Anda di halaman 1dari 7

SOAL UKAI MATERI MANAJEMEN PRODUKSI (kelompok 1)

1. Industri farmasi ingin memperluas fasilitas produksi krim kortikosteroid. Untuk


memperluas fasilitas produksi tersebut memerlukan perizinan. Tempat melakukan
pengajuan perizinan tersebut adalah…
a. Kementrian Kesehatan
b. Badan POM
c. Balai Besar POM
d. Dinkes kota
e. Dinkes provinsi

Jawab : A (Referensi : Pasal 1 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor


1799/Menkes/Per/XII/2010 Tentang Industri Farmasi)
2. Sebuah industri farmasi memproduksi sediaan tetes mata tetrahidrozolin HCl berdasarkan
persyaratan CPOB proses produksi dilakukan pada kelas tertentu. Apakah kelas tertentu
yang dimaksudkan diatas?
a. Kelas C
b. Kelas A
c. Kelas B
d. Kelas E
e. Kelas D
Jawab : E

3. Saatu industri farmasi memproduksi sediaan penisilin. Sediaan penisilin diproduksi di


Gedung dengan sistem AHU tersendiri. Hal tersebut disebabkan karena
a. Baunya tidak enak
b. Dapat mencemari lingkungan
c. Dapat mencemari produk lain
d. Dapat menyebabkan resistensi anafilaksis
e. Merupakan antibiotik
Jawab : D
4. Hal yang dapat merugikan apoteker diantaranya adalah pegendalian persediaan. Oleh
karena itu apoteker harus memiliki manajemen yang baik. Manajemen apakah yang harus
dimiliki…
a. Manajemen SDM
b. Manajemen strategic
c. Manajemen system
d. Manajemen perencanaan
e. Manajemen informasi
Jawab : D

5. Industri farmasi memproduksi sediaan tablet simvastatin 40 mg di dalam fasilitas produksi


multi produk sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang antar produk.
Pencegahan seperti apa untuk menghindari keadaan tersebut?
a. Pengendalian suhu ruang produksi
b. Pengendalian kelembaban ruang produksi
c. Pengendalian tekanan udara ruang produksi
d. Pengendalian penerangan ruang produksi
e. Pengendalian suhu ruang penyimpanan
Jawab : C

Soal UKAI Manajemen Farmasi Kelompok 2 kelas B

1. Suatu industri farmasi akan membuat sediaan tablet rosuvastatin 40 mg dalam fasilitas farmasi
multi-produk. Bahan aktif yang digunakan memiliki sifat alir yang baik sehingga digunakan metode
kempa langsung. Proses pembuatan beresiko menimbulkan cemaran silang terhadap produk lain.
Apakah langkah pencegahan yang tepat untuk dilakukan?
a. Mengendalikan suhu produksi
b. Mengendalikan kelembapan nisbi ruang produksi
c. Mengendalikan tekanan ruang produksi
d. Mengendalikan penerangan ruang produksi
e. Mengendalikan pertukaran udara ruang produksi
2. Pemberian label identitas yang jelas pada material, container massa, peralatan utama dan
ruangan dilakukan guna mencegah
a. Mix up
b. Kontaminasi silang
c. Error
d. Kontaminasi bakteri
e. Semua jawaban salah

3. Pada industri farmasi digunakan sistem penyimpanan bahan First Expired First Out (FEFO). Apa
yang dimaksud dengan FEFO
a. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih cepat maka
dikeluarkan terlebih dahulu
b. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang terakhir masuk dikeluarkan terlebih dahulu
c. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang datang lebih dulu dikeluarkan terlebih dahulu
d. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih lama maka
dikeluarkan terlebih dahulu
e. Semua jawaban salah

4. Ukuran mesh, kecepatan dan setting merupakan parameter kritis dalam proses
a. Pencampuran
b. Pengeringan
c. Pencetakan
d. Granulasi kering
e. Penyalutan

5. Pada pembuatan larutan penyalut perlu dilakukan pengujian


a. Keseragaman kadar
b. Kadar air
c. Viskositas larutan
d. Tap density
e. Kenaikan bobot

6. Hal yang harus dilakukan oleh apoteker apabila terjadi penyimpangan spesifikasi / jumlah / proses
adalah
a. Tetap lanjutkan proses tanpa menunggu rekomendasi selanjutnya
b. Hold proses, beri label hold pada produk dan ruangan
c. Langsung memusnahkan produk yang dianggap gagal
d. Membiarkan produk tetap dalam mesin
e. Mengeluarkan produk dari mesin dan disimpan bersama dengan produk lainnya
7. Suatu industri farmasi melakukan upaya untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang dengan
cara membersihkan jalur pengemasan dari seluruh hal yang tidak ada kaitannya dengan proses
pengemasan yang akan dilakukan. Upaya yang dilakukan disebut
a. Sanitasi dan hygiene
b. Training
c. Controlling
d. Dispensinh
e. Line clearance

8. Pencetakan merupakan parameter yang berdampak langsung terhadap mutu obat. Parameter
pada pencetakan diantaranya
a. Waktu, kecepatan
b. Waktu, pengadukan
c. Waktu, pressure
d. Pressure, ukuran mesh
e. Suhu, kecepatan
9. Apabila suatu industri farmasi ingin memproduksi antibiotik betalaktam maka harus diproduksi
pada fasilitas yang terpisah dalam suatu pabrik farmasi, hal ini dilakukan guna mencegah
a. Mix up
b. Error
c. Kontaminasi silang
d. Human error
e. Semua jawaban salah

10. Pada industri farmasi digunakan sistem penyimpanan bahan First In First Out (FIFO). Apa yang
dimaksud dengan FIFO
a. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih cepat maka
dikeluarkan terlebih dahulu
b. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang terakhir masuk dikeluarkan terlebih dahulu
c. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang datang lebih dulu dikeluarkan terlebih dahulu
d. Penyimpanan obat berdasarkan obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih lama maka
dikeluarkan terlebih dahulu
e. Semua jawaban salah

MATERI 8 : MANAJEMEN PRODUKSI

1. Pada suatu industri, tentunya terdapat beberapa masalah yang tidak diinginkan.
Salah satunya adalah cross-contamination. Berikut merupakan tindakan yang benar
dan dapat digunakan untuk mencegah hal tersebut …
A. Menjaga kondisi pakaian pelindung di area produksi

B. Menerapkan protap pembersihan dan dekontaminasi peralatan yang efektif

C. Memeriksa residu dan pemberian label status bersih pada peralatan.

D. Disediakan air-locks dan pembersih udara

E. Semua jawaban benar

2. PT. Pancasila Pharma sedang melakukan pemeriksaan terhadap mutu obat yakni
mengenai pengemasan. Salah satu uji yang dilakukan adalah uji kebocoran. Uji tersebut
dilakukan pada proses …
a. Pengemasan primer

b. Pengemasan sekunder

c. Pengemasan tersier

d. Mixing

e. Filling

3. Suatu industri farmasi akan membuat sediaan tablet Rosuvastatin 40 mg dalam


fasilitas produksi multi produk. Bahan aktif yang digunakan memiliki sifat alir yang
baik sehingga digunakan metode kempa langsung. Proses pembuatan tersebut beresiko
menimbulkan pencemaran silang terhadap produk lain. Apakah langkah pencegahan
yang tepat untuk dilakukan?
a. Mengendalikan suhu produksi

b. Mengendalikan kelembapan ruang produksi

c. Mengendalikan tekanan ruang produksi

d. Mengendalikan penerangan ruang produksi

e. Mengendalikan pertukaran udara ruang produksi

4. Sebuah Industri farmasi dapat memproduksi sediaan tetes mata tetrahidrozolin HCl
berdasarkan persyaratan CPOB proses produksi dilakukan pada kelas tertentu.
Apakah kelas tertentu yang dimaksud di atas?
a. Kelas C
b. Kelas A
c. Kelas B
d. Kelas E
e. Kelas D
5. Semua keluhan yang berkaitan dengan mutu, apakah yang diterima secara lisan atau
tertulis hendaklah dicatat dan diinvestigasi menurut suatu prosedur tertulis. Untuk
segera dapat menindaklanjuti keluhan, harus berisi apa saja pencatatan tersebut?
a. Nomor bets

b. Nomor izin edar produk

c. Nomor registrasi

d. Nomor ktp penyampaian keluhan

e. Nomor izin apoteker atau dokter penyampai keluhan

KELOMPOK 4 Manajemen Produksi


1. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penimbangan bahan baku sampai didapat produk r
uahan adalah pengertian dari ?
a. Pengolahan
b. Produksi
c. Pengemasan
d. Bahan baku
e. Bahan pengawet
2. Ruang pengisian pada proses pembuatan injeksi gentamisin steril dengan cara aseptis di
PT Four Pharma dilakukan diruang A dengan latar belakang B. Ruang A memiliki aliran
yang laminar. Apa karakteristik ruang kelas B?
a. Aliran udara kearah dalam
b. Menggubakan filter 95%
c. Jumlah partikel non operasional 100 per m^3
d. Aliran udara turbulen
e. Aliran udara satu arah

3. Suatu produk obat yang bermutu harus di produksi dengan baik dan benar sesuai dengan
CPOB dan protap. Untuk terciptanya suatu produk obat yang bermutu maka manajemen
produksi harus mencegah hal-hal yang merugikan/menyebabkan rusaknya suatu produk
obat. Sehingga dari hal-hal berikut mana saja 3 hal yang harus di cegah selama proses
produksi obat tersebut ?
a. Cross contamination, mix up, error
b. Contamination, penyimpanan, ruang produksi tidak sesuai cpob
c. Trial dan eror, contamination, dan bahan baku
d. Cross contamination, penggunaan mesin overload, kelembabab
e. Ruang terbuka, mix up, kesalahan penandaan
4. PT UP Pharma akan membuat sediaan obat tablet paracetamol 500mg. parameter kritis
yang berdampak langsung terhadap mutu obat dalam proses pencetakan di antara lain,
kecuali...
a. keseragaman bobot
b. keseragaman sediaan
c. kekerasan
d. kadar air
e. waktu hancur
5. PT Aneka Farma memproduksi tablet antalgin. Lalu berencana memproduksi produk lain. Untuk
itu memungkinkan diperlukan fasilitas tersendiri. Berikut ini produk mana yang memerlukan
fasilitas tersebut?
a. Kaplet amoksisilin
b. Tablet antalgin
c. Tetes mata kloramfenikol
d. Sirup Ambroksol