Anda di halaman 1dari 6

Perbuatan Nabi yang Mendukung Terapi Bekam

1. Dari Jabir bin Abdullah

“Bahwa Rasulullah berbekam pada pinggulnya disebabkan oleh luka memar.” (HR.
Abu Dawud)
2. Dalam shahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan

”Bahwa Rasulullah berbekam di Luhy Jamal² pada pertengahan kepala.”

3. Dalam hadist riwayat Ahmad, Abu Daud. dan Tirmidzi, dari Anas :

“Bahwa Nabi berebkam tiga kali bekaman di akhada’ain dan kahil.”


Akhada’ain adalah dua urat di samping kanan dan kiri leher. Adapun kahil bagian
yang terletak di antara kedua bahu paling atas.

4. Dalam hadis riwayat Nasai, dari Qatadah, dari Anas :

“Bahwa Rasulullah berebekam ketika ihram pada punggung telapak kaki disebabkan
memar,”

5. Dari Samurah bin Jundab yang berkata :

Rasulullah pernah mengundang seorang juru bekam, lantas orang itu membekam
beliau dengan tanduk serta menyayat beliau dengan pisau. Seseorang dari Bani
Fazaharah melihat beliau lantas bertanya,”Wahai Rasulullah, mengapa engkau
biarkan orang ini mengiris-iris dagingmu?” Beliau pun berkata “Tahukah engkau, apa
ini? Ini adalah bekam, i merupakan sebaik-baik pengobatan kalian. (HR. Ahmad.
Hakim, Nasal, dan Tabrani)
Hadist ini menunjukan bahwa kita harus bersabar terhadap sikap orang yang tidak
tahu tentang terapi bekam, sampai ia mengetahuinya.

6. Dari Anas bin Malik, ia berkata :

Rasulullah dibekam, lalu Uyainah bin Hishn atau Aqra’ bin Habis datang kepadanya,
lalu bertanya “apakah ini?” Beliau menjawab
“ini bekam . ia merupakan sebaik-baik pengobatan kalian.” (HR. Tabrani)

Waktu-waktu Berbekam yang Dianjurkan oleh Nabi

1. Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda :

“barangsiapa ingin berbekam, hendaklah memilih tanggal 17,19, atau 1. Jangan


sampai daah bergolak pada salah seorang dari kalian sehingga membunuhnya.” (HR.
Ibnu Wajah dan disahihkan oleh Albani)
2. Dari Ibnu Hurairah dari Nabi, beliau bersabda :

“Barangsiapa berbekam pada tanggal 17,19, dan 21 niscaya akan jadi penyembuh
setiap penyakit.” (HR, Tabrani, Abu Dawud dan Baihaqi dihasankan oleh Albani)
3. Dari Mujahid, dari Ibnu Abas, ia berkata : Rasulullah bersabda :

“Berbekamlah pada tanggal 15,17,19, atau 21.(HR. Tirmidzi, Hakim, dan Bazar)

Para ahli pengobatan sepakat bahwa berbekam pada paruh kedua hingga akhir pekan
ketiga setiap bulan lebih berkhasiat daripada berbekam pada awal dan akhir bulan.

Bukan berarti berbekam pada awal bulan tidak bermanfaat. Berbekam kapanpun
bermanfaat. Akan tetapi akan lebih bermanfaat dan berkhasiat apabila dilakukan pada hari-
hari yang telah ditetapkan oleh Rasulullah. Para ahli pengobatan menjelaskan bahwa pada
waktu-waktu tersebut daya gravitasi bulan sedang dalam puncaknya sehingga mempengaruhi
cairan-cairan yang ada di permukaan bumi, di antaranya adalah darah manusia.
Bagaimanapun juga, kita yakin bahwa hari-hari tersebut lebih baik dibandingkan hari-hari
lain untuk melakukan terapi bekam berdasarkan hadist Rasulullah tanpa mengetahui
sebabnya, karena kita sangat menyakini tentang kebenaran sabda rasulullah.

Catatan penting : jika keaadan darurat menuntut dilakukannya terapi bekam di awal
bulan, maka merupakan kesalahan jika kita menundanya hingga akhir pekan ketiga. Wallahu
a’lam.

Hari-hari berbekam dalam sepekan

Semua hadist yang diriwayatkan menegenai hari-hari bekam dalam sepekan adalah
dhaif, akan tetapi saya mengikuti sebagainya untuk kehati-hatian. Diantaranya adalah hadist-
hadist berikut :

1. Dari Nafi’ dari Ibnu Umar, ia berkata :

“Wahai Nafi’... maka berbekamlah dengan keberkahan Allah pada hari kamis.
Hindarilah berbekam pada hari Rabu, Jum’at, dan Sabtu, atau berbekamlah pada haru
Senin dan Selasa, karena ia merupakan hari disembuhkannya Ayyub dari penyakit.
Sedangkan ia ditimpa penyakit pada hari Rabu. Sesungguhnya, tidak da penyakit
kusta atau belang kecuali terjai pada hari Rabu atau malam Rabu.” (HR. Ibnu Majah
dalam Sunan-nya)

Jadi, rasulullah melarang berbekam pada hari rabu, Jum’at dan Sabtu. Larangan ini
menunjukkan makruh, bukan haram. Jika ada kebutuhan mendesak dilakukannya terapi
bekam pada hari-hari tersebut maka tidak menjadi soal. Hal ini berdasarkan kaidah fikih yang
mengatakan “adha-dharuratu tubihul mahzhurat (keadaan-keadaan darurat menghalalkan hal-
hal yang terlarang)”. Beliau juga menasihatkan supaya kita tidak memilih hari ahad. Beliau
merekomendasikan pembekaman pada hari Senin dan Selasa, juga hari kamis. Tidak perlu
seorang bertanya hal itu dengan mengatakan, apa hubungan hari-hari tersebut dengan
kesembuhan?Bukankah Allah bisa memberikan kesembuhan kapan pun? Bukankah semua
hari milik Allah/ sebagaimna yang dilakukan banyak orang yang ragu. Saya katakan kepada
mererka bahwa kirta wajib tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengatakan, “kami
mendengar dan kami taat.” Ini merupakan bagian dari kesempurnaan iman. Kita harus
sepenuhnya yakin kepdada sabda Rasul dan menjaga disiplin dalam mematuhi ketentuan
hari-hari ini dalam keaadann sehat. Adapun ketika jatuh sakit atau saat darurat maka
berbekam bisa dilakukan kapan saja dalam sepekan. Imam Ahmad bin Hanbal berbekam saat
kapan pun darah beliau dalam keadaan bergolakk.

Beberapa Titik Bekam dalam As-sunnah

Banyak hadist diriwayatkan dari Rasulullah tentang titik-titik bekam yang dianjurkan,
di antaranya :
1. Dari Abu Hurairah :

”Bahwa Abu Hind membekam Nabi di titik yakufh. Maka, Nabi bersabda : ‘Wahai
Bani Bayadhah, nikahkan Anu Hind dan nikahkan anak perempuan kalian
kepadanya.’Beliau juga bersabda : ‘Jika ada kebaikan dalam pengobatan kalian maka
itu ada dalam bekam.’” (HR. Abu Dawud, Daruqutni, dan Ibnu Hiban).
Yafukh adalah titik temu antara tulang tengkorak bagian depan dengan tulang
tengkorak bagian belakang. Ia merupakan salah satu titik pengobatan akupuntur yang
sangat penting untuk menstimulasi otak, yaitu titik DU20. Posisinya di pusar kepala.
2. Dari Ibnu Abas, ia berkata :

“Nabi berbekam ketika dikepalanya ketika beliau berihram dikepalanya karena nyeri
kepala, di sebuah tempat yang disebut Luhy Jamal. (HR. Bukhari)

“Beliau berbekam ketika sedang ihram dikepalanya karena migrain,” (HR. Bukhari)
Syaqiqah adalah sakit kepala sebelah yang sering disebut dengan migrain.
3. Dari Anas, Nabi bersabda :

“Beliau berebkam tiga bekaman, yaitu di akhad’ain (dua akhada’) dan kahil.” (HR.
Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tiramidzi)
Akhada’ain ( dua akhada’) adalah dua urat di samping kanan dan kiri leher.
Sedangkan kahil adalah titik di antara kedua bahu, agak menonjol, dibagian paling
atas punggung yang bersambung dengan leher. Posisi tepatnya dititik akupuntur DU
14. Kahil merupakan titik yang sangat penting. Saya akan membahas tersendiri
sebagai titik khusus yang istimewa dibandingkan titik-titik lain. Saya juga akan
membahas secara khusus titik yafukh (DU20).
4. Dari Jabir, bahwa Nabi :

“berbekam di pinggulnya isebabkan oleh wats’ (luka memar).”


Wats’ adalah rasa sakit pada daging yang tidak sampai ketulang atau rasa sakit pada
tulang yang tidak disertai keretakan. Kita menyebutnya memar.
5. Dari Qatadah, dari Anas bahwa Rasulullah :

“berbekam ketika ihram, di punggung telapak kaki disebabkan oleh memar.”(HR.


Nasai)
6. Dalam hadist Abu Kabsyah Al-Anmari, ia berkata :

“Rasulullah berbekam di titik hamah dan titik di antara kedua bahunya. Beliau
bersabda :’Barangsiapa telah mengalirkan sebagian darah ini (berbekam), maka tidak
akan terkena bahaya andai ia tidak berobat dengan pengobatan apapun disebabkan
penyakit apapun.”(HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan Abu Dawud)

Hamah adalah titik di kepala. Ada yang mengatakan di puncak dan tengah kepala.

Berdasarkan hadist-hadist di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa rasulullah


melakukan bekam di titik-titik yang berbeda. Kita bisa mengatakan bahwa titik-titik tersebut
merupakan titik-titik bekam sunnah, yaitu :

1. Kahil
2. Akhada’ain (dua akhada’), yaitu dua urat di samping kanan dan kiri leher.
3. Yafukh, yaitu bagian paling batas dan tengah kepala.
4. Punggung telapak kaki. Rasulullah melakukan bekam di titik ini karena membutuhkan
nya disebabkan oleh memar.
5. Pinggul : Rasulullah juga berbekam di sisni disebabkan oleh memar.

Para ilmuwan berbeda pendapat menegenai berbekam di titik naqratul qafa.


Sebagian menganjurkan dan sebagian melarang karena bisa menyebabkan lupa. Saya
berpendapat bahwa verevkam pada titik ini bisa dilakukan pada darurat saja dan jangan
terlalu banyak diulang.

Dengan demikian, setelah menegetahui titik-titik bekam Rasulullah, maka


keliru jika kita mengatakan bahwa titik 1 dan 55 yang dijelaskan oleh Syaikh dan guru
kami yang mulia, Syaikh Ahmad Hafni, itu saja yang merupakan titik bekam sunnah.