Anda di halaman 1dari 8

Contoh Susunan Acara Pernikahan Adat Jawa

& Adat Sunda


Susunan Acara Pernikahan Walimatul Ursy – Pernikahan adalah sebuah acara yang paling
ditunggu-tunggu oleh setiap insan yang sedang memadu asmara untuk mengikatkan cintanya
secara sah dan halal.

Berbagai persiapan pernikahan pun dilakukan jauh-jauh hari sebelum acara mulai, dari
perlengkapan, alat-alat, tenda, sound system dll.

Tak terkecuali teknis pelaksanaan acara atau susunan acara yang akan berlangsung pada hari
pernikahan tersebut, mulai dari MC, Sambutan keluarga/yang mewakili, siapa yang akan menjadi
saksi dll. Hal ini semua perlu dipersiapkan dan diperhitungkan jauh-jauh hari sebelum hari
pernikahan tiba.

Namun kendala kadang terjadi pada orang/keluarga yang kurang memahami mengenai urutan
atau susunan acara pernikahan tersebut. Alih-alih bahagia di hari pernikahan, yang terjadi bisa
saja malah kesemrawutan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Setiap daerah memiliki keunikan dengan budayanya masing-masing, begitu juga dengan
pernikahan. Susunan pernikahan adat jawa berbeda dengan susunan pernikahan adat sunda.

Berikut adalah ulasan mengenai beberapa susunan acara pernikahan adat jawa yang semoga bisa
bermanfaat dan menjadi referensi dakwah bagi Anda:

Susunan Acara Pernikahan Adat Jawa


Susunan ini meneysuaikan dengan susunan acara pernikahan yang umum terjadi di masyarakat.
Berikut adalah susunan acaranya:
1. Mengecek situasi secara simbolis dengan cara mengalungkan bunga melati yang kemudian
dibawa ke tempat berlangsungnya akad nikah.
2. Acara Ijab Qabul dimulai dengan pembukaan acara oleh MC terlebih dulu.
3. Setelah pembukaan acara oleh MC, acara selanjutnya adalah pembacaan ayat-ayat suci Al
qur’an surat An Nisa’ ayat 1 dan surat Ar Ruum ayat 21.
4. Setelah pembacaan ayat-ayat suci Al qur’an, acara selanjutnya adalah khotbah nikah dan Ijab
Qabul. Khotbah nikah dan Ijab Qabul dipimpin oleh penghulu yang diteruskan dengan doa.
Pada saat proses akad nikah ini pengantin wanita berada ditempat yang terpisah dengan
pengantin pria. Keduanya dipertemukan setelah proses Ijab Qabul selesai.
5. Setelah proses akad nikah selesai, acara diteruskan dengan sungkeman oleh sepasang
pengantin kepada orang tua dari kedua pengantin secara bergantian.
6. Acara yang terakhir adalah foto-foto.

Susunan acara diatas masih memungkin untuk dirubah. Karena setiap daerah memiliki adat
masing-masing yang memungkin berbeda dalam hal urutan atau yang lainnya.

Contoh susunan acara pernikahan diatas hanyalah menurut kebanyakan susunan acara
pernikahan yang umum terjadi di masyarakat.

Baca: Contoh Susunan Acara untuk Acara Keagamaan dan Umum


Susunan Acara Pernikahan Adat Sunda
Susunan acara pernikahan adat sunda terbagi menjadi dua prosesi. Prosesi yang pertama terjadi
sebelum hari-H pernikahan, dan prosesi yang kedua adalah pada saat hari-H pernikahan.

Susunan acara pernikahan adat Sunda sebelum hari-H


1. Neundeun Omongan

Neundeun Omongan artinya adalah menaruh perkataan, titip ucap atau menyimpan janji. Inti dari
prosesi ini adalah meminta ketersediaan calon mempelai wanita untuk menjadi menantunya.
Prosesi ini merupakan pembicaraan antara kedua orang tua dari calon mempelai masing-masing
atau yang menjadi walinya. Orang tua atau wali dari calon mempelai lelaki datang bersilaturahmi
ke rumah orang tua/wali calon mempelai wanita untu menyampaikan pesan bahwa nanti calon
mempelai wanita akan dilamar.

2. Narosan atau Nyeureuhkeun (Lamaran)

Prosesi ini adalah lanjutan dari Neundeun Omongan, yaitu acara melamar atau meminang calon
mempelai wanita. Acara ini dilakukan oleh orang tua calon pengantin dari keluarga sunda dan
keluarga dekatnya.

Hampir sama dengan acara yang pertama, bedanya, dalam acara ini orang tua calon mempelai
pria biasanya
mendatangi orang tua calon mempelai wanita dengan membawa makanan dan lamareun untuk
pameungkeut, yaitu tali pengikat untuk calon pengantin wanita.

3. Tunangan

Susunan acara pernikahan adat sunda yang ketiga adalah patuker beubeur tameuh,
yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos untuk calon mempelai wanita.

4. Seserahan (Nyandakeun)

Acara seserahan ini dilaksanakan pada 3 – 7 hari sebelum hari pernikahan, yaitu calon mempelai
pria membawakan uang, perabot rumah tangga, pakaian, makanan, perabot dapur dll untuk calon
pengantin wanita.

5. Ngeuyeuk Seureuh

Acara yang ini tidak harus dilakukan. Apabila ngeuyeuk seureuh ini tidak dilakukan, maka acara
seserahan
dilakukan sebelum dimulainya prosesi akad nikah. Tahapannya adalah sebagai berikut:
a. Dipimpin Pengeuyeuk.

b. Pengeuyek memerintahkan kedua calon mempelai untuk memohon ijin dan doa restu kepada
orang tua masing-masing serta memberikannya nasehat melalui lambang atau benda yang telah
disediakan, yaitu berupa parawanten, pangradinan,dll.

c. Acara diiringi dengan lagu kidung oleh Pangeuyeuk.

d. Disawer beras, sebagai lambang agar hidupnya sejahtera.

e. Dikeprak menggunakan sapu lidi dan diberi nasehat agar saling memupuk kasih sayang, dan
rajin bekerja.

f. Membuka kain putih penutup Pengeuyeuk. Yang merupakan sebagai lambang rumah tangga
yang akan dibinanya masih putih bersih dan belum ternoda.

g. Membelah mayang jambe dan membelah buah pinang yang dilakukan oleh calon mempelai
pria. Hal ini bermakna agar kedua calon mempelai saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri
dengan baik.

h. Calon mempelai pria menumbukkan alu sebanyak tiga kali ke dalam sebuah lumbung.

6. Membuat Lungkun

Yaitu saling menghadapkan dua lembar daun sirih yang bertangkai. Kemudian digulung menjadi
satu secara memanjang, setelah itu diikat menggunakan benang kanteh. Prosesi ini diikuti oleh
kedua orang tua masing-masing mempelai dan para tamu.

Hal ini bermakna apabila di kemudian hari ada rizki yang berlimpah dan lebih bisa dibagi kepada
sanak famili/keluarga dan handai taulan.
7. Berebut Uang

Acara ini dilakukan di bawah tikar sambil disawer. Hal ini memiliki makna agar berlomba-lomba
dan semangat dalam mencari rizki agar disayang keluarga.

Susunan acara pernikahan adat Sunda saat hari-H


A. Penjemputan Calon Pengantin Pria

Penjemputan calon mempelai pria ini dilakukan oleh utusan dari keluarga calon mempelai
wanita.

B. Ngabageakeun

Prosesi ini adalah penyambutan yang dilakukan oleh Ibu dari calon mempelai wanita dengan
mengalungkan bunga melati kepada calon menantunya. Setelah itu diapit oleh kedua orang tua
calon mempelai menuju ke pelaminan.

C. Akad Nikah

Setelah semuanya siap, petugas KUA dan para saksi telah berada di tempat, kedua orang tua
kemudian menjemput calon mempelai wanita di kamar. Setelah itu calon mempelai wanita
didudukkan di samping kiri calon mempelai pria dan dikerudungi menggunakan tiung panjang.

Hal ini memiliki makna berupa penyatuan dua insan yang masih bersih dan murni. Kerudung
baru akan dibuka ketika sepasang pengantin ini akan menanda tangani surat nikahnya.

D. Sungkeman

Setelah prosesi akad nikah selesai. Prosesi pernikahan selanjutnya adalah sungkeman. Yaitu
memohon ampun kepada kedua orang tua atas segala kesalahan-kesalahannya yang telah
diperbuat selama ini.

E. Wejangan
Setelah itu kemudian diberikan wejangan yang dilakukan oleh keluarga mempelai wanita atau
ayahnya. Wejangan ini berkaitan dengan kehidupan baru yang akan dijalani sepasang pengantin.

F. Saweran

Acara selanjutnya adalah saweran. Kedua pengantin didudukkan diatas kursi sambil dipayungi
menggunakan payung yang besar. Pantun sawer dinyanyikan sambil ditaburi beras kuning ke
arah atas payung.

G. Meuleum Harupat

Susunan acara pernikahan selanjutnya adalah meuleum harupat. Yaitu pengantin wanita
menyalakan harupat menggunakan lilin. Harupat ini kemudian disiram kendi air oleh mempelai
wanita. Selanjutnya harupat dipatahkan oleh mempelai pria.

H. Nincak endog (Menginjak Telur)

Yaitu pengantin pria menginjakkan kakinya ke telur dan elekan hingga pecah. Kemudian
kakinya dicuci menggunakan air bunga, setelah itu kaki mempelai pria dilap/diusap mempelai
wanita.

I. Muka Panto (Buka Pintu)

Diawali dengan mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Kemudian berdialog tanya jawab
menggunakan pantun yang saling bersahutan dari dalam pintu dan luar pintu. Puncaknya, kalimat
syahadat dibacakan dan akhirnya pintu dibuka. Setelah itu pengantin masuk menuju ke
pelaminan.

MC Pernikahan Walimatul Ursy


‫ومن أيته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك آليت لقوم يتفكرون‬
“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-NYA ialah dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu
dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan DIA menjadikan
diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda -
tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir”.

Yang saya hormati bapak, ibu, hadirin, hadirat dan segenap tamu undangan yang telah hadir,
lebih khusus lagi bagi pasangan pengantin yang sedang berbahagia.

Mengawali perjumpaan kita dalam acara walimatul ursy ini, marilah kita panjatkan puja dan puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan ni’matnya kepada kita yang
terhitung jumlahnya, sehingga pada hari ini pun kita dapat menghadiri undangan dari Bp . . . dan
Ibu . . . dalam acara walimatul ursy putranya/putrinya yang bernama ananda . . .dengan . . .

Semoga pernikahannya diberkahi oleh Allah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah,
warahmah. Saya sebagai pembawa acara perkenankanlah membacakan susunan acara yang akan
berlangsung pada hari ini. Susunan acaranya adalah sebagai berikut:

1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat-ayat suci Al qur’an
3. Sambutan dari perwakilan pengantin wanita/penyerahan
4. Sambutan dari perwakilan pengantin pria/penerimaan
5. Mau’idzoh Hasanah
6. Do’a/penutup

Itulah beberapa rangkaian acara walimatul ursy pada hari ini. Untuk mempersingkat waktu,
langsung saja marilah kita buka acara pada hari ini dengan bacaan ummul kitab. Al Fatihah. . .

Semoga dengan bacaan ummul kitab tadi semakin memperlancar acara pada hari ini. Selanjutnya
adalah lantunan ayat-ayat suci Al qur’an yang akan dibawakan oleh Ustadz . . . , kepadanya
dipersilahkan.
Kepada Ustadz . . . kami haturkan terimakasih.

Acara selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan pengantin putri/penyerahan, yang dalam hal
ini akan disampaikan oleh Bp . . . , kepadanya dipersilahkan.

Kepada Bp . . . dari perwakilan pengantin putri kami haturkan terimakasih.

Selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan pengantin pria/penerimaan, yang akan disampaikan
oleh Bp . . . , kepadanya kami persilahkan.

Terimakasih kami haturkan kepada Bp . . .

Acara selanjutnya adalah Mau’idzoh Hasanah beserta do’a, yang dalam hal ini akan disampaikan
oleh KH. . . .

Namun sebelumnya, saya sebagai pembawa acara, apabila dari awal hingga akhir banyak
kekurangan dan kekhilafan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhir kata Was salaamu
‘alaikum wr. wb

Anda mungkin juga menyukai