0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan26 halaman

Memahami Risiko dalam Kewirausahaan

Makalah ini membahas tentang pengertian pengambilan keputusan dan resiko, manfaat pengambilan keputusan, serta cara-cara sukses mengambil keputusan."

Diunggah oleh

Helena Angelia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan26 halaman

Memahami Risiko dalam Kewirausahaan

Makalah ini membahas tentang pengertian pengambilan keputusan dan resiko, manfaat pengambilan keputusan, serta cara-cara sukses mengambil keputusan."

Diunggah oleh

Helena Angelia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESIKO

Tugas Makalah

Disusun sebagai Syarat Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Kewirausahaan di Program Studi Pendidikan Biologi

OLEH

Kelompok III

Helena Angelia (A22118076)


Novirianti (A22118077)
Churul Ain (A22118078)
Dilva Jihan (A22118074)
Ronaldino (A22118075)
Kelas : D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS TADULAKO
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan “Makalah Resiko”
dengan baik.
Ucapan terima kepada Bapak/Ibu Dosen yang telah membimbing dan
menuntun dalam membuat makalah ini. Dengan adanya pembuatan makalah ini
penulis tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala kritikan dan saran
yang sifatnya konstruktif dari berbagai pihak sangat diharapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

Palu, Februari 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii


DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii
BAB I ............................................................................................................................ 5
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 5
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 5
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 7
1.3 Tujuan ............................................................................................................. 7
BAB II ........................................................................................................................... 8
PEMBAHASAN ........................................................................................................... 8
2.1 Pengertian Pengambilan Keputusan dan Resiko ................................................. 8
2.2 Manfaat Pengambilan Keputusan ...................................................................... 14
2.3 Cara-cara Sukses Mengambil Keputusan .......................................................... 15
BAB III ....................................................................................................................... 25
PENUTUP ................................................................................................................... 25
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 25
3.2 Saran .................................................................................................................. 25
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 26

iii
iv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Risiko usaha merupakan fluktuasi yang terjadi karena adanya ketidakpastian.


Ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko usaha. Salah satu
cara yang banyak dipakai untuk mengurangi risiko ialah asuransi. Saat perusahaan
membeli asuransi, risiko usaha dipindahkan ke perusahaan asuransi dengan
membayar premi. Asuransi memiliki beberapa kelemahan yang perlu
dipertimbangkan. Tetapi didalam mengelola usaha kita juga harus memikirkan risiko
yang harus dihadapi walau pun ada beberapa kelemahan asuransi yang harus
dipertimbangkan. Oleh karena itu kita juga harus memiliki asuransi untuk usaha kita.
Sebagai Wirausahawan yang baik sebelum berwirausaha harus memikirkan
risiko yang dihadapi dan tentunya memikirkan cara untuk menanggulangi resiko
tersebut Resiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk meraih
kesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang yang
lebih menyuka ihal-hal yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam
hidupnya.
Pengambilan resiko menurut perspektif wirausaha yaitu dengan mengambil
resiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Karena seorang wirausaha
selalu ingin berhasil mereka menjauhi resiko yang tinggi, dan menghindari resiko
yang lebih rendah karena bagi mereka tidak ada tantangan. Dalam pengambilan
resiko para wirausaha selalu memperhitungkan matang-matang keputusan yang akan
diambil.
Pengambilan resiko berkaitan erat dengan kepercayaan diri. Semakin besar
keyakinan pada kemampuan diri sendiri, semakin besar pula keyakinan dalam
mempengaruhi hasil dan keputusan, serta semakin siap pula mencoba apa yang

5
menurut orang lain penuh dengan resiko. Yang membedakan seorang wirausaha
dengan yang lainnya adalh kesiapan dalam pengambilan resiko. Kebanyakan orang
lebih suka berada dalam titik yang aman dan nyaman dengan tidak mengambil hal
yang beresiko atau lebih memilih resiko yang lebih rendah. Berbeda dengan
wirausaha resiko dijadikan sebagai tantangan untuk mencapai kesuksesan, bukan
suatu hambatan yang menjadikan kita gagal.

6
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari pengambilan keputusan dan resiko?


2. Apa manfaat pengambilan keputusan?
3. Bagaimana cara-cara sukses mengambil keputusan?

1.3 Tujuan

1. Untuk memahami pengertian dari pengambilan keputusan dan resiko.


2. Untuk memahami manfaat pengambilan keputusan.
3. Untuk memahami cara-cara sukses mengambil keputusan.

7
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pengambilan Keputusan dan Resiko

Adapun pengertian pengambilan keputusan menurut para ahli yang


diantaranya yaitu:
Menurut Suharnan “2005” ,definisi pengambilan keputusan menurut Suharnan
ialah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi
yang tidak pasti.
Menurut Baron Dan Byre “2008”, definisi pengambilan keputusan menurut
Baron dan Byrne ialah suatu proses melalui kombinasi individu atau kelompok dan
mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai
kemungkinan tidankan.
Menurut Simon “1993”, definisi pengambilan keputusan menurut Simon ialah
suatu bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih yang
prosesnya melalui mekanisme tertentu dengan harapan akan menghasilkan suatu
keputusan yang terbaik.
Menurut Terry “2003”, definisi pengambilan keputusan menurut Terry
pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih tindakan untuk
memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif-
alternatif yang memungkinkan.
Menurut Wang Dan Ruhe “2007”, definisi pengambilan keputusan menurut
Wan dan Ruhe ialah proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu
tindakan dari antara alternatif atas dasar kriteria atau strategi yang diberikan.
Menurut Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, definisi pengambilan keputusan
menurut Kamus Besar Ilmu Pengetahuan ialah pemilihan keputusan atau kebijakan

8
yang didasarkan atas kriteria tertentu, proses ini meliputi dua atau lebih, alternatif
karena seandainya hanya ada satu alternatif tidak ada keputusan yang diambil.
Jadi, pengambilan keputusan adalah suatu hasil atau keluaran dari proses
mental ata kognitif yang mengusung pada pemilihan jalur perbuatan antara beberapa
pilihan yang tersedia. Definisi lain dari pengambilan keputusan atau Decision Making
yaitu suatu proses pemikiran dalam pemulihan dari beberapa alternatif atau
kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk
mendapatkan hasil atas solusi tentang prediksi kedepan.
Pengertian risiko usaha menurut para ahli :
1. Arthur Williams dan Richard, M H
Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama
periode tertentu.
2. Abas Salim
Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian.
3. Soekarto
Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.
4. Herman Darmawi
Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang
diharapkan.
Jadi, Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya
keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan
orang tidak menginginkannya.
Ada 2 karakteristik risiko:
1. Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
2. Ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian
Ada beberapa penyebab kegagalan usaha :
- Perencanaan yang kurang matang
- Kurangnya modal
- Bakat yang tidak cocok

9
- Kurang pengalaman
- Lemahnya pemasaran
- Tidak mempunyai semangat berwirausaha
- Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi

Analisa Resiko Usaha Supermarket Atau Minimarket

Analisa resiko usaha supermarket atau minimarket - risiko bisnis merupakan


kombinasi dari tantangan dan keunggulan pada suatu perusahaan yang merupakan
hasil dari strategi tertentu dan ketrampilan manajemen perusahaan tersebut. Meskipun
semua perusahan menghadapi risiko industri yang sama tetapi tiap – tiap perusahaan
berbeda dalam mengelolanya.
Adapun faktor – faktor yang dapat menunjang kesuksesan suatu bisnis pasar
modern sangat dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan (mikro) maupun faktor
eksternal (eksternal).
Faktor – faktor tersebut juga harus memperhatikan segmentasi pasar yang
dibidik oleh supermarket maupun minimarket karena segmentasi pasar berpengaruh
terhadap strategi yang akan atau harus dijalankan oleh perusahaan. Misalnya hero dan
superindo adalah untuk supermarket untuk segmen konsumen menengah keatas,

10
maka lokasi yang dipilihpun adalah mendekati pemukiman yang kelas menengah
keatas atau indomaret dan alfamart merupakan minimarket untuk menengah ke
bawah sehingga dalam memilih lokasi juga selalu mendekati pasar dan menjual
dengan harga murah. Gerainya ditemui dekat dengan perkampungan atau perumahan
warga, lalu lintas aman, jaringan komunikasi tersedia dan dilalui angkutan umum.

Profil Risiko Internal Usaha Supermarket Atau Minimarket


Risiko yang berasal dari faktor internal, antara lain sebagai berikut :

Financial Statement ( Laporan Keuangan ) Usaha Supermarket Atau


Minimarket
Persediaan Barang Dagangan
 Produk barang dagangan yang ada tidak seluruhnya milik perusahaan tetapi
sering terdapat barang konsinyasi, dan merupakan komponen yang
mendominasi dari total aktiva lancar yang ada.
 Pola pengadaan atau pembelian barang dagangan umumnya dilakukan secara
beli putus dan konsinyasi.
 Komposisi persediaan barang dagangan berupa barang-barang kebutuhan
sehari-hari di supermarket/minimarket yaitu
 Produk makanan ( 60 % )
 Produk non makanan ( 20 % )
 Produk umum ( 10 % )
 Sisanya adalah produk yang cepat tergantikan atau perishable (10%)
Piutang Dagang
Komposisi piutang dagang relatif sangat kecil bahkan mungkin nihil karena
sistem penjualan hampir semua dilakukan tunai, penjualan kredit biasanya ada karena

11
pembayaran oleh konsumen menggunakan kartu kredit sehingga aktivitas perputaran
piutang dagangnyapun ( dor ) sangat cepat.
Aktiva tetap
 Kepemilikan gerai atau toko dimungkinkan dengan sewa atau milik sendiri.
Sehingga yang membedakan adalah kalau toko tersebut milik sendiri maka
komponen aktiva tetap menjadi komponen terbesar di dalam aktiva.
 Sedangkan kalau sewa berarti di dalam laba/ rugi akan terdapat pos biaya
sewa toko.
Hutang Lancar
 Pos yang mendominasi hutang lancar adalah hutang dagang dan hutang bank.
 Hutang dagang timbul karena pola pembayaran pengadaan barang berjangka
atau punya term of payment ( jangka waktu pembayaran )
 Lamanya term of payment tergantung dari pemasok/suppliernya tapi rata –
rata dimungkinkan adanya hutang dagang, biasanya kalau untuk pembayaran
cash bagi pedagang kecil biasanya dibayar paling lama satu minggu (lebih),
sedangkan untuk pedagang besar biasanya perputaran hutang dagang ( dop )
memakan waktu antara dua minggu sampai dengan 2 bulan.
Modal Usaha Supermarket Atau Minimarket
Komposisi modal mempunyai porsi terbesar pada sumber dana yang dimiliki
perusahaan. Bisnis supermarket dan minimarket ini merupakan suatu bisnis yang
padat modal karena membutuhkan modal atau dana yang cukup besar. Skala investasi
untuk minimarket bervariasi berdasarkan luas toko dan jumlah item produk
dagangan.

Pola Penjualan Atau Pola Pembayaran


 Perputaran usaha relatif cepat karena hampir seluruhnya penjualan dilakukan
dengan tunai, penjualan kredit biasanya ada karena pembayaran oleh
konsumen menggunakan kartu kredit.

12
 Cash flow sangat liquid
Pertumbuhan Penjualan Atau Proyeksi Penjualan
 Secara umum tingkat penjualan supermarket relatif stabil. Dalam periode lima
tahun terakhir dari tahun 2002- 2006 penjualan supermarket mengalami
pertumbuhan rata – rata per tahun sekitar 13,5 %. Terjadi penurunan
pertumbuhan penjualan dari tahun 2005-2006 disebabkan karena waralaba
minimarket.
Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan cenderung tinggi terlihat dari gross profit margin
yang dihasilkan relatif kecil hanya 10,5% - 12% dari penjualan.
Komponen Biaya
Komponen biaya yang paling dominan adalah biaya operasional dibandingkan
dengan biaya lainnya.
Margin ( Tingkat Keuntungan )
Gross profit margin yang dihasilkan relatif kecil antara 10,5% - 12%,
sedangkan net profit margin hanya sekitar 2% - 2,5 % karena gpm tersebut harus
dikurangi berbagai biaya seperti biaya tenaga kerja 6% dan operasional lain 4%.
Pemenuhan Aspek Legalitas Usaha Supermarket Atau Minimarket
Selain terkait dengan kebijakan dari pemerintah, legalitas yang terkait dengan
usaha supermarket maupun minimarket, adalah sebagai berikut :
 Surat ijin usaha perdagangan ( siup )
 Tanda daftar perusahaan ( tdp )
 Surat izin tempat usaha berdasarkan undang-undang gangguan
 Ijin penyelenggaraan usaha perpasaran swasta dari pemda setempat
 Ketetapan rencana kota dan rencana tata letak bangunan sebagai penetapan
lokasi
 Izin mendirikan bangunan (imb) dan izin penggunaan bangunan (ipb)

13
 6.perjanjian sewa menyewa/kontrak penggunaan tempat usaha bagi usaha
yang menyewa /mengontrak tempat usaha
Profil Risiko Eksternal Usaha Supermarket Atau Minimarket
Risiko eksternal yang berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis
supermarket dan minimarket, antara lain sebagai berikut :
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah dan hukum yang berkaitan dengan perdagangan ritel
yang jelas dan tegas sangat diperlukan, agar pengusaha ritel modern dapat bersaing
secara kompetitif dan sehat.

Risiko Karena Force Majeur ( Tidak Terduga )


Kerusakan fisik dan aset karena kejadian luar biasa seperti kebanjiran,
kebakaran, kerusuhan, gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan secara material
pada asset perusahaan. Misalnya musibah banjir awal februari 2007 yang
melumpuhkan 40% wilayah jakarta, sehingga banyak supermarket maupun
minimarket terpaksa ditutup beberapa hari akibat kebanjiran.

2.2 Manfaat Pengambilan Keputusan

Dari sisi proses, manfaat perencanaan adalah proses dasar yang digunakan
untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Dari
sisi manfaat manajemen, perencanaan adalah manfaat dimana pimpinan
menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan tujuan dan kegiatan
organisasi. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan
keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau waktu yang akan datang mengenai
apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan
melakukannya, di mana keputusan yang diambil belum tentu sesuai, hingga
implementasi perencanaan tersebut dibuktikan di kemudian hari.

14
Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan
masalah mempunyai manfaat antara lain:
a. Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah
baik secara individual maupun secara kelompok, baik secara lnstitusional
maupun secara organisasional.
b. Sesuatu yang bersifat futuristic, artinya menyangkut dengan hari
depan/masa yang akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya
berlangsung cukup lama.

2.3 Cara-cara Sukses Mengambil Keputusan

Pengambilan keputusan di dalam bisnis dapat dilakukan secara intuitif atau


juga berdasarkan pada pengalaman masa lalu. Akan tetapi, tidak semua keputusan
yang diambil secara intuitif dapat membuahkan hasil yang optimal bagi sang
pengusaha. Oleh karena itu, diperlukan adanya penambahan cara berpikir secara
sistemik bagi pengusaha untuk dapat mengambil keputusan. Cara berpikir secara
sistemik sangat dibutuhkan sehingga pengusaha dapat mengambil keputusan
berdasarkan informasi – informasi yang didapatkan, bukan hanya berlandaskan pada
intuisi belaka.
Pengambilan keputusan bedasarkan informasi yang ada juga tidak sepenuhnya
sempurna. Karena proses pengambilan keputusan berdasarkan informasi memerlukan
waktu yang lama dan manusia, sebagai makhluk sosial, juga tidak dapat bertindak
seperti robot, sehingga membutuhkan intuisi untuk menyempurnakan proses
pengambilan keputusan tersebut. Untuk itu, kombinasi dari keduanya dibutuhkan
untuk pengambilan keputusan di bisnis.
Proses pengambilan keputusan dengan mengintegrasikan data, dalam 7
langkah aplikatif:
1. Susun strategi bisnis yang efektif

15
Susun startegi yang dapat mengakomodasi faktor internal — visi misi dan
eksternal perusahaan. Banyak strategi yang disusun hanya untuk melanggengkan
eksistensi perusahaan di pasar, padahal hal tersebut membuat perusahaan kehilangan
kesempatan yang timbul dari sebuah persaingan.
Maka susun strategi yang dinamis dan mendukung pertumbuhan perusahaan,
identifikasi data apa yang memiliki urgensi tinggi untuk dikumpulkan dan hal apa
yang harus dicapai bisnis dengan data tersebut.
2. Fokus pada satu bidang usaha
8commerce merupakan anak perusahaan Linc Group dimana telah
berpengalaman puluhan tahun di bidang logistik. Disaat perusahaan logistik lain
fokus pada aktivitas pergudangaan non ecommerce, maka berbeda dengan
8commerce.
Ia fokus pada end-to-end ecommerce enabler, yang menawarkan solusi
pemenuham logistik dan pengiriman terintegrasi bagi perusahaan yang ingin
membuka toko online. Pergudangan yang diterapkan pun khusus untuk pesanan
satuan konsumen ecommerce. Atas hal itu, memasuki tahun kedua 8commerce
berhasil melakukan ekspansi bisnisnya di 10 daerah di Indonesia, dilengkapi dengan
warehouse seluas 85 ribu meter persegi.
3. Identifikasi permasalahan yang belum terjawab
Bisnis tidak pernah terlepas dari pelbagai masalah. Kelak dalam pengambilan
keputusan, maka sebuah bisnis harus berhati-hati dalam mendefinisikan masalah.
Apabila masalah-masalah telah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah
mengidentifikasi dan susun prioritas mengenai persoalan mana saja yang harus
dijawab. Dengan begitu maka bisnis menjadi lebih fokus dalam proses pengumpulan
data.

Bagian 2
1. Kumpulkan data yang menjawab permasalahan

16
Pertama, identifikasi data apa yang bisnis butuhkan sehingga dapat menjawab
permasalahan tersebut, kemudian kumpulkan datanya bisa secara primer atau
sekunder. Perlu diketahui tidak ada data yang tidak valuable, hanya saja bagaimana
kecermatan sebuah bisnis mengolah, menganalisa serta menarik kesimpulan dari data.
2. Uji keabsahan data
Dalam hal ini data harus dipastikan derajat validitas, reliabilitas dan
objektivitasnya. Yakinkan bahwa data yang didapat tepat, dan tidak ada perbedaan
antara data yang dilaporkan dengan data yang sesungguhnya didapat dari
objek/subjek terkait. Karena pada dasarnya kegunaan data setelah diolah dan
dianalisis ialah sebagai acuan objektif dalam pengambilan keputusan
3. Analisa data
Setelah data terbukti absah, selanjutnya maka tentukan bagaimana data
tersebut akan diolah mulai dari dengan IBM DB2, Microsoft SQL Server atau cara
manual untuk bisnis kecil tradisional. Diharapkan, dari proses analisis data dapat
lebih mudah dipahami dan menghasilkan informasi yang bermakna untuk
kelangsungan bisnis.
4. Integrasikan pada bisnis
Terakhir, jadikanlah informasi, wawasan dari data menjadi jawaban dari
masalah bisnis Anda, jadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan yang akan
mengubah bisnis kedepannya. Karena inti dari semuanya adalah; mengubah data
menjadi tindakan nyata.
Dalam menjalankan bisnis, Anda tidak pernah bisa lepas dari sebuah masalah.
Di mana, kesuksesan bisnis akan bergantung dari diri Anda sendiri, bagaimana Anda
bisa lepas dari masalah yang sedang dihadapi. Disinilah Anda butuh sebuah
keputusan bisnis yang tepat dan efektif untuk keluar dari berbagai masalah yang
sedang atau akan Anda hadapi. Dan perlu diingat, masalah pada bisnis adalah awal
dari kesuksesan Anda dalam menjalankan bisnis. Karena itulah, di sini kita akan
membahas lebih detail mengenai apa saja yang harus Anda lakukan sebelum
membuat keputusan bisnis yang tepat dan efektif.

17
Identifikasi Masalah
Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum membuat keputusan
bisnis adalah melakukan identifikasi masalah dengan cara mengenali apa masalah
yang sedang terjadi dan mengerti setiap permasalahan yang terjadi dalam bisnis
Anda. Namun, keputusan tidak hanya bisa dibuat ketika Anda dalam masalah, tapi
perlu Anda buat sebagai kebutuhan atau saat Anda mencari peluang. Misalnya, ketika
Anda menyadari bahwa penjualan bisnis Anda terus meningkat dan SDM yang Anda
miliki tidak mencukupi. Dengan begitu, Anda bisa segera mungkin membuat
keputusan bisnis, seperti menambah jumlah SDM atau memberikan bonus bagi SDM
yang mencapai target produksi. Dengan melakukan identifikasi di awal, Anda dapat
mengambil keputusan yang relevan dan tepat sasaran.

Lebih Berani & Tidak Takut


Banyak pengusaha yang tidak berani mengambil keputusan bisnis. Hal ini
karena mereka menghindari risiko buruk dari setiap keputusan yang akan diambil.
Namun yang perlu diingat adalah, semua pengusaha pasti pernah salah mengambil
keputusan. Akan tetapi, kesalahan saat mengambil keputusan tersebut bisa menjadi
bahan pembelajaran bagi mereka untuk terus mengasah kemampuannya dalam
membuat keputusan selanjutnya. Di mana, setiap proses yang dialami dalam
mengambil keputusan akan mendewasakan karakter dan cara berpikir Anda sebagai
pengusaha. Jadi, mulai sekarang, cobalah untuk lebih berani dalam membuat
keputusan dan tanggung jawab atas keputusan yang telah Anda ambil.

Diskusi untuk Menemukan Solusi


Terkadang ada beberapa keputusan yang tidak bisa diambil sendiri dan
membutuhkan seseorang untuk berdiskusi tentang masalah yang sedang dihadapi.
Cobalah ajak orang-orang yang lebih mengerti dan Anda percaya untuk diajak
berdiskusi. Anda bisa meminta pendapat rekan bisnis, manajer, ataupun karyawan

18
Anda. Semakin banyak orang yang Anda ajak berdiskusi, semakin besar pula
kesempatan Anda mendapat ide-ide yang tidak terpikirkan oleh Anda selama ini.
Dengan begitu, Anda akan sangat terbantu dalam membuat keputusan dengan lebih
tepat dan cepat.

Tentukan Deadline untuk Setiap Keputusan


Semakin berat masalah yang Anda hadapi, semakin sulit juga proses
pengambilan keputusan yang akan Anda hadapi. Di mana, Anda membutuhkan
banyak waktu untuk mempertimbangkan dan memikirkannya matang-matang.
Namun, dalam mengambil keputusan jangan pernah Anda terlalu lama dalam
bersikap. Hal ini dapat membuat kesempatan Anda hilang begitu saja hanya karena
telat mengambil keputusan bisnis. Untuk menghindari hal tersebut, cobalah berikan
deadline bagi diri Anda sendiri untuk membuat keputusan. Sehingga, Anda tidak
perlu menunda dan membuang waktu dengan sia-sia.

Manfaatkan Laporan Keuangan


Dalam mengambil keputusan bisnis, Anda tidak hanya bisa mengandalkan
insting atau perasaan, tapi Anda juga membutuhkan data dan informasi lengkap
mengenai permasalahan yang harus dipecahkan. Untuk mengetahui berbagai
informasi mengenai bisnis, Anda bisa menemukannya dalam laporan keuangan. Di
dalam laporan keuangan, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai
kondisi bisnis yang sebenarnya.

Pengambilan Resiko Pada Tingkat Manajemen


1. Pada tingkat bawah :
Perusahaan membutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalam melaksanakan
hal-hal yang rutin dan mempunyai sedikit resiko.Mereka akan membawa kestabilan
perusahaan.

19
2. Pada tingkat menengah :
Manajer harus dapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat
perubahan-perubahan kecil dalam prosedur dan fungsi. Orang-orang yang berada di
sini dianggap sebagai pengambil resiko.
3. Pada tingkat atas :
Mereka harus mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan
ide-ide kreatif agar berhasil dalam bisnis dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi
kenyataan.
Manajemen. Pengertian manajemen menurut Prof. Die Liang Lee, adalah ilmu
dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta
mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Fungsi manajemen:
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Penggerakan
- Pengawasan
Contingency planning [perencanaan peristiwa tak terduga] merupakan cara
untuk mengatasi resiko tertinggal adalah membuat rencana untuk peristiwa tak
terduga rencana yang belum terjadi selain itu dengan memikirkan kemungkinan
pemecahan sebelum terjadi dengan menerapkan pendekatan rasional secara lebih baik
pada rencana tersebut maupun akibat yang dihasilkan. Pengembangan produk sering
kali dimulai dengan ‘ hanya sebuah gagasan’ yang dapat datang dari sejumlah sumber
antara lain:
 Permintaan pasar
 Riset pasar
 Kemampuan teknologi baru
 Analisis terarah dari jajaran produk yang pernah dianalisis
kesenjangannya

20
Terkait ini dapat dikendalikan? Yaitu dengan mengambil pendekatan berfase artinya
membatasi komitmen pada waktu tertentu dan pengembangan hanya berlanjut bila
resiko yang dinilai untuk fase berikut sebanding dengan jumlah yang akan terkena
resiko. Fase tersebut dapat dipandang dari berbagai sudut yaitu:
 Aktivitas para pengembang
 Definisi konsep
 Evaluasi
 Spesifikasi
 Desain dan pengembangan produk
 Produksi
 Peluncuran produk
 Saat dipasarkan.
4. Tahap perencanaan resiko
Petunjuk mengenai tahap perencanaan resiko:
v Kenali sumber resiko
Mengidentifikasi sebanyak mungkin sumber resiko Membentuk tim kerja
Adakan pembahasan dengan sumbang saran Pertimbangkan hati-hati susunan tim
yang wajar agar pembahasan lebih efektif Sumber potensial dikelola Carilah
seseorang yang trampil menemukan apa-apa
v Hindari resiko
Hal-hal yang dapat mencegah sunber resiko secara potensial adalah:
Pertimbangkan bagaimana potensi resiko dapat dibicarakan Gunakan tenaga ahli
untuk pembicaraan Carilah pengalaman baru dalam menangani masalah
Pertimbangkan bagaimana resiko dapat dipindahkan Berilah imbalan kepada para ahli
yang membantu memecahkan masalah
v Kendalikan manajemen
Pengendalian yang baik diperlukan dalam kasus apapun dan pimpinan

21
bersama staf harus memonitor kemajuan teknik proyek setiap waktu untuk
menemukan masalah sedini mungkin, sehingga dapat mengadakan perbaikan
v Asuransikan
Beberapa resiko misalnya kegagalan pemasok dan kerusakan pada peralatan
kritis. Kelayakan produk atau asuransi jaminan profesi atau garansi pemerintah yang
dapat dipakai untuk mengurangi finansialexposure akibat ulah pelanggan yang ada di
Negara lain.
v Resiko yang tertinggal.
Kemungkinan resiko yang dulu terjadi lagi sasarannya.
v Perencanaan scenario
Teknik ini dilakukan dengan melihat bahaya yang mungkin terjadi atau
scenario alternative dari faktor yang menyebabkan ketidakpastian. Setelah itu lalu
merencanakan setiap scenario dilakukan secara mendetail.
Cara Mengambil Keputusan dalam Berwirausaha :
1. Singkirkan Rasa Takut Salah
Ketakutan untuk berbuat salah adalah hal manusiawi. Anda pasti ingin
menghindari risiko negatif dari keputusan yang diambil. Namun, Anda tidak
mungkin selalu benar. Anda bisa saja salah dalam membuat keputusan. Akan
tetapi, Anda bisa belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dan
mengasah kemampuan Anda dalam membuat keputusan berikutnya. Setiap
proses pengambilan keputusan pasti akan mendewasakan karakter dan cara
berpikir Anda. Oleh sebab itu, beranilah dalam membuat keputusan. Jangan
melemparkan tanggung jawab ini pada orang lain atau tidak memutuskan
sama sekali.
2. Identifikasi Masalah yang Terjadi
Anda tidak dapat membuat keputusan yang tepat jika Anda salah
mengidentifikasi masalah. Anda harus teliti dan mengerti hingga detail setiap
permasalahan yang terjadi dalam bisnis Anda. Keputusan yang diambil harus

22
relevan dan tidak asal-asalan. Dengan begitu, Anda dapat mencari solusi yang
tepat sasaran untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Gunakan Informasi dan Data Saat Memutuskan
Jangan hanya mengandalkan intuisi. Supaya keputusan Anda tepat,
Anda perlu mengumpulkan informasi dan data yang lengkap terkait persoalan
yang ingin diputuskan. Informasi dan data akan sangat membantu Anda dalam
melakukan pertimbangan yang rasional dan sesuai dengan realita yang terjadi.
Sehingga Anda pun bisa berpikir kritis untuk membuat keputusan terbaik.
4. Diskusikan Masalah dengan Orang yang Tepat
Terkadang, cara mengambil keputusan yang tepat harus dilakukan
bersama orang lain. Tidak semua keputusan harus Anda ambil sendiri.
Ajaklah orang-orang kepercayaan untuk diskusi dalam rapat. Anda bisa
meminta pendapat dari rekan bisnis, para manager, ataupun karyawan terbaik
Anda. Bersama dengan mereka, Anda akan mendapatkan ide-ide yang tidak
terpikirkan oleh Anda. Ini akan sangat memudahkan Anda dalam membuat
keputusan yang cepat dan juga tepat.

5. Tetapkan Tenggat Waktu Pengambilan Keputusan


Semakin berat masalahnya, semakin sulit proses pengambilan
keputusan. Anda pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk
mempertimbangkannya baik-baik. Namun, jangan sampai Anda terlalu lama
dalam bersikap. Anda bisa saja kehilangan kesempatan yang baik jika Anda
telat mengambil suatu keputusan. Untuk itu, buatlah tenggat waktu atau batas
waktu terakhir Anda dalam menentukan keputusan. Sehingga Anda tidak
menunda-nunda dan membuang waktu dengan sia-sia.
6. Hadapi Apapun Risiko yang Terjadi
Setelah Anda membuat keputusan, Anda harus mengawasi
pelaksanaannya. Itu adalah tanggung jawab seorang pemimpin supaya

23
hasilnya bisa sesuai dengan harapan. Namun, jika Anda menerima risiko
akibat keputusan Anda, hadapilah dengan sikap yang bijaksana. Sebab pasti
selalu ada pembelajaran berarti dari setiap keputusan dan hasil yang terjadi.

24
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari pembahasan dalam makalah ini, yaitu :


1. Pengambilan keputusan adalah suatu hasil atau keluaran dari proses mental ata
kognitif yang mengusung pada pemilihan jalur perbuatan antara beberapa pilihan
yang tersedia.
2. Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya
keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan
orang tidak menginginkannya.
3. Manfaat pengambilan keputusan adalah pangkal permulaan dan bersifat futuristic.

3.2 Saran

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari pembahasan ini agar bisnis di
Indonesia dapat berkembang lagi.

25
DAFTAR PUSTAKA

https://infopeluangusaha.org/cara-paling-sederhana-menghitung-keuntungan-usaha/

https://centrausaha.com/menghitung-keuntungan-bisnis/

http://shellaryana05.blogspot.com/2017/04/makalah-kewirausahaan-
tentang.html?m=1

http://entrepreneurcamp.id/cara-mengambil-keputusan/

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-tips-mengambil-keputusan-bisnis-yang-tepat-
efektif/

https://sunartha.co.id/dasar-dasar-dalam-pengambilan-keputusan-bisnis/

26

Anda mungkin juga menyukai