Anda di halaman 1dari 10

GRAFIK LINEAR MODEL EKONOMI DAN KEUANGAN

Bentuk hubungan linear kasus ekonomi mikro :

1. Kurva biaya linear


Kurva biaya adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara output (barang atau jasa
yang diproduksi) dengan biaya, dirumuskan sebagai 𝑇𝐶 = 𝐹𝐶 + 𝑉𝐶 yang mana FC
(fixed cost) besarnya konstanta, VC (variabel cost) sebagai fungsi Q, ditulis sebagai
𝑉𝐶 = 𝑓(𝑄), sehingga menjadi persamaan linear 𝑇𝐶 = 𝑎𝑄 + 𝑏.
2. Kurva revenue linear
Kurva revenue adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara Revenue (R) dengan
Output (Q), ditulis sebagai 𝑅 = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑥 𝑄. Karena pada dasar persaingan sempurna
harga bersifat konstan (harga/unit𝑄 = 𝑎) maka 𝑅 = 𝑎𝑄.
3. Kurva total produksi linear
Kurva total produksi adalah kurva yang menunjukkan hubungan satu input dengan
output, dirumuskan sebagai 𝑄 = 𝑓(𝐿); 𝑄 sebagai output dan L sebagai input tenaga
kerja. Contoh persamaannya adalah 𝑄 = 𝑎𝐿
4. Kurva permintaan linear
Kurva permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga (P) dengan
jumlah barang yang diminta (Q), dirumuskan sebagai 𝑄 = 𝑓(𝑃). Persamaan linearnya
sebagai 𝑄 = 𝑎𝑃 + 𝑏. Karena dalam teori ekonomi hubungan Q dengan P merupakan
kurva permintaan, maka untuk barang normal nilai 𝑎 negatif 𝑎 < 0
5. Kurva penawaran linear
Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga (P) dengan
jumlah barang yang ditawarkan (Q), dirumuskan sebagai 𝑄 = 𝑓(𝑃). Persamaan
linearnya sebagai 𝑄 = 𝑎𝑃 + 𝑏. Karena dalam teori ekonomi hubungan Q dengan P
merupakan kurva permintaan, maka untuk barang normal nilai 𝑎 positif𝑎 > 0
6. Kurva anggaran belanja
Kurva anggaran belanja (budget linear) adalah persamaan linear garis anggaran belanja
(B) untuk konsumsi dua macam barang X dan Y dan dapat dirumuskan sebagai 𝐵 =
𝑃 𝑋𝑋 + 𝑃 𝑌𝑌

Bentuk hubungan linear kasus ekonomi makro :

1) Kurva konsumsi tanpa pajak linear


Kurva konsumsi linear adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara konsumsi (C)
dengan pendapatan (Y), dirumuskan sebagai 𝐶 = 𝑓(𝑌). Persamaan linearnya sebagai
𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑌. Dalam teori ekonomi, 𝑎 adalah konstanta dan 𝑏 adalah marginal propensity
to consume (MPC), sehingga nilai 0 < 𝑏 < 1
2) Kurva pajak linear
Kurva pajak linear adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara pajak (T) dengan
pendapatan (Y), dirumuskan sebagai 𝑇 = 𝑓(𝑌). Persamaan linearnya adalah 𝑇 = 𝑡𝑌,
nilai t0 < 𝑡 < 0
3) Kurva konsumsi karena ada pajak linear
Kurva konsumsi karena ada pajak linear adalah kurva yang menunjukkan hubungan
antara konsumsi (C) dengan pendapatan disposable, dirumuskan sebagai 𝐶 = 𝑓(𝑌𝑑)
sedangkan 𝑌𝑑 = 𝑌 − 𝑇. Dengan edemikian persamaannya menjadi 𝐶 = 𝑎 + 𝑏(𝑌 −
𝑇). Karena 𝑇 = 𝑡𝑌maka persamaan linearnya menjadi 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑌 − 𝑏𝑡(𝑌)

Bentuk hubungan linear kasus ekonomi keuangan :

a. Hubungan antara jumlah uang beredar (M) dengan uang inti (H), dirumuskan sebagai
𝑀 = 𝑓(𝐻). Persamaan linearnya menjadi 𝑀 = 𝑚𝐻
b. Hubungan antara tingkat bunga (r) dengan investasi (I) dirumuskan sebagai 𝐼 = 𝑓(𝑟).
Persamaan linearnya menjadi 𝐼 = 𝑎 − 𝑏𝑟
c. Hubungan antara pendapatan (Y) dengan permintaan uang (𝑀𝑑 ) dirumuskan sebagai
𝑀𝑑 ) = 𝑓(𝑌). Persamaan linearnya menjadi 𝑀𝑑 ) = 𝑘𝑌
d. Perhitungan nilai yang akan datang dengan bunga sederhana , persamaan linearnya
menjadi 𝐹𝑉 = 𝑃𝑉(1 + 𝑖𝑛), dimana 𝐹𝑌(future value) adalah nilai yang akan datang, PV
(present value) adalah nilai sekarang, 𝑖 adalah tingkat bunga per periode dan n adalah
periode perhitungan
 Grafik Biaya Produksi

Contoh persamaan aljabarnya:

𝑇𝐶 = 10 + 2𝑄

Dimana 𝐹𝐶 = 10, 𝑉𝐶 = 2𝑄. Bila Q memiliki nilai antara 0 sampaai 5 maka nilai VC dapat
dihitung seperti tampak pada tabel berikut :

Tabel biaya

Q FC VC TC
0 10 0 10
1 10 2 12
2 10 4 14
3 10 6 16
4 10 8 18
5 10 10 20
Bila total biaya tersebut digambar dalam bentuk grafik, hasilnya adalah seperti tampak pada
gambar berikut:
Kurva Biaya Produksi

 Grafik Total Revenue


Contoh persamaan linear TR = 5Q
Bila nilai Q dari 0 sampai 5 maka perhitungan TR adalah sebagai beriut :
Tabel perhitungan Tr

Q Harga/Q TR
0 5 0
1 5 5
2 5 10
3 5 15
4 5 20
5 5 25
Bila data pada tabel digambar dalam bentuk grafik maka hasilnya adalah seperti tampak
pada gambar berikut:
Kurva Total Revenue
 Grafik Kurva Permintaan
Bila fungsi sebagai 𝑄 = 𝑓(𝑃), maka sesuai ketentuan sumbu vertikel adalah Q dan P
merupakan sumbu horizontal. Oleh karena tujuan ilmu ekonomi adalah untuk
mendapatkan kemudahan dalam analisis maka sumbu horizontal untuk permintaan
adalah Q (satuan unit) dan sumbul vertikalnya adalah P atau harga per unit Q dalam
satuan monometer.
Contoh persamaannya adalah Q = 10-2P. Misalnya nilai P dari 0 sampai dengan 5 maka
dapat disusun tabel perhitungan Q sebagai berikut :
Tabel hubungan harga (P) dengan jumlah permintaan (Q)
P Q
0 10
1 8
2 6
3 4
4 2
5 0
Bila data pada tabel digambar dalam bentuk grafik maka hasilnya adalah seperti tampak
pada gambar :

Kurva Permintaan
 Grafik Kurva Penawaran
Contoh persamaan linear fungsi penawaran 𝑄 = 4𝑃 − 2. Bila diketahui besarnya harga
(P) di antara nilai 0 sampai dengan 5 maka dapat disusun tabel berikut :
Tabel hubungan harga (P) dengan penawaran (Q)
P Q
0 -2
1 2
2 6
3 10
4 12
5 18
Bila data pada tabel kemudian digambar dalam bentuk grafik maka hasilnya sepenuhnya
tampak pada gambar berikut :

 Grafik Anggaran Belanja (Bugdet Line)


Garis anggaran biasanya digunakan untuk analisis optimalisasi konsumsi terbatas pada
dua komuditas (dibahas terpisah), yang kemudian disebut sebagai konstrain atau kendala
atau batasan. Persamaan linearnya muncul dengan pernyataan sebagai berikut :
konsumen memiliki anggaran sebesar 60, yang digunakan untuk belanja barang X dan Y
yang amsing-masing harganya 𝑃 = 3 𝐷𝐴𝑁 𝑃 = 2. Pernyataan tersebut dapat dirumuskan
dalam hubungan linear sebagai 60 = 3𝑋 + 2𝑌. Tampak bahwa persamaan tersebut tidak
berupa fungsi, berbeda dengan persamaan-persamaan sebelumnya. Untuk menggambar
dalam grafik maka persamaan tersebut dapat diubah menjadi 𝑋 = 𝑓(𝑌), hal ini dapat
terjadi karena ketentuan sumbu vertical dapat berupa variable X, tidak harus Y, dan
sebaliknya. Sebelum digambar, misalkan persamaanya diubah menjadi 𝑌 = 𝑓(𝑋), maka
menjadi 𝑌 = 𝑓(𝑋), maka persamaan 𝑌 = 30 − 1,5𝑋, sehingga dapat dibuat table
perhitungan dengan nilai X antara 0 sampai dengan 20 sebagai berikut :
X Y
0 30
4 24
8 18
12 12
16 6
20 0
Bila data tersebut digambar dalam bentuk grafik maka hasilnya akan seperti tampak pada
gambar berikut :

Grafik Anggaran 𝑋 = 20 − 2/3𝑌


 Grafik Konsumsi

Hubungan linear konsumsi dengan pendapatan adalah hubungan linear. Contoh


persamaan yang paling sederhana adalah 𝐶 = 12 + 0,8𝑌. Bila dimisalkan Y sebesar 0
sampai dengan 100, maka dapat disusun konsumsi sebagai berikut:
Tabel konsumsi dan pendapatan
Y C
0 12
1 28
2 44
3 60
4 76
5 92
Bila data pada tabel digambarkan dalam bentuk grafik maka hasilnya dapat dilihat
pada gambar berikut:

Fungsi Konsumsi 𝐶 = 12 + 0,8𝑌

 Grafik Pajak
Hubungan linear pajak dengan pendapatan adalah hubungan linear yang paling
sederhana. Contoh persamannya adalah 𝑇 = 0,1𝑌. Bila dimisalkan Y sebesar 0 samapi
dengan 100 maka hasilnya dapat disusun dalam tabel pajak berikut:
Tabel perhitungan pajak
Y T
0 0
20 2
40 4
60 6
80 8
100 10
Bila data pada tabel digambarkan dalam bentuk grafik maka hasilnya adalah tampak
pada gambar berikut:
Kurva Pajak
 Grafik Konsumsi Setelah Ada Pajak
Hubungan linear konsumsi dengan pendapatan disposable (𝑌𝑑 )adalah hubungan linear
antara konsumsi dengan pendapatan yang sudah disesuaikan dengan adanya pajak.
Contoh persamaannya adalah 𝐶 = 12 + 0,72𝑌𝑑 dan 𝑇 = 0,1𝑌, sehingga disesuaikan
menjadi sehingga 𝐶 = 12 + 0,72𝑌. Bila dimisalkan Y sebesar 0 sampai dengan 100
maka dapat disusun tabel konsumsi sebelum dan sesudah pajak berikut:
Tabel konsumsi sebelum dan setelah ada pajak

Y C sebelum pajak pajak C setelah pajak


0 12 0 12
20 28 2 26,4
40 44 4 40,8
60 60 6 55,2
80 76 8 69,6
100 92 10 84
Bila data pada tabel kemudian digambar dalam bentuk grafik maka hasilnya tapak pada
gambar berikut:
Kurva Konsumsi Setelah Ada Pajak
 Grafik Tanda Koefisien Positif Dan Negatif
Tanda positif dan negative adalah (+) dan (-). Koefisien adalah arah garis, sering disebut
koefisien arah, kemiringan, atau slope. Jika koefisien positif maka arah garis selalu dari
kiri bawah naik ke kanan atas, sedangkan bila koefisien negative maka arah garis dari
kiri ke kanan bawah. Bila koefisien mendekati 0 maka garis mendekati sejajar dengan
sumbu horizontal. Demikian pula bila koefisien mendekati ±∞ maka garis cenderung
sejajar dengan sumbu vertical.

(gambar a) koefisien positif


Pada gambar (a) menunjukkan koefisien positif dari 0,001 sampai degan 1000. Dapat
dilihat bahwa bila koefisien mendekati 0 maka garis akan sejajar dengan sumbu
horizontal. bila koefisien semakin besar garis akan cenderung sejajar dengan sumbu
vertical.
(gambar b) koefisien negatif
Pada ganbar (b) menunjukkan koefisien negative dari -1000 sampai dengan -0,001. Bila
koefisien mendekati 0 maka garis akan cenderung tampak sejajar dengan sumbu
horizontal dan bila koefisien membesar secara negative maka garis cenderung sejajar
dengan garis vertical.