Anda di halaman 1dari 15

9

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada masa sekarang bank merupakan barang yang sudah tidak asing lagi
bagi masyarakat yang hidup di negara-negara maju. Bank merupakan mitra dalam
rangka memenuhi kebutuhan keuangan mereka, Bank dijadikan sebagai tempat
untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti
mengamankan uang, pengiriman uang, melakukan pembayaran atau melakukan
penagihan.
Peranan perbankan pada suatu negara sangat dominan, perbankan sangat
mempengaruhi kegiatan perekonomian pada suatu negara. Oleh karena itu
kemajuan bank pada suatu negara merupakan tolak ukur dalam kemajuan negara
yang bersangkutan, semakin maju suatu negara tersebut maka semakin besar
peranan perbankan dalam mengendalikan nergara tersebut. Artinya keberadaan
dunia perbankan semakin dibutuhkan pemerintah dan masyarakatnya.
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang
kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan
kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa- jasa bank lainnya.1
Lain halnya dengan di negara-negara berkembang seperti di Indonesia,
pemahaman tentang bank di negeri ini masih kurang, sebagian masyarakat hanya

Kasmir,DasarDasarPerbankan,edisi1,PT.RajaGrafindoPersada,Jakarta,2006,halaman2

Universitas Sumatera Utara

10

memahami bank sebatas tempat pinjam-meminjam dan menyimpan uang belaka.


Bahkan sebagian masyarakat sama sekali belum memahami bank secara utuh,
sehingga terdapat banyak kekeliruan yang terjadi di masyarakat.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam memenuhi tujuan
pembangunan di Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur
berdasrkan Pancasila dan Udang-Undang Dasar 1945, lembaga perbankan
merupakan salah satu sarana yang mempunyai peranan yang penting. Peranan
yang sangat penting ini dikarenakan bank merupakan badan usaha yang
mempunyai fungsi menhimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkan kembali kepada masyarakat.Bank diharapkan sebagai usaha untuk
dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas
nasional yang pada akhirnya mengarah kepada peningkatan taraf hidup rakyat
banyak di Indonesia.
Oleh karena itu maka sudah sepatutnya lembaga perbankan mendapatkan
pembinaan dan pengawasan secara terus-menerus agar dapat berfungsi seacar
efisien, wajar, sehat

dan mampu melindungi dana yang dititipkan oleh

masyarakat kepadanya dengan baik serta mampu menyalurkan dana masyarakat


yang dititipkan masyarakat kepadanya itu kebidang-bidang usaha yang benarbenar produktif sesuai dengan tujuan pembangunan.
Masyarakat merupakan komponen penting dalam dunia perbankan,
masyarakat yaitu membantu bank menjaga eksistensi suatu bank tersebut. Karena
bank adalah suatu lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung mutlak pada

Universitas Sumatera Utara

11

kepercayaan mutlak dari para nasabahnya yang mempercayakan dana dan jasajasa lain yang dilakukan mereka melalui bank pada khususnya dan dari
masyarakat luas pada umumnya.
Oleh karena itu dalam memberikan jaminan kepercayaan kepada nasabah
muncullahrahasia bank yang ditujukan untuk melindungi nasabah, dan
memunculkan rasa kepercayaan yang penuh dari masyarakat untuk menggunakan
layanan yang disediakan oleh bank.
Timbulnya konsep untuk perlunya merahasiakan keadaan keuangan
nasabah sehingga melahirkan ketentuan hukum mengenai kewajiban rahasia bank.
Bank sebagai lembaga keuangan yang dipercayai oleh masyarakat dihadapkan
pada kewajiban untuk tetap merahasiakan keadaan dan catatan keuangan serta
identitas dari nasabah yang bersangkutan, kewajiban ini erat hubungannya dengan
kepercayaan yang diberikan masyarakat sebagai nasabahnya kepada bank selaku
lembaga keuangan pengelola keuangan atau sumber dana masyarakat. Meskipun
seringkali kewajiaban ini bertentangan

karena dilain pihak bank juga

berkewajiban untuk mengungkapkan keadaan, dan catatan keuangan nasabahnya


dalam keadaan-keadaan tertentu.
Rahasia bank akan dapat dipegang teguh apabila ditetapkan bukan
sekedar hanya sebagai kewajiban kontraktual diantara bank dengan nasabah saja
karena bila hanya diwajibkan sebagai kewajiban kontraktual saja maka kewajiban
itu menjadi kurang kuat karena akan mudah untuk melakukan pelanggaran namun
seharusnya ada ketentuan yang mengikat dan memiliki sanksi yang tegas apabila

Universitas Sumatera Utara

12

ketentuan ini dilanggar. Dengan dasar pemikiran tersebut maka terdapat ketentuan
yang melandasi mengenai rahasia bank yaitu pada Undang-Undang No 7 Tahun
1992 sebagaiamana telah dirubah menjadi Undang-Undang No 10 Tahun 1998
tentang perbankan.
Hubungan bank dengan nasabah diatur menjadi hubungan yang tidak
hanya kontraktual saja, akan tetapi menjadi hubungan yang mengatur mengenai
kewajiban bank yang tidak dapat membuka rahasia bank dari nasabahnya kepada
pihak lain manapun kecuali jika ditentukan lain oleh perundang-undangan yang
berlaku.
Hal inilah yang dinamakan rahasia bank, dengan demikian istilah rahasia
bank mengacu kepada rahasia dalam hubungan antara bank dengan nasabah,
sedangkan rahasia- rahasia lain yang bukan merupakan rahasia anatara bank
dengan nasabah walupun bersifat rahasia tetapi tidak tergolong rahasia bank
menurut undang-undang perbankan.2
Menurut Pasal 1 angka 16 Undang-Undang No 7 Tahun 1992 yang
menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman
dunia perbankan wajib dirahasiakan, sedangkan menurut Pasal 1 angka 28
menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan keterangn mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.3

Munirfuady,HukumPerbankanModern(berdasarkanUUNo10tahun1998),bukukesatu,Citra
AdityaBakti,Bandung,1999,halaman89
3
ibid

Universitas Sumatera Utara

13

Jadi dapat dilihat pada Undang-Undang No 7 Tahun 1992 menganut


ruang lingkup terhadap rahasia bank yang luas, bukan hanya keterangan dan
keadaan keuangan nasabah penyimpan dan simpanannya, melainkan juga
keterangan dan keadaan keuangan nasabah debitur atau pinjamannya. Sedangkan
Undang-Undang No 10 Tahun 1998 membatasi mengenai ruang lingkup rahasia
bank menjadi hanya keterangan dan keadaan keuangan nasabah penyimpan dan
simpanannya.
Namun dalam rahasia bank tersebut masih banyak masyarakat yang belum
memahaminya mengenai pengertiannya sampai dengan pelaksanaannya ataupun
penerapannya secara jelas sehingga masih banyak kekeliruan yang timbul di
masyarakat padahal seharusnya konsep ini merupakan konsep yang dapat
melindungi masyarakat sebagai nasabah pada bank.
Dalam prakteknya masih ada kekeliruan tentang pihak mana sajakah yang
dapat membuka identitas nasabahnya dengan mengunakan rahasia bank ini, serta
persoalan yang bagaimanakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank
tersebut.
Perlu

dibedakan antara pembukaan rahasia bank dengan pembocoran

rahasia bank yang dapat berakibat merugikan nasabah sebagai pemilik identitas
termasuk tentang transaksi keuangan yang mereka lakukan di bank sebagai
lembaga keuangan yang mereka percayakan.
Bank sebagai lembaga keuangan yang dipercaya masyarakat dihadapkan
kepada dua kewajiban yang saling bertentangan dan sering sekali tidak dapat

Universitas Sumatera Utara

14

dirundingkan. Di satu pihak bank memiliki kewajiban untuk merahasiakan


keadaan dan catatan keuangan nasabahnya yang disebut juga teori rahasia mutlak.
Kewajiban ini timbul dan erat kaitannya dengan kepercayaan yang diberikan
masyarakat atau para nasabahnya kepada bank selaku lembaga keuangan yang
mengelola keuangan atau sumber dana masyarakat.
Kewajiban menjaga rahasia ini sering timbul atas dasar kepercayaan,
dilain pihak juga berkewajiban untuk mengungkapkan keadaan keuangan
nasabahnya dalam keadaan tertentu yang disebut juga teori rahasia bank
nisbi,inilah yang menjadi konflik yang dihadapi bank.
Namun demikian hal tersebut dapat diatasi dengan keterlibatan Menteri
Keuangan yang memberikan izin tertulis kepada pihak-pihak yang termasuk
dalam pengecualian untuk memegang rahasia bank dan untuk permasalahan yang
tidak termasuk ruang lingkup yang haus dijaga rahasia bank tersebut.
Untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran yang timbul dari penerapan
rahasia bank tersebut dan untuk mewujudkan rasa aman bagi nasabah yang telah
mempercayai bank tersebut untuk menyimpankan dana nya kepada bank maka
seluruh kegiatan yang bersangkutan dengan rahasia bank tersebut harus mendapat
pengawasan dari semua aparat penegak hukum.
Berdasarkan masih terdapat masalah-masalah pelaksanaan rahasia bank
dalam prakteknya maka penulis mengangkat judul skripsi PERLINDUNGAN
HUKUM

TERHADAP

NASABAH

BANK

BERKAITAN

DENGAN

Universitas Sumatera Utara

15

MENJAGA RAHASIA BANK(STUDI KASUS PADA BANK AGRO KANTOR


CABANG MEDAN)
B.Perumusan Masalah
Adapun permasalahan-permasalahan yang penulis angkat dalam skripsi ini adalah
sebagai berikut:
A. Bagaimanakah

upaya Bank Agro

melindungi nasabah dalam rangka

menjaga keamanan rahasia bank dan bagaimana hubungan nasabah dengan


bank.
B. Hal- hal apa sajakah yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank dan
pihak mana saja yang dapat meminta dibukanya rahasia bank tersebut.
C.Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah:
Untuk mengetahui bagaimana bank melindungi nasabah dalam rangka
menjaga keamanan rahasia bank,serta untuk menggambarkan bagaimana
hubungan bank dengan nasabah nya.
Untuk mengetahui persoalan apa saja yang dapat diminta dibukanya
rahasia dan pihak mana saja yang dapat meminta dibukanya rahasia bank.
Adapun manfaat penulisan ini adalah :
1. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai:
a. Bahan kajian bagi akademis untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan
khususnya hukum perbankan.
b. Sebagai suatu bentuk penambahan literature tentang perbankan terutama
perlindungan nasabah dalam rahasia bank.

Universitas Sumatera Utara

16

2. Secara praktis, hasil penelitian dapat digunakan:


a. Sebagai suatu bentuk sumbangan pemikiran dan masukan para pihak
yang berkepentingan terutama masyarakat luas tentang penjaminan
keamanan rahasia bank oleh bank.
b. Sebagai pedoman dan masukan bagi pemerintah dan praktisi hukum
dalam menentukan kebijakan dan langkah-langkah untuk memutuskan
dan menyelesaikan perkara yang dihadapi.
D.Keaslian Penulisan
Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Dalam Rangka menjaga Rahasia
Bank merupakan judul dari penulisan skripsi ini, sepanjang yang penulis ketahui
dan telah melakukan Inventarisasi judul skripsi di perpustakaan Hukum USU,
maka sripsi yang berjudul: Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Dalam
Menjaga Rahasia Bank, sudah pernah diangkat yaitu antara lain oleh beberapa
mahasiswa di fakultas Hukum USU namun terdapat perbedaan dari penulisan
skripsi yang penulis buat yaitu penulisan skripsi ini dibantu dengan pemikiran dari
penulis, mengumpulkan buku buku, artikel-artikel, dan melakukan studi
dokumen pada instansi Bank terkait, dengan demikan penulis yakin bahwa skripsi
ini adalah asli dari penulis.
E.Tinjauan Kepustakaan
Pada saat ini istilah bank dimaksudkan sebagai suatu jenis lembaga
keuangan yang melaksanakan jasa-jasa keuangan yang cukup beragam seperti
pinjaman, memberi pinjaman, mengedarkan mata uang, mengadakan pengawasan

Universitas Sumatera Utara

17

terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan untuk benda-benda


berharga.
Pengertian bank telah diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka 2 UndangUndang No 7 Tahun 1992 sebagaimana telah dirubah menjadi Undang-Undang
No 10 tahun 1998 tentang perbankan, yaitu Bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam
rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.4
Berikut ini beberapa pendapat mengenai pengertian bank:
a. Menurut Mac Leod: Bank is a shop for the sale of credit( bank adalah
suatu perusahaan kredit)
b. G. M Verrijni Stuart: Bank ialah suatu badan yang bertujuan untuk
memuaskan kebutuhan-kebutuhan akan kredit, baik dengan uang yang
diperolehnya dari orang lain untuk maksud itu, maupun dengan jalan
memperedarkan alat-alat pertukaran baru berupa uang giral.5
Di Indonesia dikenal dengan adanya ketentuan rahasia bank yang diatur
dalam ketentuan Undang-Undang No 7 Tahun 1992 sebagaimana telah dirubah
menjadi Undang-Undang No 10 Tahun 1998, menurut Pasal 1 angka 16 UndangUndang No 7 Tahun 1992 yang menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala
sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank

Pasal1angka2UndangUndangNo7Tahun1992sebagaimanatelahdirubahmenjadiUndang
UndangNo10Tahun1998
5
C.S.TKansil,PokokPokokPengetahuanHukumDagangIndonesia(bukukeduaperbankandan
permodalandiIndonesia),SinarGrafika,Jakarta,1996,halaman5

Universitas Sumatera Utara

18

yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan, sedangkan menurut


Pasal 1 angka 28 menyebutkan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan keterangn mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.6
Sedangkan yang dimaksud dengan rahasia bank menurut beberapa sarjana yaitu:
A. Menurut Kasmir
Dikarenakan kegiatan dunia perbankan mengelola uang masyarakat,
maka bank wajib pula menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat. Bank
wajib menjamin keamanan uang tersebut agar benar-benar aman. Agar keamanan
uang nasabahnya terjamin, pihak perbankan dilarang untuk memberikan
keterangan yang tercatat pada bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lain
dari nasabahnya. Dengan kata lain bank harus menjaga rahasia tentang keadaan
keuangan nasabah dan apabila melanggar kerahasian ini perbankan akan
dikenakan sanksi.7
B.

Menurut Adrian Sutedi


Hubungan antara bank dengan nasabahnya ternyata tidaklah seperti

hubungan kontraktual biasa, tetapi dalam hubungan tersebut terdapat pula


kewajiban bagi bank untuk tidak membuka rahasia dari nasabahnya kepada pihak
lain mana pun kecuali jika ditentukan lain oleh perudang-undangan yang berlaku.8
Dalam kaitannya dengan masalah rahasia bank, walaupun rahasia bank
itu sudah diatur dalam perjanjian antara bank dan nasabah ataupun masalah
rahasia bank ini diatur dalam undang-undang, namun kepentingan umum tetap

ibid
Kasmir,DasarDasarPerbankan,edisi1,PT.RajaGrafindoPersada,Jakarta,2006,halaman57
8
AdrianSutedi,hukumPerbankanSuatuTinjauanPencucianUangMergerLikuidasidan
Kepailitan,cetakanke2,SinarGrafika,jakarta,2008,halaman5
7

Universitas Sumatera Utara

19

harus didahulukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.9Kata kepentingan


umum ada disebutkan dalam sejumlah peraturan perundang-undangan di
Indonesia, dan beberapa diantaranya memberikan batasan pengertian tentang apa
yang dimaksudkan dengan kepentingan umum tersebut.
Salah satu masalah yang sering muncul dan mendapat keresahan
ditengah-tengah masyarakat adalah seringnya bank mengabaikan perlindungan
hukum terhadap nasabah jika berhubungan dengan bank, banyak kasus yang
menunjukkan bahwa kedudukan para nasabah bank tidak dilindungi oleh hukum
dan bahkan tidak banyak mendapat sorotan dari masyarakat.10
Salah satu cara untuk memberikan perlindungan hukum terhadap
nasabah, agar nasabah selalu mendapatkan hak nya adalah dengan melaksanakan
peraturan yang ada dibidang perbankan secara lebih ketat, khususnya peraturan
yang bertujuan melindungi nasabah sehingga dapat dijamin perlindungan
hukumnya.
Perlindungan nasabah dalam kegiatan perbankan merupakan salah satu
yang harus diprioritaskan oleh bank, karena nasabah merupakan pendukung
eksistensi dari suatu bank, bank sangat memerlukan nasabah untuk tetap menjaga
eksistensi nya sehingga bank juga harus selalu memberikan jaminan untuk
keamanan nasabah dengan demikian nasabah akan tetap mempercayai bank.

YunusHusein,RahasiaBankPrivasiVersusKepentinganUmum,FakultasHukumUniversitas
Indonesia,Jakarta,2003,halaman41
10
MunirFuady,Op.Cit,halaman101

Universitas Sumatera Utara

20

F.Metode Penelitian
Untuk mencari dan menemukan suatu kebenaran ilmiah dan untuk
mendapatkan hasil yang optimal dalam melengkapi bahan-bahan bagi penulisan
skripsi ini maka penulis menggolongkan metode penelitian ini kedalam metode
penelitian hukum yuridis normatif, yaitu mengacu kepada norma- norma hukum
yang terdapat dalam peraturan perUndang-Undangan dan putusan putusan
pengadilan serta norma-norma yang ada dalam masyarakat.11
Data yang digunakan adalah data skunder yaitu data yang tidak diperoleh
dari sumber pertama dapat diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku,
hasil penelitian,laporan, surat kabar, makalah.12Sedangkan bahan hukum yang
digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum
tertier.
Bahan hukum primer yaitu landasan utama yang dipakai dalam rangka
penelitian ini adalah norma atau kaidah dasar yaitu Pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Peraturan dasar, Batang Tubuh UndangUndang

Dasar

Negara

Republik

Indonesia

1945,

Ketetapan

Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Peraturan PerUndang-Undangan,Undang-Undang dan


peraturan yang setaraf, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri dan peraturan
yang setaraf, Peraturan Daerah, bahan- bahan hukum yang bdelum terkodifikasi,

11

ZainudinAli,MetodePenelitianHukum,Jakarta,sinarGrafika,2009,hal105
MahmulSiregar,DatadalamPenelitianIlmiahdikutipdariBahanAjarMetodePenelitian
Hukum,medan,2010

12

Universitas Sumatera Utara

21

yurisprudensi, traktat, dan bahan hukum peninggalan Belanda yang masih


berlaku.
Bahan hukum skunder, yaitu bahan hukum yang memberikan penjelasan
terhadap bahan hukum primer,seperti rancangan Undang-Undang, Kitab Hukum
Perdata, Kitab Hukum Pidana dan Kitab Hukum Dagang.

yang mempunyai

relevansi dengan materi yang dibahas dalam skripsi ini.


Bahan hukum tertier yakni bahan hukum yang dapat memberikan petunjuk
atau penjelasan terhadap bahan hukum primer dan skunder seperti kamus,
ensiklopedia, dan lain sebagainya
Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis yang mengungkapkan peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan teori-teori hukum yang menjadi
objek penelitian. Demikian juga hukum dalam pelaksanaannya dalam masyarakat
yang berkenaan dengan objek penelitian.13
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini
adalah metode penelitian library research(penelitian kepustakaan) yaitu dengan
mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku, situs internet, media
massa, dan kamus yang berkaitan dengan skripsi ini yang bersifat teoritis ilmiah
yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam penelitian dang menganalisa
masalah yang dihadapi.14

13

SunaryatiHartono,PenelitianHukumdiIndonesiaPadaAkhirAbadke20,Bandung,1994,hal
139
14
SoerjonoSoekamto,PengantarPenelitianHukum,jakarta,UniversitasIndonesia,2007,hal21

Universitas Sumatera Utara

22

Pada metode ini agar dapat memperoleh data yang lebih akurat dan dapat
membantu melengkapi data dalam penulisan skripsi ini, maka penulis melakukan
penelitian lapangan dengan mengambil lokasi penelitian di Bank Agro Kantor
cabang Medan, dalam hal ini penulis melakukan penelitian dengan cara
mengadakan wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara mendalam dengan
tidak membatasi jumlah pertanyaan yang disusun dengan secara terstruktur,akan
tetapi lebih merupakan diskusi antara peneliti dengan narasumber, peneliti juga
menggunakan quesioner terbuka kepada karyawan /staff di Bank Agro yaitu H.
Harianto dengan jabatan kepala bidang operasional pada Bank Agro.
Sedangkan analisis data yang digunakan oleh penulis dalam skripsi ini
adalah metode analisis kualitatif digunakan agar penulis dapat mengerti dan
memahami gejala yang ditelitinya serta bermanfaat untuk melakukan analisis data
secara menyeluruh dan merupakan suatu kesatuan yang integral(holistic),hasil
penelitian dipaparkan secara deskriptif.
Berdasarkan kedua teknik penelitian dan pengumpulan data ini penulis
kemudian mengelola data-data dan bahan-bahan dan selanjutnya disajikan sesuai
dengan pembahasan skripsi ini
G. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam melakukan pemahaman atas isi dari skripsi
ini maka sistematika penulisan dilakukan secara teratur dan berkaitan satu sama
lainnya. Penulisan skripsi ini terdiri atas 5(lima) bab, dimana masing-masing bab

Universitas Sumatera Utara

23

terbagi atas beberapa sub bab,uraian singkat atas bab dan beberapa sub bab
tersebut diuraikan ,Adapun sistematika penulisan skripsi ini adalah:
BAB I:PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang Latar Belakang penulisan skripsi , rumusan masalah,
tujuan dan manfaat penelitian, keaslian penulisan, tinjauan kepustakaan, metode
penelitian, sistematika penulisan
BAB II: PENGATURAN UMUM MENGENAI BANK MENURUT UU NO 10
TAHUN 1998
Bab ini menguraikan tentang pengertian bank, asal-usul dan jenis bank, sejarah
bank dan jenis-jenis bank
BAB III. PENGATURAN HUKUM MENGENAI RAHASIA BANK
Bab ini menguraikan tentang pengertian rahasia bank, dasar hukum rahasia bank,
sanksi pelanggaran rahasia bank
BAB IV:MEKANISME HUBUNGAN NASABAH DAN RAHASIA BANK
Bab ini menguraikan tentang sekilas tentang Bank Agro, Bank Agro melindungi
nasabh dalam rangka menjaga keamanan rahasia bank, persoalan dan
pengecualian serta pihak yang dapat dimintakan pembukaan rahasia bank
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab penutup dimana menguraikan tentang kesimpulan dan
saran dari penulisan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara