Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Burung kenari merupakan salah satu burung ternak yang mempunyai harga jual
tinggi dan stabil. Kicauan yang merdu, variasi dan kombinasi warna yang unik dan
menarik membuat burung ini banyak digemari. Dari situlah timbul peluang untuk
mencoba berternak burung kenari. Karena harganya pun memiliki nilai ekonomis yang
tinggi dan dapat dijadikan usaha yang terus dikembangkan.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana arah pemasaran burung kenari ?
b. Siapa saja pelaku yang terlibat dalam proses pemasaran ?
c. Apa saja kendala yang dihadapi pada proses pemasaran ?
d. Bagaimana upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut ?

1.3 Tujuan

Untuk mengetahui arah pemasaran burung kenari dan pelaku yang terlibat, kendala
yang dihadapi serta bagaimana upaya untuk mengatasi kendala pada pemasaran burung
kenari.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Arah dan Strategi Pemasaran

Burung kenari yang siap dipasarkan memiliki ciri-ciri berusia minimal 6 bulan, sudah
gacor, sehat, dan tidak cacat fisik. Beberapa piyikan burung kenari juga dijual, namun
harganya tidak terlau tinggi. Burung kenari tersebut akan dijual di toko pemilik dan pasar
jual burung kenari. Harga jual burung kenari disesuaikan dengan jenis dan kualitasnya.
Berikut ini daftar harga burung kenari:

Harga Kenari Yorkshire Rp 4.500.000 – Rp 10.000.000

Harga Kenari Lanchasire Rp 5.000.000 – Rp 8.000.000

Harga Kenari Giant Crested Rp 1.500.000 – Rp 5.000.000

Harga Kenari Norwich Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000

Harga Kenari Agate Rp 450.000 – Rp 1.500.0000

Harga Kenari Spanish Timbardo Rp 500.000 – Rp 2.000.000

Harga Kenari Fancy Rp 500.000 – Rp 1.500.000

Harga Kenari Gloster Rp 500.000 – Rp 1.500.000

Harga Kenari Mozaic Rp 500.000 – Rp 1.300.000

Harga Kenari Holland Rp 350.000 – Rp 650.000


Cara menetapkan keuntungan dari hasil jual burung kenari. Contoh burung kenari
Holland.

a. Modal tidak habis pakai


1. Sangkar : Rp 200.000 (ukuran 30 x 30 cm)
2. Sepasang indukan : Rp 800.000

JUMLAH Rp 1.000.000

b. Modal habis pakai


1. Pakan (biji) : Rp 20.000 (300 gr)
2. Sayur Mayur : Rp 30.000
3. Pakan tambahan : Rp 35.000 (telur puyuh dan kroto)

JUMLAH Rp 85.000

c. Gaji Tenaga Kerja Rp 420.000

TOTAL Rp 1.505.000

Harga 1 burung kenari Holland Rp 650.000 bertelur 3 kali dalam 6 bulan


dalam 1 periode bertelur 4 butir telur.

Pendapatan 6 bulan 3 x 4 x 650.000 = 7.800.000

Keuntungan gunakan 1 induk Rp 7.800.000 – Rp 1.505.000 = Rp 6.295.000


maka keuntungan perbulan adalah 6.295.000/6 = Rp 1.049.166
2.2 Pelaku
1) Pemilik
Pemilik sebagai orang yang memiliki pembudidayaan burung kenari sekaligus
penjual burung kenari di toko.
2) Pembeli
Pembeli sebagai seseorang yang membeli burung kenari. Pembeli juga bisa disebut
sebagai pelanggan jika pembeli tersebut sering membeli.
3) Jasa transportasi
Sebagai penyedia transportasi untuk memasarkan burung kenari ke pasar burung.

2.3 Kendala-kendala yang dihadapi


Dalam beternak kenari tentu banyak persoalan yang harus dihadapi. P​eternak kenari
yang sukses/berhasil adalah peternak yang mampu menyelesaikan kendala dalam
beternak, dan beternak sendiri penuh dengan tantangan/kendala. Tidak pernah ada
beternak kenari tanpa hambatan atau kita mendahului hambatan maka dari itu kita harus
meghadapi hambatan/kendala tersebut dan jangan pernah meninggalkannya.
Berikut beberapa kendala yang dihadapi saat beternak kenari :
1. Melihat harga jual burung kicauan yang begitu menggiurkan, banyak peternak
pemula yang langsung terjun ke dunia peternakan burung kicauan tersebut dengan
skala besar tanpa menyadari resiko besar sedang mengintai peternakan yang di
jalaninya. Jika modal yang di gunakan adalah modal pribadi, kegagalan dalam
peternakan tentu tidak terlalu menjadi masalah. Tapi kalau modal yang di gunakan
untuk membuka usaha peternakan burung kicauan adalah modal dari bank, akan
banyak masalah yang di hadapi ketika peternakan yang di jalani tidak memberikan
keuntungan dalam jangka waktu yang sudah di perkirakan.
2. Piyikan berhasil hidup sampai remaja tetapi harga jualnya rendah/tidak laku. Pangsa
pasar perburungan juga senantiasa mengalami dinamika artinya bisa naik turun
dengan berbagai sebab. Pecinta burung kenari pun tidak bisa kita prediksi
sebelumnya. Kadang pecinta burung kenari semakin banyak dan permintaan tinggi
harganya pun ikut tinggi, tetapi suatu ketika sepi peminat dan antusias peminat kenari
menurun harga kenari pun menjadi turun/rendah.

2.4 Upaya yang dilakukan untuk menghadapi kendala


1. Memperhitungkan darimana modal didapat dan harus mengidentifikasi dampak
yang akan dihadapi, baik itu modal sendiri atau modal pinjaman dari bank.
2. Jika terjadi hal demikian, maka dapat memilih sikap dengan resiko berbeda-beda.
a. Mengikuti arus pasar, artinya pada saat sepi peminat maka burung kenari
hasil breeding dijual sesuai situasi pasar. Karena semurah-murahnya harga
jual bakalan burung kenari jika dihitung secara ekonomi peternak tetap masih
untung.
b. Tetap bertahan dengan harga normal walaupun peminat/pangsa pasar
menurun. Jika kenari belum laku, berarti pemilik siap membesarkan piyikan
tersebut sampai usia remaja atau dewasa yang berarti harga jualnya tentu
akan semakin tinggi.
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan
Menjalankan sebuah usaha dengan modal 100% dari bank memiliki resiko yang
besar. Dimana kita harus siap menanggung kemungkinan terburuk dari pilihan usaha.
Akan tetapi apabila berhasil meminimalisir resiko tersebut, maka peluang keberhasilan
usaha peternakan tersebut sama dengan hasil usaha peternakan yang di jalankan dengan
modal yang tidak berkaitan dengan bank.Modal dari bank atau modal dari tabungan
sendiri, pada hakekatnya adalah sama. Sama-sama mempunyai resiko gagal, dan
sama-sama mempunyai resiko berhasil. Modal sendiri jika gagal, kita tetap harus
menutupi kegagalan dengan mengumpulkan modal lagi. sementara modal bank jika
gagal, kita juga harus tetap membayar cicilan setiap bulannya.
Kesuksesan wirausaha peternakan burung kicauan, tidak hanya bertumpu pada satu
titik di mana seorang peternak memproduksi burung kicauan dan dapat menjaga
produktifitas peternakannya dengan baik. Namun kesuksesan seorang peternak burung
kicauan, terletak pada seberapa besar hasil peternakannya diinginkan oleh pasar. Semakin
besar keinginan pasar terhadap hasil peternakannya, maka semakin besar peluang
kesuksesan seorang peternak burung kicauan.
3.2 Saran
Pada umumnya kenari mudah diternakan, namun tentu dalam hal berbudidayanya
kita dianjurkan serius dan tidak main-main. Untuk hal pemasaran, peternak perlu update
informasi mengenai perubahan harga dan pangsa pasar yang terus berubah seiring
berjalannya waktu. Sebagai tambahan, untuk merpertahankan eksistensi pemasaran
diperlukan inovasi-inovasi kecil namun unik yang akan menjadi daya tarik tersendiri dan
membuat penasaran para pecinta kenari.

DAFTAR PUSATAKA

http://www.wiraternak.com/2015/09/kendala-utama-wirausaha-ternak-burung.html

http://wyw1d.blogspot.co.id/2013/03/kendala-beternak-burung-kenari-pemula.html

http://kenarimerah.com/2015/06/penyebab-kegagalan-ternak-kenari/

http://www.budidayakenari.com/2015/01/tips-mengurangi-resiko-kematian-kenari.html