Anda di halaman 1dari 4

I.

Pembahasan
a. Definisi Pemeriksaan Widal
Uji Widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi aglutinin yang
spesifik terhadap Salmonella typhi terhadap dalam serum penderita 1. demam tifoid, 2.
orang yang pernah tertular Salmonella typhi dan 3. pernah mendapatkan vaksin demam
tifoid. Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium untuk mengetahui hasil dari algutinasi,
dan mengetahui penyebab dari demam tifoid dari bakteri Salmonella typhi.

b. Indikasi Pemeriksaan Widal


Tes widal dilakukan jika ditemukan :
 Demam berlangsung selama 7 hari atau lebih
Demam perlahan-lahan semakin tinggi setiap harinya (step ladder), terutama
menjelang sore
 Terlihat sakit dan kondisi serius tanpa sebab yang jelas
 Nyeri perut, kembung, mual, muntah, diare, konstipasi
 Delirium
 Hepatosplenomegali
 Pada demam tifoid berat dapat dijumpai penurunan kesadaran, kejang, dan ikterus
 Dapat timbul dengan tanda yang tidak tipikal terutama pada bayi muda sebagai
penakit demam akut dengan disertai syok dan hipotermi.

c. Faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan Widal


Dalam tes widal kali ini hasil yang didapat bisa menjadi rancu dikarenakan oleh
beberapa faktor, faktor tersebut antara lain:
 Keadaan gizi, dimana apabila keadaan gizi seseorang yang rendah bisa menyebabkan
perbedaan penafsiran dari hasil lab darahnya
 Pada saat pemerikssaan berlangsung terdapat pengobatan antibiotik yang
mendahuluinya sehingga membuat hasil yang diperoleh menjadi negatif palsu
 Daerah endemis,
 Status imunologis bisa menyebabkan hasil positif palsu yang dimana kondisi
imunologi seseorang yang turun bisa membuat seseorang tersebut mendapatkan
kondisi penyakit yang tidak diinginkan sebelumnya
 Vaksinasi bisa menyebabkan kondisi negatif palsu mungkin dikarenakan efek
vaksinasi yang memicu gejala gejala seperti demam tifoid
 Teknik pemeriksaan yang kurang sesui mungkin bisa menyebabkan kondisi negatif
palsu
 Reaksi silang, karena beberapa bakteri lain memiliki genus sama yang mana akan
menghasilkan hasil positif palsu.

d. Interpretasi Hasil Pemeriksaan Widal


1. Interpretasi
• Belum ada kesepakatan tentang nilai titer patokan. Tidak sama masing-masing
daerah tergantung endemisitas daerah masing-masing dan tergantung hasil
penelitiannya.
• Batas titer yang dijadikan diagnosis, hanya berdasarkan kesepakatan atau
perjanjian pada satu daerah, dan berlaku untuk daerah tersebut. Kebanyakan
pendapat bahwa titer O 1/320 sudah menyokong kuat diagnosis demam tifoid.
• Reaksi widal negatif tidak menyingkirkan diagnosis tifoid.
• Diagnosis demam tifoid dianggap diagnosis pasti adalah bila didapatkan
kenaikan titer 4 kali lipat pada pemeriksaan ulang dengan interval 5-7. Perlu
diingat bahwa banyak faktor yang mempengaruhi reaksi widal sehingga
mendatangkan hasil yang keliru baik negative palsu atau positif palsu. Hasil test
negative palsu seperti pada keadaan pembentukan anti bodi yang rendah yang
dapat ditemukan pada keadaan-keadaan gizi jelek, konsumsi obat-obat
imunosupresif, penyakit agammaglobulinemia, leukemia, karsinoma lanjut, dll.
Hasil test positif palsu dapat dijumpai pada keadaan pasca vaksinasi, mengalami
infeksi subklinis beberapa waktu yang lalu, aglutinasi silang, dll.
• Uji Widal dikatakan positif apabila didapatkan titer ≥1:160 untuk aglutinin O
maupun H dengan kriteria diagnostik tunggal ataupun gabungan. Jika memakai
kriteria diagnostik tunggal, maka aglutinin O lebih bernilai diagnostik
dibandingkan H. Kepustakaan lain menyebutkan bahwa uji Widal tunggal
memiliki kriteria interpretatif apabila didapatkan titer O >1:320 dan H>1:640
2. Hasil dan Pembahasan
Hasil Pemeriksaan

Sampel
Sampel A Sampel B
No Aglutinasi
(Pandu Bagas) (Wawan
Singgih)
Salmonella Typhi
1. Negatif Negatif
Antigen O 40 µl
Salmonella Typhi
2. Negatif Negatif
Antigen H 40 µl
Salmonella Paratyphi
3. Negatif Negatif
Antigen AO 40 µl
Salmonella Paratyphi
4. Negatif Negatif
Antigen BO 40 µl

Catatan : Volume serum darah tiap sampel yaitu 20 µl


Interpretasi Hasil
- Positif (+)  Bila terjadi aglutinasi
- Negatif (-)  Bila tidak terjadi aglutinasi

Pembahasan :
Hasil pemeriksaan yang kami lakukan menunjukkan bahwa setelah 20 µl serum
darah ditetesi 40 µl reagen Salmonella typhi (antigen O dan antigen H) dan 40 µl
reagen Salmonella paratyphi (antigen AO dan antigen BO) tidak terjadi aglutinasi
atau penggumpalan sehingga interpretasi hasil menunjukkan hasil negatif (-). Hal
tersebut dikarenakan dari kedua sampel (sampel A dan sampel B) tidak memiliki
antibodi Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi oleh sebab itu pemeriksaan
tidak perlu dilanjutkan ke volume serum selanjutnya. Sehingga pemeriksaan tes
widal ini didapatkan kesimpulan bahwa sampel A dan sampel B tidak terinfeksi
Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi.

II. Prosedur
a. Alat
• Objek Glass
• Pipet Tetes
• Sentrifus
• Tabung sentrifus
• Mikropipet
• Tip kuning
b. Bahan
• Serum sampel
• Reagen widal
c. Prosedur
Langkah-langkah melakukan Uji Widal adalah sebagau berikut:
1. Siapkan slide yang kering dan bersih dengan 4 lingkaran.
2. Dengan mikropipet dimasukkan reagen widal dengan volume 40l ke dalam lingkaran-
lingkaran tadi.
3. Selanjutnya dimasukkan serum dengan tingkat titer 1/80 dengan volume sampel 20l.
4. Dicampur dan digoyang.
5. Apabila hasil (+) aglutinasi (penggumpalan), dilanjutkan lagi dengan tingkatan titer
selanjutnya yaitu 1/160 dan 1/320.
6. Dicampur dan digoyang.
7. Lakukan interpretasi hasil.
Keterangan: Pemeriksaan lebih dari 1 menit dapat menimbulkan hasil positif palsu.

III. Lampiran foto

Alat dan Bahan

Torniquet Spuit/Syringe Micropipette Serum

Reagen Widal 4 Slide Kaca Objek Sentrifuse

Hasil Pemeriksaan

Slide kaca objek setelah ditetesi


Slide kaca objek sebelum ditetesi
serum, dan tidak ada
serum
aglutinasi/penggumpalan