
(monomer) dalam pabrik
2. Polimer berdasarkan ketahan terhadap panas
 polimer termoplastik
 polimer termoseting

2. POLIMER THERMOSETTING

Polimer termoseting adalah polimer yang mempunyai sifat tahan terhadap


panas. Jika polimer ini dipanaskan, maka tidak dapat meleleh. Sehingga tidak dapat
dibentuk ulang kembali. Susunan polimer ini bersifat permanen pada bentuk cetak
pertama kali (pada saat pembuatan). Bila polimer ini rusak/pecah, maka tidak dapat
disambung atau diperbaiki lagi. Polimer ini terdiri dari molekul rantai lurus dengan
ikatan yang kuat antarsesamanya

Atau bisa dikatakan Polimer thermosetting adalah polimer network. Polimer


ini menjadi keras secara permanen selama pembentukannya dan tidak melunak ketika
dipanaskan. Polimer network mempunyai crosslink kovalen di antara rantai polimer
yang berdekatan. Selama pemanasan, ikatan ini mengikat rantai polimer menjadi satu
untuk menahan gerakan vibrasi dan rotasi rantai pada temperature tinggi. Hal inilah
yang menjadi penyebab mengapa material tidak melunak ketika dipanaskan.
Plomer termoseting memiliki ikatan – ikatan silang yang mudah dibentuk pada
waktu dipanaskan. Hal ini membuat polimer menjadi kaku dan keras. Semakin
banyak ikatan silang pada polimer ini, maka semakin kaku dan mudah patah. Bila
polimer ini dipanaskan untuk kedua kalinya, maka akan menyebabkan rusak atau
lepasnya ikatan silang antar rantai polimer. Hanya pemanasan yang berlebih yang
akan menyebabkan beberapa ikatan crosslink dan polimer itu sendiri mengalami
degradasi. Polimer termoset biasanya lebih keras dan kuat daripada termoplastik dan
mempunyai stabilitas dimensional yang lebih baik. Kebanyakan polimer crosslink dan
network termasuk vulcanized rubbers, epoxies, dan phenolics and beberapa resin
polyester adalah termosetting

Tidak dapat menerima siklus pemanasan-pendinginan seperti termoplastik:

• Ketika dipanaskan pada tahap awal, termoset melunak dan mampu mengalir
di dalam cetakan.
• Tapi pada temperatur yang tinggi, terjadi reaksi kimia yang mengeraskan
material sehingga akhirnya menjadi padatan yang tidak mampu lebur
kembali (infusible solid).
• Jika dipanaskan ulang, tidak mampu melunak kembali melainkan akan
terdegradasi menghasilkan arang.

Bentuk struktur ikatan silang sebagai berikut.


3. SIFAT POLIMER THERMOSETTING

Sifat polimer termoseting sebagai berikut.

 Ketika dipanaskan pada tahap awal, termoset melunak dan mampu mengalir
di dalam cetakan.
 Tapi pada temperatur yang tinggi, terjadi reaksi kimia yang mengeraskan
material sehingga akhirnya menjadi padatan yang tidak mampu lebur
kembali (infusible solid).
 Jika dipanaskan ulang, tidak mampu melunak kembali melainkan akan
terdegradasi menghasilkan arang.
 Keras dan kaku (tidak fleksibel)
 Tidak dapat dibentuk ulang (sukar didaur ulang).
 Tidak dapat larut dalam pelarut apapun.
 Tahan terhadap asam basa.
 Mempunyai ikatan silang antar rantai molekul.

4. JENIS-JENIS THERMOSETTING

4.1 Resin Urea formaldehid (Resin Amino)

Resin Urea formaldehid adalah hasil polimerisasi kondensasi urea dengan


formaldehid. Resin ini termasuk dalam kelas resin thermosetting yang mempunyai
sifat tahan terhadap asam ,basa , tidak dapat melarut dan tidak dapat meleleh. Karena
sifat-sifat tersebut, aplikasi resin urea-formaldehid yang sangat luas sehingga industri
urea-formaldehid berkembang pesat. Resin urea ini dapat dicetak tekan, memiliki
permukaan yang keras dan mempunyai nilai dielektrik yang tinggi dan dapat diberi
berbagai warna. Contoh industri yang menggunakan industri formaldehid adalah
laminating, coating, tekstil resin finishing. Jenis resin ini banyak juga digunakan
untuk mencegah berkerut dan kusut nya kain katun dan untuk mencegah menyusutnya
kayu.

4.2 Fenol-formaldehida/bakelit (Resin Phenol)

Merupakan resin sintetik yang dibuat dengan mereaksikan phenol


denganformaldehida, wujud nya keras, kuat, awet dan dapat dicetak pada berbegai
kondisi.Bahan ini mempunyai daya tahan panas dan air yang baik dan dapat diberi
macam-macam warna,sering digunakan sebagai bahan pelapis dan laminating,
pengikat batu gerinda, pengikat logam ataugelas, dapat dicetak menjadi kotak, isolator
listrik, tutup botol dan tangkai pisau, plastik yang digunakan untuk peralatan listrik
seperti fitting lampu listrik, steker listrik, peralatan fotografi, radio, perekat plywo.

4.3 Melamin-formaldehida.(Resin Amino)


Resin melamin-formaldehida diperkenalkan di Jerman oleh Henkel pada tahun
1935. Resin ini termasuk dalam golongan resin amino yang diproduksi melalui reaksi
polikondensasi antara melamin dan formaldehida. Dibandingkan dengan resin urea-
formaldehida, resin ini mempunyai kelebihan yakni transparan; kekerasan(hardeness)
yang lebih baik; stabilitas termal yang tinggi; tahan terhadap air, bahan kimia, dan
goresan. Dari kelebihan ini, penggunaan resin ini sangat luas, seperti pada industri
perekat, tekstil, laminasi, kertas, pelapisaan permukaan ( surface coatings) dan
sebagainya.

4.4 Polyesters

Poliester di industri digunakan dalam penguatan ban, tali, kain buat sabuk mesin
pengantar (konveyor), sabuk pengaman, kain berlapis dan penguatan plastik dengan
tingkat penyerapan energi yang tinggi.Serat-serat poliester juga bisa dicampur dengan
serat-serat katun, wol, rayon dan sutera. Sifat-sifat serat poliester adalah sebagai
berikut:
o Tahan kusut, baik untuk pakaian wanita maupun pria.
o Tahan cuci dan tidak kusut kalau dicuci.
o Lebih tahan sinar matahari dari pada nylon.
o Dapat ditekan dengan setrika panas (150° C), hingga terjadi lipatan tetapi
dapat dihilangkan dengan panas yang sama

4.5 Resin Furan

Resin ini berasal dari hasil pengolahan limbah pertanian, seperti: tongkol jagung
dan bijikapas. Warna produk nya agak tua, tahan air dan mempunyai sifat-sifat listrik
yang baik.
4.6 Resin Epoksida

Resin jenis ini banyak dipakai untuk keperluan: pengecoran, pelapisan, protektor
alat-alat listrik, campuran cat dan sebagai adhesif (perekat/lem).Karena alasan resin
ini tahan terhadap aus dan beban kejut, maka sering juga digunakan untuk membuat
cetakan tekan (metalurgi serbuk), panel sirkuit listrik, tangki dan jig.

4.7 Silikon polimer dengan silikon sebagai bahan dasar

Mempunyai sifat yang sangat berbeda dengan bahan dasar plastik (atom karbon)
lain nya. Sifat-sifat spesifik nya adalah: stabilitas (tahan terhadapsuhu tinggi), kedap
air, oleh karena itu sering digunakan untuk membuat: minyak gemuk (fat),
resin, perekat dan karet sintetis.Contoh polimer termoplastik ialah Selulosa yang
dibuat dari serat kapas dan kayu, namun sangat kuat dan ulet serta dapat diberi ber-
bagai warna.

5. PROSES PENGERJAAN THERMOSETTING

5.1 Cetak Tekan

Prinsip cetak tekan dibambarkan pada gambar di bawah ini. Sejumlah bahan
dimasukan dalam cetakan logam yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Pada waktu
cetakan ditutup, bahan yang telah lunak tertekan sehingga mengalir mengisi rongga
cetakan. Bahan yang digunakan dapat berbentuk serbuk atau tablet prabentuk.
Tekanan yang lazim digunakan berkisar antara 0,7 sampai 55 Mpa, tergantung pada
bahan yang digunakan dan bentuk produk. Suhunya berkisara antara 120 hingga
205˚C. Panas sangat penting bagi resin termosetting, karena pertama-tama diperlukan
untuk plastisasi, kemudian untuk polimerisasi atau untuk pengerasan. Serbuk perlu
dipanaskan secara merata, suatu hal yang cukup sulit karena daya hantar panas bahan
tidak baik. Beberapa jenis bahan diolah dengan penekanan, akan tetapi siklus
pemanasan dan pendinginan cetakan yang cepat akan menimbulkan kesulitan. Produk
mungkin cacat sewaktu dikeluarkan bila pendonginan cetakan tidak sempurna.
Proses cetak tekan

5.2 Cetak Transfer

Pada proses cetak transfer, serbuk termosetting atau benda prabentuk diletakkan
pada tempat tersendiri atau alam ruang tekanan di atas rongga cetakan, seperti tampak
pada gambar di bawah ini. Di sini bahan mengalami plastisasi akibat panas dan
tekanan dan diinjeksikan ke dalam rongga cetakan, sebagai cairan panas, di sini bahan
tersebut kemudian mengalami pengerasan. Waktu reaksi pengerasan untuk cetak-
transfer lebih singkat dibandingkan proses cetak-tekan. Waktu pengisian pun lebih
singkat karena digunakan bahan pembentuk yang lebih besar yang dapat dipanaskan
lebih cepat. Proses ini sangat cocok untuk membuat bagian-bagian yang memerlukan
sisipan logam yang keecil, karena bahan plastik yang panas memasuki rongga cetakan
secara bertahap tanpa tekanan yang tinggi. Bentuk yang rumit dan bentuk dengan
variasi penampang yang besar dapat juga duhasilkan dengan cara cetak transfer.
Keterbatasan dari proses ini ialah: kehilangan bahan dalam saluran pengalir, spru dan
harga cetakan yang lebih mahal dibandingkan dengan cetakan pada proses cetak-
tekan.
Proses cetak transfer

5.3 Cara Injeksi Bahan Thermosett

Bahan termosett dalam batas-batas tertentu dapat dibentuk dengan cara cetak-jet.
Setelah dimodifikasi mesin cetak-injeksi untuk bahan termoplastik, dapat diubah
untuk keprluan cetak jet. Nosel, yang merupakan bahan terpenting dari mesin harus
dapat dipanaskan dan didinginkan selama siklus injeksi. Mula-mula resin dipanaskan
dalam silinder yang menglilingi penekanan, sampai lunak namun belum
terpolimerisasi. Pada waktu penekan menekan resin melalui nosel ke dalam cetakan,
terjadi panas tambahan. Pada saat cetakan penuh, nosel didinginkan dengan cepat
dengan mengalirkan air untuk mencegah polimerisasi bahan yang tersisa.

Mesin ulir umpan balik kini mulai digantikan dengan mesin cetak-jet seperti
tampak pada gambar di bawah ini. Bahan masuk, (di bawah pengaruh gravitasi),
sementara didorong oleh ulir yang berputar, bahan sekaligus dipanaskan. Pada waktu
ulir berputar, bahan terplastisasi di muka ulir, dan masih terhalang oleh plunyer
sampai terkumpul sejumlah bahan tertentu. Plunyer kemudian turun, dan ulir
memaksa bahan memasuki ruang transfer. Bahan kemudian ditekan memasuki rongga
cetakan.
Proses dengan reaction injection

5.4 Spraying

Pengerjaan plastik dengan spraying menggunakan suatu alat penyemprot yang


dikendalikan seorang operator atau control computer. Dan hal ini merupakan paling
cukup populer sejak pertengahan abad 21. Pembuatan produk dengan cara spraying
sering digunakan sebagai komponen pendukung untuk struktur solid dan aplikasi
lainnya. Alat penyemprot itu sendiri biasanya dilengkapi dengan mekanisme yang
dapat memotong serat fiber menjadi helaian-helaian dan kemudian di distribusikan
sepanjang permukaan cetakan.

Kemajuan teknologi dengan cara spraying telah terbukti lebih efisien dan
merupakan sistem penyemprotan yang lebih bersih, dengan mengurani emisi stirena,
kapasitas penyemprotan yang lebih besar dan keseragaman lebih baik diantara pola
penyemprotan. Alat penyemprot dihasilkan dengan konfigurasi yang bemaca-macam,
masingmasing dengan kemampuan yang berbeda-beda.
Proses dengan spraying

5.5 Pengecoran

Bahan termoset yang dicor antara lain adalah phenol, polyester, epoksi dan
resinalyl. Yang terakhir ini sangat cocok untuk lensa optik dan penggunaan lainnya
yangmemerlukan plastik yang sangat jernih. Resin ini mudah dicor karena memiliki
sifatfluiditas yang baik. Akrilik digunakan untuk mengecor benda yang tembus
cahaya danlembaranPlastik di cor apabila jumlah tidak seberapa. Sering kali dibuat
cetakan terbukadari timah hitam dengan menceluokan mandril baja dengan bentuk
tertentu dalam timahhitam cair yang kemudian dilepaskan setelah membeku.Dapat
digunakan inti timah hitam, adukan semen atau karet bila diperlukan.Cetakan yang
kosong dibuat dengan cara pengecoran ‘slush-casting’ :yaitu bahan bakudituang
dalam cetakan, lalu kelebihannya dikeluarkan kembali.Benda padat dapat dibuat
dengan menggunakan cetakan dari adukan semen,gelas,kayu, logam, atau karet
sintetis
Daftar Pustaka

1.http://www.lgschemistry.org.uk/PDF/Thermosoftening_and_thermosetting_plasti
cs.pdf

2. Baeurle SA, Hotta A, Gusev AA (2006). "Pada fase kaca dari multifasa dan
bahan polimer murni":. Polymer 47 6243-6253. DOI :
10.1016/j.polymer.2006.05.076 .

3. Varzaneh HA Karimi, P Carbone, Mueller-Plathe F (2008). "Hydrogen Bonding


dan Crossover Dinamis dalam Poliamida-66: Sebuah Studi Simulasi Dinamika
Molekuler".. Makromolekul 41: 7211-7218 DOI : 10.1021/ma8010685 .

Tim Penyusun.2012.BAHAN KONSTRUKSI KIMIA TK 081406. Politeknik Negeri


Sriwijaya.Palembang

http://www.facebook.com/pages/Poliester/111934102156768

http://www.authorstream.com/Presentation/aninditays-594658-anindita-reggie-xii-ipa-
2/

http://hadiyantokimia.guru-indonesia.net/artikel_detail-21224.html

http://www.chem-is-try.org/kategori/materi_kimia/kimia-polimer/klasifikasi-polimer/

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-polimer/klasifikasi-polimer/polimer-
termoplastik-dan-termosetting/

http://www.blogger-index.com/perbedaan%20termoset%20dan%20termoplastik.html

Anda mungkin juga menyukai