Anda di halaman 1dari 21

HALUSINASI

KELOMPOK 5

Program Studi PROFESI NERS

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG


2019
PENGERTIAN
HALUSINASI
Halusinasi adalah
Suatu keadaan dimana seseorang
memberi persepsi atau pendapat
tentang lingkungan tanpa ada
objek atau rangsangan yang
nyata.

Misalnya : Klien mengatakan


mendengar suara padahal tidak
ada orang yang bicara.

APA ITU HALUSINASI..??


Melihat sesuatu….

Dengar suara..

Padahal tak nyata


/tak ada…
JELASKAN SECARA JELAS!!

PROSES TERJADINYA
Halusinasi bekembang melalui empat fase

Fase pertama

Klien mengalami stress, cemas, perasaan

perpisahan, kesepian yang memuncak

dan tidak dapat diselesaikan.

AWAL TERJADINYA….

FASE PERTAMA HALUSINASI


Fase kedua

Kecemasan meningkat, melamun

dan berpikir sendiri jadi dominan.

Mulai merasakan adanya bisikan

yang tidak jelas. Klien tidak ingin

orang lain tahu dan ia tetap dapat

mengontrol.

FASE KEDUA . . .
STRESS!!!!
Fase ketiga

Bisikan, suara, halusinasi semakin

menonjol, menguasai dan

mengontrol klien. Klien menjadi

terbiasa dan tidak berdaya

terhadap halusinasinya.
FASE KETIGA

Halusinasi
semakin
sering!!!
Fase keempat

Halusinasi berubah
menjadi mengancam,
memerintah dan memarahi
klien. Klien menjadi takut,
tidak berdaya, hilang
kontrol dan tidak dapat
berhubungan secara nyata
dengan orang lain di
lingkungan.
FASE KEEMPAT . . .

HALUSINASI
SEMAKIN MENGANCAM
TANDA – TANDA HALUSINASI

Menarik diri, Tersenyum


sendiri, Duduk terpaku,
Bicara sendiri,
Memandang satu arah,
Menyerang, Tiba-tiba
marah, Gelisah
TANDA-TANDA

…………………
PERAN SERTA KELUARGA

Bantu mengenal halusinasi

Meningkatkan kontrak dengan

realitas :

 Bicara tentang topik yang


nyata, tidak mengikuti isi
halusinasi
 Bicara dengan klien secara
sering dan singkat
 Buat jadwal kegiatan seharian
untuk menghindari kesendirian
 Ajak bicara jika klien tampak
sedang berhalusinasi

PERAN SERTA KELUARGA . . .


con’t…
Bantu menurunkan kecemasan dan ketakutan
 Temani, cegah isolasi dan menarik diri.
 Terima halusinasi tanpa mendukung dan
menyalahkan, misalkan : saya percaya
anda mendengar tetapi saya sendiri tidak
mendengar.
 Beri kesempatan untuk mengungkapkan
perasaan
 Tetap hangat, empati, kalem dan lemah
lembut
Mencegah klien melukai diri sendiri dan

orang lain

Tingkatkan harga diri

 Identifikasi kemampuan klien dan beri


kegiatan yang sesuai
 Beri kesempatan klein untuk sukses dan
beri pujian akan kesuksesan klien.
 Dorong berespon pada situasi nyata
BERILAH PUJIAN SECARA REALISTIS

KELUARGA MEMEGANG
PERANAN PENTING DALAM
MEMBANTU KESEMBUHAN
PASIEN

SEMOGA BERMANFAAT
DALAM MERAWATNYA

JENIS HALUSINASI

1. Halusinasi dengar
mendengar suara membicarakan, mengejek,
menertawakan, mengancam, tetapi tidak ada
sumber di sekitarnya

2. Halusinasi lihat
Melihat pemandangan, orang,
binatang, atau sesuatu yang tidak ada

3. Halusinasi penciuman
Mengatakan mencium bau bunga, kemenyan dan
lain-lain yang tidak dirasakan orang lain dan tidak
ada sumbernya

4. Halusinasi kecap
Merasa mengecap suatu rasa di mulut tetapi
tidak ada

5. Halusinasi raba
Merasa ada binatang merayap pada kulit tetapi
tidak ada
JENIS HALUSINASI . . .

<Penciuman

Penglihatan>

<Perabaan

Pengecapan>

<Pendengaran