Anda di halaman 1dari 9

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA

TUGAS PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA

DISUSUN OLEH :

NAMA : MAILA PINGGAOFIT

NIM : 71418012

PRODI : PSIKOLOGI
PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA

ABSTRAK :

Sebagai dasar negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila memang
merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata merupakan light-star bagi segenap
bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan
kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai
pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan yang jelas tadi telah
diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia.
Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali bagi
mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945
bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan
Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan
yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Pada hakikatnya pancasila mengandung dua pengertian pokok, sebagi pandangan
hidup bangsa indonesia dan sebagi dasar negara RI . Dalam berbagai pengajaran tentang
pancasila telah didalilkan bahwa pancasila itu telah ada bersama lahirnya bangsa indonesia.
Pancasila drama mempunyai arti lima dasar tingkah laku / perintah kesusilaan yang lima,
yang meliputi :

1. Tidak boleh melakukan kekerasan (ahimsa)


2. Tidak boleh mencuri (astesa)
3. Tidak boleh berjiwa dengki (indriya nigraha)
4. Tidak boleh berbohong (amrsawada)
5. Tidak boleh mabuk / minum –minuman keras (dama)
Selain dari pada itu dalam kitab sutasoma terdapat semboyan “ Bhinika Tunggal
Ikatan Hana Dharma Mangrua ” yang mengndung arti meskipun agama kelihatan berbeda
bentuk / sifatnya namun pada hakikatnya satu juga yang kemudian menjadi motto lambang
negara kita yakni Bhinneka Tunggal ika.
Secara harfiah pancasila dapat dijabarkan dalam dua kata yaitu : panca yang berarti 5
(lima) dan sila yang berarti dasar atau rangkaian kata tersebut mempunyai arti lima dasar.
A. Pancasila Sebagai Dasar Negara
Merekahnya matahari bulan Juni tahun 1945 disambut dengan lahirnya sebuah konsepsi
kenegaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, lahirnya ideologi besar Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara yang berarti Pancasila berfungsi sebagai dasar yang mengatur
pemerintahan suatu negara atau sebagai dasar aturan penyelenggaraan suatu Negara. Menurut
Prof. Dr. Notonegoro, SH. Pancasila merupakan suatu norma hukum pokok atau pokok
kaidah fundamental yang memiliki kedudukan tetap, kuat, dan tidak berubah.
Kedudukan pancasila sebagai sumber segala sumber hukum atau sebagai sumber tertib
hukum dapat dijabarkannya suatu sistem dalam sturktur fungsi pancasila sebagai:
- Pancasila sebagai dasar negara adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum
(sumber tertib hukum) Indonesia.
- pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan
UUD 1945 dijabarkan dalam empat pokok pikiran.
- Mewujudkan cita-cita sebagai dasar hukum yang tertulis maupun tidak tertulis.
- Pancasila mengandung norma yang mengharuskan UUD 1945 dengan isi yang
mewajibkan pemerintah dan penyelenggara negara yang lain termasuk para
penyelenggara partai dan golongan fungsional memegang teguh cita-cita rakyat yang
bermoral luhur.
- Pancasila sebagi sumber semangat kebangsaan bagi UUD 1945, penyelenggara
negara, pelaksana pemerintah, termasuk penyelenggara parati dan golongan
fungsional.
Oleh karena itu, dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan luhur itu dilandaskanlah
suatu konsep kebangsaan yang diberi nama Pancasila. Lima sila yang berarti bangsa
Indonesia.
Pancasila sebagaimana dirumuskan oleh penggalinya adalah pandangan hidup yang
muncul dalam mengenali realitas sosio-politik bangsa Indonesia. Pancasila adalah upaya dan
muara yang paling mungkin untuk disepakati dari beragamnya aspek plural kehidupan
masyarkata Indonesia. Rumusan Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD
NRI 1945 alinea IV, terdiri atas lima sila, asas atau prinsip yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sedangkan secara entitas, Pancasila itu sendiri pada hakekatnya ia adalah. Nilai atau
value adalah sesuatu yang berharga, berguna bagi kehidupan manusia. Nilai memiliki sifat
sebagai realitas yang abstrak, normatif dan berguna sebagai pendorong tindakan manusia.
Kelima sila, asas atau prinsip Pancasila di atas dapat dikristalisasikan ke dalam lima nilai
dasar yaitu nilai Ke-Tuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
Pancasila yang berisi lima nilai dasar itu ditetapkan oleh bangsa Indonesia sebagai
dasar negara dan ideologi nasional Indonesia sejak tahun 1945 yaitu ketika ditetapkan
Pembukaan UUD NRI oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Kedudukannya
sebagai dasar negara dan ideologi nasional ini dikuatkan kembali melalui Ketetapan MPR RI
No. XVIII/ MPR/1998 yang mencabut Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang P4
sekaligus secara eksplisit menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai dasar
negara berkonotasi yuridis, sedang Pancasila sebagai ideologi dikonotasikan sebagai program
sosial politik. Pancasila telah menjadi dasar filsafat negara baik secara yuridis dan politis.
Pancasila sebagai dasar negara dapat ditinjau dari aspek filosofis dan yuridis. Dari
aspek filosofis, Pancasila menjadi pijakan bagi penyelenggaraan bernegara yang
dikristalisasikan dari nilai-nilainya. Dari apek yuridis, Pancasila sebagai dasar negara menjadi
cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia.
Politik pembangunan hukum di Indonesia dengan kerangka nilai Pancasila memiliki kaidah
kaidah penuntunnya.
Pancasila sebagai sumber dan kaidah penuntun hukum itu selanjutnya dituangkan di
dalam peraturan perundang-undangan sebagai sumber hukum formal. Jalinan nilai nilai dasar
Pancasila dijabarkan dalam aturan dasar (hukum dasar) yaitu UUD 1945 dalam bentuk pasal-
pasal yang mencakup berbagai segi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Aturan-
aturan dasar dalam UUD 1945 selanjutnya dijabarkan lagi dalam undang-undang dan
peraturan dibawahnya. Hieraki hukum Indonesia yang terbentuk ini berbentuk piramida yang
dapat dilihat dan sejalan dengan Stufenbautheorie (teori jenjang norma) dari Hans Kelsen,
dimana Pancasila sebagai Grundsnorm berada di luar sistem hukum, bersifat meta
yuristic tetapi menjadi tempat bergantungnya norma hukum.
Pada posisinya sebagai ideologi nasional, nilai-nilai Pancasila difungsikan sebagai nilai
bersama yang ideal dan nilai pemersatu. Hal ini sejalan dengan fungsi ideologi di masyarakat
yaitu: Pertama, sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh suatu
masyarakat. Kedua, sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai prosedur
penyelesaian konflik yang terjadi di. Dalam kaitannya dengan yang pertama nilai dalam
ideologi itu menjadi cita-cita atau tujuan dari masyarakat. Tujuan hidup bermasyarakat adalah
untuk mencapai terwujudnya nilai-nilai dalam ideologi itu.
Sedangkan dalam kaitannya yang kedua, nilai dalam ideologi itu merupakan nilai yang
disepakati bersama sehingga dapat mempersatukan masyarakat itu serta nilai bersama
tersebut dijadikan acuan bagi penyelesaian suatu masalah yang mungkin timbul dalam
kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Pancasila sebagai ideologi nasional ini dapat
dipandang dari sisi filosofis dan politis. Dari aspek filosofis, nilai-nilai Pancasila menjadi
dasar keyakinan tentang masyarakat yang dicita-citakan (fungsi pertama ideologi). Dari aspek
politik Pancasila merupakan modus vivendi atau kesepakatan luhur yang mampu
mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk dalam satu nation state atas dasar
prinsip persatuan (fungsi kedua ideologi). Pancasila menjadi nilai bersama atau nilai
integratif yang amat diperlukan bagi masyarakat yang plural.

B. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup yang Mempersatukan Bangsa Indonesia


Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih
secara selektif oleh para Individu dan Golongan didalam masyarakat. Pandangan hidup
berasal dari pemikiran manusia yang sudah diakui. Banyak sekali ragam dan macam
pandangan hidup manusia.
Pandangan Hidup adalah Konsep atau cara pandang manusia yang bersifat mendasar
tentang diri dan dirinya. Pandangan hidup berarti pendapat atau pertimbangan yang dijadikan
pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia. Pendapat atau pertimbangan itu
merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah berdasarkan waktu dan
lingkungan hidupnya. Dengan demikian, pandangan hidup bukanlah timbul seketika ataupun
dalam waktu yang singkat, melain dalam waktu yang lama dan prses terus menerus sehingga
hasil pemikiran tersebut dapat di uji kenyataannya, serta dapat diterima oleh akal dan diakui
kebenarannya.
Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Sebagaimana yang ditujukan
dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1979, maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat
Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita. Setiap bangsa yang
ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah serta tujuan yang ingin dicapainya
sangat memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjung sebagai pandangan/filsafat hidup. Dalam
pergaulan hidup terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu
bangsa, terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud
kehidupan yang dianggap baik. Dengan demikian, pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Indonesia juga harus berdasarkan pada Bhineka Tunggal Ika yang merupakan asas pemersatu
bangsa sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman.
Hakekat Bhineka Tunggal Ika sebagai perumusan dalam salah satu penjabaran arti dan
makna Pancasila menurut Notonegoro adalah bahwa perbedaan itu adalah kodrat bawaan
manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa , namun perbedaan itu bukan untuk
dipertentangkan dan diperuncingkan melainkan perbedaan itu untuk dipersatukan,
disintesakan dalam suatu sintesa yang positif dalam suatu negara kebersamaan, Negara
Persatuan Indonesia.
“Apa arti pandangan hidup suatu bangsa?”. Pertanyaan ini sukar untuk dijawab tanpa
mengetahui bahwa bangsa itu mengenal berbagai kelompok masyarakat manusia yang
membentuk bangsa. Kita mengenal bangsa Amerika yang terdiri atas berbagai asal ras dan
asal kebudayaan. Ada yang beasal dari Eropa, Inggris, Jerman, Timur Tebgah, Jepang dan
masih banyak lagi. Tetapi mereka menyebut diri sebagai bangsa Amerika.
Semua mengaku sebagai bangsa Amerika yang siap membela Negara Amerika.
Indonesia pun sama seperti bangsa Amerika yang terdiri atas berbagai kelompok masyarakat
yang masing-masing berbeda latar belakang budayanya, agama, dan bahkan darahnya. Tetapi
sejak tanggal 28 Oktober 1928 kita telah menjadi satu bangsa Artinya satu kesatuan dari
berbagai ragam latar belakang sosial budaya, agama dan keturunan yang bertekad untuk
membangun satu tatanan hidup berbangsa dan bernegara.
Setiap bangsa mempunyasi cita-cita untuk masa depan dan menghadapi masalah
bersama dalam mencapai cita-cita bersama. Cita-cita kita sebagai bangsa Indonesia tercantum
dalam Pembukaan UUD 1945, yakni mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang adil dan
makmur materil dan spirituan berdasarkan Pancasila. Seperti halnya keluarga, sutau bangsa
yang bertekad mencapai cita-cita bersama memerlukan suatu pandangan hidup. Tanpa
pandangn hidup, suatu bangsa akan terombang ambing. Dengan pandangan hidup suatu
bangsa dapat secara jelas mengetahui arah yang dicapai.
- Dengan pandangan hidup, suatu bangsa :
- Akan dengan mudah memandang persoalan-pesoalan yang dihadapi;
- Akan dengan mudah mencari pemecahan masalah-masalah yang dihadapi;
- Akan memiliki pedoman dan pegangan;
- Akan membangun dirinya.
Bangsa Indonesia lahir menurut cara dan jalan yang ditempuhnya sendiri yang
merupakan hasil antara proses sejarah di masa lampau, tantangan perjuangan dan cita-cita
hidup di masa yang akan datang, yang secara keseluruhan membentuk kepribadianya sendiri.
Oleh karena itu bangsa Indonesia lahir dengan kepribadianya sendiri, yang bersamaan dengan
lahirnya bangsa dan Negara itu, kepribadian itu ditekankan sebagai pandangan hidup dan
dasar Negara Pancasila. Bangsa Indonesia lahir dengan kekuatan sendiri, maka percaya pada
diri sendiri juga merupakan salah satu cirri kepribadian bangsa Indonesia. Karena itulah,
Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan telah melalui proses
yang panjang, dimatangkan oleh sejarah perjungan bangsa kita sendiri, dengan melihat
pengalaman bangsa-bangsa lain, dengan diilhami oleh bangsa kita dan gagasan-gagasan besar
bangsa kita sendiri.
Karena pancasila sudah merupakan pandangan hidup yang berakar dalam kepribadian
bangsa, maka ia diterima sebagai Dasar Negara yang mengatur hidup ketatanegaraan. Hal ini
tampak dalam sejarah bahwa meskipun dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda,
namun dalam tiga buah UUD yang pernah kita miliki yaitu dalam pembukaan UUD 1945,
Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat dan UUD sementara Republik Indonesia
tahun 1950 pancasila itu tetap tercantum di dalamnya.
Pancasila yang selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional kita, Pancasila selalu
menjadi pegangan bersama pada saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi
bangsa kita, merupakan bukti sejarah bahwa Pancasila memang selalu dikehendaki oleh
bangsa Indonesia sebagai dasar kerohanian bangsa, dikehendaki sebagai Dasar Negara.

C. Fungsi Pancasila
1. Pancasila Sebagai Dasar Negara
· Pancasila sebagai Dasar Negara atau sering juga disebut sebagai Dasar Falsafah
Negara ataupun sebagai ideologi Negara, hal ini mengandung pengertian bahwa Pancasila
sebagai dasar mengatur penyelenggaraan pemerintahan. Kedudukan Pancasila sebagai
Dasar Negara mempunyai fungsi dan kedudukan sebagai kaidah Negara yang
fundamental atau mendasar, sehingga sifatnya tetap, kuat dan tidak dapat dirubah oleh
siapapun, termasuk oleh MPR/DPR hasil pemilihan umum.
· Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia atau Dasar Falsafah Negara atau
Philosofis Granslog. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur
pemerintahan Negara, atau pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur
penyelenggaraan Negara yang sesuai dengan bunyi pembukaan Undang-undang Dasar
1945
2. Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia
· Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia. diwujudkan dalam sikap mental dan
tingkah laku serta amal perbuatan sikap mental. Sikap mental dan tingkah laku
mempunyai ciri khas, artinya dapat dibedakan dengan Bangsa lain. Ciri Khas inilah yang
dimaksud dengan kepribadian.
· Menurut AG. Pringgodigdo bahwa Pancasila sebagai jiwa bangsa lahir bersamaan
adanya Bangsa Indonesia. Jadi Pancasila lahir dari jiwa kepribadian bangsa Indonesia
yang terkristalisasi nilai-nilai yang dimilikinya.
3. Pancasila sebagai Pandangan hidup Bangsa Indonesia
· Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa atau Way of Life mengandung makna
bahwa semua aktifitas kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan sila-
sila daipada Pancasila, karena Pancasila juga merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang
dimiliki dan bersumber dari kehidupan bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai yang dimiliki
dan bersumber dari kehidupan bangsa Indonesia sendiri.
· Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Artinya Pancasila dipergunakan
sebagai petunjuk hidup sehari-hari dan juga merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
dipisah-pisah antara satu dengan yang lain.
4. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan Bangsa Indonesia.
· Cita-cita luhur Negara Indonesia tegas dimuat dalam pembukaan Undang-undang
Dasar 1945. Karena pembukaan Undang-undang Dasar 1945 merupakan penuangan jiwa
proklamasi yaitu jiwa Pancasila, sehingga Pancasila merupakan cita-cita dan
tujuan bangsaindonesia. Cita-cita luhur inilah yang akan disapai oleh Bangsa Indonesia.
5. Pancasila sebagai palsafah hidup yang mempersatukan Bangsa.
· PancasilA merupakan sarana yang sangat ampuh dan efektif untuk
mempersatukan Bangsa Indonesia. Karena Pancasila adalah palsafah hidup
dan kepribadian Bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang
oleh Bangsa Indonesia diyakini paling benar, adil, bijaksana dan tepat bagi
Bangsa Indonesia untuk mempersatukan Rakyat Indonesia.
· Bangsa Indonesia yang pluralis dan wilayah Nusantara yang terdiri dari berbagai
pulau-pulau, maka sangat tepat apabila Pancasila dijadikan Pemersatu Bangsa, hal ini
dikarenakan Pancasila mempunyai nilai-nilai umum dan universal sehingga
memungkinkan dapat mengakomodir semua perikehidupan yang berbhineka dan dapat
diterima oleh semua pihak.
6. Pancasila sebagai Sumber Hukum Dasar Nasional
· Dalam ilmu hukum istilah sumber hukum berarti sumber nilai-nilai yang menjadi
penyebab timbulnya aturan hukum. Jadi dapat diartikan Pancasila sebagai Sumber hukum
dasar nasional, yaitu segala aturan hukum yang berlaku di negara kita tidak boleh
bertentangan dan harus bersumber pada Pancasila.
7. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia
· Pada saat bangsa Indonesia bangkit untuk hidup sendiri sebagai bangsa yang merdeka,
bangsa Indonesia telah sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara.
Kesepakatan itu terwujud pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan disahkannya Pancasila
sebagai Dasar Negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang
mewakili seluruh bangsa Indonesia.
8. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara RI
· Pancasila sebagai ideologi bangsa berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa
dan bukannya mengambil ideologi dari bangsa lain
9. Pancasila Sebagai Sumber Nilai
· Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang
fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha
Esa,Nilai Kemanusiaa Yang Adil dan Beradab,nilai Persatuan Indonesia,
nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan /
perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.