MAKALAH PENGAMBILAN RESIKO DALAM KEWIRAUSAHAAN
MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN
Dosen Pengampu : Dr.Dalman,M.Pd
Disusun Oleh :
Muhammat Rindi (18030013)
Muh. Ilham Fu’adi (18030012)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
TA.2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan
pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas Rahmat dan Hidayah-Nya lah penulis
dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
mata kuliah Kewirausahaan. Selain itu, penulis juga berharap agar makalah ini dapat
menambah wawasan bagi pembaca.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu selaku dosen
mata kuliah Kewirausahaan. Semoga tugas yang telah diberikan ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan
terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ilmiah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.
Bandar Lampung, 11 Maret 2021
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Di era modern ini, persaingan dalam berwirausaha semakin sengit. Seorangwirausaha
dituntut harus mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dan mampumenangkap peluang
yang ada. Selain itu, keberanian dalam pengambilan resiko juga berperan dalam menetukan
kemajuan suatu usaha. Seorang wirausahawan yangmampu mempertimbangkan dan berani
mengambil resiko akan lebih cepat berkembang daripada yang hanya berada dizona di zona
aman saja.
Resiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk
meraihkesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang
yanglebih menyukai hal-hal yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan
dalamhidupnya. Pengambilan resiko menurut perspektif wirausaha yaitu dengan
mengambilresiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Karena seorang
wirausahaselalu ingin berhasil menjauhi resiko yang tinggi, dan menghindari resiko yang
lebihrendah karena bagi mereka tidak ada tantangan.Dalam pengambilan resiko para
wirausaha selalu memperhitungkan matang-matangkeputusan yang akan diambil.
Pengambilan resiko berkaitan erat dengan kepercayaandiri. Semakin besar keyakinan pada
kemampuan diri sendiri, semakin besar pulakeyakinan dalam mempengaruhi hasil dan
keputusan, serta semakin siap pulamencoba apa yang menurut orang lain penuh dengan
resiko.
Yang membedakan seorang wirausaha dengan yang lainnya adalah kesiapan
dalam pengambilan resiko. Kebanyakan orang lebih suka berada dalam titik yang aman
dannyaman dengan tidak mengambil hal yang beresiko atau lebih memilih resiko yanglebih
rendah. Berbeda dengan wirausaha, resiko dijadikan sebagai tantangan untukmencapai
kesuksesan, bukan suatu hambatan yang menjadikan kegagalan.Ciri-ciri dan watak seperti ini
dibawa ke dalam wirausaha yang juga penuh resiko dantantangan, seperti persaingan, harga
turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dilakukan
dengan penuh perhitungan.
B. TujuanTujuan dari pembuatan makalah ini antara lain :
a. Untuk menambah pengetahuan tentang pengambilan resiko dalamkewirausahaan
b. Menjelaskan cara-cara pengambilan resiko yang tepat untuk memajukan suatuusaha
c. Menjelaskan jenis-jenis resiko yang ada di dunia wirausaha
C. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian pengambilan resiko?
b. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar tepat dalam pengambilanresiko?
c. Apa sajakah jenis-jenis resiko yang ada di dunia usaha?
d. Apa hubungan kemajuan suatu usaha dengan keberanian mengambil resiko?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengambilan Resiko
Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya
keadaanyang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang
tidakmenginginkannya. Sedangkan menurut para ahli, resiko dalam suatu usaha
dapatdidefinisikan sebagai berikut :
a. Arthur Williams dan Richard, M H : Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang
dapat terjadi selama periode terentu
b. Abas Salim : Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa
kerugian
c. Soekarto Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
d. Herman Darmawi Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil
yang diharapkan.
Jadi, pengambilan resiko dalam ruang lingkup kewirausahaan dapat diartikan
sebagaitindakan pengambilan keputusan yang didasarkan pada baik buruk akibat
yangmungkin saja ditimbulkan di masa mendatang demi memajukan suatu usaha.Wirausaha
merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengambilan resiko, denganmengambil resiko
untuk suatu kemajuan yang diimpikan resiko sehingga seorangwirausaha harus mampu
memiliki kemampuan dalam mengambil resiko tersebutdengan perhitungan yang matang,
karena pada dasarnya segala resiko dapat di atasi.Setiap resiko memiliki karakteristik sendiri
yang berbeda satu sama lain, Setiapresiko memerlukan kebijakan manajemen tertentu atau
analisisa tertentu untuk pengelolaan dan penanganannya. Kebanyakan Pengusaha hanya
mengenali resikoyang tampak jelas / terlihat atau paling jelas telihat. Misalnya seorang
pemilikrestoran yang berencana pergi untuk suatu tujuan dapat dengan mudah
memprediksiresiko tentang keselamatan kerja para staffnya, dan dapat melakukan
pencegahandengan memberikan instruksi yang cukup kepada para staff dalam
menjalankan pekerjaannya.
B. Macam-macam Resiko Dalam Usaha
Dalam menjalankan suatu kegiatan pembangunan atau pengembangan usaha
tentunyaakan menghadapi beberapa resiko usaha yang dapat mempengaruhi hasil
usahanyatersebut, apabila hal tersebut tidak diantisipasi dan dipersiapkan serta
penanganannyamaka bisa saja resiko usaha tersebut terjadi. Beberapa diantaranya contoh
resikousaha tersebut dapat bersumber dari faktor internal maupun eksternal suatu
kelompokusaha kecil ataupun pada perusahaan.
1. Menurut sumber atau penyebab timbulnya resiko
Menurut sumber atau penyebab timbulnya resiko dibedakan menjadi :
a.Resiko Internal Usaha
Dalam menjalankan usaha setiap perusahaan atau suatu kelompok usaha
kecil,dibutuhkan suatu perangkat untuk mendukung jalannya usaha tersebut
diantaranya yaitu sumberdaya berupa modal dan personil yang handal sesuai dengan
kebutuhan.Selain itu juga diperlukan peraturan baku yang memuat kewajiban dan
hak hakkaryawannya, sehingga dapat mengantisipasi peluang terjadinya
kesalahpahaman antara pihak manajemen perusahaan dengan para karyawannya
b.Resiko Eksternal Usahaa
- Resiko Buyer atau Supplier. Dalam melakukan pemasaran, hasil produksi harus
lebih berkonsentrasi kepadakualitas pelayanan dan selalu melakukan kegiatan
untuk meningkatkan kualitas dankontinuitas kepada buyer potensial yang telah
menjadi pelanggan kita. Jika hal initidak terpenuhi maka resikonya adalah para
pelanggan akan meninggalkan kita.
- Resiko Perekonomian Faktor. Resiko ini yang berasal dari luar kegiatan usaha kita
sendiri, diantaranyadisebabkan oleh kondisi perekonomian, sosial dan politik baik
lokal, nasionalmaupun internasional yang dapat berakibat kurang baik terhadap
dunia usaha padaumumnya. Memburuknya kondisi perekonomian juga akan dapat
mengakibatkandaya beli masyarakat menurun terhadap produk kita.
- Resiko Perkembangan Teknologi. Kemajuan teknologi yang saat ini semakin pesat
dapat membantu pihak pengeloladalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas
produksi. Seorang wirausahawan harusmampu mengikuti perkemnagan teknologi
dan menerapkannya dalam usahanya.Selain pada masalah produksi, maka masalah
ketepatan waktu pasokan dan kecepatan pelayanan dapat memberi kepuasan bagi
para konsumen kita. Apabila pihak produsenkurang memanfaatkan perkembangan
teknologi, resikonya secara tidak langsung akanmempengaruhi kualitas dan
kuantitas produksi, yang pada akhirnya akan kalah dalam bersaing di pemasaran.
- Resiko Penghentian Ijin Usaha. Persyaratan perijinan adalah merupakan suatu hal
yang harus dipenuhi oleh suatukelompok usaha menengah ataupun perusahaan
untuk dapat melakukan kegiatanusaha. Hal ini berhubungan dengan persyaratan
yang harus dipenuhi oleh pengusahadalam menjalankan usahanya dan
perlindungan terhadap hak hak konsumen. Apabila perusahaan melakukan
pelanggaran atas ketentuan yang berlaku maka terdapat jugakemungkinan sebagian
atau seluruh ijin usaha perusahaan tersebut dapat dibekukansementara, ataupun
dicabut sehingga dapat menghambat dan mengakibatkanterhentinya kegiatan
produksi. Hal ini bisa saja terjadi apabila lalai dalam halmengelola perijinan
usahanya.
- Resiko Persaingan Usaha. Setiap usaha pasti tidak terlepas dari persaingan bisnis
dengan lainnya yang bergerak pada bidang yang sama. Dalam hal ini setiap bidang
usaha harus lebihmempertimbangkan masalah kualitas atau standar produk yang
ditawarkan, ketepatanwaktu supplier dan tingkat harga yang ditawarkan dipasaran
merupakan faktor utama
- Resiko Perubahan Peraturan dan Kebijakan Pemerintah. Setiap usaha berhubungan dengan
konsumen dan produsen yang mensuplaikebutuhan usahanya. Di dalam menjaga hubungan
itu pemerintah mengatur melalui berbagai peraturan. Kegagalan perusahaan dalam
mengantisipasi peraturan peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah dapat juga
mempengaruhi pelaksanaan.
2. Menurut Sifatnya
Menurut Sifatnya jenis resiko dibedakan menjadi :
a. Resiko Murni
Resiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja.
Misal: kebakaran, bencana alam, pencurian, dsb.
b. Resiko Spekulatif
Resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan
keuntungan bagi pihak tertentu Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dsb.
c. Resiko Fundamental
Resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang
menderita cukup banyak. Misal: banjir, angin topan, dsb.
3. Menurut dapat tidaknya resiko dialihkan kepada pihak lain, dibedakan menjadi :
a.Resiko yang dapat dialihkan pada pihak lain, dengan mempertanggungkan suatuobyek yang
akan terkena resiko pada perusahaan asuransi
b.Resiko yang tidak dialihkan pada pihak lain
5. Menurut kejadian (yang mungkin terjadi), dibedakan menjadi :
a.Perubahan permintaan
b.Perubahan konjungtur
c.Persaingan
d.Perkembangan IPTEK
e.Perubahan peraturan
C. Cara Menganalisis Resiko
Prosedur menganalisis resiko usaha itu merupakan sesuatu gaya
perilakumasyarakat.menganalisis resiko usaha itu di lakukan itu dilakukan dengan
penuh perhitungan yang mantap dan merupakan suatu keterampilan yang
dapatditingkatkan.Berikut ini adaalah cara unuk menganalisis sebuah situasi resiko di dalam
usaha :
1. perkiraan resiko; apakah ada kerugian dari keputussan yg di ambil?
2. tujuan dan sasaran; mempertimbangkan kebijakan dan sasaran perusahaan
3. mencermati alternatif ;alternatif alternatif yang ada harus secara terperincisehingga
semua biaya yang diperlukan dapat ditelaah secara objektif.
4. pengumpulan informasi dan pengukuran alternatif; informasi yang akurat
akandapat membuat penaksiran yang realistis.
5. minimalisasi resiko, yaitu dengan cara; (A).kesadaran yang jelas tentang
kemampuan dan kekuatan perusahaan (B).kreativitas dalam mengubah
keadaan untuk keuntungan perusahaan (C).kemampuan merencanakan tujuan dan
starategi untuk mewujudkan (D). dorongan ,tenanga, dan antuasias untuk
melaksanakan strategi6.perencanaan dan pelaksanaan sebauh alternatif ; yaitu
berupa jadwal waktu,rumusan tujuan yang jelas, alternatif rencana untuk hasil yg
mungkin terjadi dan upamaan yang baik.
D. Pengambilan Resiko Karakteristik Entrepreuner
Ada tujuh ciri-ciri seorag wirausahawan menurut Meredith ( 1996 ) adalah
harusmemiliki percaya diri, berorientasikan tugas dan hasil, pengambil resiko,kepemimpinan,
keorisinilan, berorientasi ke masa depan, jujur dan tekun. Sementaramenurut Kuratko dan
Hodgetts menyebutkan ada sembilan karakteristik darientrepreneur, yaitu:
1. Entrepreneur adalah pelaku
2. Entrepreneur itu dilahirkan, bukan di buat atau diciptakan
3. Entrepreneur selalu menjadi penemu atau pencipta sesuatu
4. Entrepreneur adalah akademis
5. Entrepreneur harus memenuhi the profile
6. Kebutuhan entrepreneur adalah keberuntungan
7. Ketidak tahuan merupakan keberuntungan bagi entepreniur
8. Entrepreneur menginginkan keberhasilan dan pengalaman menyatakan tingkat
kegagalan cukup tinggi
9. Entrepreneur adalah seorang pengambil resiko.
Wirausaha sukses harus cermat dalam mengkalkulasi resiko, Kecermatan,
ketelitian,kehati-hatian merupakan suatu sifat yang harus dimiliki oleh seorang
wirausaha.Penggabungan dari ketiga sifat diatas memberi dampak yang positif untuk
kemajuanusaha dimasa datang. Seorang wirausaha harus bisa mengkalkulasikan hal-hal
yangmenghambat pada kemajuan usahanya, meskipun hal yang peling kecil sekalipun.
Iatidak boleh ceroboh dalam mengambil sikap maupun mengambil suatu keputusan,apalagi
dianggap sepeleh, karena itu semua juga akan menghambat perkembangan bisnis dan juga
harus tetap mengontrol emosi
E. Evaluasi Resiko
Beberapa upaya agar berhasil efektif dalam usaha mengurangi waktu meliputi hal-
hal berikut :
1.Kumpulkan sedini mungkin sebuah tim inti untuk memelihara visi sasaran
yangkonsisten
2.Pastikan jenis aktivitas yang berlainan
3.Tentukan informasi yang diambil dari aktivitas awal oleh tim atau bagian lain
yangmemerlukan informasi untuk aktivitas berikutnya
4.Dukung penggunaan informasi parsial yaitu komunikasi yang efisien dan
terbukadengan kepercayaan yang tinggi dan memungkinkan orang untuk memulai
aktivitas,sebelum tugas utama benar-benar selesai
5.Pastikan bahwa prosedur persetujuan fase beroperasi dengan lancar dan cepat
6.Perkuat tim pengembangan untuk sebanyak mungkin keputusan tidak harus
keluardari tim
7.Terapkan pengembangan bertahap (incremental development) bila memungkinkan.
BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP
A. Kesimpulan
Resiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk meraih
kesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang yanglebih
menyuka ihal-hal yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya.
Pengambilan resiko menurut perspektif wirausaha yaitu dengan mengambilresiko yang tidak
terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Karena seorang wirausahaselalu ingin berhasil mereka
menjauhi resiko yang tinggi, dan menghindari resikoyang lebih rendah karena bagi mereka
tidak ada tantangan. Beberapa jenis resiko:Objective risk, Subjective risk, Uncertainty. dan
Risk managemen procces terdiri darilima langkah sebagai berikut: Harus adanya pembinaan
prosedur dan komunikasidalam organisasi secara baik, Selalu melakukan identifikasi pada
risk, Pengambilankeputusan (decision maker), Implementasi daripada metode yang sudah
dipilih dan Evalusi terhadap keputusan yang telah diambil.
“seorang wirausaha yang berani menanggung resiko ialah orang yang selalu ingin jadi
pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik.”
B. Penutup
Di bawah genggaman kuasa Allah swt. dan limpahan nikmat Nya yang tak
terhingga, para penulis memanjatkan puji dan syukur dari lubuk jiwa ke hadirat Allah swt.
Yang telah memberi anugerah terindah kepada para penulis, sehingga dapat menyelesaikan
makalah ini dengan judul “PENGAMBILAN RESIKO DALAM KEWIRAUSAHAAN”
tepat sebelum tiba waktuyang ditentukan.Para penulis tentunya sudah berusaha
maksimal dalam memanfaatkan waktu untukmenuangkan segala pikiran dan pengetahuan ke
dalam makalah ini. Para penulis tidaklupa memohon ampun kepada Allah swt. atas
kesalahan-kesalahan kami dalam penulisan makalah ini. Dan tentunya, kritik dan saran sangat
penulis harapkan, guna perbaikan di masa mendatang. Dan harapan para penulis, semoga
makalah ini sangat bermanfaat bagi para penulis, teman-teman, masyarakat, dan semua pihak
yang membaca makalah ini. Aamiiin Ya Rabbaln Alamin.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Bukhari A, Kewirausahaan , Bandung; Alfabeta, 2011
Shihab, Quraish , Tafsir al-Misbah Volume I, Jakarta: Lentera Hati, 2002
Suryana, Alm dan Bayu, Kartib, Kewirausahaan pendekatan karakteristik wirausahawan
sukses, Jakarta: kencana, 2010
Yunus, Muh. Islam dan Kewirausahaan Inovatif, UIN Malang Pers; Malang, 2008,
http://menjadi-wirausaha.blogspot.com/2010/08/mengambil-resiko-dalam-peluang-
usaha.htmlhttp://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/05/14/pengambilan-
resiko-dalam- perspektif-wirausaha/