Anda di halaman 1dari 2

Nama : Artika Purnama Sari

NPM : 1906325085
Kelas : Hukum Ekonomi A (sore)

Tugas Hukum Perbankan dan Lembaga-Lembaga Keuangan Lainnya

1. Mengapa sistem/bisnis perbankan berbeda dengan lembaga keuangan lainnya?


2. Mengapa konsekuensi bisnis perbankan berbeda dengan lembaga keuangan
lainnya?

Jawab:
1. Sesuai pada pasal 1 angka 2 Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang
Perubahan atas Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan definisi bank
adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
sedangkan untuk lembaga keuangan bukan bank lainnya adalah badan atau
organisasi non bank yang melakukan kegiatan di bidang keuangan namun tidak
boleh menerima dana dari masyarakat. Fungsi utama dari bank adalah
menyediakan jasa menyangkut penyimpanan dana dan perluasan kredit. Tujuan
bank adalah sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi
nasabah, serta menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada
pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk
investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Untuk ini, bank menyediakan uang
tunai, tabungan, dan kartu kredit. Bank dapat menghimpun dana dari masyarakat
dan menyalurkan dana-dana tersebut menjadi sebuah kredit atau bentuk pinjaman
yang di anggap sah secara hukum oleh pemerintah. Lembaga keuangan bukan
bank dalam menghimpun dana adalah dengan mengeluarkan kertas berharga atau
sertifikat deposito sebagai sumber dana dan dapat mendirikan kantor-kantor
cabang di daerah untuk menyalurkan dana ke masyarakat untuk membiayai
investasi perusahaan. Tujuan didirikan Lembaga keuangan bukan bank (LKBB)
adalah untuk mendorong pengembangan pasar uang dan pasar modal serta
membantu permodalan perusahaan, terutama para pengusaha lemah. Lembaga
keuangan non bank lainnya ini tidak diperkenankan untuk menghimpun uang
secara langsung dari masyarakat, sebutan lain lembaga keuangan bukan
bank adalah non depository financial institutions. Keunggulan bank adalah
memberikan pelayanan keuangan yang paling lengkap diantara lembaga
keuangan yang ada, mulai dari menghimpun dana sampai menyalurkan
dana. Sebaliknya lembaga keuangan lainnya atau lembaga pembiayaan lebih
terfokus kepada salah satu bidang saja. Lembaga-lembaga keuangan dalam
suatu negara memiliki fungsi yang berbeda-beda. Meskipun begitu, peran
lembaga-lembaga keuangan tetap memberi kontribusi bagi perekonomian
Negara.
2. Konsekuensi bisnis perbankan berbeda dengan lembaga keuangan non bank
lainnya karena pada sistem perbankan pelayanan keuangan yang lebih lengkap,
bervariasi, dan kompleks dibanding lembaga keuangan non bank lainnya
sehingga mempunyai risiko yang cukup besar. Ada empat risiko utama yang
bisa mengancam kelangsungan bisnis pada perbankan, yakni risiko kredit, risiko
pasar, risiko operasional, dan risiko likuiditas. risiko kredit merupakan kerugian
akibat gagal bayar dari debitur bank. Risiko ini bisa timbul dari kredit macet,
transaksi forward atau derivatif (treasury), investasi dan pembiayaan perdagangan.
Risiko pasar terjadi karena perubahan faktor pasar, yaitu perubahan suku bunga
dan nilai tukar seperti kenaikan suku bunga mengakibatkan harga obligasi turun
dan timbul kerugian bagi bank. Ketiga, risiko operasional yang disebabkan faktor
sistem, seperti kegagalan teknologi informasi bank yang disebabkan komputer di
hack, kegagalan ATM dan sistem off line. Faktor manusia karena kejahatan internal,
kompetensi karyawan tidak memadai dan perselisihan perburuhan. Selain itu bank
juga menghadapi risiko lain selain empat risiko utama, antara lain risiko hukum,
risiko reputasi, risiko strategik dan risiko kepatuhan. Risiko hukum terkait
kelemahan kontrak atau tuntutan hukum, risiko reputasi persepsi negatif terhadap
bank, risiko strategik akibat perencanaan strategis yang kurang baik, dan risiko
kepatuhan diakibatkan adanya pelanggaran peraturan perundangan yang berlaku.
Sebagai sebuah lembaga yang mengelola uang sebagai aktivitas utamanya, bank
memiliki risiko yang melekat dan berdampk sistemik. Risiko sistemik secara spesifik
adalah risiko kegagalan bank yang dapat merusak perekonomian secara
keseluruhan dan secara langsung berdampak kepada karyawan, nasabah, dan
pemegang saham. Melihat kerentanan terhadap risiko yang dihadapi bank yang
juga berpotensi untuk mempengaruhi bank-bank lainnya. Namun pada perbankan
manajemen risiko sudah dikelola dengan cukup baik terutama pada bank-bank
besar karena hal ini untuk mengantisipasi terhadap dampak pada reputasi,
strategik, perekonomian, karyawan, nasabah, dan pemegang saham.