Anda di halaman 1dari 13

INSTRUMEN VERIFIKASI DOKUMEN KTSP

INSTRUMEN VERIFIKASI DOKUMEN KTSP SMA

KABUPATEN/KOTA SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT

TAHUN 2019

PETUNJUK PENGISIAN
1. Perhatikan dokumen KTSP yang akan divalidasi/diverifikasi.
2. Tuliskan identitas sekolah, alamat, nama kepala sekolah, nama dan jabatan petugas
validasi/Verifikasi.
3. Bubuhkan tanda cek (v) pada kolom ”Ada” atau ”Tidak” sesuai keberadaan butir-butir
pernyataan.
4. Bubuhkan skor nilai sesuai kelengkapan pada tuntutan instrumen
5. Catatan petugas validasi/verifikasi diisi dengan temuan, komentar dan saran
berdasarkan hasil validasi/verifikasi. Ditulis dengan singkat namun jelas.

NAMA SEKOLAH :
ALAMAT :
NAMA KEPALA SEKOLAH :
TANGGAL VALIDASI/VERIFIKASI :
PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI : .................................

JABATAN PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI : .................................


INSTRUMEN VERIFIKASI/VALIDASI

DOKUMEN KTSP

Nama Sekolah :

Nama Kepala Sekolah :

Alamat Sekolah :

Kabupaten/Kota :

DOKUMEN I

PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
COVER/HALAMAN JUDUL
1 Logo sekolah dan daerah (untuk sekolah negeri)

2 Logo yayasan (untuk sekolah swasta)

3 Judul: Kurikulum SMA ............

4 Tahun pelajaran

5 Alamat sekolah

LEMBAR PENGESAHAN
1 Lembar Persetujuan yang ditandatangani oleh Pengawas Pembina

2 Lembar Pengesahan yang memuat:

a. Rumusan kalimat pengesahan

b. Kota dan tanggal pengesahan

c. Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap sekolah

d. Tanda tangan ketua komite sekolah (untuk sekolah negeri)

e. Tanda tangan ketua yayasan (untuk sekolah swasta)

f. Tempat untuk tanda tangan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil V

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
1 Kesesuaian halaman

2 Konsistensi penomoran

3 Glosarium
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
4 Daftar lampiran

BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang

1 Kondisi ideal sesuai 8 SNP

2 Kondisi nyata sesuai raport PMP tahun 2018/2019

3 Potensi dan Karakteristik Satuan Pendidikan

B LANDASAN/ DASAR HUKUM YANG RELEVAN


 Undang-undang No 20 thn 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional

 PP No. 13 Tahun 2015, Perubahan PP 19 Tahun


2005 dan PP 32 Tahun 2013 tentang SNP

 PP Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas


PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru

 Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang


Penguatan Pendidikan karakter

 Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang SKL

 Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang SI


 Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses
 Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilaian
 Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang KI-KD

 Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang


Kurikulum SMA
 Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 tentang KTSP
 Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang
Ekstrakurikuler
 Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang
Kepramukaan
 Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang
Peminatan
 Permendikbud Nomor 79 Tahun 2014 tentang Mulok
 Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran
 Permendikbud Nomor 51 Tahun 2014 tentang Buku
Teks
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
 Permendikbud Nomor 144 Tahun 2014 tentang
Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan
Pendidikan
 Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang
Pemberlakukan Kurikulum 2006 dan Kurikulum
2013
 Permendikbud Nomor 159 Tahun 2014 tentang
Evaluasi Kurikulum
 Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang BK
 Permendikbud Nomor 158 Tahun 2014
Penyelenggaraan SKS.
 Permendikbud no 5 Tahun 2015 tentang kriteria
lulusan Peserta Didik
 Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang
Gerakan Pembudayaan Karakter
 Permendikbud No 23 tahun 2015 tentang
Penumbuhan Budi Pekerti

 Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 tentang


Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah
 Permendikbud Nomor 45 Tahun 2015 tentang Peran
Guru TIK
 Permendikbud Nomor 75 Tahun 2015 tentang Komite
Sekolah
 Permendikbud No 4 tahun 2018 tentang Penilaian
Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian
Hasil Belajar oleh Pemerintah

 Permendikbud No 20 tahun 2018 tentang Penguatan


Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan
Formal

 Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang


Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan
Pengawas Sekolah

 Peraturan Daerah yang relevan

1. Perda Provinsi Jawa Barat No 5 tahun 2003


tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara
Daerah
2. Perda Provinsi Jawa Barat No 5 tahun 20017
tentang Penyelenggaraan pendidikan
3. Peraturan Gubernur Nomor 69 Tahun 2013
tentang Pembelajaran muatan lokal dan sastra
daerah jenjang pendidikan dasar dan menengah
4. Peraturan Gubernur Nomor 16 tahun 2019
Tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru
pada SMA, SMK dan SLB di Provinsi Jawa Barat
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
5. Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa barat Nomor 422/9965-set.disdik tahun
2019 tentang Pedoman Penyusunan kalender
Pendidikan tahun Pelajaran 2019-2020
6. Hasil Rapat Tim Penyusun KTSP tanggal
........bulan.....tahun 2019 di SMA....................
TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN
C
TUJUAN PENDIDIKAN MENENGAH
1
Dapat disalin dari Panduan penyusunan KTSP dari
BSNP Bab II A

BAB II MUATAN KTSP

A VISI SATUAN PENDIDIKAN


Visi adalah cita-cita bersama pada masa mendatang
dari warga satuan pendidikan, yang dirumuskan
a)
berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan
pendidikan
dijadikan sebagai cita-cita bersama warga satuan
b) pendidikan dan segenap pihak yang berkepentingan
pada masa yang akan datang
mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan
c) kekuatan pada warga satuan pendidikan dan
segenap pihak yang berkepentingan;
dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga
satuan pendidikan dan pihak-pihak yang
d)
berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya
serta visi pendidikan nasional;
diputuskan oleh rapat dewan guru yang dipimpin oleh
e) kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan
masukan komite sekolah/madrasah;
disosialisasikan kepada warga satuan pendidikan dan
f)
segenap pihak yang berkepentingan;
ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai
g) dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat

B MISI SATUAN PENDIDIKAN

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau harus


dilaksanakan sebagai penjabaran visi yang telah
a) ditetapkan dalam kurun waktu tertentu untuk menjadi
rujukan bagi penyusunan program jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan
masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.

memberikan arah dalam mewujudkan


b) visi satuan pendidikan sesuai dengan
tujuan pendidikan nasional;
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun
c)
waktu tertentu;
menjadi dasar program pokok satuan pendidikan;
d)
menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan
e)
mutu lulusan yang diharapkan oleh satuan pendidikan;
memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan
f)
dengan program satuan pendidikan;
memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan
g) kegiatan satuan-satuan unit satuan pendidikan yang
terlibat;
dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak
yang berkepentingan termasuk komite
h)
sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan
guru yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah
disosialisasikan kepada warga satuan pendidikan dan
i)
segenap pihak yang berkepentingan;

ditinjau dan dirumuskan kembali secara


j)
berkala sesuai dengan perkembangan
dan tantangan di masyarakat
C TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN
Tujuan pendidikan adalah gambaran tingkat kualitas
a)
yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu.
menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai
b)
dalam jangka menengah (empat tahunan)
mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan
c)
nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat
mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah
d)
ditetapkan oleh satuan pendidikan dan Pemerintah
mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang
berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah
e)
dan diputuskan oleh rapat dewan guru yang dipimpin
oleh kepala sekolah/madrasah

f) disosialisasikan kepada warga satuan pendidikan dan


segenap pihak yang berkepentingan.
BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A Kerangka Dasar

Dapat disalin dari;


a. Lampiran 1a Permendikbud Nomor 59 tahun 2014
tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/
Madrasah Aliyah, ditambah dengan landasan lain yang
menjadi landasan kerangka dasar yang sesuai dengan
karakteristik daerah atau sekolah, misalnya untuk
penambahan muatan lokal pada mata pelajaran
kelompok umum B.
b. Peraturan Daerah tentang kebijakan pelaksanaan
muatan lokal.
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
B Struktur Kurikulum

A Kompetensi Inti
B Mata Pelajaran
Pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh
oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran,
C termasuk muatan lokal, penambahan mata pelajaran,
peminatan, lintas minat dan pendalaman minat serta
kegiatan pengembangan diri.
Disusun berdasarkan kebutuhan dan minat peserta
didik dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian
SKL yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan
D keterampilan sesuai dengan struktur kurikulum yang
meliputi mata pelajaran kelompok umum dan mata
pelajaran pilihan (peminatan, lintas minat, dan
pendalaman minat)
Dikembangkan mengacu lampiran 1 Permendikbud
E Nomor 59 tentang Kurikulum SMA - MA edit Semester
Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka
F seluruh mata pelajaran minimal 42 jam pelajaran per
minggu.
Beban belajar tatap muka, penugasan terstruktur, dan
G kegiatan mandiri, baik Sistem Paket maupun yang
melaksanakan Sistem Kredit Semester (SKS).
Beban belajar tambahan : Satuan pendidikan dapat
menambah beban belajar perminggu sesuai dengan
H
kebutuhan belajar peserta didik, baik dalam jam
pelajaran maupun dalam satuan kredit semester (sks).
Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal yang
dilaksanakan yang dapat dicantumkan pada mata
I
pelajaran kelopok umum B, baik terintegrasi pada mata
pelajaran yang tersedia atau berdiri sendiri.
Bagi sekolah yang melaksanakan SKS uraikan tentang
struktur dan jam pelajaran dalam sks, serta jumlah sks
maksimal dan minimal yang harus ditempuh oleh
peserta didik, per semester, per tahun, atau selama
masa pendidikan di SMA sesuai dengan hasil analisis
dan perhitungan internal sekolah serta mengacu
J
kepada Permendikbud 158 tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Sistem SKS

C MUATAN KURIKULUM
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
1. Muatan KTSP terdiri atas muatan umum yang berupa
muatan nasional dan muatan lokal; muatan
peminatan akademik; muatan peminatan lintas
minat/pendalaman minat.

a. Muatan kurikulum pada tingkat nasional


dikembangkan oleh pemerintah pusat, terdiri atas
kelompok mata pelajaran kelompok Umum A,
kelompok mata pelajaran kelompok umum B, dan
kelompok mata pelajaran peminatan (C), termasuk
bimbingan konseling dan ekstrakurikuler wajib
pendidikan kepramukaan
1) Daftar mata pelajaran Umum A, Umum B,
Peminatan Akademik dan Lintas Minat.
2) Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran
disesuaikan struktur kurikulum, minat dan
kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan
jumlah waktu minimal 42 jam pelajaran per
minggu.

b. Muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah


daerah provinsi atau kabupaten/kota dan/atau
satuan pendidikan dapat berbentuk sejumlah bahan
kajian terhadap keunggulan dan kearifan daerah
setempat. Dapat dilaksanakan sebagai bagian mata
pelajaran kelompok umum B atau mata pelajaran
yang berdiri sendiri jika pengintegrasian tidak dapat
dilakukan.
1) Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal
yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan
daerah.

2) Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang


dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan peserta
didik dan karakteristik sekolah.

3) Daftar KI dan KD Muatan lokal yang


dikembangkan oleh sekolah.

2. Jumlah mata pelajaran:

a. Jumlah mata pelajaran di kelas X minimal 15


mata pelajaran yang terdiri atas 6 mata pelajaran
umum A sebagai muatan kurikulum nasional
seluruhnya, minimal 3 mata pelajaran kelompok
umum B dan dapat ditambah dengan muatan
daerah, dan 6 mata pelajaran peminatan.
b. Untuk mata pelajaran peminatan peserta didik
dapat minimal memilih 3 (tiga) dari 4 (empat) mata
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
pelajaran dalam satu kelompok (MIPA, IPS, atau
Bahasa dan Budaya), dan maksimal 3 (tiga) mata
pelajaran dari kelompok lain sebagai lintas minat,
atau dapat memilih 4 mata pelajaran dalam satu
kelompok (MIPA, IPS, atau Bahasa dan Budaya),
dan maksimal 2 (dua) mata pelajaran dari
kelompok lain sebagai lintas minat, kecuali untuk
peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya dapat
memilih 6 mata pelajaran dalam kelompoknya.
Misalnya untuk kelas X terdiri atas 16 mata
pelajaran dengan 6 mata pelajaran kelompok
umum A, 4 mata pelajaran Umum B, 3 mata
pelajaran dalam satu kelompok peminatan, dan 3
mata pelajaran dari kelompok yang lain sebagai
lintas minat.
c. Jumlah mata pelajaran di kelas XI dan kelas XII
untuk semua peminatan Ilmu Pengetahuan Alam,
peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial , dan
peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya minimal 14
mata pelajaran yang terdiri atas 6 mata pelajaran
umum A, minimal 3 mata pelajaran Umum B dan
dapat ditambah dengan muatan daerah, dan 5
mata pelajaran peminatan yang dipilih dari kelas
X
d. Khusus untuk kelas XII dapat dilaksanakan
pendalaman minat yang bekerja sama dengan
perguruan tinggi.
D KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI, mencantumkan:
Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program
1 layanan konseling dan atau layanan akademik/belajar,
sosial dan pengembangan karier peserta didik.
Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program
2
pengembangan bakat, minat dan prestasi peserta didik.
Kegiatan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler
3
wajib.
E PENGATURAN BEBAN BELAJAR, mencantumkan:
Uraian tentang pengaturan alokasi waktu
pembelajaran per jam tatap muka, jumlah jam
1
pelajaran per minggu, jumlah minggu efektif per tahun
pelajaran, jumlah jam pelajaran per tahun.
Uraian tentang pemanfaatan 60% dari jumlah waktu
kegiatan tatap muka pada mata pelajaran tertentu,
2
untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan
mandiri tidak terstruktur (KMTT).
Uraian tentang pelaksanaan program percepatan bagi
3 siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat
istimewa (bila ada). *)
4 Uraian tentang pelaksanaan lintas minat.
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
F. KETUNTASAN BELAJAR

Mengacu pada Permendikbud No. 23 Tahun 2016


KRITERIA KELULUSAN DAN KENAIKAN KELAS
Berisi tentang kriteria kenaikan kelas dan kelulusan, serta
strategi penanganan peserta didik yang tidak naik atau tidak
lulus yang diberlakukan oleh sekolah, dengan
memperhatikan ketentuan kenaikan kelas dan kelulusan
melalui uji pencapain kompetensi mengacu kepada
G.
Permendikbud No. 23 Tahun 2016 (lihat juga Panduan
Pengembangan Penilaian. Lihat Permendikbud nomor 5 tahun
2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dan Peraturan
pemerintah Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan kedua
atas Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang
standar Nasional
H. KELULUSAN, mencantumkan:
Ketentuan hasil ujian nasional sesuai PP no. 13
1 Tahun 2015 sebagai perubahan kedua atas PP No 19
Tahun 2005
Kriteria kelulusan berdasarkan pada ketentuan
2
Permendikbud no 5 Tahun 2015
Uraian tentang pelaksanaan ujian nasional dan ujian
3
sekolah.
4 Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah.
Uraian tentang program-program sekolah dalam
5
meningkatkan kualitas lulusan.
Uraian tentang program pasca ujian nasional sebagai
6
antisipasi bagi peserta didik yang belum lulus ujian.
I. KENAIKAN KELAS mencantumkan;

1 Kriteria Kenaikan Kelas


Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar
siswa (ulangan harian, penilaian tengah semester,PAS
2 dan PAT sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
Standar Penilaian Pendidikan. Permendikbud No. 23
Tahun 2016 (lihat juga Panduan Pengembangan Penilaian
Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan
3
hasil belajar peserta didik.
Uraian tentang pelaksanaan program remedial dan
4
pengayaan.

J. KRITERIA PEMINATAN, LINTAS MINAT, DAN


PENDALAMAN MINAT, DAN MUTASI PESERTA DIDIK
1 Diawali konsep dasar rekruitmen peserta didik baru
kriteria peminatan dan lintas minat, serta tata cara
pemilihan mata pelajaran lintas minat sesuai hasil
2
analisis kondisi riil sekolah (lihat Panduan Peminatan,
Lintas Minat, dan Pendalaman Minat) untuk kelas X,
PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
antara lain waktu penentuan pemilihan minat (sebelum
atau sesudah diterima), dan penyediaan menu mata
pelajaran pilihan.
peserta didik dapat memilih 4 atau 3 mata pelajaran
3
peminatan, dan 2 atau 3 mata pelajaran lintas minat.
peraturan pindah peminatan atau pindah lintas minat,
diatur oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada
4 Permendikbud No. 64 tahun 2014 tentang Peminatan
Pada Pendidikan Menengah. (lihat Panduan
Pendalaman Minat di SMA)
Pengaturan mutasi peserta didik antar satuan
5 pendidikan diatur oleh satuan pendidikan masing-
masing.
tata cara dan strategi pelaksanaan pendalaman minat
6 yang dilakukan melalui kerjasama dengan perguruan
tinggi sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.
PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP dan PENDIDIKAN
BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL dan GLOBAL
K.
SERTA DIVERSIFIKASI KURIKULUM
mencantumkan:
Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan
1
hidup.
Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis
2
keunggulan lokal.
Uraian tentang upaya sekolah menuju pendidikan
3
berwawasan global.
Uraian tentang Diversifikasi Kurikulum disesuaikan
4 dengan kondisi dan potensi satuan pendidikan masing
masing (kemaritiman/pertanian/niaga)
L. PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN
Menjelaskan bagaimana bentuk pendidikan
kewirausahaan dikembangkan di sekolah, (dapat
1 dilakukan dengan penanaman nilai-nilai
kewirausahaan melalui integrasi berbagai kegiatan
sekolah, maupun kegiatan riil praktik wira usaha
Sekolah melakukan analisis internal sekolah dan
dukungan lingkungan (eksternal sekolah) untuk
2 memperoleh jenis kewirausahaan yang sesuai untuk
dilaksanakan.
(lihat Panduan Pelaksanaan Kewirausahaan di SMA)
Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dapat
dipadukan pada mata pelajaran Prakarya dan
3
Kewirausahaan, dengan mengambil Kompetensi Dasar
pada Kewirausahaan yang sesuai dengan hasil analisis
Dapat diwujudkan dalam kegiatan, misalnya Pameran
4
seni
BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

1 Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran.


PENILAIAN
NO KOMPONEN DAN INDIKATOR
0 1 2 3 4
Pengaturan waktu belajar efektif:
a. Jumlah Minggu efektif belajar adalah jumlah
minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
ajaran pada setiap satuan pendidikan,
b. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam
pembelajaran setiap minggu yang meliputi jumlah
2
jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran
termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam
untuk kegiatan lain yang dianggap penting oleh
satuan pendidikan, yang pengaturannya
disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah
c. Alokasi waktu untuk setiap kegiatan
Jadwal waktu libur (jeda tengah semester, antar
3 semester, libur akhir tahun pelajaran, libur
keagamaan, hari libur nasional dan hari libur khusus).
BAB V PENUTUP
LAMPIRAN
1. Kalender Pendidikan Satuan Pendidikan

2. SK TPK Sekolah/TPMPS

3. Raport Mutu Sekolah Tahun 2018

4. Lembar Validasi KTSP dari Pengawas Sekolah


Jumlah

………………..
Nilai = x 100%
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍

CATATAN/KOMENTAR UMUM

Rekomendasi Petugas Verifikasi / Validasi untuk Dokumen I:


Dilihat dari perolehan nilai (75%), sudah cukup baik, namun sebaiknya
dilakukan revisi/perbaikan, terutama yang belum mencantumkan hal-hal
yang menjadi tuntutan instrumen verifikasi KTSP 2019 -------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Petugas Validasi/Verifikasi

................................................

a. Cara Pengisian Instrumen:

Beri tanda checklist (V) pada;


1) 0 apabila tidak ada

2) 1 apabila Ada/Kurang atau tidak lengkap

3) 2 apabila Ada/Cukup /Cukup Lengkap

4) 3 apabila Ada Baik / Lengkap

5) 4 apabila Ada/Sangat Baik/Sangat Lengkap

b. Penilaian

𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓
Nilai = x 100%
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍