Anda di halaman 1dari 10

PROSES PEMBUATAN

EXTRUSION MOLDING METHOD

Oleh:
Kelompok 5
Achmad Bagus Budiearso 140514606373
Agus Andika Putra 140514605405
Alexis Simon 140514606668
Aris Sandy Setya Ananda 140514604695
Bahauddin Rinaldi 140514605439
Dendy Setya Hardani 140514606607
Dikarianto 140514605706

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2015

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan
rahmat serta karunia-nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Proses
Pembuatan Extrusion Molding Method.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Malang, 3 Maret 2015

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................... 2
Daftar Isi........................................................................................................ 3
Bab 1 Pendahuluan

A. Latar Belakang.............................................................................. 4
B. Tujuan.......................................................................................... 4

Bab 2 Pembahasan

A. Pengertian Extrusion..................................................................... 5
B. Mesin Ekstrusi (Ekstruder) .......................................................... 5
C. Tahap-Tahap Dalam Proses Ekstrusi............................................ 7
D. Keunggulan Dari Proses Ekstrusi ................................................ 8

Bab 3 Penutup

A. Kesimpulan .................................................................................. 9
B. Saran............................................................................................. 9

Daftar Pustaka................................................................................................ 10

3
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Proses leleh yang bisa dicapai melalui ekstrusi dan pencetakan pada
Polypropilena atau PP. Polypropilena atau PP merupakan sebuah polimer termo-
plastik yang dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi,
diantaranya untuk pengemasan, tekstil, alat tulis, berbagai tipe wadah daur ulang,
perlengkapan labolatorium dan komponen otomotif. Polimer Adisi yang terbuat
dari Propilena Monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan
terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam. Polipropena biasanya di daur-
ulang, dan simbol daur ulangnya adalah nomor "5". Metode Ekstrusi (peleleran)
yang umum menyertakan produksi serat pintal ikat (Spun Bond) dan tiup (hembus)
leleh untuk membentuk gulungan yang panjang untuk nantinya diubah menjadi
berbagai macam produk yang berguna seperti masker muka, penyaring, popok dan
lap.
Teknik pembentukan yang paling umum adalah pencetakan suntik, yang
digunakan untuk berbagai bagian seperti cangkir, alat pemotong, botol kecil, topi,
wadah, perabotan, dan suku cadang otomotif seperti baterai. Teknik pencetakan tiup
dan injection-stretch blow molding juga digunakan, dimana melibatkan juga
ekstrusi dan pencetakan.

B. Tujuan
Mengetahui cara proses pembuatan extrusion molding method dan tujuan
ekstrusi adalah untuk meningkatkan keragaman jenis produk pangan dalam
berbagai bentuk, tekstur, warna, dan cita rasa.

4
BAB 2

PEMBAHASAN

A. Pengertian Extrusion

Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap.


Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda dengan penampang
yang rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi hanya
bekerja tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama
sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja dan plastik adalah contoh bahan yang
paling banyak diproses dengan ekstrusi. Contoh barang dari baja yang dibuat
dengan proses ekstrusi adalah rel kereta api. Khusus untuk ekstrusi plastik proses
pemanasan dan pelunakan bahan baku terjadi di dalam barrel akibat adaya pemanas
dan gesekan antar material akibat putaran screw.
Variasi dari ekstrusi plastik
1. Blown Film
2. Flat Film and Sheet
3. EkstrusiPipa
4. EkstrusiProfil
5. PemintalanBenang
6. PelapisanKabel

Proses ekstrusi dapat berupa pengolahan suhu rendah misalnya pada pasta,
atau pengolahan suhu tinggi misalnya pada pembuatan snack.Tekanan yang
digunakan dalam ekstruder (alat ekstrusi) berfungsi mengendalikan bentuk,
menjaga air dalam kondisi cair yg sangat panas, dan meningkatkan
pengadukan.Tekanan bervariasi mulai dari 15 sampai 200 atm.

B. Mesin Ekstrusi (Ekstruder)

Nama alat yang melakukan proses ekstrusi adalah ekstruder. Ekstruder


terdiri dari suatu ulir (sejenis ulir bertekanan) yang menekan bahan baku sehingga
berubah menjadi bahan semi padat. Bahan tersebut ditekan keluar melalui suatu

5
lubang terbatas (cetakan/die) pada ujung ulir. Jika bahan baku tersebut mengalami
pemanasan, maka proses ini disebut pemasakan ekstrusi (ekstrusi panas).Mesin
Ekstruder yang biasanya tersedia di pasaran adalah jenis ekstruder ulir tunggal
(single screw extruder/SSE) dan ekstruder ulir ganda (twin screw estruder/ TSE).
Pembahasan kita kali ini lebih ke mesin ekstuder ulir tunggal.

Gambar 2.B.1. Mesin Ulir Tunggal/ Single Screw Extruder

Gambar 2.B.2. Mesin Ulir Ganda/ Twin screw estruder

6
Ekstruder tipe ulir biasanya dikelompokkan berdasarkan seberapa banyak
energi mekanis yang dapat dihasilkan. Sebagai contoh, ekstruder dengan
energi mekanis yang rendah dirancang untuk mencegah proses pemasakan pada
adonan bahan. Ekstuder tipe ini biasanya digunakan pada pembuatan pretzel, pasta
dan beberapa jenis makanan ringan dan sereal. Ekstruder dengan energi mekanis
tinggi dirancang untuk memberikan energi yang besar agar dapat diubah menjadi
panas untuk mematangkan adonan bahan dan biasa digunakan dalam produksi
makanan hewan, makanan ringan dengan bentuk mengembang dan sereal
(Frame, 1994).

C. Tahap-tahap dalam Proses Ekstrusi


Pembagian tahap-tahap pengolahan ektrusi dapat dilihat dari berbagai segi.
Beberapa pengolah membagi proses pengolahan ekstrusi menjadi tiga tahap yaitu
pra ekstrusi, ekstrusi dan tahap setelah ekstrusi (post-extrusion).Tahap Pra
Ekstrusimelibatkan dua langkah utama yaitu :

1. Pencampuran (Blending) yaitu proses pencampuran komponen bahan yang


akan diesktrusi sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan merupakan
salah satu syarat penting, selain harus memperhatikan ukuran bahan yang
akan dicampur, cara mencampur komponen yang benar juga penting untuk
diketahui.
2. Penambahan air (Moisturizing) yaitu proses penambahan air sampai pada
standar kelembapan yang ditentukan. Cara penambahan kandungan air ini
harus dapat menjamin penyebaran kelembaban yang merata pada campuran
adonan bahan mentah. Ketidakseragaman penyebaran air pada bahan akan
mengakibatkan kondisi ektrusi yang sukar diprediksi, akibatnya produk
ekstrusi yang dihasilkan juga menjadi tidak konsisten.

Tahap Ekstrusi yaitu tahap pencetakan bahan baku dengan mesin yang
digunakan ialaha berbagai jenis ekstruder dan beragam aksesorisnya sesuai
kebutuhan pengolah. Produk yang keluar dari tahap ini disebut ekstrudat dan
tergantung dari kebutuhan kita atau jenis ekstruder yang digunakan, ekstrudat ini
dapat merupakan produk akhir ekstruksi ataupun juga produk yang harus diolah lagi
lebih lanjut.

7
Tahap Post Ekstrusi yaitu tahap setelah proses pencetakan pelet dilakukan.
Mesin yang tersedia untuk proses ini adalah mesin pengering, atau bisa flavouring,
pemanggangan, pelapis dan pendingin yang semuanya disesuaikan dengan
kebutuhan pengolah. Dengan mengetahui prinsip dari cara kerja sistem ekstruksi
alhamdulillah Randi Farm mampu membuat pelet apung yang hasil dan bentuknya
mendekati pelet pabrikan yang beredar. Dan sejauh ini pelet kami bisa dimakan
sempurna oleh ikan. Kami akan terus mengembangkan hasil ujicoba kami dan
mulai merancang mesin pelet apung dengan harga yang lebih murah namun kualitas
dan prinsip kerja tetap diutamakan. Kami akan membuat mesin pelet apung dengan
harga murah untuk membantu petani ikan di Indonesia.

D. Keunggulan dari Proses Ekstrusi


Terdapat beberapa keunggulan dari proses ekstrusi yaitu sbagai berikut:
1. Keberagaman produk dalam kisaran luas yg kebanyakan tidak dengan
mudah dihasilkan oleh metode pengolahan lain, dapat dihasilkan dengan
mengubah bahan baku, kondisi pengoperasian, dan cetakan.
2. Biaya operasional lebih rendah dan produktivitas lebih tinggi karena dapat
dioperasikan kontinyu tanpa terputus.
3. Menghasilkan produk berkualitas tinggi, karena pemasakan ekstrusi
melibatkan suhu tinggi dalam waktu pendek sehingga komponen bahan
pangan yang peka tidak mengalami kerusakan.
4. Ramah lingkungan karena merupakan proses dengan kadar air rendah, dan
tidak menghasilkan limbah

8
BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap.
Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda dengan penampang
yang rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi hanya
bekerja tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama
sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja dan plastik adalah contoh bahan yang
paling banyak diproses dengan ekstrusi. Nama alat yang melakukan proses ekstrusi
adalah ekstruder. Ekstruder terdiri dari suatu ulir (sejenis ulir bertekanan) yang
menekan bahan baku sehingga berubah menjadi bahan semi padat.

B. Saran
Penulis berharap dengan adanya makalah tentang proses pembuatan
extrusion molding method yang telah disajikan dalam bab pembahasan dapat
dijadikan referensi ataupun tambahan wawasan bagi penulis maupun bagi pembaca.

9
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2013. Ektrusi (Manufaktur). Wikipedia.org. Diakses pada 20 Mei 2013


pada pukul 20.00 WIB
Gaspers, V. 2007. GE Way and Malcolm Baldrige Criteria for Performance
Excellence.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

10