Anda di halaman 1dari 17

MATERI 3

PENGELOLAAN
POKTAN
BINA KELUARGA
REMAJA

KONSEP BINA KELUARGA REMAJA

1
BKR

Program Bina Keluarga Remaja (BKR) adalah kegiatan bersama


yang dilakukan oleh kader dengan orangtua atau anggota
keluarga lainnya yang mempunyai anak dan remaja.

APA TUJUAN BKR

Meningkatkan pengetahuan, sikap, perilku dan keterampilan


orangtua dang anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh
kembang anak dan remaja, baik fisik maupun intelektual,
kesehatan reproduksi, mental, emosional, sosial dan moral
spiritual secara seimbang melalui komunikasi efektif antara
orangtua atau keluarga dengan remaja

APA MANFAAT BKR

Orangtua remaja dan anggota keluarga lain mengetahui tahap


pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja serta mampu
memenuhi kebutuhan asah, asih dan asuh.

MENGAPA KELUARGA BERPERAN PENTING DALAM


PEMBINAAN ANAK DAN REMAJA

1. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang


mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan anak
2. Keluarga merupakan contoh atau teladan bagi anak
3. Keluarga merupakan teman atau sahabat yang mampu
memberikan informasi yang benar dan dapat diajak tukar
pendapat
4. Keluarga merupakan konselor yang dapat memberikan
bimbingan agar anak mandiri dan mampu mengambil
keputusan terbaik bagi dirinya
2
5. Keluarga merupakan komunikator yang mampu
menciptakan komunikasi yang baik dan terbuka denagn anak
dan remaja

PERAN ORANGTUA
DALAM PEMBINAAN ANAK REMAJA

3
1. Sebagai PENDIDIK
Memberikan bimbingan dan arahan kepada anak remaja
untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi

2. Sebagai PANUTAN
Orang tua menjadi model/panutan dan teladan bagi anak
remajanya.

3. Sebagai PENDAMPING
Memberikan pendampingan agar anak remaja tidak terlibat
dalam pergaulan yang merugikan.

4. Sebagai KONSELOR
Membantu anak remaja menghadapi masa-masa sulit dan
menyelesaikan masalah.

5. Sebagai KOMUNIKATOR
Sumber informasi, serta teman yang dapat diajak bicara
tentang kesulitan atau masalah anak remaja.

TUMBUH KEMBANG ANAK REMAJA

Perubahan Fisik

1. Kulit dan rambut mulai berminyak serta tumbuh


jerawat pada wajah
2. Keringat bertambah banyak
3. Tubuh bertambah berat dan tinggi
4. Tumbuh rambut disekitar alat kelamin dan ketiak
5. Tumbuh jakun dan suara bertambah besar ,dan
mengalami mimpi basah (laki-laki)

4
6. Payudara mulai membesar dan mengalami Haid
untuk pertama kalinya (perempuan)

Perubahan Emosional/Psikologis

1. Timbul rasa tertarik pada lawan jenis


2. Remaja wanita selalu ingin mempercantik diri dan
pria terdorong untuk menunjukkan kejantanannya
3. Timbul rasa tidak percaya diri (rendah diri, malu,
cemas, bimbang) dan salah tingkah
4. Bagi remaja perempuan, saat menjelang haid
biasanya menjadi perasa, mudah sedih, marah dan cemas
tanpa alasan.

Perubahan Tingkah Laku

1. Anak remaja lebih senang berkumpul di luar rumah


dan mudah terpengaruh teman
2. Sering membantah orangtua dan kurang
pertimbangan
3. Ingin menonjolkan diri

PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL


KEPADA ANAK REMAJA

5
Nilai-nilai moral sebagai dasar dari norma yang dianut keluarga
perlu diberikan kepada remaja, penerapannya dilaksanakan
melalui 8 fungsi keluarga, agar remaja berprilaku baik sesuai
dengan norma-norma dalam keluarga maupun masyarakat.

Nilai-nilai moral yang perlu dimiliki anak remaja antara lain,


yaitu:

1. Keimanan dan ketaqwaan


Kepercayaan akan adanya Tuhan YME dan mengamalkan
segala yang diperintahkan serta menghindari segala
laranganya, Taat menjalankan dan melakukan ibadah.

2. Kerajinan dan Keuletan


Kemampuan untuk terus berusaha dan tidak mudah putus asa
dalam meraih keberhasilan serta tidak menyerah ketika
mengalami kegagalan.

3. Kepedulian
Sikap peduli sosial terhadap siapa saja tanpa membedakan
suku, agama, dan jender yang akan menciptakan
keseimbangan hidup dalam keberagaman.

4. Disiplin dan bertanggung jawab


Sikap untuk selalu menepati janji, berani bertanggung jawab
atas segala tindakan, jujur, sportif, dan menjunjung nilai-nilai
kebaikan.

5. Sopan santun
Perilaku yang dapat membuat seseorang dihargai dan
dihormati orang lain.

6
6. Kasih sayang
Rasa kasih terhadap sesama yang tulus dan ikhlas.

7. Percaya diri
Perasaan nyaman dengan diri sendiri, meskipun tidak
sepandai ataupun sehebat orang lain.

8. Kebanggaan
Sikap menghargai diri sendiri atas segala tugas yang telah
selesai dilaksanakan secara bijaksana sesuai prestasi yang
telah dicapai.

9. Kreativitas
Memiliki banyak ide/gagasan untuk menghasilkan karya-karya
baru yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain.

10. Kebersihan
Keadaan diri dan lingkungan yang bebas dari kotoran, sampah
dan polusi.

KOMUNIKASI EFEKTIF ORANGTUA DAN


ANAK REMAJA

Membangun hubungan harmonis dengan anak remaja

1. Terbuka membicarakan apa saja yang berhubungan


dengan permasalahan anak remaja
2. Bersikaplah tenang dan tidak menggurui dalam
berbicara kepada anak remaja
3. Mendengarkan, memahami perasaan anak dan
jangan memotong penjelasan yang diberikan anak

7
4. Merespon pembicaraan dengan baik dan memahami
perasaaan anak remaja
5. Bila perlu minta bantuan tenaga ahli (guru, bidan
dan lainnya) bila tidak mampu menyelesaikan masalah
6. Berbicara dengan menggunkan bahasa anak remaja

Kunci pokok dalam berkomunikasi dengan remaja :

a. Mendengar supaya remaja mau bicara


b. Menerima dahulu perasaan remaja
c. Bicara supaya didengar

Beberapa gaya komunikasi yang menghambat komunikasi


dengan remaja.

1. Memerintah
2. Menyalahkan
3. Meremehkan
4. Membandingkan
5. Memberi Cap
6. Mengancam
7. Menasehati
8. Membohongi
9. Menghibur
10. Mengkritik
11. Menyindir
12. Menganalisa

Tujuan orangtua mengenal diri sendiri :

a. Orangtua bisa menerima diri sendiri apa adanya,


sehingga tahu apa yang harus dirubah.
8
b. Orangtua lebih percaya diri dan mudah menerima
remajanya dri segala kekurangan dan kelebihannya.

Perasaan apa yang sering menimpa remaja :

a. Perasaan negatif

Marah, kesal, bosan, bingung, kecewa, frustasi merasa


tidak diperhatikan, ragu-ragu, tidak nyaman, merasa tidak
dicintai dl

b. Perasaan positif

Berani, puas, yakin pada kemampuan diri, senang,


berminat, bangga, hebat dsb.

Prinsip-prinsip komunikasi efektif

- Bisa memahmi bahas tubuh


- Mendengar aktif

1. Bahasa tubuh penting karena;

- Sangat menentukan makna dalam komunikasi


interpesonal
- Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat
bahasa tubuh dibandinkan dengan bahasa verbal
- Pesan bahasa tubuh menyampaikan makna dan
maksud yang relatif bebas dari kerancuan
- Pesan bahasa tubuh merupakan cara komunikasi
yang efektif dan efisien

2. Mendengar Aktif
9
- Adalah cara mendengar dan menerima perasaan
serta memberi tanggapan yang bertujuan menunjukkan
kepada remaja bahwa pesannya sungguh-sungguh dapat
dipahami
- Mendengar aktif digunakan terutama pada saat-saat
remaja mengalami masalah

Keuntungan :

- Anak merasa dirinya diterima dan dipahami


- Anak mau mendengar orangtua

Pesan kamu dan pesan saya

- Pesan kamu adalah cara orangtua berkomunikasi dengan


terbiasa menggunakan bahasa kamu
- Pesannya lebih menekankan perasaan dan kepedulian
orangtua sebagai akibat perilaku anak sehingga anak belajar
bahwa setiap perilaku mempunyai akibat terhadap orang lain.

Menentukan masalah siapa :

Tujuan

- Orangtua tidak mungkin menjadi seseorang yang


mampu memecahkan masalah
- Orangtua harus mengajarkan pada remaja rasa
tangungjawab dalam memecahkan masalahnya sendiri
- Orangtua perlu membantu remaja untuk tidak terlalu
ikut campur urusan orang lain
- Remaja perlu belajar mandiri

Manfaat Menentukan Siapa

10
Orangtua dapat mengetahui apa yang harus dilakukannya
sehingga ia bisa memutuskan apakah membiarkan anak
mengatasinya sendiri atau membantu apabila perlu.

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Kesehatan Reproduksi merupakan suatu keadaan sehat secara


fisik, mental dan sosial secara utuh pada semua hal yang
berhubungan dengan sistem, fungsi serta reproduksi, dan bukan
hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan.

Alat Reproduksi

Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam


proses melanjutkan keturunan.

Menstruasi/Haid

Merupakan luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak


mengandung pembuluh darah. Peristiwa ini terjadi setiap bulan
yang berlangsung selama kurang lebih 3-7 hari. Apabila anak
remaja sudah haid berarti sudah siap untuk melaksanakan proses
reproduksi.

Mimpi Basah

11
Peristiwa ejakulasi (pengeluaran air mani) pada saat tidur krena
testis dan salurannya terisi sperma. Ejakulasi pertama yang
dialami anak remaja merupakan tanda anak remaja telah siap
melaksanakan proses reproduksi. Apabila hal ini terjadi pada saat
berhubungan seks sperma yang dikeluarkan dapat membuahi sel
telur wanita dan dapat menyebabkan kehamilan.

Cara menghindari kehamilan remaja:

Yang perlu ditekankan orangtua pada anak remajanya:


1. Berani dan tegas mengatakan TIDAK, bila ada yang
mengajak berhubungan seks sebelum menikah
2. Tidak melakukan hubungan seks pada masa remaja
3. Menahan diri pada saat berpacaran dan hindari sikap-sikap
yang menimbulkan rangsangan
4. Seks bukan satu-satunya cara untuk mengungkapkan
kasih sayang kepada pasangan.
5. Hubungan seksual diluar nikah “Dilarang” agama, sosial
dan budaya

Bagaimana orangtua menyikapi perilaku anak bila


mengalami dorongan seksual terlalu dini ?

1. Ajarkan anak untuk minta izin bila akan masuk ke kamar


orangtuanya
2. Memisahkan tempat tidur anak dari orangtua dan
saudaranya.
3. Melarang anak tidur tengkurap
4. Membiasakan anak menundukkan pandangan dan
menutup aurat
5. Hubungan seksual di masa remaja, tidak baik dilakukan
karena secara kesehatan reproduksi dapat memungkinkan
terkena kanker rahim
12
6. Hasrat untuk berhubungan seksual masa remaja untuk
dihindari, dengan mengendalikan dorongan seksual

Pengetahuan Dan Keimanan Adalah Benteng Dari Pengaruh


Buruk Lingkungan.

HIV/AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus)


Adalah sejenis virus yang dapat menurunkan sistem kekebalan
tubuh.

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)


Adalah suatu kumpulan gejala penyakit diakibatkan masuknya
virus HIV yang menurunkan sistem kekebalan tubuh.

A. Cara penularan:

1. Hubungan seksual yang tidak aman (berganti-ganti


pasangan, tidak menggunakan kondom)
2. Penggunaan jarum suntik, jarum tindik, alat tatoo
yang dapat menimbulkan luka dan tidak disterillkan
3. Transfusi darah dan transplantasi organ/jaringan
tubuh yang tercemar HIV/AIDS
4. Ibu hamil yang terinfeksi HIV akan menularkannya
kepada bayi yang dikandungnya

13
B. Upaya agar remaja terhindar dari HIV/AIDS:

1. Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah


2. Mencari informasi yang lengkap dan benar tentang
HIV/AIDS
3. Mendiskusikan secara terbuka permasalahan yang
sering dialami remaja dalam hal perilaku seksual, dengan
orangtua, guru teman maupun orang yang memang paham
akan hal ini
4. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang,
jarum suntik, tatoo dan tindik
5. Menghindari perilaku yang tidak sehat dan tidak
bertanggung jawab.

14
PEMENUHAN GIZI, KEBERSIHAN
DAN KESEHATAN ANAK REMAJA

PEMENUHAN GIZI

Anak remaja harus memperhatikan kebutuhan gizi selama masa


pertumbuhannya karena akan berpengaruh pada perkembangan
dan persiapan anak remaja menjelang dewasa. Jika terganggu
akan menyebabkan pertumbuhan terhambat, khusus perempuan
akan menyebabkan haid tidak lancar, gangguan kesuburan,
kesulitan pada saat hamil dan melahirkan.

A. Anemia Remaja

Kekurangan zat besi dalam makanan akan menimbulkan


penyakit animea (kurang darah). Zat besi penting untuk
persiapan perempuan pada saat kehamilan dan melahirkan.

Sebab-sebab timbulnya Animea:


a. Kandungan zat besi dalam makanan kurang
b. Perempuan mengeluarkan haid, sehingga zat besi
pun ikut terbuang
c. Diet yang berlebih
d. Pendarahan pada dinding usus karena infeksi

B. Yang Perlu Diperhatikan Remaja Untuk Memenuhi


Kebutuhan Gizi

15
1. Makan makanan yang mengandung: Sumber energi
(sumber tenaga), Sumber protein (zat pembangun),
Lemak, Vitamin
2. Hindari Diet berlebih agar tidak Anemia dan terkena
penyakit kelainan makanan (anorexia nervosa dan
bulimea)
3. Hindari mengkonsumsi obat-obatan penurun berat
badan
4. Olah raga yang cukup

MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN

Yang Perlu dilakukan remaja dalam menjaga kebersihan dan


kesehatan diri:
1. Menjaga kebersihan badan:
a. Mandi
b. Membersihkan rambut
c. Merawat kulit (jerawat, keringat agar tidak BB)
d. Menggosok gigi
2. Merawat alat kelamin
3. Kebersihan pakaian
4. Istirahat
5. Olahraga

KETERAMPILAN/KECAKAPAN HIDUP (LIFE


SKILLS) ANAK REMAJA
16
Pendidikan Life Skills diperlukan agar remaja mampu mandiri,
dapat berinteraksi dan beradaptasi dengan orang lain, masyarakat
atau lingkungan tempat tinggal dimana remaja berada, sehingga
ia mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam
hidup.

A. Manfaat Keterampilan Hidup (Life Skills)

1. Meningkatkan kemampuan dalam teknik pengajaran


2. Memberi wawasan berpikir yang lebih luas
3. Memberi keterampilan dalam menghadapi situasi
kehidupan sehari-hari dan percaya diri
4. Memotivasi anak untuk meningkatkan
kemampuannya
5. Memberi kemampuan mengatasi permasalahan
hidup sehari-hari
6. Meningkatkan rasa toleransi, kebersamaan dan
menghargai sesama
7. Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap diri
sendiri dan orang lain

B. Keterampilan Hidup yang perlu dikembangkan dalam


meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan remaja:

1. Pengambilan Keputusan dan Pemecahan Masalah


(Problem Solving)
2. Berfikir Kreatif dan Kritis
3. Berkomunikasi efektif dan hubungan interpersonal
4. Peduli pada diri sendiri/empati dan kesadaran diri
(pemahaman diri)
5. Kemampuan mengatasi emosi dan stress

17