Anda di halaman 1dari 59

PERAN, FUNGSI DAN POSISI

TENAGA KESEHATAN
MASYARAKAT DALAM
KELEMBAGAAN KONSIL TENAGA
KESEHATAN INDONESIA (KTKI)

Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI)


Dra. Oos Fatimah Rosyati, M. Kes

Disampaikan Pada Pertemuan Forum Ilmiah Tahunan (FIT) IV


Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)
Lampung, 17 Oktober 2018
DRA. OOS FATIMAH ROSYATI M.KES
HP. 081 22 0125 62 / oos.fatimah@yahoo.com
Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI)
Badan PPSDM Kes Kemenkes RI
PENDIDIKAN :
• S-1 Biologi (Mikrobiologi) - Institut Teknologi Bandung (ITB) - 1988
• Medical Lab Technology (MLT)- Lambton College Canada - 1991
• S-2 Ilmu Kedokteran Dasar – UNPAD – 1998
• Jenjang Karir Perawat, JICA – Jepang - 2012

PENGALAMAN KERJA :
• Pembantu Direktur I Poltekkes Kemenkes Bandung; 2002 – 2010
• Pembantu Direktur II Poltekkes kemenkes Bandung; 2010 – 2012
• Management Representative (MR) ISO 9001:2008 Poltekkes Kemenkes Bandung; 2008 - 2012
• Auditor Internal ISO 9001:2008 ; 2008-2012
• Kepala Bidang Sertifikasi LSP Tenaga Laboratorium Penguji (Telapi); 2007 -2012
• Asesor Kompetensi; 2002 - sekarang
• Asesor Lisensi; 2008 - sekarang
• Master Asesor BNSP; 2006 - sekarang
• Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Pusdiklatnakes Badan PPSDM Kesehatan; 2012
– 2015
• Kepala Bidang Pendayagunaan SDM Kesehatan Luar Negeri Pusrengunakes Badan PPSDM Kesehatan ; 2015
- sekarang
• Kepala Bidang Pengembangan Pelatihan Puslat SDMK Kemenkes Feb 2016 s.d Nov 2016
• Kepala Pusat Perencanaan Dan Pendayagunaan SDMK Badan PPSDMK Kemenkes Nov 2016 – Juli 2018
• Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI), Juli 2018 s.d Sekarang
SISTEMATIKA PENYAJIAN

1 PENDAHULUAN

2 KONSIL TENAGA KESEHATAN INDONESIA (KTKI)

4 PERAN, FUNGSI, & POSISI TENAGA KESH. MASY DLM KTKI


1. PENDAHULUAN
ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN
RPJMN I RPJMN II RPJMN III RPJMN IV
2005 -2009 2010-2014 2015 -2019 2020 -2025

Bangkes diarahkan Akses masyarakat thp Akses masyarakat Kes masyarakat thp
untuk meningkatkan yankes yang terhadap yankes yang yankes yang
akses dan mutu yankes berkualitas telah lebih berkualitas telah mulai berkualitas telah
berkembang dan mantap menjangkau dan
meningkat merata di seluruh
wilayah Indonesia

KURATIF-
REHABILITATIF

PROMOTIF - PREVENTIF

Arah pengembangan upaya kesehatan, dari kuratif bergerak ke arah promotif, preventif sesuai
kondisi dan kebutuhan
KONDISI YANG DIHARAPKAN TAHUN 2019
AKSES DAN MUTU
KOMPETENSI
UHC FASKES
PELAYANAN
KESEHATAN

Sarana Prasarana Alat Kesehatan Sistem Mutu melalui


Farmasi Pelayanan dan akreditasi
sistem rujukan
Sumber Daya
Manusia Kesehatan
DISTRIBUSI

KOMPETENSI
DIPERLUKAN
KOMPETENSI KOMPETENSI
PROFESIONAL MANAJERIAL INTERPROFESIONAL PENGUATAN
FASKES
KEPEMIMPINAN KEMAMPUAN KEMAMPUAN
KLINIS TEKNIS MEDIS TEKNIS PROMOSI DAN
PREVENSI
INDIKASI KEBERHASILAN KETERSEDIAAN SDM

KETERSEDIAAN KUALITAS PEMBANGUNAN


PEMBANGUNAN
SDM KESEHATAN PELAYANAN MANUSIA
KESEHATAN
KESEHATAN

 Rasio dokter, dokter  Penurunan Prevalensi  Angka  IPM meningkat


spesialis, dokter gigi Tuberkulosis per kematian ibu  Rasio Gini
per 100.000 100.000 penduduk membaik
per 100.000
penduduk.  Penurunan Prevalensi
kelahiran.  Pertumbuhan
 Rasio kesmasy HIV (%)
 Rasio apoteker  Penurunan Prevalensi  Angka ekonomi
 Rasio bidan, tekanan darah tinggi kematian bayi meningkat
perawat (%) per 1.000  Turunnya tingkat
 Rasio perawat gigi  Penurunan % kelahiran kemiskinan dan
 Rasio ahli gizi merokok penduduk hidup.  Turunnya tingkat
 Rasio tenaga usia 15-19 tahun
 Prevalensi pengangguran
keterapian
kekurangan gizi terbuka
 Rasio tenaga
keteknisian medik pada anak
balita (%)
Jumlah dan Jenis
SDM Kesehatan
Belum Sesuai PENGADAAN SDM KES  PENDIDIKAN SDMK
Kebutuhan

ISU Distribusi
PENDAYAGUNAAN SDM PERENCANAAN &
STRATEGIS SDM Kesehatan PENDAYAGUNAAN SDM
KES
SDM KES Belum Merata KES

PENINGKATAN
Mutu PEMBINAAN DAN MUTU SDMK
SDM Kesehatan PENGAWASAN
Belum Memadai PELATIHAN SDMK
Ratio Tenaga Kesehatan Masyarakat Tahun 2017
JUMLAH PUSKESMAS BERDASARKAN KESESUAIAN STANDAR
TAHUN 2017
SESUAI TIDAK SESUAI STANDAR
STANDAR > Standar < Standar
NO TENAGA KESEHATAN
KELEBIHAN KEKURANGAN
JML PUSK JML PUSK JML PUSK
NAKES NAKES
1 DOKTER UMUM 3.440 3.775 7.859 2.606 3.052
2 DOKTER GIGI 4.377 1.141 1.631 4.303 4.303

3 PERAWAT 699 6.985 66.154 2.137 6.224


4 BIDAN 407 7.892 102.328 1.522 4.474
5 TENAGA KEFARMASIAN 4.013 2.960 5.240 2.848 2.848
TENAGA KESEHATAN
6 MASYARAKAT 2.812 3.080 7.661 3.929 3.929
7 TENAGA KESEHATAN LINGKUNGAN 4.375 2.217 3.772 3.229 3.229
8 TENAGA GIZI 3.720 1.657 2.762 4.444 5.203
AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM
9 MEDIK 3.843 1.767 2.567 4.211 4.211
TOTAL 199.974 37.473

Standar ketenagaan di Puskesmas berdasarkan PMK 75/2014 tentang Puskesmas


Sumber : Badan PPSDMK, 30 Desember 2017
Puskesmas Kekurangan Tenaga Kesehatan di Indonesia
Tahun 2017

Jumlah Pusk KURANG


NO TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS Nakes
%
1 DOKTER UMUM 1,602 16.31%
2 DOKTER GIGI 4,303 43.81%
3 PERAWAT 340 3.46%
4 BIDAN 451 4.59%
5 TENAGA KEFARMASIAN 9,821 2,848 29.00%
6 TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT 3,929 40.01%
7 TENAGA KESEHATAN LINGKUNGAN 3,229 32.88%
8 TENAGA GIZI 2,910 29.63%
9 AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK 4,211 42.88%
Standar ketenagaan di Puskesmas berdasarkan PMK 75/2014 tentang Puskesmas
Sumber : Badan PPSDMK, 30 Desember 2017
Jumlah Nakes di Rumah Sakit Pemerintah dan Non Pemerintah
RS Pemerintah (1.009 RS) RS Non Pemerintah (1.767 RS)
MAL MAL
TENAGA KESEHATAN KEADAAN STANDAR KEKURANGAN TENAGA KESEHATAN KEADAAN STANDAR KEKURANGAN
DISTRIBUSI DISTRIBUSI
Spesialis Anak 2.341 1.972 828 459 Spesialis Anak 4.348 2.534 2.137 323
Spesialis Obgyn 2.437 1.949 826 338 Spesialis Obgyn 5.200 2.571 2.953 324
Spesialis Penyakit Dalam 2.530 1.979 937 386 Spesialis Penyakit Dalam 3.729 2.537 1.638 446
Spesialis Bedah 1.849 1.969 413 533 Spesialis Bedah 2.985 2.532 1.003 550
Spesialis Anestesi 1.542 1.272 597 327 Spesialis Anestesi 2.953 1.872 1.453 372
Spesialis Radiologi 1.128 994 393 259 Spesialis Radiologi 1.665 1.236 817 388
Spesialis Rehab Medik 413 604 182 373 Spesialis Rehab Medik 545 371 350 176
Spesialis Pat Klinik 923 990 278 345 Spesialis Pat Klinik 820 918 284 382
Spesialis Pat Anatomi 408 574 193 359 Spesialis Pat Anatomi 333 330 206 203
Spesialis Jantung & PD 660 346 419 105 Spesialis Jantung & PD 982 173 837 28
Spesialis Mata 1.238 418 894 74 Spesialis Mata 1.728 326 1.465 63
Spesialis THT 1.084 335 807 58 Spesialis THT 1.675 169 1.527 21
Spesialis Jiwa 615 491 315 191 Spesialis Jiwa 543 170 437 64
Spesialis Saraf 1.211 378 896 63 Spesialis Saraf 1.584 177 1.448 41
Spesialis Paru 750 365 488 103 Spesialis Paru 893 164 763 34
Dr Umum 13.524 8.071 6.174 721 Dr Umum 13.718 9.201 5.722 1.205
Dr Gigi 2.572 2.001 968 397 Dr Gigi 3.067 2.209 1.376 518
Drg Spesialis 968 1.452 363 847 Drg Spesialis 970 1.123 519 672
Perawat 140.664 152.707 21.583 33.707 Perawat 72.825 127.690 10.633 65.499
Bidan 30.248 26.740 11.032 7.524 Bidan 17.612 25.138 4.811 12.337
Apoteker 6.267 7.600 1.528 2.861 Apoteker 6.082 8.695 1.911 4.524
Tng Teknis Farmasi 8.974 10.641 3.293 4.960 Tng Teknis Farmasi 6.058 11.255 2.313 7.510
Ahli Lab Medik 9.160 1.490 7.948 278 Ahli Lab Medik 6.003 1.993 4.895 885
Kesehatan Masyarakat 5.814 1.876 4.657 719 Kesehatan Masyarakat 1.347 2.160 870 1.683
Sanitarian 3.489 1.886 2.097 494 Sanitarian 1.080 2.212 355 1.487
Tenaga Gizi 5.588 2.380 3.684 476 Tenaga Gizi 1.901 3.097 646 1.856
TOTAL 246.397 231.480 71.793 56.957 TOTAL 160.646 210.853 51.370 101.591
SIRS Online, 31 Des 2017
2. KONSIL TENAGA KESEHATAN
INDONESIA ( KTKI )
Kondisi Saat Ini
Permasalahan:

1. Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dilaksanakan di


Propinsi sehingga data tidak pasti ;
• Divisi :
• Sertifikasi dan 2. Tugas pembinaan pengawasan belum optimal sehingga belum
Registrasi memberikan perlindungan kepada nakes;
KFN • Pendidikan dan
(Apoteker) Pelatihan 3. Beban kerja sangat banyak karena, mengelola 26 jenis Nakes 
berkelanjutan fasilitasi kegiatan dibantu oleh sekretariat yang ex officio ;
• Pembinaan dan
Pengawasan 4. MTKI dibantu oleh MTKP (Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi) 
yang juga ex officio dan merupakan tugas tambahan;

5. Diketemukannya STR Palsu yang beredar dimasyarakat dan


bahkan telah ditawarkan melalui media sosial secara terbuka.;
MTKI
(Nakes • Divisi : 6. Sistem administrasi dan sistem informasi yang belum terintegrasi
selain • Registrasi  masih diketemukan adanya STR ganda;
• Uji Kompetensi
Apoteker) : • Pembinaan 7. Belum optimal cleansing database sehingga terjadi overlap
26 jenis Profesi database;
nakes
8. Standar waktu penerbitan STR belum optimal .
STRUKTUR ORGANISASI PADA KFN DAN MTKI

Struktur Organisasi KFN Struktur Organisasi MTKI


(Permenkes 889/MENKES/PER/V/2011) (Permenkes 46 Tahun 2013)

KETUA
KETUA
SEKRETARIS

SEKRETARIS

DIVISI DIVISI DIVISI KOMITE


REGISTRASI PEMBINAAN UJI DISIPLIN
KOMPETENSI NAKES
PROFESI

DIVISI DIVISI DIVISI


SERTIFIKASI PENDIDIKAN PEMBINAAN
DAN DAN DAN MTKP
REGISTRASI PELATIHAN PENGAWAS (34 PROVINSI
BERKELANJUT AN
AN
Peraturan Perundangan Terkait KTKI
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga
Kesehatan

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan


Kefarmasian

Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2017 Tentang Konsil Tenaga


Kesehatan Indonesia (KTKI)

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 29 Tahun 2018 tentang


Organisasi Dan Tata Kerja Sekretariat Konsil Tenaga Kesehatan
Indonesia
UU No. 36 / 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
Pasal 34
• Untuk meningkatkan mutu Praktik Tenaga Kesehatan serta untuk
memberikan pelindungan dan kepastian hukum kepada Tenaga Kesehatan
dan masyarakat, dibentuk Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI).

• Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas
konsil masing-masing Tenaga Kesehatan.

Pasal 44

• (1) Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki STR.

• (2) STR sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) diberikan oleh konsil masing-masing Tenaga
Kesehatan setelah memenuhi persyaratan.
Standar Profesi, Standar Pelayanan Profesi,
dan Standar Prosedur Operasional
(UU No 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan)

Pasal 66

• Setiap Nakes dlm menjalankan praktik berkewajiban u/ mematuhi Standar


Profesi , Standar Pelayanan Profesi & Standar Prosedur Operasional

• Standar profesi & Standar Pelayanan Profesi untuk masing-masing jenis Nakes
ditetapkan o/ OP dan disahkan oleh Menteri

• Standar Prosedur Operasional ditetapkan o/ Fasyankes


Peraturan Presiden Nomor 90 tahun 2017 tentang Konsil Tenaga Kesehataan
(diundangkan pada tanggal 15 September 2017)

Lembaga Nonstruktural dan berkedudukan di


ibu kota negara Republik Indonesia
(Pasal 2 ayat (1)

Lembaga yang melaksanakan tugas


Bertanggung Jawab kepada secara independen yang terdiri atas
Presiden melalui Menteri
(Pasal 2 ayat(2)
KTKI konsil masing-masing Tebaga
Kesehatan
(Pasal 1 angka 1)

FUNGSI:
sebagai koordinator konsil masing-masing tenaga kesehatan.
TUGAS:
a. memfasilitasi dukungan pelaksanaan tugas konsil masing-masing tenaga kesehatan;
b. melakukan evaluasi tugas konsil masing-masing tenaga kesehatan; dan
c. membina dan mengawasi konsil masing-masing tenaga kesehatan.
(Pasal 3 ayat 1 dan 2)
Susunan Organisasi KTKI
(Pasal 4 Perpres 90/2017)

KTKI
Sekretariat

Konsil Konsil Konsil Gabungan Tenaga


Keperawatan Kefarmasian Kesehatan ( 33 Jenis Nakes)

Dalam hal diperlukan, Menteri dapat membentuk


konsil tersendiri di lingkungan KTKI bagi jenis
Tenaga Kesehatan tertentu yang tergabung dalam
Konsil Gabungan Tenaga Kesehatan .
(Pasal 7 Perpres 90/2017)
Susunan Organisasi KTKI
(Pasal 4 Perpres 90/2017)

• Ketua dan wakil ketua Konsil KTKI


Secara ex officio menjabat sebagai
anggota KTKI
Sekretariat
• Ketua dan Wakil Ketua dipilih dalam
Rapat Pleno

Konsil Keperawatan Konsil Kefarmasian Konsil Gabungan

Divisi Divisi Divisi


Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi
Standardisas Standardisas Standardisas
Registrasi Keprofesian Registrasi Keprofesian Registrasi Keprofesian
i i i

anggota anggota anggota anggota anggota anggota anggota anggota anggota


USULAN REVISI KTKI
SEKRETARIAT

Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil


Psikologi Konsil Konsil Kesling Konsil Konsil Teknik
Keperawatan Kebidanan Konsil Gizi Kesehatan Keterapian Keteknisian
Klinis Kesmas Kefarmasian Biomedik
Tradisional Fisik Medis

No. KELOMPOK TENAGA KESEHATAN JENIS TENAGA KESEHATAN


No. KELOMPOK TENAGA KESEHATAN JENIS TENAGA KESEHATAN
17 Fisioterapis
I PSIKOLOGI KLINIS 1 Psikologi Klinis 18 Okupasi Terapis
II PERAWAT 2 Perawat VIII TENAGA KETERAPIAN FISIK
19 Terapis Wicara
III BIDAN 3 Bidan 20 Akupuntur
4 Apoteker 21 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
IV KEFARMASIAN
5 Tenaga Teknis Kefarmasian
22 Teknik Kardiovaskuler
6 Epidemiolog Kesehatan
23 Teknisi Pelayanan Darah
7 Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku IX TENAGA KETEKNISIAN MEDIS 24 Refraksionis Optisien/Optometris

8 Pembimbing Kesehatan Kerja 25 Teknisi Gigi


26 Penata Anastesi
V TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT 9 Tenaga Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 27 Terapis gigi dan mulut
28 Audiologis
10 Tenaga Biostatistik dan Kependudukan 29 Radiografer
30 Elektromedis
11 Tenaga Kesehatan Reproduksi dan Keluarga 31 Ahli Teknologi Laboratorium Medik
X TENAGA TEKNIS BIOMEDIS
12 Tenaga Sanitasi Lingkungan 32 Fisikawan Medik
VI TENAGA KESEHATAN LINGKUNGAN 13 Entomolog Kesehatan 33 Radioterapis
14 Mikrobiolog Kesehatan 34 Ortotik Prostetik
15 Nutrisionis 35 Tenaga Kesehatan Tradisional Ramuan
VII TENAGA GIZI TENAGA KESEHATAN
16 Dietisien XI
TRADISIONAL
36 Tenaga Kesehatan Tradisional Keterampilan
Dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenang
KTKI dibantu oleh sekretariat
(Pasal 13 Perpres 90/2017)

Sekretariat berkedudukan di unit kerja di kementerian yang


menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi dan tata kerja sekretariat diatur dengan
Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.
STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT KTKI

SEKRETARIS

BAGIAN FASILITASI REGISTRASI,


STANDARDISASI DAN KEPROFESIAN BAGIAN HUKUM DAN ADMINISTRASI UMUM

SUBAG SUBAG SUBAG SUBAG


SUBAG HUKUM SUBAG PROGRAM
REGISTRASI STANDARDISASI KEPROFESIAN KEPEGAWAIAN DAN
DAN HUMAS DAN INFORMASI
UMUM
Fungsi KTKI: Koordinator konsil masing-masing Tenaga Kesehatan
Tugas KTKI:
Konsil A Konsil B Konsil C

Wewenang KTKI:

Sekretariat KTKI:
Fungsi:
• penyusunan rencana program dan kegiatan KTKI dan Sekretariat;
Sekretariat KTKI: • pelaksanaan dukungan registrasi Tenaga Kesehatan; c.
• pelaksanaan dukungan penyusunan standardisasi dan keprofesian Tenaga Kesehatan;
Tugas: melaksanakan pemberian • pelaksanaan penyusunan peraturan perundangundangan dan dukungan administrasi penegakan hukum
dukungan teknis dan administrasi KTKI dan disiplin Tenaga Kesehatan;
sesuai dengan ketentuan peraturan • pengelolaan data, informasi, dan hubungan masyarakat;
perundang-undangan • pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan KTKI dan Sekretariat; dan
• pelaksanaan administrasi KTKI dan Sekretariat
KONSIL TENAGA KESEHATAN INDONESIA (KTKI)
Pasal 3 Perpres 90/2017

Fungsi Tugas Wewenang

a. Memfasilitasi dukungan
pelaksanaan tugas konsil
masing-masing tenaga Menetapkan
kesehatan;
Koordinator perencanaan
konsil masing- b. Melakukan evaluasi tugas kegiatan untuk
masing Tenaga konsil masing-masing tenaga konsil masing-
kesehatan; dan
Kesehatan masing tenaga
c. Membina dan mengawasi kesehatan
konsil masing-masing tenaga
kesehatan

INDEPENDEN
Ketentuan lebih lanjut: dalam Peraturan Menteri
KONSIL MASING-MASING TENAGA KESEHATAN
Pasal 8 Perpres 90/2017

Fungsi Tugas Wewenang


a. menyetujui atau menolak permohonan
a. melakukan registrasi
registrasi;
Pengaturan, penetapan
b. melakukan pembinaan Nakes
dan pembinaan Tenaga b. menerbitkan atau mencabut surat tanda
dalam menjalankan praktik :
Kesehatan dalam Pembinaan teknis praktik registrasi;
menjalankan praktik keprofesian
Tenaga c. menyelidiki dan menangani masalah
Kesehatan untuk c. menyusun Standar Nasional yang berkaitan dengan pelanggaran
meningkatkan mutu Pendidikan Tenaga Kesehatan; disiplin;
pelayanan kesehatan
sesuai dengan bidang d. menyusun standar praktik dan
d. memberikan sanksi disiplin;
tugasnya. standar kompetensi Tenaga
Kesehatan; dan
a. memberikan pertimbangan pendirian
Dalam e. menegakkan disiplin praktik atau penutupan institusi pendidikan
Bidang Teknis Nakes Tenaga Kesehatan.
Keprofesian
INDEPENDEN
Ketentuan lebih lanjut: dalam Perkonsil masing-masing
Wewenang Anggota Konsil Dalam Penegakan
Disiplin (Pasal 31 Perpres 90/2017)
1. menyusun pedoman pelaksanaan tugas penegakan disiplin profesi;
2. menerima pengaduan penerima pelayanan kesehatan yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran disiplin
profesi Tenaga Kesehatan;
3. menolak pengaduan yang bukan kewenangan konsil masing-masing tenaga kesehatan;
4. menangani kasus dugaan pelanggaran disiplin profesi Tenaga Kesehatan dengan melakukan klarifikasi,
investigasi dan pemeriksaan disiplin termasuk meminta dan memeriksa rekam medis dan dokumen lainnya dari
semua pihak yang terkait pada tingkat pertama dan tingkat banding;
5. memanggil teradu, pengadu, sanksi-saksi dan ahli yang terkait dengan pengaduan untuk didengar
keterangannya;
6. memutuskan ada tidaknya pelanggaran disiplin profesi Tenaga Kesehatan pada tingkat pertama
7. menentukan dan memberikan sanksi disiplin profesi terhadap pelanggaran disiplin profesi Tenaga Kesehatan
pada tingkat pertama;
8. membuat laporan tentang monitoring dan evaluasi serta laporan pelaksanaan penegakan disiplin profesi Tenaga
Kesehatan
TUGAS DIVISI REGISTRASI
Tugas Uraian Tugas Ket

1. Menyiapkan cetak biru pelaksanaan dan Menyusun peraturan terkait pelaksanaan dan pengembangan Untuk mengakomodir 36 jenis tenaga
sistem registrasi, re-registrasi nakes; kesehata
pengembangan sistem registrasi dan re-
registrasi
Menyusun peraturan terkait pelaksanaan dan pengembangan
sistem registrasi nakes;
Menyusun peraturan pelaksanaan dan pengembangan sistem
re-registrasi dan resertifikasi nakes

2. Melakukan registrasi dan re-registrasi Melakukan sosialisasi mengenai STR; Untuk ..... Perguruan Tinggi di 34 provinsi,
36 jenis nakes dan ...... OP, .... AIP
nakes;
Menerima dan menyeleksi permohonan STR; Untuk 36 jenis tenaga kesehatan
Permohonan baru ± 313.698 setiap tahun
dan re-registrasi ±300.000
Melaksanakan pemberian dan pencabutan STR;

Membuat dan mengelola pembukuan STR;

3. Melakukan kerja sama dengan pemangku Koordinasi dengan pemangku kepentingan di Pusat dan Daerah Untuk 34 provinsi, 36 jenis nakes
dalam rangka pelaksanan dan pengembangan sistem registrasi
kepentingan terkait pelaksanaan dan
dan sertifikasi Tenaga Kesehatan
pengembangan sistem registrasi bagi
Tenaga Kesehatan;
4. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan Melakukan supervisi, monitoring, evaluasi dan pembinaan Untuk ....... Perguruan Tinggi di 34
pelaksanaan registrasi dan re-registrasi; dan provinsi, 36 jenis nakes
pengembangan sistem registrasi Nakes
Membuat laporan tentang monitoring dan evaluasi serta laporan Laporan bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan,
pelaksanaan registrasi secara berkala. tahunan dan 5 tahun
TUGAS DIVISI STANDARDISASI
Tugas Uraian Ket

1. Menyusun Standar Nasional Pendidikan Menyusun Standar Nasional pendidikan Tenaga Kesehatan; Untuk masing-masing konsil
mengakomodir 36 jenis tenaga
nakes; kesehatan
Menyusun pedoman pengembangan keprofesian berkelanjutan

Menyusun standar pengembangan pendidikan dan kompetensi nakes

2. Koordinasi dengan pemangku memberikan pertimbangan pendirian atau penutupan institusi pendidikan Tenaga Untuk 36 jenis tenaga kesehatan
Kesehatan
kepentingan dalam rangka pelaksanaan
dan pengembangan standardisasi Ikut serta dalam tim penyusunan standar kompetensi lulusan pendidikan nakes
pendidikan berkelanjutan dan kompetensi
nakes
3. Menyusun standar praktik dan standar Menyusun standar praktik tenaga kesehatan Untuk 36 jenis tenaga kesehatan
kompetensi Tenaga Kesehatan; dan
Menyusun standar kompetensi nakes

Menyusun Standar Kompetensi Kerja untuk seluruh nakes

Menyusun standar profesi nakes

Ikut serta dalam tim penyusunan standar pelayanan nakes

Ikut serta dalam tim penyusunan standar kompetensi jabatan fungsional kesehatan

4. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ikut serta dalam pelaksanaan uji kompetensi nakes
dan pengembangan standardisasi
Melakukan supervisi, monitoring, evaluasi dan pembinaan pelaksanaan Untuk 34 provinsi, 36 jenis nakes
pendidikan berkelanjutan dan standardisasi; dan
kompetensi nakes
Membuat laporan tentang monitoring dan evaluasi serta laporan pelaksanaan Laporan bulanan, 3 bulanan, 6
registrasi secara berkala. bulanan, tahunan dan 5 tahun
TUGAS DIVISI KEPROFESIAN
Tugas Uraian Tugas Ket

1. perumusan cetak biru pelaksanaan dan Menyusun pedoman pelaksanaan dan pengembangan dakam rangka pembinaan Untuk 35 jenis tenaga
kesehatan
pengembangan sistem pembinaan praktik praktik nakes
keprofesian nakes bersama para Menyusun pedoman pelaksanaan dan pengembangan dalam rangka pembinaan
pemangku kepentingan dalam rangka teknis keprofesian nakes
peningkatan mutu pelayanan praktik Menyusun pedoman pelaksanaan dan pengembangan dalam rangka pembinaan
nakes, perlindungan dan kepastian hukum organisasi profesi kesehatan
bagi masyarakat, dan nakes menyusun cetak biru penegakan disiplin praktik nakes

2. Melaksanakan dan mengembangkan Menyusun pedoman pelaksanaan an pengembangan pembinaan teknis praktik Untuk 35 jenis tenaga
keprofesian nakes kesehatan (melihat perpres 90
pembinaan teknis praktik keprofesian tahun 2017 pasal 31)
Nakes; Fasilitasi mediasi , harmonisasi dan koordinasi nakes yang bersinggungan praktik
keprofesian di masyarakat;

3. Menegakkan disiplin praktik Menyusun pedoman dan tata cara penanganan/penegakan disiplin praktik Untuk 35 jenis tenaga
nakes/kasus pelanggaran disiplin praktik nakes kesehatan
keprofesian Nakes (mengkoordinir
menerima pengaduan, pemeriksaan dan memutuskan kasus pelanggaran disiplin
adhoc Majelis Disiplin Nakes) praktik nakes yang diajukan masyarakat
menyelidiki dan menangani masalah yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin

memberikan sanksi disiplin bagi nakes yang melakukan pelanggaran disiplin;

4. Monitoring dan evaluasi Melakukan supervisi, monitoring, evaluasi , dan pembinaan atas pelaksanaan dan Untuk 34 provinsi, 35 jenis
pengembangan sistem pembinaan praktik keprofesian nakes nakes
pelaksanaan dan pengembangan
sistem pembinaan praktik Membuat laporan tentang monitoring dan evaluasi serta laporan pelaksanaan dan Laporan bulanan, 3 bulanan,
keprofesian nakes pengembangan sistem pembinaan praktik keprofesian nakes 6 bulanan, tahunan dan 5
tahun
DENGAN ADANYA KTKI DIHARAPKAN

1. Pemerintah akan memiliki data yang pasti mengenai jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan
di seluruh Indonesia dengan adanya kewajiban pelaksanaan registrasi bagi seluruh tenaga
kesehatan;  data jumlah STR

2. Pengelolaan registrasi lebih mudah dan terkendali serta cepat sehingga pelayanan publik
kepada tenaga kesehatan akan meningkat;  pengelolaan STR oleh masing-masing konsil

3. Peningkatan mutu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada


masyarakat, dikarenakan fokus KTKI terhadap kompetensi tenaga kesehatan;  Tugas
penyusunan standar praktik dan standar kompetensi Nakes

4. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan mutu tenaga kesehatan akan lebih dapat
menjangkau tenaga kesehatan yang tersebar sampai ke pelosok nusantara.  tugas penegakkan
disiplin praktik nakes

5. Pengendalian thd jumlah institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan  Tugas penyusunan Standar
Nasional Pendidikan Nakes
KETENTUAN PERALIHAN

Anggota KFN dan MTKI tetap


melaksanakan tugasnya sampai
dengan diangkatnya anggota konsil
masing-masing tenaga kesehatan
Tantangan Pembentukan KTKI
• Kelengkapan Regulasi :
- Revisi Perpres 90/2017 ttg KTKI
- Penyusunan Perpres Hak keuangan dan fasilitas anggota KTKI
dan konsil
- Permenkes ttg Fungsi, Tugas dan Wewenang KTKI
- Permenkes ttg pengenaan sangsi praktik Nakes
• Pelaksanaan Seleksi  Permenkes Pedoman Seleksi, Permenkes Panitia
Seleksi, Pelaksanaan
• Pemenuhan Sarana Prasarana  Gedung, Kendaraan, dan sarana kantor
lainnya
• Anggaran  Pembentukan Satker, penyediaan anggaran
• Alih / transfer MTKI dan KFN  KTKI
• Kepegawaian Sekretariat KTKI, dll
3. Bagaimana peran,
Fungsi dan Posisi
konsil kesehatan
masyarakat
???
Tenaga Kesehatan Masyarakat
(UU No. 36 tahun 2014 ttg Tenaga Kesehatan Pasal 11)

Tenaga Kesehatan Masyarakat terdiri atas :


1. Epidemiologi kesehatan
2. Tenaga promosi kesehatan dan ilmu
perilaku
3. Pembimbing kesehatan kerja
4. Tenaga administrasi dan kebijakan
kesehatan
5. Tenaga biostatistik dan kependudukan
6. Tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga 36
ORGANISASI PROFESI KELOMPOK KESH. MASY
NO JENIS TENAGA ORGANISASI PROFESI
1 Epidemiologi Kesehatan Perhimpunan Ahli Epidemiolog Kesehatan
(PAEI)

2 Tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku Perkumpulan Promotor dan Pendidik
Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI)

3 Pembimbing kesehatan kerja Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia


(PAKKI)

4 Tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan -

5 Tenaga biostatistik dan kependudukan -

6 Tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga -


USULAN REVISI KTKI
SEKRETARIAT

Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil


Psikologi Konsil Kesling Konsil Konsil Teknik
Keperawatan Kebidanan Konsil Gizi Kesehatan Keterapian Keteknisian
Klinis Kesmas Kefarmasian Biomedik
Tradisional Fisik Medis

No. KELOMPOK TENAGA KESEHATAN JENIS TENAGA KESEHATAN


No. KELOMPOK TENAGA KESEHATAN JENIS TENAGA KESEHATAN
17 Fisioterapis
I PSIKOLOGI KLINIS 1 Psikologi Klinis 18 Okupasi Terapis
II PERAWAT 2 Perawat VIII TENAGA KETERAPIAN FISIK
19 Terapis Wicara
III BIDAN 3 Bidan 20 Akupuntur
4 Apoteker 21 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
IV KEFARMASIAN
5 Tenaga Teknis Kefarmasian
22 Teknik Kardiovaskuler
6 Epidemiolog Kesehatan
23 Teknisi Pelayanan Darah
7 Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku IX TENAGA KETEKNISIAN MEDIS 24 Refraksionis Optisien/Optometris

8 Pembimbing Kesehatan Kerja 25 Teknisi Gigi


26 Penata Anastesi
V TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT 9 Tenaga Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 27 Terapis gigi dan mulut
28 Audiologis
10 Tenaga Biostatistik dan Kependudukan 29 Radiografer
30 Elektromedis
11 Tenaga Kesehatan Reproduksi dan Keluarga 31 Ahli Teknologi Laboratorium Medik
X TENAGA TEKNIS BIOMEDIS
12 Tenaga Sanitasi Lingkungan 32 Fisikawan Medik
VI TENAGA KESEHATAN LINGKUNGAN 13 Entomolog Kesehatan 33 Radioterapis
14 Mikrobiolog Kesehatan 34 Ortotik Prostetik
15 Nutrisionis 35 Tenaga Kesehatan Tradisional Ramuan
VII TENAGA GIZI TENAGA KESEHATAN
16 Dietisien XI
TRADISIONAL
36 Tenaga Kesehatan Tradisional Keterampilan
Fungsi Konsil Kesehatan Masyarakat

Pengaturan, penetapan dan pembinaan


tenaga kesehatan masyarakat dalam
menjalankan praktik untuk meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan
bidang tugasnya.
Tugas Konsil Kesehatan Masyarakat

1. Melakukan registrasi
2. Melakukan pembinaan tenaga kesh. masy. dalam
menjalankan praktik  pembinaan teknis praktik
keprofesian
3. Menyusun standar nasional pendidikan tenaga kesehatan
masyarakat;
4. Menyusun standar praktik & standar kompetensi tenaga
kesh. masy; dan
5. Menegakkan disiplin praktik bagi tenaga kesh. masy
Wewenang Konsil Kesehatan Masyarakat

1. Menyetujui / menolak permohonan registrasi;


2. Menerbitkan / mencabut surat tanda registrasi;
3. Menyelidiki & menangani masalah yang berkaitan
dengan pelanggaran disiplin;
4. Memberikan sanksi disiplin;
5. Memberikan pertimbangan pendirian / penutupan
institusi pendidikan tenaga kesehatan.
Unsur Konsil Masing-masing Tenaga Kesehatan

1. Perwakilan Kementrian Kesehatan


2. Perwakilan Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi
3. Organisasi Profesi
4. Kolegium
5. Asosiasi Institusi Pendidikan Kesehatan
6. Asosiasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan
7. Tokoh Masyarakat
1. Penyiapan Usulan Calon Anggota Konsil Kesehatan
Masyarakat

Menyiapkan 2 x 4 orang calon anggota konsil yg berasal dari OP

Menyiapkan 2 x 4 orang calon anggota konsil yg berasal dari


kolegium

Calon yg diajukan memenuhi persyaratan yg berlaku


SESUAI PERMENKES NO. 2 TAHUN 2018
TENTANG TATA CARA PENGUSULAN CALON ANGGOTA KONSIL MASING-MASING
TENAGA KESEHATAN

PASAL 6 PASAL 7
NO
PERSYARATAN TAMBAHAN UNTUK CALON
PERSYARATAN ANGGOTA KONSIL
ANGGOTA DARI UNSUR MASY
1 Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia Mempunyai komitmen yg tinggi untuk
kepentingan masyarakat
2 Cakap, jujur, memiliki moral, etika dan integritas yang tinggi serta Berwawasan nasional
memiliki reputasi yang baik
3 Warga negara Republik Indonesia Memahami masalah kesh
4 Sehat jasmani dan rohani Bukan mrpkn Nakes
5 Berkelakuan baik
6 Pernah melakukan praktik Nakes paling sedikit 10 tahun dan
memiliki STR, kecuali untuk wakil dari masy
7 Melepaskan jabatan struktural (dlm Pemerintahan, Ka. OP, Ka.
Kolegium, Ka. AIP, Ka. Asosiasi Fasyankes) pd saat diangkat dan
selama mjd anggota konsil masing2 nakes
Seluruh Anggota Konsil Pada KTKI diwajibkan menjalankan tugas dan
fungsinya dipersyaratkan untuk:

1) Melepaskan jabatan struktural baik dalam pemerintahan, ketua organisasi


profesi, ketua kolegium, ketua asosiasi institusi pendidikan dan ketua asosiasi
fasilitas pelayanan kesehatan pada saat diangkat dan selama menjadi Anggota
Konsil Pada KTKI,

2) Bersedia diberhentikan dari jabatan organiknya tanpa kehilangan status sebagai


Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi Anggota Konsil Pada KTKI yang berstatus sebagai
PNS.
PENGUSULAN CALON ANGGOTA KONSIL MASING2 TENAGA KESEHATAN KEPADA MENTERI
Pasal 9 s/d Pasal 20
Calon anggota 2
diusulkan paling lambat 3  Perwakilan Kemenkes
6 bulan sbelum masa Menkes  Perwakilan Kemenristekdikti
bakti periode berjalan 2 x jumlah
Seleksi oleh calon anggota
berakhir
4 Kepala Badan PPSDM Kes
2 KTKI UNTUK PERTAMA KALI :
Usulan 4x
 Pengusulan kepada Menkes melalui
Usulan Seleksi terdiri atas : Kepala Badan PPSDM Kes
jumlah calon
dikembalikan  Seleksi administrasi  Calon anggota konsil yg berasal dr
anggota
1  Tes potensi
Ket : tokoh masy. Diusulkan oleh Ka.
 OP 5 Badan kpd Menkes
Setelah LULUS
 Kolegium
dilakukan Pengusulan paling
 AIP Kesehatan TIDAK LULUS
pemilihan sesuai lambat 2 bulan CATATAN :
 Asosiasi Fasilitas Pelayanan sblm masa bakti
mekanisme di  Jika calon anggota konsil masing2
Kesehatan periode berjalan
lingk masing2 Nakes tdk lulus seleksi , maka
 Tokoh Masyarakat berakhir pimpinan masing2 unsur dapat
unsur
mengusulkan kembali calon kepada
6 Ditetapkan oleh Menkes
Menkes.
Usulan dg melampirkan : untuk diusulkan kepada  Dan jika tdk ada usulan yg sesuai
 Data diri yg bersangkutan Presiden dg ketentuan hingga batas waktu yg
 FC KTP ditetapkan, maka Menkes dpt
 Surat ket. sehat dr dokter yg menunjuk & menetapkan calon
memiliki izin praktik di fasyankes anggota konsil untuk diusulkan kpd
milik Pemerintah/ Pemda Presiden
 SKCK  Jika calon anggota konsil masing2
 Surat pernyataan Nakes dr unsur tokoh masy tdk
 SK kepangkatan terakhir bagi calon lulus seleksi, maka Menkes dapat
yg berstatus PNS menunjuk & mengusulkan calon lain
 Ket. Lainnya yg diperlukan kpd Presiden.
2. Persiapan pelaksanaan registrasi bagi tenaga Kesh.
Masy
 Mempersiapkan diri untuk melaksanakan registrasi baik untuk register
baru maupun register ulang  Manual, On-line, Onsite dan e-STR
 Melakukan verifikasi dan validasi data
 Melakukan up-date data
 Memutuskan permohonan STR  menolak atau memproses usulan
 Penatausahaan usulan registrasi  s.d memberikan nomor registrasi
 Mengecek & menandatangani STR
 Mempertanggung-jawabkan data registrasi
 Melakukan pengecekan data registrasi ulang dari CPD online
Data Penerbitan STR Tahun 2012 s/d 31 Agustus 2018
No Jenis tenaga kesehatan Jumlah
1 Perawat 738,188
2 Bidan 658,510
3 Fisioterapis 17,618
4 Terapis gigi dan mulut 31,746
5 Refraksionis/Optisien 7,004
6 Terapis Wicara 2,064
7 Radiografer 19,903
8 Okupasi Terapis 1,718
9 Gizi 47,422
10 Rekam Medis 22,123
11 Teknik Gigi 2,110
12 Kesehatan Lingkungan 32,777
13 Elektromedis 7,782
14 Ahli Teknik Laboratorium Medis 66,304
15 Penata Anastesi 6,309
16 Akupuntur Terapis 962
17 Fisikawan Medis 624
18 Ortotis Prostetis 497
19 Tranfusi Darah 2,274
20 Teknik Kardiovaskular 125
21 Kesehatan Masyarakat 61,196
22 Promotor Kesehatan 106
23 Epidemiologi 32
24 Psikologi Klinis 1,681
25 Tradisional Komplementer 206
26 Audiologis 70
Total 1,729,351
Data Jumlah Lulusan Tenaga Kesehatan tahun
2014-2016
Jumlah Lulusan
No Jenis Tenaga Kesehatan*
2014 2015 2016
1 Tenaga Keperawatan 81,966 79,764 145,009
67,932 61,786 99,415 Data ini
2 Tenaga Kebidanan
memperkirakan
10,991 10,583 10,664
3 Tenaga Kefarmasian jumlah registrasi
4 Tenaga Kesehatan Masyarakat 14,606 15,538 27,630 yang
dilaksanakan
5 Tenaga Kesehatan Lingkungan 1,511 1,544 3,627
setiap tahun
6 Tenaga Gizi 3,281 3,708 7,581

7 Tenaga Keterapian Fisik 1,497 1,714 3,313

8 Tenaga Keteknisian Medis 2,568 2,791 4,616

9 Tenaga Teknik Bio Medika 6,525 6,055 11,805

10 Tenaga Kesehatan Tradisional 44 48 38

Jumlah 190,921 183,531 313,698


3. Pembinaan Tenaga Kesh. Masy
Untuk tetap menjaga kompetensi dan penambahan pengetahuan maupun
keterampilan tenaga Kesehatan Masyarakat dlm memberikan pelayanan kepada
Masyarakat. Pembinaan jg sbg upaya menjaga kompetensi utk memperpanjang STR.
Bentuk kegiatan :
 Bekerjasama dengan lembaga pendidikan/perguruan tinggi untuk mengadakan
pelatihan di Provinsi dan lainnya
 Menyelenggarakan sosialisasi, workshop di tingkat provinsi (webinar, youtube,
seminar)
 Mendorong untuk mengadakan Binwas terhadap tenaga kesh. masy. di tingkat kab,
kec sampai kel/desa.
 Pembuatan e-learning sebagai bahan pembelajaran
 Memantau data CPD porthofolio
 Monev pelaksanaan praktik tenaga kesh. masy.
4. Menyusun Standar Pendidikan Nasional Tenaga
Kesh. Masy
Menurut Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar
Nasional Pendidikan Tinggi, maka Standar Nasional Pendidikan
yg disusun terdiri atas :
Standar kompetensi lulusan;
Standar isi pembelajaran;
Standar proses pembelajaran;
Standar penilaian pembelajaran;
Standar dosen dan tenaga kependidikan;
Standar sarana dan prasarana pembelajaran;
Standar pengelolaan pembelajaran; dan
Standar pembiayaan pembelajaran.
4. Menyusun Standar Pendidikan Nasional Tenaga
Kesh. Masy
Bekerjasama dengan stakeholders dan OP menyusun standar
Pendidikan Nasional tenaga Kesehatan Masyarakat sesuai
dengan aturan.
Bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk menyusun dan
menerapkan kurikulum Pendidikan KesMasy
Melakukan revieu, monev implementasi standar Pendidikan
nasional tenaga kesmays
Menyusun perubahan standar Pendidikan nasional Pendidikan
di PT dan menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan
5. Menyusun Standar Kompetensi & Standar Praktik

Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal


tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam
rumusan capaian pembelajaran lulusan
Bekerjasama dengan OP dan Stakeholders dlm penyusunan
Standar kompetensi sesuai dengan ketentuan
Mengusulkan Standar Kompetensi untuk di sahkan sesuai
ketentuan
5. Menyusun Standar Kompetensi & Standar Praktik

Standar praktik yg disusun merupakan kriteria minimal saat


melaksanakan praktikum, praktik studio, praktik bengkel, atau
praktik lapangan

Memfasilitasi dan bekerjasama dengan lembaga pelayanan spt


Puskesmas atau Rumah Sakit untuk menyusun standar praktek
tenaga kesehatan masyarakat.

Mengusulkan standar praktik untuk pengesahan sesuai


ketentuan
6. Menegakkan Praktik Disiplin Tenaga Kesh. Masy

Jika permasalahan yg terjadi terkait pelanggaran kode etik


maka diselesaikan oleh OP, namun jika masalah yg terjadi antar
OP maka yang menjadi mediator adalah KTKI.

Menerima laporan / pengaduan adanya pelanggaran oleh


tenaga kesehatan
Membentuk majelis yang bersifat ad-hoc
6. Menegakkan Praktik Disiplin Tenaga Kesh. Masy

Jika permasalahan yg terjadi terkait pelanggaran kode etik


maka diselesaikan oleh OP, namun jika masalah yg terjadi antar
OP maka yang menjadi mediator adalah KTKI.

Konsil Tenaga Kesh. Masy akan menetapkan sanksi disiplin


profesi, berupa :
»Pemberian peringatan tertulis
»Rekomendasi pencabutan STR atau surat izin prakti dan atau
»Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan dininstitusi
pendidikan kesehatan
JUMLAH ANGGOTA KONSIL MASING-MASING TENAGA KESEHATAN

N Perwakilan Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil Konsi Kon Konsil Konsil Konsil Konsil Tot
o Kepera Kefarmas Kebidan Psikolo kesm l sil keterapi keteknis teknik kestra al
watan ian an gi as keslin Gizi an fisik ian biomedi d
klinis g medis k
1 Perwakilan 1 11
Kemenkes
2 Perwakilan 1 11
Kemenristekdikti

3 Organisasi Profesi 4* 32
Kesehatan

4 Kolegium 4* 25

5 Asosiasi Institusi 1 11
Pendidikan
Kesehatan

6 Asosiasi Fasilitas 1 11
Pelayanan
Kesehatan

7 Tokoh Masyarakat 1 11

Total jumlah 13 113