Anda di halaman 1dari 4

NASKAH DRAMA TEMA PENYIMPANGAN SOSIAL LIMA ORANG

PENTINGNYA PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK

tokoh:

dino // naufal

kak dina // sendy

tantri // widat

korban // restu

polisi // rexon

Dino adalah seorang anak yatim piatu. Orang tuanya sudah lama meninggal dunia. Kini dia hanya tinggal
bersama kakak perempuannya. Sejak ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya akibat kecelakaan, dia
menjadi anak yang nakal, suka membangkang, suka marah tidak jelas, dan duka hura-hura. Akibat
kebiasaan buruknya itu diapun dikeluarkan dari sekolah. Kakaknya pun tak berdaya menghadapinya jika
dia sudah membabi buta. Suatu hari ketika pulang bekerja, kakaknya kaget bukan kepalang. Kamar yang
dia tinggal dalam keadaan rapi berubah bak kapal pecah. Kak Dinapun berteriak memanggil Dino.

Kak Dina : “Dino……………….. sini kamu!”

Dino : “ ada apa kak? Kayak kebakaran jenggot aja…..” (dengan tampang seolah-olah tak tahu apa-apa)

Kak Dina : “ coba lihat kamar kakak! Siapa yang sudah melakukan ini? “

Dino : “ mana Dino tahu... ini kan kamar kakak seharusnya kakak yang lebih tahu.”

Kak Dina : “ nggak usah bohong deh,,,, pasti kamukan diam-diam masuk ke kamar kakak selama kakak
bekerja?”

Dino : “ kalau iya emangnya kenapa?”

Kak Dina : “ apa yang kamu cari? Pasti kamu ngambil uang kakak lagi iya? Emang uang yang kakak kasih
kemarin sudah habis?”

Dino : “ iya habislah……uang cuma 20 ribu mana cukup sehari?”


Kak Dina : “ iya ampun Dino…. 20 ribu kamu nggak cukup sehari? Kamu nggak mikir, betapa susahnya
kakak banting tulang bekerja untuk mencukupi biaya hidup kita sehari-hari? Tapi kamu .. kamu
menghabiskannya dengan foya-foya. Pasti kamu mabuk-mabukkan lagi?

Dino : “ tahu ah….. capek ku denger kakak ngomel setiap hari. Kalau kakak ngerasa aku ini beban dalam
hidup kakak. Aku akan pergi dari rumah sekarang”. (andi kabur dari rumah )

Kak Dina : “ Dino jangan pergi……!” (sambil berusaha mengejar Dino)

Dinopun pergi dari rumah dan bertemu dengan temannya Tantri di pinggir jalan.

Tantri : “ hey…. Kenapa tampang loe kusut banget ? “

Dino : “ iya.. gue kabur dari rumah gara-gara nggak dikasih uang sama kakak gue.”

Tantri :: “ ah…cuma masalah kecil (sambil menjentikkan jari), kalau kamu mau dapat uang, besok pagi
kamu ikut aku nyari uang.”

Dino : “ mau ngapain ?”

Tantri : “ kita mau nyopet di halte busway. Oke!”

Dino : “ oey,oey….!

Tantri : “gitu donk…itu baru anak apatis….”

Keesokan harinya mereka berdua melancarkan aksi mereka sesuai target yang telah ditentukan
sebelumnya. Layaknya penumpang biasa mereka berdua duduk santai sambil menunggu mangsa. Tak
lama menunggu, mangsa yang ditunggu-tunggu pun datang. Penampilan yang mewah mengundang
nafsu Dino tuk segera melancarkan aksi perdananya. Tapi aksinya ternyata tak berjalan mulus.

Korban : “ eh.. ayam… copet… (teriak sambil latah) tolong……… ada copet….! (teriak sambil minta tolong)

Ternyata nasib Dino saat itu sangat malang. Karena halte busway yang sedang beroperasi merupakan
koridor baru, sehingga banyak polisi yang sedang melakukan sidak sehingga tak perlu waktu lama
Dinopun ditangkap dan dipukul oleh korban pencopetan.
Korban : “ dasar kamu ini…kecil-kecil sudah jadi copet. Emang kamu nggak dikasih makan sama orang tua
mu?” (dengan nada marah sambil memukulnya dengan tas yang dibawa)

Dino : “ ampun buk…ampun pak polisi….saya kapok. Saya hanya ikut-ikutan aja. Tolong jangan tangkap
saya.”

Polisi : “ sudah. Nggak usah banyak bicara. Nanti saja dijelaskan di kantor polisi. Mari bu ikut saya ke
kantor polisi sebagai saksi.”

Korban : “ baik pak…..”

Merekapun pergi ke kantor polisi, sedangkan teman Dino, tantri hilang bak ditelan bumi ketika Dino
ketahuan mencopet.

Sampai di kantor polisi Dino terhisak-hisak menangis. Polisipun segera menghubungi Kak Dina. Kak
Dinapun tiba di kantor polisi beberapa saat kemudian.

Kak Dina : “ ada apa ini pak? Kenapa adik saya ditangkap?”

Polisi : “tadi adik anda tertangkap tangan mencopet di halte busway koridor X, dan ibu ini adalah
korbannya.”

Kak Dina : “benar itu No?” (heran tak percaya)

Dino : “ iya kak…. maafin Dino iya kak! Dino janji Dino nggak akan nakal lagi.”

Kak Dina : “ iya sudahlah No, kamu nggak perlu minta maaf.

Seharusnya kakak yang minta maaf sama kamu. Gara-gara kakak kamu jadi begini. Kakak jadi merasa
gagal menjadi kakak yang baik untuk mu apalagi sejak orang tua kita meninggal. Kakak juga minta maaf
karena selama ini kakak sudah berbohong sama kamu, sebenarnya kakak selama ini bekerja sebagai PSK.

Dino : “apa…???? Hiks..hiksss” (kaget sambil menangis)

Korban : “ siapa namanya mu nak??” (Tanya korban pada Dina)

Kak Dina : “ saya Dina bu.. dan ini adik saya Dino”

Korban : “ tadi ibu dengar kalau kalian anak yatim piatu iya?”
Kak Dina : “iya bu…. tiga tahun yang lalu orang tua kami kecelakaan dan nyawa mereka tak tertolong.”

Korban : “ oh.. kasian sekali kalian. Pak polisi,,,saya mencabut tuntutan saya pada anak ini, sebenarnya
Dino anak yang baik, tapi karena cara kakaknya mendidik dia yang salah sehingga dia berbuat begini.”

Polisi : “baiklah bu….Dino hari ini sudah bebas”

Kak Dina : “apa bu? Adik saya bebas? Terima kasih banyak bu.. saya tidak tahu dengan cara apa saya
membalas kebaikan ibu ini?”

Korban : “iya… nggak apa-apa. Kamu dan adikmu harus membalasnya dengan tinggal di rumah saya dan
menjadi anak angkat saya.”

Kak Dina : “ ah…. terima kasih banyak bu… ibu memang malaikat yang dianugrahkan tuhan pada kami.
Kami tentu sangat senang sekali apabila kami dapat membalas kebaikan ibu dengan menjadi anak angkat
ibu. Kami janji kami tidak akan mengecewakan ibu.”

Korban : “ iya sudah ayo kita pulang ke rumah kalian untuk beres-beres karena kalian akan tinggal di
rumah ibu.”

Kak Dina dan Dino : “ayo bu….!”

Diangkat nya mereka oleh Ibu korban ternyata membawa perubahan. Dino kini tak lagi nakal, dan Kak
Dina pun behenti bekerja sebagai PSK. Mereka pun hidup bahagia karena sudah menemukan orang tua
baru yang bisa membimbing mereka ke jalan yang baik. Disinilah pentingnya peranan orang tua dalam
membentuk karakter anak. Karena anak sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tua, meskipun
bukan orang tua kandung sekalipun. (mRn)