Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI SISTEM URINARIA

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Struktur Perkembangan Hewan

Yang dibina oleh Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si dan Hendra Susanto, S.Pd,M.Kes

Disusun oleh :
Kelompok 5 Offering H 2018

1. Aisyah Salma Nurfahima (180342618049)


2. Aliyya Suci Arizona (180342618088)
3. Oktaviani Jannati Qolbi (180342618038)
4. Monny Efuji Pratama (120342422458)
5. Wahyu Nengsih (180342618017)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

PRODI BIOLOGI

Mei 2019
A. TOPIK
Praktikum Anatomi Sistem Urinaria Vertebrata.

B. TUJUAN PRAKTIKUM

Setelah melakukan pengamatan siatem urinaria pada pisces, amphibi, reptile,aves,dan


mamalia,mahasiswa memiliki kemampuan untuk:

1. Mendeskripsikan struktur anatomi ginjal,ikan,kadal,merpati,dan mencit


2. Menyebutkan saluran pembuangan ikan,kadal,merpati,dan mencit
3. Memuat skema lintasan urin dari ginjal ke luar tubuh pada ikan,katak,kadal,merpati,dan
mencit.

C. DASAR TEORI
Sistem ekskresi vertebrata terdiri atas sepasang ginjal beserta saluran pembuangan,
mempunyai fungsi osmoreguasu cairan tubuh dan ekskresi zat sisa metabolisme. Untuk
menjalankan fungsinya sebagai organ osmoregulasi dan eksresi, ginjal dibangun memurut pola
dasar yang terdiri atas tiga komponen, yaitu: (1) glomerulus untuk filtrasi, (2) tubulus-tubulus
ginjal, untuk reabsorbsi dan sekresi, dan (3) pembuluh penampung (duktus koligen), untuk
memampung dan menyalurkan zat-zat yang dieksresikan dari nefron. (Tenzer,2014)
Ginjal dan saluran pembuangan terbentuk dari mesoderm intermedier atau mesoderm
nefrogenik. Terdapat 3 tipe ginjal, yaitu pronefros, mesonefros, dan metanefros. Pronefros
dibentuk paling awal, dibagian anterior mesoderm netrogenik. Struktur nya paling sederhana, akan
bergenerasi dan diganti oleh mesonefros. Pronefros terdapat pada larva anamniota. Pada embrio
amniota pronefros segera berdegenerasi sebelum sempat berfungsi. Mesonefros dibentuk
kemudian, disebelah pasterior dari pronefros, strukturnya lebih sempurna. Merupakan ginjal
fungsional pada hewan-hewan amniota, pada embrio amniota hanya berfungsi selama belum
terbentuk metanefros. Metanefros terbentuk paling akhir, disebelah posterior dari
mesonefros,strukturnya paling sempurna. Hanya terdapat pada amniota,berfungsi sejak mesonefros
berdegenerasi,yaitu sejak tahap embrio lanjut. (Tenzer 2014)
Sistem eksresi pada kelas-kelas hewan vertebrata berbeda dalam hal letak, ukuran dan
bentuk ginjal, serta peranan saluran pembuangannya. Saluran pembuangan zat-zat eksresi dari
ginjal berupa duktus mesonefros (pada anamniota) atau ureter (pada amniota). Duktus mesonefros
pada anamniota jantan juga berperan sebagai duktus deferens,yaitu sebagai pemyalur semen,
hubungan antara testis dan duktus mesonefros terjadi melalui duktus efferens yang merupakan
modifikasi dari tibulus-tubulus meaonefros dibagian anterior. Pada hewan amniota jantanmaupun
betina, ureter hanya berperan sebagai saluran ekskresi,yaitu untuk menyalurkan urin , tidak terdapat
hubungan antara gonad dan ginjal. Pada vertebrata selain aves, terdapat kantung urin untuk
menampung urin sementara sebelum dikeluarkan dari tubuh. Mamalia mempunyai uretra untuk
menyalurkan urin dari kantung urin .Pada mamalia jantan, uretra juga berfungsi untuk
menyalurkan semen. (Tenzer,2014)
Ginjal mamalia berbentuk biji kacang buncis, dibungkus oleh kapsula jaringan ikat. Ginjal
terbagi ataa bagian korteks dan medula. Unit fungsional ginjal adalah nefron, yang terdiri atas
korpukulus renalis (glomerulus dan kapsula Bowman) dan tubulus-tubulus komvoluta yang
berhubungan dengannya. Ekskresi nefron ditampung dan disalurkan oleh pembuluh penampung.
Ginjal mamalia mempunyai ciri khas, yaitu adanya lengkung Henle yang terdapat di antara tubulus
konvulata proksimal dan distal, yang menyebab dihasilkan nya urin yang hipertonik. Dinding
kapsula Bowman, tubulus konvoluta, lengkung Henle dan pembuluh penampung tersusun atas
epitel berlapis tunggal. Tubulus konvoluta distal dengan arteriol afferen yang berimpit dengannya
membentuk aparatus jukstaglomerulus yang mempunyai peranan homeostatik yang penting dalam
mengatur keseimbangan ion dalam darah. (Tenzer, 2014)
Darah masuk ke dalam ginjal melalui arteri renalis, dan keluar melalui vena renalis.
Peredaran darah dalam ginjal terjadi melalui lintasan sebagai berikut: arteri renalis – arteri
segmental – arteri interlobaris – arteri arkuata – arteri interlobularis – arteriol afferen – kapiler
glomerulus – arteriol efferen – kapiler peritubuler dan/atau vasa rekta – vema interlobularis – vena
arkuata – vena interlobularis – vena segmental – vena renalis. (Tenzer, 2014)
Berdasarkan struktur histologinya, dinding saluran pembuangan terdiri atas tiga lapisan
(tunika ), yaitu mukosa , muskularis dan adventisia (serosa). Epitel ureter dan kantung urin
merupakan epitel transisional (dibagian proksimal), juga terdapat epitel silindris berlapis banyak
atau berlapis banyak palsu (di bagian distal). Uretra pria atau mamalia jantan selain sebagai
penyalur urin, juga sebagai tempat bermuaranya kelenjar-kelenjar seks asesoris dan duktus
seferens. (Tenzer,2014)

D. ALAT DAN BAHAN


1. Hewan : Ikan tombro (Cyprinus carpio), katak ( Rana sp), kadal (Mabouya multifasciata),
merpati (Columba livia), dan mencit (Mus muculus).
2. Seperangkat alat bedah.
3. Papan bedah.
4. Penyungkup.
5. Jarum pentul.
6. Kapas.
7. Larutan kloroform.

E. PROSEDUR KERJA

Dimasukkan hewan amatan kedalam penyungkup dan dibius dengan kloroform.

Dilakukan pembedahan diatas papan bedah.

Diamati warna,bentuk,dan posisi(topografi) organ-organ penyusun sistem urinaria ikan,


katak, kadal, merpati, dan mencit.

Diperhatikan muara dari saluran pembuangan.

F. DATA PENGAMATAN
NO. Gambar Pengamatan Gambar Literatur
1. Pisces Pisces
(a) Betina (a) Betina

Ginjal

Ginjal

Potongan
sinus urin

(Sumber: King, 1982)


b)
(Tidak mengamati sistem urin pada ikan
jantan )

Gambar Skematis Sistem Urinogenital Ikan


Betina
(Sumber : King, 1982)
b) Jantan

Ginjal

Potongan
rektum

(Sumber : King,1982)
Gambar Skematis Sistem Urinogenital Ikan
Jantan
(Sumber : King,1982)
2. Amphibia Amphibia
(a) Betina (a) Betina

Ginjal

Ginjal

(b) Jantan
(Tidak mengamati sistem urin pada ikan
jantan )

(Sumber : King,1982)
(b) Jantan
Ginjal

(Sumber : King, 1982)

Gambar Skematis Ginjal Katak Jantan


(Sumber : King,1982)
3. Reptil Reptil
(a) Betina (a) Betina
(Tidak mengamati sistem urin pada ikan
betina)
(b) Jantan

Ginjal

Ginjal

(Sumber : King,1982)

Gambar Skematis Sistem Urin Kadal Betina


(Sumber : Kardong, 2011)
(b) Jantan

Ginjal

(Sumber : King,1982)

Gambar Skematis Sistem Urin Kadal Jantan


(Sumber : Kardong, 2011)
4. Aves Aves
(a) Betina (a) Betina

Ginjal

(Sumber : King,1982)
(b) Jantan
(Tidak mengamati sistem urin pada aves
jantan)

Gambar Skematis Sistem Urin Aves Betina


(Sumber : Kardong, 2011)
(b) Jantan

Gambar Skematis Sistem Urin Aves Jantan


(Sumber : Kardong, 2011)

5. Mamalia Mamalia
(a) Betina (a) Betina

Ginjal
Ginjal

(Sumber : King,1982)
(b) Jantan
(Tidak mengamati sistem urin pada
mamalia jantan)

Gambar Skematis Sistem Urin Mamalia


Betina
(Sumber : King,1982)

G. ANALISIS DATA
1. Pisces
Pada saat pengamatan anatomi sistem urin ikan tombro betina, kami melihat ginjal di
sebelah kiri yang terletak di rongga perut bagian agak ke bawah, bentuk dari ginjalnya lonjong
dan berukuran kecil. Sistem urin pada ikan yang belum kami temukan adalah seperti potongan
sinus urin yang terdapat pada amatan literature. Sedangkan sistem urin pada ikan jantan kami
tidak mengamati, dikarenakan tidak adanya bahan saat praktikum. Menurut literatur ginjal pada
ikan tombro jantan, struktur ginjalnya tidak jauh berbeda seperti ikan betina.
2. Amfibi

Pada saat pengamatan anatomi sistem urin katak betina, kami melihat ginjal yang
bentuknya bulat berukuran kecil, ginjal yang kami amati tidak begitu jelas, dikarenakan
kesalahan saat proses pembedahan.Menurut amatan literatur ginjal pada katak betina berbentuk
agak bulat dan ukurannya tidak terlalu kecil. Sedangkan pada katak jantan, kami tidak
mengamati anatomi sistem urin secara langsung, tetapi menurut literatur ginjal katak jantan
berbentuk panjang terletak dipinggir rongga perut.
3. Reptil
Pada saat pengamatan anatomi sistem urin kadal jantan, kami melihat ginjal bentuknya
panjang dan permukaan di pinggirnya seperti berkelok-kelok yang terletak di pinggir
bawah rongga perut. Sedangkan sistem urin pada kadal betina kami tidak mengamatinya
secara langsung, dikarenakan tidak adanya bahan saat praktikum.
4. Aves
Pada saat pengamatan anatomi sistem urin burung betina, kami tidak menemukan ginjal
dikarenakan kesalahan saat membedah, sehingga ginjal pada burung betina ikut terbuang.
Menurut literatur ginjal pada burung betina bentuknya kurang beraturan, hamper sama
seperti ginjal reptile, dan terletak dibagian samping bawah rongga perut. Sedangkan pada
sistem urin burung jantan,kami tidak mengamatinya dikarenakan tidak ada bahan saat
praktikum.
5. Mamalia
Pada pengamatan anatomi sistem urin mencit betina, kami melihat ginjal yang terletak di
samping agak keatas yang berbentuk seperti kacang dan berukuran kecil. Sedangkan pada
mamalia jantan kami belum mengamatinya secara langsung dikarenakan tidak ada nya
bahan saat praktikum.

H. PEMBAHASAN
1. Pisces

Pisces mempunyai sepasang ginjal yang memanjang sepanjang selom, terletak


retroperitoneal, diantara gelembung renang dan tulang punggung. Umumnya ginjal hewan
jantan lebih panjang dari betina. Pada hewan jantan, tubulus mesonefros bagian anterior
mengalami modifikasi menjadi duktus eferens, yang menghubungkan testis dengan duktus
mesonefros di bagian anterior. Selain berfungsi sebagai penyalur urin, duktus mesonefros juga
berfungsi sebagai duktus deferens, yaitu penyalur sperma. Urin maupun sperma ditampung
dalam sinus urigonetilia, dan dikeluarkan dari tubuh melalui porus urogenitalia. (Tenzer, 2014)

Pada betina ujung duktus mesonefros bermuara di dalam sinus urinaria, dan urin
dikeluarkan dari tubuh melalui porus urinaria. Dalam hal ini porus urinaria terpisah dari porus
genitalia dan anus. Pada beberapa jenis ikan terdapat kantung urin (vesika urinaria), yang
merupakan persatuan antara bagian posterior duktus, mesonefros kiri dan kanan, terletak di
sebelah anterior sinus urogenitalia. (Tenzer, 2014)
Tipe ginjal pada pisces yaitu pronephros atau mesonephros yang sepasang dan berwarna
merah tua. Terletak diantara pneumatocyst dan vertebrae. Bentuk variasi memanjang dengan
yang membesar terjepit di antara kedua bagian pneumatocyst. (Soewasono, 1974). Dalam
teleostoni yang memiliki ginjal dalam stadium pronephros biasanya tidak memiliki ginjal yang
sama pada waktu dewasa dan akan beralih ke meisonephros. Sebagian besar genital glands
memiliki hubungan khusus dengan duktus wolffi yang merupakan sebuah saluran kencing, dan
juga di teleostei tidak terdapai mulerian duktus. (Macmillan, 1987)

Saluran keluar dari mesonephros, sepasang, berjalan kebelakang disebelah ventral tulang
punggung, kemudian kedua ureter kiri dan kanan bersatu dan agak melebar, sebagai vesika
urinaria. Vesika urinaria merupakan persatuan ureter kanan dan kiri, dari vesika urinaria ada
saluran keluar yang sangat pendek, kemudian bersatu dengan saluran gonad membentuk sinus
urogenitalis yang akhirnya bermuara menjadi porus urogenitalis. (Soewasono, 1974)

2. Amfibi

Ginjal berjumlah sepasang, terletak di retroperitoneal, hampir sepanjang selom, pipih


dorseventral. Pada sisi ventral ginjal terdapatkelenjar adrenal,yang merupakan bagian dari
sistem endokrin. Pada jantan, tubulus mesonefros bagian anterior termodifikasi menjadi duktus
eferens (vasa eferensia) yang menghubungkan antara testis dan duktus mesonefros. Pada
betina, duktus mesonefron hanya berfungsi sebagai ureter, yaitu sebagai penyalur urin. Muara
saluran ini pada kloaka terpisah dari muara saluran genital. Hewan-hewan amfibia mempunyai
sebuah kantung urin, yang merupakan efaginasi (penonjolan) dari kloaka, untuk menampung
urin sementara, sebelum dikeluarkan dari tubuh. Amphibi mempunyai kanting urin yang
merupakan evaginasi (penonjolan) dari kloaka. (Tenzer,2014)

Ginjal pada amfibi bertipe mesonephros, dengan jumlah sepasang di kanan-kiri, kolumna
vertebralis dan memanjang sampai cranio caudal, berwarna merah-coklat. Ureter (duktus
mesonephric) merupakan sepasang saluran halus, masing-masing keluar dorsolateral menuju
ke caudal dan bermuara di dorsal kloaka. Pada betina muara di sebelah medio caudal dari muara
uterus. Vesika uranaria ialah sebuah kantong tipis sebagai tonjolan dari dinding kloaka.
(Soewasono, 1974)

Amfibia yang seperti ular sampai yang berbentuk gymnopiona merupakan susunan yang
sangat primitive dari tubulus ginjal, masing-masing memiliki nephrostome yang pendek. Anura
dewasa (katak dan kodok) terdapat kantung kemih yang sebenarnya yang pertama terbentuk
dari difortikulum dari dinding ventral kloaka, beberapa pendapat menyebutkan bahwa mungkin
terdapat bagian tersendiri, dan bahkan terkadang ganda. (Gegenbaur, 1981)

3. Reptil
Ginjal reptil berjumlah sepasang,berukuran kecil,sepajang setengah rongga perut,
permukaannya berlobus, terletak retroperitoneal di daerah pelvis. Daro sisi ventral masing-
masing ginjal keluar ureter. Pada jantan sebelum bermuara ke kloaka,ureter bersatu dulu di
duktus deferens,sedangkan pada betina bermuara langsung ke dalam kloaka. Ginjal tidak
berhubungan dengan gonad. (Tenzer 2014)
Golongan ular dan buaya tidak mempunyai kantung urin. Golongan kadal dan kura-kura
mempunyai sebuah kantung urin yang berkembang dengan baik. Kantung ini merupakan suatu
kantung tipis, tonjolan dari dinding ventral kloaka. (Tenzer, 2014)
Ginjal pada reptile berjumlah sepasang, berwarna merah-coklat, masing-masing terdiri dari
dua lobi, yaitu lobus anterior dan posterior, agak pipih dan berletakan satu sama lain. Terletak
retro peritoneal (diluar dan belakang peritoneum), di daerah sacrum. Ureter (duktus
mesonephric berjumlah sepasang, berwarna merah-coklat, masing-masing terdiri dari dual obi,
yaitu lobus anterior dan posterior, agak pipih dan berletakan satu sama lain. Terletak
retroperitoneal (diluar dan belakang peritoneum) didaerah sacrum. Vesika urinaria sebagai
kantung tipis, merupakan tonjolan dinding ventral kloaka. ((Soewasono, 1974)
Reptilian yang memiliki ginjal metanephros dan variable sisa mesonephros. Letaknya jauh
dibelakang cavitas peritoneal. Bentuknya panjang berlobus, dan pada ular dan kadal, kadang-
kadang berfungsi satu sama lain. Ginjal pada buaya dan kura-kura pendek dan lokasinya di
pelvis. Ureter, panjang pada ular dan kadal tetapi pendek pada buaya dan kura-kura, membuka
terpisah ke kloaka. Pada kura-kura betina memiliki asesoris bladder yang mana mereka isi
dengan air untuk membasahi tanah ketika menggali lubang untuk bertelur. (Montakna.1963).

4. Aves
Sepasang ginjal aves terletak retroperioneal, di daerah pelvis pada lekukan tulang
kelangkang. Ginjal umumnya terdiri dari tiga lobus. Sepasang ureter pendek keluar dari
ginjal,menuju ke kaudal dan bermuara langsung ke dalam kloaka. Ginjal tidak
berhubungan dengan gonad. Aves tidak memiliki kantung urin, kecuali butung unta. Zat
ekskresi yang berbentuk agak padat (seperti pasta) dikeluarkan bersama feses. (Tenzer,
2014)
Ginjal pada aves bertipe metanephros dengan jumlah sepasang yang masing-
masing memiliki tiga lobi. Ureter yang sepasang menuju ke kaudal dan bermuara langsung
ke kloaka. Pada aves kebanyakan tidak memiliki kloakan. Vesical urinaria merupakan
ruangan tunggal, tempat bermuara saluran-saluran kelamin,kencing,makanan. Kloaka
terbagi menjadi tiga bagian yaitu urodeum, yaitu tempat bermuara saluran kencing dan
saluran kelamin, yang kedua yaitu coprodeum yang merupakan tempat bermuara saluran
makanan. Dan yang terakhir yaitu proktodeum merupakan lubang keluar. (Soewasono,
1974)
Aves seperti juga dengan reptil dalam urinary tetapi terdapat hal yang berbeda,
yaitu didalam kelas aves tidak memiliki vesical urinaria, ureter, dan vasa defferentia
langsung menuju ke kloaka. (Gegenbaur, 1981)

5. Mamalia
Mamalia mempunyai sepasang ginjal yang terbentuk seperti biji kacang buncis,
terletak di retroperitoneal, melekat pada dinding tubuh dorsal. Ureter sepasang,panjang,dan
menyalurkan urin ke dalam kantung urin. Urin keluar dari kantung urin ke dalam uretra.
Otot sfingter pada perbatasan kantung urin dan uretra mengatur jalan nya urin. Pada hewan
jantan,uretra melintas di dalam penis,dan mengeluarkan urin melalui orifisium uretra
eksternum. Uretra juga berfungsi sebagai penyalur semen. Pada hewan betina, uretra juga
berfungsi untuk menyalurkan urin keluar tubuh.(Tenzer, 2014)
Ginjal mamalia meupak sepasang organ yang kompak, berbentuk seperti biji
kacang buncis terletak dibelakang rongga perutsampai melekat pada dinding tubuh bagian
dorsal, dikedua sisi tulang belakang. Permukaan ginjal relatif licin, tidak terlihat adanya
lobulasi. Ginjal dibungkus oleh kapsula ginjal, yaitu suatu jaringan pengikat padat yang
terdiri atas selaput fibrosa, serabut elastis, dan sedikit serabut otot polos. Pada sisi ginjal
yang menghadap ke arah dalam terdapat lekukan yang disebut hilus. Melalui hilus inilah
saraf dan pembuluh daraf masuk kea tau keluar dari ginjal. Ketika memasuki hilus, ureter
melebar atau disebut velvis, kemudin membentuk percabangan didalam ginjal yang disebut
kaliks. Velvis merupakn tempat penampungan urin sementara.
Bila ginjal dibelh secara sagital akan terlihat adanya dua daerah yaitu korteks yang
terdapat dibagian luar dibawah kapsula ginjal, dan medulla atau sumsum ginjal yang
terdapat dibagian dalam dibawah korteks. Pada bagian korteks terdapat korpuskula renalis,
tubulus konvoluta proksimal, sebagian lengkung henle,tubulus konvolut distal,dan
sebagian pembuluh penampung.
I. DISKUSI
1. Bandingkan struktur anatomi ginjal ikan, katak, kadal, merpati, dan marmot !
Jawaban :

a. Ginjal ikan : Ginjal mesonefros terdapat pada saat perkembangan embrional


sebagian besar ikan, tetapi pada fase dewasa tidak fungsional sedangkan ginjal
epistonefros dimiliki ikan saat dewasa dan hamper mirip ginjal manusia.
b. Ginjal katak : ginjal katak berwarna merah bentungnya lonjong panjang dan
berada di sebelah bawah horizontal testis, ginjal langsung terhubung dengan lima
saluran menuju tempat akhir.
c. Ginjal reptile : ginjal reptile pipih, berwarna putih dan ada di bawah vertikal testis,
ginjal langsung terhubung pada saluran kemih.
d. Ginjal aves : ginjal aves berbentuk seperti kacang tanah dan berada di bawah
vertikal testis yang berbentuk kacang merah.
e. Ginjal mammalia : berbentuk seperti biji kacang, sisi dalamnya menghadap ke
punggung dan sisi luarnya cembung berisi pembuluh yang semuanya keluar dan
masuk di dalam hilum. Diatas ginjal terdapat supra renalis, ginjal kanan lebih
pendek dan lebih tebal dari ginjal kiri.ginjal ada dua bagian yaitu medula dan
korteks. Medulla banyak berisi glomelurus dan korteks banyak berisi saluran-
saluran ginjal yang lain. (Soewarsono, 1974)
2. Buatlah skema lintasan urin melalui saluran pembuangan yang terdapat pada ikan,
katak, kadal, merpati, dan marmot!
Jawaban :
a. Pisces : ginjal – duktus mesonefros – sinus urina atau sinus urogenitalia – keluar.
b. Amphibia : ginjal – duktus mesonefros – Kloaka (urin di simpan sementara dalam
kantung urin) – keluar.
c. Reptilia : ginjal – ureter – kloaka(urin disimpan sementara dalam kantung urin) –
keluar.
d. Aves : ginjal – ureter – kloaka – keluar.
e. Mamalia : ginjal – ureter – kantung urin – uretra – keluar.
(Tenzer,2014)
3. Jelaskan bagaimana muara saluran pembuangan pada ikan, katak, kadal, merpati,
dan marmot!
Jawaban : Pada pisces, amfibi, reptile, da naves muara pembuangan berakhir pada
kloaka, muara pembuangan pada mamalia berakhir pada uretra. (Tenzer, 2014)
J. KESIMPULAN
1. Struktur anatomi vertebrata yaitu pada pisces mempunyai sepasang ginjal,yang
memanjang sepanjang selom, terletak diantara gelembung renang dan tulang punggung.
Ginjal jantan lebih panjang daripada betina. Pada amfibi ginjal berjumlah sepasang,
terletak di retroperitoneal, hampir sepanjang selom, pipih dorseventral. Pada sisi ventral
ginjal terdapatkelenjar adrenal,yang merupakan bagian dari sistem endokrin. Pada reptilian
ginjal berjumlah sepasang,berukuran kecil,sepajang setengah rongga perut, permukaannya
berlobus, terletak retroperitoneal di daerah pelvis. Daro sisi ventral masing-masing ginjal
keluar ureter. Pada jantan sebelum bermuara ke kloaka,ureter bersatu dulu di duktus
deferens,sedangkan pada betina bermuara langsung ke dalam kloaka. Ginjal tidak
berhubungan dengan gonad. Pada aves sepasang ginjal aves terletak retroperioneal, di
daerah pelvis pada lekukan tulang kelangkang. Ginjal umumnya terdiri dari tiga lobus.
Sepasang ureter pendek keluar dari ginjal,menuju ke kaudal dan bermuara langsung ke
dalam kloaka. Ginjal tidak berhubungan dengan gonad. Aves tidak memiliki kantung urin.
Pada mamalia mempunyai sepasang ginjal yang terbentuk seperti biji kacang buncis,
terletak di retroperitoneal, melekat pada dinding tubuh dorsal. Ureter sepasang,panjang,dan
menyalurkan urin ke dalam kantung urin. Urin keluar dari kantung urin ke dalam uretra.
Otot sfingter pada perbatasan kantung urin dan uretra mengatur jalan nya urin
2. Saluran pembuangan pada vertebrata diantaranya :
a. Pisces : ginjal, duktus mesonefros, sinus urina atau sinus urogenitalia.
b. Amphibia : ginjal, duktus mesonefros , kloaka.
c. Reptilia : ginjal, ureter , kloaka.
d. Aves : ginjal ,ureter , kloaka.
e. Mamalia : ginjal, ureter, kantung urin, uretra.
3. Skema lintasan urin dari ginjal sampai keluar tubuh pada vertebrata yaitu :
a. Pisces : ginjal  duktus mesonefros sinus urina atau sinus urogenitalia keluar.
b. Amphibia : ginjalduktus mesonefrosKloaka (urin di simpan sementara dalam
kantung urin)keluar.
c. Reptilia : ginjalureter kloaka(urin disimpan sementara dalam kantung urin) –
keluar.
d. Aves : ginjalureterkloakakeluar.
e. Mamalia : ginjal ureter kantung urinuretrakeluar.
DAFTAR RUJUKAN

Gegenbaur. 1981. Vergleich Anatomi Der Wirbeltiere. Leipzig: Deutschland.

Kardong, K.2011. Vertebrates Comparative Anatomy, Function, Evolution 6e McGraw Hill Science

Engineering Math.

King, Gillian M., dan David R. N. Custance. 1982. Colour Atlas of Vertebrates Anatomy an Integrated

Text and Dissection Guide. USA; Bolsover Press.

Macmillan. 1987. Text Box of Zoology. English: London.

Montagna, W. 1963. Anatomy Comparative. John Wiley: New York.

Soewasono, R. 1974. Anatomi Comparative. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Tenzer, Ami, et.al.2014. Struktur Perkembangan Hewan I. Malang: Jurusan Biologi, FMIPA Universitas

Negeri Malang.