RESUME KEWIRAUSAHAAN
“Pengambilan Resiko”
Oleh :
Kelompok 9
Aulya Cahya Ramadani 2018310299
Dia Lailil Widad 2019310291
Fahreza Pranadya 2019310098
Febri Novita Ardani 2019310394
Program Sarjana Akuntansi
STIE Perbanas Surabaya
Resiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk meraih kesuksesan tetapi
dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai hal-hal yang
menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Pengambilan resiko menurut
wirausaha yaitu dengan mengambil resiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Karena
seorang wirausaha selalu ingin berhasil menjauhi resiko yang tinggi, dan menghindari resiko yang
lebih rendah karena bagi mereka tidak ada tantangan.
Dalam pengambilan resiko para wirausaha selalu memikirkan matang-matang keputusan yang
akan diambil. Pengambilan resiko berhubungan dengan kepercayaan dalam diri sendiri. Semakin
besar keyakinan pada kemampuan diri sendiri, semakin besar pula keyakinan dalam mempengaruhi
hasil dan keputusan, serta semakin siap pula mencoba apa yang menurut orang lain penuh dengan
resiko.
Yang membedakan seorang wirausaha dengan yang lainnya adalah kesiapan dalam
pengambilan resiko. Kebanyakan orang lebih suka berada dalam zona nyaman dengan tidak
mengambil hal yang beresiko. Berbeda dengan wirausaha, resiko dijadikan sebagai tantangan untuk
mencapai kesuksesan, bukan suatu hambatan yang menjadikan kita gagal.
Berani mengambil resiko
Berani mengambil resiko adalah salah satu kunci dalam memulai usaha, karena dalam
komponen ini banyak sekali item yang mengikutinya, yaitu berani rugi, berani mengambil
keputusan, berani menghadapi masalah, berani menahan diri untuk tidak menggunakan uang
perusahaan untuk bersenang-senang, serta berani untuk bangkrut. Itu baru sedikit resiko yang ada
saat mendirikan bisnis. Jenis-jenis risiko diantaranya :
1. Objective risk
Resiko yang terjadi secara alami (nature) yang sama bagi semua orang dan cara
mengatasinya pun sama.
2. Subjective risk
Resiko yang diperkirakan akan terjadi oleh setiap orang sebagai akibat objective risk.
3. Uncertainty
Kesadaran orang akan adanya resiko dalam situasi tertentu, tetapi sulit untuk memperkirakan
mana dari sekian akibat atau hasil yang akan terjadi. Tidak seperti halnya kemungkinan,
ketidakpastian ini tidak dapat diukur dengan alat apa pun yang dapat diterima.
Reaksi terhadap resiko adalah reaksi seseorang atau tindakan seorang dalam situasi yang tidak
pasti. Reaksi ini antara lain disebabkan karena ketidakpastian ini. Reaksi orang terhadap resiko
tidak sama, tergantung pada hal berikut:
a. Jenis kelamin
b. Pendidikan
c. Umur
d. Intelegensi
e. Kondisi ekonomi
Mengambil Risiko dalam Peluang Usaha
Seorang wirausahawan adalah penentu risiko dan bukan penanggung risiko. Ducker
mengatakan bahwa ketika wirausahawan menetapkan sebuah keputusan, sudah memahami
secara sadar risiko yang bakal di hadapinya. Selanjutnya wirausaha tersebut akan memperkecil
risiko - risiko itu. Dalam hal ini,penerapan inovasi dalam usaha merupakan usaha yang kreatif
untuk memperkecil kemungkinan terjadinya risiko. Dalam berwirausaha praktiknya penuh risiko
seperti adanya persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dijual,serta adanya resesi dan
inflasi.
Risiko Dan Ketidakpastian
Ketika kita terjun ke dunia usaha, kita juga harus siap menghadapi segala bentuk
perubahan, kejadian dan hal-hal yang penuh ketidakpastian. Inilah perbedaan yang paling
mendasar antara belajar di sekolah, yang penuh teori dan kepastian, dengan berwirausaha, yang
penuh dengan hal-hal yang tidak pasti dan berisiko
1. Ketidakpastian (Unexpected risk)
Ketikdakpastian selalu berhubungan dengan keadaan yang memiliki beberapa kemungkinan
kejadian dan dampaknya. Ketidakpastian (uncertainty) sering di sebut “unexpected risk”
atau risiko tak terduga dari sebuah kejadian.
Ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian. Ada beberapa penyebab
kegagalan usaha :
- Perencanaan yang kurang matang
- Kurangnya modal
- Bakat yang tidak cocok
- Kurang pengalaman
- Lemahnya pemasaran
- Tidak mempunyai semangat berwirausaha
- Tidak mempunyai semangat kerja yang tinggi
Ciri-ciri risiko dari ketidakpastian adalah:
- Tidak bisa di duga sebelumnya.
- Sulit di rencanakan
- Bersifat tiba-tiba.
2. Risiko ( expected risk)
Risiko merupakan informasi, kejadian,kerugian atau pekerjaan yang terjadi sebagai akibat
dari keputusan yang di ambil dalam kehidupan sehari-hari. Risiko dapat besifat pasti
maupun tidak pasti yang bisa di kalkulasi secara kuantitatif. Kunci untuk mengetahui
seberapa besar risiko yang akan Anda hadapi adalah seberapa anda mandapatkan informasi.
Semakin sempurna Anda mengetahui seberepa besar risikonya.
Mengatasi Dan Memperkecil Risiko Usaha
Salah satu faktor sukses berwirausaha adalah mengatasi dan memperkecil risiko. Cara mengatasi
dan memperkecil risiko adalah sebagai berikut.
1. Gunakan pengetahuan kita untuk mengetahui dampak atau risiko yang akan terjadi
2. Manfaatkan pengalaman yang di miliki.
3. Berpikir kreatif dan inovatif dan yakinlah bahwa segala sesuatu pasti ada penyelesaiannya.
4. Selalu belajar dari masalah dan pengalaman
5. Sharing dengan orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidangnya
6. Mau terima kritikan atau masukan dari orang lain, akan tetapi harus bisa memilah mana
masukan yang baik.
7. Tidak terburu-buru atau terlalu ambis dalam mengembangkan bisnis.
8. Membuat bisnis plan sehingga dalam mengembangkan bisnis dapat terencana dengan baik