Anda di halaman 1dari 2

ANESTESI BLOK MANDIBULA

No. Dokumen:
440/ /434.102.100.10/SOP.UKP.VII/2016
No. Revisi : 00
UPTD PUSKESMAS SOP Tgl. Terbit : 9 Agustus 2016 dr. NUR ANISAH
KEDUNGDUNG NIP. 197812292010012006
KAB. SAMPANG Halaman : 1/2

1. Pengertian Anestesi blok mandibula adalah proses penyuntikan untuk mematikan indra perasa saraf
gigi (anestesi) yang dilakukan pada saat hendak melakukan pencabutan gigi molar
belakang rahang bawah.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui tata cara melakukan
anestesi blok mandibula.

3. Kebijakan 1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.02.02/MENKES/62/2015
2. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Nomor
440/10415/414/2015 tentang Kebijakan Tahapan Pelayanan Klinis di UPT
Puskesmas Kedungdung

4. Referensi

5. Prosedur 1. Menegakkan diagnose


2. Menjelaskan pada pasien/keluarga pasien tentang perawatan yang akan dilakukan
3. Meminta pasien/keluarga pasien untuk menandatagani surat persetujuan/penolakan
tindakan
4. Menyiapkan alat dan bahan untuk tindakan anestesi blok mandibula
5. Operator berdiri di depan sebelah kanan pasien
6. Sandaran kepala diatur sehingga dataran oklusal dari rahang bawah dalam keadaan
membuka mulut terletak sejajar dengan lantai
7. Meminta pasien untuk membuka mulut dengan lebar agar nervus alveolaris inferior
berada di daerah yang sama dengan sulkus mandibula
8. Melakukan palpasi dengan telunjuk kiri pada mukosa bukal dari molar terakhir
sampai menyentuh margo anterior dan ramus asendens
9. Melakukan palpasi lagi lebih ke posterior yaitu krista buksinatoris
10. Telunjuk kiri kita tempatkan pada dataran oklusal dari molar dan ujung jari telunjuk ke
belakang dari krista tadi adalah tempat masuknya jarum, lebih kurang 1cm diatas
bidang oklusal dari molar sedikit ke belakang dari krista buksinatoris
11. Spuit dipegang seperti memegang pensil, datang dari arah premolar dan jarum
dengan bevel arah ke tulang, ditusukkan ditempat yang sudah ditentukan tadi yaitu
arah jarum hampir tegak lurus pada tulang
12. Sesudah jarum masuk ke dalam mukosa dan menyentuh tulang, spuit dialihkan ke
mesial ke regio gigi depan kem,udian jarum diteruskan ke belakang (selalu berkontak
dengan tulang) dan menyusur tulang sejauh ± 1-1,5 cm
13. Sesudah masuk maka dirasakan jarum itu tidak lagi menyusur tulang karena jarum
melalui krista mandibula, ia sekarang ada pada sulkus mandibula diatas nervus
alveolaris inferior
14. Setelah ini kita menarik pompa jarum (aspirasi) sedikit untuk melihat apakah jarum
menembus pembuluh darah, apabila menembus pembuluh darah akan berbahaya,
sebab bahan anestesi masuk ke aliran darah. Bila itu terjadi maka kita harus
mengulanginya lagi
15. Bila pada aspirasi tidak ada darah yang masuk maka kita dapat memasukkan bahan
anestesi sebanyak 1-1,5 cc di tempat tersebut
16. Sesudah bahan anestesi dikeluarkan lalu jarum ditarik kembali 1,5 cm dan kemudian
kita masukan lagi 0,5 cc bahan anestesi yang gunanya untuk memblokir nervus
lingualis
17. Menginstruksikan pada pasien untuk menunggu reaksi anestesi selama 5-10 menit
untuk tindakan selanjutnya

6. Unit Terkait
Poli Gigi

7. Dokumen Terkait Kartu rawat jalan, register