Anda di halaman 1dari 8

Contoh SAP Penkes

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Bahaya Minuman Miras dan Obat-Obatan Terlarang


Sub Topik : Bahaya minuman miras dan Narkoba
Hari, Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2018
Waktu : 40 Menit
Tempat : Ruang AULA SMAN 1 Magelang
Sasaran : Siswa Kelas X
Petugas/Penyuluh : Drs.Moh Hanafi, M.Kes (Dosen S-1 Terapan Keperawatan
Magelang)

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan remaja terkhusus siswa/siswi SMAN 1 Magelang
dapat mengetahui macam-macam miras dan obat-obatan terlarang serta bahaya bagi
kesehatan remaja dan dapat mencegah nya.

2. Tujuan Instruksional Khusus


Serelah diberikan penyuluhan selama 40 menit Remaja terkhusus siswa/siswi SMAN 1
Magelang
a. Menjelaskan tentang miras dan obat-obatan terlarang.
b. Menjelaskan tentang faktor penyebab remaja minun minuman keras dan obat-obatan
terlarang.
c. Menjelaskan tentang bahaya miras dan obat-obatan terlarang.
d. Serta mengetahui cara menghindari minum minuman keras serta obat-obatan terlarang.

3. Materi
a. Pengertian Minuman keras dan Narkoba
b. Fakto Penyebab Remaja meminum minuman keras dan Narkoba
c. Efek bagi pengguna Miras dan Narkoba
d. Jenis-Jenis Miras dan Obat-obatan Terlarang.
e. Upaya menghindari penyalah gunaan Miras dan Narkoba.

4. Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab

5. Media : LCD dan Leaflet

6. Evaluasi
a. Bentuk : test lisan
b. Materi test :Pengertian Miras dan Narkoba, Faktor penyebab Penyalah gunaan Miras
dan Narkoba, Jenis-jenis Miras dan Narkoba, serta cara menghindari penyalah gunaan
Miras dan Narkoba.
c. Kriteria Evaluasi
Siswa / Remaja dapat menjelaskan kembali :
Pengertian Miras dan Narkoba, Faktor penyebab Penyalah gunaan Miras dan Narkoba,
Jenis-jenis Miras dan Narkoba, serta cara menghindari penyalah gunaan Miras dan
Narkoba.

7. Kegiatan Penyuluhan

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN SISWA


1 3 Menit Pembukaan : Menjawab salam
Membuka kegiatan dengan
mengucapkan salam. Mendengarkan
a. Memperkenalkan diri
b. Menjelaskan tujuan dari Memperhatikan
RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS
penyuluhan
c. Menyebutkan materi yang Memperhatikan
akan diberikan
2 30 Menit Pelaksanaan : Memperhatikan
1. Menjelaskan pengertian Miras
dan Narkoba. Memperhatikan
2. Menjelaskan Faktor penyebab
Penyalah gunaan Miras dan Memperhatikan bertanya dan
Narkoba. menjawab pertanyaan yang
3. Menjelaskan Jenis-jenis Miras diajukan
dan Narkoba
4. Menjelaskan cara menghindari
penyalah gunaan Miras dan
Narkoba.
3 5 menit Evaluasi : Menjawab pertanyaan
Menanyakan kepada peserta
tentang materi yang telah
diberikan
4 2 Menit Terminasi : Mendengarkan
Mengucapkan terimakasih atas
perhatian peserta. Menjawab salam

Mengucapkan salam penutup

MATERI PENYULUHAN

1. PENGERTIAN NARKOBA DAN MIRAS

a. NARKOBA
Narkotika dan obat-obat berbahaya yang seringkali disingkat narkoba adalah dua jenis
yang berbeda. Pertama, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan
atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Kedua, psikotropika dan obat-obat berbahaya adalah zat atau obat, baik alami maupun
sintesis, bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada
susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan
perilaku.

b. MIRAS.
Sedangkan miras (minuman keras) adalah minuman yang mengandung alcohol dan dapat
menimbulkan ketagihan, miras berbahaya bagi pemakainya karena dapat mempengaruhi
pikiran , suasana hati serta perilaku serta menyebabkan kerusakan fungsi organ-organ
tubuh.

2 . FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN MIRAS DAN NARKOBA


Lebih lanjut Bagja Waluya (2007) memaparkan bahwa penyimpangan-penyimpangan tersebut
terjadi kaibat sosialisasi yang tidak sempurna baik pergaulan di masyarakat maupun kehidupan
di dalam keluarga yang dia nggapnya tidak memuaskan. Sehingga anak mencari pelarian di
luar rumah dengan mencari teman yang dapat memberikan perlindungan dan pengakuan akan
keberadaan dirinya. Pada penyimpangan yang dilakukan melalui penyalahgunaan narkoba dan
minuman keras, biasanya seseorang tidak akan langsung melakukannya, akan tetapi di ajak
oleh teman sekelompoknya untuk mencoba lebih dahulu untuk membuktikan bahwa meraka
telah menjadi orang dewasa, lama kelamaan seseorang akan mendapatkan pengakuan dari
kelompoknya dan menjadi bagian dari kelompok tersebut. Penyalahgunaan narkotika,
psykotropika dan minuman keras pada umumnya disebabkan karena zat-zat tersebut
menjanjikan sesuatu yang dapat memberikan rasa kenikmatan, kenyamanan, kesenangan dan
ketenangan, walaupun hal itu sebenarnya hanya dirasakan secara semu.

RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS


Penyalahgunaan zat-zat ini disebabkan beberapa faktor, antara lain :

1. Lingkungan social
a. Motif ingin tahu
Di masa remaja, seseorang lazim mempunyai sifat selalu ingin tahu segala sesuatu dan
ingin mencoba sesuatu yang belum atau kurang diketahui dampak negatifnya. Bentuk rasa
ingin tahu dan ingin mencoba itu misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika
maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya
b. Kesempatan
Kesibukan kedua orang tua maupun keluarga dengan kegiatannya masing-masing, atau
dampak perpecahan rumahtangga akibat broken home, serta kurangnya kasih sayang
merupakan celah kesempatan para remaja mencari pelarian dengan cara menyalahgunakan
narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan/obat berbahaya.
c. Sarana dan prasana
Ungkapan rasa kasih sayang orangtua terhadap putra-putrinya seperti memberikan fasilitas
dan uang yang berlebihan, bisa jadi pemicu penyalah-gunakan uang saku untuk membeli
Narkotika untuk memuaskan segala keingintahuan dirinya . Biasanya, para remaja
mengawalinya dengan merasakan minuman keras, Baru kemudian mencoba-coba
narkotika dan obat terlarang psykotrropika.

2. Kepribadian

a. Rendah diri
Perasaan rendah diri di dalam pergaulan bermasyarakat, seperti di lingkungan sekolah,
tempat kerja, dan sebagainya sehingga tdk dapat mengatasi perasaan itu, remaja berusaha
untuk menutupi kekurangannya agar dapat menunjukan eksistensi dirinya, melakukannya
dengan cara menyalahgunakan narkotika, psykotropika maupun minuman keras sehingga
dapat merasakan memperoleh apa-apa yang diangan-angankan antara lain lebih aktif, lebih
berani dsb.
b. Emosioanal
Kelabilan emosi remaja pada masa pubertas dapat mendorong remaja melakukan kesalhan
fatal. Pada masa -masa ini biasanya mereka ingin lepas dari ikatan aturan-aturan yang di
berlakukan oleh orang tuanya. Padahal disisi lain masih ada ketergantungan sehingga hal
itu berakibat timbulnya konflik pribadi.
Dalam upaya terlepas dari konfllik-pribadi itu, mereka mencari pelarian dengan
menyalahgunakan narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau obat berbahaya
dengan tujuan berusaha untuk mengurangi keterangan atau agar lebih berani menentang
kehendak dan aturan yang diberikan oleh orang tuanya.
c. Mental
Lemahnya mental seorang akan mudah untuk dipengaruhi perbuatan dan tindakan atau
hal-hal yang negatif oleh lingkungan sekitarnya. Sehingga kesemua pengaruh negatif ini
pada gilirannya menjurus kepada aktifitas penyalahgunaan narkotika, psykotropika
maupun minuman keras atau obat berbahaya tidak dapat mengimbangi perilaku dalam
lingkunganya dan dirinya merasa diasingkan.

3. MACAM-MACAM NARKOBA DAN MIRAS


a. NARKOBA
1). Narkotika
Menurut UU No. 22 Th. 1997 tentang narkotika, pasal 2 ayat 1 ditinjau dari ruang
lingkup dan tujuanya, narkotika bisa diklasifikasikan menjadi tiga golongan, yaitu
narkotika golongan I, golongan II, dan narkotika golongan III.
NARKOTIKA GOLONGAN I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk
tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta
mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
NARKOTIKA GOLONGAN II, adalah yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai
pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS


NARKOTIKA GOLONGAN III, adalah narkotika ynag berkhasiat pengobatan dan
banyak
digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

2) Psikotropika
Sebagaimana narkotika, psikotropika pun juga digolong-golongkan atau
diklasifikasikan menurut jenisnya. Psikotropika yang mempunyai potensi
mengakibatkan sindroma ketergantungan, digolongkan menjadi empat golongan , yaitu
psikotropika golongan I, golongan II, golongan III, dan psikotropika golongan IV.
Dalam penjelasan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997
tentang psikotropika dijelaskan,
PSIKOTROPIKA GOLONGAN I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan
untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai
potensi amat kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan.
PSIKOTROPIKA GOLONGAN II adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan
dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai
potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan.
PSIKOTROPIKA GOLONGAN III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan
dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan sertam
mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan.
PSIKOTROPIKA GOLONGAN IV adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan
dan sangat luas digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmupengetahuan serta
mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan.
Sekalipun pengaturan psikotropika dalam undang-undang ini hanya meliputi
psikotropika golongan I, golongan II, golongan III, dan psikotropika golongan IV,
masih terdapat psikotropika lainya yang tidak mempunyai potensi mengakibatkan
sindrom ketergantungan, tetapi digolongkan sebagai obat keras.

Beberapa contoh narkoba :


a) Heroin
b) Ganja
c) Ecstasy
d) Shabu-shabu
e) Amphetamine (stimulant sintesis)
f) Ganja

b. MIRAS
Pengelopokan alcohol dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1) Minuman keras golongan A dengan kadar etanol dari 1%-5%, antara lain : bir bintang
dan green san.
2) Minuman keras golongan B dengan kadar etanol 5% lebih sampai 20%, antara lain :
anggur Malaga, whisky, dan anggur orang tua.
3) Minuman keras golongan C dengan kadar etanol antara 20% lebih sampai 50%, antara
lain : arak, mansion house dan baraindy.

4.DAMPAK DAN BAHAYA DARI PENYALAGUNAAN NARKOBA DAN


MENGKOMSUMSI MIRAS
NARKOBA
Bagi diri sendiri
1) Malas makan, sehingga fisik lemah dan kekurangan gizi.
2) Hidup jorok sehingga terkena eksim
3) Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus dan sulit tidur
4) Gangguan otot jantung dan tekanan darah tinggi.
5) Ganguan gerak dan keseimbangan tubuh.
6) Lamban kerja, ceroboh, sering tegang dan gelisah
7) Hlang kepercayaan diri, apatis, penghayal, dan penuh curiga.
8) Gangguan mental, anti social dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.
RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS
9) Cenderung menyakiti diri dan bahkan bunuh diri.
10) Kematian karena kerusakan organ tubuh.
Bagi keluarga
Suasana hidup yang rukun dan damai terusik, karena anak jadi pembohong, mencuri, menipu,
dan bersifat apatis terhadap keluarga.
Bagi sekolah
Narkoba merusak disiplin, motivasi, dan semangat belajar sehingga konsentrasi belaja
menurun akibatnya prestasi akademik menjadi menurun drastis.
Bagi masyarakat, bangsa dan Negara
Masyarakat yang rawan terhadap narkoba tidak memiliki daya tahan sehingga kesinambungan
pembangunan akan terancam.

MIRAS
Bahaya minuman keras banyak sekali, karena ketika seseorang mengkonsumsi minuman keras
maka otomatis pikiran orang tersebut tidak berfungsi sebagaimna semestinya. Apa anda
pernah mendengar perbincangan orang yang mabuk dan mungkin berbincang dengan orang
mabuk, apapun yan kita perbincangkan dengan dia pasti tidak nyambung. Nah itu
sebenarnyayang bisa terjadi dalam jangka panjang juga.
Orang mabuk minuman keras seperti orang tidak waras atau mengalami gangguan jiwa. Selain
berbahaya terhadap fisik dan mental juga bisa merusak moral, menjadikan tingginya tingkat
perkelahian, pembunuhan bahkan pemerkosaan. Sebuah dilemma yang sangat mengerikan
yang diakibatkan oleh minuman keras.

5. CARA AGAR TERHINDAR DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN MIRAS


a. CARA UNTUK MENGHIDARI KECANDUAN NARKOBA/MIRAS
Jangan pernah berpikir untuk mencoba. Pikiran bahwa “…aku hanya mencoba dan gampang
untuk berhenti…” adalah pikiran yang berbahaya dan salah untuk persoalan Narkoba.
Menghindari diri dari pemakaian Narkoba/Miras adalah dengan sikap menolak untuk
memakainya, karena sadar penuh terhadap konsekuensinya yang diakibatkan. Sikap
menolak yang pertama adalah menjauhkan diri dari dari mereka yang memakai apabila anda
merasa akan sulit untuk bisa menolak tawaran. Sikap menolak yang lain adalah tidak mau
ikut-ikutan menikmati barang itu, meskipun sehari-hari tetap bergaul biasa dengan mereka,
hanya saja tidak usah sungkan-sungkan untuk menyatakan “tidak” jika ditawari untuk ikut
memakainya.

b. CARA MENGELOLA DIRI AGAR JAUH DARI NARKOBA/MIRAS


Pada prinsipnya hidup itu harus seimbang, yaitu mematuhi berbagai kebutuhan baik fisik,
social, mental maupun spiritual. Untuk selalu diingat adalah berbagai kegiatan yang perlu
dilakukan sehari-hari agar terhindar dari Narkoba/Miras adalah :
1) Aktif memegang teguh norma-norma agama dan social kemayarakatan.
2) Aktif melibatkan diri dalam kegiatan keluarga, social kemasyarakatan dan keagamaan.
3) Aktif melakukan gerak badan dan olah raga.
4) Aktif melakukan kegiatan hobi, rekreasi atau bermain dengan teman.
5) Aktif mengembangkan kemampuan diri dengan berbagai keterampilan.
6) Istirahat yang cukup dan juga makan yang cukup dengan gizi seimbang.
7) Hadapi persoalan hidup dengan tanpa terlalu takut, panic atau stress karena pasti akan
dapat
diselesaikan seiring dengan berjalannya waktu.
8) Jangan menyimpan persoalan, kalau bisa ceritakan kepada orang lain.
9) Percaya bahwa hidup telah ada yang mengatur, kita hanya wajib menjalankan dengan
sebaik-baiknya.
10) Jangan mudah menerima sesuatu dari orang lain baik yang sudah dikenal ataupun orang
yang belum dikenal seperti permen atau cemilan-cemilan.

Daftar Pustaka
http://www.scribd.com/doc/78288518/MATERI-NARKOBA
http://kanha-dewa.mywapblog.com/macam-macam-zat-adiktif-dan-pengaruhnya.xhtml,
http://belajarpsikologi.com/dampak-penyalahgunaan-narkoba/,
RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS
http://www.bnn.go.id/portal/index.php/konten/detail/deputi-pencegahan/tips/10651/cara-
pencegahan-narkoba-sejak-dini,
Magelang, 30 Mei 2018
Penyuluh

Drs. Moh Hanafi, M.Kes


NIP. 196102221982021001

RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS


Format Pengabmas

Sistematika Proposal Pengabmas


Judul
Singkat dan cukup spesifik tetapi jelas dan lengkap untuk menggambarkan kegiatan pengabdian
yang akan dilakukan mudah dimengerti dan sinkron dengan isi proposal.
1. Pendahuluan
Gambarkan secara kuantitatif potret, profil, dan kondisi khalayak sasaran yang akan
dilibatkan dalam kegiatan pengabdian. Gambarkan pula kondisi dan potensi wilayah dari segi
fisik, sosial, ekonomi maupun lingkungan yang relevan dengan kegiatan yang akan
dilakukan. Kegiatan yang diusulkan hendaknya spesifik dengan memperhatikan kebutuhan
khlayak sasaran dan betul-betul merupakan Penerapan Iptek.

2. Perumusan Masalah
Rumusan masalah secara konkret dan jelas. Perumusan masalah menjelaskan pula definisi,
asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan pengabdian.

3. Tinjauan Pustaka
Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari pengabdian
yang akan dilakukan. Tinjauan Pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan yang berkaitan
dengan pengabdian yang akan diterapkan. Uraian dalam Tinjauan Pustaka dibawa untuk
menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam pengabdian. Tinjauan Pustaka
mengacu pada Daftar Pustaka yang disajikan di lampiran.

4. Tujuan Kegiatan
Rumuskan tujuan yang akan dicapai secara spesifik yang merupakan kondisi baru yang
diharaapkan terwujud setelah kegiatan pengabdian selesai. Rumusan tujuan hendaknya jelas
dan dapat diukur baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

5. Manfaat Kegiatan
Gambarkan manfaat bagi khalayak sasaran, dari sisi ekonomi maupun pengabdian, apabila
perubahan kondisi terjadi setelah kegiatan pengabdian selesai.

6. Khalayak Sasaran
Uraikan spesifikasi dan profil khalayak sasaran yang dianggap strategis (mampu dan mau)
untuk dilibatkan dalam pengabdian, serta dapat menyebarluaskan hasil kegiatan pada anggota
khalayak sasaran yang lain.
Proses pemilihan khalayak sasaran hendaknya dilakukan dengan melihat situasi lapangan dan
berdasarkan kriteria yang disiapkan oleh tim pengusul.

7. Metode Pengabdian
Gambarkan cara pengabdian secara jelas dan terinci sehingga mampu menyelesaikan
permasalahan yang telah dirumuskan. Kegiatan yang dilaksanakan didasarkan pada hasil-
hasil penelitian/ pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan didasarkan pada hasil-hasil
penelitian/ pendidikan.

8. Keterkaitan
Uraikan keterkaitan antara kegiatan yang dilakukan dan berbagai institusi terkait dengan
menjelaskan peran dan manfaat yang diperoleh setiap institusi yang terkait.

9. Rancangan Evaluasi
Uraikan bagaimana dan kapan evaluasi akan dilakukan. Apa saja kriteria, indicator
pencapaian tujuan, dan tolok ukur yang digunakan untuk menyatakan keberhasilan dari
kegiatan yang dilakukan.

10. Jadwal Pelaksanaan


RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS
Gambarkan tahap-tahap kegiatan dan jadwal secara spesifik dan jelas dalam suatu bar-chart.
Jelaskan pula apa yang akan dikerjakan, kapan, dan dimana.

11. Rencana Anggaran Belanja


Berikan rincian belanja pengabdian baik yang didanai Poltekkes maupun pihak lain dengan
mengacu pada Metode Kegiatan dibutir 8 dengan rekapitulasi biaya:
- Bahan habis pakai, maksimum 20%
- Peralatan dan bahan penerapan ipteks, maksimum 50%
- Perjalanan dan lain-lain, maksimum 25%
- Pemantauan internal, maksimum 5%
- Lain-lain, perizinan, proposal, seminar, publikasi, maksimum 15%
- Lampiran-lampiran

12. Jadwal Pelaksanaan


Gambaarkan tahap-tahap kegiatan dan jadwal secara spesifik dan jelas dalam suatu bar chart.
Jelaskan pula apa yang akan dikerjakan, kapan, dan dimana.

13. Daftar Pustaka


Daftar Pustaka, gunakan sistem nama dan tahun, dengan urutan abjad nama pengarang, tahun
judul tulisan/ buku, dan nama jurnal atau kota & penerbit.

RPS KEP.JIWA KELUARGA & KOMUNITAS