Anda di halaman 1dari 15

RINGKASAN

Secara teknis, media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar.


Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna keaktifan, yakni sebagai
penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain. Menurut Herman bahwa media
adalah segala alat Bantu atau pelengkap yang dapat digunakan untuk mambantu
dalam memperlancar, memperjelas menyampaikan konsep, ide, pengertian atau
materi pelajaran dalam kegiatan belajar mangajar baik dilakukan diluar ataupun
didalam kelas. Menurut Rochman Natawidjaya media adalah alat bantu atau
pelengkap yang digunakan oleh guru dalam berkomunikasi dengan siswa. Media
dapat berupa benda maupun prilaku. Benda dapat berupa benda langsung ,seperti:
daun-daunan, bunga, pensil. Dapat juga berupa benda tiruan, seperti: bola
dunia,gajah-gajahan,dan dapat juga benda-benda tidak langsung seperti papan
tulis, kapur, tape recorder, film dll. Semua itu bukan dimaksudkan untuk
mengganti guru mengajar tetapi merupakan pelengkap dan membantu guru dalam
mengajar serta membantu siswa dalam efektifitas pembelajaran didalam kelas. Ini
berarti bahwa media merupakan peranan yang sangat penting dalam
pembelajaran. media adalah perantara atau pengantar pesan. Salah satunya
diterapkan oleh penerapan dan penggunaan metode serta medi pembelajaran,
merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perhatian dan minat,
sehingga terjadi proses belajar mengajar.

1
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Media pembelajaran merupakan suatu alat atau perantara yang berguna


untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan
komunikasi antara guru dan siswa. Hal ini sangat membantu guru dalam mengajar
dan memudahkan siswa menerima dan memahami pelajaran. Proses ini
membutuhkan guru yang mampu menyelaraskan antara media pembelajaran dan
metode pembelajaran. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar juga dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru bagi siswa,
membangkitkan motivasi belajar, dan bahkan membawa pengaruh psikologis
terhadap siswa. Selain dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, pemakaian
atau pemanfaatan media juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap
pelajaran. Media yang dimanfaatkan memiliki posisi sebagai alat bantu guru
dalam mengajar. Misalnya grafik, film, slide, foto, serta pembelajaran dengan
menggunakan komputer. Gunanya adalah untuk menangkap, memproses, dan
menyusun kembali informasi visual dan verbal. Sebagai alat bantu dalam
mengajar, media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret, motivasi
belajar, mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa.

Kurangnya motivasi siswa untuk belajar IPS dikarenakan kurang


kreatifnya guru dalam mengajar. Selain itu, kurangnya media pembelajaran juga
menjadi salah satu faktor yang membuat rendahnya motivasi belajar siswa.
Rendahnya motivasi siswa dalam belajar IPS serta rendahnya minat siswa untuk
membaca kembali pelajaran yang telah dipelajari juga berdampak terhadap hasil
belajarnya.
Dalam menyampaikan pelajaran IPS diperlukan media pembelajaran.
Media pembelajaran IPS ini berupa multimedia. Multimedia ini berguna sebagai
pengantar/perantara pesan guru kepada penerima pesan yaitu siswa. Media
pembelajaran atau multimedia pembelajaran ini sangat diperlukan dalam

2
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat serta motivasi belajar siswa
sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Multimedia
pembelajaran ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan interaksi
belajar mengajar. Dalam hal ini guru juga diharapkan agar sedapat mungkin
memperbanyak pengkajian dan pendalaman konsep dasar ilmu-ilmu sosial untuk
menginovasikan materi pembelajaran IPS sehingga proses belajar mengajar akan
lebih menarik dan siswa belajar akan lebih antusias.

2. Rumusan Masalah
a. Apa itu media?
b. Apakah tujuan penggunaan media?
c. Faktor-faktor apa saja yang dapat membangkitkan minat belajar siswa?
d. Bagaimana pengaruh media terhadap hasil belajar?

3. Tujuan
a. Untuk mengetahui apa itu media.
b. Menjelaskan tujuan penggunaan media.
c. Mengetahui faktor-faktor yang membangkitkan minat belajar siswa.
d. Untuk mengtahui pengaruh media terhadap hasil belajar.

4. Manfaat

Penulisan karya tulis ilmiah ini diharapkan memiliki manfaat, antara lain:

a. Manfaat keilmuan,yakni dapat menambah dan memperkaya bahan kajian.


b. Manfaat untuk para guru, yaitu sebagai sumbangan pemikiran khalayak
dalam usaha meningkatkan minat siswa pada pembelajaran IPS.

3
BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN

A. Uraian Permasalahan

Dalam memanfaatkan media pembelajaran banyak sekali permasalahan


yang dihadapi oleh guru. Bahkan menurut sebahagian guru menggunakan media
pembelajaran akan menambah beban guru, hal ini karena mereka tidak mampu
menggunakan media tersebut. Kemudian pada kenyataannya di lembaga
pendidikan formal banyak di jumpai kurang kreatifnya guru dalam membuat
media pembelajaran yang dikembangkan sendiri. Sehingga banyak dijumpai guru
yang menggunakan metode ceramah saja dalam mengajar tanpa didamping
dengan media yang mendukung.

Selain itu, pada lembaga pendidikan tertentu belum semua guru yang ada
di sekolah memanfaatkan sumber belajar secara optimal. Masih banyak guru yang
mengandalkan cara mengajar dengan paradigma lama, dimana guru merasa satu-
satunya sumber belajar bagi peserta didik, inilah yang terjadi pada kebanyakan
guru-guru di Indonesia. Di mana sumber belajar yang sudah tersedia (learning
resources by utilization), juga belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran. Padahal banyak sumber belajar yang dapat dimanfatkan oleh guru
guna membantu proses pembelajarannya. Di samping memanfaatkan sumber
belajar yang ada, guru dituntut untuk mencari dan merencanakan sumber belajar
lainnya baik hasil rancangan sendiri ataupun sumber yang sudah ada di sekililing
sekolah dan masyarakat. Akibat masih banyaknya guru yang kurang berminat
menggunakan media pembelajaran akan berdampak pada pola pembelajaran yang
monoton dan menjenuhkan.

Pada lembaga pendidikan banyak terdapat sejumlah media pembelajaran


yang kurang optimal keadaannya, seperti; jumlah dan komponennya kurang,
kualitasnya buruk, dan media yang tidak mudah didapat/diakses. Hal ini juga,
yang menyebabkan ketidak tertarikan pendidik dan peserta didik terhadap media

4
yang tersedia. Hal ini di tunjukkan dengan sikap pendidik dan peserta didik yang
tidak semangat untuk melakukan proses belajar mengajar jika menggunakan
media pembelajaran yang tersedia. Sehingga apabila media tersebut dipaksakan
untuk digunakan mengakibatkan siswa tidak akan tertarik pada media yang sama
di kemudian hari. Dan pada akhirnya tujuan pembelajaran yang seharusnya
dilakukan secara efisien dan efektif tidak berjalan dengan baik.

Selain itu, ketidak tertarikan siswa terhadap pemanfaatan media tidak


hanya berasal dari keadaan media itu sendiri, akan tetapi berasal dari bagimana
pendidik dalam mengolah materi pembelajaran untuk disampaikan melalui media
terebut. Karena, satu media tertentu belum tentu cocok digunakan untuk semua
materi pembelajaran. Kecocokan antara materi pembelajaran dengan media belum
tentu akan menghasilkan proses pembelajaran yang baik apabila pendidik tidak
menyampaikan materi melalui media pembelajaran dengan baik pula. Karena itu,
kadang kala peserta didik akan merasa kurang tertarik untuk memanfaatkan media
pembelajaran karena membutuhkan proses lama untuk mencerna materi
pembelajaran.

Dari beberapa problem pemanfaatan media pembelajaran yang sering


dihadapi oleh guru sebagai pendidik, maka perlu kiranya penanggulangan yang
intensif agar media pembelajaran yang tersedia dapat membantu tercapainya
tujuan pembelajaran yang di sampaikan oleh guru.

B. Informan / Subjek Penelitian

Informan dalam penelitian ini adalah seorang guru kelas 4 SD.

C. Assesment Data

Pengumpulan data penelitian dengan observasi atau pengamatan, dengan


observasi dilapangan peneliti akan lebih mampu memahami data dalam
keseluruhan situasi sosial, peneliti tidak hanya mengumpulkan data tetapi juga
memperoleh kesan-kesan pribadi, dan merasakan suasana situasi sosial yang
diteliti, dan peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan

5
terungkapkan oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitif atau ingin
ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.

6
BAB III

METODE PELAKSANAAN

A. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu


penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang dan prilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif juga
merupakan suatu pendekatan induktif untuk penyusunan pengetahuan yang
menggunakan riset dan menekankan subjektifitas serta arti pengalaman bagi
individu.

Metode penelitian ini dipilih oleh peneliti untuk mengungkapkan pendapat /


tanggapan seorang guru kelas mengenai kaitan motivasi orang tua terhadap hasil
belajar siswa.

B. Langkah Penelitian
1) Melakukan identifikasi subjek/partisipan penelitian dan lokasi penelitian
2) Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
3) Melangsungkan alur wawancara
4) Menuliskan hasil wawancara
5) Menentukan jenis data yang yang akan diperoleh
6) Mengembangkan dan menentukan instrumen/metode pengumpulan data

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang diambil dalam penelitian ini adalah


wawancara terhadap informan yang dibantu dengan pedoman interview berstandar
dalam bentuk pertanyaan open ended (terbuka).

Metode wawancara yang dilakukan adalah berstruktur. Wawancara ini


dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan (pandangan, kepercayaan,
pengalaman dan pengetahuan) secara lisan dari seseorang/informan tentang suatu
hal.

7
Selama proses wawancara, peneliti membuat catatan yang bertujuan untuk
menuliskan keadaan atau situasi saat berlangsungnya wawancara dan semua
respon non verbal yang ditunjukkan oleh informan.

8
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Analisa Pembahasan/Penyelesaian Masalah


1. Pengertian Media
Media adalah suatu bentuk juga saluran yang digunakan dalam proses
untuk menyajikan informasi. Media juga bisa diartikan sesuatu yang
mengantarkan atau meneruskan informasi antara sumber dan penerimanya.

2. Menjelaskan tujuan penggunaan media.


Secara umum tujuan penggunaan pembelajaran adalah membantu guru
dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi pelajaran kepada siswanya.
Agar pesan lebih mudah dimengerti, lebih menarik, dan lebih
menyenangkankepada siswa. Sedangkan secara khusus media pembelajaran
diguanakan dengan tujuan memeberikan pengalaman belajar yang berbeda
bervariasi sehingga merangsang minat siswa untuk belajar, menumbuhkan
siap dana keterampilan tertentu dalam bidang teknologi, menciptakan situasi
belajar yang tidak mudah dilupakan yang tidak mudah dilupakan oleh siswa,
untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif, dan untuk memberikan
motivasi belajar kepada siswa.

3. Mengetahui faktor-faktor yang membangkitkan minat belajar siswa.


a) Guru sebagai demonstrator, yaitu (a) menguasai bahan atau materi
pelajaran yang akan diajarkan, (b) harus belajar terus menerus
sehingga kaya dengan ilmu pengetahuan, dan (c) mampu dan terampil
dalam merumuskan standar kompetensi, memahami kurikulum,
memberikan informasi kepada kelas, memotivasi siswa untuk belajar,
dan menguasai serta mampu melaksanakan keterampilan-keterampilan
mengajar.
b) Guru sebagai pengelola kelas, yaitu (a) dapat memelihara fisik
kelasnya, (b) membimbing pengalaman-pengalaman siswa sehari-
hari kearah self directed behavior, dan (c) menyediakan kesempatan

9
bagi siswa untuk mengurangi ketergantungannya pada guru, dan (d)
mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan
hasil optimal, dan (e) mampu mempergunakan pengetahuan
teori belajar mengajar dan teori perkembangan.
c) Guru sebagai mediator dan fasilitator, yaitu (a) memiliki pengetahuan
dan pemahaman tentang media pendidikan, (b) memiliki keterampilan
memilih dan menggunakan serta mengusahakan media dengan baik,
(c) terampil mempergunakan pengetahuan berinteraksi dan
berkomunikasi, dan (d) mampu mengusahakan sumber belajar
yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses
belajar mengajar
d) Guru sebagai evaluator, yaitu (a) mampu dan terampil melaksanakan
penilaian, (b) terus-menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai
siswa dari waktu ke waktu, dan (c) dapat mengklasifikasikan kelompok
siswa yang pandai, sedang, kurang, atau cukup baik di kelasnya.
4. Pengaruh media terhadap hasil belajar
Penggunaan media sangat berpengaruh dalam meningkatkat minat dan
hasil belajar siswa. Siswa menjadi lebih tertarik dalam mengikuti
pembelajaran dan selama proses pembelajaran tidak jadi membosankan.
Siswa jadi lebih aktif dan semangat dalam melakukan pembelajaran.
B. Kekuatan Dan Kelemahan Penelitian
a. Kekuatan
1) Bisa memperoleh data yang banyak
2) Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah
pertanyaan baru
3) Bisa membangun hubungan sosial dengan responden

b. Kelemahan
1) Membutuhkan biaya besar jika yang diwawancara berada
dibeberapa daerah terpisah atau jauh.
2) Responden mungkin merahasiakan informasi yang diberikan

10
3) Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengurus surat izin
agar bisa turun kelapangan
4) Responden bisa menghentikan wawancara kapanpun.

11
BAB V

PENUTUP

1. Simpulan

Dapat disimpulkan bahwa media adalah sebuah bahasa yang digunakan


seorang guru untuk menyampaikan apa yang akan disampaikan kepada siswa
dengan menggunakan alat bantu agar apa yang disampaikan mudah dicerna dan
dipahami dengan baik oleh siswa.Hamalik mengungkapkan bahwa penggunaan
media pendidikan dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan
dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan belajar
dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain
membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pendidikan juga dapat
membantu siswa meningkatkan pemahaman, mengajukan data yag menarik dan
terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memudahkan informasi.Kegiatan
mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong
inisiatif, motivasi dan tanggung jawab kepada siswa untuk selalu menerapkan
potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan mengajar.Oleh sebab itu
diperlukan tingkat kekreatifan seorang guru untuk dapat menciptakan media yang
baik, sehingga apa yang akan disampaikan dapat tersampaikan dengan baik
kepada para siswanya, karena cara penyampaian media yang baik dapat
menimbulkan kegairahan atau perasaan senang untuk mempelajari apa yang
disampaikan guru. Sebaliknya cara penyampaian media yang tidak menarik
cenderung akan diabaikan oleh siswa. Sehingga tujuan-tujuan dari pengajaran itu
dapat tepat tersampaikan kepada siswa-siswa.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://dakir.wordpreaa.com/2009/12/03/pengaruh-media-dalam-proses-
pembelajaran/

http://www.google.co.id/url?q=download.portalgaruda.org.article.php%Farticle

13
LAMPIRAN BIODATA

Nama :Dra. Seriati Siregar S.Pd

Tempat/tanggal/lahir :Tembung, 03 November 1972

Alamat :Medan, Tembung, Pasar VII

14
DOKUMENTASI

15