Anda di halaman 1dari 2

Pakan ternak : Indigofera

KLASIFIKASI BOTANI
Klasifikasi botani Indigofera Sp adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Bangsa : Indigofereae
Genus : Indigofera Sp

Deskripsi: Indigofera Sp merupakan tanaman dari kelompok kacangan (family : Fabaceae) dengan
genus Indigofera dan memiliki 700 spesies yang tersebar di Benua Afrika, Asia dan Amerika Utara.
Sekitar tahun 1900 Indigofera sp dibawa ke Indonesia, oleh kolonial Eropa serta terus berkembang
secara luas.Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, fosfor
dan kalsium. Indigofera Sp mengandung pigmen indigo, yang sangat penting untuk pertanian
komersial pada daerah tropic dan sub tropic, selanjutnya dapat digunakan sebagai hijauan pakan
ternak dan suplemen kualitas tinggi untuk ternak ruminansia, karena mengandung protein kasar
27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22% dan fosfor 0,18%

Morfologi luar:

Ciri-ciri Indigofera Sp adalah daunnya berseling, biasanya bersirip ganjil, kadang-kadang beranak
daun tiga atau tunggal. Bunganya tersusun dalam suatu tandan di ketiak daun, daun kelopaknya
berbentuk genta bergerigi lima, daun mahkotanya berbentuk kupu-kupu. Secara umum tipe
buahnya polong, berbentuk pita (pada beberapa jenis hampir bulat), lurus atau bengkok, berisi 1-20
biji yang kebanyakan bulat sampai jorong. Semainya dengan perkecambahan epigeal, keping bijinya
tebal, cepat rontok, dan memiliki akar tunggang.

Struktur bagian tanaman indigofera yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak

Pada daun indigofera terdapat tiga sistem jaringan, yaitu jaringan pembuluh, jaringan dermal, dan
jaringan dasar. Pertumbuhan primer akan memacu akar dalam menembus tanah. Ujung akar
tanaman terdapat tiga zona, yaitu zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan zona pematangan
(Champbell,2003).Aktivitas kambium mengakibatkan pertumbuhan sekunder, yaitu bertambahnya
besar batang dan akar tanaman. Pertumbuhan sekunder diakibatkan aktivitas meristem leteral,
silinder-silinder yang berbentuk dari sel-sel yang membelah kesamping disepanjang tunas.
Pertumbuhan sekunder menuju dalam akan membentuk xilem dan pertumbuhan menuju luar akan
membentuk floem.