Anda di halaman 1dari 6

Etiologi

Isolasi sosial menarik diri sering disebabkan oleh:

o Kurangnya rasa percaya pada orang lain


o Perasaan panik
o Waham (keyakinan yang salah yang secara kokoh dipertahankan walaupun
tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realita normal)
o Sukar berinteraksi dimasa lampau
o Perkembangan ego yang lemah serta represi rasa takut
Stuart, G.W & Sundeen, S.J, (1998).

Penyebab isolasi sosial adalah harga diri rendah yaitu perasaan negative
terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri merasa gagal mencapai keinginan yang
ditandai dengan adanya perasaan malu terhadap diri sendiri, rasa bersalah terhadap
diri sendiri, gangguan hubungan sosial, merandahkan martababt, percaya diri
kurang dan juga dapat mencederai diri

(Carpenito, L.J 1998)

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan isolasi sosial adalah:


Faktor Predisposisi
1. Faktor Perkembangan
Setiap tahap tumbuh kembang memiliki tugas yang harus dilalui individu
dengan sukses, karena apabila tugas perkembangan ini tidak dapat dipenuhi,
maka akan menghambat masa perkembangan selanjutnya. Keluarga adalah
tempat pertama yang memberikan pengalaman bagi individu dalam menjalin
hubungan dengan orang lain. Kurangnya stimulasi, kasih saying, perhatian,
dan kehangatan dari ibu/pengasuh pada bayi akan memberikan rasa tidak
aman yang dapat menghambat terbentuknya rasa percaya diri. Rasa
ketidakpercayaan tersebut dapat mengembangkan tingkah laku curiga pada
orang lain maupun lingkungan dikemudian hari. Oleh karena itu, komunikasi
yang hangat sangat penting dalam masa ini, agar anak tidak merasa
diperlakukan sebagai objek.
Tahap Perkembangan Tugas Perkembangan
Masa bayi Menetapkan rasa percaya

Masa bermain Mengembangkan otonomi

Belajar menggunakan inisiatif,tanggung


Masa prasekolah
jawab, dan hati nurani
Belajar berkompetisi,kerjasama, dan
Masa sekolah
kompromi
Menjalin hubungan intim dgn teman sesama
Masa praremaja
jenis kelamin

Masa remaja Menjadi intim dengan teman lawan jenis

Mencari pasangan,menikah, dan punya


Masa dewasa muda
anak
Belajar menerima hasil kehidupan yg telah
Masa tengah baya
dilalui

Masa dewasa tua Berduka krn kehilangan

2. Faktor Komunikasi dalam Keluarga


Masalah komunikasi dalam keluarga dapat menjadi kontribusi penting dalam
mengembangkan gangguan tingkah laku seperti sikap bermusuhan/hostilitas,
sikap mengancam, merendahkan dan menjelek-jelekkan anak, selalu
mengkritik, menyalahkan, dan anak tidak diberi kesempatan untuk
mengungkapkan pendapatnya, kurang kehangatan, kurang memperhatikan
ketertarikan pada pembicaraan anak, hubungan yang kaku antara anggota
keluarga, kurang tegur sapa, komunikasi kurang terbuka, terutama dalam
pemecahan masalah tidak diselesaikan secara terbuka dengan musyawarah,
ekspresi emosi yang tinggi, double bind, dua pesan yang bertentangan
disampaikan saat bersamaan yang membuat bingung dan kecemasannya
meningkat.
3. Faktor Sosial Budaya
Isolasi sosial atau mengasingkan diri dari lingkungan merupakan faktor
pendukung terjadinya gangguan berhubungan. Dapat juga disebabkan oleh
karena norma-norma yang salah yang dianut oleh satu keluarga seperti
anggota tidak produktif diasingkan dari lingkungan sosial.
4. Faktor Biologis
Genetik merupakan salah satu faktor pendukung gangguan jiwa. Faktor
genetik dapat berperan dalam respon sosial maladaptif. Insiden tertinggi
skizofrenia ditemukan pada keluarga yang anggota keluarga yang menderita
skizofrenia. Kelainan pada struktur otak seperti atropi, pembesaran ventrikel,
penurunan berat dan volume otak serta perubahan struktur limbik, diduga
dapat menyebabkan skizofrenia.
Faktor Presipitasi
Stresor presipitasi dapat ditimbulkan oleh faktor internal maupun eksternal,
meliputi:
1. Stresor Sosial Budaya
Dapat memicu kesulitan dalam berhubungan, terjadinya penurunan stabilitas
keluarga seperti perceraian, berpisah dengan orang yang dicintai, kehilangan
pasangan pada usia tua, kesepian karena ditinggal jauh, dan dirawat di rumah
sakit atau di penjara. Semua ini dapat menimbulkan isolasi sosial.
2. Stressor Biokimia
Berupa teori dopamin yaitu kelebihan dopamin pada mesokortikal dan
mesolimbik serta traktus saraf dapat merupakan indikasi terjadinya
skizofrenia. Menurunnya MAO (Mono Amino Oksidasi) di dalam darah akan
meningkatkan dopamin dalam otak. Karena salah satu MAO adalah sebagai
enzim yang menurunkan dopamin, maka penurunannya MAO juga dapat
merupakan indikasi terjadinya skizofrenia.Faktor endokrin berupa jumlah
FSH dan LH yang rendah ditemukan pada pasien skizofrenia. Demikian pula
prolaktin mengalami penurunan karena dihambat oleh dopamin.
Hipertiroidisme, adanya peningkatan maupun penurunan hormon
adrenokortikal seringkali dikaitkan dengan tingkah laku psikotik. Viral
hipotesis yaitu beberapa jenis virus dapat menyebabkan gejala-gejala
psikotik diantaranya adalah virus HIV yang dapat merubah struktur sel-sel
otak.
3. Stresor Biologik dan Lingkungan Sosial
Beberapa peneliti membuktikan bahwa kasus skizofrenia sering terjadi
akibat interaksi antara individu, lingkungan maupun biologis.
4. Stresor psikologis
Kecemasan yang tinggi akan menyebabkan menurunnya kemampuan
individu untuk berhubungan dengan orang lain. Intensitas kecemasan
ekstrim dan memanjang disertai terbatasnya kemampuan individu untuk
mengatasi masalah akan menimbulkan berbagai masalah gangguan
berhubungan pada tipe psikotik.
5. Stressor intelektual
a. Kurangnya pemahaman diri dalam ketidakmampuan untuk berbagai
pikiran dan perasaan yang mengganggu pengembangan hubungan
dengan orang lain.
b. Klien dengan “kegagalan” adalah orang yang kesepian dan kesulitan
dalam menghadapi hidup. Mereka juga akan sulit berkomunikasi dengan
orang lain
c. Ketidakmampuan seseorang membangun kepercayaan dengan orang
lain akan persepsi yang menyimpang dan akan berakibat pada
gangguan berhubungan dengan orang lain.
6. Stressor fisik
a. Kehidupan bayi atau keguguran dapat menyebabkan seseorang menarik
diri dari orang lain
b. Penyakit kronik dapat menyebabkan seseorangminder atau malu
sehingga mengakibatkan menarik diri dari orang lain.
(Nasution, SR. 2011)
ANALISA DATA

NO DATA DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. DS: Isolasi sosial b.d perubahan status


mental ditandai dengan menarik diri,
a. Mengungkapkan
mengalami perasaan yang berbeda dari
perasaan tidak berguna,
orang lain, dll.
penolakan oleh
lingkungan
b. Mengungkapkan
keraguan tentang
kemampuan yang dimiliki
DO:

a. Tampak menyendiri dalam


ruangan
b. Tidak berkomunikasi,
menarik diri
c. Tidak melakukan kontak
mata
d. Tampak sedih
e. Posisi meringkuk di
tempat tidur dengang
punggung menghadap ke
pintu
f. Kegagalan untuk
berinterakasi dengan
orang lain didekatnya
g. Kurang aktivitas fisik dan
verbal
h. Tidak mampu membuat
keputusan dan
berkonsentrasi
i. Mengekspresikan
perasaan kesepian dan
penolakan di wajahnya

I. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Isolasi sosial b.d perubahan status mental ditandai dengan menarik diri,
mengalami perasaan yang berbeda dari orang lain
Nasution, SR. 2011. Isolasi Sosial. Online. Available from:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27073/4/Chapter%20II.pdf.
[Accessed, 03 April 2016]

Carpenito,Lynda Juall. 2009. Diagnosis keperawatan: aplikasi pada praktik klinis.


Jakarta:EGC

Stuart, G.W & Sundeen, S.J, (1998). Buku Saku Keperawatan Jiwa (terjemahan).
Edisi 3, EGC, Jakarta