Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PENDIDIKAN SENI DI SD

MODUL 11 dan 12
KONSEP PENDIDIKAN SENI dan PEMBELAJARAN SENI TERPADU

Disusun Oleh
Oleh Kelompok :
1. Andrew Surya Atmaja : 836776292
2. Ani Rufaida : 836797991
3. Norma Hotimatul L : 836802491
4. Dwi Lestari : 836770696
5. Elva Nur Izzan : 836768177

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ SURAKARTA
2018
PETA KONSEP MODUL 11

Seni Membantu Daya


Pikir, Rasa, dan Karsa

KB.1 Seni Membantu Belajar


Memahami Materi
Konsep Pendidikan Seni Pelajaran Lain
di SD

Sebagai Media Ekspresi

Sebagai media
pembinaan kreativitas
KB. 2
Fungsi Pendidikan Seni Sebagai model
pelatihan
pengembangan hobi
dan bakat
KONSEP PENDIDIKAN
SENI
Sebagai Media
Komunikasi

Pengetahuan Seni

KB.3
Ruang Lingkup Apresiasi
Pendidikan Seni

Pengalaman Kreatif

Pendekatan Belajar
Seni
KB. 4
Karakteristik
Pendidikan Seni di SD
Model Pembelajaran
Seni
PETA KONSEP MODUL 12
Pengertian Pembelajaran
Terpadu

KB. 1 Dasar - dasar Prinsip Pembelajaran


Terpadu Prinsip
Pembelajaran terpadu Terpadu

Model Pembelajaran
Terpadu Materi
Terpadu

Arah Pembelajaran
Terpadu Pengelolaan Kelas
Pendidikan Seni

Substansi Pendidikan
Kesenian
Modul 12 Pembelajaran Seni

Prinsip Partisipatif Produksi


Seni
Pendekatan Partisipatif
Produksi Seni
KB. 2 Prinsip Pembelajaran Materi Pembelajaran
Seni Praktek Seni
Terpadu

Pendekatan Tematis
Pembelajaran Produksi Seni

Pendekatan Medium
Produksi Seni

Indikator
Bentuk Pembelajaran
Terpadu Seni

Pelaksana Kegiatan
Rancangan Pembelajaran
terpadu

KB. 3 Merancang Kurikulum Katerpaduan Murni


Seni Terpadu

Keterpaduan Topik
Aplikasi Pembelajaran
Terpadu Seni

Keterpaduan Konsep

Keterpaduan Kelas dalam


satu mata pelajaran

Korelasi Mata Pelajaran


Modul 11

KONSEP PENDIDIKAN SENI

Kegiatan Belajar 1

Konsep Pendidikan Seni di Sekolah Dasar


A. Seni Membantu Pengembangan Daya Pikir, Rasa, dan Karsa
1. Seni Membantu Pelatihan Pengembangan Daya Pikir
Proses seni membentuk kesatuan kerja antara fungsi rasa dan pikir menyatu untuk menggerakkan
dorongan berkarya.
2. Seni Membantu Pelatihan Kepekaan Rasa
Semakin anak diberikan rasa estetik semakin mampu mengutarakan pendapatnya kepada orang lain,
namun sebaliknya semakin anak mempelajari seni secara mendalam maka kepekaan rasa pun akan
tinggi dan dalam.
3. Pelatihan Produksi Seni membangkitkan Karsa Anak
Ketika seorang anak mendapatkan tugas membuat kreasi seni baik tari, musik maupun seni rupa, maka
karsa anak akan bergerak menuju imajinasi tentang kreasi tersebut.

B. Seni Membantu Belajar Memahami Materi Pelajaran Lain

Peranan seni dalam pembelajaran antara lain:

1. Seni membantu meningkatkan persepsi siswa dalam belajar


2. Seni membantu siswa berasosiasi terhadap bentuk yang lain seperti korelasinya dengan mata pelajaran
yang lain.
3. Seni membantu berimajinasi dari yang abstrak menuju konkrit atau sebaliknya dari yang konkrit menuju
yang abstrak.

Kegiatan Belajar 2

Fungsi Pendidikan Seni

1. Seni sebagai Media Ekspresi


Pendidikan Seni melatih anak mengungkap isi hati dan pikiran yang sulit diungkapkan melalui kata-
kata. Seni memberi kesempatan mengungkapkan yang dirasakan, gagasan dan pikiran anak melalui
rangkaian nada, tarian maupun gambar.
2. Seni sebagai Media Komunikasi
Pendidikan seni sebenarnya adalah pelatihan berkomunikasi lewat karya seni. Melalui seni anak
dilatih menyusun keindahan kata-kata dengan halus budinya, dilatih berperilaku sopan ketika akan
menjawab pertanyaan, demikian pula akan memberikan kesan yang senang, damai, indah dan menarik.
3. Seni sebagai Media Pembinaan Kreativitas
Pada dasarnya pendidikan seni adalah pendidikan kreatif, yaitu pendidikan untuk memberikan
kesempatan anak untuk berkembang sesuai dengan naluri dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehari
hari dengan mandiri.
Pelatihan kreativitas anak melalui pendidikan seni dapat dicapai dengan:
a. Kemampuan perseptual yang meliputi kepekaan inderawi terhadap, bunyi, rupa, dan gerak dan
perpaduannya serta karya kerajinan dan teknologi.
b. Pengetahuan yang meliputi pemahaman, analisis, dan evaluasi.
c. Apresiasi yang meliputi kepekaan rasa, estetika, kesesuaian fungsi bentuk,artistik serta memiliki
sikap menghargai dan menghayati.
d. Produksi mencakup kreativitas dalam berkarya dan berimajinasi.

4. Seni sebagai Model Pelatihan Pengembangan Hobi dan Bakat.

Kegiatan Belajar 3
Ruang Lingkup Pendidikan Seni

1. Pengetahuan Seni
Ketika seorang guru mengajar praktek berkarya sebenarnya di dalamnya tergambarkan pengetahuan
berkarya sekaligus arti berkarya seni.
2. Apresisasi
Apresiasi seni adalah menilai dengan melalui proses menghargai dan bertujuan untuk menghargai
dan mengerti maupun memahami karya orang lain.
Menurut Primadi, apresiasi seni terdiri dari beberapa tahapan yaitu:

Kejutan, empati, rasa estetika, reaksi psikologis, etis, pesona/haru.

3. Pengalaman Kreatif
Adalah pengetahuan yang apikatif yang diperoleh dari berperilaku seni.

Kegiatan Belajar 4

Karakteristik Pendidikan Seni di SD

A. Model Pembelajaran Seni


1. Pendekatan Belajar Seni
a. Pendekatan deskriptif digunakan guru jika menjelaskan karakteristik gerakan
b. Pendekatan partisipatif digunakan guru untuk kegiatan membuat syair puisi yang diisi dengan irama
dan nada sehingga menjadi sebuah nyanyian.
c. Pendekatan eksploratif jika guru meminta siswanya mencari referensi tentang karakteristik gerak
binatang.
2. Model Pembelajaran Seni
a. Model bermain
b. Model pendidikan kreatif
c. Model pendidikan integratif
Modul 12

Pembelajaran Seni Terpadu

KB 1
Dasar-Dasar Pembelajaran Terpadu
1. Pengertian Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran Terpadu adalah model pembelajaran yang dikembangkan oleh seorang guru untuk
menyampaikan pengetahuan kepada siswa dalam bentuk informasi yang utuh. Karakteristik pembelajaran
terpadu yang paling menonjol adalah memadukan materi beberapa mata pelajaran ( sesuai dengan topik dan
tema yang ada dalam kurikulum ) berdasarkan sifat dan fungsinya.

2. Prinsip Pembelajaran Terpadu


Belajar pada prinsipnya adalah usaha mencari tahu sesuatu lewat kinerja tersistem maupun tidak.
Pada hakikatnya peristiwa belajar adalah perilaku mencari tahu terhadap permasalahan, dimana permasalahan
merupakan jarak antara tahu dengan belum tahu.
Pengembangan materi dalam pembelajaran terpadu dapat bersifat Vertikal dan Horizontal
a. Pembelajaran Terpadu Vertikal
Pengembangan materi secara vertikal pada pembelajaran terpisah mempunyai arah materi yang dikemas
secara mendalam tanpa melihat keterkaitan dengan materi pelajaran lain.
b. Pembelajaran Terpadu Horizontal
Pengembangan materi pembelajaran terpadu horizontal dilakukan oleh guru dengan cara menggabungkan
beberapa mata pelajaran seperti perbedaan materi dalam lintas bidang sesuai dengan akselerasi belajar siswa.

3. Model Pembelajaran Terpadu


Mengenai pembelajaran terpadu ada sepuluh alternatif pengembangan dalam kurikulum maupun strategi
pembelajaran di kelas dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu :
a. Terpadu Prinsip, dilaksanakan terpisah dalam mata pelajaran, model ini dilaksanakan secara
- fragmented
- connected dan
- nested
b. Terpadu Materi yang disinggungkan ( across several disciplines) yang termasuk di dalamnya adalah :
- sequenced - threaded
- shared - Integrated
- webbed

c. Terpadu Pengelolaan Kelas ( within and across learners ), yang berkecenderungan pada pengaturan kelompok
belajar siswa dan struktur kelas.
Yang termasuk di dalamnya adalah model :
- immersed
- networked

KB 2
Prinsip Pembelajaran Seni
1. Arah Pembelajaran Pendidikan Seni
Secara garis besar jiwa kurikulum seni memiliki cakupan :
1. Kurikulum Akademis ( academic curriculum ) yang mengantarkan anak memiliki pengetahuan akademis
dibidangnya.
2. Kurikulum Praktis ( practical curriculum of instrumental ) dirancang untuk memberi bekal pengetahuan
praktis melalui keterampilan hidup.
3. Kurikulum Humanistic ( cultural curriculum ) dirancang untuk mengembangkan kepribadian anak sesuai
dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.
2. Substansi Pendidikan Kesenian
Dilihat dari substansi kependidikan, pendidikan kesenian merupakan hasil tumpuan ( common ground ) dua
disiplin keilmuan, yaitu pendidikan dan berkesenian.
3. Pendekatan Partisipatif Produksi Seni
Pendeketan partisipatif adalah salah satu model pembelajaran seni dimana siswa harus aktif
berkarya/berproduksi seno.
4. Pendekatan Tematis Pembelajaran Produksi Seni
Tema merupakan hal pokok yang menjadi dasar berfikir dan bertindak atau sebagai motivasi penciptaan
karya seni.
5. Pendekatan Medium Produksi Seni
6. Bentuk Pembelajaran Terpadu Kesenian
Terdapat 3 keterpaduan dalam pembelajaran seni :
1. Keterpaduan kurikulum
2. Keterpaduan Pembelajaran
3. Keterpaduan Kelas.

KB 3
Merancang Pembelajaran Seni Terpadu
1. Rancangan Pembelajaran Terpadu
a. Indikator
b. Pelaksanaan Kegiatan
- Pendahuluan
- Kegiatan Inti
- Penutup

2. Aplikasi Pembelajaran Terpadu Seni


a. Keterpaduan Murni
b. Keterpaduan Topik
Guru dapat merancang pembelajaran terpadu dengan menentukan satu topik terlebih dahulu pada
hari itu; bisa saja topik itu diangkat dari satu mata pelajaran yang diselenggarakan paling pagi, misalknya :
topik dilaksanakan oleh pelajaran seni tari
c. Keterpaduan Konsep
Keterpaduan konsep sebenarnya lebih dekat dengan pengertian kelas rangkap dengan satu materi
pelajaran seni.
d. Keterpaduan Kelas Dalam Satu Mata Pelajaran
Seorang guru mengajar kesenian lebih dari satu kelas sehingga terpaksa menyatukan beberapa
kelas dalam jam pelajaran yang sama.