Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH SPESIALITE DAN TERMINOLOGI KESEHATAN

TERMINOLOGI MEDIS SISTEM PERNAFASAN

Disusun Oleh :
Kelompok 3
1. Cindy
2. Jevica Analianty Sirait
3. Kibran
4. M. Yazid Zidan
5. Nia Tri Lestari
6. Novia Imtiyas
7. Novindira Anamia Putri
8. Ratna Famawati
9. Tri Aprianto

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

DIII FARMASI
2018
ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat allah swt. Karena atas rahmat dan hidayah-
nya, penulis telah dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “termonologi medis sistem
pernafasan”. Penulisan ini merupakan tugas wajib untuk mengikuti mata kuliah di semester
iv.

Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai termonologi medis sistem pernafasan. Dengan materi
pengertian sistem pernafasan.

Penulis sadar bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Dengan iringan doa
semoga makalah ini bisa bermanfaat dalam pengembangan pendidikan dan wacana berpikir
kita bersama.

Bandar Lampung, 03 Maret 2018

Penulis
iii

DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................... i

Kata Pengantar ................................................................................................. ii

Daftar Isi ........................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 1

1.3 Tujuan ........................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Singkat Terminologi Medis ............................................................. 2

2.2 Organ-organ Pernafasan Manusia ................................................................. 3

2.3 Respirasi dan Fungsi Respirasi ..................................................................... 3

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA
1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki banyak ciri-ciri. Salah
satu ciri dari makhluk hidup adalah bernafas dan memerlukan nutrisi.
Didalam tubuh manusia ada sebuah sistem yang berguna untuk bernafas
yaitu sistem pernafasan atau sistem respirasi.
Sistem respirasi terdiri dari beberapa organ yang berkerjasama untuk
membentuk sistem tersebut. Ada organ paru-paru dan ada juga organ-organ
yang penduiung lainnya yang menghubungkan hidup sampai dengan paru-
paru.
Dalam makalah ini,penulis akan menjelaskan mengenai root dari
istilah-istilah medis yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan
sistem pernafasan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja organ-organ yang berhubungan dengan sistem pernafasan?


2. Bagaimana cara penulisan istilah-istilah medis yang berhubugan dengan
sistem pernafasan?

1.3 Tujuan Penulisan

 Mengetahui organ-organ apa saja yang berkerja dalam sistem


pernafasan
 Memahami cara penulisan istilah-istilah medis yang berhubungan
dengan sistem pernafasan
2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Singkat Terminologi Medis


Pada awalnya disadari oleh para ilmuwan di bidang kesehatan bahwa
diperlukan kata-kata yang seragam untuk menyatakan penemuan-penemuan
medis yang dimulai dari zaman rennaisance (atau rebirth dalam bahasa
inggrisnya, yang dimulai pada sekitar abad 13-17 di italia lalu ke bagian
eropa lain) sampai sekarang dan kemudian para ilmuwan kesehatan
cenderung berkiblat kepada ahli medis yunani dan romawi.
Sebagian besar (±75% istilah) istilah berasal dari bahasa yunani kuno
(g) dan latin (l). Pemakaian bahasa yunani kuno (g) dan latin (l) karena
konsisten dan mempunyai pengertian yang sama.
Catatan klinik yang ditemukan pada masa hippocrates (460-370 sm)
dari yunani yang diakui dunia sebagai “bapak kedokteran”, galen dan
asistotle (460 bc- 201 ad) ditulis banyak menggunakan bahasa yunani
contoh bronchus, carcinoma, coccyx, diatole, emphysema, erytheme,
glaucoma, herpes, meninges, pancreas, thorax, dan urethra.
Teminologi medis adalah istilah yaang banyak dipakai dalam bidang
kesehatan medis sebagai bahan komunikatif profesional kesehatan agar
tepat dan efektif, efektif karena dapat dibentuk kembali menjadi kata yang
baru dengan menambahkan awalan atau akhiran yang tetap mempunyai
makna contoh gastrodoudenostomy yang berasal dari
gastro+duodenum+stomy artinya tindakan pada gaster atau usus.
Hakekatnya pembahasan terminologi medis titik berat materi ada pada
pengetahuan tentang struktur, korelasi dan formasi istilah medis secara
benar dalam persiapan menghindari salah kutip/tulis/ejaan istilah diagnosis
pasien, dalam kaitan tugas mencatat, mengkoreksi, menyimpan dan
mengrelease infomasi medis.
3

2.2 Organ-organ Pernafasan Manusia


Secara garis besar, organ pernapasan pada manusia terdiri atas hidung,
pangkal tenggorok (faring), batang tenggorok (trakea), cabang batang
tenggorok (bronkus), anakcabang batang tenggorok (bronkiolus), dan paru-
paru (pulmo). Organ-organ pernapasan tersebut bekerja dalam suatu sistem
yang disebut sistem pernapasan.

2.3 Respirasi dan Fungsi Respirasi


Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O2) yang dibutuhkan
tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan
dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru berupa
karbondioksida.
Homeostasis (home/o : keseimbangan, +stasis : mengontrol) keadaan
equilibrium lingkungan tubuh internal.
Bernafas: inspirasi (in : masuk, +spir/o : bernafas)  memasukkan O2.
Expirasi (ex : keluar)  mengeluarkan CO2.
Dyspnea (dys : sulit/nyeri, +pneu : bernafas)  sesak nafas/sulit bernafas.
Apneu (a : tanpa)  tidak bernafas/gagal nafas (bukan berarti sudah mati)
Butuh ventilasi mekanik  ventilator untuk membantu pernafasan
pasien.
Orthopnea (ortho : lurus)  Keadaan dimana bernafas tidak nyaman pd
semua posisi kecuali duduk tegak atau berdiri.
Respirasi normal : 12‐16/menit.
Bradypnea (brady : lambat)  pernafasan yang lambat.
4

Tachypnea (tachy : cepat)  pernafasan yang cepat.

Hyperpnea (hyper : lebih dari normal)  Peningkatan kecepatan


respirasi, pernafasan lebih dalam dari normal.

Spirometer (spir/o : bernafas, +metry : pengukuran)  Alat untuk


mengukur pernafasan, sehingga bisa diketahui berapa kapasitas vital
dari paru‐paru dan berapa udara yang dihembuskan.

fev
Parameter tingkat keparahan asma fep = 1
Fvc

Untuk mengetahui/mengukur fev1  caranya, tarik nafas dalam‐dalam,


kemudian Hembuskan!

80% kapasitas paru bisa dihembuskan dengan spirometer

Fev1 berkurang jika ada gangguan nafas/paru

Kapasitas vital : volume terbesar yang dapat dikeluarkan setelah inspirasi


maksimum

Kapasitas vital menurun  tanda menurunnya fungsi jaringan paru


ketidakmampuan paru sebagai fungsi ventilasi (acute respiratory failure)

Hypoxia (hypo : kurang dari normal, ox/o : oksigen)  kekurangan O2


dalam jaringan hypoxemia  kadar O2 dalam darah rendah
(kekurangan O2 dalam darah)  belum tentu terjadi hypoxia

Pada hypoxia dan hypoxemia perlu ventilator untuk membantu


pernafasan

Anoxia (an : tidak ada)

Ventilator (respirasi buatan)  untuk gagal nafas.


5

 Bagian kata terkait respirasi

Bagian kata Arti


Home/o Keseimbangan
Ox/o Oksigen
‐pnea Bernafas
Spir/o Untuk bernafas
Alveol/o Alveolus
Bronch/o,bronchi/o Bronchi
Bronchiol/o Bronchiole
Laryng/o Larynx
Phren/o Diaphragma
Pleur/o Pleuro
Nas/o, rhin/o Hidung
Pharyng/o Parynx
Pneum/o,pneumon/o Paru-paru,udara
Thorac/o Dada
Thorac/o Trachea
Pulm/o,pulmon/o Paru-paru

 Istilah yang terkait dengan prosedur pembedahan


Bronchoscopy (‐scopy : melihat)
Rhinoplasty (rhin/o : hidung, +plasty : memperbaiki dengan
pembedahan)
6

Thoracocentesis (thorac/o : dada, +centesis : menusuk/mengambil


cairan)  Ada cairan di lapisan pleura sehingga dilakukan
pleurocentesis (efusi pleura).
Tracheostomy (trache/o : trakea, +stomy : lubang buatan) 
Endotracheal tube dihubungkan dengan ventilator.
Tracheotomy (‐tomy : mengiris)  agar tidak terjadi lubang
 Penyakit, gangguan dan istilah diagnostik
Asthma : dyspnea paroxysmal yang disertai wheezing Terjadi
kesulitan bernafas yang berulang disertai wheezing karena terjadi
sumbatan saluran pernafasan.
Paroxysmal : berulang
Wheezing : suara berisik di paru‐paru
Atelectasis (atel : tidak sempurna, ‐ectasis : pelebaran) pelebaran
tidak sempurna. Pada penyakit yang terkait dengan paru‐paru,
paru‐paru belum berkembang dengan sempurna, terjadi karena alveoli
masih elastis.
Contoh : Respiratory Distress Syndrome (RDS) pada anak lahir
premature  terjadi atelectasis karena produksi surfaktan belum
memadai sehingga perkembangan paru belum sempurna.
Surfaktan diproduksi pada usia kehamilan 34 ‐37 minggu agar paru
siap digunakan untuk bernafas. Untuk mematangkan paru, agar
pembentukan paru‐paru sempurna dilakukan penundaan kelahiran
dengan diberi tokolitik untuk relaksasi uterus yaitu salbutamol atau
dexametason dosis rendah sehingga resiko kelahiran premature dapar
dicegah. Kalau bayinya sudah lahir, pernafasan dibantu dengan
ventilator atau diberi surfaktan.
COPD : Chronic Obstructive Pulmonary Disease (penyakit paru
obstruksi kronis/PPOK) proses penyakit yang menurunkan kemampuan
paru sebagai fungsi ventilasi.
Emphysema : penyakit paru kronis yang ditandai peningkatan ukuran
alveoli dan dengan kerusakan dinding alveolus  kesulitan bernafas
7

Pneumoconiosis (pneum/o : paru, +coni/o : debu, +osis :


keadaan/gangguan) gangguan pada paru karena debu (pada paru
terdapat banyak partikel debu)
Tuberculosis : penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberculosis
Bronchiectasis (ectasis : pelebaran/dilatasi)  pelebaran pada bronkus
angioectasis (angi/o : pembuluh darah)  dilatasi pembuluh
darah/vasodilatasi.
Bagian kata tambahan

Bagian kata Arti


Atel/o Tidak sempurna
Coni/o Debu
Lobe/o Lobus
-ole Kecil
Silic/o Silika

Proses yang merusak kesinambungan pembuluh darah paru dapat


menyebabkan hemoptisis (hem/o : darah, ptisis : batuk)  batuk darah
karena ada perlukaan pada pembuluh darah.

 Gejala utama dari penyakit kardiopulmoner adalah dyspnea.


 Dyspnea biasanya dikaitka dengan meningkatnya resistensi elastic
paru‐paru(pneumonia, atelsectasis) atau non elastic (emphysema,
bronchitis, asthma).
 Ada berbagai penyebab nyeri dada antara lain pleuritis. Tanda-tanda
pertukaran gas yang kurang memadai antara lain sianosis,hipoksemia
dan hipoksia, hiperkapnea dan hipokapnea.
Sianosis : kebiruan pada kulit/jaringan.

Hipoksemia : kekurangan O2 pada darah, dilihat dari nilai Hb  Hb


tinggi (dengan analisis gas darah bisa dilihat nilai pa O2, Ph darah, pa
CO2)
8

Pa O2 : tekanan parsial O2 pada pembuluh darah (normal 80‐95


mmhg) hipoksemia  pa O2 rendah (<80 mmhg)

Jika pa O2 rendah  O2 gak bisa keluar menuju jaringan  jaringan


kekurangan O2  terjadi sianosis

Ph darah normal 7,35‐7,45

Pa CO2 : tekanan parsial CO2 pada pembuluh darah (normal 35‐45


mmhg) bisa diketahui kemampuan ventilasi pasien (ada gangguan atau
gak)

Pada PPOK nilai pa CO2 tinggi  terjadi hypercapnea  pa CO2


> 45 mmhg Terjadi hiperventilasi  CO2 keluar ke alveolus 
bahaya, coz akan berpengaruh pada ph darah. Produksi CO2
seharusnya seimbang dg CO2 yang dikeluarkan.

Hypocapnea  terjadi kalo pa CO2 rendah (< 35 mmhg)

Pa CO2 merupakan parameter adanya gangguan ventilasi


 terjadi Hypo/hypercapnea

 PPOK dapat disebabkan karena bronchitis kronik, emphysema


paru‐paru dan asma Bronchial. Gejala utama bronchitis kronis 
prosuksi mucus berlebihan
 Bronchiectasis timbul apabila dinding bronchus melemah akibat
peradangan kronik pada mukosa serta lapisan otot.

Bronchiectasis : pelebaran pada bronchus (terjadi kerusakan pada


bronchus coz mengalami inflamasi sehingga otot bronchus melemah).
Pada pasien dengan cystic fibrosis bisa terjadi inflamasi bronchus
sehingga terjadi bronchoectasis yang sifatnya permanent

 Efusi pleura dapat berupa hidrotoraks, sedangkan hemotoraks tidak


digunakan untuk menyatakan efusi pleura yang berdarah.
9

Hidrotoraks : terjadi penimbunan cairan dalam toraks

 Pneumotoraks dapat disebabkan karena traumatic, spontan atau


tercepat.

Pneumotoraks : adanya udara pada lapisan pleura

 Pneumokoniosis dan asbestosis sering dikaitkan dengan penyakit akibat


kerja.
Pneumoconiosis : ada partikel kecil dipleur
Asbestosis : partikel kecil berupa asbes
10

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Teminologi medis adalah istilah yaang banyak dipakai dalam bidang


kesehatan medis sebagai bahan komunikatif profesional kesehatan agar
tepat dan efektif, efektif karena dapat dibentuk kembali menjadi kata yang
baru dengan menambahkan awalan atau akhiran yang tetap mempunyai
makna contoh gastrodoudenostomy yang berasal dari
gastro+duodenum+stomy artinya tindakan pada gaster atau usus.

Hakekatnya pembahasan terminologi medis titik berat materi ada pada


pengetahuan tentang struktur, korelasi dan formasi istilah medis secara
benar dalam persiapan menghindari salah kutip/tulis/ejaan istilah diagnosis
pasien, dalam kaitan tugas mencatat, mengkoreksi, menyimpan dan
mengrelease infomasi medis.

Secara garis besar, organ pernapasan pada manusia terdiri atas hidung,
pangkal tenggorok (faring), batang tenggorok (trakea), cabang batang
tenggorok (bronkus), anakcabang batang tenggorok (bronkiolus), dan paru-
paru (pulmo). Organ-organ pernapasan tersebut bekerja dalam suatu sistem
yang disebut sistem pernapasan.

Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O2) yang dibutuhkan


tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan
dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru berupa
karbondioksida.
DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Indra. 2016. Modul Kuliah Terminologi Medis ( Penunjang Mata Kuliah
Spesialite dan Terminologi Kesehatan). BDL