Anda di halaman 1dari 1

Tugas Kelompok Hukum Perusahaan

1. Luna, Lina, dan Lundi mendirikan usaha restoran cepat saji “RamenKoe”. Luna menyerahkan
uang sebesar 100 juta dan Lina sebesar 200 juta sebagai modal awal perusahaan. Adapun
Lundi, yang pernah menempuh studi di Jepang dan memiliki hobi memasak, akan
menjalankan usaha tersebut termasuk menyusun menu dan segala sesuatu untuk
memperlancar usaha. Belum genap 1 tahun perusahaan berdiri, Lundi yang lebih sering
berada di restoran berfikir untuk lebih mengembangkan usaha restoran ini dan memutuskan
membuka cabangnya di daerah selatan Jakarta. Untuk maksud tersebut, Lundi melakukan
perjanjian pengadaan barang dengan Jonny. Namun, karena satu dan lain hal, rencana
pembukaan cabang tidak dilanjutkan, dan perjanjian pengadaan barang dari Jonny dibatalkan.
Jonny yang merasa dirugikan bermaksud menuntut Lundi. Berikan pendapat hukum
saudara siapa yang dapat dituntut oleh Jonny atas kerugian yang dideritanya, dan
mengapa.
Dasar hokum pada kasus ini adalah Pasal 19 KUHD. Diketahui struktur CV terdiri atas 2
kelompok atau 2 jenis sekutu yaitu:
1. Sekutu Komanditer atau Sekutu Pasif yaitu sekutu yang memiliki modal dan ingin
menjalankan kegiatan usaha, tetapi enggan untuk mengurus atau bahkan tampil terhadap
pihak ketiga.
2. Sekutu Komplementer atau Sekutu Aktif yaitu sekutu yang aktif menjalankan kegiatan
usaha dan juga bertanggungjawab terhadap pihak ketiga.
Dalam kasus ini kami beranggapan bahwa Luna dan Lina adalah Sekutu Pasif, mengingat
Luna dan Lina menyerahkan uang sebagai modal awal perusahaan dan tidak menjalan usaha
di perusahaan di “RamenKoe”, sedangkan Lundi adalah Sekutu Aktif, sebab dia yang
menjalankan usaha tersebut. Oleh karena itu, maka bentuk usaha yang mereka jalankan yaitu
Persekutuan Komanditer (CV). Maka yang dapat dituntut atas kerugian yang diderita oleh
Jonny adalah Lundi sebagai Sekutu Aktif.