Anda di halaman 1dari 5

BAHASA INDONESIA

KELOMPOK VII
MENULIS SURAT

Disusun Oleh:
1. Elisa Dwi Mahardini (40011019060022)
2. Nur Khofifah (40011019060037)
3. Dessy Gita Widiyanti (40011019060038)
4. Julita Diana Putri (4001109060046)
5. Sayyid Seno Aji (40011019060048)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


PSDKU PEKALONGAN
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2020
MENULIS SURAT

A. Pengertian dan Fungsi Surat


Surat merupakan salah satu sarana komunikasi tertulis. Dengan surat
seseorang bisa menyampaikan informasi kepada pihak lain. Informasi tersebut
dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, perintah, permintaan, atau laporan.
Fungsi surat diantaranya sebagai sarana komunikasi tertulis, wakil atau
duta penulis, pedoman pelaksanaan tugas, alat bukti/dokumen, dan alat
pengingat.
B. Syarat Surat yang Baik
1. Menggunakan bentuk surat standar, artinya penyususnanbagian-bagian
surat harus tepat sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
2. Menggunakan bahasa indonesia baku, artinya bahasa dalah surat harus
memperhatikan kaidah pemakaian ejaan, kaidah pilihan kata, dan kaidah
penyusunan kalimat.
3. Menyatakan isi surat dengan ringkas dan jelas agar penerima surat dapat
memahami isi surat secara tepat.
C. Bahasa Surat
1. Pemilihan Kata
Kata-kata yang dipilih hendaknya disampaikan secara langsung
agar dapat dipahami oleh pembaca. Untuk itu, kata-kata yang dipilih
dalam surat dinas harus memenuhi kaidah ketepatan, kebakuan,
keumuman, kehematan, dan kehalusan makna.
a. Ketepatan
Ketepatan pilihan kata biasanya berhubungan dengan kata yang
bersinonim. Kata yang sering ditemuidalam surat, misalnya kata minta
dan mohon, memperingatkan dan mengingatkan.
b. Kebakuan
Kata-kata yang digunakan untuk membuat kalimat harus baku.
Kata-kata baku dapat mendukung keresmian surat.
c. Keumuman
Dalam surat dinas hendaknya digunakan kata yang bersifat umum,
yaitu kata-kata ynag digunakan harus dimengerti oleh masyarakat luas.
d. Kehematan
Yang dimaksud kehematan adalah ekonomis dalam pemakaian
kata, artinya pemakaian kata yang tidak berlebihan, tidak bertele-tele,
atau tidak berbelit-belit.
e. Kehalusan makna
Yang dimaksud kehalusan makna adalah kata-kata yang digunakan
harus bernilai rasa halus atau santun.
2. Pennyusunan Kalimat
Agar pesan atau gagasan yang disampaikan dapat dengan mudah
dimengerti orang lain, kalimat dalam surat harus disusun secara efektif.
Kalimat yang efektif dapat mewakili maksud penyusunanya. Berikut
adalah syarat penyusunan kalimat efektif :
a. Kelengkapan makna, yang ditandai oleh adanya fungsi sintaksis yaitu
subjek dan predikat. Sedangkan objek dan pelengkap bergantung pada
predikatnya.
b. Kepaduan yang harmonis, dalam kalimat dibentuk melalui keserasian
hubungan ketatabahasaan.
c. Kalimat logis, yaitu kalimat yang dapat diterima akal ssehat, sesuai
penalaran.
3. Penyusunan Alinea
Alinea adalah sejumlah kalimat yang terssusun secara logis dan
sistemais dan mendukung satu ide pokok. Fungsinya untuk memudahkan
pembaca memahami isi surat. Dalam surat dinas alinea dibagi menjadi tiga
yaitu alinea pembuka, isi, dan penutup.
D. Jenis Surat
1. Menurut wujudnya: surat bersampul, kartu pos, warkat pos, telegram,
memo dan nota, dan surat tanda bukti.
2. Menurut pemakaiannya: surat pribadi, surat perintah, surat niaga, surat
sosial.
3. Menurut kegiatannya: surat intern, surat ekstern
4. Menurut sasaran yang dituju: surat pemberitahuan, surat peringatan,
surat pengaduan, surat penawaran, surat peringatan, dan lain-lain.
5. Menurut sifatnya: surat biasa, surat konfidensial, surat rahasia.
6. Menurut urgensi penyelesainnya: surat biasa, surat segera, surat kilat.
E. Bentuk Surat
Yang dimaksud bentuk surat adalah pola atau susunan letak bagian-
bagian surat. Dalam surat menyurat ada lima macam bentuk yaitu :
1. Bentu lurus penuh,
2. Bentuk lurus,
3. Bentuk setengah lurus,
4. Bentuk resmi indonesia lama,
5. Bentuk resmi indonesia baru.
F. Bagian-bagian Surat
1. Kepala surat atau kop surat
Berisi lambang, nama kantor, alamat, nomor telepon, nomor
kontak pos (jika ada), nama alamat kawat (jika ada) dan faksimale (jika
ada). Dalam surat niaga disebutkan juga alamat kantor cabang, nama
banker, dan jenis usaha.
2. Tanggal surat
Berisi tanggal, bulan, dan tahun pembuatan surat. Biasanya
diletakkan disebelah kanan bawah.
3. Nomor surat
Nomor surat menunjukkan urutan surat dikeluarkan oleh suatu
instansi, biasanya berisi kode dan tahun pembuatan
4. Lampiran
Lampiran di isi jika surat yang diirimkan disertai dengan berkas-
berkas lain.
5. Hal atau perihal
Hal atau perihal menunjukkan maksud atau tujuan dari pengiriman
surat itu sendiri.
6. Alamt tujuan
Alamat tujuan surat menunjukkan kepada siapa dan kemana surat
itu dikirim. Ada dua alamat surat yaitu alamat luar yang ada di amplop dan
alamat dalam yang tertulis dalam surat
7. Salam pembuka
8. Isi surat
9. Salam penutup
10. Pengirim surat
Berisi nama pengirim, dan tanda tangan pengirim. Biasanya dalam
surat dinas juga disertai nama jabatan dan nomir induk pegawai.
11. Tembusan
Tembusan berisi instansi mana saja yang mendapatkan tembusan
surat tersebut.