BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sekelompok sel yang memiliki
mikrofilamen aktin dan miosin sehingga mampu berkontraksi. Dalam perkembangannya jaringan
otot berasal dari lapisan mesoderm (lapisan tengah) pada masa gastrulasi. Aktin dan miosin
merupakan protein kontraktil yang ketika dirangsng maka akan berkontraksi. Hasil kontraksi
yang ditimbulkan oleh aktin dan miosin menyebabkan organ yang disusun oleh jaringan otot
dapat bergerak. Diperlukan energi yang cukup besar untuk menghasilkan kontraksi aktin dan
miosin yang diperoleh dari hasil respirasi sel (Campbell, 2016).
Sel otot disebut juga sebagai serat-serat otot. Serat otot mengandung filamen (benang)
aktin dan myosin yang merupakan protein kontraktil yang memungkinkan otot dapat memanjang
dan memendek. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif. jaringan otot tersusun atas sel-sel
membujur dengan inti yang sangat jelas batas-batasnya dan myobril (Yunaidi, 2015).
Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi untuk alat gerak, menyimpan
glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos otot jantung dan otot rangka. Otot
polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong.Cara
kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak)/ involuntary, memiliki satu nukleus yang terletak
di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti: lambung dan usus.
(Campbell, 2016).
Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan
jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Sel otot memiliki struktur filamen dalam
sitoplasma, bentuk selnya memanjang agar dapat melangsungkan perubahan sel menjadi pendek.
Selain itu, dibalik mekanisme otot yang secara eksplisit hanya merupakan gerak mekanik itu,
terjadilah beberapa proses kimiawi dasar yang berseri demi kelangsungan kontraksi otot
(Kimball, 2016).
1.2. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam bentuk dan letak sel penyusun
jaringan otot.
Universitas Sriwijaya
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Jaringan Otot
Jaringan otot (muscle tissue) terdiri atas sel-sel yang disebut serabut otot, yang mampu
berkontraksi ketika dirangsang oleh implus saraf. Tersusun dalam susunan parallel didalam
sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil
aktin dan myosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan,
dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam
suatu hewan yang aktif (Campbell, 2003).
Jaringan otot merupakan kumpulan dari sel sel yang serabut otot. Selama perkembangan
embrionik, serabut otot dibentuk melalui peleburan ekor dengan ekor dari banyak sel menjadi
struktur yang seperti pipa, serta dalam sel serabut otot ini terdapat unit kontaksi berupa protein
yang trerdiri atas miofibril-miofibril. Miofibril ini merupakan kumpulan dari lapis tebal (miosin)
dan lapis tipis (aktin) (Subowo, 2016).
Jaringan otot memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan letaknya pada tubuh.
Terdapat tiga jenis jaringan otot pada mamalia yaitu otot rangka (otot lurik), otot polos (tidak
lurik), dan otot jantung (semi lurik). Otot polos dan jantung (kardiak) berkontraksi tanpa sadar
dan tidak dapat diintervensi secara sadar. Jenis-jenis otot tersebut kemungkinan berinteraksi
dengan sistem saraf pusat dan menerima impuls dari persarafan yang mengendor atau aktivasi
hormon endokrin. Otot lurik atau otot rangka hanya berkontraksi jika dipengaruhi oleh sistem
saraf pusat. Gerak refleks adalah contoh gerakan otot rangka secara tidak sadar, namun tak
satupun gerak tersebut yang timbul dari aktivasi sistem saraf pusat (Suryani, 2016).
2.2. Macam-macam Jaringan Otot
2.2.1. Otot Lurik
Nama lain otot lurik adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini
melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh
saraf sadar. Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis
gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain
dari otot lurik adalah otot bergaris melintang. Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila
Universitas Sriwijaya
menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar.
Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras
(Subagyo, 2015).
2.2.2. Otot Rangka
Massa sebuah otot rangka tersusun dalam berkas-berkas teratur yang dikelilingi oleh
suatu sarung eksternal jaringan. Penyambung pada yang disebut epimisium. Dari epimisium
terbentuk septum tipis jaringan penyambung yang berjalan kedalam dan mengelilingi berkas-
berkas serabut didalam suatu otot. Septum tersebut dinamkan perimisium. Berkas serabut yang
dibungkus oleh perimisium disebut fasikulus. Setiap serabut otot dikelilingi oleh suatu lapisan
jaringan penyambung lonngar. Otot rangka bertanggung jawab atas gerakan yang Anda lakukan.
Otot rangka melekat pada tulang Anda dan sebagian dikendalikan oleh sistem saraf pusat (SSP).
(Adnan, 2017).
2.2.3. Otot Polos
Otot polos (smooth muscle), dinamai demikian karena otot ini tidak memilki penampang
berlurik, ditemukan dalam dinding saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ internal
lainnya. Sel-sel itu berbentuk gelendon. Otot polos berkontraksi lebih lambat dibandingkan
dengan otot rangka, tetapi dapat berkontraksi dalam waktu yang lebih lama. Dikontrol oleh
jaringan saraf yang berbeda dari saraf yang mengontrol oto rangka, otot polos bertanggung jawab
atas aktivitas tubuh tidak sadar, seperti gerakan lambung atau penyempitan arteri (Campbell,
2015).
2.2.4. Otot Jantung
Otot jantung adalah unik karena menunjukkan beberapa fitur dari otot rangka dan
beberapa fitur dari otot polos. Sesuai namanya, otot jantung adalah otot yang membentuk
dinding jantung. Otot jantung mirip dengan otot rangka dalam bahwa lurik dan multinucleate,
dan mirip dengan otot polos dalam inti atom adalah pusat terletak dan banyak sel diperlukan
untuk rentang panjang otot. Ini berbeda dari kedua otot rangka dan otot polos dalam bahwa
cabang sel-sel dan bergabung satu sama lain melalui interkalat cakram. Interkalat disc
memungkinkan komunikasi antara sel-sel sehingga ada kontraksi berurutan dari sel-sel dari dasar
ventrikel ke atas, memfasilitasi maksimal ejeksi darah dari ventrikel selama kontraksi. Hal ini
terjadi dengan keluar gugup persarafan untuk setiap sel atau kelompok sel (Adnan, 2017).
Universitas Sriwijaya
Jaringan otot atau biasa disebut otot telah dijumpai mulai dari invertebrata sampai
vertebrata. Otot merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. Hampir setengah dari keseluruan
berat tubuh manusia disumbang oleh otot. Jaringat otot seperti jaringan yang lain memiliki sifat
pekah terhadap rangsangan (sifat iritabilitas), mampu merambatkan impuls (sifat konduktivitas),
mampu melaksanakan metabolism dan mampu membelah diri. Sifat jaringan otot yang khas
adalah kemampuannya untuk berkontraksi (sifat kontraktilitas) yang tinggi. Sifat kontraktilitas
disebabkan sel-sel otot memiliki protein kontraktil, yaitu aktin dan myosin (Yunadi, 2017).
Pada mamalia dapat dibedakan tiga jenis jaringan otot berdasarkan sifat-sifat
morfologinya dan fungsinya. Otot polos terdiri dari kumpulan sel fusiformis, yang didalam
mikroskop cahaya tidak memperlihatkan lempeng-lempeng terang dan gelap. Proses
pengendalian mereka lambat dan tidak dibawa pengendalian kemampuan sadar. Otot rangka
terdiri dari berkas-berkas sel selindris sangat panjang yang berinti banyak yang memperlihatkan
lempeng-lempeng terang dan gelap. Kontraksi mereka cepat, kuat, dan dibawa pengendalian
kemauan yang disadari. Otot jantung juga memperlihatkan lempeng-lempeng terang dan gelap
dan terdiri dari sel individual yang panjang atau bercabang-cabang yang berjalan sejajar satu
sama lain. Pada tempat perhubungan ujung ke ujungterdapat diskus interkalaris, struktur yang
hanya ditemukan dalam otot jantung. Kontraksi otot jantung tidak dibawa pengaruh kemauan
secara sadar, kontraksinya kuat, dan berirama (Umar, 2016).
Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut miofibril. Adanya myofibril
menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot
yaitu otot lurik pada penampang melintang otot lurik, tampak tersusun sebagai pita-pita yang
sejajar, inti banyak dan terletak pada bagian perifer atau tepi dibawa sarkolema (membran
plasma). Miofibril otot lurik mengandung keeping gelap dan terang bergantian yang tampak
sebagai garis-garis gelap dan terang. Diantara serabut otot terdapat jarinagn ikat longgar yang
disebut endomisium (Yusminah, 2017).
Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut myofibril. Adanya myofibril
menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot
yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Pada penampang melintang otot lurik, tampak
tersusun sebagai pita-pita sejajar, inti banyak dan terlatak pada bagian perifer dibawah
sarkolema. Myofibril otot lurik mengandung keping gelap dan terang secara bergantian yang
tampak seperti garis-garis gelap dan terang (Adnan, 2017).
Universitas Sriwijaya
BAB 3
METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum kali ini dilakukan pada tanggal 21 Februari 2020 pada jam 13.30 di laboratorium
struktur hewan.
3.2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis, kertas catatan, mikroskop.
Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah preparat awetan jaringan otot.
3.3. Cara Kerja
Siapkan mikroskop yang akan digunakan dan pastikan dalam kondisi baik, letakkan preparat
jaringan otot yang akan diamati, atur penerangan pada mikroskop, diamati dan gambar hasil serta
beri keterangan.
Universitas Sriwijaya
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.1. Cardiac Rattus rattus
klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muridae
Genus : Rattus
Spesies : Rattus rattus
Keterangan
1. Membran sel
2. Lumen
3. Sitoplasma
Deskripsi :
Cardiac Rattus rattus merupakan jaringan otot. Di Cardiac Rattus rattus ditemukan
nukleus yang berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh kegiatan sel atau menjadi pusat kegiatan
sel, ada pula serabut otot yang berfungsi untuk menghubungkan sel otot polos yang satu dengan
yang lain serta membungkus atau melapisi seluruh permukaan sel. Terdapat pula cakram
berinterkalar, inilah yang membedakan antara otot jantung dan jaringan yang lainnya. Cakram
berinterkalar pada otot jantung yang berdekatan yang berfungsi untuk memperkuat perlekatan
otot. Jaringan otot ini bersifat involunter yang terletak di dinding organ-organ dalam tubuh
(Cormark 2015).
Universitas Sriwijaya
4.1.2. Striated Muscle
klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Craniata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Homonidae
Genus : Homo
Spesies : Homo sapiens
Keterangan
1. Membran sel
2. Lumen
3. Sitoplasma
Deskripsi :
Striated muscle manusia, di dalam preparat ini juga terdapat otot lurik atau otot rangka.
Di Striated muscle terdapat adanya nukleus yang berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh
kegiatan sel, ada pula endomesium yang merupakan serabut-serabut yang berfungsi sebagai
pembungkus seluruh permukaan, dan miofibril yang berfungsi menyebabkan serabut-serabut otot
memiliki kemampuan untuk berkontrksi dan menanggapi rangsangan. Otot ini bekerja dibawah
kesadaran manusia atau dalam kata lain aktifitasnya dapat dikontrol (Soelowo, 2017).
Universitas Sriwijaya
4.1.3. Intestinum kambing
klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Ungulata
Famili : Bovidae
Genus : Capra
Spesies : Capra aegragus
Keterangan
1. Membran sel
2. Lumen
3. Sitoplasma
Deskripsi :
Intestinum kambing termasuk usus halus. Usus halus itu terbagi atas 3 bagian, yaitu
duidenum, jejunum dan ileum. Duidenum merupakan bagian yang pertama dari usu halus.
Jejunum dengan jelas dapat dipisahkan dengan duidenum. Jejunum bermula kira - kira pada
posisi dimana mesenteri mulai kelihatan memanjang (pada duodenum mesenterinya pendek).
Ileum merupakan bagian yang berhubungan dengan sekum dan kolon pada ruminansia. Panjang
usus halus kambing 17.65 m dan domba 22.2 m (Naim dan Frandson 2015).
Universitas Sriwijaya
4.1.4. Lingua / Otot marmut
klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Famili : Cavidae
Genus : Cavia
Spesies : Cavia cobaya
Keterangan
1. Membran sel
2. Lumen
3. Sitoplasma
Deskripsi :
Lingua di definisikan sebagai organ pada dasar mulut yang terdiri dari kumpulan otot-otot
dan bisa digerakkan. Organ ini secara khusus berperan sebagai indera pengecap dan membantu
proses mastikasi/mengunyah, menelan, dan fungsi artikulasi dari suara. Penggunaan istilah ini
banyak digunakan dalam ilmu anatomi. Lingua membantu mengaduk makanan di dalam rongga
mulut, membantu membersihkan mulut ,membantu bersuara ,membantu mendorong makanan
pada waktu penelanan, dan sebagai indra pengecap. Lingua atau lidah terdiri atas otot serta
melintang dan dilapisi selaput lender. Otot lingua atau lidah dapat digerakkan kesegala arah
(Aryulina, et al.,2015).
Universitas Sriwijaya
4.1.5 Otot Jantung
klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Homonidae
Genus : Homo
Spesies : Homo sapiens
Keterangan
1. Membran sel
2. Lumen
3. Sitoplasma
Deskripsi :
Otot jantung adalah otot yang membentuk dinding jantung. Jaringan otot ini hanya
terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Jaringan otot jantung berbentuk silindris
memanjang serta bercabang memiliki percabangan yang membedakannya dengan otot-otot yang
lain. terdapat discus intercalaris yang merupakan batas sel yang berbentuk gerigi-gerigi antara sel
otot jantung yang berdekatan. dengan inti selnya terletak di bagian tengah, Otot jantung bekerja
secara tidak sadar (involunter) sehingga lambat terhadap rangsang serta namun memilki
keistimewaan yaitu tidak mudah lelah. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar
jantung (Hayati, 2015).
Universitas Sriwijaya
4.2.Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di Laboratorium Fisiologi Hewan,
terhadap beberapa preparat awetan yang telah disediakan, diketahui bahwa preparat yang
digunakan dalam praktikum ini adalah preparat Cardiac Rattus rattus, Striated Muscle,
Intestinum kambing, Lingua / otot marmut, otot jantung.Pengamatan pertama yaitu pada preparat
Cardiac Rattus rattus, dimana pada preparat ini terdapat jaringan otot jantung. Menurut Cormack
(2015), Pada preparat ini juga ditemukan nukleus yang berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh
kegiatan sel atau menjadi pusat kegiatan sel, ada pula serabut otot yang berfungsi untuk
menghubungkan sel otot polos yang satu dengan yang lain serta membungkus atau melapisi
seluruh permukaan sel. Terdapat pula cakram berinterkalar, inilah yang membedakan antara otot
jantung dan jaringan yang lainnya. Cakram berinterkalar pada otot jantung yang berdekatan yang
berfungsi untuk memperkuat perlekatan otot. Jaringan otot ini bersifat involunter yang terletak di
dinding organ-organ dalam tubuh.
Pengamatan kedua yaitu pada preparat Striated Muscle dimana pada preparat ini terdapat
jaringan otot lurik. terlihat adanya nukleus (inti sel) fungsinya sama saja dengan inti-inti sel yang
ada pada otot yang lain yakni inti sel ini berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh kegiatan sel,
atau berfungsi untuk mengatur semua kegiatan sel dan menjadi pusat semua kegiatan sel.
Endomesium merupakan serabut-serabut yang berfungsi untuk menghubungkan sel otot jantung
yang satu dengan yang lain dan membungkus atau melapisi seluruh permukaan sel. Bagian sel
otot lurik ini terlihat berada dibagian atas sehingga secara umumnya. Jadi, intinya endomisium
itu berfungsi untuk melindungi jaringan yang ada dibawahnya, dan miofibril yang berfungsi
menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi dan menanggapi rangsangan
(Hayati, 2015).
Pengamatan ketiga yaitu pada preparat Intestinum kambing termasuk usus halus. Pada
praktikum didapat membran sel,lumen dan sitoplasma dimana bagian-bagian tersebut memiliki
fungsi dan letak yang berbeda. Usus halus itu terbagi atas 3 bagian, yaitu duidenum, jejunum dan
ileum. Duidenum merupakan bagian yang pertama dari usu halus. Jejunum dengan jelas dapat
dipisahkan dengan duidenum. Jejunum bermula kira - kira pada posisi dimana mesenteri mulai
kelihatan memanjang (pada duodenum mesenterinya pendek). Ileum merupakan bagian yang
Universitas Sriwijaya
berhubungan dengan sekum dan kolon pada ruminansia. Panjang usus halus kambing 17.65 m
dan domba 22.2 m (Naim dan Frandson 2015).
Pengamatan keempat yaitu pada preparat striated muscle manusia, di dalam preparat ini
juga terdapat otot lurik atau otot rangka. Menurut Soelowo (2003), Pada preparat ini juga
terlihat adanya nukleus yang berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh kegiatan sel, ada pula
endomesium yang merupakan serabut-serabut yang berfungsi sebagai pembungkus seluruh
permukaan, dan miofibril yang berfungsi menyebabkan serabut-serabut otot memiliki
kemampuan untuk berkontrksi dan menanggapi rangsangan. Otot ini bekerja dibawah kesadaran
manusia atau dalam kata lain aktifitasnya dapat dikontrol.
Pengamatan kelima yaitu pada preparat lingua Cavia cabaya, di dalam preparat ini
terdapat otot lurik atau otot rangka. Menurut Suryani (2013), Pada preparat ini terlihat adanya
nukleus yang berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh kegiatan sel, ada pula endomesium yang
merupakan serabut-serabut yang berfungsi sebagai pembungkus seluruh permukaan, dan
miofibril yang berfungsi menyebabkan serabut-serabut otot memiliki kemampuan untuk
berkontrksi dan menanggapi rangsangan. Otot ini bekerja dibawah kesadaran manusia atau
dalam kata lain aktifitasnya dapat dikontrol. Sel dari otot ini berbentuk silindris memanjang dan
kedua ujungnya bercabang, memiliki satu nukleus dibagian tengah selnya, serta serabut halus
yang melintang tidak jelas.
Pengamatan terakhir yaitu pada preparat otot jantung dimana pada preparat ini terdapat
jaringan otot jantung. Menurut Cormack (1998), Pada preparat ini juga ditemukan nukleus yang
berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh kegiatan sel atau menjadi pusat kegiatan sel, ada pula
serabut otot yang berfungsi untuk menghubungkan sel otot polos yang satu dengan yang lain
serta membungkus atau melapisi seluruh permukaan sel. Terdapat pula cakram berinterkalar,
inilah yang membedakan antara otot jantung dan jaringan yang lainnya. Cakram berinterkalar
pada otot jantung yang berdekatan yang berfungsi untuk memperkuat perlekatan otot. Jaringan
otot ini bersifat involunter yang terletak di dinding organ-organ dalam tubuh.
Otot jantung,Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung.
Jaringan otot jantung berbentuk silindris memanjang serta bercabang memiliki percabangan yang
membedakannya dengan otot-otot yang lain. Menurut Hayati (2015),pada otot jantung terdapat
discus intercalaris yang merupakan batas sel yang berbentuk gerigi-gerigi antara sel otot jantung
yang berdekatan. dengan inti selnya terletak di bagian tengah, Otot jantung bekerja secara tidak
Universitas Sriwijaya
sadar (involunter) sehingga lambat terhadap rangsang serta namun memilki keistimewaan yaitu
tidak mudah lelah. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.
BAB 5
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.Berdasarkan strukur sel penyusunannya, jaringan otot dibedakan menjadi otot polos, otot
rangka, dan otot jantung.
2.Otot polos terdapat pada intestinum Mus musculus, pulmo Rattus rattus dan liver Homo
sapiens.
3.Otot lurik terdapat pada lingua Cavia cobaya dan cardiac mucle Homo sapiens.
4.Otot jantung terdapat pada cardiac Rattus rattus.
5.Jaringan otot terdapat pada suatu organ tergantung dengan fungsi masing-masing organ
tersebut.
Universitas Sriwijaya
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N . A . 2003 . Biologi Jilid II . Erlangga : Jakarta.
Comarck, D . 1998 . Ham Histologi . Binarupa Aksara : Jakarta.
Hala, Yusminah . 2007 . Biologi Umum 2 . Makassar : UIN Alauddin Press.
Kimball, John . W . 1991 . Biologi Jilid 3 . Jakarta : Erlangga.
Subowo . 2002 . Histologi Umum Edisi ke 2 . Jakarta : Sagung Seto.
Soelowo, et al . 2003 . Fisiologi Manusia . Malang : FMIPA-UM.
Universitas Sriwijaya