Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

IDENTIFIKASI TUBERKULOSIS

Tugas terstruktur guna memenuhi tugas mata kuliah Identifikasi Tuberkulosis

Dosen Pengampu: Nurjani, S.Tr.AK

oleh:

Annisa Aulia (P1337434116052)

SEMESTER V/ TINGKAT III REGULER B

DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2018
I. Tanggal praktikum : Selasa, 28 Agustus 2018
II. Judul : Cara Pengumpulan Spesimen Dahak
III. Tujuan :
a. Praktikan mampu melakukan pengambilan spesimen dahak yang baik dan benar
b. Mendapatkan spesimen dahak yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan
pewarnaan basil tahan asam
IV. Prinsip : Pengambilan dahak dilakukan dengan cara berkumur yang
selanjutnya pasien menahan nafas Panjang dan menghembuskannya dengan kuat.
Kemudian membantukkan scara dalam untuk mendapatkan dahak yang berasal dari
dada hingga mendapatkan dahak yang berkualitas baik.
V. Alat dan Bahan :
1). Pot specimen dengan tutup berulir
2). Label
3). Pensil
4). Spidol
5). Informed consent
6). Tempat pembuangan limbah
7). Tissue
VI. Cara Kerja :
a. Pre Analitik
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Melakukan persiapan pasien
3. Mempersilakan pasien masuk dan duduk
4. Mengkonfirmasi data pasien di informed consent
5. Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur pengambilan dahak yang baik dan
benar
b. Analitik
1. Mempesilakan pasien menuju ruang pengambilan dahak
2. Meminta pasien untuk mencuci tangan dan berkumur
3. Meminta pasien untuk bernafas dalam selama 3x kemudian mendekatkan pot
yg sudah dibuka ke mulut dan membatukkan dahaknya ke dalam tempat yang
sudah disiapkan (pot spesimen)
4. Menutup dengan rapat pot dahak berisi spesimen
5. Petugas menerima pot specimen dan melihat apakah specimen yang
dikeluarkan sudah representative
6. Jika sudah, petugas meminta pasien untuk membersihkan mulut dengan tissue
bersih dan mencuci tangan lagi
c. Pasca Analitik
1. Petugas memberi identitas pada pot spesimen

VII. Hasil :

18/ 1234567/ 3
Tahun pengambilan Nomor suspek
Nomor UPK

a. Pot spesimen b. Spesimen yang purulen c. Kode spesimen

VIII. Pembahasan :
Sputum, dahak, atau riak adalah sekret yang dibatukkan dan berasal dari tenggorokan,
hidung atau mulut. Dahak yang dikeluarkan oleh seorang pasien hendaknya dapat dievaluasi
sumber, warna, volume, dan konsistennya karena kondisi dahak biasanya memperlihatkan
secara spesifik proses kejadian patologik pada pembentukan dahak itu sendiri. Pemeriksaan
dahak diperlukan jika diduga terdapat penyakit paru-paru. Membran mukosa saluran
pernafasan berespons terhadap inflamasi dengan meningkatkan keluaran sekresi yang sering
mengandung mikroorganisme penyebab penyakit. Pada praktikum ini dilakukan pengambilan
dahak untuk pemeriksaan tuberculosis.
Spesimen dahak dikumpulkan dalam pot dahak yang bermulut lebar, penampang enam
centimeter atau lebih dengan tutup berulir, tidak mudah pecah dan tidak bocor, pot ini harus
selalu tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) (Depkes RI, 2011). Diagnosa
Tuberculosis Paru ditegakkan dengan pemeriksaan tiga spesimen dahak Sewaktu Pagi Sewaktu
(SPS), spesimen dahak sebaiknya dikumpulkan dalam dua kunjungan yang berurutan.
Pelaksanaan pengumpulan dahak Sewaktu Pagi Sewaktu (SPS) yaitu dahak Sewaktu (S)
dahak dikumpulkan pada saat suspek Tuberculosis Paru datang berkunjung pertama kali. Pada
saat pulang pasien membawa sebuah pot dahak untuk mengumpulkan dahak hari kedua.
Dahak Pagi (P) dikumpulkan dirumah pada hari kedua, segera setelah bangun tidur. Pot dibawa
dan diserahkan sendiri kepetugas di UPK. Dahak Sewaktu (S) dikumpulkan di UPK pada hari
kedua saat menyerahkan dahak pagi (Depkes RI, 2007). Pengambilan dahak sebaiknya
dilakukan pada pagi hari, dimana kemungkinan untuk mendapat dahak bagian dalam lebih
besar.
Agar dahak mudah dikeluarkan, dianjurkan pasien mengonsumsi air yang banyak pada
malam sebelum pengambilan dahak. Sebelum mengeluarkan dahak, pasien disuruh untuk
berkumur-kumur dengan air dan pasien harus melepas gigi palsu (bila ada). Dahak diambil
dari batukkan pertama (first cough). Cara membatukkan dahak dengan tarik nafas dalam dan
kuat (dengan pernafasan dada) batukkan kuat dahak dari bronkus trakea mulut wadah
penampung (pot dahak). Untuk menghindari resiko penularan, pengambilan dahak dilakukan
ditempat terbuka dan jauh dari orang lain misalnya dibelakang Puskesmas jika keadaan tidak
memungkinkan gunakan kamar terpisah yang mempunyai ventilasi cukup namun jangan
dikamar mandi (Depkes RI, 2011). Pengumpulan dahak dilakukan di ruang terbuka dan
mendapat sinar matahari langsung atau di ruangan dengan ventilasi yang baik, untuk
mengurangi kemungkinan penularan akibat percikan dahak yang infeksius. Tempat
pengumpulan dahak dilengkapi dengan prosedur mengeluarkan dahak, tempat cuci tangan
dengan air mengalir dan sabun.Jangan mengeluarkan dahak di ruangan tertutup dengan
ventilasi yang buruk, misalnya: kamar kecil, ruang pendaftaran, ruang tunggu, dll.
Setelah didaptakan dahak, periksa dahak yang dibatukkan, bila ternyata yang
dibatukkan adalah air liur/saliva, maka pasien harus mengulangi membatukkan dahak.
Sebaiknya, pilih dahak yang mengandung unsur-unsur khusus seperti : darah dan unsur-unsur
lain. Bila dahak susah keluarkan lakukan perawatan mulut. Perawatan mulut dilakukan dengan
obat glyseril guayakolat (expectorant) 200 mg atau dengan mengonsumsi air teh manis saat
malam sebelum pengambilan dahak. Penilaian kualitas contoh uji dahak secara makroskopis,
dilakukan dengan melakukan pengamatan dengan tanpa membuka tutup pot, petugas
laboratorium melihat dahak melalui dinding pot yang transparan (meliputi voumel 3,5 – 5 ml,
kekentalan : mukoid, warna : hijau kekuningan (purulen).

IX. Kesimpulan :
Sputum, dahak, atau riak adalah sekret yang dibatukkan dan berasal dari tenggorokan,
hidung atau mulut. Untuk memperoleh kondisi sputum yang baik petugas laboratorium harus
memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan sputum baik pemeriksaan pertama
maupun pemeriksaan sputum ulang. Pengumpulan dahak dilakukan di ruang terbuka dan
mendapat sinar matahari langsung atau di ruangan dengan ventilasi yang baik, untuk
mengurangi kemungkinan penularan akibat percikan dahak yang infeksius. Cara membatukkan
dahak dengan tarik nafas dalam dan kuat (dengan pernafasan dada) batukkan kuat dahak dari
bronkus trakea mulut wadah penampung (pot dahak). Dahak yang baik untuk pemeriksaan
tuberculosis meliputi volumenya 3,5-5 ml, kekentalan mucoid, dan berwarna hijau kekuningan
yang purulent.

X. Daftar Pustaka :

 Anonim. 2012. Hubungan batuk efektif dengan kuantitas sputum pada


pemeriksaan BTA suspek Tuberculosis Paru di Puskesmas Bojong II
Kabupaten Pekalongan Tahun 2012. diakses dari
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/153/jtptunimus-gdl-nurhidayah-7634-3-
babii.pdf pada 13 September 2018
 Anonim. 2014. Pengambilan Sampel Sputum. diakses dari www.scribd.com
pada 13 September 2018
 Protap Pengumpulan Dahak TB Paru. 2014. diakses dari
http://www.indonesian-publichealth.com pada 13 Desember 2018