Anda di halaman 1dari 40

TEKNIK OTOPSI

Kunthi Yulianti
Bag. Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal
FK UNUD/RSUP DENPASAR
SAMPEL PEMERIKSAAN
PENUNJANG TOKSIKOLOGI DAN
KIMIA DARAH
• Darah dari
jantung/ a.
femoralis
Pengambilan cairan empedu
• Humor vitreus
• Urine
• LCS
• Rambut
• Cairan empedu
Pengambilan Humor vitreus
• Isi lambung
TEKNIK IRISAN KULIT
• Secara umum
ada 2 teknik
irisan :
– Irisan I
– Irisan Y
VARIASI IRISAN Y
• Modifikasi
teknik irisan Y
EKSPLORASI RONGGA DADA
DAN PERUT
Diperiksa
dindingnya, tebal
otot dan tebal
lemak, adanya
cairan bebas,
perlekatan, tinggi
diaphragma, dll
PEMBUKAAN RONGGA KEPALA
DAN PEMERIKSAAN OTAK
• Di sarankan dibuka
terlebih dahulu
• Dgn membentuk sudut
lebih mudah unt
rekonstruksi
• Diperiksa kulit,
tulang, duramater,
permukaan otak,
circulus willisi
• Berat normal
otak ±1300 s/d
1450 gr
• Otak lebih baik
Potongan coronal
seperti Ct scan
direndam di
formalin 10%
sblm diiris
• Potongan
penampang otak
dapat coronal
Potongan Vertikal maupun vertikal
Seperti membuka buku
PENGANGKATAN ORGAN

TEKNIK OTOPSI ROKITANSKY TEKNIK OTOPSI GHON

TEKNIK OTOPSI VIRCHOW TEKNIK OTOPSI LETTULE


TEKNIK ROKITANSKY
• Teknik in situ

• Baik untuk kasus


penyakit menular 
pembatasan resiko
dan penyebaran

• Kurang baik untuk


otopsi forensik
TEKNIK VIRCHOW
• Satu persatu diangkat
kemudian diperiksa

• Kurang baik untuk otopsi


forensik karena tidak bisa
menjelaskan saluran luka
TEKNIK LETTULE
• Semua diangkat, di
letakkan atas meja
dengan sisi posterior di
ventral (in toto)

• Sulit bila tanpa asisten.

• Sangat baik untuk


mencari hubungan
organ, saluran luka dan
proses patologis
TEKNIK GHON
• Blok Thorax • Relatif lebih cepat
• Blok Intestinal dan mudah
• Blok Coeliac • Hubungan antar
• Blok Urogenital organ
dipertahankan.
• Baik untuk mencari
saluran luka pada
otopsi forensik
PEMERIKSAAN ORGAN
• Pemeriksaan lidah
dan organ leher.
• Posisi bagian
posterior
menghadap ventral
• Diperiksa dari
lidah ke bawah
Oesophagus digunting dari bagian distal ke
proksimal, kemudian diangkat untuk px
trachea
Trachea diperiksa setelah dinding
belakangnya digunting. kemudian paru-
paru dipisahkan dengan menggunting
pada hilus.
PEMERIKSAAN PARU-PARU
• Diperiksa
permukaanya,ukur
-annya, beratnya,
penampangnya
• Berat normal 350
s/d 450 gram
PEMERIKSAAN JANTUNG
• Diposisikan
anatomis, dipx
permukaan dan
beratnya.
• Px a. coronaria
dapat diiris atau
digunting
sepanjang
alirannya
PEMERIKSAAN A. CORONARIA
Diagram lumen arteria
coronaria :
 Lingkaran terluar :
dinding arteri, kedua
: lamina elastica,
warna hitam : lumen
arteri, warna putih
adalah atheroma.
IRISAN JANTUNG
• Potongan 3 cm di
atas apex,
kemudian secara
paralel kurang
lebih tiap 1 cm ke
arah proksimal
sampai kurang
metode ventricular slicing lebih 1 cm di
baik untuk melihat infark bawah lingkar
katup ventrikel.
Pembukaan sepanjang aliran
darah

a) Potongan 3 cm di atas apex.


b). Pembukaan atrium kanan.
c). Pembukaan ventrikel kanan.
d). Pemotongan dinding depan ventrikel kanan
sampai ke arteria pulmonal
a). Pembukaan atrium kiri
b). Pembukaan ventrikel kiri.
c). Pemotongan dinding ventrikel kiri
sampai ke aorta.
UKURAN RATA-RATA JANTUNG
Pria Wanita

Berat badan 50 Kg Berat jantung 276 gram Berat jantung 243


gram
Berat badan 100 Kg Berat jantung 391 gram Berat jantung 326
gram
Panjang badan 150 cm Berat jantung 283 gram Berat jantung 254
gram
Lingkar katup mitral 9,5 cm 8,6 cm
Lingkar katup trikuspidal 11,5 cm 10,5 cm
Lingkar katup aorta 6,7 cm < 60 th 6,3 cm < 60 th
8,3 cm > 60 th 7,6 cm > 60 th
Lingkar katup pulmonal 6,6 cm < 60 th 6,2 cm < 60 th
7,3 cm > 60 th 7,1 cm > 60 th
Tebal otot ventrikel kiri 1,5 cm 1,5 cm
Tebal otot ventrikel kanan 0,5 cm 0,5 cm
Tebal otot atrium 0,3 cm 0,3 cm
Pemeriksaan lumen usus di gunting
sepanjang sisi antimesenteric
PEMERIKSAAN HEPAR
• Berat hepar orang
dewasa normal
sekitar 1300 s/d
1500 gram
• Kandung empedu
diperiksa adanya
penyumbatan
LIMPA
• Berat normal antara
Irisan vertical 155 s/d 195 gram.
• Diperiksa
permukaan, hilus
• Sblm diiris bila perlu
ambil specimen
untuk mikrobiologi
PANCREAS
• Beratnya kurang
lebih 100 gram
• Penampangnya
dibuat dengan
melakukan irisan
sagital dari caput
ke cauda atau satu
irisan tebal untuk
melihat
parenkimnya
LAMBUNG
• Diperiksa permukaan
lambung, isi lambung dan
mukosa.
• Permukaan luar dibasuh
dgn air, digunting
sepanjang curvatura
mayor, isi lambung dpt
dikeluarkan dan ditampung
dlm wadah yang bersih.
GINJAL
• Ukuran ginjal dws
normal 11x6x3cm,
±berat 150 gram.
• Capsula adiposa &
capsula renalis
dilepas Permukaan
diperiksa, kista.
• Diiris untuk
melihat struktur
cortex, medula,
pyelum.
GENETALIA WANITA
• Diambil keseluruhan cervix, ovarium, tuba, uterus.
• Uterus dws normal 10x6x4cm, ±70 gr.
• Ovarium sebelum menopause 3x1,5x1cm, ±10 gram
GENETALIA PRIA
• Pemeriksaan dari
ekternal sampai
internal. Penis,
scrotum, prostat,
kadang diperlukan
pemeriksaan testis.
TEKNIK OTOPSI KASUS
TERTENTU
• Pada kasus-kasus
tertentu diperlukan
pemeriksaan yang
berbeda dari yang
biasa. Diperlukan
keterampilan dan
beberapa modifikasi
teknik otopsi.
KEKERASAN PADA DAERAH LEHER
• Dgn irisan Y tinggi
atau I, agar dapat
membuka lapis
perlapis.
• Yang dibuka : kepala
 ambil otak, dada 
ambil jantung baru
buka leher lapis
perlapis
• Kegunaan untuk
mengurangi artefak
Pneumothrax
• Kulit dada dibuka
sebagian  buat
kantung
• Diisi air  ditusuk
 + gelembung
udara
PEMERIKSAAN GETAH PARU
• Saat paru masih ada di rongga dada
• Dgn sarung tangan dan skalpel baru,
buat irisan dangkal di permukaan
anterior paru kedalaman ± 0,5 cm,
panjang 2-3 cm.
• Peras cairan paru dgn menggunakan
ujung skapel, teteskan pada objek
glass
• Dibuat lagi dibeberapa tempat
DOCIMACIA PULMONUM HYDROSTATICA

• Tes apung paru pada kasus jenazah


orok
• Untuk menentukan paru sudah
mengembang karena bernafas
• Masukan blok lidah, organ leher dan
dada
• Positif bila mengapung
• Positif palsu : busuk, resusitasi
DOCIMACIA PULMONUM HYDROSTATICA
SETELAH PEMERIKSAAN
• Mengembalikan organ dan menutup
tubuh jenazah
• Mengirim sampel jaringan
• Menentukan sebab kematian

• Membuat laporan tertulis


• Persiapan memberikan keterangan
ahli di sidang