Anda di halaman 1dari 5

Laporan Tugas Akhir 2018/2019

BAB I
PENDAHULUAN

Bab ini merupakan tahap pengenalan dan pembatasan masalah yang akan
dipecahkan terkait dengan isu-isu yang melatarbelakangi pemilihan judul ini. Berisi
tentang penjelasan latar belakang pemilihan judul yang dilengkapi dengan data dan
fakta pendukungnya, rumusan masalah, dan tujuan dari proyek Museum Seni Rupa
Murni di Badung-Bali.

1.1 Latar Belakang


Kesenian merupakan salah satu bagian dari kebudayaan. Sehingga,
perkembangan seni berhubungan dengan dinamika perkembangan kebudayaan itu
sendiri. Eksistensi budaya dan kesenian di Bali sendiri merupakan sesuatu yang
selaras. Hal ini dapat dipahami karena mayoritas penduduk di Bali yang beragama
Hindu dalam pelaksanaan kegiatan kebudayaan selalu memerlukan kehadiran seni.
Faktor lain pendukung perkembangan seni di Bali adalah perkembangan jaman
yang semakin pesat serta pengaruh globalisasi yang menyebabkan terjadinya
akulturasi kebudayaan . Faktor tersebut menyebabkan perkembangan seni yang
pesat di Bali, termasuk dengan Kabupaten Badung.
Kabupaten Badung memiliki toal luas wilayah sebesar 418,52 km2 atau
sekitar 7,43 persen dari daratan Pulau Bali. Hamparan geografis ini terbagi menjadi

1 |M u s e u m Seni Rupa Murni di Badung -Bali


Laporan Tugas Akhir 2018/2019

enam Kecamatan dengan wilayah terluas adalah Kecamatan Petang disusul


kemudian dengan Kecamatan Kuta Selatan, Mengwi, Abiansemal, Kuta Utara dan
Kuta. Jumlah populasi pada kabupaten badung ini mencapai 643.500 jiwa (2017),
dengan kepadatan wilayah yang mencapai 1.538 jiwa/km2 (Badan Pusat Statistik
Kabupaten Badung, 2018).
Potensi Kepariwisataan di Kabupaten Badung ini sangatlah beragam, dengan
sektor utama yakni pariwista alam dan budaya-nya. Tetapi, arah perkembangan dan
pembangunan di bidang kepariwisataan di Kabupaten Badung ini, cenderung ke
arah pariwisata alam-nya. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya sarana-
prasarana kepariwisatan yang memerlukan potensi alam, utamanya di daerah pantai
untuk dimanfaatkan sebagai view daripada sarana-prasarana secara alami.
Sedangkan, untuk potensi di bidang kebudayaannya masihlah kurang, dikarenakan
sebagian besar masyarakat-nya yang telah berubah profesi, dari yang awalnya
bergerak di bidang seni, maupun agraris menuju ke kepariwisataan.
Perkembangan sektor kebudayaan di Kabupaten Badung ini sangatlah
penting selain juga untuk turut melestarikan-nya .Dimana, sektor kebudayaan dapat
menjadi suatu daya tarik wisata yang baru di Kabupaten Badung-ini, sekaligus
menciptakan pangsa pasar kepariwisataan baru. Hal ini juga didukung minat dan
tren yang berkembang di masyarakatnya sendiri, dapat terlihat dari semakin
rutinnya penyelenggaraan terhadap event- event kesenian di Kabupaten Badung
dalam 5 tahun terakhir. Kuta Karnival, Badung Art and Cultural Festival
merupakann satu dari sekian banyak event yang didalamnya memuat seni
kontemporer berupa musikalisasi puisi, teater ,fragmen tari, pemutaran film
dokumenter, serta menampilkan berbagai jenis karya-karya seni murni yang dibuat
oleh seniman-seniman di Kabupaten Badung, baik berupa lukisan, patung, tarian,
hasil karya grafis maupun instalasi dengan kekhasannya tersendiri.
Namun di sisi lain, pemerintah kurang berandil besar dalam perkembangan
seni rupa murni di Kabupaten Badung. Dapat dibuktikan dengan kurangnya sarana-
prasarana baik untuk mengembangkan maupun mengekspresikan hasil karya seni
rupa murni tersebut. Pemerintah dirasa kurang tertatik akan eksistensi kebudayaan

2 |M u s e u m Seni Rupa Murni di Badung -Bali


Laporan Tugas Akhir 2018/2019

di Kabupaten Badung ini, dan lebih memfokuskan pengembangan pada daerah daya
tarik wisata seperti Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Canggu, Seminyak,
dan lain-lain. Dikhawatirkan bibit-bibit seniman di Kabupaten Badung nantinya
akan semakin sedikit karena kurangnya dukungan dari pemerintah tersebut.
Padahal, Kabupaten Badung menjadi salah satu daerah tujuan wisata dengan angka
jumlah wisatawan tertinggi di Bali dan memiliki prospek seni rupa murni yang baik.
Di Kabupaten Badung ini sendiri, sebenarnya telah memiliki Museum
Pasifika sebagai fasilitas untuk mewadahi hasil karya seni rupa murni di daerah
Asia-Pasifik. Akan tetapi, kapasitas penampungan nya tergolong sedikit dan hasil
karya yang ditampung didominasi oleh seniman ternama. Museum ini sendiri masih
dirasa kurang, dikarenakan masih menerapkan pola pemajangan kuno, tanpa adanya
fasilitas baru yang interaktif. Selain itu, akses masuknya yang tergolong rumit, juga
turut menyurutkan niat masyarakat ataupun wisatawan untuk berkunjung ke
museum ini.
Menanggapi isu dan permasalahan tersebut, penulis memiliki sebuah gagasan
untuk menciptakan sebuah sarana pengelolaan dan pemajangan hasil karya seni
rupa murni yang lebih sistematis, mulai dari pengenalan, kurasi, apresiasi,
dokumentasi, dan lain-lain. Sebuah proyek yang berjudul Museum Seni Rupa
Murni di Badung-Bali diharapkan mampu mewadahi dan menjadi tempat yang
representatif untuk elemen seni rupa murni baik pelaku, masyarakat, dan event yang
sudah dijelaskan di atas maupun event baru yang akan digagas kedepannya.
Diharapkan juga, proyek ini dapat mewadahi komunitas-komunitas seni rupa murni
yang ingin menghimpun diri di Kabupaten Badung khususnya dan di luar
Kabupaten Badung pada umumnya sehingga kelak komunitas dan seni rupa murni
yang ada tersebut dapat terlestarikan dan berkembang.

3 |M u s e u m Seni Rupa Murni di Badung -Bali


Laporan Tugas Akhir 2018/2019

1.2 Rumusan Masalah


Pengembangan Museum Seni Rupa Murni di Badung-Bali ini dengan konsep
wisata edukasi dan juga budaya di Kabupaten Badung ini dilakukan dalam
mendorong pengembangan seni rupa murni beserta wisata setempat, dikarenakan
sektor ini cocok untuk dikembangkan di Kabupaten Badung yang telah didominasi
wisata alam berupa pantai yang berlebihan. Selain itu, arahan serta dukungan
pemerintah Kabupaten Badung yang juga turut ingin mengembangkan terciptanya
desa wisata serta wisata yang berbasis budaya.
Permasalahan yang terjadi saat ini adalah minimnya alternative wisata baru di
Kabupaten Badung, sehingga diperlukannya pemanfaatan potensi dibidang lainnya,
seperti pada bidang seni budaya yang melibatkan masyarakat Kabupaten Badung,
yang telah terintegrasi dan didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten badung itu
sendiri. Dalam pembahasan laporan tugas akhir ini, penulis mencoba untuk
mengkaji proses pengembangan daripada Museum Seni Rupa Murni itu sendiri
sebagai suatu alternative wisata baru.
Berdasarkan kondisi dan latar belakang diatas, maka didapatkan rumusan
masalah sebagai berikut :
a. Apa itu Museum Seni Rupa Murni di Badung-Bali?
b. Mengapa diperlukan Museum Seni Rupa Murni di Badung-Bali?
c. Bagaimana pemrograman dari Museum Seni Rupa Murni di Badung-Bali?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang diharapkan dari pemecahan masalah di atas adalah sebagai
berikut:
a. Menghasilkan pemahaman yang mendalam mengenai museum seni rupa murni,
sehingga mampu dijadikan batasan dan landasan di dalam merancang museum
seni rupa murni, khususnya di daerah Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
b. Untuk mengetahu tujuan, manfaat, fasilitas hingga mampu menyusun
pemrograman sebagai acuan di dalam merancang Museum Seni Rupa Murni di
Badung-Bali.

4 |M u s e u m Seni Rupa Murni di Badung -Bali


Laporan Tugas Akhir 2018/2019

c. Menghasilkan acuan pemrograman dan batasan yang kompleks untuk


mewadahi segala aktifitas di dalam Museum Seni Rupa Murni di Badung-Bali.

1.4 Sasaran
Adapun sasaran dari penulisan ini adalah :
a. Sirkulasi
Dapat menyediakan system sirkulasi mumpuni, jelas, dan sederhana yang
menghubungkan tiap-tiap fungsi yang ada pada museum untuk pengelola dan
pengunjung.
b. Penampilan Bangunan
Dapat menampilkan ciri bangunan yang memiliki konsep perpaduan modern
dan tradisional bali secara umum, serta mampu menampilkan diri sebagai
fasilitas yang berfungsi sebagai edukasi mengenai seni rupa murni; alternative
wisata baru, dan konservasi karya-karya seni rupa murni.
c. Keamanan
Pengunjung pada museum akan diawasi oleh tim pengelola keamanan pada
setiap titik yang memungkinkan, baik pada bangunan maupun pada kawasan.
d. Display
Hasil karya seni rupa murni dipajang maupun disusun sesuai dengan
standarisasi yang ada, sehingga aman dari kontak fisik, maupun non-fisik
daripada pengunjung. Tetapi, tetap dapat dinikmati secara seksama, serta
mudah di dalam proses pemasangan maupun pembongkaran karya seni rupa
tersebut.
e. Visibilitas
Pengunjung dapat menikmati area kawasan museum, dikarenakan merupakan
area kawasan wisata, yakni kawasan wisata edukasi dengan wisata budaya,
sehingga memerlukan penerapan area-area khusus yang akan dirancang
senyaman mungkin

5 |M u s e u m Seni Rupa Murni di Badung -Bali