Anda di halaman 1dari 2

 Injeksi Ondansetron dan metoklorpamid

Ondansetron termasuk kelompok obat antagonis serotonin 5-HT3, yang bekerja dengan

mekanisme menghambat secara selektif serotonin 5-hydroxytriptamine (5HT3) berikatan pada

reseptornya yang ada di CTZ (chemoreseceptor trigger zone) pada saluran cerna. Sedangkan

Mekanisme kerja metoklorpamid pada saluran cerna bagian atas mirip dengan obat

kolinergik,tetapi metoklopramid tidak dapat menstimulasi sekresi dari lambung, empedu, atau

pankreas dan tidak dapat mempengaruhi konsentrasi gastrin serum.Efek dari metoklopramid

pada motilitas usus tidak tergantung pada persyarafan nervus vagus. Tetapi dihambat oleh obat-

obat kolinergik.Metoklopramid mempengaruhi Chemoreceptor Trigger Zone) medulla yaitu

dengan menghambat reseptor dopamin padat CTZ. Mekanisme kerja dengan cara

meningkatkan ambang rangsang CTZ dan menurunkan sensitivitas saraf visceral yang

membawa impuls saraf aferen dari gastrointestinal ke pusat muntah pada formatio reticularis

lateralis. Pada kasus ini pasien di diagnosis CKD, CHF, DM, dan Dyspepsia dan sejak masuk

rumah sakit dalam tiga hari bertutut-turut pasien diberikan injeksi Ondansetron 2 x 1 ampul

dan tidak mengalami perbaikan. Oleh karena itu rekomendasi diberikan injeksi Metoklopramid

10 mg 1-2 menit selama 10 hari (DIH, 2009) karena menurut Renal Palliative Care Guideline

(2013), pengobatan yang tepat untuk gejala mual dan muntah pada pasien CKD yaitu

metoklopramid (jangka pendek) atau domperidon.