Anda di halaman 1dari 22

Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

MODUL VIII
ALIRAN MELALUI VENTURIFLUME

8.1. Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari hari, kita selalu berhubungan dengan berbagai


macam alat pengalir. Pengukuran laju alir diperlukan untuk menentukan
jumlah bahan yang mengalir masuk dan keluar proses.

Pengukuran laju alir ditentukan dengan mengukur kecepatan cairan atau


perubahan energi kinetiknya. Perbedaan tekanan yang terjadi pada saat
cairan melintasi pipa mempengaruhi kecepatan suatu aliran. Karena luas
penampang pipa sudah diketahui, kecepatan rata-rata merupakan indikasi
dari laju alirnya.

Salah satu alat yang menggunakan prinsip kerja tekanan yaitu venturimeter.
Venturimeter ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang
berfungsi untuk mendapatkan beda tekanan. Sedangkan alat untuk
menunjukan besaran aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya adalah
manometer pipa U. Prinsipnya yaitu adanya perbedaan luas penampang
yang akan menyebabkan perbedaan tekanan dan akan berpengaruh pada
ketinggian manometer. Untuk membuktikan bahwa perbedaan luas
penampang membuat ketinggian fluida yang berbeda, kita akan melakukan
suatu percobaan menggunakan venturimeter.

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

8.2. Tujuan Praktikum

Tujuan percobaan ini adalah :


1. Menunjukkan pengaruh perubahan penampang terhadap tinggi garis
hidraulik pada masing-masing manometer.
2. Menentukan koefisien pengaliran pada alat venturemeter yang
digunakan.

8.3. Alat-Alat Percobaan

a. Alat Venturimeter.

Gambar 8.3.1. Alat Venturiflume


b. Stopwatch.

Gambar 8.3.2. Stopwatch

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

c. Bangku hidraulik.

Gambar 8.3.3. Bangku Hidraulik


d. Gelas Ukur.

Gambar 8.3.4. Gelas Ukur

8.4. Dasar Teori

Alat ukur debit saluran terbuka memiliki konsep yang sederhana, yaitu
hubungan antara kedalaman air dan lajunya dipengaruhi oleh bentuk dan
dimensi alatnya. Perhitungan debitnya menggunakan persamaan dengan
fungsi air atau head. Pertimbangan yang biasa digunakan dalam pemilihan
alat ukur antara lain biaya pembuatan dan pemasangan, biaya perawatan,
dimensi kanal, debit, dan karakteristik airnya meliputi kejernihan,
berlumpur, dan lain-lain. Biasanya, pemilihan alat ukut debit didasarkan
pada besar kecilnya debit air yang akan diukur.

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Venturi flume adalah flume pada saluran terbuka yang membuat aliran
bersifat kritis akibat adanya penyempitan secara tiba-tiba yang
menyebabkan penurunan HGL dan menciptakan kedalaman kritis. Venturi
flume digunakan dalam pengukuran aliran terutama laju aliran yang sangat
besar, biasanya dalam jutaan unit kubik. Pengukuran debit dengan saluran
venturi membutuhkan dua pengukuran, satu hulu dan satu di bagian yang
menyempit. Hal ini berlaku apabila aliran melewati yang melewati flume
dalam keadaan subkritis. Jika flume dirancang agar aliran dari subkritis
berubah menjadi superkritis saat melewati saluran tersebut, maka
pengukuran tunggal di bagian penyempitan (yang dalam hal ini menjadi
bagian kritis) sudah cukup untuk perhitungan debit.Untuk memastikan
terjadinya kedalaman kritis di tenggorokan (bagian yang menyempit),
flumes biasanya dirancang sedemikian rupa untuk membentuk lompatan
hidrolik di sisi hilir struktur. Flume ini disebut standing wave flumes.

Venturi flume memberikan efek gabungan kontraksi dan kecepatan terminal


sekaligus, dengan kehilangan tekanan yang lebih kecil tersebut dapat diukur
dan dapat mewakili debit yang melaluinya. Venturi flume terbentuk dengan
kontraksi pada penampang saluran, bersamaan dengan aliran yang menjadi
cepat saat berada di tenggorokan, dan diikuti dengan ekspansi kembali ke
luas.penampang sebelumnya. Ketika terjadi ekspansi, air akan terus
dipercepat dalam aliran superkritik atau bahkan dapat diperlambat dalam
aliran subkritis.

Venturi flume memiliki dua keunggulan bila dibandingkan dengan bendung,


dimana kedalaman kritis dibuat oleh penyempitan secara vertikal. Pertama,
headloss hidrolik yang dihasilkan oleh flume lebih kecil dari headloss yang
dihasilkan oleh bendung. Kedua, tidak ada dead zone pada flume. Headloss
headzone dapat menyebabkan sedimen dan puing-puing dapat menumpuk
terdapat di hulu bendung. Venturiflume sangat dapat diandalkan dalam
pengukuran aliran dan memiliki beberapa kelebihan. Seperti tidak mahal

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

dan mudah dikontruksi, operasinal yang sederhana, membutuhkan hanya


sedikit perawatan, akurat untuk mencapai ekspektasi praktikal, tidak
terpengaruh benda yang mengapung, hilang head pada saat operasi
tergolong sedikit, dan memiliki banyak variasi koefisien discharge.
Venturiflume dirancang dalam berbagai bentuk. Biasanya dipakai pada
keadaan aliran bebas atau tidak terbenam, dengan kedalaman kritis pada
penampang yang menyempit dan loncatan hidrolik pada penampang
pengeluaran. Namun pada keadaan aliran tertentu, loncatan hidrolik bersifat
terbenam. Berikut ilustrasi aliran melalui venturiflume.

Gambar 8.4.1. Ilustrasi Aliran Melalui Venturiflume Tampak Atas

Gambar 8.4.2. Ilustrasi Aliran Melalui Venturiflume Tampak Samping

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Pada flume akan terjadi kedalaman kritis, energi diminimalkan dan terjadi
hubungan langsung antara kedalaman air dan laju aliran. Secara fisik, sangat
sulit untuk mengukur kedalaman kritis dalam saluran, dikarenakan zona
yang tepat sulit untuk ditentukan dan terdapat kemungkinan berbeda akibat
laju air. Melalui konversi massa, kedalaman hulu terkait dengan kedalaman
kritis. Flume dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu alat ukur throated
flume dan curthroated flume. Bangunan dengan alat ukur long-throated
flume dapat digunakan sebagai pilihan karena bangunan tersebut mudah
dibuat serta bentuknya yang sederhana, serta bangunan ini bentuknya
mudah untuk disesuaikan sesuai dengan tipe saluran. Bangunan ini terdiri
dari bagian transisi yaitu bagian yang menghubungkan saluran dengan
flume. Bagian ini tebentuk prismatik dimana transisi dinding dan lantai bisa
lurus.Venturiflume terdiri dari bagian inlet, bagian konvergen, sambungan
paralel, dan bagian divergen. Fungsi utama venturiflume adalah mengukur
debit aliran air melalui saluran tempat venturiflume diallui. Pada
venturiflume terjadi penyempitan secara tiba-tiba yang menyebabkan
terjadinya perubahan kekritisan liran dan menyebabkan adanya kedalaman
kritis. Pada kedalaman kritis energi aliran minimal sehingga dapat
diidentifikasi hubungan antara kedalaman dengan kecepatan aliran.

Perhitungan debit dilakukan dengan menggunakan alat ukur venturiflume


dimulai dari persamaan debit teoritis melalui notch di ambang tajam laju
aliran yang melalui strip √ dan debit aliran yang melalui strip

√ .

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Persamaan diintegrasikan dari permukaan air dengan h = 0, hingga garis


dasar h = H. Sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut.

√ ∫

Persamaan ini akan berbeda pada tiap jenis notch, untuk pemakaian notch
lain, persamaan harus direlasikan pada fungsi lebar permukaan. Untuk
saluran berbentuk persegi, nilai lebar permukaan tidak berubah terhadap
kedalaman. Berikut penurunan persamaannya:

√ ∫



Mencari kedalaman kritis dan debit aliran dapat dicari dengan data dimensi
venturiflume dan kedalaman aliran pada waktu tertentu. Adapun dimensi,
kedalaman, dan debit dapat dinyatakan pada titik-titik pengukuran berikut
ini:

Gambar 8.4.3. Titik pengukuran tampak atas

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Gambar 8.4.4. Titik Pengukuran Tampak Samping

8.5. Prosedur Percobaan

Prosedur kerja percobaan ini adalah :


a. Pastikan bangku hidraulik dalam keadaan mati dan air pada bak kecil
sudah dibuang.

Gambar 8.5.1. Bangku Hidraulika

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

b. Kalibrasikan tinggi piezometer sesuai dengan skalanya dengan cara


menekan katup udara diatas piezometer perlahan-lahan sampai
ketinggian setiap piezometer sama dan berada dalam skala pengamatan.
Jika tinggi air di piezometer sudah lebih rendah dari skala pengamatan,
nyalakan bangku hidraulik sebentar dan bukalah kran suplai air
perlahan-lahan sampai air naik. Setelah air berada pada ketinggian yang
tepat, matikan lagi bangku hidraulik.

Gambar 8.5.2. Pipa Saluran


c. Mulailah menyalakan bangku hidraulik, bukalah kran suplai air
perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit serta kran control aliran
seluruhnya sampai didapat debit yang dialirkan menghasikan selisih
ketinggian maksimum dari masing – masing piezometernya tetapi
didalam skala pengamatan.

Gambar 8.5.3. Kran


d. Amatilah perbedaan ketinggian yang terjadi dan catatlah ketinggian air
pada tiap piezometer. Kemudian, hitunglah perbedaan ketinggian

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

piezometer h1 dan h2 dimana h1=tinggi skala piezometer dititik A dan


h2=tinggi skala piezometer di titik D seperti pada gambar.

Gambar 8.5.4. Piezometer


e. Catat pembacaan tekanan dan alirannya. Ingatlah untuk mengubah aliran
anda menjadi aliran volume m3/s.

Gambar 8.5.5. Catat Data Hasil Percobaan


f. Putar kembali kran suplai air secara perlahan untuk mendapatkan debit
yang lebih kecil dari debit sebelumnya dan nyalakan kembali bangku
hidraulik.

Gambar 8.5.6. Tombol Power

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

g. Ulangi langkah 4 – 7 hingga didapat data untuk delapan debit yang


berbeda, dengan syarat besar debit harus masih dapat memberikan
perbedaan ketinggian yang tampak jelas pada tiap piezometer (debit
tidak terlalu kecil).

8.6. Data Hasil Percobaan

Tabel 8.6.1 Data Hasil Percobaan Venturiflume


Throat Area (a2)/Upstream Area (a1)=0.0002011

(a2/an)2 = 0.1436

Ideal
Throat Dimensionless
Diameter Area Pressure
Tapping area/area ( )
(m) ( (m) ( -
)

A
(upstream) 0,026 5,3 0,378 0,143 0
( )
B 0,0232 4,22 0,475 0,226 -0,082
C 0,0184 2,65 0,756 0,572 -0,346
D
(Throat) 0,016 2 1 1,001 -0,428
( )
E 0,0168 2,21 0,907 0,823 -0,68
F 0,01847 2,67 0,75 0,563 -0,42
G 0,02016 3,19 0,63 0,397 -0,253
-0,144
H 0,02184 3,74 0,537 0,288

I 0,02353 4,34 0,462 0,214 -0,07


J 0,02521 4,98 0 0 -0,143
K 0,026 5,3 0,378 0,143 0
Sumber:DataHasil Perhitungan

Tabel 8.6.2 Data Hasil Percobaan Venturiflume

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Flow Q = 0.000118m3 /s
Velocity u = 0.3443m/s
u22/2g = 0
Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure h n -h 1 /(u 2 /2g) (mm)
A (upstream) (a2) 0,254 0 0 0
B 0,254 0 0 7
C 0,248 -0,006 -0,993 19
D (thoroat) (a2) 0,238 -0,016 -2,6481 33
E 0,24 -0,014 -2,3171 48
F 0,244 -0,01 -1,655 63
G 0,246 -0,008 -1,324 78
H 0,248 -0,006 -0,993 93
J 0,25 -0,004 -0,662 108
K 0,25 -0,004 -0,622 123
L 0,25 -0,004 -0,622 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Tabel 8.6.3. Actuall Dimenssionless Pressur Flow Q = 0,000153 m^3/s


Flow Q = 0.000153m3/s
Velocity u = 0.578m/s
u22/2g = 0.017077

Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure (h n -h 1 /u 2 2 /2g) (mm)

A (upstream)(a 2 ) 0,248 0 0 0
B 0,248 0 0 7
C 0,238 -0,01 -0,58557 19
D(throat)(a 2 ) 0,222 -0,026 -1,52249 33
E 0,224 -0,024 -1,40537 48
F 0,234 -0,014 -0,8198 63
G 0,238 -0,01 -0,58557 78
H 0,24 -0,008 -0,46845 93
J 0,242 -0,006 -0,35134 108
K 0,242 -0,006 -0,35134 123
L 0,244 -0,004 -0,23422 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Tabel 8.6.4. Actuall Dimenssionless Pressur Flow Q = 0,000210 m^3/s


Flow Q = 0.000210m3 /s
Velocity u = 1.0442m/s
u22/2g = 0.5557
Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure h n -h 1 /(u 2 /2g) (mm)
A (upstream) (a2) 0,246 0 0 0
B 0,246 0 0 7
C 0,226 -0,02 -0,359844236 19
D (thoroat) (a2) 0,196 -0,05 -0,89961059 33
E 0,202 -0,044 -0,791657319 48
F 0,218 -0,028 -0,50378193 63
G 0,226 -0,02 -0,359844236 78
H 0,23 -0,016 -0,287875389 93
J 0,234 -0,012 -0,215906542 108
K 0,236 -0,01 -0,179922118 123
L 0,238 -0,008 -0,143937694 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Tabel 8.6.5. Actuall Dimenssionless Pressur Flow Q = 0,000237 m^3/s


Flow Q = 0.000237m3 /s
Velocity u = 1.17851815m/s
u22/2g = 0.0707
Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure h n -h 1 /(u 2 /2g) (mm)
A (upstream) (a2) 0,238 0 0 0
B 0,236 -0,002 -0,028252472 7
C 0,212 -0,026 -0,367282132 19
D (thoroat) (a2) 0,176 -0,062 -0,875826621 33
E 0,184 -0,054 -0,762816735 48
F 0,202 -0,036 -0,50854449 63
G 0,212 -0,026 -0,367282132 78
H 0,218 -0,02 -0,282524717 93
J 0,224 -0,014 -0,197767302 108
K 0,226 -0,012 -0,16951483 123
L 0,228 -0,01 -0,141262358 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Tabel 8.6.6. Actual Dimensionless pressure Flow Q = 0,000246 m^3/s


Flow Q = 0.000246m3 /s
Velocity u = 1.223272004m/s
u22/2g = 0.0762
Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure h n -h 1 /(u 2 /2g) (mm)
A (upstream) (a2) 0,23 0 0 0
B 0,23 0 0 7
C 0,204 -0,026 -0,393345499 19
D (thoroat) (a2) 0,166 -0,064 -0,944029197 33
E 0,176 -0,054 -0,786690998 48
F 0,194 -0,036 -0,472014599 63
G 0,204 -0,026 -0,340899432 78
H 0,212 -0,018 -0,236007299 93
J 0,218 -0,012 0,076268828 108
K 0,218 -0,012 -0,183561233 123
L 0,22 -0,01 -0,131115166 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Tabel 8.6.7. Actual Dimensionless pressure Flow Q = 0,000256 m^3/s


Flow Q = 0.000256m3 /s
Velocity u = 1.272998508m/s
u22/2g = 0.082595576
Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure h n -h 1 /(u 2 /2g) (mm)
A (upstream) (a2) 0,206 0 0 0
B 0,204 -0,002 -0,024214372 7
C 0,176 -0,03 -0,363215579 19
D (thoroat) (a2) 0,134 -0,072 -0,87171739 33
E 0,146 -0,06 -0,726431159 48
F 0,168 -0,038 -0,460073067 63
G 0,178 -0,028 -0,339001207 78
H 0,184 -0,022 -0,266358091 93
J 0,19 -0,016 -0,193714976 108
K 0,192 -0,014 -0,169500604 123
L 0,196 -0,01 -0,12107186 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Tabel 8.6.8. Actual Dimensionless pressure Flow Q = 0,000275 m^3/s


Flow Q = 0.000275m3 /s
Velocity u = 1.367478866m/s
u22/2g = 0.095310828
Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure h n -h 1 /(u 2 /2g) (mm)
A (upstream) (a2) 0,234 0 0 0
B 0,232 -0,002 -0,020983975 7
C 0,2 -0,034 -0,356727568 19
D (thoroat) (a2) 0,152 -0,082 -0,860342959 33
E 0,168 -0,066 -0,692471162 48
F 0,188 -0,046 -0,482631416 63
G 0,202 -0,032 -0,335743594 78
H 0,21 -0,024 -0,251807695 93
J 0,218 -0,016 -0,167871797 108
K 0,22 -0,014 -0,146887822 123
L 0,224 -0,01 -0,104919873 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Tabel 8.6.9. Actual Dimensionless pressure Flow Q = 0,000286 m^3/s


Flow Q = 0.000286m3 /s
Velocity u = 1.422178021m/s
u22/2g = 0.103088192
Actual Distance
(h n -h 1 )
Tapping h n (m) Dimensionless Along Venturi
(m 2 ) Pressure h n -h 1 /(u 2 /2g) (mm)
A (upstream) (a2) 0,23 0 0 0
B 0,23 0 0 7
C 0,192 -0,038 -0,368616418 19
D (thoroat) (a2) 0,14 -0,09 -0,873038885 33
E 0,23 0 0 48
F 0,182 -0,048 -0,465620739 63
G 0,194 -0,036 -0,349215554 78
H 0,204 -0,026 -0,252211233 93
J 0,212 -0,018 -0,174607777 108
K 0,216 -0,014 -0,135806049 123
L 0,22 -0,01 -0,097004321 143
Sumber:DataHasil Perhitungan

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Tabel 8.6.10. Hubungan antara laju aliran dengan akar kuadrat perbedaan
head.
Flow Q(m3 / s ) h1-h2 (m) √hn-h1(m1/2) C
0,00055 0,016 0,126491106 7,6663
0,0007 0,026 0,161245155 6,117
0,00098 0,05 0,223606798 4,3659
0,00109 0,62 0,787400787 3,9735
0,00111 0,064 0,252982213 3,9955
0,00118 0,072 0,268328157 3,696
0,00126 0,082 0,286356421 3,4861
0,00132 0,09 0,3 3,3033
Sumber:DataHasil Perhitungan

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

0,5
0,45
0,4 0,3633
0,3435 0,3549
0,35 0,313
0,3 0,2645
√h2-h1

0,2345
0,25
0,2
0,15
0,1
0,033 0,0333
0,05
0
0,00055 0,0007 0,00098 0,00109 0,00111 0,00118 0,00126 0,00132
Flow Q (.10-4 m3 / s )

Grafik 8.6.1. Hubungan akar kuadrat perubahan head terhadap laju aliran

8 7,6663

7
6,117
Coefisien of Discharge

5 4,3659
3,9735 3,9955
3,696
4 3,4861 3,3033

0
0,00055 0,0007 0,00098 0,00109 0,00111 0,00118 0,00126 0,00132
Flow Q(.10-4 m3 / s )

Grafik 8.6.2. Hubungan Antara Coefisien of Discharge terhadap Laju aliran

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

0,5

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160
-0,5

Q = 0.000118
-1
Q = 0.000153
Q = 0.000210
-1,5
Q = 0.000237

-2

-2,5

-3

Grafik 8.6.3. Distribusi Tekanan Tak Berdimensi Pada Debit Air 1 Sampai
4

0,2

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160
-0,2

Q = 0,000246
-0,4
Q = 0,000156
Q = 0,000175
-0,6
Q = 0,000286

-0,8

-1

-1,2

Grafik 8.6.4. Distribusi Tekanan Tak Berdimensi Pada Debit Air 5 sampai
8

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

8.7. Perhitungan

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

8.8. Analisis

Pada praktikum yang dilakukan kali ini, didapatkan distribusi tekanan aktual
seperti yang di dapatkan oleh grafik 5.3 terdapat perbedaan tekanan aktual
antara Q1 = 0,000118 m^3/s dan Q2 = 0,000153 m^3/s dengan tekanan tak
berdimensi ideal, sedangkan tekanan aktual pada Q3 = 0,000210 m^3/s dan
Q4 = 0,000237 m^3/s tidak mengalami perbedaan yang terlalu jauh dengan
kondisi ideal. Perbedaan yang terjadi di setiap venturimeter dipengaruhi
oleh diameter venturimeter itu sendiri dimana semakin besar diameter
venturimeter maka tekanan yang tak berdimensi akan semakin besar.

8.9. Kesimpulan

a. Debit aliran yang didapat dengan menggunakan venturiflume sebagai


alat ukur yaitu mulai dari 0,00022 m3/s s/d 0,00069 m3/s.
b. Berdasarkan nilai bilangan froudenya, pada titik 1 sampai 3 aliran
bersifat subkritis, pada titik 4 aliran bersifat kritis, dan pada titik 5
sampai 8 aliran bersifat superkritis.
c. Nilai koefisien discharge yang didapat pada penggunaan venturiflume
sebagai alat ukur debit saluran terbuka adalah beragam, mulai dari
4,232875 s/d 1,819531
d. Berdasarkan nilai bilangan flow Q nya, pada semua variasi debit aliran
bersifat turbulen.

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

8.10. Saran

1. Dalam melakukan pengukuran diharapkan tidak terburu-buru, karena


pengukuran harus dilakukan ketika aliran stabil.
2. Dalam mengamati alat ukur, diharapkan membaca skala dengan teliti
agar tidak terjadi kesalahan dalam pendataan.
3. Saat praktikum diharapkan datang tepat waktu agar praktikum tidak
dilaksanakan secara terburu-buru.
4. Saat melakukan praktikum, diharapkan memperhatikan serta
memahami prosedur percobaan, agar tidak ada data yang
terlewatkan.

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika


Institut Teknologi Sumatera Kelompok 8

Laporan Mekanika Fluida Dan Hidrolika