0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan14 halaman

Teorema Thevenin dan Norton dalam Rangkaian Listrik

1. Dokumen tersebut berisi penjelasan tentang contoh soal rangkaian listrik yang diselesaikan dengan menggunakan teorema Thevenin dan Norton. 2. Juga berisi penjelasan tentang transformasi dari rangkaian Delta ke rangkaian Y dan sebaliknya menggunakan metode Y ke Delta. 3. Diberikan pula contoh soal rangkaian listrik beserta penyelesaiannya dengan menggunakan transformasi Delta ke Y.

Diunggah oleh

SatrianiRahmayanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan14 halaman

Teorema Thevenin dan Norton dalam Rangkaian Listrik

1. Dokumen tersebut berisi penjelasan tentang contoh soal rangkaian listrik yang diselesaikan dengan menggunakan teorema Thevenin dan Norton. 2. Juga berisi penjelasan tentang transformasi dari rangkaian Delta ke rangkaian Y dan sebaliknya menggunakan metode Y ke Delta. 3. Diberikan pula contoh soal rangkaian listrik beserta penyelesaiannya dengan menggunakan transformasi Delta ke Y.

Diunggah oleh

SatrianiRahmayanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

TUGAS PENDAHULUAN
MATA KULIAH PENGUKURAN LISTRIK DASAR
SEMESTER GENAP 2018/2019

Kode Mata Kuliah/SKS : EL 306223/3


Kelas 1B – D4 Teknik Listrik

DEVI FITRIANA RAMLI


42118033
KELAS 1B – DIV Teknik Listrik
Dosen pembimbing :
- Sofyan, ST., MT (Pj)
- Sulhan Bone, S.ST., MT
- Ahmad Rosyid Idris, ST., MT
- Andriani Asri, ST., MT

PROGRAM STUDI D-4 TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR

2019
2

 Contoh penyelesaian soal dengan teorema Thevenin

Perhatikan gambar rangkaian berikut ini:

Tentukanlah berapa besar nilai arus yang mengalir melalui tahanan R2 (IR2)?

Jawab:

Langkah-langkahnya adalah:
 Tentukan titik terminal a-b dimana parameter ditanyakan. Pada rangkaian
gambar 1.6 titik terminal a-b dapat ditentukan di tahanan R 2. Maka komponen
R2 dilepaskan dan diganti dengan titik a-b.

 Sumber tegangan bebasnya diganti dengan rangkaian short circuit. Kemudian


mencari tahanan Theveninnya.
3

Rangkaian dibuat seperti Gambar 1.8. untuk memudahkan mencari tahanan


Theveninnya. Dapat diperoleh:

R1 . R3
RTh =
R1 + R3

4Ω . 1Ω
RTh = 4 Ω +1 Ω


= 5 Ω = 0,8 Ω

 Pasang kembali sumber tegangannya, kemudian hitung nilai tegangan


theveninnya.

Kita umpamakan tegangan pada titik terminal a-b dengan V1 > V2, maka dapat
diperoleh persamaan:
4

V1 – V 2
ITh =
R1 + R3

VTh = V1 – ITh . R1 atau VTh = V2 + ITh . R3

Maka ,

28 v – 7 v
ITh =
4Ω +1Ω

21 v
= = 4,2

VTh = 28 v – 4,2 A . 4 Ω atau VTh = 7 v + 4,2 A . 1 Ω

= 28 v – 16,8 v = 11,2 v = 7 v + 4,2 v = 11,2 v

 Gambarkan kembali rangkaian pengganti Theveninnya (rangkaian aktif) dan


pasang kembali komponen tahanan R2 yang tadi dilepas.

Rangkaian
Aktif

Maka dapat diperoleh besar nilai arus yang mengalir pada tahanan R2 (IR2),
yaitu:

V Th
IR2 =
R Th + R 2

11,2 v 11,2 v
IR3 = = =4
0,8 Ω +2 Ω 2,8 Ω

 Contoh penyelesaian soal dengan teorema Norton


5

Perhatikan gambar rangkaian berikut ini:

Tentukanlah berapa besar nilai arus yang mengalir melalui tahanan R2 (IR2)?
Jawab:

Langkah-langkahnya adalah:
1. Tentukan titik terminal a-b dimana parameter ditanyakan. Pada rangkaian
gambar 1.6 titik terminal a-b dapat ditentukan di tahanan R 2. Maka komponen
R2 dilepaskan dan diganti dengan titik a-b.

2. Sumber tegangan bebasnya diganti dengan rangkaian short circuit. Kemudian


mencari tahanan Nortonnya.
6

Rangkaian dibuat seperti Gambar 2.9. untuk memudahkan mencari tahanan


Nortonnya. Dapat diperoleh:

R1 . R3
RN =
R1 + R3

4Ω . 1Ω
RN = 4 Ω +1 Ω


= 5 Ω = 0,8 Ω

3. Pasang kembali sumber tegangannya.

4. Kemudian titik a-b dihubungkan singkat. Sehingga IN dapat diperoleh dengan:


7

IN = I 1 + I 2

Sehingga diperoleh

V1 V2
IN = +
R1 R3

28 V 7 V
= +
4Ω 1Ω

=7A+7A

= 14 A
8

 Carilah nilai I dengan menggunakan teori Δ ke Y

Penyelesaian:

 Bila kita melihat resistor R1, R2, dan R3 sebagai suatu rangkaian Δ (pada
rumus berturut-turut Rab, Rac, dan R bc) dan ingin menggantinya dengan
rangkaian Y,kita bisa mengubah rangkaian jembatan ini menjadi
rangkaian yang lebih sederhana yaitu rangkaian seri-paralel:
9

R1. R2 R1.R3
RA= RB=
R 1+R 2+R 3 R 1+R 2+R 3

12+18+6¿
=12.18¿ ¿ =
12 .6
¿ 12+18+6

216 72
= =6 Ω = =2Ω
36 36

R 2. R 3
RC=
R 1+R 2+R 3
18 . 6
=
12+18+6
108
= =3Ω
36

 Sekarang kita telah mendapatkan rangkaian yang lebih sederhana. Kita


bisa menganalisarangkaian ini menggunakan aturan seri-paralel:
10

 Serikan rangkaian R B dan R4 serta rangkaian Rc dan R5

RS1 = RB + R4

= 2Ω + 3Ω = 5 Ω

RS2= RC + R5

= 3 Ω + 12Ω = 15 Ω

 sehingga terbentuk rangkaian seperti ini:

 selanjutnya, hambatan RS1 dan RS2 dipararelkan

RSI . RS 2
RS 1 // RS 2=RP
RS 1+RS 2
11

5. 15 75
Rp= = =3 Ω
5+15 25

 Dan terbentuk rangkaian seri seperti ini :

 Dan rangkaian diatas dihitung secara seri menjadi RT

RT  = RA+ RP

=6+3=9Ω

 Lalu hitung I dengan menggunakan hukum Ohm

V
I=
RT
10
= =1 ,11 Ampere
9

 Rangkaian pada gambar dibawah ini, hitung RT, dan I dengan


menggunakan metode Y ke Δ
12

 Konversikan “Y” menjadi “Δ” ekivalensinya, karena resistor yang


tersambung “Y”memiliki nilai-nilai yang sama. Ekivalen “Δ” nya akan
memiliki nilai-nilai resistor sebesar

RΔ = 3 (10 Ω) =30 Ω

 Sehingga rangkaiannya menjadi gambar di bawah ini.

 Selanjutnya, kita paralelkan 30Ω // 30Ω, 60Ω // 30Ω serta 30Ω // 90Ω

30Ω. .30 Ω 900 Ω


RP1= = =15Ω
30Ω+30Ω 60 Ω
 

60Ω. . 60Ω 1800 Ω


RP2= = =20Ω
60Ω+30Ω 90 Ω
 Sehingga rangkaiannya menjadi gambar di bawah ini.
13

 Kita lihat bahwa sisi yang dihasilkan “Δ” adalah susunan paralel, sehingga
nilai totalresistansinya dapat dihitung dengan mudah

RT=RP 1// ( RP2+RP 3

15 Ω. .(20Ω+22,5Ω)
RT=
15+(20 Ω+22 ,5 Ω)

15Ω..42,5Ω
RT=
15+42,5Ω
637Ω
RT= =11,08Ω
5,75Ω

Sehingga nilai arusnya adalah

V 30
I= =I = =2,7 Ampere
RT 11,08
14

DAFTAR PUSTAKA

Cut Zarmayra Zahra, F. (n.d.). academia. Retrieved maret 19, 2019, from academia web site:
https://www.academia.edu/6467346/Rangkaian_Listrik_I_-
_Teorema_Thevenin_dan_Norton

https://www.academia.edu/6844184/Resume_7_Rangkaian_Listrik_1_Transformasi_
Delta_Wye_

Anda mungkin juga menyukai