Nama : Tiara Respati Wulandari
NPM : 022117142
Kelas : 5D Akuntansi
Jawaban soal diskusi audit
18-27
a. Paket voucher mana, jika ada, yang dicatat dalam periode akuntansi yang
salah? Buatlah ayat jurnal penyesuaian demi mengoreksi laporan keuangan
untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2013. Asumsikan Broughton Cap
menggunakan sistem persediaan perpetual dan semua pembelian adalah
item persediaan
Paket voucher yang dicatat pada periode yang salah adalah paket
dengan nomor voucher 2528 dengan nilai pembelian $3.466,10
dan paket voucher nomor 2531 dengan nilai pembelian $8.221,89
karena seharusnya paket voucher tersebut dicatat pada bulan Juli
2013. Kemudian, paket voucher dengan nomor voucher 2530
dengan nilai pembelian $1.933,74 dan nomor voucher 2527
dengan nilai pembelian $5.001,99 seharusnya dicatat pada periode
Juni 2013.
Jurnal penyesuaian untuk koreksi persediaan pada periode 30
Juni 2013:
No Keterangan Debit Kredit
1. Penyesuaian voucher 2528
Utang usaha $3.466,10
Persediaan barang $3.466,10
2. Penyesuaian voucher 2531
Utang usaha $8.221,89
Persediaan barang $8.221,89
3. Penyesuaian voucher 2530
Persediaan $1.933,74
Utang Usaha $1.933,74
4. Penyesuaian voucher 2527
Persediaan $5.001,99
Utang Usaha $5.001,99
b. Asumsikan klerk penerimaan dengan sengaja menulis tanggal 30 Juni pada
laporan penerimaan 72080 hingga 7282. Jelaskan bagaimana hal itu akan
mempengaruhi ketepatan laporan keuangan. Bagaimana Anda sebagai
auditor, akan menemukan kesalahan ini?
Dari kasus tersebut, diketahui bahwa laporan penerimaan 7280
dengan nomor voucher 2531, 7281 nomor voucher 2528, dan 7282
nomor voucher 2529 termasuk ke dalam dokumen persediaan
untuk bulan Juli 2013. Jika petugas penerimaan menuliskan jumlah
persediaan bulan Juli di laporan persediaan bulan Juni maka akan
terjadi lebih saji persediaan sehingga dampaknya akan
terbawa dalam laporan posisi keuangan yang akan
menyatakan nilai yang lebih tinggi dan laporan laba rugi yang
berisi BPP, laba kotor, dan laba bersih usaha pada periode
tersebut akan dinilai lebih rendah. Kesalahan dalam mencatat
persediaan dalam suatu periode akan terbawa menjadi persediaan
untuk periode berikutnya. Hal yang dilakukan auditor untuk
menemukan kesalahan ini adalah dengan membandingkan rincian
pesanan pembelian, laporan penerimaan, dan faktur dari vendor
diperiksa secara bersamaan sehingga verifikasi kebenaran
pencatatan dapat dilakukan secara efisien tanpa mengurangi
keefektifan pengujian. Dengan demikian, auditor dapat menemukan
tingkat pengendalian pisah batas apakah sudah sesuai atau tidak.
c. Jelaskan secara umum, prosedur audit yang akan Anda ikuti demi
memastikan bahwa pisah batas pembelian sudah akurat pada tanggal
neraca.
Langkah untuk melakukan prosedur audit akuisisi untuk memastikan
cut-off secara umum adalah:
- Meminta buku besar pembelian yang dapat digunakan untuk
mempermudah dalam melaksanakan vouching.
- Meminta dokumen-dokumen terkait transaksi akuisisi seperti
pesanan pembelian, faktur vendor, dan bukti penerimaan barang.
- Mengusut jurnal yang diposting ke akun-akun yang bersangkutan.
- Memeriksa apakah transaksi yang dijadikan sampel sudah dicatat
dalam periode akuntansi yang tepat.
d. Identifikasilah pengendalian internal yang akan mengurangi kemungkinan
salah saji pisah batas yang berkaitan dengan pembelian.
- Pencatatan transaksi sesegera mungkin setelah barang dan jasa
diterima.
- Melakukan verifikasi tanggal pembelian dengan dokumen
penerimaan secara internal.
- Petugas penerimaan barang harus independen dari bagian gudang
dan akuntansi .
- Catatan akuntansi terkait pembelian harus langsung dipindahkan
tanggung jawabnya dari petugas penerimaan, ke bagian gudang,
dan selanjutnya ke bagian akuntansi.
18-31
a) Jelaskan hubungan antara persediaan dan pisah batas utang usaha.
Seluruh transaksi dalam proses akuisisi melibatkan siklus
persediaan dan siklus utang usaha karena kebanyakan transaksi
pembelian dilakukan secara kredit. Dalam proses akuisisi persediaan
harus dicatat sesuai dengan kondisi saat penerimaanya karena jumlah
ini akan mempengaruhi nilai saldo utang usaha. Auditor juga perlu
membedakan antara akuisisi persediaan yang berbasis FOB shipping
point dan FOB destination karena hal ini berkaitan dengan pengakuan
pemindahan hak dan kewajiban barang tersebut. Pengujian pisah
batas untuk utang usaha dilakukan untuk menentukan apakah
transaksi yang dicatat sebelum atau sesudah tanggal neraca
dimasukkan dalam periode yang benar, dan pengujian ini
menekankan pada kelengkapan yang mana lebih difokuskan untuk
mengetahui apakah terdapat kurang saji dalam pencatatan utang
usaha tersebut. Pengujian pisah batas persediaan harus dengan
melakukan pengamatan fisik, apabila persediaan diterima pada
tanggal 31 Desember sore setelah perhitungan fisik dilakukan dan
persediaan tersebut sudah masuk ke dalam catatan utang usaha
tetapi tidak termasuk dalam catatan persediaan maka akan
mempengaruhi laba sehingga terjadi kurang saji laba bersih.
b) Untuk setiap laporan penerimaan, sebutkan salah saji dalam persediaan
atau utang usaha, jika ada, dan buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk
memperbaiki laporan keuangan, jika terdapat salah saji.
Karena persediaan akhir hanya berisi item-item persediaan yang
telah dilakukan perhitungan fisik-yaitu persediaan dengan nomor
laporan penerimaan 2631 dan sebelumnya- maka dapat dikatakan
bahwa semua laporan dengan nomor laporan penerimaan setelah
2631 yang dimasukkan dalam utang usaha dan persediaan adalah
termasuk salah saji. Dengan demikian, salah saji dalam kasus ini
direpresentasikan oleh nomor laporan 2633 dan 2635. Jurnal
penyesuaian yang diperlukan:
No Keterangan Debit Kredit
1 Nomor Laporan Penerimaan 2633
Utang Usaha $3.761,22
Persediaan $3.761,22
2 Nomor Laporan Penerimaan 2635
Utang Usaha $6.847,77
Persediaan $6.847,77
c) Salah saji mana pada bagian b yang paling penting? Jelaskan.
Pada dasarnya setiap salah saji yang terjadi dalam laporan
keuangan adalah penting karena menjadi sebuah pokok perkara
terjadinya ketidakakuratan laporan. Jawaban pada bagian b
menunjukkan bahwa ada 2 salah saji yang penting yaitu salah saji
pada nomor laporan penerimaan 2633 dan salah saji pada nomor
laporan 2635. Tidak ada yang paling penting ataupun yang tidak
penting dari 2 salah saji yang disebutkan dalam poin b. Karena setiap
salah saji menjadi penting karena dapat mempengaruhi keputusan
pengguna laporan keuangan.