BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan
keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Melalui evaluasi orang akan
mengatahui sampai sejauh mana penyampaian pembelajaran atau tujuan
pendidikan atau sebuah program dapat dicapai sesuai dengan tujuan yang
diinginkan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Evaluasi?
2. Apa saja bentuk –bentuk alat evaluasi dalam proses pembelajaran IPS
di SD?
3. Apa saja prinsip-prinsip penilaian berbasis kelas dalam pembelajaran
IPS di SD?
4. Bagaimana teknik pelaksanaan penilaian berbasis kelas dalam
pembelajaran IPS di SD?
C. Tujuan
Setelah mempelajari bab ini diharapkan, mahasiswa/i dapat :
1. Mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus,
minat, hubungan social, sikap dan kepribadian siswa;
2. Mengetahui bentuk-bentuk alat evaluasi yang secara umum dapat
digunakan dalam proses pembelajaran IPS di SD;
3. Mengetahui prinsip-prinsip penilaian berbasis kelas (PBK) dalam
pembelajaran IPS di SD;
4. Teknik pelaksanaan penilaian berbasis kelas (PBK) dalam
pembelajaran IPS di SD.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Evaluasi
Secara harfiah evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berarti
penilaian atau , penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983).
Penilaian adalah proses memperoleh informasi untuk tujuan pengambilan
keputusan tentang kebijaksanaan pendidikan, kurikulum, dan program pendidikan
atau tentang kegiatan belajar siswa. Evaluasi dalam pembelajaran social studies
dilakukan secara kontinu, utuh, dan menyeluruh, baik evaluasi proses maupun
hasil. Alat evaluasi berupa tes dan non tes.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah pemberian nilai
terhadap kualitas sesuatu. Arikunto (2003) mengungkapkan bahwa evaluasi
adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan
program pendidikan. Tayibnapis (2000) dalam hal ini lebih meninjau pengertian
evaluasi program dalam konteks tujuan yaitu sebagai proses menilai sampai
sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai.
Berdasarkan tujuannya terdapat pengertian evaluasi sumatif dan evaluasi
formatif. Evaluasi formatif dinyatakan sebagai upaya untuk memperoleh feedback
perbaikan program, sementara itu evaluasi sumatif merupakan upaya menilai
manfaat program dan mengambil keputusan (Lehman,1990).
Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang
dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian
belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Setiap program mempunyai
tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kegunaan utama dari evaluasi
adalah untuk pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban terhadap kegiatan
yang telah dilaksanakan.
Dalam suatu proses belajar mengajar, yang melaksanakan evaluasi adalah
guru, yaitu orang yang merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar
mengajar. Guru sebagai figur yang selalu berinteraksi dengan murid memerlukan
evaluasi formulir secara teratur agar dapat memperbaiki atau menyempurnakan
proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Selain itu, gurulah yang paling
2
menghayati permasalahan yang dihadapi murid-muridnya sehingga dapat mencari
upaya cara menanganinya.
Ada tiga istilah yang sering digunakan, yaitu :
1. Pengukuran
2. Penilaian atau evaluasi
3. Pengambilan keputusan
Ketiga istilah tersebut mempunyai arti yang berbeda karena tingkat
penggunaanya yang berbeda.
Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi atau data
secara kuantitatif, sedangkan penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah
suatu program telah berhasil dan efisien. Jadi, untuk mengetahui penilaian
diperlukan data yang baik mutunya dan salah satu sumber datanya adalah hasil
pengukuran.
Pengambilan keputusan atau kebijaksanaan adalah tindakan yang diambil
oleh seseorang atau lembaga berdasarkan data atau informasi yang telah diperoleh
atas dasar pengukuran dan penilaian.
Untuk mengetahui prestasi belajar diperlukan alat ukur yang disebut tes.
Tes adalah himpunan pertanyaan yang harus dijawab oleh orang yang dites
(testee). Dalam tes prestasi belajar, yang hendak diukur adalah tingkat
kemampuan siswa dalam menguasai bahan pelajaran yang telah diajarkan oleh
guru.
Pelaksanaan evaluasi IPS telah mengalami perluasan. Penekanan secara
khusus diarahkan pada apa yang disebut sebagai keterampilan dasar (basic skills),
yang meliputi keterampilan membaca bermakna, menulis dan keterampilan
matematis. Keterampilan dasar ini merupakan minimum competency testing in
social studies (kompetensi minimal dalam pengujian IPS). Perhatian dan
penekanan lebih jauh, pada apa dinamakan the day of children’s work (evaluasi
hasil karya siswa). Dalam evaluasi jenis ini, yang sangat ditekankan adalah aspek
informalitas prosedural dalam pengevaluasian.
3
B. Alat evaluasi dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar
Berikut ini adalah bentuk-bentuk alat evaluasi yang dapat digunakan untuk
mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa, dalam pembelajaran IPS di Sekolah
Dasar.
Lisan Tes Subjektif
TES Tertulis
Tes Objektif
Tes Perbuatan
Observasi
Daftar Cek (Check List)
Temu Wicara (conferences)
ALAT Catatan Harian (Anecdot Record)
EVALUASI Hasil Karya Siswa (Work Samples)
NON TES Rangkuman Pengalaman (Experiences
Summaries)
Daftar Catatan Harian (Diaries and Logs)
4
A. TES
1. Tes Lisan
Dalam tes ini peserta tes langsung berhadapan dengan pemberi tes atau
penguji. Soal diajukan oleh pengujinya secara lisan dan di jawab secara lisan pula
oleh orang-orang yang di tes. Demikian pula dengan pengujinya, seorang peserta
tes dapat diuji oleh seorang penguji dan dapat mendekati kenyataan dari
kemampuan peserta tes karena jawaban diberikan secara langsung. Kelemahan tes
lisan diantaranya kurang efisien dalam penggunaan waktu, objektivitas hasil
penilaian, serta beban tes masing-masing peserta tidak sama beratnya maupun
luasnya.
2. Tes Tertulis
Tes tertulis adalah bentuk tes yang paling banyak digunakan. Tes tertulis
dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu tes subjektif dan tes objektif. Keuntungan
tes tertulis antara lain waktu yang digunakan sangat efisien. Objektivitas dapat
terjamin, butir soal tes yang dibuat dapat mengungkapkan cukup luas materi.
a. Tes Subjektif
Didalam bentuk tes ini jawaban yang diberikan tidak diarahkan, melainkan
sepenuhnya diberikan kebebasan dalam menggunakan kalimat.
Contoh soal : Jelaskan upaya-upaya untuk menanggulangi bahaya banjir !
b. Tes Objektif
Didalam tes objektif, jawaban sudah diarahkan. Peserta tes cukup memberi
tanda pada tempat yang sudah disediakan. Tes Objektif dapat dikelompokkan
menjadi sebagai berikut.
1) Benar-Salah
2) Pilihan Ganda
5
3) Menjodohkan
4) Melengkapi
3. Tes Perbuatan
Untuk mengetahui keterampilan seseorang mengetahui sesuatu diperlukan
tes perbuatan (performace tes). Dalam melaksanakan tes ini perlu di perhatikan
dan di bedakan antara hasil perbuatan dan proses pelaksanaan perbuatan itu
sendiri.
B. NON TES
Beberapa bentuk alat evaluasi non tes diantaranya sebagai berikut.
1. Observasi
Teknik ini merupakan yang “terbaik” dalam melihat kemajuan dan
mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa. Penggunaan observasi sebagai teknik
evaluasi mensyaratkan :
a. Ketepatan dan kejelasan ciri-ciri perilaku (behavioral traits) dan
kemampuan-kemampuan apa yang hendak dievaluasi;
b. Ketepatan dalam memilih mahasiswa untuk keperluan observasi intensif
dan untuk keperluan observasi “in general”;
c. Hasil-hasil observasi harus dicatat, tidak sekadar dalam pikiran.
2. Daftar Cek (Checklist)
Teknik ini dapat digunakan untuk mengakses kinerja kelompok maupun
individual. Sangat baik digunakan dalam aktivitas pelaporan kelompok maupun
individual, presentasi informasi baru, penggunaan bahan visual oleh siswa,
bahkan untuk keperluan evaluasi diri siswa. Bentuk yang dapat dipadukan dengan
teknik ini adalah skala jenjang perilaku (behavior rating scales).
3. Temu Wicara (conferences)
6
Teknik Temu Wicara ini dapat mengajarkan kepada siswa bagaimana
mereka melakukan evaluasi terhadap pekerjaannya sendiri, yang sangat penting
artinya bagi proses pengarahan diri (self direction).
Prinsip dasar yang harus di pegang dalam menerapkan teknik ini adalah
sikap “kemitraan-bersahabat” diantara guru dan siswa. Guru tidak hanya sekadar “
bicara” dan siswa sekadar “mendengarkan”, namun siswa pun memiliki
kesempatan berbicara yang sama dan sejajar.
4. Catatan Harian (Anecdotal Records)
Catatan harian sebagai deskripsi berbagai kejadian dan situasi kehidupan
siswa. Catatan harian merupakan bentuk perekam observasi lain yang lebih
sistematis. Penggunaannya sebagai teknik evaluasi harus mencantumkan hari,
tanggal, dan waktu kejadian, situasi dan kondisi yang melatari, dan deskripsi yang
benar-benar objektif mengenai kejadian tersebut.
5. Hasil Karya Siswa (Works Samples)
Contoh hasil karya siswa dalaam IPS tentang analisis dan solusi masalah
sosial. Hasil karya satu, siswa hanya mampu mendeskripsikan masalah sosial.
Hasil karya kedua, mampu menganalisis masalah sosial. Hasil karya ketiga,
disamping menganalisis juga mampu mencari solusi pemecahan masalah sosial
dari fakta dan data yang ada.
6. Rangkuman Pengalaman (Experience Summaries)
Pada dasarnya rangkuman pengalaman ini dikonstruksi atas kerja sama
guru dengan kelas. Digunakan untuk mengevaluasi pengalaman tunggal yang
terjadi setelah melakukan kegiatan kelas.
7. Daftar Catatan Harian (Diaries and Logs)
Teknik ini dapat digunakan untuk me-review dan mencek rencana sebelumnya,
dan keputusan yang dibuat sebagai unit kemajuan. Secara prosedural teknik ini
dilakukan pada setiap akhir tahapan pelaksanaan suatu unit tertentu. Daftar catatan
7
harian ini dijadikan dasar untuk melakukan “recall” terhadap rincian kerja yang
mungkin terlangkahi atau terlupakan.
Dengan demikian, perludiingat bahwa penilaian/evaluasi dalam IPS perlu
dilakukan secara terus menerus (continue), utuh dan menyeluruh sehingga aspek
kognitif, afektif, psikomotor dapat secara utuh dan tersentuh.
C. Prinsip-prinsip penilaian berbasis kelas (PBK) dalam pembelajaran IPS
di sekolah dasar
1. Pengantar
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalis
dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna
dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan kriteria di atas, maka penilaian yang
dikembangkan menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah Penilaian Kelas
atau sering disebut Penilaian Berbasis Kelas.
2. Pengertian PBK
Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Puskur (2004) menyatakan bahwa PBK
merupakan suatu kegiatann pengumpulan informasi tentang proses dan hasil
belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian
tersebut akan mengukur apa yang hendak diukur dari siswa.
Penilaian Berbasis Kelas merupakan prinsip, sasaran dan pelaksanaan
penilaian berkelanjutan yang akurat dan kosisten tentang kompetensi atau hasil
belajar siswa serta pernyataan yang jelas mengenai kemajuan siswa sebagai
akuntabilitas publik. Dinamakan penilaian berbasis kelas karena penilaian ini
dilakukan secara terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Penilaian Berbasis Kelas (PBK) dapat dilakukan, baik dalam bentuk pengumpulan
kerja siswa (portofolio), hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja
(performance), tes tertulis, dan sikap.
8
Hasil PBK akan berguna untuk:
a. Memberikan umpan balik bagi siswa dalam mengetahui kemampuan
dan kekurangannya sehingga menimbulkan motivasi untuk
memperbaiki hasil belajarnya;
b. Memantau dan mendiagnosis kemampuan belajar siswa sehingga
memunkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk
memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kemajuan dan
kemampuannya;
c. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program
pembelajarannya dikelas;
d. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan
walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda;
e. Memberikan informasi yang komunikatif kepada masyarakat tentang
efektivitas pendidikan, sehingga dapat meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam pendidikan.
3. Prinsip dalam PBK
Guru dalam melaksanakan Penilaian Berbasis Kelas (PBK) harus
memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Valid. Penilaian yang dilaksanakan harus memberikan informasi yang
akurat tentang hasil belajar siswa.
b. Mendidik. Penilaian harus memberikan sumbangan yang positif
terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Hasil penilaian harus
dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan bagi siswa yang
berhasil atau sebagai pendorong semangat bagi yang belum berhasil.
c. Berorientasi pada Kompetensi. Penilaian yang dilakukan harus
menilai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
d. Adil. Penilaian harus adil terhadap semua siswa dengan tidak
membedakan latar belakang sosial ekonomi, budaya, bahasa, agama
dan gender.
e. Terbuka. Kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan harus
jelas dan terbuka bagi semua pihak.
9
f. Berkesinambungan. Penilaian dilakukan secara berencana, bertahap,
dan terus-menerus untuk memperoleh gambaran tentang
perkembangan belajar siswa sebagai hasil kegiatan belajar siswa.
g. Menyeluruh. Penilaian dapat dilakukan dengan berbagai bukti hasil
belajar siswa.
h. Bermakna. Penilaian hendaknya mudah dipahami, mempunyai arti,
berguna dan dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak.
4. Hal-Hal yang Harus Dinilai
Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi
sebagaimana yang telah ditetapkan dalam KBK untuk setiap mata pelajaran. KBK
harus memerhatikan tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Ketiga ranah ini hendaknya dinilai secara proporsional sesuai dengan sifat mata
pelajaran yang bersangkutan.
Mata pelajaran Ilmu Sosial yang menitikberatkan pada pengembangan
keterampilan ilmu sosial, maka penilaiannya harus lebih menitikberatkan pada
penilaian keterampilan sosial.
5. Pelaksanaan PBK
Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh guru dalam melaksanakan
penilaian, yaitu sebgai berikut :
a. Memandang penilaian sebagai bagian yang integral dari kegiatan
belajar mengajar.
b. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat proses
penilaian sebagai kegiatan refleksi (bercermin dari pengalaman
belajar).
c. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran
untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar
siswa.
d. Mengakomodasi kebutuhan siswa.
e. Mengembangkan sistem pencatatan yang menyediakan cara bervariasi
dalam pengamatan belajar.
f. Menggunakan penilaian dalam rangka mengumpulkan informasi untuk
membuat keputusan tentang tingkat pencapaian kompetensi siswa.
10
6. Pelaporan Kemajuan Belajar
Untuk kepentingan pelaporan kemajuan belajar siswa kepada orang tua
dan kepentingan perencanaan sekolah, guru harus membuat laporan hasil belajar
siswa berdasarkan pencapaian hasil di setiap mata pelajaran.
Laporan hasil belajar siswa dapat dimanfaatkan oleh siswa, orang tua dan
para pendidik untuk mendiagnosis hasil belajar siswa, memprediksi masa depan
siswa, sebagai umpan balik PBM dan kurikulum sekolah, kepentingan seleksi dan
sertifikasi, dan untuk menetapkan kebijakan dalam KBM.
7. Pengembangan Instrumen
Penilaian yang dikembangkan bisa dalam bentuk tes tertulis maupun,
performance, proyek, produk, sikap, maupun portofolio. Alat yang digunakan
bervariasi, bisa berbentuk tes maupun non tes. Secara umum pengembangan
instrumen penilaian dalam konteks Penilaian Berbasis Kelas dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
Tabel.1
Pengembangan Instrumen Penilaian dalam Konteks Penilaian Berbasis Kelas
Jenis
Objek Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen
Penilaian
1. Aktivitas Belajar, Performance/ proyek Checklist
diskusi, praktikum, / portofolio Pedoman observasi
inquiri Pedoman praktik
2. Tugas terstruktur Proyek/Portofolio Rating
scale/Checklist/lem
Proses bar observasi
3. Perilaku harian/ Portofolio Checklist/lembar
ektrakurikuler observasi
4. Aktivitas luar Portofolio Checklist/lembar
sekolah observasi
11
Jenis
Objek Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen
Penilaian
1. Pengetahuan Tes tertulis Tes
Kuesioner skala
2. Sikap Angket/peer and self Sikap (Likert dan
assessment lain-lain)
Hasil
3. Keterampilan/kin Performance Tes Performance
erja
4. Hasil Produk/portofolio Checklist/rating
Karya/prestasi scale
Langkah-langkah Pembuatan Tes
1. Tes Buatan Guru
a. Analisis kurikulum
b. Analisis materi
c. Buat kisi-kisi
d. Penyusunan item
e. Perakitan
2. Langkah Selanjutnya untuk Pembakuan
a. Uji coba/kalibrasi
b. Analisis: taraf sukar, pembeda, validitas, relibilitas
c. Revisi
12
d. Merakit
e. Penyusunan pedoman Penilaian
3. Langkah teknik Penyusunan item pertanyaan pilihan ganda
a. Proposisi
b. Penulisan option jawaban setara
c. Penulisan kunci dan alasan
d. Penulisan pedoman penilaian dan petunjuk pengisisan.
Rating Scale
Skala Nilai
NO Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5
V
V
V
V
Jumlah V
Rata-rata Terbobot (ΣX) x2 = 25x2 = 10
n 5
13
Checklist
1. Dalam bentuk skala dikotomi
Amatan Keterangan
NO Aspek yang Diamati
Ya Tidak
1 Bertanya
2 Menjawab
3 Menyanggah
4 ...
5 ...
dst ...
2. Dalam bentuk kualitatif
Aspek yang Kualitas
NO Keterangan
Diamati Baik Sedang Kurang
1 Kerjasama
2 Pelayanan
3 Jawaban
4 Bantahan
dst ...
3. Dalam bentuk frekuensi
frekuensi
NO Aspek yang diamati Tidak keterangan
sering Sesekali
pernah
1 Bertanya
2 Menjawab
3 Membantah
dst ...
14
Lembar Observasi
Aspek-aspek
NO Nama jumlah Rata-rata
1 2 3 4 5
Skala Sikap (Skala Likert)
NO Pernyataan SS S N TS STS
Keterangan :
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
15
N : Netral
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
D. Teknik pelaksanaan penilaian berbasis kelas (PBK) dalam pembelajaran
IPS di sekolah dasar
Ada berbagai teknik yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan penilaian
berbasis kelas, khususnya dalam pembelajaran IPS di SD, antara lain :
1. Penilaian tes tertulis,
2. Penilaian kinerja (performance),
3. Penilaian penugasan atau proyek,
4. Penilaian hasil karya (product),
5. Penilaian portofolio, dan
6. Penilaian sikap.
1. Penilaian tes tertulis.
Penilaian secara tes tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis dapat
berbentuk memilih jawaban (jawaban ganda) dan membuat jawaban sendiri (tes
uraian). Melalui tes uraian, dapat memberikan informasi tentang kemampuan
siswa dalam mengorganisasikan gagasannya secara sistematis. Alat penilaian tes
tertulis adalah tes obyektif dan tes subyektif.
2. Penilaian kinerja (performance)
Penilaian kinerja (performance) adalah penilaian berdasarkan pengamatan
penilai terhadap aktivitas siswa dalam melakukan sesuatu. Tes kinerja
(performance), merupakan tes yang menuntut siswa melakukan tugas dalam
bentuk perbuatan yang dapat diamati oleh guru. Alat penilaian kinerja bisa berupa
daftar cek, skala penilaian, lembar observasi.
3. Penilaian penugasan (poyek)
Penilaian penugasan atau proyek adalah penilaian untuk mendapatkan
gambaran kemampuan menyeluruh / umum secara kontekstual, mengenai
16
kemampuan siswa dalam menerapkan konsep dan pemahaman mata pelajaran
tertentu. Penugasan atau proyek, merupakan tugas yang harus dikerjakan oleh
siswa yang memerlukan waktu relatif lama dalam pengerjaannya. Penilaian
proyek adalah penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam suatu
waktu tertentu. Alat penilaian proyek, antara lain daftar cek, skala penilaian.
4. Penilaian hasil karya (produk)
Penilaian hasil karya (produk) adalah penilaian terhadap proses pembuatan
dan kualitas suatu produk. Produk bisa berupa teknologi dan seni.
5. Penilaian portofolio
Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan berdasar kumpulan
informasi, yang menunjukkan perkembangan kemampuan anak dalam proses
pembelajaran untuk satu periode tertentu. Portofolio, dapat diartikan sebagai suatu
wujud benda fisik dan suatu proses sosial pedagogis. Portofolio sebagai proses
pedagogis merupakan kumpulan pengalaman belajar yang terdapat dalam pikiran
siswa berupa pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap.
Komponen penilaian portofolio meliputi :
a. Catatan guru,
b. Hasil pekerjaan anak,
c. Profil perkembangan anak.
6. Penilaian sikap
Penilaian sikap adalah penilaian terhadap sikap anak terhadap suatu obyek,
yang mencakup
a. Perasaan / penilaian terhadap suatu obyek,
b. Keyakinan mengenai suatu obyek, dan
c. Kecenderungan berperilaku berkenaan dengan hadirnya suatu obyek.
Alat penilaian sikap mencakup observasi perilaku, skala sikap, pertanyaan
langsung / angket, laporan pribadi.
Dalam melaksanakan PBK, tugas yang diberikan kepada siswa dapat
berbentuk tugas individual maupun tugas kelompok, bergantung pada
karakteristik kompetensi, hasil belajar, dan indikator yang akan dicapai.
17
Guru berkewajiban menetapkan tingkat pencapaian siswa berdasarkan
hasil kerjanya dalam kurun waktu tertentu dan dalam berbagai rentang situasi.
PBK dilakukan secara terus menerus selama proses belajar mengajar berlangsung
dan berkala, yaitu setelah siswa mempelajari satu kompetensi pada setiap akhir
semester dan setiap jenjang satuan pendidikan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan
dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Melalu evaluasi, kita akan
mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat,
hubungan social, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik serta keberhasilan
sebuah program.
Tujuan dilaksanakan evaluasi proses dan hasil pembelajaran adalah untuk
mengetahui keefektifan pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil
pembelajaran oleh setiap peserta didik. Informasi kedua hal tersebut pada
18
gilirannya sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil
pembelajaran.
B. Saran
Terkait dengan evaluasi pembelajaran, dalam prakteknya secara umum
pelaksanaan evaluasi pambelajaran menekankan pada evaluasi proses
pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa
pelaksanaan kedua jenis evaluasi tersebut merupakan komponen system
pembelajaran yang sangat penting. Sehingga dapat mengetahui kekuatan dan
kelemahan pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Dapat juga dipergunakan sebagai
bahan dan dasar memperbaiki kualitas proses pembelajaran menuju keperbaikan
kualitas hasil pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Budimansyah, Dalim, 2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis
Portofolio. Bandung : Genesindo.
Dorothy J., 1995. Elementary Social Studies : Chalengges for Tomorrow’s Wordl.
USA : Harcourt Brace and Co.
Etin Solihatin, Raharjo, 2008. Cooperative Learning, Analisis Model
Pembelajaran IPS. Jakarta : PT Bumi Aksara
Masnur Muslich, 2009. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual. Jakarta : PT Bumi Aksara
Pgmionemode.blogspot.com/2012/05/Evaluasi Pembelajaran IPS
19
20