Memahami Risiko dalam Kewirausahaan
Memahami Risiko dalam Kewirausahaan
Tugas Makalah
OLEH
Kelompok III
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan “Makalah Resiko”
dengan baik.
Ucapan terima kepada Bapak/Ibu Dosen yang telah membimbing dan
menuntun dalam membuat makalah ini. Dengan adanya pembuatan makalah ini
penulis tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala kritikan dan saran
yang sifatnya konstruktif dari berbagai pihak sangat diharapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN
5
menurut orang lain penuh dengan resiko. Yang membedakan seorang wirausaha
dengan yang lainnya adalh kesiapan dalam pengambilan resiko. Kebanyakan orang
lebih suka berada dalam titik yang aman dan nyaman dengan tidak mengambil hal
yang beresiko atau lebih memilih resiko yang lebih rendah. Berbeda dengan
wirausaha resiko dijadikan sebagai tantangan untuk mencapai kesuksesan, bukan
suatu hambatan yang menjadikan kita gagal.
6
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
7
BAB II
PEMBAHASAN
8
yang didasarkan atas kriteria tertentu, proses ini meliputi dua atau lebih, alternatif
karena seandainya hanya ada satu alternatif tidak ada keputusan yang diambil.
Jadi, pengambilan keputusan adalah suatu hasil atau keluaran dari proses
mental ata kognitif yang mengusung pada pemilihan jalur perbuatan antara beberapa
pilihan yang tersedia. Definisi lain dari pengambilan keputusan atau Decision Making
yaitu suatu proses pemikiran dalam pemulihan dari beberapa alternatif atau
kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk
mendapatkan hasil atas solusi tentang prediksi kedepan.
Pengertian risiko usaha menurut para ahli :
1. Arthur Williams dan Richard, M H
Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama
periode tertentu.
2. Abas Salim
Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian.
3. Soekarto
Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.
4. Herman Darmawi
Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang
diharapkan.
Jadi, Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya
keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan
orang tidak menginginkannya.
Ada 2 karakteristik risiko:
1. Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
2. Ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian
Ada beberapa penyebab kegagalan usaha :
- Perencanaan yang kurang matang
- Kurangnya modal
- Bakat yang tidak cocok
9
- Kurang pengalaman
- Lemahnya pemasaran
- Tidak mempunyai semangat berwirausaha
- Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi
10
maka lokasi yang dipilihpun adalah mendekati pemukiman yang kelas menengah
keatas atau indomaret dan alfamart merupakan minimarket untuk menengah ke
bawah sehingga dalam memilih lokasi juga selalu mendekati pasar dan menjual
dengan harga murah. Gerainya ditemui dekat dengan perkampungan atau perumahan
warga, lalu lintas aman, jaringan komunikasi tersedia dan dilalui angkutan umum.
11
pembayaran oleh konsumen menggunakan kartu kredit sehingga aktivitas perputaran
piutang dagangnyapun ( dor ) sangat cepat.
Aktiva tetap
Kepemilikan gerai atau toko dimungkinkan dengan sewa atau milik sendiri.
Sehingga yang membedakan adalah kalau toko tersebut milik sendiri maka
komponen aktiva tetap menjadi komponen terbesar di dalam aktiva.
Sedangkan kalau sewa berarti di dalam laba/ rugi akan terdapat pos biaya
sewa toko.
Hutang Lancar
Pos yang mendominasi hutang lancar adalah hutang dagang dan hutang bank.
Hutang dagang timbul karena pola pembayaran pengadaan barang berjangka
atau punya term of payment ( jangka waktu pembayaran )
Lamanya term of payment tergantung dari pemasok/suppliernya tapi rata –
rata dimungkinkan adanya hutang dagang, biasanya kalau untuk pembayaran
cash bagi pedagang kecil biasanya dibayar paling lama satu minggu (lebih),
sedangkan untuk pedagang besar biasanya perputaran hutang dagang ( dop )
memakan waktu antara dua minggu sampai dengan 2 bulan.
Modal Usaha Supermarket Atau Minimarket
Komposisi modal mempunyai porsi terbesar pada sumber dana yang dimiliki
perusahaan. Bisnis supermarket dan minimarket ini merupakan suatu bisnis yang
padat modal karena membutuhkan modal atau dana yang cukup besar. Skala investasi
untuk minimarket bervariasi berdasarkan luas toko dan jumlah item produk
dagangan.
12
Cash flow sangat liquid
Pertumbuhan Penjualan Atau Proyeksi Penjualan
Secara umum tingkat penjualan supermarket relatif stabil. Dalam periode lima
tahun terakhir dari tahun 2002- 2006 penjualan supermarket mengalami
pertumbuhan rata – rata per tahun sekitar 13,5 %. Terjadi penurunan
pertumbuhan penjualan dari tahun 2005-2006 disebabkan karena waralaba
minimarket.
Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan cenderung tinggi terlihat dari gross profit margin
yang dihasilkan relatif kecil hanya 10,5% - 12% dari penjualan.
Komponen Biaya
Komponen biaya yang paling dominan adalah biaya operasional dibandingkan
dengan biaya lainnya.
Margin ( Tingkat Keuntungan )
Gross profit margin yang dihasilkan relatif kecil antara 10,5% - 12%,
sedangkan net profit margin hanya sekitar 2% - 2,5 % karena gpm tersebut harus
dikurangi berbagai biaya seperti biaya tenaga kerja 6% dan operasional lain 4%.
Pemenuhan Aspek Legalitas Usaha Supermarket Atau Minimarket
Selain terkait dengan kebijakan dari pemerintah, legalitas yang terkait dengan
usaha supermarket maupun minimarket, adalah sebagai berikut :
Surat ijin usaha perdagangan ( siup )
Tanda daftar perusahaan ( tdp )
Surat izin tempat usaha berdasarkan undang-undang gangguan
Ijin penyelenggaraan usaha perpasaran swasta dari pemda setempat
Ketetapan rencana kota dan rencana tata letak bangunan sebagai penetapan
lokasi
Izin mendirikan bangunan (imb) dan izin penggunaan bangunan (ipb)
13
6.perjanjian sewa menyewa/kontrak penggunaan tempat usaha bagi usaha
yang menyewa /mengontrak tempat usaha
Profil Risiko Eksternal Usaha Supermarket Atau Minimarket
Risiko eksternal yang berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis
supermarket dan minimarket, antara lain sebagai berikut :
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah dan hukum yang berkaitan dengan perdagangan ritel
yang jelas dan tegas sangat diperlukan, agar pengusaha ritel modern dapat bersaing
secara kompetitif dan sehat.
Dari sisi proses, manfaat perencanaan adalah proses dasar yang digunakan
untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Dari
sisi manfaat manajemen, perencanaan adalah manfaat dimana pimpinan
menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan tujuan dan kegiatan
organisasi. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan
keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau waktu yang akan datang mengenai
apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan
melakukannya, di mana keputusan yang diambil belum tentu sesuai, hingga
implementasi perencanaan tersebut dibuktikan di kemudian hari.
14
Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan
masalah mempunyai manfaat antara lain:
a. Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah
baik secara individual maupun secara kelompok, baik secara lnstitusional
maupun secara organisasional.
b. Sesuatu yang bersifat futuristic, artinya menyangkut dengan hari
depan/masa yang akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya
berlangsung cukup lama.
15
Susun startegi yang dapat mengakomodasi faktor internal — visi misi dan
eksternal perusahaan. Banyak strategi yang disusun hanya untuk melanggengkan
eksistensi perusahaan di pasar, padahal hal tersebut membuat perusahaan kehilangan
kesempatan yang timbul dari sebuah persaingan.
Maka susun strategi yang dinamis dan mendukung pertumbuhan perusahaan,
identifikasi data apa yang memiliki urgensi tinggi untuk dikumpulkan dan hal apa
yang harus dicapai bisnis dengan data tersebut.
2. Fokus pada satu bidang usaha
8commerce merupakan anak perusahaan Linc Group dimana telah
berpengalaman puluhan tahun di bidang logistik. Disaat perusahaan logistik lain
fokus pada aktivitas pergudangaan non ecommerce, maka berbeda dengan
8commerce.
Ia fokus pada end-to-end ecommerce enabler, yang menawarkan solusi
pemenuham logistik dan pengiriman terintegrasi bagi perusahaan yang ingin
membuka toko online. Pergudangan yang diterapkan pun khusus untuk pesanan
satuan konsumen ecommerce. Atas hal itu, memasuki tahun kedua 8commerce
berhasil melakukan ekspansi bisnisnya di 10 daerah di Indonesia, dilengkapi dengan
warehouse seluas 85 ribu meter persegi.
3. Identifikasi permasalahan yang belum terjawab
Bisnis tidak pernah terlepas dari pelbagai masalah. Kelak dalam pengambilan
keputusan, maka sebuah bisnis harus berhati-hati dalam mendefinisikan masalah.
Apabila masalah-masalah telah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah
mengidentifikasi dan susun prioritas mengenai persoalan mana saja yang harus
dijawab. Dengan begitu maka bisnis menjadi lebih fokus dalam proses pengumpulan
data.
Bagian 2
1. Kumpulkan data yang menjawab permasalahan
16
Pertama, identifikasi data apa yang bisnis butuhkan sehingga dapat menjawab
permasalahan tersebut, kemudian kumpulkan datanya bisa secara primer atau
sekunder. Perlu diketahui tidak ada data yang tidak valuable, hanya saja bagaimana
kecermatan sebuah bisnis mengolah, menganalisa serta menarik kesimpulan dari data.
2. Uji keabsahan data
Dalam hal ini data harus dipastikan derajat validitas, reliabilitas dan
objektivitasnya. Yakinkan bahwa data yang didapat tepat, dan tidak ada perbedaan
antara data yang dilaporkan dengan data yang sesungguhnya didapat dari
objek/subjek terkait. Karena pada dasarnya kegunaan data setelah diolah dan
dianalisis ialah sebagai acuan objektif dalam pengambilan keputusan
3. Analisa data
Setelah data terbukti absah, selanjutnya maka tentukan bagaimana data
tersebut akan diolah mulai dari dengan IBM DB2, Microsoft SQL Server atau cara
manual untuk bisnis kecil tradisional. Diharapkan, dari proses analisis data dapat
lebih mudah dipahami dan menghasilkan informasi yang bermakna untuk
kelangsungan bisnis.
4. Integrasikan pada bisnis
Terakhir, jadikanlah informasi, wawasan dari data menjadi jawaban dari
masalah bisnis Anda, jadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan yang akan
mengubah bisnis kedepannya. Karena inti dari semuanya adalah; mengubah data
menjadi tindakan nyata.
Dalam menjalankan bisnis, Anda tidak pernah bisa lepas dari sebuah masalah.
Di mana, kesuksesan bisnis akan bergantung dari diri Anda sendiri, bagaimana Anda
bisa lepas dari masalah yang sedang dihadapi. Disinilah Anda butuh sebuah
keputusan bisnis yang tepat dan efektif untuk keluar dari berbagai masalah yang
sedang atau akan Anda hadapi. Dan perlu diingat, masalah pada bisnis adalah awal
dari kesuksesan Anda dalam menjalankan bisnis. Karena itulah, di sini kita akan
membahas lebih detail mengenai apa saja yang harus Anda lakukan sebelum
membuat keputusan bisnis yang tepat dan efektif.
17
Identifikasi Masalah
Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum membuat keputusan
bisnis adalah melakukan identifikasi masalah dengan cara mengenali apa masalah
yang sedang terjadi dan mengerti setiap permasalahan yang terjadi dalam bisnis
Anda. Namun, keputusan tidak hanya bisa dibuat ketika Anda dalam masalah, tapi
perlu Anda buat sebagai kebutuhan atau saat Anda mencari peluang. Misalnya, ketika
Anda menyadari bahwa penjualan bisnis Anda terus meningkat dan SDM yang Anda
miliki tidak mencukupi. Dengan begitu, Anda bisa segera mungkin membuat
keputusan bisnis, seperti menambah jumlah SDM atau memberikan bonus bagi SDM
yang mencapai target produksi. Dengan melakukan identifikasi di awal, Anda dapat
mengambil keputusan yang relevan dan tepat sasaran.
18
Anda. Semakin banyak orang yang Anda ajak berdiskusi, semakin besar pula
kesempatan Anda mendapat ide-ide yang tidak terpikirkan oleh Anda selama ini.
Dengan begitu, Anda akan sangat terbantu dalam membuat keputusan dengan lebih
tepat dan cepat.
19
2. Pada tingkat menengah :
Manajer harus dapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat
perubahan-perubahan kecil dalam prosedur dan fungsi. Orang-orang yang berada di
sini dianggap sebagai pengambil resiko.
3. Pada tingkat atas :
Mereka harus mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan
ide-ide kreatif agar berhasil dalam bisnis dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi
kenyataan.
Manajemen. Pengertian manajemen menurut Prof. Die Liang Lee, adalah ilmu
dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta
mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Fungsi manajemen:
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Penggerakan
- Pengawasan
Contingency planning [perencanaan peristiwa tak terduga] merupakan cara
untuk mengatasi resiko tertinggal adalah membuat rencana untuk peristiwa tak
terduga rencana yang belum terjadi selain itu dengan memikirkan kemungkinan
pemecahan sebelum terjadi dengan menerapkan pendekatan rasional secara lebih baik
pada rencana tersebut maupun akibat yang dihasilkan. Pengembangan produk sering
kali dimulai dengan ‘ hanya sebuah gagasan’ yang dapat datang dari sejumlah sumber
antara lain:
Permintaan pasar
Riset pasar
Kemampuan teknologi baru
Analisis terarah dari jajaran produk yang pernah dianalisis
kesenjangannya
20
Terkait ini dapat dikendalikan? Yaitu dengan mengambil pendekatan berfase artinya
membatasi komitmen pada waktu tertentu dan pengembangan hanya berlanjut bila
resiko yang dinilai untuk fase berikut sebanding dengan jumlah yang akan terkena
resiko. Fase tersebut dapat dipandang dari berbagai sudut yaitu:
Aktivitas para pengembang
Definisi konsep
Evaluasi
Spesifikasi
Desain dan pengembangan produk
Produksi
Peluncuran produk
Saat dipasarkan.
4. Tahap perencanaan resiko
Petunjuk mengenai tahap perencanaan resiko:
v Kenali sumber resiko
Mengidentifikasi sebanyak mungkin sumber resiko Membentuk tim kerja
Adakan pembahasan dengan sumbang saran Pertimbangkan hati-hati susunan tim
yang wajar agar pembahasan lebih efektif Sumber potensial dikelola Carilah
seseorang yang trampil menemukan apa-apa
v Hindari resiko
Hal-hal yang dapat mencegah sunber resiko secara potensial adalah:
Pertimbangkan bagaimana potensi resiko dapat dibicarakan Gunakan tenaga ahli
untuk pembicaraan Carilah pengalaman baru dalam menangani masalah
Pertimbangkan bagaimana resiko dapat dipindahkan Berilah imbalan kepada para ahli
yang membantu memecahkan masalah
v Kendalikan manajemen
Pengendalian yang baik diperlukan dalam kasus apapun dan pimpinan
21
bersama staf harus memonitor kemajuan teknik proyek setiap waktu untuk
menemukan masalah sedini mungkin, sehingga dapat mengadakan perbaikan
v Asuransikan
Beberapa resiko misalnya kegagalan pemasok dan kerusakan pada peralatan
kritis. Kelayakan produk atau asuransi jaminan profesi atau garansi pemerintah yang
dapat dipakai untuk mengurangi finansialexposure akibat ulah pelanggan yang ada di
Negara lain.
v Resiko yang tertinggal.
Kemungkinan resiko yang dulu terjadi lagi sasarannya.
v Perencanaan scenario
Teknik ini dilakukan dengan melihat bahaya yang mungkin terjadi atau
scenario alternative dari faktor yang menyebabkan ketidakpastian. Setelah itu lalu
merencanakan setiap scenario dilakukan secara mendetail.
Cara Mengambil Keputusan dalam Berwirausaha :
1. Singkirkan Rasa Takut Salah
Ketakutan untuk berbuat salah adalah hal manusiawi. Anda pasti ingin
menghindari risiko negatif dari keputusan yang diambil. Namun, Anda tidak
mungkin selalu benar. Anda bisa saja salah dalam membuat keputusan. Akan
tetapi, Anda bisa belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dan
mengasah kemampuan Anda dalam membuat keputusan berikutnya. Setiap
proses pengambilan keputusan pasti akan mendewasakan karakter dan cara
berpikir Anda. Oleh sebab itu, beranilah dalam membuat keputusan. Jangan
melemparkan tanggung jawab ini pada orang lain atau tidak memutuskan
sama sekali.
2. Identifikasi Masalah yang Terjadi
Anda tidak dapat membuat keputusan yang tepat jika Anda salah
mengidentifikasi masalah. Anda harus teliti dan mengerti hingga detail setiap
permasalahan yang terjadi dalam bisnis Anda. Keputusan yang diambil harus
22
relevan dan tidak asal-asalan. Dengan begitu, Anda dapat mencari solusi yang
tepat sasaran untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Gunakan Informasi dan Data Saat Memutuskan
Jangan hanya mengandalkan intuisi. Supaya keputusan Anda tepat,
Anda perlu mengumpulkan informasi dan data yang lengkap terkait persoalan
yang ingin diputuskan. Informasi dan data akan sangat membantu Anda dalam
melakukan pertimbangan yang rasional dan sesuai dengan realita yang terjadi.
Sehingga Anda pun bisa berpikir kritis untuk membuat keputusan terbaik.
4. Diskusikan Masalah dengan Orang yang Tepat
Terkadang, cara mengambil keputusan yang tepat harus dilakukan
bersama orang lain. Tidak semua keputusan harus Anda ambil sendiri.
Ajaklah orang-orang kepercayaan untuk diskusi dalam rapat. Anda bisa
meminta pendapat dari rekan bisnis, para manager, ataupun karyawan terbaik
Anda. Bersama dengan mereka, Anda akan mendapatkan ide-ide yang tidak
terpikirkan oleh Anda. Ini akan sangat memudahkan Anda dalam membuat
keputusan yang cepat dan juga tepat.
23
hasilnya bisa sesuai dengan harapan. Namun, jika Anda menerima risiko
akibat keputusan Anda, hadapilah dengan sikap yang bijaksana. Sebab pasti
selalu ada pembelajaran berarti dari setiap keputusan dan hasil yang terjadi.
24
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari pembahasan ini agar bisnis di
Indonesia dapat berkembang lagi.
25
DAFTAR PUSTAKA
https://infopeluangusaha.org/cara-paling-sederhana-menghitung-keuntungan-usaha/
https://centrausaha.com/menghitung-keuntungan-bisnis/
http://shellaryana05.blogspot.com/2017/04/makalah-kewirausahaan-
tentang.html?m=1
http://entrepreneurcamp.id/cara-mengambil-keputusan/
https://www.jurnal.id/id/blog/2018-tips-mengambil-keputusan-bisnis-yang-tepat-
efektif/
https://sunartha.co.id/dasar-dasar-dalam-pengambilan-keputusan-bisnis/
26