Anda di halaman 1dari 25

TUGAS MANDIRI I

NAMA : SARAS MIRANDA PUTRI


NIM : 171011026

TUGAS 1
1. Apakah yang dimaksud dengan supply chain dan bedanya dengan supply chain
management?
Supply chain adalah sebuah sistem organisasi yang di dalamnya terdapat peran-peran
dan melakukan berbagai kegiatan, meliputi informasi, dana dan sumber daya lainnya
yang saling terkaitdalam pergerakan suatu produk atau jasa dari pemasok ke
pelanggan.
SCM atau supply chain management adalah pengelolaan sebuah aktivitas rantai pasok
untuk memaksimalkan customer value dan mencapai keunggulan
kompetitif yang berkelanjutan.
Supply Chain Management adalah fungsi – fungsi yang terintegrasi dan memiliki
tanggung jawab utama untuk menghubungkan fungsi dari bisnis utama dan proses
bisnis dalam dan di seluruh perusahaan untuk mewujudkan model bisnis yang kohesif
dan berkinerja tinggi.
Jadi perbedaannya adalah · Supply chain adalah jaringan fisiknya, yakni perusahaan –
perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan baku, memproduksi barang, maupun
mengirimkannya ke pemakai akhir.
SCM adalah metode, alat atau pendekatan pengelolaannya. Namun perlu ditekankan
bahwa SCM menghendaki pendekatan atau metode yang terintegrasi dengan dasar
semangat kolaborasi.
2. Jelaskan cakupan aktivitas pada supply chain management!
– kegiatan merancang produk baru (product development )
– kegiatan mendapatkan bahan baku (procurement)
– kegiatan merencanakan produksi dan persediaan ( planning and control )
– kegiatan melakukan produksi ( production )
– kegiatan melakukan pengiriman ( distribution )

3. Buatlah supply chain dari produk body mobil! Sertakan dengan gambar ilustrasi
urutannya!
Pihak yang terlibat dalam supply chain body mobil tersebut adalah :
1. penghasil besi
2. penghasil plastik
3. penghasil karet
4. penghasil kaca
5. penghasil alumunium
6. pabrik besi
7. pabrik plastik
8. pabrik karet
9. pabrik kaca
10. pabrik alumunium
11. pabrik rangka besi
12. distributor bodi mobil
13. pabrik mobil

4. Kompleksitas yang bagaimana yang akan dihadapi manajer saat perusahaan


mengelola supply chain?
Mensinergikan tiap departemen yang ada dalam perusahaan khususnya yang
berhubungan langsung dengan Supply Chain. Bagaimana agar koordinasi bisa
berjalan dengan baik baik internal perusahaan maupun eksternal perusahaan. Misal
dari segi internal,depatemen marketing harus bisa menyesuaikan kesepakatan jual-beli
produk dengan kapasitas yang dimiliki atau yang disanggupi oleh pihak departemen
produksi. Untuk dari eksternal misal harus mengkordinasikan dengan baik lead time
maupun kesepakatannya lainnya dengan supplier bagaimana agar tetap tepat waktu
dan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan disanggupi.
Kompleksitas yang lainnya yaitu suatu ketidakpastian. Yaitu ketidakpastian demand,
ketidakpastian supplier, dan ketidakpastian kinerja mesin. dari ketidakpastian dapat
menimbulkan inventory. Sebagai petimbangan dalam menyiapkan safety stock
maupun alur distribusi yang terbaik.
5. Jelaskan bagaimana ketidakpastian mempengaruhi efektifitas dari kegiatan supply
chain!
Sumber utama persoalan-persoalan yang selalu menciptakan ketidakseimbangan
penawaran dan permintaan adalah ketidakpastian. Ketidakpastian tidak terlepas dari
sisi permintaan dan sisi penawaran dari kebanyaka supply chain. Sebagai langkah
pertama dalam mengevaluasi dan meningkatkan kinerja supply chain, Fisher dan Lee
mengembangkan kerangka kerja untuk memahami ketidakpastian yang ada dalam
supply chain. Fisher memfokuskan kerangka kerjanya pada ketidakpastian sisi
permintaan, sedangkan kerangka kerja Lee memperluasnya dengan memasukkan
ketidakpastian sisi penawaran. Kerangka kerjanya mengkategorikan produk-produk
sebagai fungsional atau inovatif, didasarkan pada ketidakpastian karakteristik
pemintaan dan penawarannya.
Pembedaan yang sama dapat dilakukan atas ketidakpastian yang berhubungan dengan
sisi penawaran. Suatu produk dengan stable supply process dapat diproduksi dengan
cara yang dapat diprediksi, sebaliknya produk yang diproduksi yang sulit diprediksi
disebut evolving supply process.
Pemahaman atas perbedaan-perbedaan tersebut dengan tetap memperhitungkan
ketidakpastian permintaan dan penawaran mengusulkan suatu kerangka kerja yang
seragam bagi supply chain management. Terdapat empat strategi untuk pengelolaan
supply chain secara efektif, yaitu: efficient supply chain; risk-hedging supply chain,
responsive supply chain; dan agile supply chain.
- Efficient supply chain cocok untuk produk-produk fungsional dengan stable
supply processes. Dalam kondisi lingkungan seperti ini, strategi supply chain
sebaiknya memfokuskan pada strategi penurunan biaya. Produk-produk seperti
ini biasanya ada dalam suatu lingkungan persaingan yang tinggi yang
didominasi oleh strategi persaingan biaya rendah.
- Risk-hedging supply chain cocok untuk produk-produk fungsional dengan
unstable supply processes. Focus dari strategi supply chain sebaiknya pada
penjaminan ketersediaan produk.
- Responsive supply chain
- Agile supply chain.

6. Cakupan dalam SCM dibedakan menjadi 2. Sebutkan!

A. Produksi
Bagian ini bertugas secara fisik melakukan transformasi dari bahan baku, bahan
setengah jadi atau komponen menjadi produk jadi.
Kegiatan produksi dalam konteks SCM tidak harus dilakukan dalam perusahaan.
Banyak perusahaan melakukan outsourcing yaitu memindahkan kegiatan produksi ke
pihak subkontraktor, sementara perusahaan konsentrasi ke kegiatan yang menjadi core
competency mereka. Contoh: Perusahaan sepatu Nike.
B. Distribusi / Pengiriman
Tugas dalam lingkup supply chain adalah mengirim produk tersebut agar sampai di
tangan pelanggan pada waktu dan tempat yang tepat.
Aktivitas ini dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan atau diserahkan ke perusahaan
jasa transportasi.
Dalam cakupan kegiatan distribusi, perusahaan harus merancang jaringan distribusi
yang tepat dengan mempertimbangkan aspek biaya, aspek fleksibilitas dan aspek
kecepatan respon terhadap pelanggan.

7. Bagaimana peranan mediasi pasar dalam supply chain managment!


Kegiatan mediasi pasar bertujuan untuk mencari titik temu antara apa yang diinginkan
pelanggan dengan apa yang dibuat dan dikirim oleh supply chain.
Melakukan survey pasar untuk mendapatkan model produk apa yang disukai oleh
pelanggan pada suatu musim, merancang produk yang mencerminkan keinginan pasar
tersebut, meramalkan tingkat permintaan dan pelayanan purna jual merupakan
aktivitas media pasar. Kegiatan mediasi sangat penting bagi supply chain yang
memproduksi produk inovatif.Kegiatan fisik dan mediasi pasar harus berjalan dengan
sinergis di dalam supply chain.

8. Jelaskan peranan internet di dalam SCM!


Dalam supply Chain Management dapat memanfaatkan media internet dalam
penerapannya terdapat,
– Electronic procurement (e-Procurement)
Salah satu model pengadaan yang mendukung hubungan jangka pendek adalah e-
Auction yaitu suatu aplikasi untuk mendukung kegiatan lelang yang dilakukan secara
elektronik. Pada model ini pembeli bisa mengundang beberapa calon supplier untuk
menawarkan harga atas produk dengan spesifikasi dan jumlah tertentu dalam waktu
yang telah ditentukan. Supplier dengan harga rendah yang akan dianggap menang.
Proses lelang ini dilakukan dengan media Internet.
– Electronic Fulfilment (e-Fulfiment)
E-FulFillment berarti memenuhi atau merealisasikan. Dalam konteks rantai pasokan
kita sering mendengar kata order FullFillment yang artinya pemenuhan pesanan
konsumen. Beberapa kegiatan yang termasuk dalam proses FullFilment adalah :
menerima pesanan dari konsumen, mengelola transaksi, sebagai komunikasi dengan
konsumen untuk memberikan informasi status pesanan serta dukungan teknis.
Dengan demikian E-Fulfillment adalah pengelolaan proses-proses diatas dengan
media teknoligi informasi dan komunikasi.
Dalam pengertian E-Fulfillment merupakan aktifitas yang secara fisik mengirim
produk dan layanan yang ditempatkan pada jaringan system persediaan melalui
transaksi E-Commerce.

9. Carilah 1 jurnal yang membahas tentang SCM, kemudian buatlah resumenya!

Resume Jurnal
Dari : jurnal.unpad.ac.id/ejournal/article/download/8580/3970

Identitas Jurnal

Judul : ANALISIS RANTAI PASOK SOSIS FOOD INDUSTRIES


DARI PRODUSEN SAMPAI KONSUMEN DI KOTA
BANDUNG

Penyusun : Desra Isma Diana*, Rochadi Tawaf**, Maman


Paturochman**

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran


*Alumni Fakultas Peternakan Unpad Tahun 2016
**Staf Pengajar Fakultas Unpad
e-mail: desraideca@gmail.com

Isi :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran dan kinerja rantai pasok yang
digunakan PT kemfood dengan menggunakan metode studi kasus dan balanced
scorecard untuk pengukuran kinerja rantai pasok.

Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah perusahaan PT. Kemfood Indonesia sebagai
produsen sosis dan pada marketing yang menjalankan manajemen rantai pasok sosis di
PT.Kemfood Cabang Bandung. PT Kemfood ini berpusat di Jl. Pulokambing no. 11
Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur yang telah berdiri pada tahun 1975.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan
pengamatan langsung. Penelitian dilakukan di salah satu cabang PT Kemfood yaitu di
Kota Bandung, yang mengamati manajemen rantai pasok yang dilakukan oleh PT
Kemfood cabang Kota Bandung secara langsung melalui wawancara kepada kepala
cabang dan karyawannya.

Aliran rantai pasok PT. Kemfood Indonesia pertama dari produk yang dipasok
oleh PT. Kemfood Pusat di alirkan ke Perusahaan Kemfood Cabang kemudian langsung
ke segmen, baik itu retail maupun perusahaan lain yang bermitra
Fungsi dan kinerja rantai pasok yang di miliki PT. Kemfood sudah cukup baik
karena dilihat dari penilaian dan pengukuran menggunakan pendekatan metode
Balanced Scorecard, dilihat dari masing-masing faktor yang diukur yaitu bisnis
internal, pertumbuhan dan pembelajaran, pelanggan dan keuangan memiliki nilai yang
menunjukan bahwa kinerja rantai pasok tersebut berjalan dengan baik.
TUGAS MATERI I – SARAS MIRANDA PUTRI- 1710111026- MRP F

1. Apakah yang dimaksud dengan supply chain dan bagaimana bedanya jika dibandingkan
dengan supply chain management ?
2. Jelaskan cakupan aktivitas pada Supply Chain Management !
3. Buatlah supply chain dari produk mobil ! Serta dengan gambar ilustrasi urutannya !
4. Kompleksitas yang bagaimana yang akan dihadapi manajer pada saat perusahaan
mengelola supply chain ?
5. Jelaskan bagaimana ketidakpastian mempengaruhi efektivitas dari kegiatan SC !
6. Cakupan dalam SCM dibedakan menjadi 2, sebutkan !
7. Bagaimana peranan mediasi pasar dalam Supply Chain Management ?
8. Jelaskan peranan internet di dalam Supply Chain Management !
9. Carilah 1 Jurnal Penelitian yang membahas tentang SCM, kemudian buatlah resumenya
!
Jawaban
1. Supply chain adalah sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang
bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada
pelanggan akhir. Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari supplier (di bagian hulu)
sampai retailer / toko (pada bagian hilir). Kalau Supply Chain adalah jaringan fisiknya,
yakni perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan baku, memproduksi
barang, maupun mengirimkannya ke pemakai akhir, Supply Chain Management adalah
metode, alat, atau pendekatan pengelolaannya. Namun perlu ditekankan bahwa Supply
Chain Management menghendaki pendekatan atau metode yang terintegrasi dengan
dasar semangat kolaborasi.
2. Cakupan aktivitas pada SCM
a. Cakupan aktivitas pada supply chain management di bagian Pengembangan
Produk yaitu melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier
dalam perancangan produk baru.
b. Cakupan aktivitas pada supply chain management di bagian Pengadaan yaitu
memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku
dan komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan
dengan supplier.
c. Cakupan aktivitas pada supply chain management di bagian Perencanaan dan
Pengendalian yaitu demand planning, peramalan permintaan, perencanaan
kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan.
d. Cakupan aktivitas pada supply chain management di bagian Produksi yaitu eksekusi
produksi, pengendalian kualitas.
e. Cakupan aktivitas pada supply chain management di bagian Distribusi yaitu
perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman, mencari dan
memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman, memonitor service
level di tiap pusat distribusi.
3. Supply Chain dari produk mobil
13
1 6
12
2 7
13

3 8 11
13
4 9
12
5 10 13

Keterangan:
1. penghasil besi 2. penghasil plastik 3. penghasil karet 4. penghasil kaca
5. penghasil alumunium 6. pabrik besi 7. pabrik plastik 8. pabrik karet 9. pabrik kaca
10. pabrik alumunium 11. pabrik rangka besi 12. distributor bodi mobil
13. pabrik mobil

4. Kompleksitas yang akan dihadapi manajer pada saat perusahaan mengelola supply
chain
 Kompleksitas struktur supply chain.
Suatu supply chain biasanya sangat kompleks, melibatkan banyak pihak di dalam
maupun di luar perusahaan. Pihak-pihak tersebut sering kali memiliki kepentingan
yang berbeda-beda, bahkan tidak jarang bertentangan antara yang satu dengan
yang lainnya. Di dalam perusahaan sendiripun perbedaan kepentingan ini sering
muncul. Sebagai contoh, bagian pemasaran ingin memuaskan pelanggan sehingga
sering membuat kesepakatan dengan pelanggan tanpa mengecek secara baik-baik
kemampuan bagian produksi. Perubahan jadwal produksi secara tiba-tiba sering
harus terjadi karena bagian pemasaran menyepakati perubahan order pesanan dari
pelanggan. Di sisi lain, bagian produksi biasanya cukup resistant terhadap
perubahan-perubahan mendadak seperti itu karena akan berakibat pada
rendahnya utilitas mesin dan seringnya pengadaan bahan baku harus dimajukan
atau diubah. Ini membuat kinerja bagian produksi kelihatan kurang bagus. Konflik
antar bagian ini merupakan suatu tantangan besar dalam mengelola suplly chain. Di
luar perusahaan misalnya antara supplier yang menginginkan pemesanan
produknya jauh-jauh hari sebelum waktu pengiriman dan sedapat mungkin
pesanan tidak berubah. Supplier juga menginginkan pengiriman segera setelah
produksinya selesai. Disisi lain perusahaan menghendaki fleksibilitas yang tinggi
dengan mengubah jumlah, spesifikasi maupun jadwal pengiriman bahan baku yang
dipesan. Perusahaan juga menginginkan supplier menggunakan JIT yaitu
mengirimkan produk dalam waktu yang tepat dan kuantitasnya kecil-kecil.
Kompleksitas yang lain adalah dalam pembayaran, budaya dan bahasa.

 Ketidakpastian
Kompleksitas yang lainnya yaitu suatu ketidakpastian. Yaitu ketidakpastian demand,
ketidakpastian supplier, dan ketidakpastian kinerja mesin. dari
ketidakpastian dapat menimbulkan inventory. Sebagai petimbangan dalam
menyiapkan safety stock maupun alur distribusi yang terbaik.
5. Berdasarkan sumbernya ada tiga klasifikasi utama ketidakpastian pada supply chain.
Pertama adalah Ketidakpastian permintaan. Ketidakpastian permintaan dari konsumen
akan menyebabkan ketidakpastian distributor, semakin ke hulu, maka tingkat
ketidakpastian permintaan akan semakin meningkat. Peningkatan ketidakpastian atau
variasi permintaan dari hilir ke hulu pada suatu supply chain dinamakan bullwhip effect.
Ketidakpastian kedua berasal dari arah pemasok. Hal ini bisa berupa ketidakpastian
pada leadtime pengiriman, harga bahan baku, atau komponen, ketidakpastian kualitas,
serta kuantitas material yang dikirim. Sedangkan sumber yang ketiga adalah
ketidakpastian internal yang bisa diakibatkan oleh kerusakan mesin, kinerja mesin yang
tidak sempurna, ketidakhadiran tenaga kerja, serta ketidakpastian waktu maupun
kualitas produksi. Besarnya ketidakpastian yang dihadapi berbeda-beda.
6. Fisik dan Mediasi Pasar
Aktivitas Fisik Aktivitas Mediasi Pasar
Sourcing (mencari bahan baku) Riset pasar
Penyimpanan material/produk Pengembangan produk
Distribusi / transportasi Penetapan harga diskon
Pengembalian produk (return) Pelayanan purna jual

7. Kegiatan mediasi pasar bertujuan untuk mencari titik temu antara apa yang diinginkan
pelanggan dengan apa yang dibuat dan dikirim oleh supply chain. Melakukan survey
pasar untuk mendapatkan model produk apa yang disukai oleh pelanggan pada suatu
musim, merancang produk yang mencerminkan keinginan pasar tersebut, meramalkan
tingkat permintaan dan pelayanan purna jual merupakan aktivitas media pasar.
Kegiatan mediasi sangat penting bagi supply chain yang memproduksi produk inovatif.
Kegiatan fisik dan mediasi pasar harus berjalan dengan sinergis di dalam supply chain.
8. Peranan internet di dalam Supply Chain Management
 Teknologi memungkinkan pembagian cepat dari data permintaan dan penawaran.
Dengan membagi informasi di seluruh rantai suplai ke konsumen akhir, kita bisa
membuat sebuah rantai permintaan, diarahkan pada penyediaan nilai konsumen
yang lebih. Tujuannya ialah mengintegrasikan data permintaan dan suplai jadi
gambaran yang akuarasinya sudah meningkatdapat diambil tentang sifat dari
proses bisnis, pasar dan konsumen akhir. Integrasi ini sendiri memungkinkan
peningkatan keunggulan kompetitif. Jadi dengan adanya integrasi ini dalam rantai
suplai akan meningkatkan ketergantungan dan inventori minimum.
 Internet memungkinkan kolaborasi, koordinasi, dan intergrasi dalam praktek di
lapangan.
 Dengan adanya internet pihak-pihak pada supply chain bisa membagi informasi
serta melakukan transaksi dengan lebih cepat, murah dan akurat.
 Informasi penjualan di supermarket atau ritel akan mudah bisa dibagi dengan
pihak-pihak yang berada di sebelah hulu supply chain dengan menggunakan
Internet.
Dalam supply Chain Management dapat memanfaatkan media internet dalam
penerapannya terdapat :

 Electronic Procurement (e-Procurement)

Salah satu model pengadaan yang mendukung hubungan jangka pendek adalah e-
Auction yaitu suatu aplikasi untuk mendukung kegiatan lelang yang dilakukan
secara elektronik. Pada model ini pembeli bisa mengundang beberapa calon
supplier untuk menawarkan harga atas produk dengan spesifikasi dan jumlah
tertentu dalam waktu yang telah ditentukan. Supplier dengan harga rendah yang
akan dianggap menang. Proses lelang ini dilakukan dengan media Internet.

 Electronic Fulfilment (e-Fulfiment)

Adalah pemenuhan pesanan pelanggan, misalnya order dari pelanggan, bisa


melalui email atau web based ordering, mengelola transaksi, dll.

Lebih pada bagian hilir supply chain. Beberapa kegiatan yang termasuk dalam
proses fulfilment adalah Menerima order dari pelanggan. Pelanggan bisa memesan
produk melalui telepon, fax, e-mail, atau webbased ordering, Mengelola transaksi
termasuk proses pembayaran. Manajemen gudang meliputi pengendalian
persediaan produk dan kegiatan administrasi gudang secara umum, Manajemen
transportasi Keputusan mode dan rute transportasi termasuk di dalamnya.
Komunikasi dengan pelanggan untuk memberikan informasi status pesanan,
dukungan teknis, dan sebagainya. Kegitan reverse logistics yang berupa
pengembalian produk ke bagian supply chain akibat pengembalian dari pelanggan.
9. Judul Jurnal Penelitian : ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOKAN SPRING BED PADA
PT. MASSINDO SINAR PRATAMA KOTA MANADO
Oleh : Vistasusiyanti, Paulus Kindangen, Indrie Debbie Palandeng
(Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Manajemen Universitas Sam Ratulangi Manado)
Resume:
Pertama-tama PT. Massindo Sinar Pratama melakukan pemesanan bahan baku
kepada supplier di luar negeri, kemudian bahan baku dikirim ke perusahaan untuk
selanjutnya diproduksi kemudian di distribusikan kepada retailer dan sleep center yang
melakukan pemesanan, lalu dijual kepada konsumen.
Perusahaan hanya membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 30 menit untuk
mengirim produk (spring bed) ke sleep center maupun retailer. Kualitas produk yang
diterima pihak sleep center maupun retailer dalam kondisi baik, apabila terjadi
kecacatan produk perusahaan siap bertanggung jawab untuk menggantinya. Pada
bagian material Sleep Center mengenai produk spring bed mereka hanya melaukan
penjualan dengan pengambilan produk pada PT. Massindo Sinar Pratama Manado. Jika
ada pembeli yang membeli barang boleh langsung ambil dari sleep center bisa juga
diambil dari perusahaan, hingga produk yang dijualkan sampai ke tangan konsumen.
Kesepakatan PT. Massindo Sinar Pratama dengan retailer dilakukan melalui
komunikasi yang baik sehingga sampai saat ini mereka masih terus mengambil produk
dari perusahaan. Retailer memesan produk spring bed sesuai dengan permintaan
kosumen. Waktu pengiriman produk dari perusahaan ke retailer biasanya hanya 30
menit sampai 1 jam. Kualitas produk yang diterima pihak retailer dalam kondisi baik,
apabila terjadi kecacatan produk maka perusahaan bertanggung jawab untuk
menggantinya atau memperbaikinya. Selaku retailer selalu memesan spring bed sesuai
pesanan dan permintaan konsumen selalu terpenuhi.
Untuk itu aliran manajemen rantai pasokan spring bed pada PT. Massindo Sinar
Pratama Manado terjadi dari pemasok, perusahaan, retailer sampai ke tangan
konsumen perlu menjaga dan meningkatkan fungsi manajemen yang ada agar proses
pemesanan bahan baku selalu terjadi kelancaran dan saat memproduksi produk spring
bed yang akan didistribusikan pada retailer sampai ke tangan konsumen.
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (E)

TUGAS 2

SARAS MIRANDA P - 1710111026

1. Sebutkan dan jelaskan tantangan berupa ketidakpastian dalam mengelola rantai pasok!
Jawab:
 Ketidakpastian permintaan
 Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan
baku, dan lain-lain.
 Ketidakpastian internal
Ketidakpastian internal terdiri dari; kerusakan mesin, kinerja mesin yang
tidak sempurna, ketidakpastian kualitas produksi dan lain-lain.

2. Sebutkan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan design supply chain
management!
Jawab:
Di dalam merancang produk baru semestinya bukan hanya masalah kemudahan untuk
produksi, kelayakan jual, biaya dan waktu pengembangan rancangan tersebut, namun
juga hal-hal lain seperti aspek lingkungan dan aspek-aspek supply chain management
dinamakan design for supply chain management. Secara umum design supply chain
management mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut;
a. Kemudahan untuk menyimpan, mengirim dan mengembalikan produk tersebut
b. Fleksibilitas rancangan terhadap perubahan permintaan pelanggan
c. Modularity banyaknya komponen atau modul yang sama yang bisa digunakan
untuk membuat produk akhir yang berbeda
d. Aspek lokalisasi rancangan yang memperhatikan bisa tidaknya sebagian kegiatan
perakitan akhir finalisasi dilakukan di area pemasaran
e. Reuseability dari rancangan.

3. Sebutkan kriteria-kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pemasok!


Jawab:
a. Kemampuan teknis
Kriteria ini menggambarkan seberapa jauh pemasok menguasai yang dijualnya.
Semakin tinggi penguasaan terhadap teknis produk yang ditawarkan, maka akan
semakin baik kualitas yang diberikan. Di samping itu, perusahaan sebaiknya
memperhatikan juga adanya sistem manajemen mutu yang dimiliki oleh pemasok.
Keuntungan yang diperoleh jika pemasok telah memiliki sistem manajemen mutu;
 Jaminan kualitas yang konsisten
 Komitmen terhadap kepuasan pelanggan
 Penanganan pasokan yang tepat dan konsisten denga standar
operasional yang ditetapan oleh perusahaan
b. Kapasitas produksi
Kapasitas produksi perlu diketahui untuk menghitung kemampuan pemasok dalam
memasok barang. Semakin besar kapasitas yang disediakan oleh pemasok untuk
perusahaan, maka jaminan kelangsungan pasokan akan semakin baik.
c. Inovasi
Pemasok yang memiliki banyak ide inovatif akan sangat membantu perusahaan
untuk menghasilkan produk-produk unggulan yang bisa meningkatkan daya saing.
d. Purna jual
Jangan pernah mengabaikan layanan purna jual karena layanan purna jual adalah
bentuk jaminan mutu untuk produk yang ditawarkan produsen kepada
konsumennya. Purna jual juga menunjukkan reputasi sebuah perusaan yang bisa
meningkatkan kepercayaan konsumen. Pastikan barang yang dibeli dalam nilai
besar, memiliki garansi dan layanan jual yang prima.
e. Lokasi
Salah satu komponen harga adalah biaya transportasi. Jauh dekatnya jarak
menentukan besarnya biaya transportasi. Semakin dekat jaraknya, biaya
transportasi akan semakin murah dan juga lead time pengiriman akan cepat.
Dengan berkurangnya lead time pengiriman, tingkat persediaan bisa diturunkan ke
tingkat minimal.
f. Harga
Kesalahan terbesar ketika memilih pemasok adalah jika perusahaan hanya
berpatokan terhadap harga dengan mengesampingkan kualitas produk dan
layanan. Biaya yang ditimbulkan oleh buruknya kualitas akan jauh lebih besar
dibandingkan dengan penghematan yang dihasilkan karena memburu harga
murah.
g. Stabilitas financial
Hal ini berhungan dengan kondisi keuangan pemasok. Perusahaan yang memiliki
putaran arus kas lebih cepat maka akan lebih cepat pula dalam proses pengadaan
barangnya.
h. Tingkat resiko
Pengelolaan resiko perlu menjadi kriteria yang perlu dipertimbangkan. Resiko
tidak bisa dihindari, namun harus diminimalkan agar tidak terjadi kerugin yang
lebih besar. Akan lebih baik jika pemasok memiliki sistem manajemen resiko yang
dapat menjamin kelangsungan pasokan

4. Bagaimana sumber daya manusia menjadi bagian terpenting dari pengelolaan supply
chain management?jelaskan!

Jawaban:
Pengelolaan Supply Chain atau rantai pasok yang sukses membutuhkan sistem yang
terintegrasi secara menyeluruh. Masing-masing unit dalam rantai pasok menjadi satu
kesatuan, tidak berdiri sendiri. Masing-masing unit itu adalah perusahaan atau industri
baik kecil maupun besar yang terlibat dalam keseluruhan proses. Dan unit-unit tersebut
didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing-masing. Jadi
sumber daya manusia dan perusahaan atau industri adalah bagian inti dari supply chain
management. Untuk bisa menjamin kelangsungan proses yang terintegrasi tersebut
dapat berjalan dengan baik maka perlu peran sumber daya manusia dan perusahaan atau
industri yang terlibat di dalamnya.

5. Sebutkan 3 aliran yang terjadi dalam proses aliran informasi SCM!


a. Arus material melibatkan arus produk fisik dari pemasok sampai konsumen
melalui rantai, sama baiknya dengan arus balik dari retur produk, layanan, daur
ulang dan pembuangan.
b. Arus informasi meliputi ramalan permintaan, transmisi pesanan dan laporan
status pesanan, arus ini berjalan dua arah antara konsumen akhir dan penyedia
material mentah.
c. Arus keuangan meliputi informasi kartu kredit, syarat-syarat kredit, jadwal
pembayaran dalam penetapan kepemilikandan pengiriman.

SARAS MIRANDA P - 1710111026

TUGAS 3

Pertanyaan:

1. Apa yang dimaksud dengan Konsep Dasar Supply Chain ?


2. Apa yang dimaksud dengan Kosep Kapasitas dan berikan contoh nyata pengaplikasiannya
pada perusahaan asli!
3. Apa yang dimaksud dengan Konsep Buffering dan berikan contoh nyata pengaplikasiannya
pada perusahaan asli!
4. Sebutkan dan Jelaskan Tipe Tipe Supply Chain Menurut Harland, serta Contoh Aslinya dan
jelaskan mengapa disebut sebagai masing - masing tipe tersebut!

Jawaban:

1. Konsep dasar supply chain adalah sebuah konsep atau perencanaan yang dilakukan untuk
membuat serta membentuk kesinambungan kerja sama antar-perusahaan dimana bahan
baku dan produk secara erat berkorelasi melalui rantai aktivitas yang menghasilkan nilai,
seperti permata terangkai dalam string atau dawai atau rantainya. Sehingga dapat dikatakan
konsep dasar supply chain ini adalah rencana awal dari suatu perusahaan untuk membangun
Supply chain yang efektif dan efisien.
2. Konsep kapasitas adalah konsep yang melihat seberapa besar kapasitas yang perusahaan
mampu dan sanggupi dalam memproduksi atau memberikan jasanya kepada
pelanggan/costumer. Apabila diaplikasikan pada perusahaan asli akan melihat dari
ketersediaan infrastruktur yang menjadi inti dari pusat produksi seperti misalnya
perusahaan nike yang menetapkan kebijakan bahwa perusahaannya akan memproduksi 1
juta unit sepatu per bulan dan 12 juta unit sepatu per tahun. Hal tersebut adalah bagian dari
konsep kapasitas yang dilakukan oleh perusahaan nike, dimana hal ini bisa menjadi penentu
apakah akan efisien dan efektif atau tidak, apabila perusahaan nike pabriknya mampu
meningkatkan produksi sebanyak 1,5 juta unit perbulan dan 18 juta unit pertahun dan mesin
setiap pabrik masih sanggup dan kuat, maka tidak ada salahnya memproduksi 1,5 juta unit
perbulan, namun apabila sebaliknya dan akan memberikan gangguan dari jalannya suatu
produksi sehingga menurunkan kinerja mesin, maka hal tersebut sudah tidak lagi efektif dan
efisien.
3. Konsep buffering adalah konsep yang memberikan sebuah cadangan barang jadi, maupun
bahan baku mentah yang dapat digunakan apabila diperlukan, hal ini bertujuan untuk
mengantisipasi hal hal yang tidak terduga yang dapat terjadi di jalannya suatu produksi atau
pemberian pelayanan jasa. Konsep ini apabila diaplikasikan langsung ke perusahaan asli
adalah seperti perusahaan retail indomaret dimana mereka hanya sebagai penjual dari
produk jadi yang telah diberikan oleh supplier produk tersebut. Dan pihak indomaret pasti
akan menerapkan konsep buffering bagi suatu produk yang laris/cepat habis sehingga stock
yang disediakan oleh indomaret dalam memenuhi kebutuhan pelanggan tidak akan pernah
macet atau stuck.

4. Tipe supply chain menurut Harland dibagi menjadi 4 yaitu:


 Tipe 1: Supply chain statis dengan tingkat dominasi kuat oleh perusahaan inti (focal
company: perusahaan yang menjadi pusat rantai pasokan). Contoh dari tipe ini
adalah: McDonalds, McDonalds disebut sebagai perusahaan yang tipe supply chain
statis dengan tingkat dominasi kuat dikarenakan pada dasarnya inti dari perusahaan
McDonalds hanya ada pada 1 orang yaitu Ray Kroc sebagai pendiri McDonalds
dandia menerapkan sistem franchise yaitu cabang cabang namun semua item yang
dijual serta pelayanan yang diberikan telah ditentukan oleh pihak pusat McDonald
sehingga tidak ada perbedaan harga antara cabang satu dengan cabang lainya
dikarenakan dikuasai oleh 1 orang sehingga disebut dominasi dan bersifat statis
dikarenakan kebutuhan akan supplinya tidak pernah berubah yaitu ayam dan daging
serta roti yang selalu sama.
 Tipe 2: Supply chain dinamis dengan tingkat dominasi kuat oleh perusahaan inti
(focal company) perusahaan disini mampu memilih – milih siapa yang layak jadi
supplier-nya dan supplier harus mampu fleksibel mengikuti perubahan tipe produk
dan cara produksinya serta sering terobosannya tidak terduga. Contoh dari tipe ini
adalah: Perusahan smartphone Apple, Apple disebut sebagai perusahaan yang
dinamis namun dominan karena pada dasarnya mereka adalah produk yang menjadi
pemrakarsa dalam smartphone yang canggih dengan ios yang beda dari yang lain,
dan juga tidak memilih supplier secara sembarangan dikarenakan mereka harus
menjamin kualitas produk dari material hingga sistem yang akan diproduksi dan
dijual kepada masyarakat, dan dikatakan dinamis dikarenakan permintaan
masyarakat yang semakin bervariasi dan ingin sesuatu yang inovatif maka apple
harus fleksible dan bisa mengikuti serta harus pula bagi para suppliernya untuk
dapat mengikuti permintaan bahan serta material yang dibutuhkan.
 Tipe 3: Supply chain statis dengan tingat dominasi rendah oleh perusahan inti.
Perusahan mementingkan volume produksi dengan tipe produk yang hampir sama,
dimana perusahaan ini lebih mengutamakan efisiensi disegala bidang dan
penggunaan penuh utilisasi dan penuh kapasitas produksi. Contoh dari tipe ini
adalah: Perusahaan tekstil, dikatakan dominasi rendah karena tidak terlalu
mementingkan dominasi kepada supplier melainkan efisiensi dari produksinya dan
volume produksi. Maka semakin banyak supplier, maka akan semakin banyak pula
unit yang diproduksi sesuai dengan kemampuan mesin, dan dikatakan statis
dikarenakan barang yang diproduksi tidaklah bervariasi atau akan selalu sama.
 Tipe 4: Supply chain dinamis dengan tingkat dominasi rendah oleh perusahaan inti,
perusahaan sering berubah proses produksi karena menawarkan banyak tipe produk
yang baru sama sekali dan sering berbeda. Atau dapat disebut perusahaan yang
lebih menjunjung kreativitas dan inovatif. Contoh dari tipe ini adalah: perusahaan
event organizer, dimana event organizer ini tidaklah selalu sama setiap event atau
acara, sehingga dikatakan dinamis karna akan selalu ada yang berbeda. Dan
dikatakan dominasi rendah dikarenakan event organizer ini tidak terlalu melihat
penentuan dari perusahannya sendiri melainkan melihat dari kriteria - kriteria yang
diinginkan oleh client atau costumer sebagai acuan untuk dibuatnya sebuah acara.
Saras Miranda Putri

1710111026

Manajemen Rantai Pasok

TUGAS 4

1. Berikan contoh produk yang dominan aktivitas Supply Chain-nya adalah aktivitas fisik
dan sangat sedikit atau hampir tidak ada aktivitas mediasi pasar?
 Contoh produk yang dominan aktivitas Supply Chain-nya adalah aktivitas fisik
dan sangat sedikit atau hampir tidak ada aktivitas media pasar yaitu kain. Dalam
perusahaan yang membuat kain jelas sekali dominan aktivitas fisiknya karena
perusahaan yang mencari bahan baku dari kain yaitu serat kapas lalu perusahaan
melakukan penyimpanan/material bahan-bahan kain maupun kain yang sudah
jadi. Setelah itu perusahaan mendistribusikan kain yang sudah jadi kepada
pembeli yang biasanya adalah perusahaan pembuat baju.

2. Mengapa untuk produk yang inovatif fokus utamanya bukan pada pengurangan biaya
supply chain?
 Hal ini dikarenakan produk inovatif lebih kearah responsive, dimana
perusahaan yang membuat produk yang inovatif akan sering melakukan riset
pasar dengan lebih baik sehingga bisa menangkap apa yang diinginkan,
meningkatkan kemampuan inovasi sehingga bisa memunculkan produk-produk
baru yang memang disukai pelanggan. Dalam melakukan riset pasar dan
melakukan inovasi yang maksimal perusahaan pasti akan membutuhkan banyak
biaya.

3. Apa yang dimaksud postponement dan pada kondisi apa postponement tepat
digunakan?
 Postponement diartikan sebagai penghentian sementara atau penundaan
beberapa kegiatan rantai pasok hingga ketidakpastian mengenai permintaan
pelanggan menjadi jelas. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga
adanya cost karena penumpukan inventory dan juga meningkatkan respons
terhadap permintaan customer. Postponement tepat digunakan ketika
permintaan pelanggan tidak pasti dikarenakan perubahan keinginan pasar yang
sangat cepat dan beragam sehingga perusahaan mampu mereposisi strategi
produksinya.

4. Sebuah perusahaan memproduksi gantungan kunci. Pada saat awalnya berdiri tahun
1995, perusahaan ini hanya menawarkan sedikit variasi jenis produk. Pada dasarnya
semua produk menggunakan satu jenis bahan baku utama yaitu kayu. Proses
pembuatannyapun sederhana. Hanya ada tiga proses besar yaitu mengubah plastik
ini menjadi bentuk sederhana yaitu bentuk gantungan kunci dengan tiga bentuk yang
berlainan, sebut saja bentuk A, B, dan C. Setelah terbentuk, gantungan kunci ini dicat
dengan berbagai warna. Sampai tahun 2000, perusahaan hanya menggunakan 5
macam cat. Namun, karena pelanggan mulai bosan dengan cat yang monoton,
perusahaan mulai menciptakan variasi warna-warna baru. Sejak tahun 2000, ada 25
macam kombinasi warna cat yang ditawarkan. Permintaan pelanggan terhadap suatu
jenis gantungan kunci relatif tidak pasti, namun total kebutuhan seluruh gantungan
kunci relatif stabil dengan rata-rata 5000 unit per bulan dengan koefisien variansi
sekitar 10%. Angka-angka ini relatif tidak berubah dari tahun ke tahun. Sebelum
tahun 2000 perusahaan memproduksi gantungan kunci tanpa menunggu pesanan dari
pelanggan. Jadi, di samping memiliki persediaan bahan baku dan barang setengah
jadi (berupa bentuk A, B, dan C yang belum dicat), perusahaan juga memiliki
persediaan produk jadi. Proses pengecatan relatif cepat. Untuk pesanan sebanyak
200-500 perusahaan bisa menyelesaikannya dalam 5 hari kerja (karena hanya ada 3
orang tenaga kerja). Sedangkan proses fabrikasi dari kayu menjadi tiga bentuk
gantungan kunci (A, B, dan C) diperlukan waktu sekitar dua kali lipatnya(10 hari
kerja atau sekitar 2 minggu). Pengadaan bahan baku utama (kayu) untuk jumlah
pesanan yang rasional memakan waktu sekitar 3 hari, sedangkan membeli cat
berbagai warna membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 hari. Dari ulasan tersebut

a. gambarkan Decoupling point untuk sistem perusahaan sebelum tahun 2000!


b. ada berapa jenis produk akhir yang bisa dibuat perusahaan sebelum dan mulai tahun
2000?
c. mengapa perusahaan harus mengubah DP mulai tahun 2000?ke mana arahnya?
d. diskusikan konsekuensi perubahan tersebut!

Jawaban:

a.

Perancangan Fabrikasi Perakitan Pengiriman


MTS (Make to
Stock)
b. Sebelum tahun 2000 : 3x5= 15 produk

Sesudah tahun 2000 : 3x25= 75 produk

c. karena pelanggan bosan dengan cat monoton kemudian perusahaan mulai


menciptakan variasi warna- warna baru.
Berubah ke arah ATO (Assembly to Order).
d. Konsekuensinya tidak terlalu berpengaruh karena perubahan yang dibuat
hanya dengan mengubah variasi warna dari 5 menjadi 25 warna. Jika proses
fabrikasi dari kayu menjadi gantungan kunci selesai dalam 2 minggu
perusaahaan sudah memiliki barang setengah jadi dan untuk proses
pengecatan untuk 200-500 pesanan hanya butuh 5 hari
Saras Miranda Putri – 1710111026 – TUGAS 5 - MRP F

1. Jelaskan beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk memperceptat time to market!

2. Sebutkan beberapa prinsip dari design for manufacturability !

3. Sebutkan kriteria dalam pemilihan supplier !

4. Mengapa kolaborasi adalah hal penting dalam perancangan prduk ?

5. Perusahaan memproduksi produk P dan Q. Produk P dibentuk dari komponen C1 dan


komponen C2. Produk Q dibentuk dari komponen C3 dan C4. Setiap komponen hanya
dibutuhkan satu per tiap produk. Perusahaan berkeinginan untuk menurunkan besaran safety
stock dengan menstandarkan C1 dan C3 menjadi C! (artinya C3 diganti oleh C1). Kebutuhan
mingguan P berditibusikan normal dengan rata-rata 1000 dan standar deviasi adalah 150,
sedangkan Q mengikuti distribusi normal dengan rata-rata 600 dan standar deviasi 100. Lead
Time untuk memperoleh C1 dan C3 adalah 2 minggu. Hitung berapa penurunan safety stock
yang bisa dicapai bila kebutuhan P dan Q bersifat independen dan servis level yang hendak
dicapai adalah 95%? Seandainya lead time tersebut turun menjadi hanya 1 minggu, apakah
dampak (persentase) tersebut masih sama?

Jawaban
1. Banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk memperpendek time to market. Beberapa
diantaranya adalah (i). keterlibatan banyak pihak mulai dari wakil-wakil bagian (fungsional) di
dalam perusahaan maupun pihak luar seperti supplier dan pelanggan, (ii). Manajemen proyek
yang bagus, (iii). Tim perancangan produk yang solid, dinamis, dan enerjik, serta (iv).
Teknologi yang mendukung.

Keterlibatan pihak-pihak yang berkepentingan sangat penting dilakukan seawal mungkin untuk
menghindari adanya perubahan mendasar pada rancangan produk setelah memasuki fase-fase
akhir. Bagian produksi misalnya perlu dilibatkan sejak awal untuk memberikan masukan
apakah ide atau konsep sebuah produk akan bisa dibuat dengan mesin-mesin yang mereka
miliki. Secara tradisional, bagian produksi baru melakukan perancangan proses setelah produk
selesai dirancang. Apabila ada ketidakcocokan pada fase ini, sering kali rancangan produk
harus direvisi. Tentu saja, perubahan pada fase-fase akhir suatu rancangan produk baru akan
menimbulkan tambahan biaya dan waktu yang tidak sedikit ,dan juga harus banyak proses yang
harus diulang ke fase-fase yang lebih awal. Untuk mengurangi pengulangan-pengulangan yang
mahal dan lama, berbagai aktivitas yang terkait dengan perancangan dan peluncuran produk
baru dikerjakan lebih dini. Misalnya, perancangan proses manufaktur sudah dimulai sebelum
rancangan produk selesai dibuat. Praktek melibatkan fungsi-fungsi lain sejak dini dalam
perancangan produk serta secara simultan melakukan kegiatan yang tadinya dikerjakan secara
sequensial (satu sesudah yang lain) dinamakan dengan concurrent engineering.

2. Design for Manufacturability (DFM)


Salah satu pemangku kepentingan yang sangat penting dalam perancangan
produk adalah bagian produksi karena merekalah yang nantinya akan merealisasikan
rancangan produk tersebut menjadi produk. Dalam model concurrent engineering.
wakil dan bagian produksi sangat penting peranannya. Bagian produksi memiliki
kepentingan untuk menjaga kemampuan produksi (manufacturabilny) dan suatu
rancangan produk. Pada intinya, aspirasi bagian produksi adalah kemudahan untuk
merealisasikan rancangan menjadi produk, Ada beberapa prinsip dari design for
manufacturability ini, antara lain:
1. Simplikasi rancangan produk melalui penggunaan komponen yang lebih
sedikit dan langkah proses produksi yang lebih sederhana.
2. Standardisasi bahan dan komponen antarproduk.
3.Upayakan penggunaan modular design pada perancangan produk.
4.Bila dimungkinkan, gunakan konsep postponement dengan variasi produk
baru dimunculkan pada langkah akhir dalam proses produksI.
5. Sedapat mungkin produki dari rancangan produk baru bisa menggunakan
teknologi (mesin, alat bantu) yang sama dengan produk lama.
6. Bentuk tim lintas fungsi untuk menghasilkan rancangan produk.
3. Dengan mengetahui bahwa integrasi supplier penting dalam pengembangan produk-produk
baru. perusahaan yang bersama atas dasar inovasi juga perlu menggunakan sejumlah kriteria lain
dalam pemilihan supplier, antara lain:

 Kemampuan dan kemauan mereka untuk berpartisipasi dalam perancangan


termasuk untuk mencapai kesepakatan tentang isu-isu kekayaan Intelektual dan
hal-hal yang bersifat rahasia.
 Kemauan mereka untuk memberikan komitmen waktu. tenaga (staf), maupun
sumber daya lain yang diperlukan dalam perancangan produk baru.

4. Kolaborasi yang bisa dilakukan dengan konsumen, antara lain kolaborasi gagasan, desain,
dukungan, uji coba, komunikasi, dan penjualan. Salah satu contoh adalah kolaborasi desain yang
dilakukan McDonald’s di Jerman. Mereka meluncurkan program “Mein Burger”, di mana
melalui website para konsumen bisa mengkostumisasi burger sesuai dengan seleranya. Strategi ini
tentu bisa menjadi masukan bagi McDonald’s untuk menciptakan produk yang lebih mengena pada
konsumen.
Dalam pemasaran kolaboratif ini, pemasar tentu harus membuka pikiran mereka pada masukan-
masukan konsumen. Juga harus memilih konsumen yang tepat untuk berkolabarosi, mampu
menciptakan platform dan penunjang untuk berkolaborasi, mendesain insentif untuk berkolaborasi,
memastikan masukan dari konsumen memang bisa diterapkan, serta mengelola hak intelektual
dengan baik. Dengan kata lain, kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kreativitas, serta
melihat keahlian konsumen untuk mendefinisikan, mendesain dan menyampaikan penawaran.
Sebagai timbal balik atas kontribusi mereka, pemasar bisa memberikan mereka penghargaan, baik
dari aspek sosial atau ekonomi.
Selain berkolaborasi, pemasar perlu juga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan
antara brand dan konsumen dengan memberikan kepada konsumen sejumlah informasi dan jasa
yang membantu mereka untuk mewujudkan tujuan dan mengejar ketertarikan mereka.
5. Untuk kondisi tanpa kesamaan komponen, banyaknya safety stock kebutuhan produk P dan Q
dengan servis level 95% atau 1,645 adalah :

 Komponen C1 = 1,645 * 150 = 246,75 unit


 Komponen C2 = 1,645 * 150 = 246,75 unit
 Komponen C3 = 1,645 * 100 = 164,75 unit
 Komponen C4 = 1,645 * 100 = 164,75 unit +

Total = 822,5 unit


Jadi, jumlah safety stock yang dibutuhkan adalah 822,5

Pada kasus adanya kesamaan komponen pada C1 dan C3, yaitu C3 menjadi C1. Untuk
komponen C2 dan C4 tidak ada perubahan . untuk komponen C1 rata-rata kebutuhannya adalah 1000
per minggu dan standar deviasinya dengan asumsi kebutuhan produk P dan Q bersifat independen, maka
kebutuhan safety stock untuk C1 menjadi 150 √2 = 212,3. Jadi, 1,645 * 212,3 = 384,95 unit. Jadi,
kebutuhan safety stock sekarang adalah

 Komponen C1 = 1,645 * 212,3 = 384,95 unit


 Komponen C2 = 1,645 * 150 = 246,75 unit
 Komponen C4 = 1,645 * 100 = 164,5 unit +
Total = 760,2 unit
Total kebutuhan setelah komponen disamakan adalah 760,5 unit. Dengan demikian,
menyamakan komponen C1 dan C3 menjadi C2 akan menurunkan safety stock sebesar 62,3 atau
sebesar 7,6 % dari posisi awal.
TUGAS 7- SARAS MIRANDA PUTRI- 1710111026- MRP F

1. Jelaskan Perbedaan antara Demand Planning dan Demand Controlling !

Jawab :

Demand Planning
Perencanaan permintaan adalah proses yang dilakukan oleh organisasi untuk
mengantisipasi permintaan pelanggan dan memastikan bahwa produk tersedia dalam
jumlah yang cukup - di tempat dan waktu yang tepat sesuai dengan level pelayanan dan
biaya supply chain yang terendah. Termasuk di dalamnya adalah:

a. Peramalan permintaan

b. Manajemen persediaan

c. Perencanaan kapasitas

d. Perencanaan dan penjadualan produksi

e. Rencana Kebutuhan Material (Materials requirement planning)

Demand Management

Secara aktif berusaha memastikan bahwa profil permintaan pelanggan sebagai


input untuk merencanakan permintaan sehalus (smooth) mungkin sehingga lebih
mudah untuk operasi supply chain. Dengan kata lain, perusahaan tidak hanya pasif
memproses permintaan yang diberikan, tetapi berusaha mengurangi naik-turunnya
permintaan atau meningkatkan stabilitas permintaan. Jadi, demand planning adalah
REACTIVE, sementara demand management adalah PROACTIVE terhadap
permintaan pelanggan.

2. Sebutkan dan jelaskan Instrumen untuk mengelola permintaan!

Jawab :

1. Promosi
Kegiatan promosi bisa membuat pola permintaan lebih mudah atau lebih sulit dipenuhi.
Sebagai contohnya yaitu :

a. Promosi pada saat permintaan lesu dan reaksi pasar terhadap promosi relatif cepat
dapat menciptakan pola permintaan yang lebih rata

b. Promosi pada saat permintaan sedang tinggi menyebabkan permintaan yang lebih
fluktuatif

2. Pricing

Kebijakan harga dalam mengelola permintaan

Contoh:

a. tarif telepon untuk siang hari ditetapkan lebih mahal dibandingkan waktu malam hari

b. Potongan harga pada jam-jam tertentu di restoran (happy hour pada jam 5-6 sore)

3. Shelf Management

Shelf Management adalah posisi dan cara penempatan suatu barang, umumnya
dilakukan oleh supermarket. Sebagai contoh yaitu :

a. Produk baru ditempatkan di tempat yang terlihat jelas oleh pengunjung toko atau
supermarket

4. Deal Structure

Deal Structure meliputi persetujuan jual beli antara perusahaan dengan pelanggan.
Sebagai contoh yaitu:

a. Boleh tidaknya produk dikembalikan

b. Term pembayaran

c. Garansi

3. Bagaimana instrumen-instrumen untuk mengelola permintaan menjadi efektif ?

Jawab :

Instrumen-instrumen diatas hanya efektif digunakan jika perusahaan memahami


dengan baik perilaku pembeli/pelanggan terhadap pemberlakuan masing-masing
instrument. Sebagai contoh yaitu:
a. Perusahaan harus memahami efektivitas suatu promosi dalam menggeser atau
menaikkan volume penjualan

b. Perlu mengetahui pengaruh reaksi pelanggan yg berbeda terhadap biaya yang terjadi
pada supply chain

4. Mengapa Perlu dilakuakan perencanaan agregat ?

Jawab :

Karena kapasitas, baik itu kapasitas produksi, transportasi, gudang dll mempunyai
biaya. Oleh karena itu, perusahaan harus mengantisipasi permintaan, dan menentukan
lebih awal daripada datangnya permintaan, bagaimana permintaan tersebut akan
dipenuhi.
a. Apakah perusahaan harus membangun pabrik dengan kapasitas besar sehingga
mencukupi pada saat permintaan mencapai puncak?
b. Atau haruskah perusahaan membangun pabrik kecil tetapi dibarengi dengan adanya
biaya persediaan yang muncul saat permintaan rendah sebagai antisipasi terhadap
permintaan di bulan depan?

5. Apa yang dimaksud dengan CPFR ?

Jawab :

Collaborative Planning, Forecasting dan pengisian (CPFR) adalah alat yang digunakan
untuk meningkatkan optimalisasi rantai pasok dan hasilnya adalah inventory yang lebih
rendah, efesiensi biaya logistik untuk semua peserta kolaborasinya. CPFR
menggunakan manajemen kolaborasi dalam berbagi informasi penting tentang rantai
supply antara pemasok dan pembeli yang bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan
konsumen akhir.

6. Sebutkan 4 area utama dari kolaboratif planning !

Jawab :

1. Strategi dan untuk perencanaan kolaborasi pada supply dan level persediaan.
2. Peramalan permintaan dan me-manage supplier dan persediaan.
3. Pelaksanaan dan analisa hasil.
4. Penyesuaian pada strategi yang diinginkan. Aktivitas ini berfokus sepanjang supply
chain dari penjual pada pembeli hingga pada customer.