Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JURNAL REVIEW

“SISTEM INFORMASI JUMLAH ANGKATAN KERJA


MENGGUNAKAN VISUAL BASIC PADA BADAN PUSAT
STATISTIK (BPS) KABUPATEN LANGKAT” DAN “ANALISIS
STATISTIK SEDERHANA UNTUK PENGAMBILAN
KEPUTUSAN”
DOSEN PENGAMPU : MUHAMMAD KADRI S.Si,M.Sc

OLEH :
KELOMPOK 10
1. FINA AULIA RITONGA
2. JESIKA BR SEBAYANG
3. HOTMAWATY HARA LUMBAN BATU

KELAS : FISIKA DIK B 2017

FAKULTAS MATEMATIKA ILMU DAN PENGETAHUAN


ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas CRITICAL JOURNAL REVIEW dengan
mata kuliah STATISTIKA ini dengan baik.

Kami berterima kasih kepada bapak MUHAMMAD KADRI S.Si,M.Sc selaku dosen
pengampu mata kuliah statistika yang sudah memberikan bimbingannya. Kami juga menyadari
bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu kami meminta maaf jika ada kesalahan
dalam penulisan dan kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 09 April 2018

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang
bertanggung jawab dalam melakukan survey jumlah penduduk, survey jumlah angkatan kerja
dan lain sebagainya, dan merupakan salah satu lembaga yang sangat membutuhkan layanan
informasi yang tepat dan akurat, dan perlu untuk membuat sistem informasi untuk perhitungan
survey yang telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat, apalagi jika
dikaitkan dengan kondisi geografis Kabupaten Langkat yang terkenal dengan luasnya. Hal ini
diperlukan untuk mengakuratkan keberadaan data masyarakat yang dirasakan oleh pihak
manajemen semakin perlu dalam rangka pengambilan keputusan yang berkaitan dengan sumber
daya manusia. Proses pengolahan data yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Langkat memang telah menggunakan komputer, namun sistem yang digunakan
belum berbasis database, sehingga sangat besar kemungkinan terjadi kesalahan dalam
memproses data serta pencarian data sulit di lakukan dan memakan waktu yang lama.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 IDENTITAS JURNAL

 Jurnal I

Judul : SISTEM INFORMASI JUMLAH ANGKATAN KERJA MENGGUNAKAN


VISUAL BASIC PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN
LANGKAT

Jenis : Jurnal kaputama

Tahun : 2012

Penulis : Drs. Hermansyah sembiring M.Kom, Nurhayati, S.Kom ,M.Kom

Vol :5

No : 2

Hal : 13-19

ISSN : 1979-6641

 Jurnal II
Judul : ANALISIS STATISTIK SEDERHANA UNTUK PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Jenis : jurnal populasi
Tahun : 2002
Penulis : I gusti ngurah agung
Vol : 11
No : 2
Hal : 77-100
ISSN : 0853-0262
Journal I (Analisis Statistik Sederhana Untuk Pengambilan Keputusan)
Abstract
A Table construction by a tally is data analysis which can easily be accomplished.At
present,with an aid of computers,such analysis can be executed more with ease.Thus,anyone
regarless of her or his academic backgrounds,should be able to make tables,graphs ordescriptive
statistics in a relatively short time.In Constructing of such tables it is paramount that one should
select appropriate variables (indicators Or factors) so the tables may be utilized as inputs for
decision makers,policy makers,and programs.An Analysis based on these tables and graphs
could be formulated as a descriptive summary
Analisis Statistik Sederhana
Analisis data dengan menerapkan metode deskriptif dinyatakan sebagai analisis statistic
sederhana atau yang paling sederhana.Akan tetapi,hasil analisis statistic deskriptif tersebut dapat
menjadi masukan yang sangat berharga untuk para mengambil keputusan,tergantung pada bentuk
dan cara menyajikan hasil analisis tersebut.
a.Variabel Tujuan
Variabel tujuan adalah variabel yang menentukan ada atau tidaknya permasalahan
sehingga variabel tujuan juga dinyatakan sebagai indicator masalah.
b.Faktor-Penyebab
Suatu factor dinyatakan sebagai factor penyebab jika dapa Analisis Deskriptif Pada
dasarnya,analisis data mempunyai tujuan sebagai berikut.
a)Untuk menilai atau mengevaluasi,apakah data yang dipakai layak dapat dipercaya atau tidak.
b)Untuk mempelajari perbedaan nilai statistic variabel-tujuan seperti prevalensi,proporsi dan
rata-rata disertai dengan standar deviasinya yang dihitung berdasarkan data sampel tertentu
dengan nilai yang diharapkan.Dengan kata lain,menentukan ada atau tidaknya permasalahan.
c)Untuk mempelajari hubungan atau asosiasi antara faktor-faktor penyebab
dengan variabel tujuan.
d)Untuk mempelajari perbedaan antara kelompok individu secara deskriptif, meliputi nilai-nilai
statistic variabel tujuan dan asosiasi antara faktor-penyebab dengan variabel tujuan
c.Analisis Tabulasi dan Grafik
Pada umumnya,analisis variabel tunggal atau lebih dikenal dengan analisis univariat
dilakukan untuk setiap indicator masalah objektif dan indikator-indikator objektif yang
merupakan syarat untuk indicator masalah subjektif.
1.Analisis Indikator Tujuan:Perubahan Pemakaian Alat Kontrasepsi
Berdasarkan data panel Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga
Indonesia/SAKERTI(IFLS 1997 & 1998) untuk PUS,ditinjau indicator Perubahan Pemakaian
Alat Kontrasepsi 1997-1998 dengan kategori l=tidak berubah metode kontrasepsi,2=berubah
metode kontrasepsi,3=drop-out,4=pemakai baru,dan 5=tidak memakai.
2.Analisis tentang Faktor Penyebab
Dengan memperhatikan variabel tujuan,Y,yang didefinisikan sebagai Y=1 jika seorang
PUS tidak memakai alat kontrasepsi dan Y=0 jika lainnya,maka dapat disajikan data seperti pada
Tabel 2.Tabel ini menunjukkan persentase PUS yang tidak memakai alat kontrasepsi (alkon)
menurut alas an tidak memakai,berdasarkan data SAKERTI 1997 dan 1998.
3.Analisis tentang Faktor Risiko
Berkaitan dengan factor penyebab tak-terkendali atau factor risiko untuk variabel status
pemakaian alat kontrasepsi dapat diperhatikan berbagai variabel atau factor sosial-
ekonomi.Tabel 4 menunjukkan persentase PUS yang tidak pakai alat kontrasepsi menurut daerah
(kota/desa),wilayah (Jawa Bali dan Luar Jawa Bali) dan jumlah anak masih hidup (JAMH)
Keputusan dan Peluang
(1)Keputusan Dengan Kepastian
Dalam keadaan atau kasus seperti ini setiap keputusan yang diambil telah dapat diduga
apa yang pasti akan terjadi.Sebagai contoh,seorang ibu yang melakukan operasi sterilisasi pasti
tidak akan hamil.
(2)Keputusan Dengan Risiko
Dalam kasus ini probabilitas atau peluang keberhasilan suatu program selalu lebih besar
daripada nol dan lebih kecil daripada satu.
(3)Keputusan Tanpa Kepastian
Dalam kasus seperti ini, pembuat keputusan (decision maker)menyadari akibat atau
dampak tiap-tiap alternative keputusan yang akan diambil, tetapi dia (mereka) tidak dapat
memperkirakan dengan meyakinkan tentang besarnya tiap-tiap peluang yang mungkin terjadi
sebagai akibat atau dampak keputusan tersebut.
Risiko dan Manfaat
Secara umum dapat dikemukakan bahwa setiap kebijakan dan program akan berkaitan
dengan biaya dan manfaatnya.Oleh karena itu, biaya (cost),demikian juga manfaat,suatu
kebijakan/program tidak selalu dapat dinyatakan dalam bentuk uang,maka dipakai istilah ristko-
manfaat (Schmid,1993:55).Sebagai contoh,marilah dipikirkan risiko dan manfaat bagi bangsa
Indonesia dengan keadaan alat kontrasepsi dapat diperoleh secara mudah, banyaknya wisatawan
asing,globalisasi,program mobil nasional, monument jam kependudukan di Yogyakarta,
penggantian dua menteri terakhir,dan sebagainya.
Journal II (Sistem informasi jumlah angkatan kerja menggunakan visual basic pada badan
pusat statistic(BPS) kabupaten langkat)
Abstract
Penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan jumlah angkatan kerja pada badan
pusat statistic (bps) kabupaten langkat.selama ini jumlah angkatan kerja masih sulit diketahui
jumlah yang telah memiliki pekerjaan atau belum dapat hal untuk menemukannya masih belum
ada kepastian dalam informasi di karenakan belum adanya yang memberikan informasi yang
akurat,sehingga perusahaan berdampak dalam masalah jumlah angkatan kerja yang ada di
berbagai desa.
Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan system yang dirancang ini
dapat membantu masalah jumlah angkatan kerja serta dapat membantu badan pusat
statistic(bps)kabupaten langkat untuk memberikan informasi yang akurat sehingga meningkatkan
pemerataan jumlah angkatan kerja untuk ikut dalam program-program pemerintah
lainnya.walaupun system ini8 sudah mampu menyelesaikan masalah,namun masih kurang
sempurna karena system ini belum didukung secara on-line ataupun mobile,Karena banyak
peluang kerja yang dapat dirasakan angkatan kerja namun belum memberikan ke berbagai desa
ataupun lokasi lainnya yang tidak dapat dilakukan masyarakat karena keterbatasan waktu
ataupun jarak lokasi ke badan pusat statistk(bps) kabupaten langkat yang merupakan pusat
memberikan informasi tentang jumlah angkatan kerja.

Pendahuluan
1. Latar Belakang
Badan pusat statistic kabupaten langkat adalah lembaga pemerintah non departemen yang
bertanggung jawab dalam melakukan survey jumlah penduduk,survey jumlah angkatan kerja dan
lain sebagainya,dan merupakan salah satu lembaga yang sangat membutuhkan layanan informasi
yang tepat dan akurat,dan perlu untuk membuat system informasi untuk perhitungan survey yng
telah dilakukan oleh badan pusat statistic kabupaten langkat,apalagi jika dikaitkan dengan
kondisi geografis kabupaten langkat yang terkenal dengan luasnya.
Proses pngolahan data yang dilakukan oleh badan pusat statistic(bps) kabupaten langkat
memang telah menggunakan computer,namun system yang digunakan belum berbasis
databes,sehingga sangat besar kemungkinan terjadi kesalahan dalam memproses data serta
pencarian data sulit dilakukan dan memakan waktu yang lama.
2. Landasan Teori
Pengertian system
Menurut al bahra (2005,h.3)menjelaskan bahwa :”system adalah kumpulan dari
komponen atau elemen-elemen atau subsistem-subsistem”.sedangkan menurut jogiyanto (2005,h.
2) menjelaskan bahwa: “system adalah sekumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu”.
Pengertian informasi
Innformasi menurut al bahra (2005,h.8) menjelaskan bahwa: “informasi adalah data yang
telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimaannya untuk
mengambil keputusan masa kini maupun akan dating”.
Pengertian sistem informasi
Menurut Kenneth c.laudon dan jane p. laudon (2005,h.10) mengemukakan bahwa “data
adalah sekumpulan baris fakta yang mewakili peristiwa yang terjadi pada organisasi atau pada
lingkungan fisik sebelem diolah kedalam format yang bisa dimengerti dan digunakan orang.
Pengertian data
Pengertian data dalam edhy sutanta,(2004;5) mendefinisikan “data adalah sebagai bahan
keterangan tentang kejadian nyata atau fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambing
tertentu yang tidak acak yang menunjukkan jumlah,tindakan atau hal.

Pengertian basis data


Basis data(database)menurut edhy sutanta, (2004;18)dapat dipahami sebagi “suatu
kumpulan data terhubung (interrelated data)yang di simpan secara bersama-sama pada suatu
media.
Pengertian relasional database
Menurut stephem dan plews dalam jenner dan paryudi (2006;1)menyatakan bahwa “basis
data adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data”.
Kamus data
Menurut al-bahra bin ladjamudin (2005,h 70).”kamus data sering disebut juga dengan
system data dictionary adalah catalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari
suatu system informasi”.
Hirarki data
Menurut edhy sutanta (2004;24)tingkat data dapat disusun kadalam sebuah hirarki yaitu:
1. Basis data
2. Berkas/file
3. Record
4. Field/atribut/data
5. Byte
6. Bit
Diagram konteks
Definisi diagram konteks menurut jogiyanto (2005, h.59) “diagram konteks adalah
diagram arus data yang berfungsi untuk menggambarkan yang dirancang suatu objek, diagram
konteks ini menggambarkan secara global atau menyeluruh dari suatu system informasi
keterkaitan aliran-aliran data antara system dengan bagian-bagian luar”.
Data flow diagram
Menurut al-bahra bin ladjamudin (2005,h.68). “arus data merupakan tempat mengalrnya
informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari system”.
Pengertian flowchart
Bagan –bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah
penyelesaian suatu masalah.

Kegitan Oprasional
- Prosedur system berjalan
- Permasalahan alternative pemecahan masalah
Rancangan System Usulan
- Prosedur system usulan
- Diagram alir data system usulan
- Data flow diagram level 0
- Rancangan kamus data
- Rancangan relationship database
- From input data anggota keluarga
- Output jumlah angkatan kerja
Kesimpulan Dan Saran
Kesimpulan
1. Dengan system yang terkomputerisasi maka akan mempermudah dalam melakukan
perhitungan jumlah angkatan kerja
2. Dengan system yang terkomputerisasi maka tingkat kesalahan menjadi semakin kecil
disbanding sebelumnya.
3. Dengan system yang terkomputerisasi maka pegolahan data angkatan kerja lebih efektif
dan efisien serta memiliki tingkat keakuratan yang tinggi.
Saran
1. Program yang telah dibuat hendaknya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan yang
semakin meningkat,sehingga pengguna computer dapat memperingan pekerjaan yang ada
pada badan pusat statistic kabupaten langkat.
2. Semoga system informasi jumlah angkatan kerja yang telah disusun oleh penulis ini dapat
bermanfaat bagi pengguna nantinya.
3. Semoga system informasi jumlah angkatan kerja yang telah disusun oleh penulis ini dapat
digunakan dengan sebaik-baiknya.
Keterangan Jurnal 1 Jurnal 2
Kekuatan jurnal -Memaparkan secara jelas dan lengkap mulai -Penulisan jurnal ini teratur dan sesuai
dari pendahuluan atau latar belakang dari dengan kaidah pembuatan.
permasalahan. -disertai dengan tabel data dan grafik.
-Disertai dengan tabel data dan grafik.

Kelemahan jurnal -Tiap paragraph ada yang menjorok kedalam -Dalam mengembangkan aplikasi Augmented
dan ada pula yang tidak menjorok kedalam. reality adalah masalah pelacakan sudut
- kurangnya pengaplikasian dalam pandang.
kehidupan sehari hari, tentang pokok - tanda baca yang cenderung masih salah
pembahasan. dalam penulisannya.
BAB III

PENUTUP
Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan beberapa hal yaitu:

1) Pada jurnal 1 dan 2 sudah cukup bagus dalam mengemas dan menyajikan isi dari materi
jurnal, yang dimana memaparkan latar belakang dan pembahasan dan sumbernya dan
juga penjelasan mengenai pemabahasan yang didapat.
2) Dalam penyajiannya juga disertakan beberapa tabel dan grafik dari pembahasan yang
membuat jurnal tersebut mudah buat dipahami dan cukup bagus untuk diidentifikasi dan
dijadikan bahan dan sumber referensi.
3) Di dalam pembuatan dan penyajian kedua jurnal ini juga masih perlu adanya perbaikan
dengaan sedikit ditambahkannya pengaplikasian dalam kehidupan sehari hari dan
mengkaitkan dan mengikutsertakan penjelasab yang mengkaitkan ke dalam kehidupan
sehari hari akan semakin bagus untuk dijadikan sebagai bahan referensi.

-Memaparkan secara jelas dan lengkap mulai dari -Penulisan jurnal ini teratur dan sesuai dengan kaidah
pendahuluan atau latar belakang dari permasalahan. pembuatan.
-Disertai dengan tabel data dan grafik. -disertai dengan tabel data dan grafik.
-Tiap paragraph ada yang menjorok kedalam dan ada -Dalam mengembangkan aplikasi Augmented reality
pula yang tidak menjorok kedalam. adalah masalah pelacakan sudut pandang.
- kurangnya pengaplikasian dalam kehidupan sehari
hari, tentang pokok pembahasan.