Anda di halaman 1dari 6

Nama : Aprianto

NIM : 153037
Prodi : S1 Manajemen
Semester :7

INVESTASI LANGSUNG DAN STRATEGI INVESTASI

Investasi Internasional didorong oleh beberapa motivasi, seperti ingin


memanfaatkan input murah, memperoleh fasilitas keuangan dan sebagainya. Tetapi
sampai saat ini belumada teori yang komprehensif yang bisa menjelaskan kenapa
perusahaan multinasional muncul. Situasi semacam ini berbeda dengan fenomena
portofolio atau teori perdagangan internasional, dimana teori yang relative mapan telah
berkembang.

1. KENAPA PERUSAHAAN GO – INTERNASIONAL


Teori ketidaksempurnaan pasar yang berasal dari teori organisasi industry
( industrial organization) merupakan salah satu teori yang dapat menyebabkan
perusahaan go – internasional. Menurut teori tersebut teori ini merupakan teori yang
paling baik. Jika pasar sempurna investasi secara tidak langsung merupakan alternative
yang paling baik. Investasi secara langsung melibatkan resiko dan biaya yang cukup
besar, sehingga apabila keuntungan yang tinggi akan diperoleh, maka investasi secara
langsung layak dilakukan. Keuntungan yang tinggi hanya mungkin diperoleh dengan
memanfaatkan ketidaksempurnaan pasar.
Ketidak sempurnaan muncul secara alamiah, tetapi juga seringkali karena adanya
peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah diberbagi negara seperti, tingkat upah yang
berbeda satu sama lain, dan peraturan dibuat untuk menarik investor asing.

A. Teori Aset Tidak Kelihatan (INTANGIBLE ASSETS)


Dua sumber saya saing yang sering disebutkan adalah iklan dan riset atau
pengembangan, dari dua sumber tersebut akan membentuk asset tidak kelihatan yang
kemudian menjadi daya saing perusahaan multinasional. Perusahaan multinasonal
yang mempunyai dua keahlian tersebut mampu bertahan dan berkembang.
Menurut teori ini, perusahaan mempunyai asset tidak kelihatan berupa trademark,
paten, keahlian riset, pengembangan keahlian, keahlian manajemen, atau keahlian
pemasaran.

B. Ketidaksempurnaan Pasar Keuangan


Perusahaan multinasional mempunyai keunggulan dalam hal pemanfaatan
sumberdaya keuangan.
1) Perusahaan multinasional mempunyai jaringan yang luas sehingga bisa
memanfaatkan sumber daya yang menguntungkan bagi dunia yang tersebar.
2) Perusahaan multinasional bisa memanfaatkan pajak antar negara.
Perusahaan multinasional juga mampu melakukan diversifikasi internasional
dengan beroperasi di beberapa negara. Manfaat tersebut akan dinilai oleh investor
sepanjang investor tidak bisa melakukan diversivikasi secara langsung.

C. Motif Strategis
Perusahaan multinasional berkembang memanfaatkan ketidaksempurnaan pasar
lebih spesifik, meliputi :
1) Biaya murah
2) Tenaga Kerja
3) Perdagangan Internasional
4) Bahan Baku
5) Pasar Produk
6) Pengetahuan
7) Keamanan Politik

D. Investasi Defensif
1) Product Life Cycle (PLC)
Menurut teori kehadiran perusahaan multinasional dipasar luar negeri
merupakan konsekuensi logis dan perkembangan suatu produk, diciptakan,
berkembang dan kemudian mati. Produk dimulai dari pasar dalam negeri dengan
proses persaingan, riset dan perkembangan yang akhirnya mendorong terciptanya
produk tersebut. Lama kelamaan karena permintaan dari pasar dalam negeri
meningkat akhirnya merambah ke pasar luar negeri dengan memanfaatkan upah
murah diluar negeri dan perusahaan akhirnya membangun pabrik diluar negeri.
Namun semua produk yang dihasilkan tersebut diekspor kembali ke negara asal.
Kehadiran perusahaan keluar negeri didorong oleh strategi defensive yaitu
menjaga keuntungannya. Teori tersebut juga memprediksi bahwa negara yang
melakukan investasi langsung ke luar negeri pada akhirnya menjadi pengimpor
barang yang dihasilkan tersebut.

2) Mengikuti Pimpinan
Menurut teori ini, jika suatu perusahaan melakukan investasi langsung di luar
negeri, perusahaan pesaing akan merasa terancam. Karena itu perusahaan pesaing
akan ikut melakukan investasi langsung ke luar negeri.
Seringkali investasi luarnegeri secara terpisah tidak menguntungkan, tetapi
perusahaan multinasional melakukan hal tersebut dalam konteks persaingan.

2. SUMBER KEKUATAN DAYA SAING


A. Skala dan Cakupan Ekonomi
Skala ekonomi merupakan sumber kekuatan dalam persaingan. Skala ekonomi
dapat diperoleh untuk bidang pemasaran, produksi maupun keuangan. Jika konsep
skala ekonomi mengacu pada ukuran maka konsep cakupan ekonomi mengacu pada
sinergi antarproduk. Melalui cakupan ekonomi sumberdaya yang sama bisa dipakai
untuk beberapa produk yang berkaitan.
Strategi lain yang berkaitan adalah learning curve, strategi tersebut mempunyai
paralesisasi dengan dunia nyata yaitu belajar sambil mengerjakan.
B. Keahlian Pemasaran dan Mejerial
Perusahaan multinasional biasanya mempunyai keahlian menejerial dan
pemasaran lebih baik dibandingkan perusahaan lokal. Keahlian tersebut berkembang
dan akumulasi pengalaman dari waktu kewaktu dan beberapa negara berbeda.

C. Teknologi dan Inovasi


Teknologi merupakan salah satu keunggulan perusahaan multinasional, khusunya
perusahaan yang berasal dari negara maju. Penelitian menunjukan bahwa teknologi
merupakan karakteristik penting perusahaan multinasional.
Disamping itu kekuatan teknologi disertai kekuatan pemasaran, bisa mendorong
perusahaan multinasoinal melakukan inovasi yang selanjutnya bisa mendorong
diferensiasi produk. Diferensiasi dan inovasi merupakan salah satu kekuatan
perusahaan multinasional yang sulit ditiru oleh perusahaan domestik.

D. Kekuatan Keuangan
Karena ukuran yang besar, perusahaan multinasional bisa memanfaatkan skala
ekonomi keuangan, disamping itu mereka mempunyai akses ke pasar keuangan dunia.
Akses semacam itu memungkinkan perusahaan multinasional memperoleh informasi
dana murah di berbagai pasar dunia.

E. Persaingan Dalam Negeri


Menurut Michael porter, lingkungan dalam negeri yang kompetitif akan
mendorong daya saing organisasi yang berasal dari negara tersebut. Daya saing yang
berasal dari kompetisi dalam negeri tersebut mempunyai empat komponen
1) Kondisi input
2) Kondisi pasar
3) Industry pendukung yang berkaitan
4) Strategi perusahaan, struktur dan persaingan

3. MODE INVESTASI
A. Joint Venture (kerjasama)
1) Kelebihan Joint Venture
a. Patner lokal mengerti kodisi lokal lebih baik
b. Perusahaan lokal bisa memasok kebutuhan manajemen
c. Negara lokal biasanya lebih menyukai bentuk kerjasama dibandingkan anak
perusahaan yang 100% dimiliki oleh multinasional
d. Perusahaan lokal berangkali mempunyai teknologi lokal
2) Kekurangan Joint Venture
a. Resiko politik meningkat
b. Perusahaan multinasional dan patner lokal biusa terlibat pertikaian
c. Kebijakan penentuan harga internal
d. Kebijakan yang ditentukan oleh kantor pusat bisa bertentangan dengan
kepentingan
e. Menentukan sumbangan yang tepat

B. Akusisi dan Penggabungan usaha


1) Keuntungan akusisi
a. Alternative yang cepat untuk memasuki pasar
b. Bisa merupakan alternatif yang murah untuk menguasai teknologi
c. Bisa merupakan alternatif murah untuk memasuki pasar
2) Kelemahan akusisi
a. Perbedaan budaya
b. Harga pembelian bisa menjadi mahal sehingga menghilangkan keuntungan
penggabungan usaha
c. Reaksi masyarakat di negara lokal barangkali tidak mendukung akusisi oleh
perusahaa saing
d. Kebijakan internal perusahaan lokal bisa berbeda dengan kebijakan
perusahaan multinasional

C. Lisensi dan Kontrak Manajemen


Lisensi dan kontrak Manajemen merupakan alternative lain kehadiran perusahaan
multinasional dipasar luar negeri. Lisensi dan kontrak manajemen merupakan
penjualan produk secara terpisah, sedangkan kehadiran perusahaan multinasional
secara penuh merupakan penjualan produk secara tidak terpisah. Lisensi diberikan
dengan member hak kepada perusahaan lokal untuk memproduksi produk tertentu
sesuai dengan kontrak lisensi.