Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KERJA PRAKTIK

PT. KRAKATAU STEEL


COLD ROLLING MILL (CRM)
BAB III
PROSES PENGELORAN BAJA LEMBAR DINGIN
(COLD ROLLING MILL)
3.1 Pabrik Baja Lembaran Dingin ( Cold Rolling Mill / CRM )
Produk baja lembaran dingin (Cold Rolled Sheet/Coil) adalah merupakan
adalah satu produk akhir dari PT Krakatau Steel yang dihasilkan melalui Divisi
Pabrik Pengerollan Baja Lembaran Dingin (PPBLD/CRM). Tujuan
penggunaannya sudah mulai dekat dengan kebutuhan manusia sehari-hari
sehingga membuat produk ini spesial. Contoh hasil akhirnya dapat berupa meja,
kursi, lemari, kaleng (susu, minuman, makanan, pelumas, baterai dsb) dan juga
automotif. Bila sudah berkaitan dengan manusia bukan hanya segi fungsi yang
menjadi syarat, bahkan segi estetika pun (tampilan produk) juga menjadi
perhatian. Bandingkan dengan fungsi baja tulangan yang dilapisi semen, hanya
mementingkan segi fungsi saja.
Bila sudah demikian tentu saja pembuatan produk pun harus dilakukan
dengan baik sehingga produk diharapkan akan baik pula. Semua itu berkaitan
dengan tiap proses yang dialami oleh bahan sehingga menjadi produk. Dengan
demikian adalah penting untuk mengetahui proses-proses yang dialami bahan
untuk menghasilkan produk yang diinginkan.
Untuk menghasilkan produk yang baik, strip (Hot Rolled Coil — HRC)
yang merupakan produk pabrik pengerolan baja lembaran panas harus melalui
beberapa lini yang masih masing memiliki fungsi spesifik, sebelum akhirnya
sampai ke konsumen.
Untuk itu amatlah penting untuk mengetahui proses yang terjadi di setiap
lini. Lini yang ada di Pabrik CRM, yaitu :

3.1.1 CONTINUOUS PICKLING LINE


Sebelum bahan baku Hot Rolled Coil (HRC) dari HSM dapat diprosesdi
Tandem Cold Mill, “Sisik” dari permukaan HRC yang berasal darioksidasi
selama proses hot rolling harus dihilangkan dengan proses “Pickling”
dengan asam chlorida (HCl). Limbah dari cairan asam chloridadapat
diolah kembali melalui proses dekomposisi menjadi cairan asamChlorida
dan oksidasi besi.

23
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
Oksidasi besi dari proses ini dapat dimanfaat-kan dalam industri pencelupan
dan ferrite.

3.1.2 CONTINUOUS TANDEM COLD MILL


Perangkat penipis 5 (lima) stand dipakai untuk menipiskan baja lembaran
yang sudah dibersihkan di CPL untuk mencapai ketebalan yang diingin-
kan. Peralatan ini dikontrol melalui komputer dengan kecepatan rolling

maksiumum 1980 m/menit dan dapat menipiskan baja lembaran maksi-


mum sampai 92%.

3.3.3 ELECTROLYTIC CLEANING LINE #1


Setelah proses penipisan di TCM, oli tipis yang melapisi kedua
permukaan strip, grease dan material lainnya yang terbawa pada waktu
proses reduksi harus dihilangkan.
Untuk maksud tersebut digunakan Electrolytic Cleaning Line #1 yang
menggunakan arus tinggi. Arus tinggi ini disupplies dari roll konduktor
sebagai elektrode positif, solusi sebagai elektrode negatif (wrap to wrap

24
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
system), oleh karena itu oli, grease dan material lainnya dapat
dihilangkan/dibersihkan dari kedua permukaan strip. Lintasan ECL#1 ini
terdiri dari Entry Section, Process Section dan Exit Section.

3.14 ELECTROLYTIC CLEANING LINE #2


Setelah proses penipisan di TCM, oli tipis yang melapisi kedua
permukaan strip, grease dan material lainnya yang terbawa pada waktu
proses reduksi harus dihilangkan. Untuk maksud tersebut digunakan
Electrolytic Cleaning Line #2 yang menggunakan arus 6000 amp (max).
Arus ini disupplies dengan menggunakan grid to grid system, oleh karena
itu oli, grease dan material lainnya dapat dihilangkan/dibersihkan dari
kedua permukaan strip.
Lintasan ECL#2 ini terdiri dari Entry Section, Process Section
dan Exit Section.

3.1.5 CONTINUOUS ANNEALING LINE

Tujuan utaman dari proses anneling ini adalah pengkristalan kembali


strip setelaj proses di Tandem Cold Mill. Ketika tebalstrip mengalami
proses penipisan di Tandem Cold Mill, struktur kristal dari strip
mengalami perubahan sehingga daya properties mekanisnya berkurang.
Dalam proses annealing strip dipanaskan sampai 700ºC max, selama

25
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
periode tertentu, kemudian didinginkan (Proses kristalisasi). Proses ini
dapat meningkatkanproperties mekanis dari strip sehingga diperoleh
kemampuan formability, drawabilty, ductility yang dikehendaki.

3.1.6 BATCH ANNEALING FURNACE (BAF)

Setelah proses penipisan di TCM, beberapa coil setelah melalui proses


electrolytic cleaning atau langsung dari TCM harus di panaskan di Batch
Annealing Furnace untuk proses pengkristalisasian. Strip yang mengalami
penekanan dan pengerasan di lintasan mill sebelumnya mengakibatkan
perubahan struktur pada strip tersebut. Sehingga untuk
mengembalikannya harus dipanaskan pada temperatur 590ºC -700ºC
untuk menentukan karakteristik yang tepat dari strip agar didapat
ductibility,yield elongation, softness dan drawability yang dikehendaki.

3.1.7 TEMPER PASS MILL

Pada prinsipnya, Temper Mill adalah sama dengan Tandem Cold


Reduction Mill (TCM). Perbedaannya adalah didalam Temper Mill ini

26
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
berusaha untuk mendapatkan sifat-sifat mekanik logam yang diperlukan,
kerataan permukaan dan meningkatkan strip shape.Reduksi di TPM
sangatlah kecil antara 0.1 - 5% sedangkan penipisan di TCM jauh lebih
besar dari TPM yaitu 50-90%.

3.1.8 REPARATION LINE


Lini ini khusus untuk inspeksi akhir dari proses untuk melengkapi
kualitas produk sesuai dengan permintaan customer seperti, pelumasan
oli, pemotongan sisi dan pembungkusan dalam bentuk gulungan.
Ketebalan yang dapat diproses di lini ini adalah 0,20 mm - 0,60 mm.

3.1.9 RECOILING LINE

Lini ini khusus untuk inspeksi akhir dari proses untuk melengkapi kualitas
produk sesuai dengan permintaan customer seperti, pelumasan oli,
pemotongan sisi dan pembungkusan dalam bentuk gulungan. Ketebalan
yang dapat diproses di lini ini adalah 0,20 mm - 3,00 mm.

27
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

3.1.10 SHEARING LINE

Lini ini khusus untuk inspeksi akhir dari proses untuk melengkapi kualitas
produk sesuai dengan permintaan customer seperti, pelumasanoli,
pemotongan sisi, pemotongan dalam bentuk lembaran
danpembungkusannya.Ketebalan yang dapat diproses di lini ini adalah
0,20 mm - 3,00 mm.

3.1.11 SLITTING LINE

Lini ini khusus untuk inspeksi akhir dari proses untuk melengkapi kualitas
produk sesuai dengan permintaan customer seperti, pelumasanoli,
pemotongan sisi, pemotongan dalam bentuk coil dengan lebar yang
sempit dan pembungkusannya. Ketebalan yang dapat diproses di lini ini
adalah 0,20 mm - 3,00 mm.

3.1.12 BLACK ANNEAL LINE

Lini ini khusus untuk inspeksi akhir dari proses untuk melengkapi
kualitas produk Black Steel Carbon dalam bentuk lembaran dan
pembungkusannya. Ketebalan yang dapat diproses di lini ini adalah 0,40
mm - 2,00 mm.
28
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

3.2 DINAS ROLL PROCESS & UTILITY CRM


Dinas Roll Process & Utility CRM adalah lini yang bertugas sebagai
supporting unit untuk produksi CRM. Dinas ini membawahi 3 Seksi (Section),
yaitu :

a. SEKSI ROLL SHOP


Seksi yang bertugas untuk menyiapkan Work Roll, Back Up Roll CTCM
& TPM dan juga pisau Side Trimmer.

b. SEKSI ROLL PROCESS.


Dalam proses pembuatan baja lembaran dingin Divisi CRM terdapat
beberapa proses. PT Krakatau Steel (Persero)Tbk memiliki beberapa
Divisi yang diantaranya yangsudah dikenal adalah Cold Rolling Mill
(CRM).
Di CRM mempunyai beberapa Dinas seperti W1, W2, W3 dan W4 yang
semua Dibas tersebut mempunya fungsi dan tugasnya masing-masing.
Seksi Roll Process (RP) adalah salah satu seksi dari Dinas Roll Process
& Utility - CRM yang berperan sebagai supporting unit & perbaikan
semua roll yang ada di CRM, dengan tugas utamanya menyediakan spare
roll siap pakai untuk semua line di CRM, selain Work Roll dan Back Up
Roll.

29
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
SUSUNAN ORGANISASI
SEKSI ROLL PROCESS

DIREKTOR
AT
PRODUKSI

Subdit Subdit Divisi


Central Subdit Iron Subdit SCM & Health,
Maintenance & Steel Rolling Quality Safety &
& Facilities Making Mill Assurance Environment

Divisi Cold
Roll Mill

Dinas Roll
Process &
Utility

Seksi Roll
Process

Foreman Forman
Perencanaan & Pengendalian & Perbaikan
Pengadaan Roll
Petugas Petugas
Pengadaan Perbaikan
Roll Roll

Petugas Outsourcing unutk untuk Preparation,


Assembling, Handling & Pendataan Roll

Gambar 1. Susunan Organisasi Seksi Roll Process


 Tugas Utama Roll Process adalah :

1. Menyediakan spare part roll siap pakai untuk semua line di CRM
selain work roll dan back up roll
2. Melakukan pengadaan roll, merepair eks - pakai, grinding roll &
relinning roll.. Untuk merepair roll dan grinding roll melibatkan

30
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
work shop intern Krakatau Steel, sedangkan relining roll dilakukan
contact out dengan vendor luar

c. SEKSI UTILITY
Seksi yang bertugas sebagai pengelola Air, Gas, Limbah, Ciller &
Kompressor untuk kebutuhan produksi CRM.

3.3 PEMBAHASAN ASSEMBLING ROLL

 Dasar-dasar Assembling

Assembling atau disebut juga dengan istilah perakitan adalah proses


penggabungan dari beberapa bagian komponen untk membentuk suatu
kontruksi yang diinginkan. Proses perakitan untuk komponen-
komponen yang dopminan terbuat dari pelat tipis dan peelat tebal ini
membutuhkan teknik-teknik perakitan tertentu yang biasanya
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantatanya :
1. Jenis bahan yang akan dirakit
2. Kekuatan yang dibutuhkan untuk kontruksi
3. Pemilihan metode penyambungan
4. Pemilihan metode penguatan yang tepat
5. Penggunaan alat-alat bantu perakitan
6. Toleransi
7. Keindahan bentuk
8. Ergonomis kontruksi
9. Finishing

 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perakitan

1. Jenis – jenis bahan dan logam yang di rakit


Setiap jenis bahan mempunyai sifat-sofat khusus dari bahan lainnya,
sehingga sewaktu dilakukan perakitan jenis bahan sebelumnya harus
diketahui sifat-sifatnya. Sebab dengan diketahuinya sifat-sifat bahan ini
sangat berpengaruh terhadap pemilihan metode penyambungannya.
2. Kekuatan yang dibutuhkan

31
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
Pertimbangan kekuatan yang dibutuhkan untuk suatu kontruksi,
sebaiknya telah dihitung sewaktu merncanakan apa yang akan
dijelaskan, dalam hal ini dengan mempertimbangkan untuk apa
kontruksi itu digunakan. Dengan dasar ini maka kita dapat memilih
metode penyambungan dalam proses perakitan dasar untuk kekuatan
kontruksi dari sambungan yang diminta.
3. Pemilhan metode penyambungan
Pemilihan metode penyambungan ini sangat erat hubungannya dengan
jenis bahan dan kekuatan sambungan yang dibutuhkan. Sebab setiap
metode penyambungan mempunyai keistemewaan tersendii. Apabila
kita salah memilih metode penyambungan, maka akibatnya komponen
yang akan kita rakit kurang baik hasilnya, kemungklinan bisa terjadi
kerusakan akibat penyambungan yang tidak tepat. Komponen dari
pelat baja tipis, jika menggunakan sambungan las welding, pelat akan
melengkung akibat pengaruh panas dari hasil pengelasan. Metode
penyambungan yang kuat bisa dilakukan salahsatunya dengan cara
metode pengelingan menggunakan paku keling.
4. Pemilihan metode penguatan
5. Toleransi
6. Ergonomis
Yang dimaksud Ergonomis dalam istilah perakitan ini adalah kesesuain
antara produk dengan penyamaran si pemakai (end user) artinya,
apabila produk ni digunakan tidak menimbulkan cepat letih,
membahayakan, membosankan, dan sebagainya.
7. Finishing
Merupakan bagian yang sangat penting dalam proses perakitan.
Finishing ini akan memberikan tampilan akhir terhadap suatui benda
terhadap nilai jual.
 Prosedur Perakitan
Diantaranya :
1. Persiapan
2. Menyiapkan nilai alat bantu
3. Alat bantu yang sesuai dengan kontruksi yang akan dirakit
4. Pelaksanaan

32
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
5. Menentukan teknik cara penyambungan antara komponen
6. Komponen yang dirakit diperiksa posisinya, meliputi kesikuan, kerataan,
dll.
7. Siapkan garis acuan / datam line (jika diperlukan)
8. Lakukan proses penyambungan sesuai perintah yang benar
9. Lakukan lah finshing perakitan secara visual dan ukurannya
disesuaikan.

 Metode Perakitan

1. METODE CAS CADE


Adalah metode perakitan antara komponen dengan langkah yang
berurutan pada prinsipnya metode ini banyak dipakai untuk sistem
penggabungan antara komponen dengan menggunakan ripet atau
paku keliling.
2. METODE BONGKAR PASANG
Metode bongkar pasang atau istilah yang lebih popularnya Knock
Down merupakan metode yang banyak digunakan untuk perakitan.
Metode ini bertujuan diantaranya sebagai berikut :
1) Memudahkan dalam mobilitas atau transfortasi
2) Memudahkan untuk proses perawatan atau penggantian
komponen bagian-bagian dalam
3) Kontruksi menjadi lebih sederhana
4) Penggunaan lebar bahan

 Aplikasi Perakitan

1. Langkah perakitan :
1) Menandai bagian sisi plat yang akan ditekuk
2) Menekuk setiap sisi olat menjadi persegi
3) Menyambung lipatan dengan solder
2. Alat-alat yang digunakan :
1) Mistar baja
2) Penggaris
3) Gunting

33
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
4) Palu rata
5) Landasan persegi
6) Alat solder
7) Bahan tambah (timbel)
8) Alat Ukur
Pada proses pembuatan baja lembaran dingin, beberapa line di Divisi
CRM membutuhkan Roll, Udara, Air, Gas dll untuk pendukung saat
proses Roling dilakukan dihampir setiap line. Dinas Roll Proces & Uitility
yang berada di W4 berfungsi sebagai penyuplai kebutuhan line atau mill di
Divisi CRM.

 Teknik Pemasangan Bearing


1. Pemasangan Bearing Pada Poros
 Tidak diperkenankan menekan/memukul langsung
 Gunakan perantara (sleeve)
 Pilih sleeve (peluncur) yang sesuai
 Gaya dikenai pada inner ring

2. Pemasangan Bearing Pada Lubang / Bush


 Tidak diperkenankan menekan/memukul langsung
 Gunakan perantara (sleeve)
 Pilih sleeve (peluncur) yang sesuai
 Gaya dikenai pada outer ring

34
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

3. Pemasangan Bearing Pada Poros - Lubang / Bush

 Tidak diperkenankan menekan/memukul langsung


 Gunakan perantara (sleeve)
 Pilih sleeve (peluncur) yang sesuai
 Gaya dikenai pada inner dan outer ring

4. Pemasangan Bearing Pada Poros Dengan Pres

 Tidak diperkenankan menekan/memukul langsung


 Gunakan perantara (sleeve)
 Pilih sleeve (peluncur) yang sesuai
 Gaya dikenai pada inner

35
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

5. Pemasangan Bearing Pada Poros Dengan Pemanasan Induksi

 Pemanasan dilakukan dengan temperatur 80-125 °C

6. Pemasangan Bearing Pada Poros Dengan Pemanasan Oli

 Pemanasan dilakukan dengan temperatur 80-125 °C

7. Pemasangan Bearing Pada Poros Dengan Pemanasan


Microwave/Filamen

 Pemanasan dilakukan dengan temperatur 80-125 °C


36
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

8. Pemasangan Bearing Dalam Keadaan Panas

 Pemanasan dilakukan dengan temperatur 80-125 °C

9. Pemasangan Bearing Dengan Adaptor Sleeve

 Daftar Komponen Kerja :

1. Langkah Kerja :

37
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

 Teknik Pemasangan Bearing


1. Pelepasan Bearing Pada Poros dengan Puller 3 Rahang Hydraulik

2. Pelepasan Bearing Pada Poros dengan Puller 2 Rahang

3. Pelepasan Bearing Pada Poros dengan Pemanasan

38
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

4. Pelepasan Bearing Pada Poros dengan Adaptor Sleeve

5. Pelepasan Bearing Pada Lubang

 Fungsi Roll Shop (RS)


1. Fungsi Roll Shop (RS)

39
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
 Menyiapkan dan menyediakan Work Roll & Back Up Roll
untuk proses Roling di CTCM dan TPM
 Menyiapkan Chuck untuk Work Roll dan Back Up Roll. Roll
Chop juga bertugas untuk merekondisi Work Roll, Back Up
Roll dan Chuck.

2. Spesifikasi Work Roll Dan BackUp Roll


 Bahan Material : Forged Steel (Baja Tempa)
 Diameter : 585 mm - 510 mm
 Hardness : 94 - 96 Shore C
 Weight : 4.5 - 5 Ton
 Weight + Chuck : 6 - 7 Ton

 Data
SPESIFIKASI CTCM TPM
Bahan Material Forged Steel Cast Iron
(Besi Tempa) (Besi Tuang)
Diameter 1400 mm - 1270 mm 1300 mm - 1200 mm
Hardness 62 - 35 Shore C 74 - 75 Shore C
Weight + Chuck 30 - 40 Ton 30 - 40 Ton

 Roll Shop
Setiap roll yang baru datang, seksi roll shop selalku mengukur ulang
dimensi dengan melakukan NDT (Non Destructive Test) atau uji tidak
merusak. Setelah lulus uji roll tersebut siap untuk di gerinda ulang di
RGM. Roll shop mampu memproses Work Roll (WR) dan Back Up Roll
(BUR) dari line CTCM & TPM menggunakan mesin Roll Grinding
Machine (RGM) yang berfungsi untuk merekondisi roll atau back up roll
psca ctcm atau tpm sesuai spesifikasi yang di tetapkan atau menggunakan
short blast jika roughness diatas 15µ. RGM mampu memproses work roll
± 12 roll/shift. Didalam roll shop terdapat 3 RGM yaitu RGM1 & RGM 2.
Dkhususkan untuk menggerinda work roll sedangan RGM 3 bisa
digunakan untuk work roll dan backup roll.

 Proses RGM
 Menghidupkan Mesin
 Mengecek individual mesin siap pakai atau sedang maintenance

40
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
 Mengecek konsentrasi coolant (pendingin) untuk menentukan
rouhghness
 Mengisi oli neckrest dan meyeting crown yang diinginkan
 Memilih roll yang akan di grinding padaprogram PCS termasuk input
data record
 Mengangkat dan menaruh Roll diatas mesin
 Menentukan program dan disesuaikan dengan spesifikasi yang
diinginkan
 Semi Finishing
 Finishing
 Melakukan pengecekan roll scan dan defect pada saat finishing
 Setelah proses grinding dilakukan pengecekan : crown, roughness &
diameter.
 Menempelkan label pada roll sudah memenuhi spesifikasi
 Roll ispa untuk diassembling dan dipasang chuck
 Apabila roll tidak langsung digunakan roll dibungkus dengan anti rust
untuk menghindari pengaratan

Alur Kerja Roll Process

Banyak jenis dan type roll yang disiapkan oleh Seksi Roll
Process untuk mendukung produksi. Biasanya nama roll identik dengan
fungsi dan kegunaannya. Type roll dibedakan berdasarkan dimesinya,
dimensi roll mulai dari yang Ø30 s/d 1500 mm dengan panjang
bervariatif.

41
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
 Jenis roll yang ada di CRM ada 2, yaitu :
a. Steel Roll, roll ini memiliki bidang permukaan (Barrel) tanpa
lapisan. Type dari roll ini ada sekitar 104 type dan jumlah
terpasangnya sebanyak 863 roll.
b. Rubber Roll, roll ini memiliki bidang permukaan (Barrel) dengan
lapisan karet. Type dari roll ini sekitar 103 type dan jumlah
terpasangnya sebanyak 674 roll.
 Jenis material rubber yang digunakan untuk pelapisan roll yang
digunakan di CRM ada 4, yaitu :
1. NBR (Nytrike Butadiene Rubber) atau Acrilonytrile Buatadiene
Rubber adalah karet sintesis untuk kegunaan khusus yang paling
banyak dibutuhkan. Sifatnya yang sangat baik adalah tahan terhadap
minyak. Sifat ini disebabkan oleh adanya kandungan akrilinitril
didalamnya. Semakin besar kandungan akrilonitril yang terkandung
maka daya atahan terhadap minyak, lemak, dan bensin semakin
tinggi tetapi elastisitasnya semakin berkurang. Kelemahan NBR
adalah sulit diplastisasi. Caranya mangeatasinya dengan memilih
NBR yang memiliki viskositas awal yang sesuai dengan keinginan.
NBR memerlukan pula penambahan bahan penguat serta bahan
pelunak senyawa ester.
Roll yang biasa mengunakan material ini antara lain : Pinch Roll,
Roll Table, Bridle Roll, dan lain - lain.

Gambar Roll NBR

2. CSM (Chlorosulphonated Polyethylene), memiliki sifat khusus


yaitu tahan terhadap oksidasi, sinar ultra violet, cuaca, ozon, zat

42
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
asam dan bahan kimia lainnya. Umumnya digunakan untuk melapisi
selang karet dan bahan-bahan pelapis elastik dan anti korosif untuk
penerapan di luar ruangan. Roll yang biasa mengunakan material ini
antara lain : Wringer Roll, Sink Roll, Guiding Roll, Deflector Roll
dan lain - lain.

Gambar Roll CSM


3. PU (PolyUrethane), yang umumnya disingkat PU, adalah apapun
polimer yang terdiri dari sebuah rantai unit organik yang
dihubungkan oleh tautan uretana (karbamat). Polimer poliuretan
dibentuk oleh pereaksian sebuah monomer yang mengandung
setidaknya dua gugus fungsional isosianat dengan monomer lainnya
yang mengandung setidaknya dua gugus alkohol dalam kehadiran
sebuah katalis. Perumusan poliuretan meliputi kekakuan, kekerasan,
serta kepadatan yang amat beragam. Bahan-bahan ini di antaranya
adalah:
1) Busa fleksibel berdensitas (kepadatan) rendah yang
digunakan dalam bekleding dan bedding,
2) Busa kaku berdensitas rendah yang digunakan untuk
isolasi termal dan dasboard mobil,
3) Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk
bantalan gel serta penggiling cetakan, dan
4) Plastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian
struktural dan bezel instrumen elektronik.

43
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
Poliuretan digunakan secara meluas dalam dudukan busa fleksibel
berdaya lenting (daya pegas) tinggi, panel isolator busa yang
kaku, segel busa mikroseluler dan gasket, roda dan ban karet yang
tahan lama, senyawa pot elektrik, segel dan lem berkinerja tinggi,
serat Spandeks, alas karpet, dan bagian plastik yang keras.
Roll yang biasa mengunakan material ini antara lain : Support
Roll, Sparator Roll, Bridle Roll, Table Roll, dan lain - lain.

Gambar Roll PolyUrethane

4. SI (Silicone Rubber), karet silikon berbeda dengan elastomer


sintetik lainnya terutama karena karet ini tidak mengandung
unsur karbon organik melainkan terdiri dari molekul atom silikon
dan oksigen. Sifat fisiknya adalah kurang baik pada suhu ruangan,
namun lebih tahan suhu dibanding dengan karet
hydrocarbonlainnya. Memiliki sifat elektrik yang baik, tahan
terhadap cuaca,dan ozon dan konsisten terhadap warna. Roll yang
biasa mengunakan material ini ialah Dryer Roll.

Gambar Roll Silicone

 Jenis Kegiatan di Roll Proses

44
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)
1. Pengadaan roll baru yang melalui logistik baik dalam. Luar
negeri atau pembuatan melalui workshop internal
2. Roll ex pakai yang telah digunakan di line kemudian dibawa ke
gudang roll proses untuk dilakukan pengecekan jenis kerusakan
nya baik roll rubber

 Jenis roll yang sering diganti


1. Wringer Roll dengan diameter 200 s/d 300mm
 300 x 1600 mm untuk di ECL 2
 200 x 1500 mm untuk di ECL 1 dan CAL
 300 x 1650 mm untuk di CPL
2. Guiding Roll dengan diameter 300 x 1650 / 500 x 1650 mm untuk di
CPL.
3. Sparator Roll dengan diameter 160 x 850 digunakan di CPL dan
TCM.
4. Table Roll dengan diameter 125 x 1650 digunakan di CPL.

 Definisi roll
Definisi Roll secara umum ialah benda berbentuk silindris yang dapat
berputar pada sumbu porosnya, baik dengan penggerak maupun
dengan tarikan atau dorongan benda lain.
Menurut konstruksinya roll terdiri dari 3 bagian utama, yaitu :
1. Barrel (Permukaan Silindris Roll)
2. Shaft (Batang Poros Roll)
3. Flange (Piringan Penyangga Antara Shaft dengan Barell)

BARREL ROLL

FLANGE ROLL

SHAFT ROLL

45
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. KRAKATAU STEEL
COLD ROLLING MILL (CRM)

Diatas telah diterangkan apa yang dimaksud dengan Roll,


sekarang kita akan membahas mengenai Seksi Roll Process. Tempat
dimana penulis melaksanakan Prakerin.

Seksi Roll Process (RP) adalah salah satu seksi dari Dinas Roll Process
& Utility - CRM yang berperan sebagai supporting unit & perbaikan
semua roll yang ada di CRM, dengan tugas utamanya menyediakan
spare roll siap pakai untuk semua line di CRM, selain Work Roll dan
Back Up Roll.

46