Anda di halaman 1dari 5

EKSPLORASI

1. Pengertian Eksplorasi
Perbedaan definisi terletak pada masuk dan tidaknya kegiatan prospeksi dalam
eksplorasi.
Kelompok I (Mc Kinstry HE dan Alan M) memasukan prospeksi dalam eksplorasi.
Mc Kinstry HE : suatu kegiatan yg meliputi keseluruhan urutan pekerjaan mulai
dari pencarian suatu prospect sampai evaluasi dari prospect tersebut dan
memperluas lokasi lain disekitar daerah yang telah dilakukan kegiatan
penambangan.
Alan M : kegiatan yg bertujuan akhir adalah penemuan geologisnya berupa
endapan mineral yang bernilai ekonomis.
Kelompok II ( Peel dan WC Petters) tdk memasukan prospeksi dlm eksplorasi.
Peel dan WC petters : kegiatan yg dilakukan setelah prospeksi /setelah endapan
bhn galian tsb ditemukan dan bertujuan mengetahui ukuran, bentuk, kedudukan,
sifat dan nilai dari endapan bhn galian tsb.

2. Tahap Eksplorasi
2.1. Tahap Persiapan
1. Penentuan Tujuan :
-Eksplorasi pendahuluan/prospeksi atau eksplorasi detil
-End bhn gal/ end bijih yg dicari
-Untuk inventarisasi, konstruksi, penambangan atau maksud lain
2. Meneliti literatur :
-peta dan citra yg tersedia : peta dasar, p geologi, p Topografi, orthophoto,
foto udara, citra satelit
-analisis regional dlm btk sejarah, struktur/tektonik dan morfologi
-laporan penyelidikan terdahulu
-teori2 dan metoda2 lapangan yg ada

1
-keadaan geografi
-sosbud, adat
-hukum
3. Metode Eksplorasi
a) Cara tidak langsung
-Foto Udara dan citra satelit
-Geofisika : Magnetik, Gravitasi, Seismik (refraksi/refleksi), listrik
(polarisasi Induksi/IP, potensial diri / SP, Geolistrik, Telluric Current,
Electromagnetik)
-Geokimia : Bedrock, soil, air, vegetasi, stream sedimen
b) Cara langsung
-Permukaan : pemetaan langsung, penyelidikan singkapan (outcrop),
penjajakan float (tracing float), pembuatan parit uji (trenching),
pembuatan sumur uji (test pitting)
-bawah tanah : Pemboran inti (drilling), adit test dan shaft shingking
(pembuatan shaft).
4. Peralatan
tergantung pd metode yg dipilih berdasarkan pertimbangan alat yg tersedia,
keadaan lapangan, biaya dan waktu
5. Anggota tim
terdiri : geologist, explorer, gheophusist, geochemist, operator alat
6. Biaya
7. Waktu
8. perbekalan
peta dasar, alat ukur, alat kerja (perl geofisika, perl sampling, palu, altimeter,
peral pemboran, kompas, meteran), alat tulis, alat komunikasi, obat2an
9. jalur eksplorasi
10. Perijinan

2
2.2. Tahap Kerja Lapangan
1. Observasi lapangan
bertujuan mendapatkan gambaran praktis mengenai kondisi dan keadaan
lapangan.
2. Pemetaan
bermanfaat utk mengetahui topografi setempat, situasi bentangan,
kemiringan lereng awal, perhitungan cadangan.
3. Pengambilan conto
4. Pengambilan data geologi
2.2. Tahap Pengolahan Data
2.3. Tahap Pelaporan

3. Pengambilan Conto
suatu proses pengambilan sejumlah kecil dari populasi (gas, cairan, padatan,
tumbuhan) yg mewakili sifat fisik dan kimia secara keseluruhan populasi tersebut.
Pengambilan conto perlu dilakukan krn bhn galian mempunyai sifat fisik dan
kimia tertentu, mempunyai mineral penyusun bermacam macam, komposisi dan
kadar yg tidak sama.
Tujuan :
Menentukan ada tidaknya endapan bahan galian atau menentukan bentuk, kadar
dan kedudukan di perm bumi.
Komp Utama (spero carras):
a) Komp statik : komp yg berhub dgn angka dr suatu pengambilan conto dan
individu massanya
b) Komp Geologi : berhub dgn orientasi dan jml pengambilan conto
c) Komp fisik :
a. Proses fisik pd pengambilan conto, preparasi conto, instrumen dan
metode yg digunakan.
b. Sifat fisik dari populasi yg akan diambil contonya.

3
d) Komp Kimia : berhub dgn proses kimia pd pengujian akhir suatu conto.
3.1. Metode pengambilan conto
1. Channel sampling : cara konvensional yg dilakukan pd sumur uji, drits, cross
cut, rise dan shaft.
2. Chip sampling : pengambilan conto pd bat yg tersingkap
3. Broken ore sampling : pengambilan conto pd sekumpulan batuan yg telah
terpisah dr batuan induknya scr manual/mekanis
4. Grab Sampling : sama dengan broken ore tetapi dilakukan apabila broken
ore telah diluar stope/ di atas alat angkut.
5. Bulk Sampling: pengambilan conto dr conto yg sudah ada
6. Core Sampling dan cutting
Kategori conto :
-Rock sampling
-Soil sampling
-Stream sediment sampling
-Placer sampling
-water sampling
-vegetasi sampling
-vapor sampling
3.2. Pola Pengambilan Conto
1. Bujur sangkar
2. empat persegi panjang
3. segitiga
4. rhomboid
3.3. Konsep daerah Pengaruh
Hanya untuk conto berupa material dan batuan (air, gas dan tanaman tdk berlaku)
Penarikan grs bts pd prinsipnya grs tsb memotong sama panjang scr tegaklurus thd
grs antara 2 ttk pengambilan conto. Daerah pengaruh dibatasi oleh garis yg terletak
di antara 2 ttk pengambilan conto dan grs penghubung antara 2 ttk pengambilan

4
conto. Artinya bhw ttk potong tsb tdk melebihi grs penghubung antara 2 ttk
pengambilan conto.
Jk hal ini tjd mk ttk potong tsb tdk digunakan sbg batas ttp grs penghubung antara
2 ttk pengambilan conto yg digunakan sbg batas.
Penentuan daerah pengaruh untuk conto dikategorikan dlm bentuk garis berbeda
dgn btk ttk.
Daerah pengaruh conto berbtk ttk berpedoman pd grs berat yaitu garis tegak lurus
yg membagi 2 dgn jarak yg sama antara 2 ttk terdekat.
Daerah pengaruh conto berbentuk grs berpedoman pd grs bagi yaitu grs yg
membagi sudut sama besarnya dan seringkali juga disebut sebagai pedoman
gravitasi.
3.4. Peralatan Pengambilan conto
1. Rotary drilling : auger drill, conve4ntional auger drill, dry stick auger drill.
Hallow auger drill, conventional rotary drill
2. Bucket Drill
3. churn Drill
4. Percussion drill
5. Diamond drill
6. Vacuum drill
7. bangka bor
8. jet drill
3.5. Preparasi Conto