Anda di halaman 1dari 20

RINGKASAN MATERI KULIAH

PENGAUDITAN II
EKA 446 A1
BAB 15

Oleh:
KELOMPOK 7
I Gede Dhyana Putra

(1406305057)

I Gede Hadika Kresna Wirawan

(1406305074)

Ngurah Agung Peranian

(1406305086)

Made Oka Candra Andreana

(1406305116)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016

PEMBAHASAN
A. AKUN-AKUN DAN GOLONGAN-GOLONGAN TRANSAKSI DALAM SIKLUS
PEMBELIAN DAN PEMBAYARAN
Pengauditan atas siklus pembelian dan pembayaran bertujuan untuk menilai apakah akunakun yang dipengaruhi leh pembelian barang dan jasa serta pengeluaran kas untuk pembelian
tersebut telah disajikan secarawajar sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Terdapat tiga
kelompok transaksi yang tercakupdalam siklus ini, yaitu:
1. Pembelian barang dan jasa
2. Pengeluaran kas
3. Retur pembelian dan potongan pembelian
Berikut Gambar 1-1 yang melukiskan bagaimana aliran informasi akuntansi melalui
berbagai akun di dalam siklus pembelian dan pembayaran.

Gambar 1-1 Akun-akun dalam Siklus Pembelian dan Pembayaran

Gambar 1-1 menunjukkan bahwa setiap transaksi mempengaruhi entah pendebetan atau
pengkreditan terhadap akun utang usaha. Karena banyak perusahaan yang melakukan
pembelian langsung dengan check atau melalui kas kecil, gambar ini memang sengaja
disederhanakan. Diasumsikan bahwa pembelian tunai (langsung dibayar per kas) diproses
dengan cara yang sama dengan pembelian secara kredit.(melalui utang usaha lebih dahulu).
B. FUNGSI-FUNGSI BISNIS DAN DOKUMEN SERTA CATATAN DALAM SIKLUS
PEMBELIAN DAN PEMBAYARAN
Siklus biasanya diawali dengan pembuatan permintaan pembelian oleh pejabat yang
memiliki kewenangan untuk mengajukan permintaan pembelian dan diakhiri dengan
pembayaran utang usaha yang timbul dari pembelian tersebut. Dalam pembahasan berikutnya
digunakan ilustrasi pada sebuah perusahaan manufaktur kecil yang menghasilkan barang
untuk dijual kepda pihak ketiga, tetapi prinsip yang tercakup di sini bisa diterapkan juga pada
perusahaan jas, entitas pemerintah dan sejenis organisasi lainnya.
Kolom ketiga tabel 1-1 dibawah ini memuat daftar empat fungsi bisnis yang terjadi pada
setiap bisnis dalam pencatatan tiga kelompok transaksi dalam siklus pembelian dan
pembayaran. Tiga fungsi pertama adalah untuk pencatatan pembelian barang dan jasa secara
kredit dan fungsi keempat adalah untuk pencatatan pengeluaran kas untuk pembayaran ke
pemasok.
Berikut tabel 1-1 yang membahas detail keempat fungsi bisnis tersebut, dengan tekanan
pada dokumen dan catatan yang digunakan.
Klasifikasi
Transaksi
Akuisisi/Pembeli
an

Fungsi-fungsi

Akun

Dokumen dan

Persediaan

Bisnis
Pembuatan

Pencatatan
Permintaan

Aset Tetap

order pembelian

pembelian

Beban dibayar di

Pesanan pembelian

muka
Peningkatan

sewa Penerimaan

guna

barang dan jasa

Laporan penerimaan

Utang Usaha
Beban manufaktur

Pengakuan

Beban penjualan

utang

Beban administrasi

Faktur dari vendor


Memo debet
Voucher
Berkas transaksi
pembelian
Jurnal atau daftar

pembelian
Berkas utama utang
usaha
Neraca saldo utang
dagang
Laporan dari
Pengeluaran kas

vendor/pemasok
Kas di bank (dari Pemrosesan dan Cek
penegluaran kas)

pencatatan

Berkas transaksi

Utang dagang

pengeluaran kas

pengeluaran kas

Diskon pembelian

Jurnal atau daftar


pengeluaran kas

PEMBUATAN ORDER PEMBELIAN


Pengajuan permintaan untuk membeli barang atau jasa oleh pejabat perusahaan klien adalah
kegiatan awal dari siklus ini. Dokumen yang lazim digunakan meliputi :
Permintaan Pembelian
Formulir ini digunakan untuk meminta barang dan jas oleh pejabat perusahaan yang diberi
kewenangan untuk mengjukan permintaan pembelian misalnya Kepala Departemen Produksi.
Order Pembelian
Order pembelian adalah dokumen yang digunakan untuk memesan barang dan jasa dari
pemasok, yang berisi deskripsi, kuantitas, dan informasi lain yang berhubungan dengan
barang dan jasa yang diinginkan perusahaan untuk dibeli dan sering digunakan untuk
menunjukkan persetujuan pembelian.
PENERIMAAN BARANG DAN JASA
Laporan penerimaan adalah dokumen berupa kertas atau elektronik yang dibuat pada saat
barang diterima, yang berisi keterangan mengenai barang, jumlah barang yang diterima,
tanggal penerimaan serta data lain yang relevan. Ketika barang diterima, agar kontrol baik,
diperlukan pemeriksaan tentang deskripsi, kuantitas, tanggal penerimaan dan kondisi barang
yang diterima
PENGAKUAN KEWAJIBAN (UTANG)
Perusahaan harus seksama dalam memasukkan semua transaksi pembelian, yaitu pembelian
yang sungguh-sungguh terjadi, dengan jumlah yang benar. Dokumen-dokumen dan catatan
yang lazim digunakan adalah:
3

Faktor dari Pemasok


Faktur dari pemasok adalah dokumen yang diterima dari penjual dan menunjukkan jumlah
yang terutang yang berasal dari pembelian barang dan jasa. Dokumen ini menyebutkan
deksripsi, kuantitas barang dan jasa yang diterima, harga, ketentuan tentang potongan harga,
tanggal faktur dan total harga faktur. Faktur akan menunjukkan jumlah yang akan dicatat
dalam file transaksi pembelian.
Memo Debet
Memo debet adalah dokumen dari pemasok yang menunjukkan pengurangan atas jumlah
yang terutang yang disebabkan karena adanya pengembalian (retur) barang ke pemasok atau
diterimanya pengurangan harga.
Voucher
Voucher digunakan untuk menetapkan cara formal dalam pencatatan dan pengawasan
pembelian, terutama dengan membuat agar transaksi pembelian bernomor urut. Voucher
terdiri dari amplop (cover atau folder) voucher untuk menyimpan dokumen-dokumen yang
berkaitan dengan pembelian.
File Transaksi Pembelian
File ini merupakan file yang dihasilkan oleh komputer yang mencakup semua transaksi
pembelian yang diproses oleh sistem akuntansi untuk suatu periode akuntansi.
Jurnal Pembelian
Jurnal ini dihasilkan dari file transaksi pembelian dan biasanya berisi nama pemasok, tanggal,
jumlah, dan kelompok akun untuk setiap transaksi. Jurnal bisa mncakup satu periode tertentu,
biasanya bulanan. Transaksi yang sama dimasukkan ke dalam jurnal juga diposting secara
serentak ke dalam buku besar.
Master File Utang Usaha
Master file utang usaha mencatat transaksi pembelian, pengeluaran kas dan retur pembelian
untuk setiap pemasok. Total dari saldo-saldo individual dalam master file sama dengan total
saldo akun utang usaha dalam buku besar. Printout master file utang usaha menunjukkan
saldo awal utang usaha, setiap pembelian, retur pembelian dan pengeluaran kas, serta saldo
akhir untuk setiap pemasok.
Daftar Utang Usaha
Daftar utang usaha berisi daftar jumlah yang terutang kepada masing-masing pemasok atau
untuk setiap faktur, atau voucher pada suatu saat tertentu. Daftar ini dibuat langsung dari
master file utang usaha.

Laporan dari Pemasok (Vendors Statement)


Laporan ini merupakan dokumen yang dibuat oleh pemasok setiap akhir bulan yang
menunjukkan saldo awal, pembelian, retur pembelian dan pembayaran ke pemasok tersebut,
serta saldo akhir. Jumlah saldo menurut master file utang usaha seharusnya sama dengan
saldo yang ditunjukkan dalam laporan dari pemasok, kecuali bila ada kerancuan diantara
pemasok dengan klien atau bila ada selisih akibat faktor waktu.
PENGOLAHAN DAN PENCATATAN PENGELUARAN KAS
Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan proses pembayaran yang akan diperiksa auditor
meliputi:
Check
Dokumen ini biasa digunakan untuk pembayaran pembelian pada saat kewajiban jatuh tempo.
File Transaksi Pengeluaran Kas
File ini dihasilkan komputer yang meliputi seluruh transaksi pengeluaran kas yang diolah
sistem akuntansi untuk suatu periode tertentu.
Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal ini adalah daftar atau laporan yang dihasilkan dari file transaksi pengeluaran kas yang
mencakup seluruh transaksi pada suatu periode waktu tertentu.
C. METODELOGI UNTUK PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN
PENGUJIAN SUBSTANTIF GOLONGAN TRANSAKSI
Pada audit khusus, akun yang paling banyak menyita waktu untuk diversifikasi oleh
pengujian atas rincian saldo adalah akun piutang usaha, persediaan, aktiva tetap, utang usaha,
dan beban. Empat dari lima akun ini berhubungan langsung dengan siklus akuisisi dan
pembayaran. Jika auditor dapat mengurangi pengujian atas rincian saldo akun dengan
menggunakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk
memverifikasi efektivitas pengendalian internal terhadap akuisisi serta pengeluaran kas,
waktu bersih yang dapat dihemat sangatlah besar. Pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dibagi kedalam dua bidang.
1. Pengujian akuisisi, yang meliputi 3 dari 4 fungsi bisnis yang telah dibahas
sebelumnya dalam bab ini: memroses pesanan pembelian, menerima barang dan jasa,
serta mengakui kewajiban.
2. Pengujian pembayaran, yang menyangkut fungsi keempat, yaitu memroses dan
mencatat pengeluaran kas.

Auditor harus memahami pengendalian internal untuk siklus akuisisi dan pembayaran
sebagai bagian dari pelaksanaan prosedur penilaian risiko dengan mempelajari bagian arus
klien, mereview kuisionerpengendalian internal, serta melaksanakan pengujian walkthrough
untuk transaksi akuisisi dan pengeluaran kas. Pengendalian internal kunci untuk setiap bisnis
yaitu otorisasipembelian, pemisahan fungsi penyimpanan barang yang diterima dari fungsi
lainnya, pencatatan yang tepat waktu dan review yang independen atas transaksi, serta
otorisasi pembayaran kepada vendor.
Gambar 1-2 Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif
atas Transaksi untuk Siklus Pembelian dan Pembayaran
Memahami pengendalian internal-akuisisi
dan pengeluaran kas

Menilai risiko pengendalian yang


direncanakan-akuisisi dan pengeluaran

Menentukan luas
pengujian pengendalian *

Merancang pengujian
pengendalian dan
pengujian substantif atas
transaksi untuk akuisisi dan
pengeluaran kas guna
memenuhi tujuan audit
yang berkaitan dengan
transaksi

Prosedur
audit
Ukuran sampel
Item yang akan
dipilih

Penetapan
waktu yang direncanakan pada
*Luas pengujian pengendalian ditentukan oleh ketergantungan
pengendalian. Utnuk perusahaan publik, pengujian harus cukup untuk menerbitkan opini
mengenai pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.
MENILAI RISIKO PENGENDALIAN DIRENCANAKAN
Otorisasi Pembelian.
Otorisasi yang tepat untuk melakukan akuisisi akan memastikan bahwa barang dan jasa yang
diperoleh adalah demi memenuhi tujuan perusahaan yang diotosrisasi, dan menghindari
akuisisi item yang berlebihan atau tidak diperlukan.

Setelah permintaan pembelian melalui suatu akuisisi telah disetujui, pesanan pembelian untuk
memperoleh barang atau jasa harus mulai dibuat. Pesanan pembelian yang dibuat untuk
vendor atas suatu item tertentu pada harga tertentu akan dikirimkan pada atau sebelum waktu
yang ditetapkan. Biasanya perusahaan meminta departemen pembelian untuk memastikan
kualitas barang dan jasa yang memadai pada harga minimum. Agar pengendalian internal
berjalan baik, departemen pembelian harus terpisah dari departemen yang mengotorisasi
akuisisi atau menerima barang.
Pemisahan Penyimpanan Aktiva dan Fungsi Lainnya.
Sebagian besar perusahaan meminta departemen penerimaan untuk mulai membuat laporan
penerimaan sebagai bukti penerimaan dan pemeriksaan barang. Harus dikendalikan secara
fisik dari saat penerimaannya hingga penggunaan atau pelepasannya. Personil didepartemen
penerimaan harus idnependen dari personil ruang penyimpanan dan departemen akuntansi.
Catatan akuntansi harus mentransfer tanggung jawab atas barang setiap kali barang itu
dipindahkan, dari penerimaan ke penyimpanan, dari penyimpanan ke manufaktur dan
seterusnya.
Pencatatan yang Tepat Waktu dan Review Independen atas Transaksi.
Dalam beberapa perusahaan, pencatatn kewajiban atas akuisisi dibuat atas dasar penerimaan
barang dan jasa. Departemen utang usaha umumnya bertanggung jawab untuk memverifikasi
kelayakan akuisisi. Pengendalian yang penting dalam departemen utang usaha dan teknologi
informasi adalah persyaratan bahwa personil yang mencatat akuisisi tidak boleh memiliki
akses ke kas, sekuritas, dan aktiva lainnya. Prosedur yang tepat untuk menyimpan catatan,
dan pengecekan independen atas kinerja juga merupakan pengendalian yang penting dalam
fungsi utang usaha.
Otorisasi Pembayaran.
Pengendalian yang paling penting terhadap pengeluaran kas termasuk :
1. Penandatanganan cek oleh individu yang memiliki wewenan yang tepat.
2. Pemisahan tanggung jawab untuk menandatangani cek dan melaksanakan fungsi utang
usaha.
3. Pemeriksaan yang cermat atas dokumen pendukung oleh si penandatangan cek pada saat
cek ditandatangani.
Cek harus dipranomori.
Dan dicetak pada kertas khusus yang membuatnya sulit untuk mengubah payee atau penerima
pembayaran atau jumlah. Perusahaan harus berhati-hati dlama melakukan pengendalian fisik
terhadap cek kosong, yang sudah tidak digunakan lagi dan yang telah ditanda tangani.
MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF
GOLONGAN TRANSAKSI UNTUK PEMBELIAN

Ikhtisar Tujuan Audit yang berkaitan dengan Transaksi, Pengendalian Kunci,


Pengujian Pengendalian, dan Pengujian Substantif atas Transaksi untuk Akuisisi.
Tujuan Audit yang
berkaitan dengan
transaksi
Akuisisi yang dicatat
adalah untuk barang
dan jasa yang
diterima, yang
konsisten dengan
kepentingan terbaik
klien(keterjadian)

Pengendalian
Internal Kunci
Permintaan
pembelian, pesanan
pembelian, laporan
penerimaan, dan
faktur vendor
dilampirkan pada
voucher. *
Akuisisi disetujui
pada tingkat yang
tepat.

Pengujian
Pengendalian yang
Umum
Memeriksa dokumen
dalam paket vouher
untuk eksistensi.

Pengujian Substantif
atas Transaksi yang
Umum
Mereview jurnal
akuisisi, buki besar
umum, dan file induk
utang usaha untuk
melihat jumlah yang
besar atau tidak
biasa. *

Memeriksa indikasi
persetujuan.

Memeriksa dokumen
yang mendasari
untuk melihat
kelayakan dan
otentitasnya (faktur
vendor, laporan
penerimaan, pesanan
pembelian, dan
permintaan
pembelian)*
Memeriksa file induk
vendor menyangkut
yang tidak biasa.

Berusaha untuk
Komputer menerima menginput transaksi
ayat jurnal pembelian dengan vendor yang
hanya dari vendor
valid dan tidak valid.
yang diotorisasi
dalam file induk
vendor.
Memeriksa indikasi
pembatalan.
Dokumen dibatalkan
untuk mencegah
digunakan lagi.
Memeriksa indikasi
verifikasi internal.
Faktur vendor,
laporan penerimaan,
pesanan pembelian,
dan permintaan
pembelian
diverifikasi secara
internal. *
Transaksi akuisisi
Pesanan pembelian
Memeriksa urutan
yang ada telah dicatat telah dipranomori
pesanan pembelian.
( kelengkapan)
dan diperhitungkan.
Laporan penerimaan Memeriksa urutan
telah dipranomori
laporan penerimaan.
dan diperhitungkan.*
Voucher telah
Memeriksa urutan
dipranomori dan
voucher.
diperhitungkan.
Transaksi akuisisi
Perhitungan dan
Memeriksa indikasi
yang dicatat sudah
jumlahnya sudah
verifikasi internal.
akurat (keakuratan)
diverifikasi secara
internal.
8

Menelusuri akuisisi
persediaan ke file
induk persediaan.
Memeriksa aktiva
tetap yang diakuisisi.

Menelusuri dari file


laporan penerimaan
ke jurnal akuisisi. *
Menelusuri dari file
faktur vendor ke
jurnal akuisisi.

Membandingkan
transaksi yang
tercatat dalam jurnal
akuisisi dengan
faktur vendor ,

Transaksi akusisi
telah dicantumkan
dengan benar dalam
file induk persediaan
dan utang usaha serta
diihktisarkan secara
benar (posting dan
pengikhtisaran)
Transaksi akuisisi
telah diklasifikasikan
dengan benar
(klasifikasi)
Transaksi akuisisi
telah dicatat pada
tanggal yang benar
(penetapan waktu)

Total batch
dibandingkan dengan
laporan ikhtisar
komputer.

Memeriksa file total


batch untuk melihat
tanda tangan klerk
pengendali data;
membandingkan
totalnya dengan
laporan ikhtisar.

Akuisisi disetujui
untuk harga dan
diskon
Isi file induk utang
usaha telah
diverifikasi secara
internal.
File induk utang
usaha dan total
neraca saldo telah
dibandingkan dengan
saldo buku besar
umum.
Bagan akun yang
memadai telah
digunakan.
Klasifikasi akun
telah diverifikasi
secara internal.
Prosedur
mengahruskan
pencatatan transaksi
sesegera mungkin
setelah barang dan
jasa diterima.
Tanggal telah
diverifikasi secara
internal.

Memeriksa indikasi
persetujuan.
Memeriksa indikasi
verifikasi internal.

laporan penerimaan,
dan dokumentasi
pendukung lainnya. *
Menghitung ulang
keakuratan klerikal
pada faktur vendor,
termasuk diskon dan
ongkos angkut.

Memeriksa tanda
tangan pada akun
buku besar umum
yang menunjukkan
perbandingan.

Menguji ketepatan
klerikal dengan
memfooting jurnal
dan menelusuri
posting ke buku
besar umum serta file
induk utang usaha
dan persediaan.

Memeriksa prosedur
manual dan bagan
akun.
Memeriksa indikasi
verifikasi internal.

Membandingkan
klasifikasi dengan
bagan akun dengan
merujuk ke faktur
vendor.

Memeriksa prosedur
manual dan
mengamati apaka ada
faktur vendor yang
belum tercatat.

Membandingkan
tangganl laporan
penerimaan dan
faktur vemdor
dengan tanggal pada
jurnal akuisisi. *

Memeriksa indikasi
verifikasi internal.

* laporan penerimaan hanya digunakan untuk barang berwujud sehingga tidak digunakan
untuk jasa, seperti utilitas serta reparasi dan pemeliharaan. Seringkali, faktur vendpr
merupakan satu-satunya dokumentasi yang tersedia.
* prosedur analitis ini juga dapat diterapkan pada tujuan lainnya, termasuk kelengkapan,
keakuratan, dan penetapan waktu.
Efisiensi audit yang signifikan dapat dicapai pada banyak audit apabila pengendalian
beroperasi secara efektif. Empat dari enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi
akuisisi memerlukan perhatian khusus sehingga harus diperiksa secara lebih teliti.

Akusisi yang Dicatat adalah untuk Barang dan Jasa yang Diterima, Konsisten
dengan Kepentingan Utama dari Klien (Keterjadian).

Jika auditor yakin bahwa pengendalian sudah memadai untuk tujuan ini, pengujian atas
transaksi yang tidak benar dan transaksi yang dicatat padahal sebenenarnya tidak ada dapat
dikurangi secara drastis. Pengendalian yang memadai juga dapat mencegah klien untuk
mencantumkan beban bisnis atau transaksi aktiva yang curang atau yang terutama
memberikan manfaat bagi manajemen atau karyawan lainnya dan bukan entitas yang sedang
diaudit. Beberapa contoh, transaksi yang tidak dapat saja terjadi, seperti akuisisi item pribadi
yang tidak diotorisasi oleh karyawan.

Akuisisi yang Ada Telah Dicatat (Kelengkapan).

Kelalaian untuk mencatat akuisisi barang dan jasa yang diterima secara langsung akan
mempengaruhi saldo utang usaha dan mungkin menghasilkan lebih saji laba bersih serta
ekuitas pemilik. Dalam beberapa audit mungkin sulit untuk melakukan pengujian atas rincian
saldo guna menentukan apakah transaksi yang ada belum dicatat, sehingga auditor harus
mengandalkan pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk tujuan ini.

Akuisisi Telah Dicatat secara Akurat (Keakuratan).

Luas pengujian yang terinci atas banyak akun neraca dan beban tergantung pada evaluasi
auditor keefektifan pengendalian internal terhadap keakuratan transaksi akuisisi yang dicatat.
Jika klien menggunakan catatan persediaan perpetual, pengujian yang terinci atas persediaan
juga dapat dikurangi secara signifikan apabila auditor yakin bahwa catatanperpetual memang
akurat. Pengendalian terhadap akuisisi yang dicantumkan dalam catatan perpetual biasanya
diuji sebagai bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi
akuisisi.

Akuisisi Telah Diklasifikasikan dengan Benar (Klasifikasi).

Pengujian yang terinci atas setiap akun tertentu dapat dikurangi jika auditor yakin bahwa
pengendalian internal sudah memadai untuk meberikan kepastian yang layak menyangkut
klasifikasi yang benar dalam jurnal akuisisi. Relatif menghabiskan banyak waktu bagi auditor
untuk mendokumentasikan pengujian atas akuisisi aktiva tetap pada periode berjalan dan
akun beban demi tujuan keakuratan dan klasifikasi.

10

Ikhtisar Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Transaksi, Pengendalian Kunci,


Pengujian Pengendalian, dan Pengujian Substantif atas Transaksi untuk Pengeluaran
Kas
Tujuan Audit yang
Berkaitan dengan
Transaksi
Pengeluaran kas
yang dicatat adalah
untuk barang dan
jasa yang benarbenar diterima
(keterjadian)

Pengendalian
Internal Kunci
Terdapat pemisahan
tugas yang memadai
antara utang usaha
dan penyimpanan
cek yang
ditandatangani.
Dokumentasi
pendukung diperiksa
sebelum cek
ditandatangani oleh
orang yang
berwenang.
Persetujuan
pembayaran pada
dokumen pendukung
diberikan pada saat
cek ditandatangani.

Transaksi
pengeluaran kas yang
ada telah dicatat
(kelengkapan)

Cek telah
dipranomori dan
diperhitungkan.
Rekonsiliasi bank
disiapkan setiap
bulan oleh karyawan
yang independen
yang mencatat
pengeluaran kas atau
penyimpanan aktiva.
Transaksi
Perhitungan dan
pengeluaran kas yang jumlah diverifikasi
dicatat sudah akurat
secara internal.
(keakuratan)
Rekonsiliasi bank
disipakna setiap
bulan oleh orang
yang independen.

Pengujian
Pengendalian yang
Umum
Membahas dengan
personil dan
mengamati aktivitas.

Membahas dengan
personil dan
mengamati aktivitas.

Memeriksa indikasi
persetujuan.

Memperhitungkan
urutan cek.
Memeriksa
rekonsiliasi ban dan
mengamati
penyusunannya.

Memeriksa indikasi
verifikasi internal.
Memeriksa
rekonsiliasi bank dan
mengamati
penyusunannya.
11

Pengujian Substantif
atas Transaksi yang
umum
Mereview jurnal
pengeluaran kas,
buku besar umum,
dan file induk utang
usaha atas jumlah
yang besar atau tidak
biasa. *
Menelusuri cek yang
dibatalkan ke ayat
jurnal akuisisi terkait
dan memeriksa nama
payee serta
jumlahnya.
Memeriksa cek yang
dibatalkan untuk
melihat tanda tangan
yang terotorisasi,
endorsement yang
tepat, dan
pembatalan oleh
bank.
Memeriksa dokumen
pendukung sebagai
bagian dari pengujian
akuisisi.
Merekonsiliasi
pengeluaran kas yang
tercatat dengan
pengeluaran kas pada
laporan bank (bukti
pengeluaran kas).

Membandingkan cek
yang dibatalkan
dengan jurnal
akuisisi yang terkait
dan ayat jurnal
prngrluaran kas.
Menghitung ulang

Transaksi
pengeluaran kas telah
dicantumkan dengan
benar dalam file
induk utang usaha
dan diikhtisarkan
secara benar (posting
dan pengikhtisaran)

Isi file induk utang


usaha diverifikasi
secara internal.
File induk utang
usaha dan total
neraca saldo
dibandingkan dengan
saldo buku besar
umum.

Memeriksa indikasi
verifikasi internal.

Transaksi
pengeluaran kas telah
dikalsifikasikan
secara benar
(klasifikasi)

Bagian akun yang


memadai digunakan.

Memeriksa prosedur
manual dan bagan
akun.
Memeriksa indikasi
verifikasi internal.

Klasifikasi akun
diverifikasi secara
internal.
Transaksi
Prosedur
pengeluaran kas telah mengharuskan
dicatat pada tanggal
pencatatan transaksi
yang benar
sesegera mungkin
(penetapan waktu)
setelah cek
ditandatangani.
Tanggal diverifikasi
secara internal.

Memeriksa tanda
tangan pada akun
buku besar umum
yang menunjukkan
perbandingan.

Memeriksa prosedur
manual dan
mengamati apakah
terdapat cek yang
belum tercatat.
Memeriksa indikasi
verifikasi internal.

diskon tunai.
Menyiapkan bukti
pengeluaran kas.
Menguji keakuratan
klerikal dengan
memfooting jurnal
dan menelusuri
psoting ke buku
besar umum serta file
induk utang usaha.

Membandingkan
klasifikasi dengan
bagan akun dengan
merujuk ke faktur
vendor dan jurnal
akuisisi.
Membandingkan
tanggal pada cek
yang dibatalkan
dengan jurnal
pengeluaran kas.
Membandingkan
tanggal pada cek
yang dibatalkan
dengan tanggal
pembatalan bank.

Terdapat 3 perbedaan yang penting antara akuisisi dan pembayaran dibandingkan


dengan siklus lainnya.
1. Terdapat sejumlah besar akun yang terlibat dalam silus ini, termasuk akun laporan laba
rugi dan neraca. Hal ini meningkatkan potensi salah saji klasifikasi, yang beberapa mungkin
akan mempengaruhi laba.
2. Sudah lebih umum bagi transaksi dalam silus ini untuk menuntut pertimbangan yang
signifikan, seperti biaya lease dan konstruksi. Auditor seringkali mengurangi tingkat
pengecualian yang dapat ditoleransi untuk atribut keakuratan.
3. Jumlah nilai uang setiap transaksi dalam silus mencakup rentang yang luar. Akibatnya,
auditor seringkali memisahkan item-item yang bernilai besar dan tidak biasa serta
mengujinya atas dasar 100%.

D. METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO


UTANG USAHA

12

Karena semua transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran umumnya mengalir
melalui nutang usaha, akun ini penting bagi setiap audit atas siklus akuisisi dan pembayaran.
Utang usaha adalah kewajiban yang belum dibayar atas barang dan jasa yang diterima dalam
peristiwa bisnis yang biasa. Utang usaha harus dibedakan dari kewajiban akrual dan
kewajiban berbunga. Kewajiban akan dianggap sebagai utang usaha hanya jika total jumlah
kewajiban itu diketahui dan terutang pada tanggal neraca. Jika pengujian pengendalian dan
pengujian substantif atas transaksi terkait menunjukkan bahwa pengendalian terlah beroperasi
secara efektif, dan jika hasil prosedur analitis memuaskan, auditor mungkin akan mengurangi
pengujian atas rincian saldo utang usaha. Usaha untuk merampingkan proses pembelian
barang dan jasa, termasuk penekanan yang lebih besar pada pembelian persediaan just in
time, pembagian informasi yang meningkat dengan pemasok, dan penggunaan teknologi serta
e-commerce untuk melakukan transaksi bisnis, telah mengubah semua aspek siklus akuisisi
dam pembayaran bagi banyakperusahaan.
Akses oleh pihak eksternal, seperti pemasok, ke catatan akuntansi meningkatkan
kemungkinan terjadinya salah saji jika akses tersebut tidak dikendalikan secara layak. Seperti
piutang usaha, sejumlah besar transaksi dapat mempengaruhi utang usaha. Saldonya
seringkali berjumlah besar dan terdiri dari sejumlah besar saldo vendor serta relatif mahal
untuk mengaudit akun tersebut. Auditor umumnya menetapkan salah saji yang dapat
ditoleransi yang relatif tinggi untuk utang usaha. Dan juga auditor seringkali menilai resiko
inheren sebagai sedang atau tinggi. Pengaruh pengendalian internal klien terhadap pengujian
utang usaha dapat diilustrasikan dengan dua contoh:
1. Asumsikan bahwa klien memiliki pengendalian internal yang sangat efektif terhadap
pencatatan dan pembayaran akuisisi. Penerimaan barang didokumentasikan secara tepat
waktu dengan laporan penerimaan yang telah dipranomori; sementara voucher yang
dipranomori disiapkan secara tepat waktu dan efisien serta dicatat dalam file transaksi
akuisisi dan file induk utang usaha. Verifikasi utang usaha akan memerlukan sedikit upaya
audit setelah auditor menyimpulkan bahwa pengendalian internal beroperasi secara efektif.
2. Asumsikan bahwa laporan penerimaan tidak digunakan, klien menunda pencatatan akuisisi
hingga pengeluaran kas dilakukan, dan karena lemahnya posisi kas, tagihan seringkali
dibayar beberapa bulan setelah tanggal jatuh temponya.
Kita telah membahas pengendalian terhadap utang usaha dan pengujian pengendalian
serta pengujian substantif atas transaksi yang paling penting sebelumnya dalam bab ini.
Selain pengendalian tersebut, setiap bulan orang yang independen atau program komputer
akan merekonsiliasi laporan vendordengan kewajiban yang tercatat dan file induk utang
usaha dengan buku besar umum. Penggunaan prosedur analitis merupakan hal yang penting
dalam siklus akuisisi dan pembayaran seperti pada siklus lainnya, terutama untuk
mengungkapkan salah saji utang usaha. Auditor harus membandingkan total beban tahun
berjalan dengan tahun sebelumnya untuk mengungkapkan salah saji utang usaha serta akun
beban, karena akuntansi berganda, salah saji akun beban biasanya juga menimbulkan salah
saji yang sama pada utang usaha. Tujuan audit atas utang usaha secara keseluruhan adalah
untuk menentukan apakah saldo utang usaha telah dinyatakan secara wajar dan diungkapkan
13

secara layak. Terdapat perbedaan penekanan yang penting dalam audit atas kewajiban dan
aktiva. Ketika memverifikasi aktiva, auditor menekankan lebih saji melalui verifikasi dengan
konfirmasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan dokumen pendukung.
Perbedaan penekanan dalam mengaudit aktiva dan kewajiban dihasilkan secara langsung dari
kewajiban hukum akuntan publik. Karena lebih saji ekuitas pemilik dapat terjadi baik dari
lebih saji aktiva atau kurang saji kewajiban, merupakan hal yang alami bagi akuntan publik
untuk menekankan kedua jenis salah saji tersebut.
Prosedur Analitis untuk Siklus Akuisisi dan Pembayaran
Prosedur Analitis
Membandingkan saldo akun beban yang
berhubungan dengan akuisisi dengan tahun
sebelumnya.
Mereview daftar utang usaha untuk melihat
utang yang tidak biasa, nonvendor dan utang
berbunga.
Membandingkan utang usaha individual
dengan tahun sebelumnya.
Menghitung rasio, seperti pembelian dibagi
dengan utang usaha, dan utang usaha dibagi
dengan kewajiban lancar.

Salah Saji yang mungkin


Salah saji utang usaha dan beban.
Klasifikasi salah saji untuk kewajiban
nondagang.
Akun yang tidak tercatat atau tidak ada, atau
salah saji.
Akun yang tidak tercatat atau tidak ada, atau
salah saji.

Kita akan menggunakan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang sama yang kita
terapkan untuk memverifikasi piutang usaha, karena tujuan itu juga dapat diterapkan pada
kewajiban, dengan tiga modifikasi kecil:
1. Tujuan nilai realisasi tidak dapat diterapkan pada kewajiban. Nilai realisasi hanya
dapat diterapkan pada aktiva.
2. Aspek hak dalam tujuan hak dan kewajiban tidak dapat diterapkan pada kewajiban.
3. Untuk kewajiban, penekanan diberikan pada pencarian kurang saji dan bukan lebih
saji.
Tujuan Audit yang berkaitan dengan saldo dan prosedur pengujian atas rincian saldo yang
umum untuk utang usaha. Prosedur audit aktual yang digunakan auditor sangat bervariasi
tergantung pada sifat entitas, materialitas utang usaha, sifat dan efektivitas pengendalian
internal, serta risiko inheren.

14

Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo dan pengujian atas Rincian Saldo untuk
Utang Usaha
Tujuan Audit yang
Berkaitan dengan Saldo
Utang usaha dalam daftar
utang usaha sama dengan file
induk terkait, dan totalnya
ditambahkan dengan benar
serta sama dengan buku
besar umum ( detail tie in)

Utang usaha dalam daftar


utang usaha memang ada
(eksistensi)

Utang usaha yang ada telah


dicantumkan dalam daftar
utang usaha (kelengkapan)
Utang usaha dalam daftar
utang usaha sudah akurat
(keakuratan)
Utang usaha dalam daftar
utang usaha diklasifikasikan
dengan benar (klasifikasi)

Transaksi dalam siklus


akusisi dan pembayaran
dicatat periode yang tepat
(pisah batas)

Pengujian atas Rincian


Saldo yang Umum
Menambahkan kembali atau
menggunakan komputer
untuk menumlahkan total
dari daftar utang usaha.
Menelusuri total ke buku
besar umum.
Menelusuri setiap faktur
vendor ke file utama
menyangkut nama dan
jumlah.
Menelusuri dari daftar utang
usaha ke faktur dan laporan
vendor.
Mengkonfirmasi utang usaha,
dengan menekankan jumlah
yang besar dan tidak biasa.
Melaksanakan pengujian
kewajiban setelah periode
(lihat pembahasan)
Melaksanakan prosedur yang
sama seperti yang digunakan
untuk tujuan eksistensi dan
pengujian kewajiban setelah
periode.
Mereview pengujian
kewajiban setelah periode
(lihat pembahasan)
Melaksanakan pengujian
yang terinci sebagai bagian
dari pengamatan fisik
persediaan (lihat
pembahasan).
Menguji persediaan dalam
perjalanan (lihat
pembahasan)
Melaksanakan pengujian
kewajiban setelah periode
(lihat pembahasan).
Melaksanakan pengujian
yang terinci sebagai bagian
dari pengamatan fisik
persediaan (lihat
pembahasan).
Menguji persediaan dalam
perjalanan (lihat
15

Komentar
Semua halaman tidak perlu
difooting jika footing
dilakukan secara manual.
Kecuali pengendaliannya
lemah, penelusuran ke file
induk harus dibatasi.

Pada umumnya menerima


sedikit perhatian karena
perhatian utama tertuju pada
kurang saji.
Ini merupakan pengujian
audit yang penting untuk
utang usaha
Pada umumnya penekanan
pada prosedur ini untuk
keakuratan merupakan
kurang saji dan bukan
penghapusan.
Pengetahuan mengenai bisnis
klien merupakan hal yang
penting bagi pengujian ini.

Ini merupakan pengujian


audit yang penting untuk
utang usaha. Disebut
pengujian pisah batas.

Perusahaan memiliki
kewajiban untuk membayar
kewajiban yang tercakup
dalam utang usaha
(kewajiban)

pembahasan).
Memeriksa laporan vendor
dan mengkonfirmasi utang
usaha.

Biasanya tidak begitu


diperhatiakan dalam audit
atas utang usaha karena
semua utang usaha
merupakan kewajiban.

Pengujian Kewajiban Sesudah Tanggal Neraca


Karena audit menekankan pada kurang saji dalam akun kewajiban, pengujian setelah periode
merupakan hal yang penting bagi utang usha. Prosedur audit yang digunakan untuk
mengungkapkan utang yang belum tercatat dapat diterapkan pada tujuan keakuratan.
Memeriksa Dokumentasi yang Mendasari Pengeluaran Kas Selanjutnya.
Auditor memeriksa dokumen pendukung menyangkut pengeluaran kas setelah tanggal neraca
guna menentukan apakah pengeluaran kas dilakukan untuk kewajiban periode
berjalan.laporan penerimaan menunjukkan tanggal persediaan diterima dan oleh karena itu
merupakan dokumen yang sangat berguna.
Memeriksa Dokumentasi yang Mendasari Untuk Tagihan yang Belum Dibayar Beberapa
Minggu Setelah Akhir Tahun.
Auditor melaksanakan prosedur ini dengan cara yang sama seperti sebeblumnya dan unutk
tujuan yang sama. Prosedur ini berbeda karena dilakukan untuk kewajiban yang belum
dibayar mendekati akhir pekerjaan lapangan audit dan bukan untuk kewajiban yang telah
dibayar.
Menelusuri Laporan Penerimaan yang Dikeluarkan Sebelum Akhir Tahun ke Faktur
Vendor Terkait.
Semua barang dagang yang diterima sebelum akhir tahun periode akuntanbsu harus
dicantumkan sebagai utang usaha. Laporan penerimaan yang diterbitkan hingga akhir tahun
ke faktur vendor dan memastikan bahwa laporan itu telah dimasukkan dalam utang usaha,
auditor menguji kewajiban yang belum tercatat.
Menelusuri Laporan Vendor yang Menunjukkan Saldo yang Jatuh Tempo ke Neraca
Saldo Utang Usaha.
Jika klien menyimpan file laporan vendor, auditor dapat menelusuri setiap laporan yang
memiliki saldo yang jatuh tempo pada tanggal neraca ke listing untuk memastikan bahwa hal
itu telah dicantumkan sebagai utang usaha.
Mengirim Konfirmasi ke Vendor dengan Siapa Klien Melakukan Bisnis.
Walaupun penggunaan konfirmasi untuk utang usaha kurang begitu umum ketimbang untuk
piutang usaha, auditor kadang-kadang menggunakannya untuk menguji vendor yang dihapus
dari daftar utang usaha, transaksi yang dihilangkan, dan saldo akun yang salah saji.
16

Pengujian Pisah Batas.


Utang usaha dilakukan untuk menentukan apakah transaksi yang dicatat beberapa hari
sebelum dan setelah tanggal neraca dicantumkan pada periode yang benar.lima pengujian
audit kewajiban setelah periode semuanya merupakan pengujian pisah batas untuk akuisisi,
tetapi menekankan pada kurang saji. Untuk menguji jumlah pisah batas lebih saji, auditor
harus menelusuri Laporan penerimaan yang dikeluarkan setelah akhir tahun ke faktur terkait
guna memastikan bahwa hal itu tidak dicatat sebagai utang usaha.
Hubungan Pisah Batas dengan Observasi Fisik Persediaan.
Dalam menentukan apakah pisah batas utang usaha sudah benarm sangatlah penting jika
pengujian pisah batas dikoordinasikan dengan observasi fisik persediaan. Informasi pisah
batas untuk akusisi harus diperoleh selama observasi fisik persediaan. Auditor harus
mereview prosedur dalam departemen penerimaan untuk menetukan bahwa semua persediaan
yang diterima telah dihitung, auditor harus mencatat pada dokumentasi audit nomor laporan
penerimaan terakhir dimana persediaan dilibatkan dalam perhitungan fisik. Selama pekerjaan
lapangan akhir tahun, auditor kemudian harus menguji catatan akuntansi menyangkut pisah
batas. Jika klien melakukan perhitungan fisik sebelum hari terakhir tahun berjalan, auditor
masih harus melakukan pisah batas utang usaha pada saat perhitungan fisik.
Persediaan dalam Perjalanan.
Menyangkut utang usaham aduitor harus membedakan antara akuisisi persediaan atas dasar
FOB destination dan atas dasar FOB origin. Auditor harus menentukan apakah persediaan
diakuisisi atas dasar FOB destination atau FOB origin dengan memeriksa faktur vendor.
Auditor harus memeriksa faktur atas barang dagang yang diterima tidak lama setelah akhir
tahun guna menetukan apakah hal itu dilakukan atas dasar FOB origin. Auditor harus
memahami reliabilitas relatif dari tiga jenis utama bukti yang umumnya digunakan untuk
memverifikasi utang usaha: faktur vendor, laporan vendor dan konfirmasi.
KENDALA BUKTI
Auditor harus memahami keandalan relatif tiga tipe utama bukti yang biasa digunakan
untuk memeriksa utang usaha, yaitu : faktur penjual, laporan dari penjual (pemasok), dan
konfirmasi.
Perbedaan Antara Faktur Vendor dan Laporan Vendor.
Auditor harus membedakan antara faktur vendor dan laporan vendor kerika
memverifikasi jumlah yang terutang kepada vendor. Auditor akan memperoleh bukti yang
sangat andal mengenai setiap transaksi ketika mereka memeriksa faktur vendor dan dokumen
pendukung terkait, seperti laporan penerimaan dan pesanan pembelian. Auditor harus
membandingkan faktur vendor yang ada dengan milik klien dan masih belum
mengungkapkan yang hilang, yang merupakan perhatian utama dalam utang usaha.
Perbedaan Antara Laporan Vendor dan Konfirmasi.
17

Perbedaan yang paling penting antara laporan vendor dan konfirmasi utang usaha
terletak pada sumber informasinya.laporan vendor disiapkan oleh vendor (pihak ketiga yang
independen) tetapi berada ditangan klien pada saat auditor memeriksanya. Respons terhadap
permintaan konfirmasi utang usaha umumnya berupa laporan tersendiri yang dikirimkan
langsung ke kantor akuntan publik oleh vendor. Respons tersebut menyediakan informasi
yang sama seperti laporan vendor tetapi lebih dapat diandalkan. Karena ketersediaan laporan
vendor dan faktur vendor yang keduanya bukti yang relatif dapat diandalkan karena berasal
dari pihak ketiga, konfirmasi utang usaha kurang begitu umum ketimbang konfirmasi piutang
usaha. Ketika auditor memeriksa laporan vendor atau menerima konfirmasi, maka dia harus
merekonsiliasi laporan atau konfirmasi dengan daftar utang usaha. Dokumen yang umumnya
digunakan untuk merekonsiliasi saldo pada daftar utang busaha dengan konfirmasi atau
laporan vendor termasuk laporan penerimaan, faktur vendor, dan cek yang dibatalkan.
Ukuran sampel untuk pengujian utang usaha sangat bervariasi, tergantung pada faktor-faktor
seperti materialitas utang usaha, jumlah utang yang beredar, penilaian risiko pengendalian,
dan hasil tahun sebelumnya. Sampling statistik kurang begitu umum untuk digunakan dalam
mengaudit utang usaha ketimbang untuk piutang usaha. Mendefinisikan populasi dan
menentukan ukuran populasi untuk utang usaha jauh lebih sulit. Karena penekanannya
diberikan pada utang usaha yang dihapus, auditor harus berusaha untuk memastikan bahwa
populasi melibatkan semua utang yang potensial.
UKURAN SAMPEL
Ukuran sampel dalam pengujian utang usaha sangat bervariasi tergantung pada
berbagi faktor, seperti misalnya: materialitas utang usaha, jumlah akun yang ada, hasil
penilaian risiko pengendalian, dan hasil audit tahun yang lalu. Apabila pegendalian internal
klien lemah, yang tidak jarang dijumpai pada utang usaha, hampir seluruh populasi harus
diperiksa. Dalam situasi lainnya hanya sebagian kecil dipandang perlu diperiksa.
Sampling statistical kurang lazim digunakan untuk pengauditan utang usaha
dibandingkan dengan untuk piutang usaha. Perumusan populasi dan penentuan ukuran
populasi sering lebih sulit untuk utang usaha. Karena tekanan audit adalah pada utang usaha
yang tidak dicatat, auditor harus mencoba agar populasi mencakup semua kewajiban
potensial.

18

REFERENSI
Jusup, Haryono. 2014. Auditing. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN.

19