Pengembangan SDM di Era Industri 4.0
Pengembangan SDM di Era Industri 4.0
INDUSTRI 4.0
Oleh:
𝐌𝐚𝐫𝐢𝐚 𝐌𝐚𝐫𝐛𝐮𝐧𝟏 , 𝐑𝐢𝐭𝐡𝐚 𝐅. 𝐃𝐚𝐥𝐢𝐦𝐮𝐧𝐭𝐡𝐞𝟐
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh era revolusi industri 4.0 terhadap
pengembangan dan kompetensi sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dibutuhkan
oleh industri saat ini adalah yang memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital.
Kompetensi ini untuk mewujudkan pabrik cerdas (smart factories), seperti salah satunya Internet
of Things (IoT). Era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi sumber daya manusia
(SDM) untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Untuk itu,
diperlukan pelaksanaan program peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan
keterampilan (reskilling) para sumber daya manusia berdasarkan kebutuhan dunia industri saat
ini, salah satu yang kompetensi yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki
talent, dikarenakan talent menjadi kunci atau faktor penting untuk kesuksesan implementasi
industri 4.0 Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif partisipatoris, yang
menekankan pada kedalaman hasil penelitian dimana peneliti terlibat langsung sebagai instrumen
penelitian. Data diperleh mealui studi literatur, wawancara dan praktek langsung. Hasil dari
Penelitian ini akan menjelaskan upaya didalam mempersiapkan dan memetakan kompetensi
sumber daya manusia dalam era revolusi industri 4.0. dalam menciptakan sumber daya manusia
yang kompeten. Apalagi di era bonus demografi yang sudah di depan mata. Ini penting jika
bangsa kita tetap ingin berdaya di zaman revolusi industri keempat yang serba otomatis, robotik,
dan tentu teknologi termutakhir.
1. Latar Belakang
Apabila dikatakan bahwa sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting yang
dimiliki oleh suatu organisasi, salah satu implikasinya ialah bahwa investasi terpenting yang
mungkin dilakukan oleh suatu organisasi adalah bidang sumber daya manusia. Pertanyaan yang
dihadapi dan harus dijawab oleh setiap organisasi bukan lagi apakah akan melakukan investasi
dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang dimilikinya, melainkan berapa besar
investasi yang harus dibuat. Artinya, pilihan yang tersedia bukan antara pengembangan sumber
daya manusia atau tidak, melainkan dalam bidang apa pengembangan itu dilakukan dengan
intensitas yang bagaimana dan melalui penggunaan teknik pengembangan apa.
Di dalam menghadapi perkembangan teknologi yang cepat, sumber daya manusia yang
berkualitas akan menjadi kekuatan bagi perusahaan untuk bertahan hidup. Kemudahan yang
disebabkan oleh kemajuan teknologi juga menyebabkan banyak pesaing–pesaing baru masuk
dalam bisnis yang telah dijalani. Kemudahan pesaing– pesaing baru untuk masuk dalam dunia
bisnis, mengakibatkan adanya persaingan yang semakin ketat. Pelaksanaan pengembangan
sumber daya manusia harus direncanakan dengan baik untuk mendapatkan hasil yang
memuaskan dan sesuai dengan yang diharapkan. Sebelum pengembangan dilaksanakan, perlu
dilakukan suatu analisis untuk mengetahui jenis dan metode pengembangan yang dibutuhkan
oleh karyawan. Pemilihan metode yang tepat akan membantu dalam kelancaran pelaksanaan.
Untuk mengetahui apakah hasil yang didapat telah sesuai dengan tujuan, diperlukan evaluasi
terhadap pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia, karena dengan adanya perencanaan
yang matang, diharapkan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan
sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan.
Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan sehingga
mempengaruhi seberapa banyak kontribusi mereka kepada instansi atau organisasi termasuk
pelayanan kualitas yang disajikan. Peningkatan kinerja adalah cara perusahaan untuk
meningkatkan kinerja karyawan agar tujuan perusahaan dapat tercapai, agar strategi peningkatan
kinerja tersebut dapat berhasil maka perusahaan perlu mengetahui sasaran kinerja. Untuk dapat
bersaing dengan industry sejenis lainnya, perusahaan harus mempunyai keunggulan kompetitif
yang sangat sulit ditiru, yang hanya akan diperoleh dari karyawan yang produktif, inovatif,
kreatif, bersemangat dan loyal. Salah satu yang memenuhi kriteria seperti itu hanya akan dimiliki
melalui pengembangan sumber daya manusia yang tepat dengan lingkungan kerja yang
mendukung. Faktor-faktor yang digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan diantaranya
kemampuan individual (pengetahuan, keterampilan, kemampuan), usaha yang dicurahkan, dan
dukungan organisasional. Kinerja karyawan yang merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari
seorang karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dapat berwujud, dilihat, dihitung
jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat dihitung dan
dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu produk barang atau jasa,
bisa juga merupakan penemuan atas prosedur kerja yang lebih efisien.
Praktek pengembangan sumber daya manusia adalah program yang dirancang dan
diterapkan untuk meningkatkan kemampuan karyawan, sehingga karyawan bekerja secara efektif
dan memenuhi ekspektasi kinerja. Inovasi secara luas diakui sangat penting untuk
mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan dan industri dan di tingkat regional dan
nasional. Peran penting dari inovasi dan khususnya, peran inovasi dalam menghasilkan
penghancuran kreatif dan pertumbuhan ekonomi berikutnya. Peran inovasi dalam pertumbuhan
ekonomi sangat besar banyak terpinggirkan dengan dominasi model pertumbuhan eksogen
neoklasik yang berasumsi bahwa tidak ada perubahan teknologi, terutama sebagai ekonomi
konvergen ke kondisi stabil jangka panjang nol pertumbuhan modal. Teori pertumbuhan baru
berpendapat bahwa modal manusia, inovasi dan pengetahuan merupakan kontributor signifikan
terhadap pertumbuhan.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia
Rachmawati (2008 : 3), manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan,
pengembang-an, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber
daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.
Yuniarsih dan Suwatno (2008 : 1) mengemukakan bahwa, manajemen sumber daya
manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada
pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi. Dessler (2008 : 5),
manajemen sumber daya manusia adalah proses memperoleh, melatih, menilai, dan memberikan
kompensasi kepada karyawan, memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan
masalah keadilan.
Hasibuan (2006 : 111), manajemen sumber daya manusia merupakan penyiapan dan
pelaksanaan suatu rencana yang terkoordinasi untuk menjamin bahwa sumber daya manusia
yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan organisasi. Sofyandi
(2008 : 6), manajemen sumber daya manusia merupakan suatu strategi dan menerapkan fungsi-
fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading dan controlling, dalam setiap
aktivitas/fungsi operasional sumber daya manusia. Sumber Daya Manusia mulai dari proses
penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan, penempatan yang meliputi promosi, demosi
dan transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga pemutusan
hubungan kerja, yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari sumber daya manusia
organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien.
Mondy (2008: 4), manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah individu
untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Konsekuensinya, para manajer disetiap tingkat harus
melibatkan diri mereka dengan manajemen sumber daya manusia. Pada dasarnya, semua manajer
membuat segala sesuatunya terselesaikan melalui upaya-upaya lain, ini memerlukan sumber
daya manusia yang efektif. Mangkunegara (2005:9), pengertian kinerja (prestasi kerja)
merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Rivai (2005:
14), kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode
tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti
standar hasil kerja, target atau sasaran atau criteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan
telah disepakati bersama.
Industri adalah tulang punggung ekonomi suatu negara, dan dunia telah menyaksikan tiga
revolusi industri di masa lalu yang berasal dari terobosan teknologi besar berakhir tiga abad
terakhir. Pengenalan mesin mekanik mulai Industri 1.0 (kedelapan belas abad) diikuti oleh
Industri 2.0 bertenaga listrik (abad kesembilan belas) dan yang terbaru komputer dan Industri-
enabled 3.0 3.0 (abad kedua puluh) (PWC Report, 2017).
2.2 Pengembangan MSDM Tradisional
Periodisasi MSDM tradisional terjadi pada masa sebelum abad XVII yaitu masa sebelum
adanya gerakan Revolusi Industri yang dimulai di Inggris pada tahun 1,776 Masehi. Revolusi
industri dimulai dengan munculnya konsep Labor Specialization oleh Adam Smith. Sebelum
masa revolusi industri, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) masih sangat tradisional dan
tidak dikelola dengan baik. Pada periode tersebut tidak ada kepastian jam kerja karena tidak
diatur dengan jadwal kerja. Dalam satu minggu, seorang buruh bisa bekerja 50 – 60 jam, dengan
9 - 16 jam/hari. Pada masa tersebut isu-isu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang
terkait dengan azaz keadilan kerja (equaty), merit system (sistem prestasi kerja), manajemen
karir, sistem reward-punishment masih belum mendapat perhatian yang proporsional. Pada masa
tersebut perusahaan menganggap para buruh merupakan beban (liability), bukannya kekayaan
(asset). Pandangan ini menyebabkan buruh tidak dianggap sebagai mitra perusahaan. Dengan
cara pandang tersebut, banyak ditemui praktek kekerasan terhadap buruh. Buruh hanya dianggap
sebagai salah satu alat produksi (inputs) sama seperti faktor-faktor produksi yang lain (mesin,
lahan, dan sejenisnya). Buruh diperlakukan seperti budak (slave).
Praktek perbudakan pada sistem MSDM tradisional masih dapat ditemui di Indonesia
sampai dengan awal abad XIX.
Perencanaan SDM hanya menjadi strategis ketika itu termasuk pemantauan tren
lingkungan dan pemodelan skenario alternatif. Ketika implikasi semacam ini pemantauan
dimasukkan ke dalam proses perencanaan bisnis secara berkelanjutan dan jangka panjang,
peluang itu mungkin disajikan untuk perencanaan SDM untuk mempengaruhi bisnis perencanaan
daripada hanya bereaksi terhadapnya. Mereka juga melihat status perencanaan SDM meningkat,
karena tidak akan ada lagi dianggap sebagai latihan angka dan belaka pertimbangan kekurangan
keterampilan.
Faktor penting lain penyebab terjadinya revolusi industry 4.0 adalah akibat pengaruh
kapitalisme keuangan (financial capitalism). Thompson dan Harley (2012) didukung Lazonick
(2007) menyatakan bahwa situasi bisnis saat ini telah keluar dari tatanan Knowledge Based
Economics (KBE). Dampak dari revolusi industry 4.0 adalah terbentuknya pasar yang
hiperkompetitif. Menurut Handy (1998) pasar yang hiperkompetitif menuntut kreativitas dan
inovasi, menguras sumber daya keuangan dan dapat mengucilkan SDM dari lingkungan industry
karena alas an efisiensi
3. Metodelogi
Penelitian ini merupakan penelitian konseptual yang merupakan hasil pemikiran melalui
reviewliteratur artikel-ertikel ilmiah. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal online
adalah Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia, Pengembangan MSDM Tradisional,
Pengembangan MSDM Tradisional, Reorientasi MSDM era Revolusi Indistri 4.0, Smart Human
Resources 4.0 (SHR 4.0), SHR 4.0 mendukung struktur, Strategi Pengembangan Sumber Daya
Manusia, Rencana dan Kebijakan SDM dan Inovasi dan kemampuan dinamis. Mesin pencari
yang digunakan adalah search.emeraldinsight.com
4. Hasil dan Pembahasan
Tabel 1 menunjukkan hasil dalam penelitian sebelumnya
Tabel 1. Penelitian Sebelumnya
Peneliti dan Tahun Hasil Penelitian
Brijesh Sivathanu, Suatu organisasi akan membutuhkan strategi 4.0 SHR yang
Rajasshrie Pillai, (2018)
berhasil untuk mengatasi Industri 4.0 tantangan transformasi.
Teknologi baru seperti Big Data dan AI akan terotomatisasi
sebagian besar proses SDM menghasilkan tim SDM yang efisien
dan lebih ramping. Aplikasi seluler cerdas bersama dengan AR /
VR akan menarik bakat generasi mendatang ke arah organisasi
dan memfasilitasi interaksi jarak jauh antar tim. Keduanya,
struktur organisasi dan gaya kepemimpinan perubahan akan
diperlukan untuk implementasi SHR 4.0 yang efisien yang akan
memungkinkan SDM departemen untuk memainkan peran yang
lebih strategis dalam pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.
Thomas N. Garavan, Fungsi SDM yang berorientasi strategis dapat membuat sebuah
(1991) kontribusi signifikan terhadap keberhasilan suatu organisasi. Ini
akan memanifestasikan dirinya dalam kemampuan organisasi
untuk berinovasi, kualitas pengambilan keputusan strategisnya,
kinerja dan produktivitas individu, dan seberapa dekat
keterampilan organisasi selaras dengan strateginya misi dan
rencana. Pertanyaan kritis diuraikan merupakan langkah pertama
dalam mewujudkan perubahan fokus ini untuk fungsi SDM.
Maura Sheehan Thomas Pengembangan keterampilan khusus perusahaan membantu
N. Garavan Ronan memperlengkapi organisasi dengan keunggulan kompetitif yang
Carbery , (2013) berbeda. Peneliti menemukan bahwa perusahaan banyak
memanfaatkan modal manusia, pengetahuan, keterampilan dan
pengalaman karyawan mereka untuk menghasilkan keluaran
inovasi. Penelitian ini membedakan antara dua jenis modal
manusia yang memiliki kebijakan berbeda implikasi untuk
intervensi HRD. Pengetahuan khusus perusahaan diidentifikasi
sebagai berharga karena pengetahuan dan keterampilan yang
terlibat yang terkait erat proses organisasi tertentu. Pengembangan
keterampilan khusus perusahaan seperti itu membantu
memperlengkapi organisasi dengan keunggulan kompetitif yang
berbeda.
Frank Nana Kweku Hasil menunjukkan bahwa beberapa praktik pengembangan
Otoo, Mridula Mishra, sumber daya manusia berdampak pada karyawan kinerja. Namun
(2018) penilaian kinerja tidak mempengaruhi kinerja karyawan dari
perusahaan yang diteliti.
Ludfia Dipang, (2013) Pengembangan sumber daya manusia berpengaruh signifikan
terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. Hasjrat Abadi
Manado.
Hasil menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi
di era revolusi industry 4.0 memerlukan berbagai inovasi didalam pelatihan dan teknologi. Hal
ini untuk menunjang perkembangan pengetahuan dan kemajuan perusahaan serta berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
5. Kesimpulan
Suatu organisasi akan membutuhkan strategi 4.0 SHR yang berhasil untuk mengatasi
Industri 4.0 tantangan transformasi. Teknologi baru seperti Big Data dan AI akan terotomatisasi
sebagian besar proses SDM menghasilkan tim SDM yang efisien dan lebih ramping. Aplikasi
seluler cerdas bersama dengan AR / VR akan menarik bakat generasi mendatang ke arah
organisasi dan memfasilitasi interaksi jarak jauh antar tim. Keduanya, struktur organisasi dan
gaya kepemimpinan perubahan akan diperlukan untuk implementasi SHR 4.0 yang efisien yang
akan memungkinkan manajemen SDM untuk memainkan peran yang lebih strategis dalam
pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.
Suatu organisasi akan membutuhkan strategi 4.0 SHR yang berhasil untuk mengatasi
Industri 4.0 tantangan transformasi. Teknologi baru seperti Big Data dan AI akan terotomatisasi
sebagian besar proses SDM menghasilkan tim SDM yang efisien dan lebih ramping. Aplikasi
seluler cerdas bersama dengan AR / VR akan menarik bakat generasi mendatang ke arah
organisasi dan memfasilitasi interaksi jarak jauh antar tim. Keduanya, struktur organisasi dan
gaya kepemimpinan perubahan akan diperlukan untuk implementasi SHR 4.0 yang efisien yang
akan memungkinkan SDM departemen untuk memainkan peran yang lebih strategis dalam
pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.
6. Keterbatasan
Penelitian ini hanya menggunakan literature, review. Penelitian selanjutnya dapat
menyempurnakannya dengan melakukan penelitian empiris dengan menggunakan beberapa
model atau kerangka dari beberapa penelitian.
Daftar Pustaka
Dessler Gary, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kesepuluh Jilid I, Indeks Jakarta.
Hasibuan Malayu S.P, 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi, Cetakan
Kedelapan PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Ketchen J., David, Eisner B., Alam; Dess, G., Gregory and Lumpkin, G.,T., (2009), Strategy,
McGrawwHill, Irwin.
Lazonick, W. (2007), The US Stock Market and the Governance of Innovative Enterprise,
Industrial and Corporate Change, 16, 983-1035.
Mangkunegara Anwar Prabu, 2005. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Refika Aditama,
Bandung.
Mello, A. Jeffrey (2015), Strategic Human Resource Management, 4th Edition, Cengage
Learning Publisher
Mondy R. Wayne, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kesepuluh, jilid 1, Penerbit :
Erlangga, Jakarta.
Rachmawati Ike Kusdyah, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama, Cetakan
Pertama, Penerbit: Andi Offset, Jakarta.
Sedarmayanti. (2009). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: CV Mandar
Maju.
Sofyandi Herman, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama, Cetakan Pertama,
Penerbit : Graha Ilmu, Jakarta.
Yuniarsih Tjutju, dan Suwatno, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Pertama,
Penerbit : Alfabeta, Bandung.