Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu pendidikan berpendirian bahwa semua anak miliki perbedaan dalam


perkembangan yang dialami, kemampuan yang dimiliki, dan hambatan yang
dihadapi. Akan tetapi ilmu pendidikan juga berpendirian bahwa meskipun
setiap anak mempunyai perpedaan-perbedaan, mereka tetap sama yaitu
sebagai seorang anak. Oleh karena itu jika kita berhadapan dengan seorang
arang anak, yang pertama harus dilihat, ia adalah seorang anak, bukan label
kesulitannya semata-mata yang dilihat. Dengan kata lain pendidikan melihat
anak dari sudut pandang yang positif, dan selalu melihat adanya harapan
bahwa anak akan dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi
yang dimilikinya. Sudut pandang seperti inilah yang mendorong para
pendidik untuk bersikap optimis dan tidak pernah menyerah.

Pendidikan memposisikan anak sebagai pusat aktivitas dalam pembelajaran.


Ketika pembelajaran dilakukan maka pertimbangan pertama yang
diperhitungkan adalah apa yang menjadi hambatan belajar dan kebutuhan
anak. Apabila hal itu dapat diketahui maka aktivitas pendidikan akan
dipusatkan kepada apa yang dibutuhkan oleh seorang anak, bukan pada apa
yang diinginkan oleh orang lain. Pendirian seperti itu menganggap bahwa
fungsi pendidikan antara lain untuk memfasilitasi agar anak berkembang
menjadi dirinya sendiri secara optimal sejalan dengan potensi yang
dimilikinya.

1
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud kesulitan belajar?

2. Apa faktor penyebab anak kesulitan belajar?

3. Bagaimana gejala anak kesulitan belajar?

4. Apa saja klasifikasi kesulitan belajar?

5. Bagaimana penanganan pada anak kesulitan belajar?

C. TUJUAN DAN MANFAAT

1. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan kesulitan belajar

2. Mengetahui faktor-faktor penyebab anak kesulitan belajar

3. Mengetahui gejala anak yang mengalami kesulitan belajar

4. Mengetahui klasifikasi kesulitan belajar

5. Mengetahui dan memahami cara menangani anak kesulitan belajar

2
BAB II
PEMBAHASAN

MODUL 8
PENDIDIKAN ANAK BERKESULITAN BELAJAR

Kegiatan Belajar 1
Definisi, Penyebab, dan Jeis-jenis Kesulitan Belajar

A. Definisi Kesulitan Belajar


Anak berkesulitan belajar adalah anak yang mengalami kesulitan dalam
tugas-tugas akademiknya, yang disebabkan adanya ketidakfungsian sistem
persarafan yang minimal diotak, atau gangguan dalam psikologis dasar,
sehingga mengakibatkan terhambatnya dalam melaksanakan tugas-tugas
akademik dan berdampak terhadap prestasi belajar rendah.

B. Klasifikasi Kesulitan Belajar


Kirk da Gallagher (1987:187) menjelaskan bahwa kesulitan belajar dibedakan
dalam 2 kategori besar, yaitu:
1. Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan
(developmental learning disabilities)
2. Kesulitan belajar akademik (academic learning disabilities)

C. Penyebab Kesulitan Belajar


Menurut Roos (1976), Siegel dan Gold (1982) serta Painting (1983), bahwa
kesulitan belajar khusus disebabkan oleh disfungsi sistem saraf yang
disebabkan oleh:
1. Cedera otak pada masa perkembangan otak
2. Ketidakseimbangan zat-zat kimiawi didalam otak
3. Ganngguanperkembangan saraf

3
4. Kelamabatan proses perkembangan individu
Ahli lain Hallahan dan Kauffan (1991: 127-128) mengemukakan tiga faktor
penyebab kesulitan belajar, yaitu : organis/biologis, genetik, lingkungan.

Kegiatan Belajar 2
Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar
A. Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar Secara Umum
Menurut Clement yang dikutip oleh Hallahan dan Kauffan (1991:133)
terdapat sepuluh gejala yang sering dijumpai pada anak berkesulitan belajar,
yaitu: hiperaktif, gangguan persepsi motoric, emosi yang labil, kurang
koordinasi, gangguan perhatian, impulsive, gangguan memori berpikir,
kesulitan pada akademik khusus, gangguan dalam berbicara dan
mendengarkan, hasil electroencephalogram (EEG) tidak teratur serta tanda
neurologis yang tidak jelas.

B. Karakteristik Khusus Anak Berkesulitan Membaca


Kesulitan khusus dalam membaca berdasarkan hasil-hasil penelitian sebagai
berikut:
1. Gangguan membaca lisan
2. Ganggua ingatan jangka pendek
3. Gangguan pemahaman

C. Karakteristik Khusus Anak Berkesulitan Menulis


Lovitt (1989:225) mengemukakan bahwa pelajaran menulis meliputi menulis
dengan tangan, mengeja, dan menulis ekspresif. Oleh karena itu dalam
membahas karakteristik khusus mengenai anak berkesulitan menulis mengacu
pada pendapat tersebut.

4
D. Karakteristik Khusus Anak Berkesulitan Matematika/Berhitung
Anak berkesulitan belajar matematika/berhitun, memiliki masalah dalam
memahami istilah matematika dasar atau belajar operasi penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pembagian, serta symbol-simbol dala matematika.

Kegiatan Belajar 3
Intervensi Anak Berkesulitan Belajar
A. Intervensi terhadap Anak Berkesulitan Membaca
1. Tipe (bentuk) Kesulitan Belajar
Secara umum, M. Monroe (dalam Permanarian, 1992:7) membagi
kesulitan membaca menjadi 8 bagian, yaitu:
a. Kurang mengenal huruf
b. Bingung urutan letak huruf
c. Menambah suara yang tidak ada
d. Menghilangkan huruf yang ada
e. Mengganti kata
f. Mengulang kata
g. Menabah kata yang tidak ada dalam bacaan
h. Menghilangkan kata yang ada dalam bacaan
2. Asesmen Kemampuan Membaca
a. Asesmen formal
Tes yang digunakan untuk melakukan asesmen secara formal
meliputi: tes survey, tes diagnostic, dan tes prestasi
b. Asesmen Informal
Tes yang digunakan meliputi: Informal Reading Inventories, Cloze
procedure.
3. Prosedur Intervensi Kesulitan Membaca
Intervensi kesulitan membaca dilakukan melalui tahapan identifikasi
masalah, Diagnosis, Penyusunan Program layanan, Evaluasi.

5
4. Pendekatan dan Teknik daam Intervensi Kesulitan Membaca
Carnine & Silbert dalam Mercer & Mercer (1989:366) mengemukakan 2
pendekatan pokok dalam mengajar membaca permulaan. Kedua
pendekatan tersebut adalah, pendekatan dengan penekanan pada lambing
atau yang menekankan pada bunyi huruf dan pendekatan dengan
penekanan pada makna, atau yang menekankan pada penggunaan
kata.Teknik yang diklasifikasikan ke dalam pendekatan dengan
penekanan pada lambing anatara lain adalah teknik Gillingham dan
Stilman serta teknik Fernald.

B. Intervensi Terhadap Anak Berkesulitan Menulis


1. Tipe-tipe Kesulitan Menulis
Ada berbagai tipe kesulitan menulis, diantaranya:
a. Kesalahan dalam menuliskan bentuk huruf
b. Ukuran huruf yang tidak normal
c. Ukuran huruf tidak proporsional
d. Bentuk huruf yang tidal menentu
e. Menulis tidak lancar
f. Kesalahan dalam menuliskan angka
g. Tulisan terlalu miring
h. Kesulitan menentukan besarnya jarak perhuruf
i. Berantakan
j. Ketidakmampuan unuk menulis tepat pada garis horizontal
k. Pensil terlalu ditekan
l. Kotor
2. Asesmen Kesulitan Menulis
Asesmen terhadap kesulitan menulis dapat dilakukan dengan
menggunakan asesmen formal dan informal.
3. Diagnostik dan Remidiasi
Pembahasan mengenai diagnostic dan remidiasi kesulitan menulis,
mencakup menulis dengan tangan, mengeja, dan menulis ekspresif.

6
C. Intervensi terhadap Anak Berkesulitan Belajar Matematika
Intervensi terhadap Anak Berkesulitan Belajar Matematika terdiri dari:
1. Pola-pola Kekeliruan khusus
2. Asesmen Kesulitan Belajar Matematika
a. Teknik wawancara diagnostic
b. Teknik test survey yang dibuat guru
3. Pengajaran Remidi

7
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Learning disabilities atau kesulitan belajar adalah istilah untuk mereka yang
mengalami gangguan atau hambatan dalam hal memahami dan mempelajari
sesuatu. Learning disabilities disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.
Faktor internal diantaranya gangguan neurologist atau disfungsi otak dan
psikologis serta faktor eksternal diantaranya lingkungan tempat ia tinggal.

Klasifikasi kesulitan belajar diantaranya disleksia yaitu kesulitan membaca,


disgrafia, kesulitan menulis dan diskalkulia kesulitan berhitung.

Anak yang mengalami kesulitan belajar ini perlu mendapat bimbingan dan
penanganan khusus. Mereka bukanlah tidak bisa belajar, hanya membutuhkan
perhatian lebih serta bimbingan untuk mengatasi kesulitan yang mereka alami.
Peran keluarga khususnya orang tua serta guru sangat dibutuhkan untuk
mengarahkan mereka agar bisa seperti layaknya anak normal lain serta dapat
menjalani kehidupannya di lingkungan masyarakat dengan baik.

B. SARAN

Setiap anak memiliki hal masing-masing yang membuat mereka berbeda. Begitu
juga anak kesulitan belajar. Mereka memang memiliki perbedaan dengan anak
lainnya tetapi mereka tetaplah anak-anak yang mmebutuhkan kasih sayang,
perhatian serta perlakuan yang sama. Dalam hal memperlakukan anak kesulitan
belajar janganlah menganggap perbedaan mereka menjadi hal yang negatif
sehingga mereka terkucilkan. Anak kesulitan belajar memiliki potensi serta
kelebihan bakat-bakat di samping kekurangan mereka. Memperhatikan serta
membantu mengembangkan bakat anak kesulitan belajar adalah hal yang perlu

8
dilakukan untuk membangkitkan kepercayaan diri dan mengaktualisasi diri
mereka.

9
DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono . (1995). Strategi Belajar Mengajar dalam


pendidikan Luar Biasa. Jakarta: Depdikbud Republik
Indonesia.
Bunawan, Lanny. (1983). Psikologi Anak Tunarungu. Jakarta: Yayasan Santi
Rama.
Efendy, O. (2006). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Wardani, IGAK, dkk (2017). Pengantar Anak Berkebutuhan Khusus.
Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

https://www.academia.edu/37688108/Makalah_ABK_Bab5_komplit.docx?auto=do
wnload

Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.


Bandung : Remaja Rosdakarya.
Dr. Mulyono Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar.
Jakarta : Rineka Cipta.
Mukhtar dan Rusmini. 2005. Pengajaran Remedial. Jakarta : Nimas Multima.
Sholihin,Muchlis. M.Ag. 2006. Buku Ajar Psikologi Belajar PAI. STAIN
Pamekasan Press.
Drs. Tadjab. 1994. Ilmu Jiwa Pendidikan. Surabaya : Karya Abditama.

10